
‘’In…ini bukan mimpikan.’’Kata Diki gagap
‘’it….itu beneran Dav….Davian kan?’’Tanyanya sendiri.
‘’Itu bukan setankan atau mungkin penunggu penginapan ini yang menyamar jadi Davian.’’Kata Diki ngaco
dia belum bisa menerima kejadian tadi.
‘’Iyah pasti itu setan mana mungkin itu Davian.’’Jawabnya
sendiri
‘’Hahahahahah.’’Diki tertawa tidak jelas tiba tiba,
‘’Aaaaaaahhhhhh.’’Teriak Diki cukup keras
Oke dia tidak menyangka seorang Davian Pratama Putra mencium
seorang wanita secara diam diam di tambah dia sedang tertidur dan wanita itu
adalah cewek yang pernah dia tolak dan permalukan gimana enggak shok coba.
Teriakan Diki membuat Adel terkejut dia spontan berdiri dan
berteriak dengan mata masih terpejam.
‘’Kebakaran …..kebakaran……kebakaran tolong ada kebakaran.’’Teriak
Adel lantang mengagetkan semua penghuni penginapan yang sedang bersantai.
‘’Api ….api woi cepetan keluar.’’Teriak Marsel mundar mandir
tak jelas.
‘’Mana ..dimana kebakarannya.’’Kata Satria ikutan panic.
‘’Ambil air…woi cepetan ambil.’’Teriak Tama.
‘’Ini air dimana kebakarannya.’’Kata Rendy yang sudah
membawa ember berisi air.
‘’Air datang air datang minggir.’’Teriak Reno yang juga
membawa air.
Dua orang yang bertanggung jawab atas terjadinya keributan
terbengong bengong dengan mata mengerjap lucu melihat kekacauan dan ke panikan
teman temannya.
‘’Enggak ada kebakaran.’’Kata Davian datang dari belakang
dengan Laura.
‘’Ya elah bikin panic aja,cih.’’Kata Kevian sebal.
‘’Lagian siapa sih iseng banget .’’Kata Satria.
‘’Percuma dong bawa air.’’Kata Reno
Setelah mereka tenang kembali entah siapa yang lebih dulu
mereka serempak melirik Diki dan Adel dengan tampang lucu.
‘’Jadi kalian yang ngerjain kita.’’Kata Satria menatap dua
juniornya.
‘’Kami enggak ngerjain kalian.’’Bela Adel yang memang tak
bermaksud.
‘’Terus kenapa lo teriak kebakaran tadi.’’Kata Tama yang
hapal dengan suara Adel.
‘’Tadi gue kaget saat
tidur mendengar Diki berteriak jadi gue bangun dan spontan berteriak.’’Adel
menunjuk Diki yang di depannya.
‘’Oh jadi gitu.’’Kata Rendi,dia merilik Reno lalu melangkah
ke arah Diki dengan ember berisi air di
tangan mereka.
BYUUUURRRR
Reno dan Rendi mengguyur Diki dengan air yang tadi di bawa
mereka Diki menatap tajam mereka sambil memeluk tubuhnya yang menggigil.
‘’Apa apa kalian, dingin bego.’’Kata Diki kesal.
‘’Lebay banget sih,lagian ini bukan air es juga.’’Kata Reno.
‘’Iyah memang bukan air es tapi kita sedang di puncak
sekarang.’’Kata Diki yang mengerat pelukannya.
‘’Emang siapa yang bilang kita di Jakarta.’’Tanya Reno
polos.
__ADS_1
‘’Kalian berdua hentikan.’’Kata Satria
‘’Diki lebih baik lo ganti baju nanti masuk angin.’’Tambahnya.
‘’Biar gue siapkan air panas biar badan lo jadi
hangat.’’Kata Adel dia merasa tak enak telah membuat Diki kedinginan.
Diki mengganggukan kepalanya sebelum pergi ke kamarnya
mengambil handuk untuk menyelimuti badannya,awalnya dia cuman mau ke dapur
mengambil air tapi dia malah melihat orang berciuman dan malah berakhir di
guyur air malam malam.
‘Davian sialan.’Umpat Diki dalam hati.
‘’Kalau gini jadinya gue nyesel nyiram Diki tadi.’’Kata Reno sebal,karna Adel jadi memperhatikan
Diki.
‘’Sudah…sudah kembali ke kamar kalian masing masing,besok
kita masih ada latihan.’’Perintah Satria membubarkan mereka semua dan masuk ke kamar masing masimg.
…………
Adel melangkah ke kamar mandi dengan gontay yang belum
sepenuhnya sadar, saat dia hendak menggosok gigi dia melihat ada yang salah
dengan wajahnya.
‘’Eh…..’’Teriak Adel yang sadar kalau bibirnya bengkak.
‘’Ini kenapa dengan bibir gue?’’Tanya Adel binggung.
‘’Kenapa bisa bengkak gini ,pada hal semalam baik baik
aja.’’Kata Adel.
Dia tidak menyadari kalau bibirnya memang sudah bengkak dari semalam bahkan Satria dan
yang lainnya pun tak menyadarinya.
‘’Apa semalam bibir gue di kencingi sama kecoa atau mungkin
curut kali yah.’’Kata Adel
‘’Kan enggak mungkin tiba tiba bengkah gini.’’Tambahnya.
Akhirnya Adel memutuskan memakai masker untuk menutupi
bibirnya karna malu dan takut di sangka habis melakukan yang aneh aneh.
penguyuran semalam dia terus menempel
pada Adel untuk membuat ketiga orang yang bertanggung jawab membuat dia
kedinginan semalam jadi cemburu dan kesal.
‘Rasakan pembalasan gue, makan tuh cemburu.’Pikir Diki ,dia sangat menikmati melihat raut kesal
dari Reno dan Rendy tapi dia sebal karna Davian si biang keladi dari ke
sialannya biasa biasa saja.
Karna malam ini malam terakhir mereka latihan Satria memesan
makanan dan minuman untuk membuat pesta kecil kecilan Adel juga senang bisa
terbebas menyiapkan makan malam.
Mereka sangat menikmati pesta dengan bercanda gurau dan
saling mengejek satu sama lain. Ada juga yang bernyanyi tak jelas membuat
mereka semua tertawa, ada yang menari seperti sekarang Reno ,Tama,Rendi dan
malik di iringi nyanyian dari Marsel dan Kevin membuat semua tertawa terbahak bahak.
‘’Davian keluar yuk.’’Ajak Laura
‘’Ayo.’’Balas Davian
Mereka beranjak keluar tanpa mengganggu kesenangan yang lain
namun dua di antara mereka melihat mereka keluar dan mengikuti keduanya.
‘’Dia benar benar melakukan yang terbaik.’’Kata Laura saat
mereka sudah duduk di bangku taman tak jauh dari penginapan.
‘’Maksudnya Adel.’’Kata Laura melihat Davian mengernyitkan
dahi.
‘’Meski demikian apa yang bisa kamu lakukan hanya dengan
satu minggu?’’Tanya Laura.
‘’Ya itu akan menyenangkan jika benar benar berhasil.’’Kata
Davian
‘’Lagi pula dia pernah melakukannya ,dia itu memiliki joy of raising.’’Kata Davian tersenyum.
__ADS_1
‘’Joy of raising?’’Tanya Laura.
‘’Hm dia itu menakjubkan,ini seperti jika dia menempatkan
pikirannya pada sesuatu dia akan bekerja keras agar dia bisa
mencapainya.’’Davian tersenyum saat ingat Adel belajar dengan keras untuk bisa
naik ke 50 besar dari 98 dan dia benar benar berhasil hanya dengan satu minggu.
‘’Tentu saja karna e’lo baik dalam segala hal tanpa harus
melakukan upaya dan harus bekerja keras untuk mencapai sesuatu.’’Kata Laura
‘’Pasti menyenangkan melihat sesorang yang bekerja keras
sampai mati untuk melakukan nya.’’Tambahnya sambil tersenyum.
‘’Sepertinya lo juga sama.’’Kata Davian.
‘’Hm.’’Laura menggangguk.
Dua orang yang mengikuti mereka bersembunyi di belakang
semak dimana Davian dan Laura duduk tanpa menyadari satu sama lain.
‘’Duh engapain sih gue mengikuti mereka.’’Kata Adel pelan
sambil menepuk dahinya,saat dia mau beranjak dari sana Adel menjadi kaku saat
mendengar perkataan Laura.
‘’Davian gue suka sama lo bagaimana dengan lo.’’Tanya Laura
yang membuat bukan hanya Davian yang terkejut tapi kedua orang yang sedang
bersembunyi.
Merasa tak pantas mendengar pembicaraan mereka Adel bermaksud pergi tapi dia mendengar
sesuatu di sampingnya dia menolek ke samping betapa terkejutnya Adel melihat
Satria yang juga sedang mengintip .
‘’Senoir ngapain disini.’’Tanya Adel .
‘’E’lo juga sedang apa disini.’’Bukannya menjawab Satria
malah balik bertanya.
‘’Senior,jangan jangan kau menyukai Laura yah!’’Kata Adel
setelah berpikir sebentar.
‘’Sssttt.’’Satria membekap mulut Adel takut ketauan,Adel
memberontak karna tak bisa bernafas.
‘’Uuummpphh.’’Adel berusaha melepaskan tangan Satria.
Davain yang dari diam mendengar pengakuan Laura merasa
terusik dengan suara di belakangnya,dia berdiri dan berjalan ke belakang semak.
Satria yang sedang mendekap Adel kaget melihat Davian berdiri di samping
Adel,Davian yang melihat adegan Adel yang di peluk Satria dan tangannya
membekam mulut Adel merasa kesal.
‘’Keliatannya ini tampak menyenangkan,namun gue minta maaf
kapten.’’Davian menarik Adel dari pelukan Satria.
‘’Gue mau meminjamnya karna kita punya pertandingan.’’Kata
Davian datar.
‘’O..oke silahkan.’’Kata Satria antara gugup dan malu.
‘’E’lo berbuat baik dalam posisi yang bisa melanyani.’’Kata
Davian setelah menarik Adel keluar.
‘’Hah.’’Adel binggung maksud Davian dan kenapa juga Davian
kelihatan kesal.
‘’Ayo e’lo harus berlatih sampai lo bisa melakukannya dengan
benar.’’Kata Davian datar,dia menarik tangan Adel bahkan dia lupa berpamitan
dengan Laura dan Satria yang sudah keluar.
Adel sudah pasrah di seret Davian dia pikir malam ini dia bisa
bebas dari latihan karna Davian tidak
mengatakan apa apa tadi sore saat Satria mengatakan akan mengadakan pesta.
Laura hanya tersenyum sendu melihat Davian memperlakukan
Adel seperti itu ,dia memandang kepergian Davian yang seakan melupakan
dirinya,Satria merasa canggung dan memutuskan kembali berbabung dengan yang
lain dari pada dia tambah malu dan meninggalkan Laura sendirian.
__ADS_1