Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
51


__ADS_3

‘’In…ini bukan mimpikan.’’Kata Diki gagap


‘’it….itu beneran Dav….Davian kan?’’Tanyanya sendiri.


‘’Itu bukan setankan atau mungkin penunggu penginapan ini  yang menyamar jadi Davian.’’Kata Diki ngaco


dia belum bisa menerima kejadian tadi.


‘’Iyah pasti itu setan mana mungkin itu Davian.’’Jawabnya


sendiri


‘’Hahahahahah.’’Diki tertawa tidak jelas tiba tiba,


‘’Aaaaaaahhhhhh.’’Teriak Diki cukup keras


Oke dia tidak menyangka seorang Davian Pratama Putra mencium


seorang wanita secara diam diam di tambah dia sedang tertidur dan wanita itu


adalah cewek yang pernah dia tolak dan permalukan gimana enggak shok coba.


Teriakan Diki membuat Adel terkejut dia spontan berdiri dan


berteriak dengan mata masih terpejam.


‘’Kebakaran …..kebakaran……kebakaran tolong ada kebakaran.’’Teriak


Adel lantang mengagetkan semua penghuni penginapan yang sedang bersantai.


‘’Api ….api woi cepetan keluar.’’Teriak Marsel mundar mandir


tak jelas.


‘’Mana ..dimana kebakarannya.’’Kata Satria ikutan  panic.


‘’Ambil air…woi cepetan ambil.’’Teriak Tama.


‘’Ini air dimana kebakarannya.’’Kata Rendy yang sudah


membawa ember berisi air.


‘’Air datang air datang minggir.’’Teriak Reno yang juga


membawa air.


Dua orang yang bertanggung jawab atas terjadinya keributan


terbengong bengong dengan mata mengerjap lucu melihat kekacauan dan ke panikan


teman temannya.


‘’Enggak ada kebakaran.’’Kata Davian datang dari belakang


dengan Laura.


‘’Ya elah bikin panic aja,cih.’’Kata Kevian sebal.


‘’Lagian siapa sih iseng banget .’’Kata Satria.


‘’Percuma dong bawa air.’’Kata Reno


Setelah mereka tenang kembali entah siapa yang lebih dulu


mereka serempak melirik Diki dan Adel dengan tampang lucu.


‘’Jadi kalian yang ngerjain kita.’’Kata Satria menatap dua


juniornya.


‘’Kami enggak ngerjain kalian.’’Bela Adel yang memang tak


bermaksud.


‘’Terus kenapa lo teriak kebakaran tadi.’’Kata Tama yang


hapal dengan suara Adel.


‘’Tadi gue kaget  saat


tidur mendengar Diki berteriak jadi gue bangun dan spontan berteriak.’’Adel


menunjuk Diki yang di depannya.


‘’Oh jadi gitu.’’Kata Rendi,dia merilik Reno lalu melangkah


ke arah Diki dengan ember  berisi air di


tangan mereka.


BYUUUURRRR


Reno dan Rendi mengguyur Diki dengan air yang tadi di bawa


mereka Diki menatap tajam mereka sambil memeluk tubuhnya yang menggigil.


‘’Apa apa kalian, dingin bego.’’Kata Diki kesal.


‘’Lebay banget sih,lagian ini bukan air es juga.’’Kata Reno.


‘’Iyah memang bukan air es tapi kita sedang di puncak


sekarang.’’Kata Diki yang mengerat pelukannya.


‘’Emang siapa yang bilang kita di Jakarta.’’Tanya Reno


polos.

__ADS_1


‘’Kalian berdua hentikan.’’Kata Satria


‘’Diki lebih baik lo ganti baju nanti masuk angin.’’Tambahnya.


‘’Biar gue siapkan air panas biar badan lo jadi


hangat.’’Kata Adel dia merasa tak enak telah membuat Diki kedinginan.


Diki mengganggukan kepalanya sebelum pergi ke kamarnya


mengambil handuk untuk menyelimuti badannya,awalnya dia cuman mau ke dapur


mengambil air tapi dia malah melihat orang berciuman dan malah berakhir di


guyur air malam malam.


‘Davian sialan.’Umpat Diki dalam hati.


‘’Kalau gini jadinya gue  nyesel nyiram Diki tadi.’’Kata Reno sebal,karna Adel jadi memperhatikan


Diki.


‘’Sudah…sudah kembali ke kamar kalian masing masing,besok


kita masih ada latihan.’’Perintah Satria membubarkan mereka semua  dan masuk ke kamar masing masimg.


…………


Adel melangkah ke kamar mandi dengan gontay yang belum


sepenuhnya sadar, saat dia hendak menggosok gigi dia melihat ada yang salah


dengan wajahnya.


‘’Eh…..’’Teriak Adel yang sadar kalau bibirnya bengkak.


‘’Ini kenapa dengan bibir gue?’’Tanya Adel binggung.


‘’Kenapa bisa bengkak gini ,pada hal semalam baik baik


aja.’’Kata Adel.


Dia tidak menyadari kalau bibirnya memang  sudah bengkak dari semalam bahkan Satria dan


yang lainnya pun tak menyadarinya.


‘’Apa semalam bibir gue di kencingi sama kecoa atau mungkin


curut kali yah.’’Kata Adel


‘’Kan enggak mungkin tiba tiba bengkah gini.’’Tambahnya.


Akhirnya Adel memutuskan memakai masker untuk menutupi


bibirnya karna malu dan takut di sangka habis melakukan yang aneh aneh.


penguyuran  semalam dia terus menempel


pada Adel untuk membuat ketiga orang yang bertanggung jawab membuat dia


kedinginan semalam jadi cemburu dan kesal.


‘Rasakan pembalasan gue, makan tuh cemburu.’Pikir  Diki ,dia sangat menikmati melihat raut kesal


dari Reno dan Rendy tapi dia sebal karna Davian si biang keladi dari ke


sialannya biasa biasa saja.


Karna malam ini malam terakhir mereka latihan Satria memesan


makanan dan minuman untuk membuat pesta kecil kecilan Adel juga senang bisa


terbebas menyiapkan makan malam.


Mereka sangat menikmati pesta dengan bercanda gurau dan


saling mengejek satu sama lain. Ada juga yang bernyanyi tak jelas membuat


mereka semua tertawa, ada yang menari seperti sekarang Reno ,Tama,Rendi dan


malik di iringi nyanyian dari Marsel dan Kevin membuat semua tertawa terbahak bahak.


‘’Davian keluar yuk.’’Ajak Laura


‘’Ayo.’’Balas Davian


Mereka beranjak keluar tanpa mengganggu kesenangan yang lain


namun dua di antara mereka melihat mereka keluar dan mengikuti keduanya.


‘’Dia benar benar melakukan yang terbaik.’’Kata Laura saat


mereka sudah duduk di bangku taman tak jauh dari penginapan.


‘’Maksudnya Adel.’’Kata Laura melihat Davian mengernyitkan


dahi.


‘’Meski demikian apa yang bisa kamu lakukan hanya dengan


satu minggu?’’Tanya Laura.


‘’Ya itu akan menyenangkan jika benar benar berhasil.’’Kata


Davian


‘’Lagi pula dia pernah  melakukannya ,dia itu memiliki joy of raising.’’Kata Davian tersenyum.

__ADS_1


‘’Joy of raising?’’Tanya Laura.


‘’Hm dia itu menakjubkan,ini seperti jika dia menempatkan


pikirannya pada sesuatu dia akan bekerja keras agar dia bisa


mencapainya.’’Davian tersenyum saat ingat Adel belajar dengan keras untuk bisa


naik ke 50 besar dari 98 dan dia benar benar berhasil  hanya dengan  satu minggu.


‘’Tentu saja karna e’lo baik dalam segala hal tanpa harus


melakukan upaya dan harus bekerja keras untuk mencapai sesuatu.’’Kata Laura


‘’Pasti menyenangkan melihat sesorang yang bekerja keras


sampai mati untuk melakukan nya.’’Tambahnya sambil tersenyum.


‘’Sepertinya lo juga sama.’’Kata Davian.


‘’Hm.’’Laura menggangguk.


Dua orang yang mengikuti mereka bersembunyi di belakang


semak dimana Davian dan Laura duduk tanpa menyadari satu sama lain.


‘’Duh engapain sih gue mengikuti mereka.’’Kata Adel pelan


sambil menepuk dahinya,saat dia mau beranjak dari sana Adel menjadi kaku saat


mendengar perkataan Laura.


‘’Davian gue suka sama lo bagaimana dengan lo.’’Tanya Laura


yang membuat bukan hanya Davian yang terkejut tapi kedua orang yang sedang


bersembunyi.


Merasa tak pantas mendengar pembicaraan mereka  Adel bermaksud pergi tapi dia mendengar


sesuatu di sampingnya dia menolek ke samping betapa terkejutnya Adel melihat


Satria yang juga sedang mengintip .


‘’Senoir ngapain disini.’’Tanya Adel .


‘’E’lo juga sedang apa disini.’’Bukannya menjawab Satria


malah balik bertanya.


‘’Senior,jangan jangan kau menyukai Laura yah!’’Kata Adel


setelah berpikir sebentar.


‘’Sssttt.’’Satria membekap mulut Adel takut ketauan,Adel


memberontak karna tak bisa bernafas.


‘’Uuummpphh.’’Adel berusaha melepaskan tangan Satria.


Davain yang dari diam mendengar pengakuan Laura merasa


terusik dengan suara di belakangnya,dia berdiri dan berjalan ke belakang semak.


Satria yang sedang mendekap  Adel kaget melihat Davian berdiri di samping


Adel,Davian yang melihat adegan Adel yang di peluk Satria dan tangannya


membekam mulut Adel merasa kesal.


‘’Keliatannya ini tampak menyenangkan,namun gue minta maaf


kapten.’’Davian menarik Adel dari pelukan Satria.


‘’Gue mau meminjamnya karna kita punya pertandingan.’’Kata


Davian datar.


‘’O..oke silahkan.’’Kata Satria antara gugup dan malu.


‘’E’lo berbuat baik dalam posisi yang bisa melanyani.’’Kata


Davian setelah menarik Adel keluar.


‘’Hah.’’Adel binggung maksud Davian dan kenapa juga Davian


kelihatan kesal.


‘’Ayo e’lo harus berlatih sampai lo bisa melakukannya dengan


benar.’’Kata Davian datar,dia menarik tangan Adel bahkan dia lupa berpamitan


dengan Laura dan Satria yang sudah keluar.


Adel sudah pasrah di seret Davian dia pikir malam ini dia bisa


bebas dari  latihan karna Davian tidak


mengatakan apa apa tadi sore saat Satria mengatakan akan mengadakan pesta.


Laura hanya tersenyum sendu melihat Davian memperlakukan


Adel seperti itu ,dia memandang kepergian Davian yang seakan melupakan


dirinya,Satria merasa canggung dan memutuskan kembali berbabung dengan yang


lain dari pada dia tambah malu dan meninggalkan Laura sendirian.

__ADS_1


__ADS_2