Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
74


__ADS_3

Hari ini hari Daniel pulang dari


rumah sakit seminggu sudah Daniel di rawat di rumah sakit,Adel juga sering


menjenguk Daniel dan Ruri tapi kalau Davian datang dia langsung pulang.


Marisa meninta Adel untuk menemani


Davian menjemput Daniel di rumah sakit karna dia masih harus menyiapkan pesta


untuk kesembuhan dan kepulangan  Daniel.


‘’Apa semua sudah siap? tidak ada


yang ke tinggalan.’’Tanya Davian.


‘’Tidak ada.’’Jawab Daniel sedih.


‘’Daniel selamat kamu sudah


sembuh.’’Ruri memberi salam pada Daniel.


‘’Ehm.’’Kata Daniel.


‘’Kapan –kapan kita main lagi


nanti akan aku beritahu alamat rumahku kalau sudah pulang dari rumah


sakit.’’Kata Ruri sambil tersenyum.


‘’Iyah,aku akan menemui mu.’’Kata


Daniel ceria.


‘’Sampai nanti.’’Lanjutnya lalu


memeluk Ruri.


‘’Sampai jumpa.’’Balas Ruri.


‘’Sampai jumpa Ruri cepat sembuh


supaya kita bisa bermain lagi.’’Adel memeluk Ruri.


‘’Iyah kak Adel,terima kasih sudah


menemani ku selama ini.’’Kata Ruri.


‘’Sampai nanti Ruri.’’Kata Davian


mengusap kepala Ruri.


Daniel menatap jendela kamar


rawatnya ,Ruriberdiri dekat jendela sambil tersenyum dan melambaikan tangan


saat melihat Daniel masuk ke mobil Daniel pun melambaikan tangannya,Davian


menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


‘’Ruri anak yang tegar yah.’’Kata


Adel mengusap matanya yang berkaca kaca.


‘’Dia pasti sudah sering melihat


teman sekamarnya pulang duluan.’’Kata Davian.


‘’Kakak,seandainya kalau kakak


menjadi dokter apa kakak bisa menyembuhkan penyakit Ruri.’’Tanya Daniel,dia


sedih harus berpisah dengan Ruri.


‘’Kakak tidak tahu.’’Jawab Davian.


‘’Penyakit Ruri termasuk penyakit


yang langka.’’Lanjutnya.


Di sepanjang perjalanan Adel hanya


mendengarkan percakapan kedua adik kakak tersebut di bangku belakang,setelah


memasuki perkarangan rumah mereka segera turun dan masuk ke dalam rumah.


‘’SELAMAT DATANG KE RUMAH.’’Teriak


Marisa dan Marselo serta Tomi menyambut Daniel,Davian dan Adel saat masuk


rumah.


‘’Ada apa ini?’’Tanya Davian.


‘’Ah …perayaan kesembuhan dan ke


pulangan Daniel.’’Kata Marisa.


‘’Ayo mama sudah masak banyak buat


kalian.’’Marisa menarik Adel ke ruang makan.


‘’Ayo…ayo.’’Ajak Marselo


Davian,Daniel dan Tomi mengikuti


dari belakang,mereka duduk di tempat masing –masing dan memulai makan dengan


hidmat.


‘’Adel ada yang mau tante


berikan.’’Kata Marisa,saat ini mereka sedang duduk di ruang keluarga.


Marisa pergi mengambil hadiah yang


akan di berikan pada Adel.lalu Marisa datang membawa sebuah sepeda.


‘’Tante ini…..’’Kata Adel saat


melihat Marisa membawa sepeda.


‘’Tante ingin memberikan kamu


hadiah sebagai ucapan terima kasih karna sudah menolong Daniel.’’Kata Marisa.


‘’Tidak perlu tante Adel senang


bisa membantu Daniel.’’kata Adel.


‘’Tolong jangan di tolak


yah.’’Marisa memegang tangan Adel.


‘’Hm…’’Adel merasa tak enak pada

__ADS_1


Marisa.


‘’Bukannya sia-sia memberikan dia


sepeda diakan tidak bisa naik sepeda.’’Kata Daniel acuh,Adel tak merasa sakit


hati akan ucapan Daniel karna itu memang benar.


‘’Tidak masalah,lagian sepeda


inikan sepeda listrik jadi Adel bisa mengendarainya seperti motor metik.’’kata


Marisa.


‘’Sebenarnya mama ingin memberikan


Adel motor tapi pasti Adel akan menolaknya jadi  papa menyarankan mama untuk memberi sepeda


listrik saja.’’Kata Marselo.


‘’Kalian terlalu berlebihan.’’Kata


Tomi yang merasa tak enak.


‘’Tidak ini hanya sebuah sepeda


,justu apa yang Adel lakukan lebih berharga dari apa pun.’’Kata Marisa.


‘’Jadi mohon di terima


yah.’’lanjutnya.


‘’Baiklah akan Adel terima,Terima


kasih tante.’’Kata Adel,Marisa tersenyum senang dan memeluk Adel.


Marisa meminta Adel dan Tomi


menginap untuk malam ini,Adel berjalan keluar mencari angin dia melihat Davian


yang duduk di tangga luar melihat bintang –bintang.


‘’E’lo belum tidur.’’Adel


menghampiri Davian dan duduk di sampingnya.


‘’Kamu juga.’’Kata Davian menoleh.


‘’Em…..e’lo sedang apa?’’Tanya


Adel.


‘’Hanya melihat bintang saja.’’Jawab


Davian.


‘’Gue mau membuat teh e’lo mau di


buatkan juga.’’Tanya Adel menoleh ke Davian.


‘’Kopi.’’Kata Davian,Adel berdiri pergi


ke dapur membuat kopi dan teh.


Adel keluar dari dapur membawa


nampan dengan berisi teh dan kopi pesanan Davian serta  cemilan.


‘’Ini kopinya, tapi maaf


Adel dan meletakan nampan di tengah – tengah mereka.


‘’Tidak masalah.’’Davian mengambil


cangkir kopi dan meminumnya dia sedikit terkejut dengan rasa kopi buatan Adel.


‘Lumayan.’Batin Davian tersenyum.


‘’Kenapa?tidak enak


yah,maaf.’’Kata Adel yang melihat raut wajah Davian berubah walau sebentar.


‘’Diki bilang nilai ujian kamu


dapat B.’’Kata Davian tak menjawab pertanyaan Adel.


‘’Iyah….seperti gue gagal


lagi.’’Kata Adel sendu.


‘’Kau sudah berusaha dengan


baik.’’Kata Davian.


‘’Apa kau kecewa?’’Lanjutnya.


‘’Tentu saja tidak !itu adalah


hasil dari kerja keras gue sendiri.’’Kata Adel tegas.


Walau dia merasa kecewa karna


tidak bisa mendapatkan nilai A tapi dia di dalam hati terdalamnya dia merasa


bangga dengan pencapaiannya sendiri.


‘’Bagus.’’Davian menepuk kepala


Adel membuat Adel terkejut dengan tindakannya Davian.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel yang


menunduk menyembunyikan pipinya yang merona merah.


Davian pun kembali meminum kopinya


lalu melihat ke atas langit lagi, Adel menatap Davian diam –diam lalu melihat


langit malam seperti yang di lakukan Davian sambil meminum tehnya.


Mereka terdiam tak ada satu pun di


antara mereka yang memulai pembicaraan,mereka hanya memandangi bintang –bintang


yang bertabur indah di langit malam.


…………….


Pagi ini di dapur keluarga Pratama


sangat heboh, karna sang nyonya rumah sedang bersemangat dia sangat  senang bisa memasak lagi bersama Adel.


‘’Semuanya sarapan sudah


siap.’’Teriak Marisa memangil anggota keluara yang lain untuk sarapan.

__ADS_1


‘’Wah….hari ini mamah terlihat


senang sekali.’’Kata Marselo yang datang lalu duduk di kursinya.


‘’Ada apa kau terlihat bersemangat


begitu Marisa?’’Tanya Tomi dan duduk juga.


‘’Tidak ada apa apa,aku hanya


sangat senang bisa memasak lagi bersama dengan Adel.’’Jawab Marisa senang.


Di susul Davian dan Daniel


,setelah semuanya berkumpul mereka mulai sarapannya dengan hening hanya


dentingan sendok dan piring yang terdengar.


‘’Davian kamu berangkat ke


kampusnya dengan papah.’’Kata Marselo setelah selesai sarapan.


‘’Ada yang mau papah


bicarakan.’’Tambahnya.


‘’Baik pah.’’Jawab Davian.


Mereka pun pamitan berangkat


duluan setelahnya Tomi juga pamit ,Daniel berdiri untuk pergi ke sekolah tapi


dia berbalik lagi.


‘’Terima kasih.’’Kata Daniel pada Adel


lalu dia langsung pergi.


‘’Dasar tsundere.’’Kata Adel


dengan senyum manis


‘’Adel, tante pergi mengantar


Daniel dulu ke sekolah yah.’’Kata Marisa yang sudah rapi


‘’Kamu tidak apa –apakan berangkat


ke kampus sendiriankan.’’Tanya Marisa.


‘’Tidak apa –apa tante,tak perlu


khawatir.’’Kata Adel.


‘’Ahh….kamu bisa memakai sepeda


kamu ke kampus, tante sudah mengisi batrainya penuh.’’Kata Marisa.


‘’Iyah tante.’’Kata Adel.


‘’Mamah cepetan nanti Daniel


terlambat.’’Teriak Daniel di luar.


‘’Iyah mamah segera ke sana.’’Teriak


Marisa.


‘’Ya sudah yah Adel tante


berangkat dulu.’’Lanjut Marisa lalu pergi.


‘’Hati –hati di jalannya


Tante.’’Kata Adel.


‘’Hah….walau pun tidak di kayuh


sekali pun gue kan tetap tidak bisa menaiki sepeda.’’Kata Adel setelah Marisa


pergi.


‘’Kenapa juga tante Marisa malah


memberikan gue sepeda?’’Tanya Adel entah pada siapa.


‘’Sudahlah sebaiknya gue berangkat


juga.’’Adel membereskan semua piring setelah di mencucinya Adel berangkat naik


bis.


Sementara itu Marselo sedang


bertanya serius pada Davian di mobil.


‘’Davian papah mau tanya kapan


kamu mau mengambil kuliah utama apa?’’Tanya Marselo.


‘’Kamu sudah harus mulai


serius  ini sudah hampir tahun


kedua.’’Lanjutnya.


‘’Dan papah harap kamu mengambil


bisnis sebagai kuliah utama mu.’’Kata Marselo,dia melihat ke samping Davian


tidak merespon satu pun ucapan Marselo.


Davian terus menatap lulus ke


depan tak menjawab satu pun pertanyaan papahnya,dia bingung sesungguhnya dia


tidak tertarik pada bisnis atau pun kuliah.


 Secara tidak sengaja Davian kuliah juga karna


perkataan Adel dan ingin tahu hal apa lagi yang akan di bawa Adel di


kehidupannya kali ini.


Marselo menghela nafasnya dia tahu


kalau anak sulungnya itu memang dari awal tidak tertarik kuliah tapi entah


kenapa besok paginya dia pergi mengikuti ujian dan masuk ke Universitas BIMA


DARMA yang mana Adel pun masuk kesana.


‘Apa yang harus aku lakukan’Batin


Marselo

__ADS_1


__ADS_2