
Adel melangkahkan kakinya bontai memasuki rumah, wajahnya
masam dan sedih,berulang kali menghela nafasnya.
‘’Hah.’’
‘’Eh…ayah !’’Adel berjalan kearah Tomi.
‘’Ayah kok ada di sini?’’Tanya Adel.
‘’Oh kamu sudah pulang Adel.’’Kata Tomi.
‘’Iyah,ayah sendiri tumben jam segini sudah ada di
sini.’’Tanya Adel
‘’Ah,tadi siang Marisa menghubungi ayah ,katanya malam ini
akan mengadakan makan malam keluarga.’’ Jawab Tomi.
‘’Jadi ayah menutup restoran lebih awal.’’Lanjunya.
‘’Oh begitu,tapi tante Marisa tidak bilang apa apa pada ku.’’Kata
Adel.
‘’Katanya hari ini kamu akan mengikuti ujian masuk keperawatan yah ,bagaimana
ujian?.’’Tanya Tomi.
‘’Em,itu….soal ujian masuk.’’ Kata Adel gugup.
‘’Adel …kamu sudah pulang sayang.’’Teriak Marisa saat melihat
Adel dan Tomi.
‘’Kapan kamu pulang? Kenapa tidak menghubungi Davian biar di
jemput.’’Tanya Marisa.
‘’Baru saja Tante,Adel tidak mau merepotkan Davian mangkanya
Adel pulang sendiri.’’Jawab Adel
‘’Siapa bilang kamu merepotkan,ah …sudah – sudah sekarang
kamu mandi kita akan makan malam bersama.’’Titah Marisa.
‘’Baik,ayah Adel ke kamar dulu.’’Pamit Adel pergi ke kamar.
‘’Iyah.’’Jawab Tomi.
‘’Sepertinya Adel sedang sedih.’’Kata Tomi melihat punggung
anaknya yang naik ke atas.
‘’Mungkin ada hubungannya dengan ujian,nanti saja kita tanya.’’Kata
Marisa.
‘’Yah sudah aku ke dapur dulu.’’Pamit Marisa.
‘’Aku akan membantu mu.’’Kata Tomi.
‘’Tidak perlu ,lebih baik kau temani suami ku saja dia bilang
rindu dengan mu karna akhir akhir ini kau jarang kemari.’’Tolak Marisa.
‘’Yah sudah.’’Tomi pergi ke ruang keluarga yang dimana Marselo
yang sedang menunggunya sambil menikmati secangkir kopi.
Makan malam berlangsung dengan hening hanya dentingan sendok
serta garpuh dan piring yang terdengar hingga, Marisa menanyakan soal ujian
Adel.
‘’Adel bagaimana dengan ujian mu,apa berjalan dengan
baik?’’Tanya Marisa.
‘’Eu…itu.’’Adel menunduk sambil memainkan jarinya.
Kilas balik
Adel memulai memeriksa nafasnya lalu memberi nafas
buatan,saat akan mulai memompa dadanya juri yang tadi bertanya pada Adel menghentikannya.
‘’Apa kau tidak akan melaporkannya?’’Tanyanya.
‘’Seseorang bisa telepon ambulan.’’Kata Adel.
Lalu memulai memompa dadanya ,saking gugupnya Adel memompa
dengan ritme yang kacau.
‘’Stop,cukup.’’Kata juri menghentikan Adel.
‘’Kau tahu apa kesalahan yang kau lakukan.’’Tanyanya.
Adel menggeleng tak tahu dibagian mana kesalahannya.
__ADS_1
‘’Saat kau menyuruh seseorang menelepon ambulan,kau pikir di
saat ada keadaan panic seperti itu akan ada yang mendenger, kebanyakan orang
orang akan saling mengandalkan dan akhirnya tidak akan ada yang memanggil ambulan dan ambulan tidak akan
datang tepat waktu.’’ Jelasnya.
‘’Jika telambat dan si pasien tidak mendapat udara dalam lima
menit akan menyebabkan kerusakan pada otak dan lebih dari sepuluh menit bisa
menyebabkan kematian.’’ Katanya lagi,membuat Adel kaget,hal yang di anggap
sepele bisa menyibabkan kematian pada orang lain.
‘’Jika di kehidupan nyata kamu sudah membunuh
seseorang.’’Katanya.
‘’Kami tidak bisa menerima seorang pembunuh sebagai
perawat.’’Lanjutnya.
Kilas balik selesai.
‘’Ya ampun kenapa orang itu selalu saja menyusakan Adel di
setiap ujian.’’Keluh Marisa mendengar cerita Adel.
‘’Lagian sudah tahu otak dan mental kak Adel hanya segitu
,malah sho –shoan mau jadi perawat.’’Kata Daniel
‘’Daniel!.’’Tegur Marselo.
‘’Adel jangan di dengerin ucapan Daniel yah,kamu kan tahu
bagaimana sikapnya.’’ Kata Marisa membari pengertian sambil menatap tajam
Daniel.
‘Sebenarnya yang anak kandung di sini siapa sih.’Pikir Daniel
kesal.
‘’Tidak apa apa tante,yang di katakan Daniel itu benar.’’Kata
Adel.
‘’Tuhkan.’’Saut Daniel yang kembali mendapat tatapan tajam
bukan hanya dari Marisa tapi Marselo juga.
‘’Saat juri memberitahu ku kalau bisa saja seseorang yang
walau sebaik apa pun niatnya menolong,dia tetap seorang pembunuh.’’Kata Adel
nanar.
‘’Itu membuat ku tambah gelisah dan membuat ku sedikit hilang
fokus.’’ Lanjutnya .
‘’Apa lagi saat mereka bilang aku sudah membunuh satu boneka
itu membuatku sadar atas ketidak mampuanku dan kurang kuatnya mentalku .’’Kata
Adel.
‘’Padahal tenaga medis
itu di hadapkan dengan keselamatan dan
hidup/matinya seseorang setiap harinya.’’Lanjutnya.
‘’Aku Baru di hadapkan soal yang begini saja, sudah gugup dan
gelisah apa lagi kalau itu kasus beneran ,mungkin aku akan gemeter ketakutan
tanpa bisa melakukan apa apa,’’Tambahnya.
‘’Tante,om,ayah…aku sudah selesai,jadi aku pamit duluan .’’Pamit Adel meninggalkan meja makan.
‘’Hah,kenapa sih dia itu selalu memilih melakukan hal hal
yang sulit.’’Kata Marisa menatap sendu kearah perginya Adel.
‘’Kita do’akan saja semoga Adel tidak berputus asa dengan mimpinya dan memdapat yang terbaik.’’Kata
Marselo.
‘’Iyah,tenang saja Marisa Adel itu tidak akan menyerah dengan
apa yang sudah dia putuskan.’’Kata Tomi yang mempercayai putri semata
wayangnya.
Daniel menyengritkan dahinya saat melihat kakaknya menatap
kepergian Adel dengan tatapan yang sulit di artikan dengan senyum tipis
tercetak di wajahnya.
__ADS_1
Karna suasananya yang tak mendukung mereka pun langsung pergi
ke kamar masing masing setelah selesai makan malam.
‘’Haaaahhh.’’Adel terduduk di jendela kamarnya yang dia buka.
‘’Berhenti menghela nafas,itu mengganggu.’’Kata Davian.
‘’Eh.’’Adel hampir terjatuh karna terkejut.
‘’Davian sejak kapan e’lo di sana?’’Tanya Adel yang baru
menyadari kalau Davian pun membuka jendelanya juga.
‘’Sejak tadi,dan melihat seseorang yang kurang kerjaan dengan
membuang buang nafas .’’Jawab Davian,Adel tersipu malu mendengar jawaban
Davian.
‘’Kalau begitu jangan di lihat.’’Kata Adel kesal.
‘’Aku tidak buta dan tuli sehingga tak melihat apa yang ada
di samping ku.’’Balas Davian.
‘’Ck.’’Adel berdecik kesal.
‘’Em,jadi bagaimana rasanya membunuh boneka.’’Tanya Davian.
‘’Apa kamu akan membunuh boneka lainnya atau malah berhenti?’’Tanya
Davian.
Wajah Adel memerah,marah tak tahu kah kalau saat ini Adel itu
butuh penghiburan dan penyemangat bukan cibiran.
‘’Tak bisa kah kau perduli pada ku sedikit saja.’’Kata Adel
nanar.
‘’Jika e’lo enggak ada niat untuk menghibur gue, lebih baik
tinggalkan gue sendiri ,jangan ganggu!.’’Lanjutnya sinis.
‘’Aku bukan artis atau pun comedian yang bisa menghibur
mu.’’Kata Davian yang menatap Adel.
‘’Kamu terlalu terburu buru dan memaksakan diri.’’Lanjutnya.
‘’Aku tidak memaksakan diri, dari pada kau terus mengejek
ku,lebih baik kau memikirkan masa depan mu saja sana.’’Kata Adel yang sudah
jengkel.
‘’Untuk apa memikirkan masa depan ku yang jelas jelas sangat
cerah.’’Kata Davian.
‘’Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau bahkan tampang ku
saja bisa mendatangkan uang.’’Kata Davian percaya diri.
‘’Percaya diri sekali kau.’’ Kata Adel.
‘’Apa aku salah?’’Tanya Davian.
‘Memang tidak salah sih,tapi aku tidak mau mengakuinya.’
Batin Adel sebal.
‘’Kau terlalu narsis.’’Kata Adel.
‘’Hahahaha.’’Davian tertawa.
‘’Aku yang harusnya di hibur kenapa dia yang
tertawanya.’’Kata Adel di buat heran oleh Davian.
‘’Kamu tidak cocok murung begitu,lebih cocok bersikap tak
tahu malu begini.’’Kata Davian.
‘’Apa sih mau mu Davian dari tadi mengejek ku terus?’’ Tanya
Adel yang sudah tak tahan lagi.
‘’Jangan terlalu di pikirkan soal kamu membunuh satu boneka
hari ini.’’Kata Davian.
‘’Justru bunuhlah sebanyak banyaknya boneka untuk
menyelamatkan satu manusia.’’Lanjutnya
‘’Maksudnya?’’Kata Adel tak mengerti.
‘Kenapa Davian menyuruh ku membunuh boneka?’Pikirnya
UNTUK CPR NYA MAAF KALAU SALAH AKU TIDAK TAHU SOAL
__ADS_1
GITUAN,MOHON DI MAKLUM.
TERIMA KASIH.