Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
139


__ADS_3

Hari ini Adel pergi ke kampus untuk mengurus cuti


kuliahnya,setelah selesai Adel pergi ke gedung fakurtas menejen untuk menemui


Tia dan Lili.


‘’Teman teman.’’Adel berlari menghampiri Tia dan Lili lalu


merangkul keduanya.


‘’Kagen.’’Kata Adel ceria.


‘’Lebay ,lo.’’Balas Tia jengah.


‘’Hehehe.’’Adel cengengesan.


‘’Ngomong ngomong e’ lo terlihat senang,e’lo habis dari mana?’’Tanya


Lili.


‘’Gedung admistrasi,mulai besok aku akan kuliah lagi.’’Jawab


Adel.


‘’Jadi e’lo udah memutuskan, lalu e’lo pilih yang


mana.’’Tanya Tia.


‘’Menurut mu kalau aku pergi ke gedung admistrasi berarti aku


habis ngapain.’’Tanya Adel balik.


‘’Mana gue tahu e’lo habis ngapain,ngapain tanya ke


gue.’’Kata Tia sebal.


‘’Jadi e’lo akan melanjutkan mata kuliah e’lo.’’Kata Lili


yang mengerti maksud Adel dan Adel menganggukkan kepala membenarkan ucapan


Lili.


‘’Apa terjadi sesuatu?’’Tanya nya lagi melihat Adel yang


terlihat sangat ceria.


‘’Hm,hari ini aku senang banget.’’Jawab  Adel ceria.


Adel sangat bahagia karna kemarin untuk pertama kalianya


Davian mengatakan merindukannya dan bahkan dia tidak mau Adel mengabaikannya


lagi meski tidak sengaja sih! Dan lagi pernikahannya akan di percepat .


Lalu ketika Adel akan menceritakannya Tia memotongnya.


‘’Entar aja ceritanya,gue lapar.’’Kata Tia yang memang sudah


lapar dari tadi maklum habis makul dosen killer jadi menghabiskan banyak energi.


‘’Mending ke kantin aja,lebih enak dengerin ceritanya bisa


sambil makan. ’’Lanjutnya.


Mereka pun pergi ke kantin,sesampainya mereka lansung memesan


makanan dan menuju meja yang kosong dengan membawa nampan berisi makan mereka


masing masing.


‘’Seriusan.’’Kata Lili dan Tia tidak percaya.


‘’Yap,benar.’’Kata Adel membenarkannya setelah dia bercerita


kalau seminggu lagi akan menikah dengan Davian.


‘’E’lo sedang tidak hamilkan Del.’’Tanya Lili dengan raut


wajah cemas.


‘’Sembarangan,aku ini masih di segal belum di jebol.’’Bantah


Adel tidak terima.


‘’Ya kirain udah di bobol.’’Kata Lili.


‘’Baru dua minggu lalu Davian bilang ingin menikah lalu tiba


tiba kalian akan menikah seminggu lagi.’’Jelasnya.


‘’Bener tuh,tunangan aja belum masa langsung nikah aja.’’Kata


Tia ikut membenar kan.


‘’Enggak salah dong kita berpikiran kalau e’lo udah


hamidun.’’Lanjutnya.

__ADS_1


‘’Sialan kalian.’’Kata Adel kesal.


‘’Jangan mengumpat nanti gue bilang ke Davian loh.’’Kata Diki


yang baru datang lalu duduk di sangping Lili seraya mengecup pipi kanannya.


Cup.


Lili menatap tajam Diki yang menciumnya di depan umum,Diki


terkekeh melihat wajah menggemaskan kekasihnya yang sedang kesal.


Tia,Adel,Fadli dan Denis menatap sinis pada kedua orang yang


tak tahu tempat dan membuat iri para kaum jomblo.


‘’Kacang….kacang…kacang  seribuan.’’Teriak Denis ketika melihat adegan uwu antara Diki dan Lili.


‘’Sirik aja e’lo.’’Kata Diki.


Fadli duduk di samping Tia dan Adel semetara Denis duduk di


bersama Diki dan Lili.


‘’Mangkaya cari pacar saja jangan menjomblo terus biar enggak


iri.’’Kata Diki sinis.


‘’Gue itu bukan jomblo tapi singgel.’’Kata Denis.


‘’Apa beda bego.’’Kata Tia.


‘’Bedalah,kalau jomblo itu  tak ada yang mau medekati tapi singgel itu memilih untuk sendiri.’’Jawab


Denis serius.


‘’Gue rasa otaknya gesrek gara gara tidak terima kalau Candra


dan Reno udah punya pasangan,semetara dia masih jomblo.’’Kata Diki.


‘’Betul tuh.’’Kata Tia,Adel dan Lili setuju.


‘’Bukan hanya gue Fadli juga masih jomblo.’’Kata Denis tak


terima di bully meraka.


‘’E’lo aja kali yang jomblo,gue mah lagi ongoing.’’Fadli


merangkul bahu Tia.


‘’Apa’an sih e’lo?’’Tia menepis tangan Fadli rishi.


Adel,Tia dan Lili mentertawakan raut wajah Fadli yang masam.


‘’Ngomong ngomong bagaimana persiapan pernikan e’lo?’’Tanya


Diki,Adel menatap Diki terkejut.


‘Darimana Diki tahu?’Batin Adel.


‘’Persiapan? E’lo mau langsung nikah Del,kapan?’’Tanya Fadli.


‘’Kamis depan,tante Marisa udah memesan gedung pernikahan dan


undangannya udah jadi.’’Jawab Adel.


‘’Tapi darimana e’lo bisa tahu Dik,aku dan keluarga aja juga


baru di beritahu semalam.’’ Tanya Adel.


‘’Gedung yang akan di pakai pernikahan e’lo dan Davian itu


milik tante gue dan kebetulan pas tante Marisa sedang memesan gue ada di


situketemu tante gue.’’Jawab Diki.


‘’oh begitu.’’Kata Adel.


‘’Terus soal gaun dan cincin udah ada juga.’’Tanya Lili.


‘’Belum kaya,aku enggak tahu.’’Jawab Adel.


‘’Masa benda yang paling penting belum ada sih,Del.’’Kata


Lili.


‘’E’lo harus cepetan nyari,apa lagi acaranya tinggal 5 hari


lagi.’’Kata Tia.


‘Benar juga.’Kata Adel di dalam hati.


Mereka mengobrol hingga bel bunyi dan kembali ke kelas mereka


masing masing, Adel pulang setelah semuanya masuk ke kelas.


…….

__ADS_1


Tomi memandang foto istrinya yang sedang memangku Adel kecil


yang tersenyum bahagia dengan dirinya yang memeluk kedua perempuan yang sangat


dia sayangi.


Dia memikirkan apa yang dia dan Marisa bicarakan tadi malam.


Kilas balik.


Tomi duduk termenung di kursi taman samping dengan tangannya


menyangga kepalanya memikirkan ucapan Marisa tadi.


Bukannya dia tidak bahagia saat apa yang diingin putrinya


akan terwujud justru dia ingin membuatnya semeriah mungkin untuk salah


satu  hari bersejarah dalam hidup putri


tercintanya,tapi sekarang dia sedang kekurangan uang jadi dia bingung.


Marisa tak sengaja melihat Tomi saat dia akan mengambil


minuman, menghampiri Tomi yang terlihat sedang banyak pikiran dan dia mengeti


apa yang sedang di pikirkannya.


‘’Tomi.’’Panggil Marisa lalu duduk di kursi depan.


‘’Ah,apa perlu apa?’’Tanya Tomi yang tersadar dari


lamunannya.


‘’Apa aku sudah keterlalu dengan keinginanku?’’Tanya Marisa.


‘’Tidak,aku bisa memakluminya.’’Jawab Tomi.


‘’Maaf kalau aku seenaknya memutuskan tanpa mendiskusikannya


lebih dulu pada mu atau suami ku.’’Kata Marisa menyesal.


‘’Kita sudah tinggal bersama cukup lama,ku pikir akan lebih


cepat kalau mereka menikah segera,dengan begitu kita juga terhindar dari


gunjingan orang orang.’’ Lanjutnya.


‘’Apa lagi Davian dan Adel saling mencintai meski aku


mempercayai putra ku tapi kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di


masa depan lebih baik mereka berdua menikah sekarang sebelum terjadi hal yang


tak diinginkan.’’Kata Marisa.


‘’Aku setuju dengan yang kau katakana.’’Kata Tomi,dia juga


tak mau anak gadisnya di pandang sebelah mata oleh orang lain.


‘’Terima kasih karna telah mengkhawatirkan Adel. ’’Lanjut


Tomi.


‘’Tidak perlu sungkan begitu Adel sudah ku anggap putri ku


sendiri.’’Kata Marisa.


‘’Tapi kau benar benar tak keberatankan? Kau terlihat tidak


senang.’’Tanya Marisa cemas Tomi tak merestui Davian.


‘’Tidak…tidak bukan begitu.’’ Sangkal Tomi.


‘’Aku hanya sedang memikirkan persiapan untuk pernikahan Adel


saja.’’Kata Tomi.


‘’Astaga kau tidak perlu memikirkannya sampai segitunya,semua


persiapan sudah di tanggung oleh kami mulai dari gedung,ketring sampai undangan


semua sudah beres,tinggal gaun pengantin sama cincin saja.’’Jelas Marisa.


‘’Kalian hanya perlu mempersiapkan diri saja.’’Lanjutnya.


‘’Sudahlah sebaiknya kita tidur,karna banyak pekerjaan yang


harus kita lakukan jangan sampai sakit di saat hari bahagia anak anak kita


nanti.’’Kata Marisa lalu berjalan masuk ke dalam.


Tomi pun ikut masuk ke dalam dan tidur.


Kilas balik selesai.


‘’Istri ku anak gadis kesayangn kita akan segera menikah

__ADS_1


dengan pria yang dia cintai.’’Tanyanya memandang sendu pada foto istrinya.


__ADS_2