
Hari ini Adel pergi ke kampus untuk mengurus cuti
kuliahnya,setelah selesai Adel pergi ke gedung fakurtas menejen untuk menemui
Tia dan Lili.
‘’Teman teman.’’Adel berlari menghampiri Tia dan Lili lalu
merangkul keduanya.
‘’Kagen.’’Kata Adel ceria.
‘’Lebay ,lo.’’Balas Tia jengah.
‘’Hehehe.’’Adel cengengesan.
‘’Ngomong ngomong e’ lo terlihat senang,e’lo habis dari mana?’’Tanya
Lili.
‘’Gedung admistrasi,mulai besok aku akan kuliah lagi.’’Jawab
Adel.
‘’Jadi e’lo udah memutuskan, lalu e’lo pilih yang
mana.’’Tanya Tia.
‘’Menurut mu kalau aku pergi ke gedung admistrasi berarti aku
habis ngapain.’’Tanya Adel balik.
‘’Mana gue tahu e’lo habis ngapain,ngapain tanya ke
gue.’’Kata Tia sebal.
‘’Jadi e’lo akan melanjutkan mata kuliah e’lo.’’Kata Lili
yang mengerti maksud Adel dan Adel menganggukkan kepala membenarkan ucapan
Lili.
‘’Apa terjadi sesuatu?’’Tanya nya lagi melihat Adel yang
terlihat sangat ceria.
‘’Hm,hari ini aku senang banget.’’Jawab Adel ceria.
Adel sangat bahagia karna kemarin untuk pertama kalianya
Davian mengatakan merindukannya dan bahkan dia tidak mau Adel mengabaikannya
lagi meski tidak sengaja sih! Dan lagi pernikahannya akan di percepat .
Lalu ketika Adel akan menceritakannya Tia memotongnya.
‘’Entar aja ceritanya,gue lapar.’’Kata Tia yang memang sudah
lapar dari tadi maklum habis makul dosen killer jadi menghabiskan banyak energi.
‘’Mending ke kantin aja,lebih enak dengerin ceritanya bisa
sambil makan. ’’Lanjutnya.
Mereka pun pergi ke kantin,sesampainya mereka lansung memesan
makanan dan menuju meja yang kosong dengan membawa nampan berisi makan mereka
masing masing.
‘’Seriusan.’’Kata Lili dan Tia tidak percaya.
‘’Yap,benar.’’Kata Adel membenarkannya setelah dia bercerita
kalau seminggu lagi akan menikah dengan Davian.
‘’E’lo sedang tidak hamilkan Del.’’Tanya Lili dengan raut
wajah cemas.
‘’Sembarangan,aku ini masih di segal belum di jebol.’’Bantah
Adel tidak terima.
‘’Ya kirain udah di bobol.’’Kata Lili.
‘’Baru dua minggu lalu Davian bilang ingin menikah lalu tiba
tiba kalian akan menikah seminggu lagi.’’Jelasnya.
‘’Bener tuh,tunangan aja belum masa langsung nikah aja.’’Kata
Tia ikut membenar kan.
‘’Enggak salah dong kita berpikiran kalau e’lo udah
hamidun.’’Lanjutnya.
__ADS_1
‘’Sialan kalian.’’Kata Adel kesal.
‘’Jangan mengumpat nanti gue bilang ke Davian loh.’’Kata Diki
yang baru datang lalu duduk di sangping Lili seraya mengecup pipi kanannya.
Cup.
Lili menatap tajam Diki yang menciumnya di depan umum,Diki
terkekeh melihat wajah menggemaskan kekasihnya yang sedang kesal.
Tia,Adel,Fadli dan Denis menatap sinis pada kedua orang yang
tak tahu tempat dan membuat iri para kaum jomblo.
‘’Kacang….kacang…kacang seribuan.’’Teriak Denis ketika melihat adegan uwu antara Diki dan Lili.
‘’Sirik aja e’lo.’’Kata Diki.
Fadli duduk di samping Tia dan Adel semetara Denis duduk di
bersama Diki dan Lili.
‘’Mangkaya cari pacar saja jangan menjomblo terus biar enggak
iri.’’Kata Diki sinis.
‘’Gue itu bukan jomblo tapi singgel.’’Kata Denis.
‘’Apa beda bego.’’Kata Tia.
‘’Bedalah,kalau jomblo itu tak ada yang mau medekati tapi singgel itu memilih untuk sendiri.’’Jawab
Denis serius.
‘’Gue rasa otaknya gesrek gara gara tidak terima kalau Candra
dan Reno udah punya pasangan,semetara dia masih jomblo.’’Kata Diki.
‘’Betul tuh.’’Kata Tia,Adel dan Lili setuju.
‘’Bukan hanya gue Fadli juga masih jomblo.’’Kata Denis tak
terima di bully meraka.
‘’E’lo aja kali yang jomblo,gue mah lagi ongoing.’’Fadli
merangkul bahu Tia.
‘’Apa’an sih e’lo?’’Tia menepis tangan Fadli rishi.
Adel,Tia dan Lili mentertawakan raut wajah Fadli yang masam.
‘’Ngomong ngomong bagaimana persiapan pernikan e’lo?’’Tanya
Diki,Adel menatap Diki terkejut.
‘Darimana Diki tahu?’Batin Adel.
‘’Persiapan? E’lo mau langsung nikah Del,kapan?’’Tanya Fadli.
‘’Kamis depan,tante Marisa udah memesan gedung pernikahan dan
undangannya udah jadi.’’Jawab Adel.
‘’Tapi darimana e’lo bisa tahu Dik,aku dan keluarga aja juga
baru di beritahu semalam.’’ Tanya Adel.
‘’Gedung yang akan di pakai pernikahan e’lo dan Davian itu
milik tante gue dan kebetulan pas tante Marisa sedang memesan gue ada di
situketemu tante gue.’’Jawab Diki.
‘’oh begitu.’’Kata Adel.
‘’Terus soal gaun dan cincin udah ada juga.’’Tanya Lili.
‘’Belum kaya,aku enggak tahu.’’Jawab Adel.
‘’Masa benda yang paling penting belum ada sih,Del.’’Kata
Lili.
‘’E’lo harus cepetan nyari,apa lagi acaranya tinggal 5 hari
lagi.’’Kata Tia.
‘Benar juga.’Kata Adel di dalam hati.
Mereka mengobrol hingga bel bunyi dan kembali ke kelas mereka
masing masing, Adel pulang setelah semuanya masuk ke kelas.
…….
__ADS_1
Tomi memandang foto istrinya yang sedang memangku Adel kecil
yang tersenyum bahagia dengan dirinya yang memeluk kedua perempuan yang sangat
dia sayangi.
Dia memikirkan apa yang dia dan Marisa bicarakan tadi malam.
Kilas balik.
Tomi duduk termenung di kursi taman samping dengan tangannya
menyangga kepalanya memikirkan ucapan Marisa tadi.
Bukannya dia tidak bahagia saat apa yang diingin putrinya
akan terwujud justru dia ingin membuatnya semeriah mungkin untuk salah
satu hari bersejarah dalam hidup putri
tercintanya,tapi sekarang dia sedang kekurangan uang jadi dia bingung.
Marisa tak sengaja melihat Tomi saat dia akan mengambil
minuman, menghampiri Tomi yang terlihat sedang banyak pikiran dan dia mengeti
apa yang sedang di pikirkannya.
‘’Tomi.’’Panggil Marisa lalu duduk di kursi depan.
‘’Ah,apa perlu apa?’’Tanya Tomi yang tersadar dari
lamunannya.
‘’Apa aku sudah keterlalu dengan keinginanku?’’Tanya Marisa.
‘’Tidak,aku bisa memakluminya.’’Jawab Tomi.
‘’Maaf kalau aku seenaknya memutuskan tanpa mendiskusikannya
lebih dulu pada mu atau suami ku.’’Kata Marisa menyesal.
‘’Kita sudah tinggal bersama cukup lama,ku pikir akan lebih
cepat kalau mereka menikah segera,dengan begitu kita juga terhindar dari
gunjingan orang orang.’’ Lanjutnya.
‘’Apa lagi Davian dan Adel saling mencintai meski aku
mempercayai putra ku tapi kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di
masa depan lebih baik mereka berdua menikah sekarang sebelum terjadi hal yang
tak diinginkan.’’Kata Marisa.
‘’Aku setuju dengan yang kau katakana.’’Kata Tomi,dia juga
tak mau anak gadisnya di pandang sebelah mata oleh orang lain.
‘’Terima kasih karna telah mengkhawatirkan Adel. ’’Lanjut
Tomi.
‘’Tidak perlu sungkan begitu Adel sudah ku anggap putri ku
sendiri.’’Kata Marisa.
‘’Tapi kau benar benar tak keberatankan? Kau terlihat tidak
senang.’’Tanya Marisa cemas Tomi tak merestui Davian.
‘’Tidak…tidak bukan begitu.’’ Sangkal Tomi.
‘’Aku hanya sedang memikirkan persiapan untuk pernikahan Adel
saja.’’Kata Tomi.
‘’Astaga kau tidak perlu memikirkannya sampai segitunya,semua
persiapan sudah di tanggung oleh kami mulai dari gedung,ketring sampai undangan
semua sudah beres,tinggal gaun pengantin sama cincin saja.’’Jelas Marisa.
‘’Kalian hanya perlu mempersiapkan diri saja.’’Lanjutnya.
‘’Sudahlah sebaiknya kita tidur,karna banyak pekerjaan yang
harus kita lakukan jangan sampai sakit di saat hari bahagia anak anak kita
nanti.’’Kata Marisa lalu berjalan masuk ke dalam.
Tomi pun ikut masuk ke dalam dan tidur.
Kilas balik selesai.
‘’Istri ku anak gadis kesayangn kita akan segera menikah
__ADS_1
dengan pria yang dia cintai.’’Tanyanya memandang sendu pada foto istrinya.