
‘’Gue enggak suka mendengar lo memuji cowok lain.’’Kata
Davian sedikit sebal
‘’Gue juga enggak suka ngeliat lo tersipu malu saat cowok
lain memuji lo dan mengusap kepala lo.’’Katanya lagi.
‘’Gue ngarasa kesel saat cowok lain perhatian ke e’lo.’’Kata
Davian ,dia membaringkan badannya di kasur.
‘’Kenapa bisa jadi serumit ini sih.’’Kata Davian
‘’Hah…ini bahkan lebih rumit dari pada memecahkan soal
matematika yang tak ada
rumusnya.’’Davian mengacak acak rambutnya.
‘’Semakin gue menghidar semakin gue binggung dengan diri gue
sendiri.’’Kata Davian.
‘’Tapi…...!’’Davian mengusap wajahnya.
‘Ini pertama kalinya gue ngerasa takut akan kekalahan.’Pikir Davian.
Davian memilih memejamkan matanya dan melupakan sejenak
tentang Adel dan semua perkataan Diki serta keresahan hatinya bila
menyangkut Adel .
‘’Terima kasih atas kunjungannya.’’Kata Tia ramah pada
pelanggan yang baru saja di tangani olehnya dan di balas dengan senyuman.
‘’Uh pegal,sebaik gue beres beres sebentar lagi waktunya
tutup.’’Tia meregangkan tubuhnya,saat dia akan masuk ada dua orang
menghampirinya.
‘’Wah ada siapa ini.’’Kata Hani
‘’Lagi ngapain lo,gue bilangin yah percuma juga lo setiap
hari ke salon enggak bakalan membuat lo
jadi cantik.’’Kata Hani mencibir Tia.
‘’Eh kayanya dia pake seragam deh.’’Kata Lisa teman Hani
‘’Bener ,jadi lo kerja di sini.’’Tanya Hani.
‘’Kalau iyah lo mau apa,hah.’’Kata Tia kesal.
‘’Gue enggak nyangka aja lo kerja disini kalau gue sih
bakalan malu banget dengan tampang e’lo begini mau mendandangi orang lain.’’Kata
Hani melihat ke atas sampai bawah menilai penampilan Tia.
‘’Emang kenapa dengan penampilan gue ,masalah buat lo.’’Kata
Tia yang sudah tak tahan ingin menampar mereka.
‘’Kalau gue jadi pelanggan sih bakalan enggak yakin apa bisa
lo melayani pelanggan dengan baik dan memuaskan.’’Kata Lisa mencibir Tia.
‘Sabar Tia, sabar kalau e’lo ladenin mereka bisa bisa mereka tambah semakin menjadi bukan
malah berhenti.’Batin Tia,dia mengepalkan tangannya mencoba menahan supaya tak
merobek mulut mereka berdua.
‘’Nih.’’Dia memberikan uang logam 500 pada tangan Hani.
‘’Apaan sih!’’Kata Hani yang binggung dengan tindakannya
yang tiba tiba datang memberinya uang 500.
‘’Buat e’lo.’’Katanya santai.
‘’Maksudnya.’’Kata Lisa tak mengerti.
‘’Kan biasanya kalau
pengamen badut itu kalau sudah di kasih uang langsung pergi.’’Katanya polos.
‘’Apa lo bilang.’’Kata Hani marah tak terima di katain
pengamen badut.
__ADS_1
‘’Lah emangnya gue salah yah?’’Tanyanya,tangannya memegang
dagu seolah berpikir.
‘’Dari tampilan menor kalian dan suara cempereng kalian yang seperti spiker ,bukannya itu mirip
pengamen badut.’’Katanya menilai penampilan Hani dan Lisa walau tak semenor
yang dia katakana.
Tia menundukan kepalanya serta menutup mulutnya menahan tawa atas perkataan nya yang membuat Hani dan Lisa memerah marah pada nya.
‘’E’lo…..’’Kata Hani tapi terpotong.
‘’Gue….kenapa .’’Tunjuknya pada dirinya.
‘’Ganteng yah ,makasih.’’Lanjutnya dengan pd nya.
‘’Cih,pd gila lo.’’Kata Hani mencibir.
‘’ Lebih baik kita pergi dari sini ,enggak ada gunanya
meladeni orang gila kaya mereka.’’Kata Lisa menarik tangan Hani.
‘’Bukannya kebalik yah!’’Katanya yang melihat Hani dan Lisa
pergi.
‘’E’lo jangan pikirin omongan mereka itu,munkin mereka iri
sama e’lo.’’Katanya pada Tia yang masih menundukan kepalanya,dia mengira Tia
sedih dengan omongan mereka.
‘’Bokap gue bilang cewek yang berisi itu lebih enak di peluk
dari pada cewek kurus,lebih empuk katanya.’’Katanya,dia tersenyum sambil
menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal,mencoba menghiburnya.
‘’Hahahahahaha.’’Tia sudah tidak bisa menahan lagi tawanya.
‘’Gue kira e’lo sedang nagis ternyata nahan
ketawa.’’Katanya.
‘’E’lo pikir gue peduli dengan perkataan mereka,enggak sama
sekali.’’Kata Tia yang sudah puas tertawa.
‘’Makasih yah,udah bantuin gue tadi.’’Kata Tia lagi.
mereka gitu.’’Katanya.
‘’Gimana kalau gue teraktir lo minum kopi.’’Kata Tia
menawarkan.
‘’Kalau di teraktir sih gue mau.’’Katanya menerima.
‘’Masuk ,enggak enak berdiri terus di luar.’’Kata Tia masuk
di ikuti dia di belakangnya.
Sudah tiga hari Adel tak masuk kuliah karna dia di lalang
kuliah sebelum sembuh total selain itu Tia dan Lili selalu menemani dia setelah
kuliah jadi dia tidak terlalu kebosanan dan tidak ketinggalan pelajaran juga.
Setelah kelas berakhir Adel pergi ke kelas Davian,selama di
rumah dia sangat merindukan Davian apa lagi setelah melihatnya tersenyum rasanya
ingin cepat cepat bertemu dengan Davian.
‘’Gue kagen banget sama Davian,semoga dia belum pergi.’’Kata
Adel pelan di dekat pintu kelas Davian.
‘’Adel lo udah sembuh.’’Tanya Rendy menghampiri Adel.
‘’Ah iyah, udah mendingan kok.’’Jawab Adel sedikit terkejut karna tak menyadari ke datangan
Rendy.
‘’Terus lo mau apa ke sini?’’Tanya Rendy kembali.
‘Gimana nih tak mungkin kan gue bilang mau ketemu Davian
soalnya gue kagen dia.’Pikir Adel.
‘’Mau menemui Lili…..yah Lili untuk pulang bersama.’’Kata
Adel sambil tersenyum kikuk.
__ADS_1
‘’Lili yang mana yah, soalnya yang namanya Lili itu ada tiga
di kelas.’’Tanya Rendy.
‘Duh kalau Rendy terus bertanya bisa bisa Daviannya ke buru pergi.’Pikir
Adel.
‘’Dan sepertinya mereka sudah pergi semua.’’Kata Rendy.
Adel melihat Davian dan Laura keluar kelas bersama karna
Rendy di depanya mereka tak melihat Adel.
‘’Gitu yah kalau gitu gue pergi dah.’’Kata Adel langsung
pergi mengikuti Davian dan Laura diam diam.
‘’Davian mau gak e’lo menemani gue nonton.’’Kata Laura.
‘’Hari ada film bagus yang akan di putar dan gue penasaran
ingin menontonnya.’’Tambahnya
‘’Kalau nonton sendrian engak seru jadi bagaimana?’’Tanya Laura.
‘’Boleh lagian hari ini juga tak ada kegiatan.’’Jawab Davian
Laura tersenyum senang karna Davian mau menerima ajakannya
mereka pergi menuju parkiran mengambil motornya,Adel mendengar semua obrolan
mereka.
Saat Davian dan Laura sudah pergi dengan menggunakan motor
Davian ,Adel kelimpungan ingin mengejar tapi dia tak tau pakai apa ,hingga dia melihat seorang tukang ojek yang
baru mengantar pelanggannya dia langsung naik ke motornya.
‘’Bang cepatan jalan.’’Kata Adel
‘’Ba baik.’’Kata tukang ojek yang kaget karna tiba tiba Adel
naik ke motornya.
Dia menjalankan motornya pergi,Adel menyuruh tukang ojeknya
untuk mengikuti motor Davian untungnya mereka bisa mengejarnya.
‘’Makasih bang,ini uangnya.’’Adel menyerahkan uangnya saat
dia sampai dan langsung masuk.
Adel melihat mereka sedang membeli pop cron saat Laura akan
membayar Davian menghentikannya untuk membayarnya.
‘’Biar gue aja,ini embak.’’kata Davian saat Laura memberikan
uang.
‘’Terima kasih.’’Kata Laura tersenyum manis.
‘Dulu gue pernah menghayal pergi menonton dengan Davian lalu dia membayar
popcorn dan soda sambil memegang tangan gue.’Batin Adel saat melihat Davian dan
Laura.
‘Lalu kami menonton dengan tangan Davian yang masih menggenggan
tangan gue dan menikmati film yang di putar sambil gue bersandar di bahu Davian
dia akan tersenyum sesekali ke gue .’Batinnya lagi sambil membayangkannya.
‘Tapi sekarang yang ada di samping Davian bukan gue tapi
Laura.’Batin Adel sendu.
Adel segera sembunyi saat mereka berjalan memasuki
bioskop,dia mundur perlahan hingga punggungnya menabrak seseorang.
‘’Maaf,maafkan saya.’’Kata Adel menunduk minta maaf.
‘’Iyah,saya juga minta maaf.’’Katanya,karna Adel menunduk
jadi dia tidak mengenalinya.
Adel mengangkat
wajahnya karna dia merasa mengenali suara orang di depannya itu dan betapa
terkejutnya dia saat tau siapa yang ada di depannya.
__ADS_1
‘’Senoir.’’Kata Adel terkejut.
UNTUK TIA SAYA TAK ADA MAKSUD UNTUK MEMBUAT PENASARAN CUMAN SAYA MASIH BINGUNG MAU DI PASANGKAN SAMA SIAPA DAN UNTUK DIKI PASTI UDAH BISA NEBAKKAN.OKE JANGAN LUPA VUTE YANG BANYAK YAH DAN KOMEN JUGA ,SELAMAT MEMBACA.TERIMA KASIH BAY BAY.