Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
55


__ADS_3

‘’Gue enggak suka mendengar lo memuji cowok lain.’’Kata


Davian sedikit sebal


‘’Gue juga enggak suka ngeliat lo tersipu malu saat cowok


lain memuji lo dan mengusap kepala lo.’’Katanya lagi.


‘’Gue ngarasa kesel saat cowok lain perhatian ke e’lo.’’Kata


Davian ,dia membaringkan badannya di kasur.


‘’Kenapa bisa jadi serumit ini sih.’’Kata Davian


‘’Hah…ini bahkan lebih rumit dari pada memecahkan soal


matematika yang tak  ada


rumusnya.’’Davian mengacak acak rambutnya.


‘’Semakin gue menghidar semakin gue binggung dengan diri gue


sendiri.’’Kata Davian.


‘’Tapi…...!’’Davian mengusap wajahnya.


‘Ini pertama kalinya gue ngerasa takut akan  kekalahan.’Pikir Davian.


Davian memilih memejamkan matanya dan melupakan sejenak


tentang Adel dan semua perkataan Diki serta keresahan hatinya bila


menyangkut  Adel .


‘’Terima kasih atas kunjungannya.’’Kata Tia ramah pada


pelanggan yang baru saja di tangani olehnya dan di balas dengan senyuman.


‘’Uh pegal,sebaik gue beres beres sebentar lagi waktunya


tutup.’’Tia meregangkan tubuhnya,saat dia akan masuk ada dua orang


menghampirinya.


‘’Wah ada siapa ini.’’Kata Hani


‘’Lagi ngapain lo,gue bilangin yah percuma juga lo setiap


hari ke salon  enggak bakalan membuat lo


jadi cantik.’’Kata Hani mencibir Tia.


‘’Eh kayanya dia pake seragam deh.’’Kata Lisa teman Hani


‘’Bener ,jadi lo kerja di sini.’’Tanya Hani.


‘’Kalau iyah lo mau apa,hah.’’Kata Tia kesal.


‘’Gue enggak nyangka aja lo kerja disini kalau gue sih


bakalan malu banget dengan tampang e’lo begini mau mendandangi orang lain.’’Kata


Hani melihat ke atas sampai bawah menilai penampilan Tia.


‘’Emang kenapa dengan penampilan gue ,masalah buat lo.’’Kata


Tia yang sudah tak tahan ingin menampar mereka.


‘’Kalau gue jadi pelanggan sih bakalan enggak yakin apa bisa


lo melayani pelanggan dengan baik dan memuaskan.’’Kata Lisa mencibir Tia.


‘Sabar Tia, sabar  kalau e’lo ladenin mereka bisa bisa mereka tambah semakin menjadi bukan


malah berhenti.’Batin Tia,dia mengepalkan tangannya mencoba menahan supaya tak


merobek mulut  mereka berdua.


‘’Nih.’’Dia memberikan uang logam 500 pada tangan Hani.


‘’Apaan sih!’’Kata Hani yang binggung dengan tindakannya


yang tiba tiba datang memberinya uang 500.


‘’Buat e’lo.’’Katanya santai.


‘’Maksudnya.’’Kata Lisa tak mengerti.


‘’Kan biasanya  kalau


pengamen badut itu kalau sudah di kasih uang langsung pergi.’’Katanya polos.


‘’Apa lo bilang.’’Kata Hani marah tak terima di katain


pengamen badut.

__ADS_1


‘’Lah emangnya gue salah yah?’’Tanyanya,tangannya memegang


dagu seolah berpikir.


‘’Dari tampilan menor kalian dan suara cempereng  kalian yang seperti spiker ,bukannya itu mirip


pengamen badut.’’Katanya menilai penampilan Hani dan Lisa walau tak semenor


yang dia katakana.


Tia menundukan kepalanya serta menutup mulutnya  menahan tawa atas perkataan nya yang membuat Hani dan Lisa memerah  marah pada nya.


‘’E’lo…..’’Kata Hani tapi terpotong.


‘’Gue….kenapa .’’Tunjuknya pada dirinya.


‘’Ganteng yah ,makasih.’’Lanjutnya dengan pd nya.


‘’Cih,pd gila lo.’’Kata Hani mencibir.


‘’ Lebih baik kita pergi dari sini ,enggak ada gunanya


meladeni orang gila kaya mereka.’’Kata Lisa menarik tangan Hani.


‘’Bukannya kebalik yah!’’Katanya yang melihat Hani dan Lisa


pergi.


‘’E’lo jangan pikirin omongan mereka itu,munkin mereka iri


sama e’lo.’’Katanya pada Tia yang masih menundukan kepalanya,dia mengira Tia


sedih dengan omongan mereka.


‘’Bokap gue bilang cewek yang berisi itu lebih enak di peluk


dari pada cewek kurus,lebih empuk katanya.’’Katanya,dia tersenyum sambil


menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal,mencoba menghiburnya.


‘’Hahahahahaha.’’Tia sudah tidak bisa menahan lagi tawanya.


‘’Gue kira e’lo sedang nagis ternyata nahan


ketawa.’’Katanya.


‘’E’lo pikir gue peduli dengan perkataan mereka,enggak sama


sekali.’’Kata Tia yang sudah puas tertawa.


‘’Makasih yah,udah bantuin gue tadi.’’Kata Tia lagi.


mereka  gitu.’’Katanya.


‘’Gimana kalau gue teraktir lo minum kopi.’’Kata Tia


menawarkan.


‘’Kalau di teraktir sih gue mau.’’Katanya menerima.


‘’Masuk ,enggak enak berdiri terus di luar.’’Kata Tia masuk


di ikuti dia di belakangnya.


Sudah tiga hari Adel tak masuk kuliah karna dia di lalang


kuliah sebelum sembuh total selain itu Tia dan Lili selalu menemani dia setelah


kuliah jadi dia tidak terlalu kebosanan dan tidak ketinggalan pelajaran juga.


Setelah kelas berakhir Adel pergi ke kelas Davian,selama di


rumah dia sangat merindukan Davian apa lagi setelah melihatnya tersenyum rasanya


ingin cepat cepat bertemu dengan Davian.


‘’Gue kagen banget sama Davian,semoga dia belum pergi.’’Kata


Adel pelan di dekat pintu kelas Davian.


‘’Adel lo udah sembuh.’’Tanya Rendy menghampiri Adel.


‘’Ah iyah, udah mendingan kok.’’Jawab Adel sedikit  terkejut karna tak menyadari ke datangan


Rendy.


‘’Terus lo mau apa ke sini?’’Tanya Rendy kembali.


‘Gimana nih tak mungkin kan gue bilang mau ketemu Davian


soalnya gue kagen dia.’Pikir Adel.


‘’Mau menemui Lili…..yah Lili untuk pulang bersama.’’Kata


Adel sambil tersenyum  kikuk.

__ADS_1


‘’Lili yang mana yah, soalnya yang namanya Lili itu ada tiga


di kelas.’’Tanya Rendy.


‘Duh kalau Rendy terus bertanya  bisa bisa Daviannya ke buru pergi.’Pikir


Adel.


‘’Dan sepertinya mereka sudah pergi semua.’’Kata Rendy.


Adel melihat Davian dan Laura keluar kelas bersama karna


Rendy di depanya mereka tak melihat Adel.


‘’Gitu yah kalau gitu gue pergi dah.’’Kata Adel langsung


pergi mengikuti Davian dan Laura diam diam.


‘’Davian mau gak e’lo menemani gue nonton.’’Kata Laura.


‘’Hari ada film bagus yang akan di putar dan gue penasaran


ingin menontonnya.’’Tambahnya


‘’Kalau nonton sendrian engak seru jadi bagaimana?’’Tanya Laura.


‘’Boleh lagian hari ini juga tak  ada kegiatan.’’Jawab Davian


Laura tersenyum senang karna Davian mau menerima ajakannya


mereka pergi menuju parkiran mengambil motornya,Adel mendengar semua obrolan


mereka.


Saat Davian dan Laura sudah pergi dengan menggunakan motor


Davian ,Adel kelimpungan ingin mengejar  tapi dia tak tau pakai apa ,hingga dia melihat seorang tukang ojek yang


baru mengantar pelanggannya dia langsung naik ke motornya.


‘’Bang cepatan jalan.’’Kata Adel


‘’Ba baik.’’Kata tukang ojek yang kaget karna tiba tiba Adel


naik ke motornya.


Dia menjalankan motornya pergi,Adel menyuruh tukang ojeknya


untuk mengikuti motor Davian untungnya mereka bisa mengejarnya.


‘’Makasih bang,ini uangnya.’’Adel menyerahkan uangnya saat


dia sampai dan langsung masuk.


Adel melihat mereka sedang membeli pop cron saat Laura akan


membayar Davian menghentikannya untuk  membayarnya.


‘’Biar gue aja,ini embak.’’kata Davian saat Laura memberikan


uang.


‘’Terima kasih.’’Kata Laura tersenyum manis.


‘Dulu gue pernah menghayal pergi  menonton dengan Davian lalu dia membayar


popcorn dan soda sambil memegang tangan gue.’Batin Adel saat melihat Davian dan


Laura.


‘Lalu kami menonton dengan tangan Davian yang masih menggenggan


tangan gue dan menikmati film yang di putar sambil gue bersandar di bahu Davian


dia akan tersenyum sesekali ke gue .’Batinnya lagi sambil membayangkannya.


‘Tapi sekarang yang ada di samping Davian bukan gue tapi


Laura.’Batin Adel sendu.


Adel segera sembunyi saat mereka berjalan memasuki


bioskop,dia mundur perlahan hingga punggungnya menabrak seseorang.


‘’Maaf,maafkan saya.’’Kata Adel menunduk minta maaf.


‘’Iyah,saya juga minta maaf.’’Katanya,karna Adel menunduk


jadi dia tidak mengenalinya.


 Adel mengangkat


wajahnya karna dia merasa mengenali suara orang di depannya itu dan betapa


terkejutnya dia saat tau siapa yang ada di depannya.

__ADS_1


‘’Senoir.’’Kata Adel terkejut.


UNTUK TIA SAYA TAK ADA MAKSUD UNTUK MEMBUAT PENASARAN CUMAN SAYA MASIH BINGUNG MAU DI PASANGKAN SAMA SIAPA DAN UNTUK DIKI PASTI UDAH BISA NEBAKKAN.OKE JANGAN LUPA VUTE YANG BANYAK YAH DAN KOMEN JUGA ,SELAMAT MEMBACA.TERIMA KASIH BAY BAY.


__ADS_2