
‘’Ren,gue denger e’lo keluar dari klub basket yah.’’Tanya Candra.
‘’Iyah.’’Jawab Reno.
‘’Eh,kenapa? Bukannya e’lo itu menyukai basket.’’Tanya Denis
Dia dan Reno sudah berteman lama jadi dia tahu seberapa sukanya dia pada basket bakhan dia bilang dia ingin jadi pemain basket propesional.
‘’Enggak mungkinkan e’lo keluar dari basket cuman karna Adel tidak berada di klub lagi.’’Tambahnya.
‘’Salah satunya itu.’’Kata Reno
‘’Salah satu! maksud lo,ada lagi?’’Tanya Candra bingung.
‘’Gue mau mengawasi Adel,kalau gue masih di klub gue susah untuk mengawasi Adel.’’Kata Reno sambil meminum minumannya.
Mereka bertiga sedang berkumpul di rumah Reno untuk mengerjakan tugas karna mereka satu jurusan
‘’Mengawasi? Maksud e’lo apa gue tambah enggak ngerti.’’Tanya Candra.
Mereka tidak tahu tentang Adel yang di tembak oleh kapten tim basket UNI.
‘’Ada yang nembak Adel pada saat setelah pertandingan dan yang menembaknya itu adalah orang yang mengalahkan gue kemarin.’’Jelas Reno menahan kesal saat mengingat kekalahannya.
‘’Hah.’’Mereka berdua terkejut mendengar pernyataan Reno.
‘’E’lo serius?’’Tanya Denis,dia tidak oercaya kalau Adel sepopuler itu.
‘’Kalau enggak percaya tanyakan saja pada Fadli,dia menyaksikan semuanya dari awal.’’Kata Reno kesal.
‘’Kok Fadli tidak cerita ke gue yah.’’Kata Denis kesal karna
tidak di beritahu,dia jadi tidak bisa meledek Reno dan memanas manasinya.
Sebenarnya Denis itu sebelas duabelas dengan Diki sangat suka membuat Reno jengkel.
Soal Fadli yang tidak cerita itu karna dia lupa tentang
kejadian waktu itu karna hawa mengerikan yang Davian keluarkan membuatnya merinding.
‘’Kemana juga tuh anak?’’Tanya Denis karna dari tadi Fadli tidak datang datang.
‘’Tumben tumbenan tidak bisa ikut bergabung dengan kita.’’Lanjutnya.
‘’Jangan jangan…..’’Kata Candra menjeda ucapannya biar penasaran.
‘’Kalau ngomong tuh yang tuntas jangan di jeda jeda,kaya presenter pencarian bakat saja.’’Kata Denis kesel.
‘’So dramatis lo.’’Tambahnya.
‘’Ck,e’lo mah merusak momen aja.’’Kata Candra sebal kan rencananya gagal.
‘’Sudah kata saja jangan lebay.’’Kata Reno.
‘’E’lo juga sama.’’Keluh Candra.
‘’Udah lanjutkan jangan jangan apa.’’Kata Denis yang jengah.
‘’Jangan jangan Fadli tuh sedang kencan dengan pacarnya.’’Lanjut
Candra dengan cemberut tak semangat karna momennya di ganggu Denis.
Reno dan Denis saling pandang lalu melihat Candra yang cemberut.
‘’Tidak mungkin.’’Kata Reno dan Denis bersama.
‘’Itu adalah sesuatu yang tidak mungkin.’’Kata Reno.
‘’Ya kali gue ke duluan lagi sama Fadli.’’Kata Denis.
‘’Dia antara kita kan gue yang paling cakep masa gue ke duluan mulu kan enggak lucu.’’Tambahnya.
‘’Hueekk.’’Reno dan Candra pura pura muntah saat Denis bilang
di paling cakep di antara mereka.
Denis hanya berdecik melihat kedua temannya yang pura pura muntah.
Hacih
Haccih
Haccih
Sementara yang di bicarakan oleh mereka sedang berjalan ke sebuah salon sambil bersin bersin.
__ADS_1
‘’Apa gue mau flu yah?’’Tanyanya entah pada siapa sambil mengusap usap hidungnya.
‘’Dari tadi bersin bersin mulu.’’Tambahnya.
‘’E’lo ngapain kemari.’’Tanya Tia pada Fadli saat dia membuka pintu salon.
‘’Belum juga masuk, Tia.’’Kata Fadli yang di tegur Tia yang berada tidak jauh di depan pintu masuk.
Tia mengangkat bahu acuh dengan keluhan Fadli.
‘’Mau apa e’lo kemari.’’Tanya Tia lagi setelah Fadli masuk.
‘’Kayanya e’lo sensi amat sama gue,e’lo enggak suka gue
kesini.’’Tanya Fadli.
‘’Bukan begitu!gue heran aja,ngapain e’lo kesini.’’Kata Tia.
‘’Rambut e’lo kan masih pendek.’’Lanjutnya.
‘’Emang gue enggak boleh ke mari,kalau rambut gue pendek.’’Tanya
Fadli.
‘’Boleh, tapi aneh aja.’’Jawab Tia.
‘’Gue cuman lagi bosen butuh hiburan.’’Fadli berjalan ke sofa
untuk pelanggan menunggu dan mendudukan dirinya.
‘’Kalau butuh hiburan tuh ke clab,taman bermain atau ke pasar
malam.’’Kata Tia yang merasa kesal.
‘’Bukan malah pergi ke salon.’’Lanjutnya.
Fadli menatap Tia yang kesal,entak kenapa dia ingin bertemu
dengannya saat pikirannya sedang kacau.
‘’E’lo kaya cewek aja yang kalau lagi badmood perginya ke
salon dan sopping sebagai pelepasan stressnya.’’Kata Tia namun Fadli hanya diam.
‘’Wah siapa ini?’’Tanya Dela pemilik salon tempat Tia bekerja.
‘’Siapa dia pacar mu Tia?’’Tanya Linda pegawai senior di salon.
‘’B-bukan.’’Jawab Tia gugup kedua pipinya merona sedikit.
‘’Kalau begitu.’’Linda maju dan mengulurkan tangannya.
‘’Hai tampan namu ku Linda.’’Kata Linda mengenalkan diri.
‘’Nama gue Fadli.’’Fadli menerima tangannya.
‘’Aku menyukai mu apa bisa kita mengenal lebih jauh lagi.’’Lanjutnya dengan senyum yang melelehkan para pria.
Fadli terkekeh mendengar pertanyaan yang di lontarkan wanita yang lebih dewasa darinya.
‘Cih,tebar pesona segala kak Linda,ngapain juga Fadli terkekeh begitu so genteng.’Pikir Tia sebal melihat Linda yang menggoda Fadli.
‘Eh…kenapa gue jadi kesel gini?.’Lanjutnya yang tak mengerti
kenapa dia kesal.
‘’Sayangnya, gue enggak tertarik dengan wanita yang lebih tua
dari gue untuk di jadikan kekasih.’’Kata Fadli melunturkan senyuman Lindan.
‘’Pttff.’’Tia menahan tawanya,dia menutup mulutnya supaya
tidak kelepasan.
‘’Ah begitu yah, sayang sekali.’’Kata Linda kecewa.
‘’Tapi kalau berubah pikiran datang saja pada ku.’’Lanjutnya membuat Tia menghentikan tawanya.
Linda pun pergi karna ada seorang pelanggan yang datang.
‘’Bukannya ini waktunya kamu istirahat Tia.’’Kata Dela.
‘’Iyah bos,kenapa memangnya?’’Tanya Tia bingung.
‘’Kamu bisa pergi dengan pria mu.’’Kata Dela mengoda Tia.
__ADS_1
‘’P-pr-pria.’’Entah kenapa Tia jadi gugup.
‘’Hm,sepertinya dia sedang membutuhkan mu.’’Lanjutnya.
‘’Sana pergilah.’’Dela mendorong Tia ke Fadli.
‘’Sebelum waktu istrihat mu habis.’’Katanya yang tak merasa
bersalah.
‘’Terima kasih atas pengertiannya.’’Fadli tersenyum pada Dela dan menarik Tia keluar.
‘’Da dah,selamat bersenang senang.’’Dela melambaikan
tangannya.
‘’Enaknya jadi remaja.’’Katanya lalu pergi ke ruangannya.
Fadli menarik tangan Tia mereka berjalan kaki dan meninggalkan motornya di salon itu.
‘’Kita mau kemana?’’Tanya Tia karna dari tadi mereka terus berjalan.
‘’Nonton.’’Jawab Fadli.
‘’Nonton,tapi jam istirahat gue cuman satu jam.’’Kata Tia.
‘’Kita cari makan saja lalu kembali.’’Lanjut Tia.
‘’Tidak perlu gue sudah minta izin dengan bos e’lo.’’Kata Fadli.
‘’Kapan?’’Tanya Tia sebab dia tidak melihat Fadli meminta izin pada bosnya.
‘’Tadi.’’Jawab Fadli singkat.
‘’E’lo enggak bohongkan.’’Tia memicingkan matanya curiga.
‘’Iyah ,gue udah minta izin makanya e’lo tenang saja.’’Jelas Fadli.
‘’Lo seriuskan,karna yang gue tahu bos itu tidak akan memberi
izin kalau tidak ada hal yang penting.’’Kata Tia.
‘’Tenang saja karna bos lo itu adalah mantan istri paman gue jadi kami cukup akrab.’’Kata Fadli.
‘’Yang benar.’’Tanya Tia yang tak percaya.
‘’Em,sudahlah ayo.’’Fadli menarik tangan Tia memasuki gedung
bioskop.
Fadli dan Tia berdiri di deretan postar film mereka sedang mencari film mana yang akan mereka tonton.
‘’Bagaimana kalau kita nonton film horror?’’Tawar Fadli.
‘’E’lo enggak takutkan.’’Tanya Fadli karna Tia diam saja.
‘’Enggak,cuman e’lo kan tadi bilang butuh hiburan.’’Kata Tia sambil menatap Fadli.
‘’Bukannya lebih membantu kalau nonton film komedi dari pada
horror.’’Tanyanya.
‘’Bukannya ,kalau kita melihat sesuatu yang menakutkan itu akan lebih melekat di pikiran kita dari pada sesuatu yang lucu.’’Kata Fadli.
‘’Dengan begitu kita akan melupakan masalah kita karna terus teringat tentang yang membuat kita takut.’’Lanjutnya.
‘’Teori darimana coba.’’Kata Tia.
‘’Dari gue,kan tadi gue yang bilang.’’Balas Fadli.
‘’Suka suka e’lo lah,gue enggak ikutan.’’Tia pergi dari sana.
Tia membeli popcorn dan soda sementara Fadli membeli tiket
agar mereka bisa cepat menonton.
Setelahnya mereka mencari tempat duduk mereka menunggu filmnya di mulai.
Saat filmnya mulai Tia begitu serius menontonga dan tanpa sadar tangannya memegang lengan Fadli.
Dia akan mengenggan erat lengan Fadli kala hantunya datang
dan mengomel kalau dia melihat adegan yang menurutnya sebal.
Fadli marasakan lengannya di pegang seseorang pun menoleh pada yang memegang tangannya,Fadli tidak menonton sepanjang film Fadli di putar ,dia hanya melihat tingkah dan espresi Tia saat menonton yang menurutnya sangat lucu.
__ADS_1
‘Apa mungkin gue sudah mulai menyukai cewek ini?’Batin Fadli
sambil melihat Tia.