
‘’E’lo kenapa Del?’’Tanya Tia khawatir.
Melihat Adel yang murung dengan mata yang bengkahk di tambah lagi ada
kantung mata yang hitam walau samar.
Semalam setelah Davian mengatakan kalau dia menerima perjodohan
yang di tawarkan presdir WJ Campeny ,dia menangis semalam bahkan dia tidak
tidur sejam pun dan langsung pergi menemui Lili dan Tia setelah Davian
berangkat ke kantor.
‘’iya,e’lo kenapa? Kok bisa kaya zombie gini sih.’’Kata Lili
yang juga khawatir.
‘’Apa Davian menjahati e’lo lagi?’’Tanya Tia
Yang dia tahu hanya Davian yang bisa membuat Adel sekacau
ini.
‘’Atau e’lo di keluarkan dari kantor oleh Davian.’’ Tanyanya lagi.
Dia ingat betapa senangnya Adel saat cerita kalau dia akan
bekerja bersama dengan Davian.
Adel menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas membuat
mereka berdua bingung,
‘’Gue sedang sakit.’’Kata Adel lirih.
‘’APA?’’Teriak mereka bersama.
‘’Sakit apa? Terus kenapa e’lo kesini bukannya istirahat di
rumah.’’Kata Tia yang tak habis pikir dengan kelakuan Adel.
‘’E’lo sudah ke dokter
atau mau ke rumah sakit,ayo kita antar.’’Kata Lili cemas.
‘’Tidak perlu,lagian percuma pergi ke dokter atau rumah sakit
enggak akan sembuh juga.’’Kata Adel membuat kedua temannya semakin cemas.
‘’E’lo sakit apa,Del? Sampai dokter enggak bisa nyembuhi e’lo.’’Kata
Lili
‘’Sakitnya di sini.’’Adel menaruh tangannya di dadanya
tepatnya hatinya.
‘’Jantung? E’lo sakit jantung.’’Kata Tia terkejut.
‘’Bukan.’’Adel menggeleng.
‘’Terus apa?’’Tanya Tia dan Lili.
‘’Hati gue yang sakit,karna aka nada upacara pernikahan.’’Kata
Adel sendu.
‘’Pernikahan?’’Tanya Mereka yang bingung.
‘Apa hubungannya pernikahan sama dengan sakit hati….eh tunggu
jangan –jangan….’Pikir Lili dan Tia lalu saling melihat satu sama lain.
‘’Maksud e’lo Davian.’’Kata Tia,Adel mengangguk.
‘’Dengan siapa?’’Tanya Lili.
‘’Reina.’’Jawab Adel.
‘’Reina siapa?’’tanya Tia.
‘’Reina Putri Wijaya anak dari presdir Dirga Wijaya,orang
yang memberi modal pada perusahaan om Marsel untuk pembuatan game.’’Jawab Adel.
‘’Kenapa tiba tiba Davian mau menikah dengan si Reina ..Reina
itu.’’Tanya Lili.
‘’Karna perjodohan.’’Jawab Adel.
‘’Ya Tuhan,kok bisa.’’Kata Tia tak percaya.
‘’Lalu kapan mereka menikah?’’Tanya Lili.
‘’Entah,gue tidak tahu.’’Kata Adel.
‘’Ini pertama kalinya gue mendengar Davian mengatakan sesuatu
dengan nada seserius itu selama ini.’’Lanjutnya.
‘’Sudahlah Del,menurut gue ini adalah waktu e’lo yang tepat
untuk melupakan seseorang seperti Davian.’’Kata Tia.
‘’Tia benar e’lo berhak bersama dengan laki laki yang lebih
baik.’’Kata Lili menyetujui ucapan Tia.
__ADS_1
Adel menghela nafas,memejamkan matanya menikmti semirir angi
yang berhembus yang sesekali menerbangkan rambutnya yang di gerai.
‘’Baiklah akan gue coba ,lagi.’’Kata Adel yang memelankan
suaranya di kata terakhir.
………
Davain sedang menandatangani dokumen yang di bawa pak Seno. Meski
papa sudah kembali ke rumah tapi Davian masih tetap bekerja untuk bisa
memperajari bisnis lebih dalam lagi karna bagaimana pun Davian adalah
penerus perusahaan milik papa nya itu.
‘’Saya dengar anda dan putri pak Wijaya di jodohkan. ’’tanya
Seno.
‘’Apa berjalan lancar?’’Lanjutnya.
‘’Iya.’’Jawab Davian sambil membaca dokumen yang satunya
lagi.
‘’Apa sebelumnya kalian pernah bertemu?’’Tanya Seno.
‘’Karna sepertinya presdir Wijaya sangat menyukai anda
sebagai pasangan anak perempuannya.’’Kata Seno yang penasaran atau lebih
tepatnya Marselo meminta Seno untuk mengorek lebih jauh tentang perasaan
sebenarnya Davian tetang perjodohan itu karna Davian tidak mau membahasnya
lebih lanjut dengannya.
‘’Apakah powerpoint tetoliar berjalan dengan baik?’’Tanya
Davian mengalihkan pembicaraan.
Dia tidak ingin membicarakan soal perjodohan itu. Entah kenapa
sejak semalam lebih tepatnya saat
mendengar Adel menangis semalaman, dia merasa tak karuan kalau ada yang
bertanya soal itu hati terasa sakit.
‘’Oh,iya,kami sedang mengerjakannya saat ini.’’Jawab Seno
yang merasa canggung karna mengorek pripasi bosnya.
‘’Baiklah saya permisi.’’ Katanya lalu pergi dari ruangan
‘’Hup.’’Davian menghela nafas lelah.
Ting~
Davian membuakan pesan yang masuk ke ponselnya dia kira Adel
yang mengiriminya pesan karna beberapa hari ini Adel selalu mengiriminya
mengingatkannya untuk makan,tapi dia mendesak kecewa karna itu bukan dari Adel.
‘’Hai,apa kamu sudah makan jangan lupa untuk makan jangan
terlalu keras bekerja.
Dari Reina
Ps:simulasi untuk jadi istri yang baik.
Setelah membaca pesannya lalu menjawabnya singkat,Davian
mencari nomor kontak yang terdapat di ponselnya lalu menghubunginya.
Adel yang sedang ikut Lili ke perpustakaan tak menyadari
ponselnya yang terus berdering menggangu mereka yang sedang membaca buku.
Drrtt…drrttt…..drrtttttt
‘’Adel telepon e’lo bunyi terus.’’Kata Lili menyadarkan Adel
yang tengah melamun.
‘’Oh.’’Adel mengangkat telepon.
‘’Hal…’’Davian memotong ucapan Adel.
‘’Karna kau tidak masuk hari ini maka gaji mu akan di potong.’’Setelah
mengatakan itu Davian memutus panggilannya.
Adel terdiam mencerna apa yang barusan Davian katakana.
‘Apa maksudnya.’Batin Adel bingung.
‘’Siapa yang telepon ,Del?’’Tanya Lili melihat Adel terdiam.
‘’Oh,Davian.’’Jawab Adel linglung.
‘’Mau apa Davian menelepon lo.’’Tanya Lili heran.
‘’Enggak tahu.’’Adel mengangkat bahunya.
__ADS_1
‘’Kata dia akan memotong gaji gue karna tidak masuk.’’Lanjutnya.
‘’Emang e’lo enggak izin dulu.’’Kata Lili.
‘’Hehe,lupa.’’Adel menyengir.
‘’Hah…sudahlah ayo pulang.’’Lili membereskan buku nya lalu
pergi bersama Adel.
‘’Tumben Diki tidak menemui e’lo,kan biasanya kalianselalu
pulang bersama.’’Kata Adel sambil celingukan mencari sosok Diki.
Walau pun Adel tidak kuliah tapi dia selalu tahu tentang gossip
di kampus karna Tia selalu menceritakan apa saja yang terjadi di kampus bahkan
saking panjangnya Adel selalu ketiduran saat mendengarkan semua cerita Tia.
‘’Dia lagi sibuk,katanya ada kerja kelompok.’’Jawab Lili.
‘’E’lo enggak curiga gitu,siapa tahu dia malah lagi sama
cewek lain.’’Kata Adel memas manasi.
‘’Enggak,kalau sampai dia melakukan itu,siap siap saja burung
gue potong.’’Kata Lilisambil memeragakannya.
Glek
‘’Kejam amat e’lo ,Li.’’Adel menelan ludahnya.
‘’Gue jadi kasihan sama Diki,semoga e’lo selamat Diki.’’Kata
Adel pelan.
Tin…tin…tinn…
Suara kelakson motor mengejutkan Adel dan Lili yang sedang
menunggu ojol yang mereka pesan .
‘’Delia mau pulang?’’Tanya Andreas setelah membuka helmnya.
‘’Ayo aku antar pulang.’’Lanjutnya.
‘’Eh,kak Andreas kenapa ada di sini.’’Bukannya menjawab
pertanyaan Andreas Adel malah berbalik bertanya.
‘’Kami habis melakukan pertandingan persahabatan.’’Jawab
Andreas.
‘’Oh.’’Adel mengangguk paham.
‘’Naiklah aku akan mengantar mu.’’Kata Andreas lagi.
‘’Aku akan menungunggu taxi saja dengan Lili.’’Tolak Adel.
‘’Udah sana,enggak baik nolak niat baik orang.’’Kata Lili.
‘’Ini kesempatan buat e’lo move on dari Davian.’’Bisik Lili.
‘’Jangan e’lo sia –sia’in.’’Tambahnya.
‘’Tapi serius e’lo enggak apa apa gue tinggal sendiri.’’Kata
Adel.
‘’Tenang aja ,lagian ojol yang gue pesan sebentar lagi
datang.’’Jawab Lili.
‘’Ya udah,e’lo hati hati yah.’’Kata Adel,dia naik ke motor
Andreas.
‘’Sampai jumpa Lili.’’Kata Andreas.
‘’Iya kak,awas kakak jangan di bawa ngebut.’’Kata Lili.
‘’Bay Li,hati hati pulangnya.’’Kata Adel.
Setalah Adel duduk di motor dengan nyaman Andreas langsung
menjalankan motornya meninggalkan Lili.
‘’Heran gue sama Adel ada cowok ganteng seperti kak Andreas gitu
kok malah di anggurin.’’Kata Lili setelah mereka sudah jauh.
‘’Masih aja milih yang belum tentu.’’Lanjutnya.
‘’Mba Lili.’’Tanya tukang ojek.
‘’Iyah pak.’’Jawab Lili lalu memakai helm yang di berikan
tukang ojek.
‘’Jalan pak.’’Kata Lili yang sudah naik.
YANG NGERASA CERITANYA MAKIN ENGGAK NYAMBUNG DENGAN JUDUL ITU
SEBENARNYA DARI AWAL SAYA BINGUNG MAU KASIH JUDUL APA JADI BAGI YANG MAU
NYUMBANG IDE BUAT JUDUL YANG PAS DI KOMEN AJA,TERIMA KASIH.
__ADS_1
SOALNYA SAYA ITU PALING PAYAH NGASIH NAMA ATAU JUDUL KADANG
SUKA ENGGAK COCOK.