
Seluluh tim basket berangkat menuju tempat pelaksaan
penyisihan babak pertama turnamen basket.
Saat menyerahkan bekal Reno membujuk Adel supaya ikut
menontonnya saat bermain nanti tapi Adel menolaknya.
‘’Hah.’’Reno menghela nafas mengingat Adel menolak ajakannya
.
‘’Kenapa e’lo belum belum sudah lesu begitu?’’Tanya Toni yang
duduk bersama Reno.
‘’Tidak apa apa.’’Jawab Reno.
‘’Oh.’’Balas Toni.
Diki menoleh saat Toni berbicara dengan Reno lalu memejamkan
matanya sambil mendengarkan music mempersiapkan staminanya untuk pertandingan.
Karna rencananya gagal jadi dia harus siap bermain lebih
lama.
‘’Adel’’.Merasa ada yang memanggilnya Adel membalikkan
badannya.
‘’Tante ,ada apa ke sini?’’Tanya Adel saat tahu siapa yang
memanggilnya.
‘’Selamat pagi tante.’’Sapa Tia dan Lili.
‘’Pagi,apa kabar kalian.’’Tanya Marisa.
‘’Kami baik tante.’’Balas Lili.
‘’Oh syukurlah nanti kapan kapan main lagi ke rumah
tante.’’Kata Marisa.
‘’Baik,asal ada banyak cemilan kami pasti kesana.’’Kata Tia
semangat.
‘’Jangan dengarkan Tia tante.’’Lili menyenggol lengan Tia
merasa tak enak.
‘’Tidak apa -apa nanti tante akan menyiapkan baaanyak cemilan
untuk kalian.’’Kata Marisa.
‘’Tante ada apa kesini?’’Tanya Adel.
‘’Em tante mau ketemu Davian.’’Kata Marisa.
‘’Davian baru saja pergi,tante.’’Kata Adel.
‘’Benarkah.’’Kata Marisa pura pura cemas.
‘’Bagaimana ini?’’Lanjutnya yang panic.
‘’Memangnya kenapa tante.’’Kata Adel
‘’Kalau ada yang bisa Adel bantu bilang saja.’’Tawar
Adel,Marisa menyerigai di dalam hati.
‘’Tante mau memberikan barang Davian yang ketinggalan.’’Kata
Marisa.
‘’Dan ini barang yang sangat di butuhkan oleh Davian.’’Lanjut
Marisa
‘’Apa kamu mau membantu tante memberikannya ,Adel.’’Tanya
Marisa penuh harap.
‘’Baiklah akan Adel bantu.’’Kata Adel,meski pun dia tidak mau
ke pertandingan basket tapi dia tidak bisa menolak Marisa yang sudah dia anggap
ibu.
‘’Benarkah! Terima kasih.’’Marisa memeluk Adel karna senang.
‘’Kalau gitu Adel pergi sekarang,takut Davian sudah mulai
bertanding.’’Kata Adel dan menerima kantung yang di berikan Marisa.
‘’Iyah hati hati di jalan.’’Kata Marisa.
‘’Hm,Lili,Tia temani gue yuk.’’Ajak Adel
‘’Oke.’’Jawab Mereka.
‘’Tante kami pergi dulu.’’Pamit Lili.
‘’Dah tante.’’Kata Tia.
‘’Kalian bertiga hati hati.’’Kata Marisa saat mereka sudah
berjalan pergi.
‘’Yes berhasil.’’Kata Marisa senang.
‘’Tidak akan aku biarkan si Laura itu atau si Reno Reno
menjadi orang ketiga di antara Davian dan Adel.’’Lanjutnya pelan penuh tekad.
‘’Akan aku buat mereka semakin dekat.’’Tambahnya.
__ADS_1
Setalah menyerahkan barang untuk di antar pada Davian Marisa
pun pulang.
‘’Del apa e’lo enggak apa apa kesana.’’Tanya Lili khawatir.
‘’Benar e’lo kan tadi tidak mau pergi tapi sekarang pergi
kesana,apa e’lo enggak khawatir si nenek lampir nanti menertawakan e’lo.’’Kata
Tia sambil mengejek Laura.
‘’Dia itu cantik,primadona kampus lagi masa di panggil nenek
lampir. Ada ada saja sih e’lo.’’Kata Adel terkekeh.
‘’Lagian alasan gue tidak mau ke sana itu berenaran ingin
fokus untuk belajar pratek,bukan karna Laura atau pun Davian.’’Jelas Adel yang
memang itu benar.
‘’Yah terserah e’lo deh! Sekarang kita naik apa kesana.’’Kata
Lili dan bertanya.
‘’Tak mungkinkan kita naik bis bisa bisa kita telat karna
terlalu lama menunggu bis datang.’’Tambah Lili.
‘’Benar juga.’’Adel membenarkan perkataan Lili,tangannya
mengapit dagunya sambil berpikir.
‘’Gue tahu.’’Kata Tia saat melihat Fadli keluar mobil.
‘’Ikuti gue.’’Kata Tia,Lili dan Adel saling memandang dan
mengikuti Tia.
‘’Eh..Tia! apa apaan ini.’’Teriak Fadli karna tiba tiba Tia
menyeretnya.
‘’Ikut.’’Kata Tia,Lili dan Adel melongo melihat perlakuan Tia
pada Fadli.
Setelah sampai di mobil Fadli Tia langsung masuk tanpa
permisi membuat ketiganya mengaganga.
‘Ada apa dengan Tia hari ini?’Pikir Fadli,Lili dan Adel.
‘’Anterin kita ke tempat turnamen.’’Kata Tia membuyarkan
lamunan mereka.
‘’Ayo masuk Adel,Lili.’’Lanjutnya,Lili dan Adel pun ikut
masuk tapi mereka dududk di belakang.
‘Sebenarnya ini mobil siapa sih.’Batin Fadli.
mulai.’’Kata Tia.
‘’Iyah…iyah.’’Kata Fadli malas,dia pun masuk dan menjalankan
mobilnya menuju ke tempat pertandinga.
Adel tiba beberapa menit setelah Davian dan timnya
sampai,Adel dan Lili turun dan masuk mencari Davian di susul Tia dan Fadli di
belakang.
‘’Davian.’’Panggil Adel saat melihat Davian dan rombongannya.
Mendengar ada yang memanggil nama Davian mereka semua
berhenti dan berbalik,pada hal yang di panggil Davian saja.
Adel menghampiri Davian di ikuti Lili,Tia dan Fadli. Lili heran dengan reaksi berlebih mereka.
‘Apa nama mereka Davian semua.’Pikir Lili.
‘Kenapa mereka ikut menoleh juga.’Lanjutnya.
‘’Adel.’’Pekik Reno senang.
‘’Apa kamu datang untuk menonton pertandingan yak.’’Lanjutnya.
‘’Tidak ,gue cuma mengantarkan barang milik Davian.’’Kata
Adel.
‘’Davian.’’Kata Reno.
‘’Hm,ini dari tante
Marisa katanyaketinggalan.’’Adel menyerahkan kantung yang dia bawa pada Davian.
Davian mengerutkan dahi bingung pasalnya semua barangnya
sudah lengkap tidak ada yang ketinggalan,dia membuka kantongnya dan mengambil
kotak yang ada di dalamnya.
‘’Kotak bekal.’’Kata Diki.
‘’Ini dari tante Marisa atau dari e’lo Del.’’Lanjut Diki
sedikit menggoda.
‘’Tentu aja dari tante Marisa,kalau tidak percaya tanyakan
saja pada Lili dan Tia.’’Bantah Adel.
‘’E’lo mau ngerasain pukulan gue lagi.’’Lanjutnya kesal.
__ADS_1
‘’Tidak…tidak, ampun Adel yang cantik jangan pukul gue
lagi.’’Kata Diki sambil mengangkat kedua tangannya.
‘’Hahaha, Diki e’lo takut pada Adel.’’Fadli mentertawakan
Diki.
‘’Sialan e’lo! Ngapain e’lo kesini.’’Kata Diki kesal karna di
tertawakan Fadli.
‘’Gue di seret oleh ketiga tuan putri ini.’’Tunjuk Fadli pada
Lili,Tia dan Adel.
Mereka menatap Fadli tajam ,Fadli yang di tatap mengaruk
lehernya yang tak gatal sambil cengengesan.
‘’E’lo juga sama saja.’’Kata Diki.
‘’Hah.’’Davian menghela nafas saat mengetahui isi kotak.
‘’Kenapa Davian?’’Tanya Laura.
‘’Lemon madu.’’Kata Laura heran melihat nya.
‘’Bukannya e’lo tidak suka lemon yah?’’Tanya Laura dan
membuat Adel serta yang lain melihat ke Davian.
‘’Eh kenapa tante Marisa memberi lo lemon madu.’’Kata Adel
yang heran juga.
‘’Apa tante salah ambil?’’Lanjutnya.
Tuk
‘’Aww.’’Davian mengetuk dahi Adel.
‘’Kenapa gue di pukul sih.’’Kata Adel sebal ,mengusap usap dahinya.
‘’Kemana semua yang kamu baca selama ini perginya.’’Kata
Davian.
‘’Kenapa masih bodoh saja.’’Tambahnya,Adel cemberut
mendengarnya.
‘’Tadi pagi kamu bicara apa dengan mama.’’Tanya Davian.
‘Sejak kapan Davian memanggil Adel ‘kamu’.’Batin Laura.
‘’Mm tidak bicara apa apa,cuman bilang soal turnamen
doang.’’Kata Adel.
‘’Dan.’’Kata Davian.
‘’Itu doang! lagian apa hubungannya coba?’’Tanya Adel tambah
tak mengerti.
‘’Yakin hanya itu.’’Tanya Davian lagi.
‘’Iyah tidak percaya amat! Gue cuman bilang kalau hari ini
itu akan di adakan babak penyisihan jadi gue bikin lebih banyak belak untuk
Reno.’’Kata Adel kesal.
‘’Hah….ternyata benar.’’Kata Davian .
‘’Apanya?’’Tanya Adel.
‘Ah gue ngerti tante Marisa pasti tidak mau Adel dekat dengan
Reno jadi tante Marisa meminta Adel mengantarkan kotak bekal untuk mendekatkan
mereka.’Pikir Diki.
‘Tapi kenapa tante Marisa membuatkan lemon madu padahalkan
Davian tidak suka.’Lanjutnya.
‘’Maksudnya.’’Adel memikirkan perkataan Davian lalu.
‘’Eehhhhhh.’’Teriak Adel setelah sadar kalau lemon madu itu
adalah buatannya.
‘Oh akhirnya sudah sadar.’’Batin Davian dan Diki.
Adel mengambil kotak di tangan Davian dan berbalik .
‘’Lili,Tia kita kembali ke kampus.’’Kata Adel.
‘’Kenapa?’’Tanya Tia heran.
‘’Pokoknya kita pulang sekarang.’’Kata Adel.
‘’Pulang! Bukannya tadi ke kampus.’’Kata Lili.
‘’I-iyah maksudnya ke kampus ,ayo pergi.’’Kata Adel lagi
‘’Kenapa dengan Adel? aneh benar.’’Kata Toni,yang lain
mengangkat bahu tak tahu.
SEMUANYA SELAMAT TAHUN BARU SEMOGA DI TAHUN YANG BARU INI
KITA DI BERI REZEKI YANG MELIMPAH DAN DI BERI KESEHATAN SERTA KE SEMBUHAN BAGI
MEREKA YANG SAKIT.
SEMOGA TAHUN INI LEBIH BAIK DARI TAHUN SEBELUMNYA DAN JUGA
__ADS_1
SEMOGA FANDEMI SEGERA USAI AGAR KITA BISA MELAKUKAN BERBAGAI HAL DENGAN
KELUARGA ,TEMAN DAN KEKASIH DENGAN AMAN DAN TENANG.