
‘’Davian tunggu.’’Adel berlari turun menuju pintu keluar.
‘’Tunggu gue.’’Kata Adel.
‘’Kamu mau kemana?’’Tanya Davian saat melihat Adel
berpemampilan rapi.
‘’Ke kantor.’’Jawab Adel tersenyum.
‘’Hah.’’Teriak Davian dan Daniel bersamaan.
Kilas balik
‘’Permintaan apa Adel?’’ tanya Marisa lagi.
‘’Apa boleh Adel ikut membantu Davian di kantor tante?’’Tanya
Adel.
‘’Soalnya Adel kasihan meihat Davian yang selalu berangkat
pagi pagi dan pulangnya terkadang suka malam.’’Lanjutnya.
‘’Kamu yakin! Nanti kamu cape lho.’’Kata Marisa,walau dia
senang karna Adel mengkhawatirkan Davian tapi dia cemas kalau nanti Adel sakit
karna terlalu cape.
‘’Enggak kok,lagian Adel juga bosen di rumah terus.’’Jawab
Adel.
‘’Baiklah nanti tante akan mengabari asisten om agar kamu
bisa jadi asisten Davian.’’Kata Marisa tersenyum seraya mengusap kepala Adel.
‘’Terima kasih yah ,karna sudah mengkhawatirkan Davian,tante
senang deh mendengarnya.’’Lanjutnya.
‘’Kamu sudah seperti isrti Davian saja.’’Kata Marisa sedikit
menggoda Adel.
‘’Sama sama,tante terlalu berlebihan.’’Kata Adel yang merona
malu.
Kilas balik selesai.
Di dalam mobil Adel menceritakan pembicaraannya dan Marisa
tadi pagi.
‘’Begitu ceritanya.’’Adel menceritakan alasan dia bekerja di
kantor .
‘’Hah.’’Davian menghela nafasnya.
‘Apa lagi yang mama rencanain kali ini.’Pikir Davian.
‘’Kak Adel bukannya kan membantu kakak tapi malah akan lebih
menyusahkan kakak.’’Kata Daniel sinis.
‘’Ck.’’Adel berdecak kesal atas ucapan Daniel walau dia akui
memang benar.
Setelah mengantar Daniel ke sekolahnya mereka melanjutkan
menuju kantor .
Davian memarkirkan mobilnya dan turun lebih dulu tanpa
menunggu Adel,Adel yang di tinggal segera menyusul Davian lalu menemui pak Seno
seperti yang di perintahkan Marisa.
‘’Semuanya perkenalkan dia akan bekerja paruh waktu di disini
.’’Kata Seno memperkenalkan Adel.
‘’Hallo kakak –kakak semuanya nama saya Adelia panggil aja
Adel.’’Kata Adel memperkenalkan diri.
‘’Mulei hari ini saya akan bekerja bersama kalian jadi mohon
bantuannya.’’Kata Adel yang tersenyum manis.
‘’Wah manis,mohon bantuannya juga.’’Kata salah satu karyawan
pria.
‘’Tenang saja kami bakalan bantu apa lagi untuk wanita cantik
seperti kamu.’’Goda karyawan pria.
‘’Semoga betah kerja di sini,jangan dengerin playboy cap
buaya seperti mereka.’’Kata karyawan perempuan.
__ADS_1
‘’Huuu,sirik aja e’lo.’’Kata mereka bersama.
‘’Iyah makasih semuanya.’’Kata Adel yang tersenyum dan
melambay kecil kea rah Davian yang sedang melihat pak Seno memperkenalkan Adel
pada karyawan lainnya.
‘’Cih.’’Kata Davian kesal.
‘’Mereka tidak tahu saja kelakuan Adel yang sebenarnya.’’Lanjutnya.
‘’Tuan muda pak Wijaya sudah menunggu anda di ruang tunggu.’’Kata
Seno memberitahu kalau inspestor yang mereka temui beberapa hari lalu datang
karna tertarik dengan game yang sedang di kembangkan oleh Davian dan timnya.
‘’Baiklah ,ayo temui dia.’’Kata Davian
Dia pergi ke ruang tunggu untuk menemui Dirga Wijaya seorang
CEO dari perusahaan besar yang akan enjadi inspector untuk gamenya.
‘’Maaf telah menunggu lama.’’Kata Davian seraya duduk kursi.
‘’Tidak apa apa.’’Kata pak Dirga basa basi.
‘’Marselo itu selalu sibuk membual soal anak sulung itu,tapi setelah
aku melihatnya sepertinya apa yang dia ucapkan memang benar.’’Lanjutnya.
‘’Tidak ,anda terlalu memuji saya.’’Jawab Davian dengan
senyum bisnis.
‘’Hahaha,ternyata kau rendah hati,lalu bagaimana kondisinya
sekarang.’’Kata Dirga.
‘’Papa sudah lumayan membaik,beberapa hari lalu dia sudah
siuman.’’Kata Davian.
‘’Dan mungkin ini kesempatan yang baik untuknya
istirahat,kalau tidak begini beliau tidak akan mau di suruh istirahat.’’Lanjutnya.
‘’Yah,kau benar jadi bisa kita lanjut ke urusan bisnis.’’Kata
Dirga serius.
‘’Iyah silahkan.’’Kata Davian mantap tidak ada keragu –raguan.
‘’Baiklah,jadi game seperti apa yang akan kalian buat aku
‘’Tuan Dirga ini adalah dokumen tentang game yang akan kami
buat.’’Davian menyerah dokumen yang dia dan timnya kerjakan beberapa hari ini.
‘’Oke….jadi nama gamenya’Woald of Leadale’yah.’’Kata Dirga
yang membaca dokumen yang Davian berikan.
‘’Sebuah game virtual bertemakan fantasi yang dimana
pemainnya bisa merasakan masuk ke dunia animasi,hebat.’’Kata Dirga.
‘’Kreatif,menarik dan baru saya suka ,benar benar bagus.’’Kata
Dirga
‘’Dengan ahli waris seperti dirimu Marselo pasti bangga dan
merasa lega.’’Pijinya.
‘’Terima kasih,anda terlalu memuji.’’Kata Davian
‘’Tidak,tidak aku yakin kau bisa membaut perusahaan milik
ayah mu semakin besar lagi.’’Kata Dirga.
‘’Saya harur melewati tantangan ini dulu sebelum bisa
menyimpulkan apa saya bisa mengelolanya menjadi lebih besar dari sekarang.’’Kata
Davian rendah hati,karna awalnya dia di paksa dengan keadaan untuk menggantikan
papa.
Tok tok tok
‘’Permisi,silahkan di nikmati kopinya,’’Kata Adel menyajikan
kopi.
Davian menatap Adel gugup takut kalau Adel melakukan
kesalahan .
‘’Oh yah Davian umur mu berapa sekarang?’’Tanya Dirga setelah
menyesap kopi buatan Adel.
‘’20 sebentar lagi.’’Jawab Davian.
__ADS_1
‘’Hmm apa kau sudah punya pacar?’’Tanyanya lagi.
Adel terkejut mendengar ucapan pria dewasa yang duduk di
sampingnya.
‘’Saya belum punya.’’Kata Davian sambil melirik Adel yang
menatap kecewa.
‘’Kenapa?kau masih muda dan sepertinya kau terkenal.’’Kata Dirga
penasaran.
‘’ Ya,direktur memang terkenal.’’Kata Adel,Davian menatap
tajam kea rah Adel tapi Adel tidak menyadarinya.
‘’Oh,Begitukah! Lalu mengapa kau belum punya pacar.’’Tanya
Dirga.
‘’Itu karna direktur tidak memperhatiakan atau pun
memperdulikan hal seperti itu.’’Kata Adel menjawab pertanyaan Dirga.
‘’Dia lebih suka membaca buku di perpustakaan dan juga
bermain basket serta hobinya saja.’’Lanjut Adel.
‘’Anda tahu direktur bukan hanya pintar dia juga sangat
pandai memasak,lho.’’Kata Adel antusias.
‘’Oh benarkah.’’Kata Dirga
‘’Hem,Adel karna kamu sudah menyajikan kopinya jadi silahkan
pergi.’’Usir Davian secara halus sambil menatapnya tajam.
‘’Baiklah,permisi.’’Pamit Adel ,lalu keluar meninggalkan
ruangan tunggu.
‘’Maaf atas kelancangan karyawan saya.’’Kata Davian.
‘’Tidak apa apa,saya juga tidak merasa keberatan.’’Kata
Dirga.
Setelah Adel pergi mereka kembali melanjutkan diskusi mereka.
‘’Kak,kak itu siapa yah yang di sedang diskusi dengan Dav..eh
direktur.’’Tanya Adel pada salah satu karyawan.
‘’Oh itu investor kita yang adan mendanai game yang akan kita
luncurkan.’’ Jawabnya .
‘’Oh begitu yah.’’Kata Adel mengangguk anggukan kepalanya.
‘’Sudah sana kerja lagi nanti pak Seno marah.’’Tegurnya.
‘’Baiklah.’’Adel kembali keperkerjaannya.
‘’Terima kasih waktu anda saya janji tidak akan mengecewakan
anda.’’Davian menjabat tangan Dirga.
‘’Saya tunggu itu dan saya harap uang yang saya berikan akan
menjadi dua kali lipat bahkan lebih.’’Kata Dirga.
‘’Akan kami usahakan.’’Balas Davian.
‘’Oh,katakan pada karyawan mu yang barusan kopinya enak saja saya
menyukainya.’’Kata Dirga sebelum pergi keluar.
Davian kembali ke ruangannya setelah Dirga pergi tapi
sebelumnya dia memanggil Adel.
‘’Adel,kamu ke ruangan ku sekarang.’’Kata Davian datar.
Glek
Adel menelan kasar ludahnya mendengar nada bicara Davian yang
datar.
‘Uh,gue salah apa yah,kayanya Davian marah deh.’Batin Adel.
Dengan berat Adel mengikuti Davian ke ruangannya dengan takut
–taku kena marah Davian.
‘’Ada apa yah gue di panggil?’’Tanya Adel duluan karna dari
tadi setelah mereka masuk Davian tidak mengatakan apa pun hanya memijit
pelipisnya.
‘’Lain kali jangan lakukan itu lagi,kamu bikin aku malu.’’Kata
__ADS_1
Davian datar.
‘’Maaf.’’Cicit Adel merasa tak enak.