
Sejak Andreas menyatakan cintanya pada Adel dia selalu menemui Satria dan timnya untuk menanyakan kabar Adel dan meminta nomor teleponnya.
Bahkan dia juga ke kampus Adel tapi Reno selalu menghalanginya dan membawa Adel pergi.
‘’Ayolah Sat e’lo kan teman gue.’’Pinta Andreas.
‘’Ya ampun Dre berapa kali gue bilang….’’Jeda Satria,dia sudah jengah dengan temannya yang sedang mabuk cinta.
‘’Gue itu di pihak Adel jadi…..kalau bukan Adel sendiri yang memberi tahukannya ,gue enggak akan memberi tahu e’lo.’’Kata Satria.
‘’Udah jangan ganggu gue lagi.’’Lanjutnya.
‘’Kalau gitu bagaimana kalau e’lo bantu mempertemukan gue
dengan Delia nanti, gue yang akan minta padanya.’’Bujuk Andreas.
‘’Bilang aja sendiri,susah amat sih.’’Kata Satria.
‘’Kalau bisa gue udah dapat dari kemaren kemaren.’’Kata Andreas kesal.
‘’Tuh anggota tim e’lo rese bangat, dia itu selalu membawa Delia kalau gue lagi bicara dengan nya.’’Lanjutnya.
‘’Hahahaha,semangat ya bro! hahahaha.’’Satria pergi sambil
mentertawakan temannya.
‘’Sialan e’lo! Teman lagi susah bukan di bantuin malam di ketawain.’’Kata Andreas kesal saat Satria sudah pergi.
‘’Kapten kenapa lama sekali.’’Kata Reno yang kesal karna Satria baru datang.
‘’E’lo kenapa sih Ren,lagi pms yah.’’Tanya Toni yang mendapat
pelototan dari Reno.
‘’Santai….santai bro.’’Toni yang takut dengan tatapan tajam Reno melangkah mundur ke belakang Satria.
‘’Emangnya e’lo mau kemana buru –buru amat.’’Tanya Satria.
‘’Gue muak berada satu tempat dengan Andreas.’’Kata Reno
ketus.
‘’Segitu tidak sukanya e’lo sama kak Andreas.’’Kata Diki.
‘’Kalau iyah! Kenapa?’’Jawab Reno.
‘’Sudahlah ayo kita pulang.’’Ajak Satria,dia sudah lelah dan
ingin segera istirahat.
‘’Oh yah Reno,dari pada e’lo sewot enggak jelas kaya gitu pada Andreas lebih baik e’lo gunakan tenaga e’lo untuk berlatih agar kita bisa sampai ke final agar bisa berhadapan dengan UNI terus kalahkan Andreas dengan
basket.’’Kata Satria.
‘’Tentu saja,itu memang tujuan ku, akan ku kalahkan dia dan
membuatnya tidak mendekati Adel lagi.’’Kata Reno penuh ambisi.
‘’Gue setuju dengan e’lo.’’Kata Rendy mensetujui rivalnya.
‘’Ternyata orang yang sedang bersaing cinta sama menyeramkannya dengan induk ayam yang menjaga anaknya.’’Kata Toni ngeri karna dia pernah di kejar kejar induk ayam saat mengganggu anaknya waktu kecil jadi
dia tidak berani mendekatinya lagi.
Mereka mentertawakan perkataan Toni yang menyamakan Reno dan
Rendy dengan induk ayam.
‘’Davian e’lo kenapa? E’lo enggak lagi ‘gegana’ juga kan seperti mereka berdua.’’Tanya Diki yang merasa Davian sedikit berubah beberapa
hari ini setelah kejadian penembakan Adel waktu itu seperti Reno dan Rendy tapi tidak sejelas mereka.
‘’Tidak.’’Jawab Davian datar.
‘’Geu pikir e’lo ‘gegana’ juga habisnya beberapa hari ini permainan e’lo lebih agresip,seperti sedang melampiaskan kekesalan.’’Kata Diki.
__ADS_1
‘’Siapa yang e’lo bilang ‘gegana’?’’Kata Reno kesal.
‘’Ya e’lo berdua lah siapa lagi.’’Jawab Diki.
‘’Kalian kan memang lagi ‘gelisah’-takut Adel dekat dengan kak Andreas dan ‘galau’- gara –gara ada cowok lain yang menyatakan cinta pada
Adel serta ‘merana’- karna respon Adel pada Andreas lebih intim daripada pada kalian.’’Jelas Diki yang langsung di tatap tajam Reno dan Rendy.
‘’Diki e’lo itu emang ….bener benar.’’Kata Marsel menggeleng
gelengkan kepala.
‘’Paling bener,hahaha.’’Marsel mentertawakan mereka.
‘’Kirain mau di belain.’’Kata Rendy kesal.
Mereka terus membulli Reno dan Rendy sepajang perjalanan
menuju bis mereka.Davian menghentikan langkahnya saat mengangkat ponselnya yang
berdering.
‘’Hallo,ada apa?’’Tanya Davian
‘’Davian….tolong gue…...’’Kata Adel panic di sebrang telepon.
‘’Apa yang terjadi.’’Potong Davian,dia sedikit mengekeraskan suaranya membuat yang lain berhenti karna mendengar nada bicaranya yang
khawatir.
Davian langsung berlari mendengar kata ‘tolong’ yang di ucapkan Adel membuat rekan setimnya heran.
‘Semoga bukan kejadian yang seperti dulu.’Pikir Davian.
‘Kenapa juga dia itu suka sekali menarik perhatian para pria
dengan wajah bodohnya itu.’Lanjutnya kesal.
‘’Hallo Davian ….apa e’lo mendengar apa yang gue katakan.’’Kata
Jika Adel tahu kalau Davian sekarang sedang panic dan cemburu
mungkin, dia pasti akan lompat –lompat sambil berteriak teriak.
‘’Aku mendengarnya.’’Kata Davian.
‘’Cepat ke sini Daniel sepertinya sedang di palak.’’Kata Adel.
‘’Daniel.’’Davian berhenti.
‘Jadi bukan Adel yang dalam masalah.’Pikir Davian lega.
‘’Iyah Daniel sekarang sedang di palak oleh lima orang ,mereka sepertinya akan memukul Daniel.’’Jelas Adel.
‘’Oke tenang,sekarang nyalakan gps kamu aku akan ke sana.’’Kata Davian tenang.
‘’Baiklah.’’kata Adel dan memutuskan panggilannya.
Davian memeriksa gpsnya dan pergi mencari keberadaan Adel.Kenapa
Davian meminta Adel menyalakan gps dari pada menserlok lokasinya, karna dia tahu kalau Adel tidak akan tinggal diam saja melihat Daniel yang di palak.
SEBELUMNYA
Adel yang baru keluar dari mini market melihat Daniel yang di
hadang anak anak yang lebih besar darinya.
‘’Itu bukannya Daniel yah.’’Tanya Adel.
‘’Kenapa Daniel di hadang.’’Tanyanya.
‘’Ada yang tidak beres.’’Adel berjalan mendekati Daniel.
‘’Hei kau cepat minta maaf lah pada teman ku.’’Kata anak 1.
__ADS_1
‘’Gara gara kau menabraknya makanannya jadi jatuh semua.’’Katanya lagi dengan nada di buat marah.
‘’Untuk apa minta maaf,dia sendiri yang menabrak ku.’’Kata Daniel yang memang bukan dia yang menabraknya.
‘’Sudah salah tidak mau mengaku lagi.’’Kata anak ke 2 yang menabrak Daniel.
‘’Cepat berikan uang mu pada kami sebagai gantinya.’’Kata anak ke 3.
‘’Benar kau harus menggantinya.’’Kata anak 2.
‘’Tidak akan jelas jelas kalian yang salah.’’Kata Daniel,dia tahu kalau mereka hanya ingin memalaknya saja.
‘’Kau berani yah.’’Kata anak ke 4 marah.
‘’Astaga bagaimana ini ,Daniel sedang di palak.’’Kata Adel khawatir.
‘’Gue harus bagaimana ini.’’Kata Adel panik.
‘’Davian…benar hubungi Davian.’’Adel pun menghubungi Davian.
SEKARANG
‘’Hei kalian kalau berani lawan yang seukuran dengan kalian,jangan sama anak kecil.’’Teriak Adel membuat mereka menoleh.
‘’Hei kau jangan ikut campur,perempuan jelek.’’Kata anak ke 5.
‘’Kau benar benar tidak sopan pada yang lebih tua.’’Kata Adel yang kesal di katain jelek.
‘Enak saja di ngakatain jelek dia tidak tahu apa kalau gue itu habis di tembak sama cowok yang gantengnya mirip artis Korea.’’Batin Adel dongkol.
‘’Kenapa kau ke sini.’’Kata Daniel.
‘’Tentu saja menolong mu.’’Kata Adel.
‘’Kau bukannya menolong tapi malah membuat masalah tambah
besar.’’Kata Daniel.
‘’Apa kau bilang? sudah untung mau di tolongin.’’Kata Adel kesal.
‘Kakak dan adik sama
saja,menyebalkan.’Batin Adel.
‘’Aku tidak butuh pertolongan mu.’’Kata Daniel.
‘’Kalau sampai kak Adel kenapa napa ,bisa bisa mama sama
kakak marah pada ku.’’Gumam Daniel.
Sebenarnya semenjak Adel menolongnya waktu itu Daniel sudah
mulai menerima Adel dan menyebut Adel dengan kakak juga tapi karna gengsi dia tidak pernah memanggil kak Adel kalau di hadapan Adel.
‘’Hai jangan mengabaikan kami.’’Kata anak ke 2 marah karna Daniel dan Adel saling bertengkar dan melupakan mereka.
‘’Cepat serahkan uang kalian.’’Kata anak ke 1 tidak sabar.
‘’Kalian kecil kecil sudah malak bagaimana besarnya.’’Kata
Adel kesal.
‘’Diam kau.’’Bentak anak ke 1 ,membuat Adel tersentak.
Karna situasinya semakin tak terkendali Daniel meraih tangan
Adel yang gemetar dan berlari dari mereka.
‘’Woi jangan lari.’’Teriak anak ke 4.
‘’Kejar.’’Perintah anak ke 1,mereka pun mengejar Adel dan
Daniel.
‘’Ah….menyusahkan saja.’’Gerutu Daniel kesal.
__ADS_1