
‘’Adel.’’
‘’Davian.’’
Diki dan Lili memanggil Adel dan Davian bersamaan dan
menghampiri mereka untuk mencairkan keadaan yang canggung.
‘’Sorry yah tadi gue ke perpus dulu.’’Kata Lili berbohong
membeli alasan.
‘’Yo Davian, lo kok enggak sekalian pesenin untuk gue
juga.’’Kata Diki,Davian melirik Diki.
‘’Gue enggak tau kalau lo mau ke kantin juga.’’Kata Davian
datar.
‘’Gue kira lo sedang asyik berpacaran.’’Davian melirik Lili
sebentar.
‘’Del gue udah lapar pesen makanan yuk.’’Lili menarik Adel
menjauh dari Davian dan Laura.
Tia menatap tajam Davian dia sangat kesal dengan Davian yang
selalu PHP in Adel,saat Tia akan mengomeli Davian Lili menariknya pergi.
‘’Tia ayo ,kenapa lo masih berdiri di sini.’’Kata Lili
menarik tangan Tia.
‘’Lili lepasin tangan gue,gue mau memberi pelajaran sama
Davian.’’Kata Tia agar Lili melepaskannya.
‘’Udah itu kita urus nanti saja kita harus mengamankan Adel
dulu.’’Kata Lili mengkode Tia.
‘’Lo bener.’’Kata Tia yang sudah tenang,mereka memesan makan
dan mencari tempat duduk yang agak tersembunyi menjauh dari Davian.
‘’Davian ayo kita cari tempat duduk.’’Kata Laura,Davain berjalan ke meja yang masih
kosong.
‘’Kita duluan Diki lo gabung aja.’’Kata Laura pada Diki.
‘’Oke.’’Diki mengacungkan jempolnya lalu memesan makanan.
……..
Adel melangkahkan kakinya dengan lesu ke ruangan klub,dia
masih sedih karena kemarin harus pindah
dan berpisah dengan Marisa dan tadi pas istirahat dia melihat Davian dan Laura
bersama bahkan Davian membawakan makanannya membuat Adel tambah tak
bersemangat.
CKLEK
Adel membuka pintu ruangan klub ternyata di dalam ada Davian
betapa terkejut Adel melihatnya ,dia menjatuhkan tasnya membuat isinya
berserakan.
BRUGG
Mendengar suara benda jatuh Davian menoleh ke arah suara
tersebut,dia melihat Adel yang berdiri seperti patung sambil menunjuknya.
‘’Se..sedang apa e’lo di sini?’’Tanya Adel sambil menunjuk
nunjuk Davian
‘’Gue kan anggota klub basket tentu ada disini.’’Jawab
Davian,dia tersenyum sedikit melihat espresi wajah Adel yang terkejut.
Davian sudah tidak asing dengan adegan ini karna dulu saat
Adel baru datang ke rumahnya dia juga bereaksi seperti ini saat melihatnya.
‘’Apa yang terjadi di sini?’’Tanya Satria saat masuk melihat Adel menunjuk Davian serta barang barang berserekan di lantai.
‘’Ka..kapten.’’Kata Adel gagap.
‘’E’lo kenapa kaya melihat setan gitu.’’Kata Satria
‘’Lo enggak apa apa kan Del.’’Tanya Satria lalu meletakan
__ADS_1
tangannya di dahi Adel.
Davian melihat interaksi antara Satria dan Adel yang
terlihat Satria begitu perhatiannya pada Adel seperti seorang kekasih.
‘Kalau dia sakit bisa batal gue nonton anime terbarunya.’Pikir
Satria.
Sebelum latihan yang akan mereka lakukan untuk menghadapi
turnamen dia mau menonton anime terbaru yang dia downloads terlebih dulu agar
dia bisa fokus pada latihan.
‘’Sepertinya kepala saya agak pusing jadi saya mau ijin
pulang .’’Kata Adel beralasan,dia membereskan barang barang nya dan
memasukannya ke dalam tas.
Setelah beres Adel segera keluar dari sana,Satria berdiri di
pintu dan berteriak pada Adel.
‘’Jangan lupa minum obat sampe rumah yah.”Teriak Satria
Davian merasa tak senang dengan perhatian yang di berikan
kapten tim basketnya pada Adel terlebih di depannya.
Untuk hari ini Adel ingin memenangkan hatinya dulu jika dia
bertemu Davian terus dia tidak akan bisa move on –move on.
Dia juga tak menghubungi kedua sahabat karna tak ingin
menggangu sahabatnya yang sedang berusaha mewujudkan impian mereka dengan
permasalahan cintanya.
Adel membawa alat alat perkebunannya dan beberapa benih ke
atap restorannya,karna neneknya sangat suka berkebun jadi mereka punya kebun
mini di atap. Jadi Adel memilih berkebun untuk menenangkan hati dan
pikirannyan.
Beberapa hari sejak hari itu Adel selalu menghindari Davian
saat dia melihat Davian Adel akan berputar arah agar tak bertemu dengannya bahkan
mengucapkan apa pun dan langsung menghampiri Reno atau Rendi yang tentunya
membuat mereka berdua senang.
Sekarang Davian dan Sartia sedang bertanding basket satu
lawan satu,walau terlihat seimbang namun Satria sedikit kewalahan dengan
permainan Davian dan akhirnya Sartia menang tipis dari Davian.
‘’Davian bagaimana kalau kita bertanding lagi.’’Kata Satria
saat dia melihat Laura datang.
‘’Kita bertanding dua lawan dua.’’Tambahnya.
‘’Kita akan bertanding setelah pelatihan.’’Kata Satria lagi karna
Davian tak menjawabnya.
‘’Bangaimana?’’Tanya satria.
‘’Boleh ,siapa saja pemainnya.’’Balas Davian,dia butuh
pengalihan pikiran.
‘Mungkin dengan begini gue bisa mengalihkan pikiran gue
.’Batin Davian.
‘’E’lo sama Adel gue bareng Laura,Bagaimana.’’Kata Satria.
‘’APA.’’Teriak Davian dan Adel bersama,karna dia juga ikut
mendengar obrolan mereka.
‘’Kenapa? bukannya itu lebih seru dan menangtang!’’Kata
Sartia mengangkat bahunya.
‘Bilang aja mau deket dekat Laura dasar modus.’Pikir semua
anggota basket kecuali Davian dan Adel,bukan rahasia lagi di dalam klub kalau
kaptennya itu menyukai Laura ya kecuali Adel dan Davian yang enggak peka
keadaan.
__ADS_1
‘’Senior kenapa saya di bawa bawa.’’Protes Adel.
‘’Kalau begitu sih berat sebelah namanya.’’Kata Davian.
‘’Kan tadi gue bilang agar lebih menantang,agar adil e’lo
bisa mengajari Adel sampai hari pertandingan.’’Kata Satria.
‘Anggap saja ini hadiah dari gue Adel karna sudah menemani
nonton anime kemarin kemarin.’Pikir Satria tersenyum sedikit.
‘’Senior saya tid…..’’Kata Adel tapi terpotong Reno
‘’Kapten gue tidak setuju ,biar gue saja yang menggantikan
Adel.’’Kata Reno,dia tidak mau Davian punya kesempatan berduaan dengan Adel.
‘’Gue setuju.’’Kata Davian mantap.
‘’Laura e’lo juga setuju kan.’’Tanya Davian pada Laura.
‘’Boleh kayanya menarik.’’Kata Laura tersenyum.
‘’Oke sudah di putuskan lima hari lagi eh..tidak seminggu
lagi kita akan bertanding.’’Kata Satria senang,dia bisa berduaan dengan Laura.
‘’Tunggu gue kan belum bilang setuju.’’Kata Adel yang kesal.
‘Kalau gue harus berlatih dengan Davian selama seminggu sia
sia aja dong gue selama beberapa hari ini menghindarinya.’Pikir Adel.
‘’Semua sudah di putuskan jadi lo enggak bisa protes
lagi.’’Kata Satria tegas.
‘’Ayo sekarang e’lo harus mulai latihan.’’Kata Davian
menarik tangan Adel menjauh ke sisi lapangan.
‘’Woi Davian singkirin tangan lo dari tangan Adel.’’Teriak Reno
marah,dia ingin melepaskan tangan Davian dari Adel tapi di tahan Diki.
‘’Jangan ganggu mereka.’’Kata Diki menahan Reno.
‘’Lepaskan gue Diki.’’Reno berusaha memberontak.
‘’Sekarang lo dribel bola dan masukan ke keranjang.’’Kata
Davian melemparkan bola basket ke Adel.
Adel menangkap bola nya dan melakukan apa yang di katakana
Davian tadi,dia mendribel bola dan melemparnya ke keranjang namun jangankan
masuk sampai aja enggak.
‘’Posisi badan lo salah.’’Kata Davian membenarkan posisi
badan Adel.
‘’Coba lagi.’’Kata Davian.
Adel mencoba melemparnya lagi tapi tetap tak masuk tapi
jaraknya sedikit lebih jauh dari yang pertama,Reno semakin geram melihat Davian
menyentuh tubuh Adel saat membenarkan posisinya tadi.
‘’Rupanya Davian gerak cepat langsung mengajari Adel.’’Kata
Kevin.
‘’Sepertinya dia tidak mau sampai kalah kali ini.’’Kata
Marsel.
‘’Lepaskan gue,Davian baj*ngan jangan coba coba lo
melecehkan Adel.’’Teriak Reno.
‘’Dia itu tidak sedang melecehkan Adel tapi membenarkan
posisinya.’’Balas Diki yang semakin erat memegang Reno.
‘’Kalian mau sampai kapan kaya gitu.’’Tanya Marsel yang risih
dengan porisi ambigu mereka.
‘’Kalau gue lepas
bisa ngamuk ngamuk dia, nanti tambah repot.’’Kata Diki yang tak perduli toh dia
sudah terbiasa menahan Reno kaya gitu.
Ahkirnya Diki tetap menahan Reno sampai waktu pulang
kegiatan klub dan Davian selesai melatih Adel basket untuk hari ini.
__ADS_1
MUMPUNG IDE LAGI LAMCAR SAYA UPDEATS DUA CHAPTER HARI INI MAUNYA SIH LEBIH TAPI KAPASITAS BATREINYA CUMAN SAMPAI SINI DAN IDE SAYA MALAH MACET,OKE SEMOGA SUKA BAY BAY ,TERIMA KASIH JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTENYA YAH.