
Daniel berlari sambil menarik tangan Adel menjauh dari mereka,Adel
melihat kebelakang ke lima anak tadi mengejar mereka.
‘’Daniel,kenapa kita malah lari?’’Tanya Adel
‘’Kenapa kau malah menanyakan sesuatu yang tidak penting?’’Kata Daniel.
‘’Emang kak Adel mau dia apa apain mereka,hah.’’Lanjutnya.
‘Eh….apa tadi Daniel manggil gue dengan kak Adel,atau gue salah dengar yah.’Pikir Adel dengan pendengarannya.
‘’Eh,itu bukannya si Adel yah.’’Kata Hasan,saat di melihat ke jendela kafe di melihat Adel yang sedang di kejar kejar.
‘’Kaya dia sedang di kejar kejar.’’Lanjutnya.
‘’Serius e’lo.’’Kata Denis yang melihat ke arah pandangan Hasan.
Denis,Hasan,Bayu dan Galih sedang nongkrong di kafe saat tadi
kebetulan bertemu dan mereka akhirnya mengobrol, setelah kelulusan tidak bertemu karna
kesibukan masing masing.
‘’Iyah ,tadi gue lihat dia yang di tarik anak kecil .’’Kata Hasan.
‘’Ayo,mungkin Adel butuh bantuan.’’Kata Bayu.
‘’Cepat.’’Galih bangun dari kursinya.
Mereka pun pergi menyusul Adel dan Daniel yang sedang di kejar kejar.
Adel melihat kebelakang lagi,dia terkejut karna yang mengejarnya bertambah banyak.
‘’Kok malah tambah banyak yang ngejar.’’Kata Adel cemas
‘’Gawat.’’Gumam Daniel saat mendengar perkataan Adel.
Tubuh Adel tiba tiba bergetar takut saat dia teringat kembali saat malam dimana dia di kejar kejar preman.
‘Apa kak Adel ketakutan.’Pikir Daniel saat merasakan tangan yang di genggam gemeteran.
‘’Ayo ke sana.’’Daniel menarik Adel ke keramaian dan bersembunyi.
‘’Sial kemana perginya mereka.’’Teriak salah satunya.
‘’Sekarang bagaimana?’’Tanya Yang lain.
‘’Kita pergi saja.’’Katanya.
‘’Awas saja kalau ketemu lagi tidak akan gue biarkan lolos.’’Kata temannya.
Mereka pun pergi karna tak bisa menemukan Adel dan Daniel
tapi di depan mereka ada yang menghadang.
‘’Wah,wah,wah… kecil –kecil sudah jadi preman.’’Kata
Denis,yah yang menghadang mereka adalah Denis dan teman –temannya yang mengejar Adel tadi.
‘’Harus kita apakan generasi muda yang seperti ini.’’Bayu ikut memimpali perkataan Denis.
‘’Minggir!’’Kata salah satu anak yang mengejar Adel.
‘’Jangan ikut campur dengan urusan kami.’’Kata satunya lagi.
‘’Kalau kalian tidak ingin celaka.’’Lanjutnya.
‘’Sombong bangat nih anak.’’Kata Hasan kesal.
‘’Oh kalian berani yah,dasar anak anak bau kencur.’’Kata Galih.
‘’Siapa bilang kami takut.’’Katanya.
‘’Hoho,kami akan mengajari kalian bagaimana menjadi anak baik.’’Kata Galih kesal.
Mereka menyerang Galih dan yang lain,meski jumlah mereka
lebih banyak tapi Galih,Denis,Bayu dan Hasan adalah anggota klub karate jadi mereka bisa menang dengan mudah lalu membawa mereka ke kantor polisi supaya
__ADS_1
mendapat peringatan.
‘’Apa mereka sudah pergi?’’Kata Adel dengan nada takut sambil menggengam erat tangannya yang gemeteran.
‘’Entahlah.’’Jawab Daniel yang melihat situasi di luar.
‘’Kenapa Davian belum juga datang.’’Kata Adel gelisah.
‘’Kak Adel menghubungi kak Davian.’’Tanya Daniel.
‘’Iyah,tadi aku menghubungi Davian sebelum menghampiri mu.’’Jawab Adel,saking gelisahnya dia tidak menyadari kalau Daniel memanggilnya ‘kak Adel’.
‘’Tumben pintar.’’Kata Daniel melihat Adel yang masih gemeteran.
‘’Hah.’’Adel terkejut saat Daniel memegang tangannya yang gemeteran.
‘’Tenang saja mereka tidak akan menemukan kita.’’Kata Daniel
menenangkan Adel.
‘Dia itu benar –benar bodoh padahal dia takut tapi masih saja
menghampiri ku.’Batin Daniel.
Dia benar –benar tidak bisa mengerti tentang Adel,meski dia
takut dia tetap datang dan menghampiri masalah.
Sewaktu di rumah sakit juga dia pernah mendengar pembicaraan
kakaknya dan Adel saat dia sadar tapi dia pura pura tertidur.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel tersenyum dia sudah merasa lebih
tenang.
‘’Hah.’’Daniel tersadar dari lamunannya.
‘’Rupanya kalian ada di sini.’’Adel dan Daniel tersentak saat mendengar ada suara di belakang mereka.
Mereka pikir kalau mereka ketahuan tanpa melihat ke belakang mereka
berdiri hendak melarikan diri,saat akan lari kaki Adel tersandung hingga jatuh karna tergesa gesa.
‘’Aww’’Pekik Adel yang terjatuh mencium tanah dan dahinya ke
batu kecil menyebabkan lecet.
‘’Kak Adel.’’Teriak Daniel yang khawatir melihat Adel terjatuh.
‘’Kamu ini sudah tahu kalau kamu itu ceroboh kenapa pake lari segala.’’Kata Davian,mendengar suara yang familiar mereka melihat ke arah orang itu.
‘’Kak Davian.’’Kata Daniel
‘’Davian.’’Kata Adel serempak dengan Daniel.
‘’Hm.’’Davian menghampiri Adel dan melihat kaki Adel.
‘’Aww…’’Adel meringis saat Davian memegang kakinya.
‘’Lagi kenapa kalian pada lari segala.’’Kata Davian.
‘’Kami kira kakak itu mereka,jadi lari karna panik.’’Jawab Daniel.
‘’Haahh.’’Davian menghela nafas.
‘’Sudahlah ayo kita pulang.’’Kata Davian.
‘’Kamu bisa berdiri.’’Tambah Davian pada Adel.
‘’Bisa.’’Kata Adel,dia berusaha berdiri sendiri tapi.
‘’Aduh.’’Adel memegangi kakinya yang terkilir.
‘’Naiklah aku akan mengendong mu.’’Kata Davian membuat mata
Daniel membola saat mendengar nada yang begitu lembut yang di ucapkan Davian.
‘’Tidak usah gue bisa kok,hanya sakit sedikit.’’Tolak Adel yang tidak mau menyusahkan Davian.
__ADS_1
‘Perasaan gue aja atau perkataan Davian tadi begitu lembut.’Pikir Adel bingung.
‘’Kaki mu terkilir jangan kan berjalan berdiri saja kamu tidak bisa.’’Kata Davian.
‘’Tapi….’’Kata Adel.
‘’Jangan keras kepala nanti keburu sore,mama pasti khawatir kalau Daniel pulang terlambat.’’Potong Davian saat Adel mau menolak.
‘’Bukannya kamu ingin jadi seorang perawat,sebelum kamu mengutamakan orang lain kamu harus mengutamakan tubuh mu yang akan kamu gunakan merawat mereka.’’Tambah Davian yang membuat Adel terdiam.
‘Kak Adel mau jadi perawat.’Pikir Daniel.
‘Apa jangan jangan buku medis yang waktu itu bukan untuk kak Davian tapi untuk kak Adel.’Lanjutnya.
‘’Gue cuma tidak mau menyusahkan e’lo.’’Kata Adel menggigit bibir bawahnya dan menundukan kepalanya.
‘’E’lo pasti lelah karna habis bertanding dan berlari ke sini.’’Lanjutnya.
‘’Aku tidak selemah itu sehingga tidak bisa menggendong mu
hanya karna itu.’’Kata Davian.
‘’Lagian aku tidak akan menggendong mu sampai rumah.’’Tambahnya.
‘’Ayo cepat naik.’’Davian memaksa Adel naik ke punggungnya.
Adel pun akhirnya naik ke punggung Davian,mereka pun pergi dari sana Daniel yang dari tadi diam memperhatikan kakaknya dan Adel berdebat pun mengikuti kakaknya dan Adel pergi.
‘’Astaga,Davian! Adel kenapa?’’Kata Marisa panik saat melihat Adel di gendong Davian.
‘’Adel tidak apa apa tante,hanya terkilir saja.’’Jawab Adel
menenangkan Marisa.
‘’Benarkah,apa perlu tante panggilkan dokter.’’Tanya Marisa.
‘’Tidak perlu tante.’’Tolak Adel.
‘’Tante Adel ke atas dulu mau istirahat.’’Kata Adel,dia merasa tidak enak pada Davian pasti pegal menggendongnya.
‘’Ya sudah kamu istirahat.’’Kata Marisa.
‘’Davian antar Adel ke kamarnya.’’Lanjutnya.
‘’Iyah mah.’’Kata Davian,dia menaiki tangga menuju kamar
Adel.
‘’Daniel ke kamar juga yah mah.’’Kata Daniel.
‘’Iyah.’’Jawab Marisa.
‘’Eh,tapi kenapa Daniel bisa bareng dengan Adel dan Davian
yah.’’Kata Marisa bingung.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel saat dia sudah berada di kamarnya.
‘’Lain kali jangan nekad,tunggu aku datang.’’Kata Davian.
‘’Mengerti.’’Lanjutnya,Adel mengangguk.
‘’Bagus.’’Davian mengacak ngacak rambut Adel.
Daniel memperhatikan perlakuan Davian pada Adel di ambang
pintu lalu segera pergi sebelum Davian melihatnya.
Davian pergi dari kamar Adel,setelah kepergian Davian Adel
berguling guling di kasur sambil memegangi wajahnya yang seperti kepiting rebus.
‘’Kyaaa….ini ketiga kalinya gue di gendong Davian.’’Kata Adel senang.
‘’Uh senangnya,jadi pengen memeluk dada bidang Davian bagaimana yah rasanya.’’Kata Adel membayangkan berpelukan dengan Davian.
‘’Ahhh…… apa yang gue pikirkan?.’’Adel turun dari ranjang ingin mendinginkan kepalanya.
‘’Awww.’’Rintih Adel,dia lupa kalau kakinya keseleo.
__ADS_1
Meski Adel bilang tidak usah memanggil dokter tapi Marisa dan
Marselo tetap memanggil doctor pribadi keluarga mereka untuk memeriksa kaki Adel,mereka tidak mau calon menatu mereka kenapa napa.