
Satria membekap mulut Adel dan menariknya sedikit menjauh agar tak di ketahuan Davian dan Laura,Adel memukul mukul tangan
Satria agar melepaskan tangannya.
‘Nih orang kenapa seneng bangat bekap mulut gue sih.’Pikir
Adel kesal ,tiap ketemu saat mengikuti
Davian pasti membekapnya.
‘’Senior apa apaan sih?’’Tanya Adel kesal.
‘’Maaf kelepasan.’’Kata Satria tak bersalah.
‘’Senior ngapain di sini mengikuti Lauara juga.’’Tanya Adel.
‘’Siapa yang mengikuti mereka gue kesini mau nonton
film.’’Elak Satria sambil menunjukan tiket.
‘’Benarkah.’’Kata Adel yang menatapnya dengan curiga.
‘’Serius nih gue punya dua tiket.’’Kata Satria beralasan
untuk menghidari tatapan curiga yang Adel berikan.
‘’Oke…oke gue ngaku gue emang mengguntit mereka
berdua.’’Satria mengakuinya,dia merasa tak nyaman saat di tatap Adel seperti
itu,Adel mengangguk puas.
‘’Adel bagaimana kalau kita bekerja sama?’’Kata Satria
‘’Kerja sama.’’Tanya Adel.
‘’E’lo suka dengan Davian kan dan gue juga suka dengan
Laura.’’Kata Satria.
‘’Benar,lalu.’’Kata Adel.
‘’Kita jugakan tak tau akan terjadi apa di dalam bioskop
yang gelap,jadi kita harus mencegah kalau tangan Davian berbuat nakal.’’Kata
Satria.
‘’Davian tak seperti itu dia tak akan melakukan hal aneh
aneh yang senior tuduhkan.’’Kata Adel membela Davian.
‘’Itukan ke e’lo Kalau Laura kan beda, dia itu cantik
badannya juga seksi lelaki mana yang tak tertarik.’’Kata Satria.
‘’Iyah juga sih.’’Adel membenarkan ucapan Satria,Laura
memang lebih menarik dari pada dia.
‘’Baiklah kita berkerja sama.’’Kata Adel.
‘’Oke ayo kita masuk.’’Kata Satria,mereka masuk ke dalam
bioskop.
‘’Mereka duduk dimana yah.’’Kata Satria sambil celingakan
mencari Davian dan Laura.
‘’Itu disana.’’Kata Adel menunjuk ke arah mereka.
Satria dan Adel berjalan ke arah bangku yang berada di
belakang Davian dan Laura sambil
memutupi wajah mereka dengan majalah.
‘Semoga tidak terjadi apa apa.’Pikir Adel.
‘’Mereka itu sepasang suami istri juga di dunia nyata.’’Kata
Laura sambil mendekatkan wajahnya pada Davian.
‘’Benarkah.’’Balas Davian singkat.
‘Ini sih bukan Davian yang modus tapi Laura.’Pikir Adel
sebal karna Laura mencari kesempatan pada Davian.
Saat adegan romantic Laura berusaha bersandar di bahu
Davian,Adel menggulung majalah yang di bawanya di bahu Davian sehingga
menggangu Laura saat Laura menoleh ke belakang Adel dan Satria segera menunduh
serta menutup wajah mereka dengan majalah lagi.
‘’Maaf.’’Kata Adel dengan suara yang berbeda agar tak
ketauan.
‘’Kau melakukannya dengan baik.’’Bisik Satria dan memberinya
jempol,Adel pun melakukan hal sama.
Laura hanya tersenyum masam melihatnya, dia pikir mereka itu
sepasang kekasih yang sedang ciuman. Davian tidak terganggu sama sekali dia
asyik makan popcorn sambil menonton film yang masih di putar.
Setelah film selesai mereka keluar Davian menarik tangan
Laura saat Laura akan tertabrak ,Adel melihatnya sendu.
__ADS_1
‘Apa yang sedang gue lakukan?’Pikir Adel
‘’Adel cepat mereka ke buru jauh.’’Kata Satria melihat
Davian dan Laura menjauh.
‘’Aku mau berhenti.’’Kata Adel sendu.
‘’Apa maksud e’lo?’’Tanya Satria binggung.
‘’Kita membuntuti mereka dan merencanakan sesuatu untuk mengganggu mereka.’’Kata Adel
‘’Aku rasa ini salah.’’tambahnya.
‘’E’lo engak mau mengikuti mereka lagi.’’Kata Satria,Adel
menggangguk sendu.
‘’Aku melihat mereka begitu senang,pada akhirnya….’’Jeda
Adel dia menarik nafas.
‘’Jika mereka saling menyukai tidak ada yang bisa kita
lakukan.’’Kata Adel sedih.
‘’Jadi lo mau menyerah gitu aja.’’Kata Satria.
‘’Iyah,aku sudah tak sanggup lagi melihat ke dekatan
mereka.’’Kata Adel.
‘’Aku tidak mau menambah sakit di hati ku.’’Kata Adel
berbalik pergi.
‘’Permisi.’’Pamit Adel
‘’Adel tunggu.’’Satria mencoba menghentikan Adel.
BRUKK
‘’APA YANG KAU LAKUKAN HAH?’’Teriak marah seorang pria yang
tertabrak Adel.
‘’Maaf saya minta maaf.’’Kata Adel sedikit takut.
‘’Maaf kau bilang ,kau pikir dengan minta maaf bisa
menghilangkan noda ini.’’Kata pria itu lagi.
‘’Bagaimana kalau kami mengganti uang untuk
membersihkannya.’’Kata Satria ,dia melihat Adel yang menunduk ketakutan .
‘’Mengganti.’’Pria itu berpikir sejenak lalu menggangkat
tangannya menunjukan kelima jarinya.
‘’Ini.’’Kata Satria senang karna pria itu menyetujuinya,dia
‘’Hm.’’Pria itu menggelengkan kepala.
‘’500.000 ribu.’’Kata Satria tapi pria itu menggelengkan
kepala lagi.
‘’5000.000 juta.’’Kata Satria kaget,dia menggangguk.
‘’Yang benar saja.’’Kata Satria sedikit berteriak.
‘’Asal kau tau saja harga baju yang dia kotori itu
10.000.000 juta, jadi wajar kalau kau menggantinya setengahnya.’’Kata pria itu
sambil menarik kerah baju Satria.
‘’Senior.’’Teriak Adel terkejut melihat Satria di tarik
kerahnya.
‘’Ka..kami baru berusia 20 tahun ja..jadi tak mungkin kami
punya uang sebanyak it..itu.’’Kata Satria terbata karna lehernya tercekik.
‘’Tuan tolong lepaskan senior saya.’’Kata Adel berusaha
melepaskan Satria.
‘’APA KAU MAIN MAIN DENGAN KU HAH.’’Teriaknya marah dan
mendorong Adel.
‘’Adel.’’Kata Satria melihat Adel terdorong ke lantai.
‘’Aduh.’’Rintih Adel.
‘’Kau baik baik saja.’’Kata Davian mengulurkan tangan untuk
membantu Adel.
‘’Mm,tidak apa apa.’’Adel mendongkakan wajahnya dia terkejut melihat Davian datang menolongnya dan dia juga
merasa lega.
Sebenarnya Davian sudah tau kalau Adel itu mengikuti dirinya
jadi saat dia mendengar Adel berteriak dia sedikit khawatir terjadi apa apa
dengan Adel dan ternyata dia benar.
‘’Senior ada yang terjadi.’’Tanya Davian sambil menarik
tangan Adel menjauh sedikit ,Laura datang di belakang Davian dia tak mengerti
__ADS_1
kenapa Davian tiba tiba kembali lagi.
‘’Ah…Davian kau di sini.’’Kata Satria lega.
‘’E’lo kan kaya apa bisa lo memberikannya uang.’’Kata Satria,pria tersebut melepaskan
tangannya dan melihat ke arah Davian.
‘’Bos ada apa.’’Dua anak buah pria itu menghampiri Satria
dan yang lain.
‘’Senior sebelum itu………’’Melihat kedatangan mereka Davian
memberi kode pada Satria dan di mengerti olehnya.
‘’Satu….dua…..’’Kata Satria pelan memainkan matanya.
‘’Tiga…LARI.’’Teriak Satria,Davian berlari menarik tangan Adel melihat Davian menarik
Adel Satria mengambil tangan Laura dan berlari .
‘’KEJAR MEREKA.’’Teriak pria itu saat mereka melarikan
diri,kedua anak buahnya berpencar mengejar mereka.
‘’Berhenti kalian.’’Teriak salah satu anak buah pria itu
pada Adel dan Davian.
‘’Bagaimana ini mereka mengejar kita.’’Kata Adel panik melihat
ke belakang.
Davian melihat sekeliling mencari tempat untuk mereka
bersembunyi dari kejaran anak buah pria itu.
‘’Kita ke sana.’’Davian menarik tangan Adel dengan cepat
untuk mengelabuinya.
‘’Kemana perginya mereka.’’Katanya,dia berhenti sambil
melihat sekeliling.
‘’Cepet sekali hilangnya.’’Katanya lagi.
‘’Sebaik gue pergi ke sana.’’Katanya pergi ke arah
sebaliknya.
Davian dan Adel keluar di saat anak buah pria itu pergi
menjauh mereka bernafas lega sambil memegangi dada mengatur deru nafas mereka.
Davian membeli minuman untuk dia dan Adel.
‘’Ini.’’Davian menyerahkan sebotol minuman pada Adel.
‘’Terima kasih.’’Adel tersenyum menerimanya dan langsung
meminumnya.
‘’Terima kasih sudah menolong gue.’’Kata Adel.
‘’Tak bisakah kau tidak membuat masalah sehari saja.’’Kata
Davian datar.
‘’Maaf.’’Kata Adel mendengar Davian memarahinya.
‘’Jangan hanya minta maaf ,kau tau yang tadi itu
berbahaya.’’Kata Davian,Adel tidak tau betapa khawatirnya dia saat melihat Adel
di dorong tadi.
‘’Iyah.’’Jawab Adel lirih.
‘’Lain kali jangan bertidak cerobah dan berpikirlah lebih
dulu sebelum bertindak.’’Kata Davian menasehati Adel agar kejadian hari ini tak
terulang.
Tak setiap saat Davian ada di dekat Adel dan hari ini ke
betulan dia bisa datang menolongnya karna dia menyadari Adel tak mengikutinya
lagi jadi dia memelankan langkahnya tapi, lain kali dia tak tau bisa atau
tidaknya menolong Adel.
‘’Sudah lah, jadi kita akan pergi kemana?’’Tanya Davian yang melihat Adel
menunduk sedih.
‘’Hah.’’Kata Adel terkejut mendengar Davian mengatakan itu.
‘’Kau mau pergi kamana sekarang.’’Tanya Davian lagi.
‘’E’lo mau menemani gue.’’Kata Adel senang.
‘Cepat sekali perubahan sikapnya.’Pikir Davian yang
melihat perubahan sikap Adel yang tadinya sedih bisa langsung senang kembali.
‘’Iyah.’’Jawabnya Davian singkat.
‘’Kalau gitu ayo kita pergi ke taman bermain.’’Kata Adel
gembira.
Davian tak menjawab Adel dia berjalan kembali untuk
__ADS_1
mengambil motornya yang masih ada di sana Adel mengikuti Davian dengan senyum
yang tak lepas di bibir manisnya.