Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
56


__ADS_3

Satria membekap mulut Adel dan menariknya  sedikit  menjauh agar tak di ketahuan Davian dan Laura,Adel memukul mukul tangan


Satria agar melepaskan tangannya.


‘Nih orang kenapa seneng bangat bekap mulut gue sih.’Pikir


Adel kesal ,tiap  ketemu saat mengikuti


Davian pasti membekapnya.


‘’Senior apa apaan sih?’’Tanya Adel kesal.


‘’Maaf kelepasan.’’Kata Satria tak bersalah.


‘’Senior ngapain di sini mengikuti Lauara juga.’’Tanya Adel.


‘’Siapa yang mengikuti mereka gue kesini mau nonton


film.’’Elak Satria sambil menunjukan tiket.


‘’Benarkah.’’Kata Adel yang menatapnya dengan curiga.


‘’Serius nih gue punya dua tiket.’’Kata Satria beralasan


untuk menghidari tatapan curiga yang Adel berikan.


‘’Oke…oke gue ngaku gue emang mengguntit mereka


berdua.’’Satria mengakuinya,dia merasa tak nyaman saat di tatap Adel seperti


itu,Adel mengangguk puas.


‘’Adel bagaimana kalau kita bekerja sama?’’Kata Satria


‘’Kerja sama.’’Tanya Adel.


‘’E’lo suka dengan Davian kan dan gue juga suka dengan


Laura.’’Kata Satria.


‘’Benar,lalu.’’Kata Adel.


‘’Kita jugakan tak tau akan terjadi apa di dalam bioskop


yang gelap,jadi kita harus mencegah kalau tangan Davian berbuat nakal.’’Kata


Satria.


‘’Davian tak seperti itu dia tak akan melakukan hal aneh


aneh yang senior tuduhkan.’’Kata Adel membela Davian.


‘’Itukan ke e’lo Kalau Laura kan beda, dia itu cantik


badannya juga seksi lelaki mana yang tak tertarik.’’Kata Satria.


‘’Iyah juga sih.’’Adel membenarkan ucapan Satria,Laura


memang lebih menarik dari pada dia.


‘’Baiklah kita berkerja sama.’’Kata Adel.


‘’Oke ayo kita masuk.’’Kata Satria,mereka masuk ke dalam


bioskop.


‘’Mereka duduk dimana yah.’’Kata Satria sambil celingakan


mencari Davian dan Laura.


‘’Itu disana.’’Kata Adel menunjuk ke arah mereka.


Satria dan Adel berjalan ke arah bangku yang berada di


belakang Davian dan Laura  sambil


memutupi wajah mereka dengan majalah.


‘Semoga tidak terjadi apa apa.’Pikir Adel.


‘’Mereka itu sepasang suami istri juga di dunia nyata.’’Kata


Laura sambil mendekatkan wajahnya pada Davian.


‘’Benarkah.’’Balas Davian singkat.


‘Ini sih bukan Davian yang modus tapi Laura.’Pikir Adel


sebal karna Laura mencari kesempatan pada Davian.


Saat adegan romantic Laura berusaha bersandar di bahu


Davian,Adel menggulung majalah yang di bawanya di bahu Davian sehingga


menggangu Laura saat Laura menoleh ke belakang Adel dan Satria segera menunduh


serta menutup wajah mereka dengan majalah lagi.


‘’Maaf.’’Kata Adel dengan suara yang berbeda agar tak


ketauan.


‘’Kau melakukannya dengan baik.’’Bisik Satria dan memberinya


jempol,Adel pun melakukan hal sama.


Laura hanya tersenyum masam melihatnya, dia pikir mereka itu


sepasang kekasih yang sedang ciuman. Davian tidak terganggu sama sekali dia


asyik makan popcorn sambil menonton film yang masih di putar.


Setelah film selesai mereka keluar Davian menarik tangan


Laura saat Laura akan tertabrak ,Adel melihatnya sendu.

__ADS_1


‘Apa yang sedang gue lakukan?’Pikir Adel


‘’Adel cepat mereka ke buru jauh.’’Kata Satria melihat


Davian dan Laura menjauh.


‘’Aku mau berhenti.’’Kata Adel sendu.


‘’Apa maksud e’lo?’’Tanya Satria binggung.


‘’Kita membuntuti mereka dan merencanakan sesuatu untuk  mengganggu mereka.’’Kata Adel


‘’Aku rasa ini salah.’’tambahnya.


‘’E’lo engak mau mengikuti mereka lagi.’’Kata Satria,Adel


menggangguk sendu.


‘’Aku melihat mereka begitu senang,pada akhirnya….’’Jeda


Adel dia menarik nafas.


‘’Jika mereka saling menyukai tidak ada yang bisa kita


lakukan.’’Kata Adel sedih.


‘’Jadi lo mau menyerah gitu aja.’’Kata Satria.


‘’Iyah,aku sudah tak sanggup lagi melihat ke dekatan


mereka.’’Kata Adel.


‘’Aku tidak mau menambah sakit di hati ku.’’Kata Adel


berbalik pergi.


‘’Permisi.’’Pamit Adel


‘’Adel tunggu.’’Satria mencoba menghentikan Adel.


BRUKK


‘’APA YANG KAU LAKUKAN HAH?’’Teriak marah seorang pria yang


tertabrak Adel.


‘’Maaf saya minta maaf.’’Kata Adel sedikit takut.


‘’Maaf kau bilang ,kau pikir dengan minta maaf bisa


menghilangkan noda ini.’’Kata pria itu lagi.


‘’Bagaimana kalau kami mengganti uang untuk


membersihkannya.’’Kata Satria ,dia melihat Adel yang menunduk ketakutan .


‘’Mengganti.’’Pria itu berpikir sejenak lalu menggangkat


tangannya menunjukan kelima jarinya.


‘’Ini.’’Kata Satria senang karna pria itu menyetujuinya,dia


‘’Hm.’’Pria itu menggelengkan kepala.


‘’500.000 ribu.’’Kata Satria tapi pria itu menggelengkan


kepala lagi.


‘’5000.000 juta.’’Kata Satria kaget,dia menggangguk.


‘’Yang benar saja.’’Kata Satria sedikit berteriak.


‘’Asal kau tau saja harga baju yang dia kotori itu


10.000.000 juta, jadi wajar kalau kau menggantinya setengahnya.’’Kata pria itu


sambil menarik kerah baju Satria.


‘’Senior.’’Teriak Adel terkejut melihat Satria di tarik


kerahnya.


‘’Ka..kami baru berusia 20 tahun ja..jadi tak mungkin kami


punya uang sebanyak it..itu.’’Kata Satria terbata karna lehernya tercekik.


‘’Tuan tolong lepaskan senior saya.’’Kata Adel berusaha


melepaskan Satria.


‘’APA KAU MAIN MAIN DENGAN KU HAH.’’Teriaknya marah dan


mendorong  Adel.


‘’Adel.’’Kata Satria melihat Adel terdorong ke lantai.


‘’Aduh.’’Rintih Adel.


‘’Kau baik baik saja.’’Kata Davian mengulurkan tangan untuk


membantu Adel.


‘’Mm,tidak apa apa.’’Adel mendongkakan wajahnya  dia terkejut  melihat Davian datang menolongnya dan dia juga


merasa lega.


Sebenarnya Davian sudah tau kalau Adel itu mengikuti dirinya


jadi saat dia mendengar Adel berteriak dia sedikit khawatir terjadi apa apa


dengan Adel dan ternyata dia benar.


‘’Senior ada yang terjadi.’’Tanya Davian sambil menarik


tangan Adel menjauh sedikit ,Laura datang di belakang Davian dia tak mengerti

__ADS_1


kenapa Davian tiba tiba kembali lagi.


‘’Ah…Davian kau di sini.’’Kata Satria lega.


‘’E’lo kan kaya apa bisa lo memberikannya  uang.’’Kata Satria,pria tersebut melepaskan


tangannya dan melihat ke arah Davian.


‘’Bos ada apa.’’Dua anak buah pria itu menghampiri Satria


dan yang lain.


‘’Senior sebelum itu………’’Melihat kedatangan mereka Davian


memberi kode pada Satria dan di mengerti olehnya.


‘’Satu….dua…..’’Kata Satria pelan memainkan matanya.


‘’Tiga…LARI.’’Teriak Satria,Davian berlari  menarik tangan Adel melihat Davian menarik


Adel Satria mengambil tangan Laura dan berlari .


‘’KEJAR MEREKA.’’Teriak pria itu saat mereka melarikan


diri,kedua anak buahnya berpencar mengejar mereka.


‘’Berhenti kalian.’’Teriak salah satu anak buah pria itu


pada Adel dan Davian.


‘’Bagaimana ini mereka mengejar kita.’’Kata Adel panik melihat


ke belakang.


Davian melihat sekeliling mencari tempat untuk mereka


bersembunyi dari kejaran anak buah pria itu.


‘’Kita ke sana.’’Davian menarik tangan Adel dengan cepat


untuk mengelabuinya.


‘’Kemana perginya mereka.’’Katanya,dia berhenti sambil


melihat sekeliling.


‘’Cepet sekali hilangnya.’’Katanya lagi.


‘’Sebaik gue pergi ke sana.’’Katanya pergi ke arah


sebaliknya.


Davian dan Adel keluar di saat anak buah pria itu pergi


menjauh mereka bernafas lega sambil memegangi dada mengatur deru nafas mereka.


Davian membeli minuman untuk dia dan Adel.


‘’Ini.’’Davian menyerahkan sebotol minuman pada Adel.


‘’Terima kasih.’’Adel tersenyum menerimanya dan langsung


meminumnya.


‘’Terima kasih sudah menolong gue.’’Kata Adel.


‘’Tak bisakah kau tidak membuat masalah sehari saja.’’Kata


Davian datar.


‘’Maaf.’’Kata Adel mendengar Davian memarahinya.


‘’Jangan hanya minta maaf ,kau tau yang tadi itu


berbahaya.’’Kata Davian,Adel tidak tau betapa khawatirnya dia saat melihat Adel


di dorong  tadi.


‘’Iyah.’’Jawab Adel lirih.


‘’Lain kali jangan bertidak cerobah dan berpikirlah lebih


dulu sebelum bertindak.’’Kata Davian menasehati Adel agar kejadian hari ini tak


terulang.


Tak setiap saat Davian ada di dekat Adel dan hari ini ke


betulan dia bisa datang menolongnya karna dia menyadari Adel tak mengikutinya


lagi jadi dia memelankan langkahnya tapi, lain kali dia tak tau bisa atau


tidaknya menolong Adel.


‘’Sudah lah, jadi kita akan pergi  kemana?’’Tanya Davian yang melihat Adel


menunduk sedih.


‘’Hah.’’Kata Adel terkejut mendengar Davian mengatakan itu.


‘’Kau mau pergi kamana sekarang.’’Tanya Davian lagi.


‘’E’lo mau menemani gue.’’Kata Adel senang.


‘Cepat sekali perubahan sikapnya.’Pikir Davian yang


melihat  perubahan sikap Adel yang  tadinya sedih bisa langsung senang kembali.


‘’Iyah.’’Jawabnya Davian singkat.


‘’Kalau gitu ayo kita pergi ke taman bermain.’’Kata Adel


gembira.


Davian tak menjawab Adel dia berjalan kembali untuk

__ADS_1


mengambil motornya yang masih ada di sana Adel mengikuti Davian dengan senyum


yang tak lepas di bibir manisnya.


__ADS_2