Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
34


__ADS_3

Tia datang ke kelasnya Lili untuk mengajaknya pulang


bersama. Tia melihat Lili yang sedang membereskan buku bukunya.


‘’Hay Li.’’Sapa Tia,dia berjalan menghampiri Lili dan duduk di


bangku dekat Lili.


‘’Hay loh kok sendiri Adel mana.’’Tanya Lili karna tak melihat


Adel bersamanya.


‘’Dia pergi ke klub.’’Jawab Tia.


‘’oh yah gue lupa sekarangkan dia bergabung ke dalam


klub.’’Kata Lili


‘’Adel bilang tak perlu menunggunya,kita di suruh pulang


duluan.’’Kata Tia memberitau.


‘’Ya sudah ayo.’’Kata Lili


Mereka berjalan pergi meninggalkan ruangan  kelas


‘’Kita mau langsung pulang atau gimana.’’Tanya Lili


‘’Gimana kalau kita ke kafe  dulu jangan langsung pulang.’’Jawab Tia


‘’Oke,sekalian kita menunggu Adel.’’Kata Lili,


‘’Setuju.’’Tia menganggukan kepalanya setuju.


Tia dan Lili akhirnya pergi ke kafe dekat kampus mereka


sekalian menunggu Adel selesai klub. Sesampainya di kafe mereka duduk di dekat


jendela dan langsung memesan makanan. Mereka menunggu pesanan mereka sambil


mengobrol.


‘’Bagaimana dengan  kelas lo Li,apa seru.’’Tanya Tia


‘’Lumayan,sayang kita enggak satu jurusan.’’Jawab Lili


‘’Iyah yah, waktu SMA biasanya kita kan selalu satu


kelas.’’Kata Tia,mereka bertiga selalu satu kelas dari kelas 10 sampai kelas12.


‘’Apa di kelas lo ada cowok yang lo suka.’’Tanya Tia


‘’Enggak,memang kenapa ?ada yang lo suka di kelas lo.’’Jawab


Lili ples bertanya pada Tia.


‘’Enggak juga sih.’’Kata Tia


‘’Cuman gue penasaran aja kira kira kalau kita suka sama


cowok apa kita akan berjuang sampe sekeras itu seperti yang di lakukan


Adel.’’Tambah Tia


‘’Entah lah tapi gue bukan tipe orang yang pantang menyerah


kaya Adel apa lagi kalau dia nyakitin lebih baik cari yang lain.’’Kata Lili


‘’Lo bener.’’Kata Tia setuju


Pelayan yang membawa pesanan mereka pun datang dan


menghidangkannya di meja.


‘’Ini pesanan anda.’’Kata pelayan tersebut dan menatanya di


atas meja.


‘’Selamat menikmati.’’Katanya lagi lalu dia pergi.


‘’Wah akhirnya , gue lapar banget.’’Kata Tia dan lansung


menyantapnya.


‘’Dasar tukang makan hati hati tambah gendut.’’Kata Lili


memperingatkan.


‘’Gendut itu seksi.’’Balas Tia centil.


‘’suka suka lo aja deh.’’Kata Lili


‘’Ngomong ngomong Adel lagi apa yah.’’Kata Tia


‘’Apa lagi selain melihat Davian.’’Kata Lili


‘’Tapi gue kagum dengan kegigihan Adel.’’Lamjutnya


‘’Yah dia sampai bela belain belajar masak hanya untuk


membuatkan bekal makan siang untuk Davian.’’Kata Tia


‘’Jadi  bekal yang


selalu di bawa Davian itu buatan Adel.’’Kata Diki yang tiba tiba datang dan


ikut mengobrol membuat Tia dan Lili kaget.


‘’Astaga ,lo bikin kaget aja.’’Teriak Tia pada Diki


‘’Hehe maaf,habis nya pembicaraan kalian menarik.’’Kata


Diki, dia menarik bangku dan duduk satu meja dengan Tia dan Lili.


Fadli dan Denis juga ikut bergabung dengan mereka,karna

__ADS_1


Diki,Fadli dan Denis itu satu jurusan dan  itulah kenapa mereka bisa bersama sama datang


ke kafe.


‘’Adel membuatkan Davian bekal.’’Tanya Fadli setelah duduk.


‘’Bagaimana yah reaksi Reno kalau tau Adel membuatkan Davian


bekal hahaha.’’Kata Denis,dia tertawa membayangkan wajah kesal Reno.


‘’Mungkin dia bakal teriak teriak lalu pingsan.’’Kata Diki


yang ikutan memtertawakan Reno


‘’Kenapa kalian berdua bisa bersama Diki.’’Tanya Lili pada


Fadli dan Denis


‘’Kami satu jurusan .’’Kata Fadli


‘’Oh.’’Kata Lili dan melanjutkan lagi makannya.


‘’Tapi kalian benar soal Adel yang membuatkan bekal untuk


Davian .’’Tanya Diki di sedikit tidak percaya.


‘’Karna setau gue dari dulu Davian itu selalu nolak kalau


tante Marisa membawakannya bekal.’’Tambah Diki.


‘’Beneran gue serius Adel sendiri yang bilang.’’Kata Tia


‘’Dia minta tante Marisa mengajarinya memasak,untuk


membuatkan bekal sebagai permintaan maaf karna telah mengganggu istirahatnya


Davian.’’Kata Tia menjelaskannya.


‘’Dan waktu Davian mengajari kita kita untuk persiapan ujian


Adel juga sering membuatkan bekal sebagai ucapan terima kasih.’’Kata Lili


‘’Seriusan.’’Kata Fadlil dan Denis.


‘’Iyah.’’Jawab Tia dan Lili bersama sama.


‘Jangan jangan nasi goreng sosis yang waktu itu gue makan


sampai habis .’Pikir Diki


‘Jadi bekal itu yang membuatnya Adel, menarik.’Pikir


Diki,dia tersenyum mistrius.


‘’Gue baru nyadar Adel enggak bersama kalian.’’Tanya Diki


‘’Biasanya kaliankan kemana mana selalu bertiga.’’Tambahnya.


‘’Dia sekarang bergabung dengan klub basket.’’Kata Tia


‘’Tumben tuh anak mau bergabung dengan klub basket


‘’Disana kan ada Davian.’’Kata Tia


‘’Davian masuk klub Basket.’’Kata Diki


‘’Wih Reno meski di beritahu soal ini.’’Kata Denis


menyeringai


‘’Setuju biar tambah seru.’’Kata Diki


‘’Apa kalian kemari Cuma mau membahas Adel ,Reno dan Davian


doang.’’Kata Lili


‘’Oh yah sampai lupa,mbak saya mau pesan.’’Teriak Denis


Denis dan yang lainnya memesan makanan mereka,Lili dan Tia


pergi dari kafe duluan setelah menghubungi Adel dan mereka berdua kembali ke


kampus untuk menjemput Adel yang sudah selesai atau tepatnya Adel pergi duluan karna


Davian juga pulang duluan jadi Adel juga ikut pulang.


‘’Adel .’’Panggil Marisa


‘’Iya tante ada apa.’’Tanya Adel


Adel dan Marisa sedang berada di dapur mereka sedang memasak


untuk makan malam Adel membantu Marisa sekalian belajar biar semakin jago memasak


untuk Davian nanti.


‘’Bagaimana kuliahmu.’’Tanya Marisa sambil memotong sayuran.


‘’Lancar tante,sekarang Adel  berada di klub yang sama dengan Davian.’’Kata Adel ,dia sedang mencuci


daging.


‘’Benarkah, itu bagus.’’Kata Marisa,dia senang Adel bisa bersama


sama Davian.


‘’Jangan biarkan wanita mana pun memdekati Davian tempeli


terus Davian, mengerti.’’Kata Marisa,Marisa memegang tangan Adel.


‘’Iyah tante Adel pasti akan mengikuti Davian kemana


pun.’’Kata Adel bersemangat.


‘’Bagus,itu bagus.’’Kata Marisa senang dia tidak perlu

__ADS_1


khawatir lagi kalau Davian dekat dengan wanita Lain lagian  Marisa hanya Mau Adel yang jadi menantunya


nanti.


‘’Sungguh sial nasib mu kak,akan aku do’akan semoga kau di


beri kekuatan,aminn.’’Kata Daniel,dia merasa merinding saat mendengar mamanya


dan Adel membicarakan kakaknya tadinya dia mau mengambil air tapi dia urungkan


dan kembali ke ruang keluarga lagi.


Setelah makan malam siap semuanya makan malam dengan tenang  terdengar dentingan sendok dan piring dan


sedikit candaan antara Marselo dan Tomi yang membahas soal masa lalu,Adel dan


Marisa ikut tertawa bersama.


Davian berdiri di balkon dia langsung pergi setelah selesai


makan malam, dia melihat langit malam dan entah apa yang sedang di pikirkan.Setelah


membereskan meja makan dan mencuci piring Adel kembali ke kamarnya dan tak


sengaja melihat Davian yang sedang berdiri di balkon.


‘’Lo sedang apa .’’Tanya Adel dan menghampiri Davian.


Davian hanya menoleh pada Adel dan kembali menatap langait


Adel juga melihat langit malam yang tak terlalu banyak bintang.


‘’Kenapa lo bergabung ke klub basket.’’Tanya Davian tiba


tiba.


‘’Cuman mau masuk doang,enggak ada alasan.’’Kata Adel


berbohong.


‘’Benarkah.’’Davian menatap Adel.


‘’Be..benar kok.’’Kata Adel gugup karna di tatap seperti itu


oleh Davian.


‘’Bukan karna gue yang masuk ke tim basket.’’Kata Davian


terdengar menggoda.


‘’Bu..bukan.’’Kata Adel yang bertambah gugup.


Davian melangkah ke belakang Adel dan memeluk Adel dari


belakang,Adel terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu dari Davian.


‘’Dav Davian.’’Wajah Adel sudah memerah seperti kepiting


rebus.


‘’Iyah.’’Kata Davian lembut,dia mendekatkan wajahnya pada


Adel.


‘’Apa yang sedang lo lakukan.’’Kata Adel jantungnya dag dig


dug kencang.


‘’Memang apa yang gue lakukan.’’Davian tersenyum lalu


menempelkan bibirnya pada bibir Adel.


Adel semakin terkejut saat Davian menciumnya lalu Davian


memperdalam ciumannya, ******* bibir Adel dengan rakusnya,membelit lidahnya


membuat Adel kewalahan dengan ciuman Davian.


Merasa sudah sesak Adel memukul mukul dada Davian melihat


Adel yang sudah sesak nafas Davian melepaskan ciumannya lalu memukul dahi Adel


cukup keras.


‘’Aaww.’’Saat di pukul Adel memejamkan matanya.


Adel mengusap usap dahi yang tadi di pukul Davian lalu


membuka matanya dia binggung tidak melihat Davian  di sampingnya,Adel melihat ke arah balkon.


‘’Bukannya tadi gue dibalkon kok jadi di sini.’’Kata Adel


binggung.


‘’Apa yang tadi itu cuman hayalan gue saja yah,tapi terasa


nyata.’’Adel memegang bibirnya wajahnya kembali memerah mengingat kejadian


tadi.


Adel melirik ke kanan dan kiri lalu berlari ke kamarnya bisa


malu kalau ada orang yang melihat dirinya seperti itu apa lagi kalau yang


melihatnya adalah Daniel bisa habis dia di tertawakan olehnya.


Tapi tampa Adel tau ada dua sosok dengan ekspresi yang


berbeda,yang satu menyeringai mistrius dan yang satu lagi shok dengan mulut


yang terbuka lebar dan mata yang hampir keluar dengan yang terjadi tadi. Apa


itu cuman hayalan atau kenyataan ?


KALI INI SAYA TIDAK

__ADS_1


TELAT LAGI,SEMOGA SUKA DAN JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA YAH SAMPAI JUMPA


LAGI.BAY BAY


__ADS_2