
Tia datang ke kelasnya Lili untuk mengajaknya pulang
bersama. Tia melihat Lili yang sedang membereskan buku bukunya.
‘’Hay Li.’’Sapa Tia,dia berjalan menghampiri Lili dan duduk di
bangku dekat Lili.
‘’Hay loh kok sendiri Adel mana.’’Tanya Lili karna tak melihat
Adel bersamanya.
‘’Dia pergi ke klub.’’Jawab Tia.
‘’oh yah gue lupa sekarangkan dia bergabung ke dalam
klub.’’Kata Lili
‘’Adel bilang tak perlu menunggunya,kita di suruh pulang
duluan.’’Kata Tia memberitau.
‘’Ya sudah ayo.’’Kata Lili
Mereka berjalan pergi meninggalkan ruangan kelas
‘’Kita mau langsung pulang atau gimana.’’Tanya Lili
‘’Gimana kalau kita ke kafe dulu jangan langsung pulang.’’Jawab Tia
‘’Oke,sekalian kita menunggu Adel.’’Kata Lili,
‘’Setuju.’’Tia menganggukan kepalanya setuju.
Tia dan Lili akhirnya pergi ke kafe dekat kampus mereka
sekalian menunggu Adel selesai klub. Sesampainya di kafe mereka duduk di dekat
jendela dan langsung memesan makanan. Mereka menunggu pesanan mereka sambil
mengobrol.
‘’Bagaimana dengan kelas lo Li,apa seru.’’Tanya Tia
‘’Lumayan,sayang kita enggak satu jurusan.’’Jawab Lili
‘’Iyah yah, waktu SMA biasanya kita kan selalu satu
kelas.’’Kata Tia,mereka bertiga selalu satu kelas dari kelas 10 sampai kelas12.
‘’Apa di kelas lo ada cowok yang lo suka.’’Tanya Tia
‘’Enggak,memang kenapa ?ada yang lo suka di kelas lo.’’Jawab
Lili ples bertanya pada Tia.
‘’Enggak juga sih.’’Kata Tia
‘’Cuman gue penasaran aja kira kira kalau kita suka sama
cowok apa kita akan berjuang sampe sekeras itu seperti yang di lakukan
Adel.’’Tambah Tia
‘’Entah lah tapi gue bukan tipe orang yang pantang menyerah
kaya Adel apa lagi kalau dia nyakitin lebih baik cari yang lain.’’Kata Lili
‘’Lo bener.’’Kata Tia setuju
Pelayan yang membawa pesanan mereka pun datang dan
menghidangkannya di meja.
‘’Ini pesanan anda.’’Kata pelayan tersebut dan menatanya di
atas meja.
‘’Selamat menikmati.’’Katanya lagi lalu dia pergi.
‘’Wah akhirnya , gue lapar banget.’’Kata Tia dan lansung
menyantapnya.
‘’Dasar tukang makan hati hati tambah gendut.’’Kata Lili
memperingatkan.
‘’Gendut itu seksi.’’Balas Tia centil.
‘’suka suka lo aja deh.’’Kata Lili
‘’Ngomong ngomong Adel lagi apa yah.’’Kata Tia
‘’Apa lagi selain melihat Davian.’’Kata Lili
‘’Tapi gue kagum dengan kegigihan Adel.’’Lamjutnya
‘’Yah dia sampai bela belain belajar masak hanya untuk
membuatkan bekal makan siang untuk Davian.’’Kata Tia
‘’Jadi bekal yang
selalu di bawa Davian itu buatan Adel.’’Kata Diki yang tiba tiba datang dan
ikut mengobrol membuat Tia dan Lili kaget.
‘’Astaga ,lo bikin kaget aja.’’Teriak Tia pada Diki
‘’Hehe maaf,habis nya pembicaraan kalian menarik.’’Kata
Diki, dia menarik bangku dan duduk satu meja dengan Tia dan Lili.
Fadli dan Denis juga ikut bergabung dengan mereka,karna
__ADS_1
Diki,Fadli dan Denis itu satu jurusan dan itulah kenapa mereka bisa bersama sama datang
ke kafe.
‘’Adel membuatkan Davian bekal.’’Tanya Fadli setelah duduk.
‘’Bagaimana yah reaksi Reno kalau tau Adel membuatkan Davian
bekal hahaha.’’Kata Denis,dia tertawa membayangkan wajah kesal Reno.
‘’Mungkin dia bakal teriak teriak lalu pingsan.’’Kata Diki
yang ikutan memtertawakan Reno
‘’Kenapa kalian berdua bisa bersama Diki.’’Tanya Lili pada
Fadli dan Denis
‘’Kami satu jurusan .’’Kata Fadli
‘’Oh.’’Kata Lili dan melanjutkan lagi makannya.
‘’Tapi kalian benar soal Adel yang membuatkan bekal untuk
Davian .’’Tanya Diki di sedikit tidak percaya.
‘’Karna setau gue dari dulu Davian itu selalu nolak kalau
tante Marisa membawakannya bekal.’’Tambah Diki.
‘’Beneran gue serius Adel sendiri yang bilang.’’Kata Tia
‘’Dia minta tante Marisa mengajarinya memasak,untuk
membuatkan bekal sebagai permintaan maaf karna telah mengganggu istirahatnya
Davian.’’Kata Tia menjelaskannya.
‘’Dan waktu Davian mengajari kita kita untuk persiapan ujian
Adel juga sering membuatkan bekal sebagai ucapan terima kasih.’’Kata Lili
‘’Seriusan.’’Kata Fadlil dan Denis.
‘’Iyah.’’Jawab Tia dan Lili bersama sama.
‘Jangan jangan nasi goreng sosis yang waktu itu gue makan
sampai habis .’Pikir Diki
‘Jadi bekal itu yang membuatnya Adel, menarik.’Pikir
Diki,dia tersenyum mistrius.
‘’Gue baru nyadar Adel enggak bersama kalian.’’Tanya Diki
‘’Biasanya kaliankan kemana mana selalu bertiga.’’Tambahnya.
‘’Dia sekarang bergabung dengan klub basket.’’Kata Tia
‘’Tumben tuh anak mau bergabung dengan klub basket
‘’Disana kan ada Davian.’’Kata Tia
‘’Davian masuk klub Basket.’’Kata Diki
‘’Wih Reno meski di beritahu soal ini.’’Kata Denis
menyeringai
‘’Setuju biar tambah seru.’’Kata Diki
‘’Apa kalian kemari Cuma mau membahas Adel ,Reno dan Davian
doang.’’Kata Lili
‘’Oh yah sampai lupa,mbak saya mau pesan.’’Teriak Denis
Denis dan yang lainnya memesan makanan mereka,Lili dan Tia
pergi dari kafe duluan setelah menghubungi Adel dan mereka berdua kembali ke
kampus untuk menjemput Adel yang sudah selesai atau tepatnya Adel pergi duluan karna
Davian juga pulang duluan jadi Adel juga ikut pulang.
‘’Adel .’’Panggil Marisa
‘’Iya tante ada apa.’’Tanya Adel
Adel dan Marisa sedang berada di dapur mereka sedang memasak
untuk makan malam Adel membantu Marisa sekalian belajar biar semakin jago memasak
untuk Davian nanti.
‘’Bagaimana kuliahmu.’’Tanya Marisa sambil memotong sayuran.
‘’Lancar tante,sekarang Adel berada di klub yang sama dengan Davian.’’Kata Adel ,dia sedang mencuci
daging.
‘’Benarkah, itu bagus.’’Kata Marisa,dia senang Adel bisa bersama
sama Davian.
‘’Jangan biarkan wanita mana pun memdekati Davian tempeli
terus Davian, mengerti.’’Kata Marisa,Marisa memegang tangan Adel.
‘’Iyah tante Adel pasti akan mengikuti Davian kemana
pun.’’Kata Adel bersemangat.
‘’Bagus,itu bagus.’’Kata Marisa senang dia tidak perlu
__ADS_1
khawatir lagi kalau Davian dekat dengan wanita Lain lagian Marisa hanya Mau Adel yang jadi menantunya
nanti.
‘’Sungguh sial nasib mu kak,akan aku do’akan semoga kau di
beri kekuatan,aminn.’’Kata Daniel,dia merasa merinding saat mendengar mamanya
dan Adel membicarakan kakaknya tadinya dia mau mengambil air tapi dia urungkan
dan kembali ke ruang keluarga lagi.
Setelah makan malam siap semuanya makan malam dengan tenang terdengar dentingan sendok dan piring dan
sedikit candaan antara Marselo dan Tomi yang membahas soal masa lalu,Adel dan
Marisa ikut tertawa bersama.
Davian berdiri di balkon dia langsung pergi setelah selesai
makan malam, dia melihat langit malam dan entah apa yang sedang di pikirkan.Setelah
membereskan meja makan dan mencuci piring Adel kembali ke kamarnya dan tak
sengaja melihat Davian yang sedang berdiri di balkon.
‘’Lo sedang apa .’’Tanya Adel dan menghampiri Davian.
Davian hanya menoleh pada Adel dan kembali menatap langait
Adel juga melihat langit malam yang tak terlalu banyak bintang.
‘’Kenapa lo bergabung ke klub basket.’’Tanya Davian tiba
tiba.
‘’Cuman mau masuk doang,enggak ada alasan.’’Kata Adel
berbohong.
‘’Benarkah.’’Davian menatap Adel.
‘’Be..benar kok.’’Kata Adel gugup karna di tatap seperti itu
oleh Davian.
‘’Bukan karna gue yang masuk ke tim basket.’’Kata Davian
terdengar menggoda.
‘’Bu..bukan.’’Kata Adel yang bertambah gugup.
Davian melangkah ke belakang Adel dan memeluk Adel dari
belakang,Adel terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu dari Davian.
‘’Dav Davian.’’Wajah Adel sudah memerah seperti kepiting
rebus.
‘’Iyah.’’Kata Davian lembut,dia mendekatkan wajahnya pada
Adel.
‘’Apa yang sedang lo lakukan.’’Kata Adel jantungnya dag dig
dug kencang.
‘’Memang apa yang gue lakukan.’’Davian tersenyum lalu
menempelkan bibirnya pada bibir Adel.
Adel semakin terkejut saat Davian menciumnya lalu Davian
memperdalam ciumannya, ******* bibir Adel dengan rakusnya,membelit lidahnya
membuat Adel kewalahan dengan ciuman Davian.
Merasa sudah sesak Adel memukul mukul dada Davian melihat
Adel yang sudah sesak nafas Davian melepaskan ciumannya lalu memukul dahi Adel
cukup keras.
‘’Aaww.’’Saat di pukul Adel memejamkan matanya.
Adel mengusap usap dahi yang tadi di pukul Davian lalu
membuka matanya dia binggung tidak melihat Davian di sampingnya,Adel melihat ke arah balkon.
‘’Bukannya tadi gue dibalkon kok jadi di sini.’’Kata Adel
binggung.
‘’Apa yang tadi itu cuman hayalan gue saja yah,tapi terasa
nyata.’’Adel memegang bibirnya wajahnya kembali memerah mengingat kejadian
tadi.
Adel melirik ke kanan dan kiri lalu berlari ke kamarnya bisa
malu kalau ada orang yang melihat dirinya seperti itu apa lagi kalau yang
melihatnya adalah Daniel bisa habis dia di tertawakan olehnya.
Tapi tampa Adel tau ada dua sosok dengan ekspresi yang
berbeda,yang satu menyeringai mistrius dan yang satu lagi shok dengan mulut
yang terbuka lebar dan mata yang hampir keluar dengan yang terjadi tadi. Apa
itu cuman hayalan atau kenyataan ?
KALI INI SAYA TIDAK
__ADS_1
TELAT LAGI,SEMOGA SUKA DAN JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA YAH SAMPAI JUMPA
LAGI.BAY BAY