
Tomi masih memikirkan soal perkataan Adel pada Davian tadi
malam,dia berpikir apa keputusannya untuk tinggal di sana itu tepat.
‘’Apa mungkin Davian itu adalah gebetannya Adel.’’Kata
Tomi,dia ingat saat Adel menanyakan tentang bagaimana cara dia menyatakan cinta
pada ibunya.
‘’Tapi sepertinya Davian menyukai wanita lain.’’Lanjut Tomi.
‘’Hah….sekarang apa yang harus aku lakukan.’’Tomi
menempelkan dahinya ke meja.
‘’Kalau tetap tinggal di sana Adel pasti akan semakin sakit
hati melihat Davian terus.’’Kata Tomi.
‘’Bos kau kenapa,sepertinya sedang ada masalah.’’Kata salah satu
karyawan Tomi.
‘’Ah Agus tidak ada apa apa.’’Kata Tomi mengangkat kepalanya
lagi.
‘’Kalau ada masalah cerita aja bos mungkin saya bisa memberi
solusi atau paling tidak bisa meringankan sedikit.’’Kata Agus.
‘’Bagaimana yah.’’Kata Tomi,dia berpikir dan memutuskan
menceritakan apa yang terjadi dengan Adel dan kebimbangannya.
‘’Jadi begitulah ,bagaimana sebaiknya menurut mu.’’Kata Tomi
meminta pendapat setelah menyelesaikan ceritanya.
‘’Kurasa menurut saya anda dan non Adel pindah saja.’’Balas
Agus.
‘’Saya juga berpikir begitu,cuman kalau kami pindah mau
tinggal dimana?’’Kata Tomi.
‘’Kalau kami ngontrak kasihan Adel dia pasti kesepian kamu
kan tau sendiri kalau saya sibuk apa lagi restoran kita sekarang selalu ramai
sampai malam.’’Tambahnya.
‘’Kenapa enggak tinggal di atas lagi saja.’’Kata Agus.
‘’Kau kan tau ruang tunggu itu kecil di tambah kita butuh
tempat untuk menaruh beberapa barang.’’Kata Tomi menginatkan.
‘’Iya juga,tapi menurut saya dari pada di sana non Adel
sakit hati mulu lebih baik pindah mungkin bisa membuat non Adel move on.’’Kata
Agus,Tomi memikirkan perkataannya.
‘’Kalau soal menaruh barang barang kita bisa menyusunnya dan
membuat rak rakkan.’’Tambahnya.
‘’Oke saya akan membicarakannya dengan Adel dulu,terima
kasih yah!’’Kata Tomi menepuk punggung Agus.
‘’Sama sama.’’Kata Agus dan kembali mengerjakan tugasnya.
Tomi mengirimkan pesan pada Adel putri semata wayangnya
untuk membicarakan tentang ke pindahan mereka dari kediaman keluarga Pratama.
Adel dan kedua
temannya sedang berada di kantin,saat pelajaran berakhir tadi Tia langsung
menyeret Adel ke kelas Lili dan membawa kedua ke kantin.
‘’Lo lagi senang yah,makannya semangat banget.’’Tanya Adel
pada Tia yang dengan lahapnya memakan makanannya.
‘’Perasaan seperti biasa.’’Kata Tia.
‘’Benar kata Adel,sebenarny ada apa?’’Lili ikut bertanya.
‘’Kalau ada kabar gembira bagi bagi jangan pelit gitu.’’Kata
Adel.
‘’Lo kira makanan .’’Balas Tia.
‘’Oke gini kemarin gue ngelamar kerja di salon dan berhasil
di terima.’’Kata Tia dengan senang.
‘’Lo kerja partame.’’Kata Lili.
‘’Iyah.’’Jawab Tia.
‘’Jadi lo seriusan ingin mau jadi penata rambut.’’Tanya
__ADS_1
Adel.
‘’Gua serius mau jadi penata rambut propesional biar bisa
ketemu banyak artis.’’Kata Tia lagi.
‘’Berarti kita bakalan jarang berkumpul dong.’’Kata Adel
sedih.
‘’Bukannya kita sekarang juga jarang kumpul bareng lagi.’’Kata
Tia.
‘’Selesai kampus e’lo kan sibuk dengan klub basket dan Lili
dia menggambar terus,gue kan bosen ngeliatnya.’’Kata Tia.
‘’Iya juga,ngomong ngomong Lili komik e’lo udah di kirim ke
penerbit.’’Tanya Adel.
‘’Udah tapi ke komik onlain .’’Jawab Lili.
‘’Terus kontraknya udah dapat.’’Tanya Tia.
‘’Udah dong.’’kata Lili sambil tersenyum.
‘’Gue iri dengan kalian Tia sudah mulai belajar jadi disalon
dan e’lo sudah mulai menjadi komikus,sedangkan gue .’’Keluh Adel.
‘’Gue bahkan tak tau mau jadi apa atau melakukan
apa.’’Tambahnya.
‘’Itu karna di otak lo itu ada Davian mulu.’’Kata Tia.
‘’Engak usah buru buru Del,lagian gue cuman menyalurkan hobi
doang.’’Kata Lili .
‘’Pikirin aja apa yang e’lo mau lakuin dan sukai jangan
menjadikannya beban nantinya bisa berantakan.’’Tambah Lili.
‘’Gue binggung,gue kan enggak bisa melakukan apa pun dengan
benar.’’Kata Adel lesu.
‘’Itu cuman perasaan lo aja.’’Kata Tia
‘’E’lo juga punya kelebihan hanya lo belum menyadarinya
aja.’’Tambah Tia.
‘’Tia bener.’’Kata Lili membenarkan ucapan Tia.
baik.’’Kata Adel sambil tersenyum senang.
TRING…..
Adel mendengar hpnya berbunyi dan melihatnya yang ternyata
ayahnya mengirimi dia pesan setelah membacanya mengerutkan dahi.
‘’Ada apa?’’Tanya Lili melihat Adel mengerutkan dahinya.
‘’Tidak apa apa.’’Kata Adel menyimpan kembali hpnya setelah
membalasnya.
‘’Emang siapa yang memberi pesan.’’tanya Tia.
‘’Ayah.’’Jawab Adel singkat.
Setelah menyelesaikan makanan
mereka kembali ke kesal masing masing karna bel tanda berakhirnya jam istirahat
telah berbunyi.
Reno melihat sekeliling mencari sosok Adel yang baru dia
sadari tidak ada di klub,dia menghampiri Satria untuk bertanya padanya.
‘’Kapten.’’Kata Reno.
‘’Ada apa?’’Kata Satria.
‘’Apa kapten tau kemana Adel dari tadi gue enggak
melihatnya.’’Tanya Reno.
‘’Oh Adel dia tidak masuk katanya dia disuruh pulang cepat
oleh ayahnya.’’Jawab Satria.
‘’Begitu terima kasih.’’Kata Reno dan pergi .
Davian juga menysadari kalau Adel enggak ada dan dia
bertanya tanya kemana dia yang tak biasanya bolos,Laura yang sudah selesai
dengan kegiatan klubnya datang ke klub basket untuk mengajak Davian pulang
bersama sama.
‘’Hai Davian.’’Sapa Laura sambil menepuk bahunya.
__ADS_1
‘’Em hai.’’Balas Davian.
‘’E’lo udah selesai.’’Tanya Laura
‘’Udah, memang kenapa.’’Kata Davian.
‘’Mau ngajak lo pulang bareng.’’Kata Laura tersenyum manis.
‘’Sorry,hari ini ada yang harus gue urus jadi enggk
bisa.’’Tolak Davian,Laura hanya tersenyum mendengar penolakan Davian.
‘’Kapten gue duluan .’’Kata Davian dan di angguki Satria.
‘’Gue duluan.’’Katanya lagi pada Laura.sebelum meninggalkan
lapangan.
‘’Ya sudah hati hati.’’Kata Laura,di balas senyuman oleh
Davian.
‘’Em Laura,bagaimana kalau gue mengantar lo pulang.’’Kata
Satria
‘’Enggak usah senior gue pulang sendiri aja,dah.’’kata Laura
dan langsung pergi.
‘’Sabar yah kak.’’Kata Diki menepuk bahu Sartia dan di
tepisnya lalu dia juga pergi dari
lapangan.
‘’Hahahahhahaha.’’Mereka semua tertawa terbahak bahak
setelah Satria pergi.
Adel yang langsung pergi setelah pelajaran selesai sedang
duduk dimeja patry memakan makanan yang di buat ayah di temani Tomi yang duduk
di depannya.
‘’Jadi ayah mau bicara apa ?’’Tanya Adel.
‘’Habiskan dulu makanannya nanti kita bicara.’’Kata
Tomi,Adel menurut dan menghabiskan makanannya.
‘’Sekarang ayah sudah bisa memberitu Adel.’’Adel menaruh
sendok di piring .
‘’Ayah rasa sebaiknya kita pindah saja,kita sudah terlalu
merepotkan Marselo dan Marisa.’’Kata Tomi,dia melihat wajah Adel yang terkejut.
‘’Bagaimana menurut mu.’’Tanya Tomi tapi tak di jawab Adel.
‘’Mungkin Marselo dan Marisa tak keberatan tapi ayah merasa
tak enak dengan Davian dan Daniel kalau kita lebih lama di sana.’’Kata Tomi
lagi
Adel paham dengan perkataan ayahnya karna Davian sendiri
bilang kalau dia dan ayahnya cuman numpang di rumahnya.
‘’Terserah baiknya ayah,Adel akan ikut ayah saja.’’Kata Adel
yang terisak menahan tangisnya.
‘’Ku rasa ayah terlalu banyak menaruh cabenya.’’Kata Adel
yang terisak isak dengan mata yang berkaca kaca.
‘’Ah maaf sepertinya ayah lupa dan menaruhnya terlalu
banyak,minumlah.’’Tomi menyerahkan air putih
Dia merasa sedih dia tau Adel sudah nyaman tinggal di sana
dan Adel juga menemukan sosok ibu yang telah lama pergi dari Marisa.
Davian melajukan
motornya meninggalkan kampus tapi dia
tak langsung pulang,dia pergi ke kafe yang pernah dia dan Adel datangi setelah
menonton film yang mamanya siapkan.
‘’Hah.’’Davian menghela nafas
Pikirannya sedang kacau dia teringat terus ucapan Adel tadi
malam dan saat sarapan Adel menghindarinya dan langsung berangkat setelah
melihatnya datang.
Davian melihat terus ke luar kearah mesin penjepit boneka
,dia ingat betapa senangnya Adel saat
dia memenangkan bonekanya.
__ADS_1
MAAF YAH HARUSNYA KEMARIN SAYA UPDAETNYA TAPI KUOTANYA MALAH ABIS JADI BARU SEKARANG SEKALI LAI MAAF.SELAMAT MEMBACA SEMOA PADA SUKA,BAY BAY