Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
RENCANA PINDAH


__ADS_3

Tomi masih memikirkan soal perkataan Adel pada Davian tadi


malam,dia berpikir apa keputusannya untuk tinggal di sana itu tepat.


‘’Apa mungkin Davian itu adalah gebetannya Adel.’’Kata


Tomi,dia ingat saat Adel menanyakan tentang bagaimana cara dia menyatakan cinta


pada ibunya.


‘’Tapi sepertinya Davian menyukai wanita lain.’’Lanjut Tomi.


‘’Hah….sekarang apa yang harus aku lakukan.’’Tomi


menempelkan dahinya ke meja.


‘’Kalau tetap tinggal di sana Adel pasti akan semakin sakit


hati melihat Davian terus.’’Kata Tomi.


‘’Bos kau kenapa,sepertinya sedang ada masalah.’’Kata salah satu


karyawan Tomi.


‘’Ah Agus tidak ada apa apa.’’Kata Tomi mengangkat kepalanya


lagi.


‘’Kalau ada masalah cerita aja bos mungkin saya bisa memberi


solusi atau paling tidak bisa meringankan sedikit.’’Kata Agus.


‘’Bagaimana yah.’’Kata Tomi,dia berpikir dan memutuskan


menceritakan apa yang terjadi dengan Adel dan kebimbangannya.


‘’Jadi begitulah ,bagaimana sebaiknya menurut mu.’’Kata Tomi


meminta pendapat setelah menyelesaikan ceritanya.


‘’Kurasa menurut saya anda dan non Adel pindah saja.’’Balas


Agus.


‘’Saya juga berpikir begitu,cuman kalau kami pindah mau


tinggal dimana?’’Kata Tomi.


‘’Kalau kami ngontrak kasihan Adel dia pasti kesepian kamu


kan tau sendiri kalau saya sibuk apa lagi restoran kita sekarang selalu ramai


sampai malam.’’Tambahnya.


‘’Kenapa enggak tinggal di atas lagi saja.’’Kata Agus.


‘’Kau kan tau ruang tunggu itu kecil di tambah kita butuh


tempat untuk menaruh beberapa barang.’’Kata Tomi menginatkan.


‘’Iya juga,tapi menurut saya dari pada di sana non Adel


sakit hati mulu lebih baik pindah mungkin bisa membuat non Adel move on.’’Kata


Agus,Tomi memikirkan perkataannya.


‘’Kalau soal menaruh barang barang kita bisa menyusunnya dan


membuat rak rakkan.’’Tambahnya.


‘’Oke saya akan membicarakannya dengan Adel dulu,terima


kasih yah!’’Kata Tomi menepuk punggung Agus.


‘’Sama sama.’’Kata Agus dan kembali mengerjakan tugasnya.


Tomi mengirimkan pesan pada Adel putri semata wayangnya


untuk membicarakan tentang ke pindahan mereka dari kediaman keluarga Pratama.


 Adel dan kedua


temannya sedang berada di kantin,saat pelajaran berakhir tadi Tia langsung


menyeret Adel ke kelas Lili dan membawa kedua ke kantin.


‘’Lo lagi senang yah,makannya semangat banget.’’Tanya Adel


pada Tia yang dengan lahapnya memakan makanannya.


‘’Perasaan seperti biasa.’’Kata Tia.


‘’Benar kata Adel,sebenarny ada apa?’’Lili ikut bertanya.


‘’Kalau ada kabar gembira bagi bagi jangan pelit gitu.’’Kata


Adel.


‘’Lo kira makanan .’’Balas Tia.


‘’Oke gini kemarin gue ngelamar kerja di salon dan berhasil


di terima.’’Kata Tia dengan senang.


‘’Lo kerja partame.’’Kata Lili.


‘’Iyah.’’Jawab Tia.


‘’Jadi lo seriusan ingin mau jadi penata rambut.’’Tanya

__ADS_1


Adel.


‘’Gua serius mau jadi penata rambut propesional biar bisa


ketemu banyak artis.’’Kata Tia lagi.


‘’Berarti kita bakalan jarang berkumpul dong.’’Kata Adel


sedih.


‘’Bukannya kita sekarang juga jarang kumpul bareng lagi.’’Kata


Tia.


‘’Selesai kampus e’lo kan sibuk dengan klub basket dan Lili


dia menggambar terus,gue kan bosen ngeliatnya.’’Kata Tia.


‘’Iya juga,ngomong ngomong Lili komik e’lo udah di kirim ke


penerbit.’’Tanya Adel.


‘’Udah tapi ke komik onlain .’’Jawab Lili.


‘’Terus kontraknya udah dapat.’’Tanya Tia.


‘’Udah dong.’’kata Lili sambil tersenyum.


‘’Gue iri dengan kalian Tia sudah mulai belajar jadi disalon


dan e’lo sudah mulai menjadi komikus,sedangkan gue .’’Keluh Adel.


‘’Gue bahkan tak tau mau jadi apa atau melakukan


apa.’’Tambahnya.


‘’Itu karna di otak lo itu ada Davian mulu.’’Kata Tia.


‘’Engak usah buru buru Del,lagian gue cuman menyalurkan hobi


doang.’’Kata Lili .


‘’Pikirin aja apa yang e’lo mau lakuin dan sukai jangan


menjadikannya beban nantinya bisa berantakan.’’Tambah Lili.


‘’Gue binggung,gue kan enggak bisa melakukan apa pun dengan


benar.’’Kata Adel lesu.


‘’Itu cuman perasaan lo aja.’’Kata Tia


‘’E’lo juga punya kelebihan hanya lo belum menyadarinya


aja.’’Tambah Tia.


‘’Tia bener.’’Kata Lili membenarkan ucapan Tia.


baik.’’Kata Adel sambil tersenyum senang.


TRING…..


Adel mendengar hpnya berbunyi dan melihatnya yang ternyata


ayahnya mengirimi dia pesan setelah membacanya mengerutkan dahi.


‘’Ada apa?’’Tanya Lili melihat Adel mengerutkan dahinya.


‘’Tidak apa apa.’’Kata Adel menyimpan kembali hpnya setelah


membalasnya.


‘’Emang siapa yang memberi pesan.’’tanya Tia.


‘’Ayah.’’Jawab Adel singkat.


Setelah menyelesaikan makanan


mereka kembali ke kesal masing masing karna bel tanda berakhirnya jam istirahat


telah berbunyi.


Reno melihat sekeliling mencari sosok Adel yang baru dia


sadari tidak ada di klub,dia menghampiri Satria untuk bertanya padanya.


‘’Kapten.’’Kata Reno.


‘’Ada apa?’’Kata Satria.


‘’Apa kapten tau kemana Adel dari tadi gue enggak


melihatnya.’’Tanya Reno.


‘’Oh Adel dia tidak masuk katanya dia disuruh pulang cepat


oleh ayahnya.’’Jawab Satria.


‘’Begitu terima kasih.’’Kata Reno dan pergi .


Davian juga menysadari kalau Adel enggak ada dan dia


bertanya tanya kemana dia yang tak biasanya bolos,Laura yang sudah selesai


dengan kegiatan klubnya datang ke klub basket untuk mengajak Davian pulang


bersama sama.


‘’Hai Davian.’’Sapa Laura sambil menepuk bahunya.

__ADS_1


‘’Em hai.’’Balas Davian.


‘’E’lo udah selesai.’’Tanya Laura


‘’Udah, memang kenapa.’’Kata Davian.


‘’Mau ngajak lo pulang bareng.’’Kata Laura tersenyum manis.


‘’Sorry,hari ini ada yang harus gue urus jadi enggk


bisa.’’Tolak Davian,Laura hanya tersenyum mendengar penolakan Davian.


‘’Kapten gue duluan .’’Kata Davian dan di angguki Satria.


‘’Gue duluan.’’Katanya lagi pada Laura.sebelum meninggalkan


lapangan.


‘’Ya sudah hati hati.’’Kata Laura,di balas senyuman oleh


Davian.


‘’Em Laura,bagaimana kalau gue mengantar lo pulang.’’Kata


Satria


‘’Enggak usah senior gue pulang sendiri aja,dah.’’kata Laura


dan langsung pergi.


‘’Sabar yah kak.’’Kata Diki menepuk bahu Sartia dan di


tepisnya lalu dia juga pergi  dari


lapangan.


‘’Hahahahhahaha.’’Mereka semua tertawa terbahak bahak


setelah Satria pergi.


Adel yang langsung pergi setelah pelajaran selesai sedang


duduk dimeja patry memakan makanan yang di buat ayah di temani Tomi yang duduk


di depannya.


‘’Jadi ayah mau bicara apa ?’’Tanya Adel.


‘’Habiskan dulu makanannya nanti kita bicara.’’Kata


Tomi,Adel menurut dan menghabiskan makanannya.


‘’Sekarang ayah sudah bisa memberitu Adel.’’Adel menaruh


sendok di piring .


‘’Ayah rasa sebaiknya kita pindah saja,kita sudah terlalu


merepotkan Marselo dan Marisa.’’Kata Tomi,dia melihat wajah Adel yang terkejut.


‘’Bagaimana menurut mu.’’Tanya Tomi tapi tak di jawab Adel.


‘’Mungkin Marselo dan Marisa tak keberatan tapi ayah merasa


tak enak dengan Davian dan Daniel kalau kita lebih lama di sana.’’Kata Tomi


lagi


Adel paham dengan perkataan ayahnya karna Davian sendiri


bilang kalau dia dan ayahnya cuman numpang di rumahnya.


‘’Terserah baiknya ayah,Adel akan ikut ayah saja.’’Kata Adel


yang terisak menahan tangisnya.


‘’Ku rasa ayah terlalu banyak menaruh cabenya.’’Kata Adel


yang terisak isak dengan mata yang berkaca kaca.


‘’Ah maaf sepertinya ayah lupa dan menaruhnya terlalu


banyak,minumlah.’’Tomi menyerahkan air putih


Dia merasa sedih dia tau Adel sudah nyaman tinggal di sana


dan Adel juga menemukan sosok ibu yang telah lama pergi dari Marisa.


Davian  melajukan


motornya  meninggalkan kampus tapi dia


tak langsung pulang,dia pergi ke kafe yang pernah dia dan Adel datangi setelah


menonton film yang mamanya siapkan.


‘’Hah.’’Davian menghela nafas


Pikirannya sedang kacau dia teringat terus ucapan Adel tadi


malam dan saat sarapan Adel menghindarinya dan langsung berangkat setelah


melihatnya datang.


Davian melihat terus ke luar kearah mesin penjepit boneka


,dia ingat betapa senangnya  Adel saat


dia memenangkan bonekanya.

__ADS_1


MAAF YAH HARUSNYA KEMARIN SAYA UPDAETNYA TAPI KUOTANYA MALAH ABIS JADI BARU SEKARANG SEKALI LAI MAAF.SELAMAT MEMBACA SEMOA PADA SUKA,BAY BAY


__ADS_2