
Sesampainya di kantin Reno membulak balik badan Adel
mengecek tubuh Adel kalau kalau di apa apain oleh Satria.
‘’Adel kamu enggak apa apa.’’Tanya Reno khawatir.
‘’Apa senior itu menyuruh mu melakukan sesuatu yang aneh
aneh.’’Katanya lagi.
‘’Dia tidak macam macamin kamu kan Del.’’Kata Reno yang
masih membulak balik tubuh Adel.
‘’Ren,lo pikir Adel sate di bulak balik gitu.’’Kata Fadli
yang jengah melihat aksi Reno.
‘’Woy lepasin nanti bisa remuk badan Adel.’’Kata Tia
‘’Reno berhenti kepala gue pusing.’’Kata Adel merasa
kepalanya pusing di bulak balik Reno.
‘’Maaf.’’Kata Reno berhenti membulak balik badan Adel.
‘’Kamu beneran enggak di apa apain.’’Kata Reno yang masih
khawatir
‘’Gue enggak di apa apain cuman di menemani senior nonton
film doang.’’Kata Adel dan duduk di samping Lili.
‘’Menemani nonton.’’Kata Reno curiga.
‘Jangan jangan senior itu suka dengan Adel,ini tidak bisa di
biarkan.’Pikir Reno.
Adel memesan makan karna dia sudah lapar dari tadi, tapi karna
filmnya belum selesai jadi Adel menahannya dia merasa tak enak karna sudah di
bantu mengerjakan tugasnya.
‘’Oh yah di antara kalian apa ada yang suka menonton
anime.’’Tanya Adel,kalau salah satu dari mereka ada yang sukakan dia tinggal
mengenalkan sama Satria jadi dia tidak akan di minta untuk mememani nonton
lagi.
‘’Enggak.’’Jawab Fadli
‘’Gue juga,gue lebih suka nonton film eksen.’’Kata Candra.
‘’Memang kenapa.’’Kata Reno
‘’Enggak apa apa.’’Kata Adel langsung melahap
makanannya,gagal sudah rencananya.
Tia dan Lili mengerti alasan kenapa Adel menanyakan hal
itu,mereka bertiga memang suka membaca komik tapi tak suka dengan animenya.
Adel beranjak dari
bangku dia melihat Davian bersama Laura berjalan ke arahnya mereka
mengobrol dan sesekali Davian tertawa
kecil.
Saat mata mereka bertemu Davian yang menatap Adel dengan
pandangan yang sulit di artikan sedangkan Adel menatap sendu ke Davian,cukup
lama mereka pertatapan lalu Davian memalingkan wajahnya.
‘Setidak sukanya kah e’lo sama gue Davian.’Batin Adel sendu
saat melihat Davian memalingkan wajahnya.
Adel,Tia, Lili dan Reno pergi karna sebentar lagi kelas akan
mulai sedangkan Fadli dan Candra karna kelas kosong jadi mereka memutuskan
tetap dikantin .
Reno segera berlari saat kelasnya berakhir dia pergi ke
kelas Adel untuk menjaga/membuntuti Adel dia tak akan membiarkan kakak senior
yang sekaligus kaptem tim basket mendekati Adelnya.
Seperti biasa sehabis kelas selesai Adel pergi ke klub
basket dengan berat hati dia harus pergi walau dia sedang tak mau bertemu
Davian.
__ADS_1
‘’Semangat Adel,e’lo enggak boleh lemah.’’Kata Adel
menyemangati dirinya sendiri,dia berjalan ke ruangan klub.
‘’Terlambat.’’Kata Satria menatap tajam, berdiri di depan
pintu sambil bersedekap.
‘’Maaf.’’Kata Adel membungkukkan tubuhnya.
‘’Sudahlah,sekarang e’lo segera ke lapangan .’’Kata
Satria,pergi duluan meninggalkan Adel.
Adel langsung pergi ke lapangan tampa menaruh tasnya
terlebih dahulu,dia tak mau membuat seniornya tambah marah padanya.
Melihat Adel di
marahi membuat Reno geram ingin ke sana memarahi balik tapi kalau sampai Adel
tau dia mengikutinya bisa bisa Adel marah dan tak mau berbicara dengannya.
Sesampainya di lapangan pertandingannya hampir selesai,Adel
tertegun melihat Davian bermain basket terlihat sangat keren walau dia sudah
berkali kali melihat permainan Davian dia masih saja terpesona.
‘’Ayo Davian masukan bolanya.’’Kata Laura melihat Davian
berhasil merebut bola.
‘’Yeeeee’’Laura bersorak dan bertepuk tangan saat Davian
memasukan bolanya.
Adel tersadar mendengar teriakan Laura dia menoleh ke arah
Laura lalu ke Davian yang tersenyum setelah memasukan bola.
‘Lupakan….lupakan…..semangat e’lo pasti bisa.’Pikir Adel.
PLAAAK
Adel menampar kedua pipinya sebagai peringatan dan
semangat,Davian melihat Adel melakukan hal itu menyerit binggung.
Pruit panjang tanda pertandingan berakhir telah berbunyi Adel segera membawa minuman
untuk mereka.
Saat Adel melangkah untuk memberi Davian minum karna
Laura mendekati Davian dan menerahkan sebotol air pada
Davian membuat langkah Adel terhenti dan mematung melihat interaksi mereka yang
seperti sepasang kekasih.
‘’Ini.’’Laura menyerahkan minumam isotonic pada Davian.
‘’Terima kasih.’’Balas Davian yang tersenyum kacil.
‘’Lo tadi mainnya keren banget.’’Puji Laura.
‘’Benarkah ,biasa saja lo berlebihan.’’Kata Davian
‘’Iyah gue serius.’’Kata Laura tersenyum
‘’Adel minumamnya mana.’’Teriak Kevin.
Teriakan Kevin membuat Davian melihat ke arah Adel yang
berdiri seperti patung dengan tatapan kosong.
‘’Iyah .’’Kata Adel yang tersadar mendengar teriakan Kevin
,berbalik untuk menyerahkan minuman tapi sayang karna terburu buru minuman yang
di bawa Adel jatuh berserakan di lantai.
‘’Astaga Adel .’’Kata Kevin mulai kesal.
‘’Lo bisa kerja enggak sih.’’Kata Kevin lagi.
‘’Maaf kak.’’Kata Adel menundukan kepalanya.
‘’Gue enggak butuh maaf lo,sekarang ambil kembali botolnya.’’Kata
kevin.
Adel mengumpulkan semua botol yang jatuh,Davian hanya
meliriknya sebentar,Satria datang menghampiri Kevin.
‘’Ada apa ini.’’Tanya Satria.
‘’Tuh .’’Kevin menunjuk Adel yang sedang mengumpulkan botol
minum.
__ADS_1
Dia malas menjelasannya pada kapten timnya, Satria paham apa
yang di maksud Kavin kalau kevin sudah malas menjelaskan itu tanda dia benar
benar kesal.
‘’Sebenarnya ada apa denganmu hari ini,pertama lo terlambat
dan sekarang.’’Kata Satria menghampiri Adel.
‘’Maaf senior.’’Kata Adel sendu pikirannya benar benar
kacau.
‘’Sudah berapa kali lo minta maaf hari ini.’’Kata Satria
‘’Jangan mengucapkan maaf kalau lo tak benar benar menyesal
dengan perbuatan lo dan tak mau memperbaikinya.’’Kata Satria
‘’Maaf.’’Hanya kata itu yang bisa Adel katakan saat ini.
‘’Hei,kalian jangan menyarahkan Adel terus dia sudah minta
maaf.’’Kata Reno ,dia sudah tidak tahan lagi melihat Adel di salahkan terus
terlebih melihat wajah Adel yang sendu.
‘’Reno.’’Kata Adel pelan
‘’Siapa lo.’’Tanya Satria,dia berbalik menatap Reno.
‘’Ini urusan klub basket.’’Kata Satria lagi.
‘’Nama gue Reno dan semua urusan Adel menjadi urusan gue
juga.’’Kata Reno tegas
Suiwit [anggap saja itu suara siulan]
Diki bersiul dengan senyum misterius di bibirnya matanya ke
arah Davian yang memasang wajah datar.
‘’Makin panas aja.’’Kata Diki.
‘’Apanya yang panas.’’Tanya Deni yang berdiri di sampingnya.
‘’Suasananya.’’Kata Diki.
‘’Oh.’’Kata Deni mengangguk,dia mengira yang di maksud Diki adalah Reno dan Satria.
‘’Lo orang luar jadi lo enggak bisa ikut campur urusan klub
basket.’’Kata Satria
‘’Kalau gitu gue mau bergabung dengan klub basket.’’Kata
Reno
‘’APA.’’Kata Adel dan Satria bersama dan membuat yang lain
kaget juga..
‘’Maksudnya.’’Kata Satria
‘’Bukanya tadi senior bilang kalau ini itu urusan klub
basket orang luar enggak boleh ikut campurkan.’’Kata Reno,Satria mengangguk.
‘’Jadi kalau gue masuk klub gue bisa ikut campur urusan
Adelkan.’’Kata Reno santai.
Apa yang di katakana Reno membuat mereka Satria dan yang lain terdiam hingga suara
tawa Diki menyadarkan mereka.
‘’HAHAHAHAHAHa.’’Diki tertawa lepas.
‘’Lo benar… benar……hahaha……’’Diki benar benar salut dengan
perjuangan Reno yang pantang menyerah dia sangat iri dengan keteguhan hari
Reno.
‘’Baiklah kalau lo mau bergabung ,tapi lo harus kita tes
dulu.’’Kata Satria.
‘’Boleh siapa takut.’’Tantang Reno.
‘’Tunggu,Reno lo apa apaan sih ,senior maaf dia hanya
bercanda saja jangan di dengerin.’’Kata Adel pada Satria.
‘’Adel,gue serius kok ayo katanya mau di tes.’’Kata Reno.
‘’Baiklah,Kevin dan Marsel kalian temani dia
bermain.’’Perintah Sartia
‘’Oke.’’Jawab Kevin dan Marsel.
__ADS_1
KUKUKU KIRA-KIRA RENO
BISA MENANG ENGGAK DAN BERGABUNG DENGAN KLUB BASKET DAN DIKI DI APAKAN YAH!