Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
39


__ADS_3

Sesampainya di kantin Reno membulak balik badan Adel


mengecek tubuh Adel kalau kalau di apa apain oleh  Satria.


‘’Adel kamu enggak apa apa.’’Tanya Reno khawatir.


‘’Apa senior itu menyuruh mu melakukan sesuatu yang aneh


aneh.’’Katanya lagi.


‘’Dia tidak macam macamin kamu kan Del.’’Kata Reno yang


masih membulak balik tubuh Adel.


‘’Ren,lo pikir Adel sate di bulak balik gitu.’’Kata Fadli


yang jengah melihat aksi Reno.


‘’Woy lepasin nanti bisa remuk badan Adel.’’Kata Tia


‘’Reno berhenti kepala gue pusing.’’Kata Adel merasa


kepalanya pusing di bulak balik Reno.


‘’Maaf.’’Kata Reno berhenti membulak balik badan Adel.


‘’Kamu beneran enggak di apa apain.’’Kata Reno yang masih


khawatir


‘’Gue enggak di apa apain cuman di menemani senior nonton


film doang.’’Kata Adel dan duduk di samping Lili.


‘’Menemani nonton.’’Kata Reno curiga.


‘Jangan jangan senior itu suka dengan Adel,ini tidak bisa di


biarkan.’Pikir Reno.


Adel memesan makan karna dia sudah lapar dari tadi, tapi karna


filmnya belum selesai jadi Adel menahannya dia merasa tak enak karna sudah di


bantu mengerjakan tugasnya.


‘’Oh yah di antara kalian apa ada yang suka menonton


anime.’’Tanya Adel,kalau salah satu dari mereka ada yang sukakan dia tinggal


mengenalkan sama Satria jadi dia tidak akan di minta untuk mememani nonton


lagi.


‘’Enggak.’’Jawab Fadli


‘’Gue juga,gue lebih suka nonton film eksen.’’Kata Candra.


‘’Memang kenapa.’’Kata Reno


‘’Enggak apa apa.’’Kata Adel langsung melahap


makanannya,gagal sudah rencananya.


Tia dan Lili mengerti alasan kenapa Adel menanyakan hal


itu,mereka bertiga memang suka membaca komik tapi tak suka dengan animenya.


 Adel beranjak dari


bangku dia melihat Davian bersama Laura berjalan ke arahnya mereka


mengobrol  dan sesekali Davian tertawa


kecil.


Saat mata mereka bertemu Davian yang menatap Adel dengan


pandangan yang sulit di artikan sedangkan Adel menatap sendu ke Davian,cukup


lama mereka pertatapan lalu Davian memalingkan wajahnya.


‘Setidak sukanya kah e’lo sama gue Davian.’Batin Adel sendu


saat melihat Davian memalingkan wajahnya.


Adel,Tia, Lili dan Reno pergi karna sebentar lagi kelas akan


mulai sedangkan Fadli dan Candra karna kelas kosong jadi mereka memutuskan


tetap dikantin .


Reno segera berlari saat kelasnya berakhir dia pergi ke


kelas Adel untuk menjaga/membuntuti Adel dia tak akan membiarkan kakak senior


yang sekaligus kaptem tim basket mendekati Adelnya.


Seperti biasa sehabis kelas selesai Adel pergi ke klub


basket dengan berat hati dia harus pergi walau dia sedang tak mau bertemu


Davian.

__ADS_1


‘’Semangat Adel,e’lo enggak boleh lemah.’’Kata Adel


menyemangati dirinya sendiri,dia berjalan ke ruangan klub.


‘’Terlambat.’’Kata Satria menatap tajam, berdiri di depan


pintu sambil bersedekap.


‘’Maaf.’’Kata Adel membungkukkan tubuhnya.


‘’Sudahlah,sekarang e’lo segera ke lapangan .’’Kata


Satria,pergi duluan  meninggalkan Adel.


Adel langsung pergi ke lapangan tampa menaruh tasnya


terlebih dahulu,dia tak mau membuat seniornya tambah marah padanya.


 Melihat Adel di


marahi membuat Reno geram ingin ke sana memarahi balik tapi kalau sampai Adel


tau dia mengikutinya bisa bisa Adel marah dan tak mau berbicara dengannya.


Sesampainya di lapangan pertandingannya hampir selesai,Adel


tertegun melihat Davian bermain basket terlihat sangat keren walau dia sudah


berkali kali melihat permainan Davian dia masih saja terpesona.


‘’Ayo Davian masukan bolanya.’’Kata Laura melihat Davian


berhasil merebut bola.


‘’Yeeeee’’Laura bersorak dan bertepuk tangan saat Davian


memasukan bolanya.


Adel tersadar mendengar teriakan Laura dia menoleh ke arah


Laura lalu ke Davian yang tersenyum setelah memasukan bola.


‘Lupakan….lupakan…..semangat e’lo pasti bisa.’Pikir Adel.


PLAAAK


Adel menampar kedua pipinya sebagai peringatan dan


semangat,Davian melihat Adel melakukan hal itu menyerit binggung.


Pruit panjang tanda pertandingan berakhir   telah berbunyi Adel segera membawa minuman


untuk mereka.


Saat Adel melangkah untuk memberi Davian minum karna


Laura mendekati Davian dan menerahkan sebotol air pada


Davian membuat langkah Adel terhenti dan mematung melihat interaksi mereka yang


seperti sepasang kekasih.


‘’Ini.’’Laura menyerahkan minumam isotonic pada Davian.


‘’Terima kasih.’’Balas Davian yang tersenyum kacil.


‘’Lo tadi mainnya keren banget.’’Puji Laura.


‘’Benarkah ,biasa saja lo berlebihan.’’Kata Davian


‘’Iyah gue serius.’’Kata Laura tersenyum


‘’Adel minumamnya mana.’’Teriak Kevin.


Teriakan Kevin membuat Davian melihat ke arah Adel yang


berdiri seperti patung dengan tatapan kosong.


‘’Iyah .’’Kata Adel yang tersadar mendengar teriakan Kevin


,berbalik untuk menyerahkan minuman tapi sayang karna terburu buru minuman yang


di bawa Adel jatuh berserakan di lantai.


‘’Astaga Adel .’’Kata Kevin mulai kesal.


‘’Lo bisa kerja enggak sih.’’Kata Kevin lagi.


‘’Maaf kak.’’Kata Adel menundukan kepalanya.


‘’Gue enggak butuh maaf lo,sekarang ambil kembali botolnya.’’Kata


kevin.


Adel mengumpulkan semua botol yang jatuh,Davian hanya


meliriknya sebentar,Satria datang menghampiri Kevin.


‘’Ada apa ini.’’Tanya Satria.


‘’Tuh .’’Kevin menunjuk Adel yang sedang mengumpulkan botol


minum.

__ADS_1


Dia malas menjelasannya pada kapten timnya, Satria paham apa


yang di maksud Kavin kalau kevin sudah malas menjelaskan itu tanda dia benar


benar kesal.


‘’Sebenarnya ada apa denganmu hari ini,pertama lo terlambat


dan sekarang.’’Kata Satria menghampiri Adel.


‘’Maaf senior.’’Kata Adel sendu pikirannya benar benar


kacau.


‘’Sudah berapa kali lo minta maaf hari ini.’’Kata Satria


‘’Jangan mengucapkan maaf kalau lo tak benar benar menyesal


dengan perbuatan lo dan tak mau memperbaikinya.’’Kata Satria


‘’Maaf.’’Hanya kata itu yang bisa Adel katakan saat ini.


‘’Hei,kalian jangan menyarahkan Adel terus dia sudah minta


maaf.’’Kata Reno ,dia sudah tidak tahan lagi melihat Adel di salahkan terus


terlebih melihat wajah Adel yang sendu.


‘’Reno.’’Kata Adel pelan


‘’Siapa lo.’’Tanya Satria,dia berbalik menatap Reno.


‘’Ini urusan klub basket.’’Kata Satria lagi.


‘’Nama gue Reno dan semua urusan Adel menjadi urusan gue


juga.’’Kata Reno tegas


Suiwit [anggap saja itu suara siulan]


Diki bersiul dengan senyum misterius di bibirnya matanya ke


arah Davian yang memasang wajah datar.


‘’Makin panas aja.’’Kata Diki.


‘’Apanya yang panas.’’Tanya Deni yang berdiri di sampingnya.


‘’Suasananya.’’Kata Diki.


‘’Oh.’’Kata Deni  mengangguk,dia mengira yang di maksud Diki adalah Reno dan Satria.


‘’Lo orang luar jadi lo enggak bisa ikut campur urusan klub


basket.’’Kata Satria


‘’Kalau gitu gue mau bergabung dengan klub basket.’’Kata


Reno


‘’APA.’’Kata Adel dan Satria bersama dan membuat yang lain


kaget juga..


‘’Maksudnya.’’Kata Satria


‘’Bukanya tadi senior bilang kalau ini itu urusan klub


basket orang luar enggak boleh ikut campurkan.’’Kata Reno,Satria mengangguk.


‘’Jadi kalau gue masuk klub gue bisa ikut campur urusan


Adelkan.’’Kata Reno santai.


Apa yang di katakana Reno membuat mereka  Satria dan yang lain terdiam hingga suara


tawa Diki menyadarkan mereka.


‘’HAHAHAHAHAHa.’’Diki tertawa lepas.


‘’Lo benar… benar……hahaha……’’Diki benar benar salut dengan


perjuangan Reno yang pantang menyerah dia sangat iri dengan keteguhan hari


Reno.


‘’Baiklah kalau lo mau bergabung ,tapi lo harus kita tes


dulu.’’Kata Satria.


‘’Boleh siapa takut.’’Tantang Reno.


‘’Tunggu,Reno lo apa apaan sih ,senior maaf dia hanya


bercanda saja jangan di dengerin.’’Kata Adel pada Satria.


‘’Adel,gue serius kok ayo katanya mau di tes.’’Kata Reno.


‘’Baiklah,Kevin dan Marsel kalian temani dia


bermain.’’Perintah Sartia


‘’Oke.’’Jawab Kevin dan Marsel.

__ADS_1


KUKUKU KIRA-KIRA RENO


BISA MENANG ENGGAK DAN BERGABUNG DENGAN KLUB BASKET DAN DIKI DI APAKAN YAH!


__ADS_2