Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
78


__ADS_3

Semua anggota tim basket berkumpul di lapangan basket,pak


Gunawan mengintrupsikan mereka perihal latihan tanding yang akan mereka lakukan


sore ini.


‘’Baiklah,sore ini kita akan melakukan latih tanding dengan


kampus lain.’’Kata pak Gunawan.


Adel tersentak  saat


pak Gunawan bicara soal latih tanding,dia lupa memberitahu Satria soal itu .


Adel melihat ke arah Satria yang terlihat biasa saja,Satria


yang merasa ada yang menatapnya menoleh ke Adel lalu tersenyum.


‘Apa kak Satria sudah tahu soal ini yah?’Pikir Adel lalu


kembali melihat ke depan lagi.


‘’Tim yang akan kita lawan adalah tim basket dari


UNI.’’Lanjut pak Gunawan.


‘’Dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk kita karna bisa


bertanding dengan lawan yang hebat.’’Tambahnya.


‘’Jadi manfaatkan pertandingan ini dengan sebaik- baiknya.’’Kata


pak Gunawan.


Setelah beberapa kata dari pak Gunawan dan Satria mereka


semua pergi menuju bis yang akan menantarkan mereka ke UNI.


‘’Kak Satria.’’Panggil Adel yang duduk di samping Satria.


Dia duduk di bangku paling belakang sendirian tadinya Reno


menuruhnya duduk di sampingnya tapi Adel menolak meski Reno sedikit keras


kepala untuk Adel duduk bersama tapi Kevin melerainya  dia tahu soal kejadian yang terjadi pada Adel


dari Satria jadi dia mengira kalau Adel masih butuh waktu untuk bisa berdekatan


dengan laki –laki.


‘’Hm.ada apa?’’Tanya Satria.


‘’Eu,soal tadi apa kak Satria……’’Kata Adel ragu.


‘’Oh itu,iyah gue udah tahu, pak Gunawan memberitahunya pas


istirahat.’’Kata Satria.


‘’Begitu,maaf yah saya lupa memberitahu kak Satria.’’Kata


Adel menunduk.


‘’Tidak apa –apa .’’Satria menepuk kepala Adel seperti biasa


tapi tubuh Adel tersentak gemetar Satria mengangkat tangannya saat melihat


reaksi Adel.


‘Seburuk apa hal yang di alami Adel sampai bereaksi seperti


itu.’Pikir Satria ,dia melirik Kevin yang di sebelahnya yang beraut sama


dengannya.


20 menit waktu yang di butuhkan mereka untuk sampai ke


UNI,mereka segera pergi menuju lapangan basket milik UNI.


Setelah melakukan pemanasa setiap tim sudah siap dan berbaris


di lapangan,setelah sesama kapten berjabat tangan mereka bersiap di posisi


masing –masing.


‘’Davian semangat.’’Teriak Laura memberi semangat .


Saat mereka akan berangkat Laura meminta izin untuk ikut dan


pak Gunawan memperbolehkannya.


‘’Kalian semua juga semangat yah!’’Teriaknya lagi sambil


tersenyum manis membuat semua pria di sana merona kecuali Davian dan Reno.


Wasit meniup peluitnya tanda di mulainya permainan yang di


mana bola pertama di dapatkan tim basket BIMA DARMA.


SKIP


(Di skip aja soalnya saya tidak suka basket dan tak mengerti


aturan main basket).


‘’Sial,para pemain UNI benar benar gila.’’Kata Marsel yang


mengeluh.


Sekarang para pemain tim sedang istirahat di pinggir lapangan

__ADS_1


karna pertandingan sudah selesai dan di menangkan oleh UNI.


‘’E’lo bener,juara tahun lalu memang hebat.’’Kata Kevin


sedikit sinis karna jengkel telah kalah.


‘’Sudahlah jangan mengeluh ,seperti kata pak Gunawan kita


jadikan pertandingan ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan


kita.’’Kata Satria menasehati teman –temannya.


‘’Tumben ucapan lo bener.’’Kata Toni.


Bug


‘’Jadi selama ini ucapan gue itu salah.’’Satria memukul


kepala Toni karna kesal.


‘’Aww,sakit tau.’’Keluh Toni.


‘’Semuanya, ini ada sedikit makanan .’’Adel membawa tas kotak


bekalnya dan membukanya.


‘’Kalian pasti lapar ,jadi saya sudah buatkan roti isi untuk


kalian semua.’’Lanjut Adel.


‘’Wah kebetulan banget gue lapar.’’Kata Toni dan langsung


mengambilnya.


‘’Tumben e’lo kepikiran bikin makanan.’’Kata Sena sambil


mengambil rotinya.


‘’Jangan banyak omong makan saja.’’Kata Kevin saat melihat


Adel tertunduk.


‘’Sudahlah semuanya ambil dan makan.’’Kata Satria dan mereka


pun mengambil roti mereka.


‘’Asyik,makan  roti


buatan Adel.’’Kata Reno senang dia mengambil dua buah.


‘’Oy e’lo serakah amat nanti yang lain tidak kebagian.’’Tegur


Rendy.


‘’Davian e’lo enggak mengambil rotinya entar e’lo enggak


‘’Enggak.’’Kata Davian mengambil tasnya lalu membukanya.


‘’Davian , ini gue juga membawakan makanan buat e’lo.’’Kata


Laura tersenyum sambil menyerahkan kotak bekal.


Adel melihat Laura memberikan makanan pada Davian lalu


memalingkan matanya kea rah lain .


‘’Terima kasih.’’Kata Davian membuat Laura senang tapi .


‘’Tapi hari ini gue bawa bekal sendiri jadi lebih baik e’lo


makan saja.’’Lanjut Davian  mengeluarkan


kotak bekalnya membuat senyum Laura memudar.


‘’Oh gitu ,ya sudah.’’Kata Luara yang kecewa tapi dia tetap


tersenyum,dia pun memakannya.


‘Davian bawa bekal.’Pikir Diki  heran sambil menatapnya.


‘’E’lo kenapa?’’Tanya Davian saat melihat Diki menatapnya .


‘’Sejak kapan e’lo punya kebiasaan membawa bekal.’’Tanya Diki


yang berbisik.


‘’E’lo kan paling tidak suka yang beginian.’’Tambahnya.


‘’Menurut e’lo.’’Tanya balik Davian.


‘’Emmm’’Diki berpikir.


‘’Jangan –jangan……’’Kata Diki setelah di ingat –ingat semua


tindakan yang tidak pernah di lakukan Davian selama ini itu di sebabkan oleh


Adel lalu Davian menganggukan kepalanya mengiyakan tebakan Diki.


‘’Wah e’lo  curang kita


–kita cuman makan roti eh e’lo malah makannya spageti.’’Kata Diki cukup keras


hingga bisa di dengar yang lain.


Mereka pun serempak melihat ke  arah Davian dan Diki.


‘’Ngapain e’lo teriak Diki kalau e’lo mau spageti kaya Davian


tinggal bawa sendiri ngapain e’lo berteriak segala,berisik tahu!.’’Kata Rendy.

__ADS_1


‘E’lo bisa bilang begitu karna tidak tahu kalau spageti yang


di bawa Davian itu buatan Adel.’Batin Diki sambil menatap sebal Rendy.


‘’Adel.’’Panggil Diki


‘’Besok bisa e’lo buatkan gue spageti kaya Davian.’’Kata Diki


yang mengejutkan semuanya termasuk Davian yang akan menyuapkan spagetinya  berhenti mendengar ucapan Diki.


‘’Ehh.’’Adel binggung dengan permintaan Diki.


‘’Apa –apa e’lo Diki .’’Kata Reno kesal.


‘’Ngapain e’lo meminta Adel membuatkan bekal segala.’’Tambah


Reno.


‘’Apa masalahnya gue minta di buatkan bekal sama Adel bukan


sama e’lo, kalau e’lo mau tinggal minta .’’Kata Diki.


‘’Jangan marah –marah .’’Tambahnya.


‘’Emm…itu…’’Kata Reno gugup.


‘Bener juga yah.’Pikir Reno.


‘’Adel apa aku boleh minta juga di buatkan bekal.’’Kata Reno


yang menghampiri Adel.


‘’Boleh,tapi aku tidak terlalu bisa masak jadi maaf yah kalau


hasilnya tidak sesuai selera kalian.’’Kata Adel.


‘’Kalau boleh,  gue


juga mau Adel’’Kata Rendy.


‘’Iyah.’’Kata Adel.


‘Anggap saja ini sebagai hadiah perpisah gue .’Batin Adel.


‘Apa –apa mereka seenaknya saja meminta membuatkan


bekal.’Batin Davian kesal.


‘Eh kenapa aku jadi kesal begini.’Davian heran sendiri.


Setelah mereka berpamitan dengan pelatih dan tim basket UNI


mereka semua pulang kembali ke kampus.


‘’Adel ini.’’Satria memberikan sebuah amplop.


‘’Apa ini?’’Tanya Adel dan membukannya.


‘’Itu uang untuk membeli bahan –bahan untuk membuat bekal


untuk mereka.’’Kata Satria.


‘’Tidak perlu kak .’’Adel mengembalikannya.


‘’Sudah terima saja .’’Kata Satria.


‘’Anggap saja sebagai uang makan tim,lagian roti yang e’lo


buat hari ini pasti bahan bahannya dari e’lokan.’’Lanjutnya.


‘Ya ampun ,gue hampir lupa bahan –bahannyakan punya tante


Marisa.’Pikir Adel.


‘Gue harus menggantinya.’Lanjutnya.


‘’Sekarang ayo gue anter ke supermarket untuk membeli bahan


masakkan.’’Ajak Satria.


‘’Kak Satria mau menemani saya.’’Tanya Adel.


‘’Iyah lagian ini tuh untuk anggota tim,jadi sebagai kapten gue


juga harus ikut membantu.’’Kata Satria.


‘’Baiklah!tapi jangan mengeluh yah kalau saya menyuruh


–nyuruh kak Satria nanti .’’Kata Adel sambil menyeringai.


Glek


Satria menelan ludahnya saat melihat seringai Adel.


‘Mampus gue.’Pikir Satria.


 


 


 


 


 


 


MAAF TELAT UPNYA KUOTA SAYA HABIS TERUS GANGGUAN LAGI JADI AGAK TELAT KELUARGA SAYA JUGA HABIS SYUKURAN JADI TAMBAH SIBUK.OKE TERIMA KASIH YANG SELALU MENUNGGU UPDETAN CERITA SAYA.

__ADS_1


__ADS_2