
Semua anggota tim basket berkumpul di lapangan basket,pak
Gunawan mengintrupsikan mereka perihal latihan tanding yang akan mereka lakukan
sore ini.
‘’Baiklah,sore ini kita akan melakukan latih tanding dengan
kampus lain.’’Kata pak Gunawan.
Adel tersentak saat
pak Gunawan bicara soal latih tanding,dia lupa memberitahu Satria soal itu .
Adel melihat ke arah Satria yang terlihat biasa saja,Satria
yang merasa ada yang menatapnya menoleh ke Adel lalu tersenyum.
‘Apa kak Satria sudah tahu soal ini yah?’Pikir Adel lalu
kembali melihat ke depan lagi.
‘’Tim yang akan kita lawan adalah tim basket dari
UNI.’’Lanjut pak Gunawan.
‘’Dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk kita karna bisa
bertanding dengan lawan yang hebat.’’Tambahnya.
‘’Jadi manfaatkan pertandingan ini dengan sebaik- baiknya.’’Kata
pak Gunawan.
Setelah beberapa kata dari pak Gunawan dan Satria mereka
semua pergi menuju bis yang akan menantarkan mereka ke UNI.
‘’Kak Satria.’’Panggil Adel yang duduk di samping Satria.
Dia duduk di bangku paling belakang sendirian tadinya Reno
menuruhnya duduk di sampingnya tapi Adel menolak meski Reno sedikit keras
kepala untuk Adel duduk bersama tapi Kevin melerainya dia tahu soal kejadian yang terjadi pada Adel
dari Satria jadi dia mengira kalau Adel masih butuh waktu untuk bisa berdekatan
dengan laki –laki.
‘’Hm.ada apa?’’Tanya Satria.
‘’Eu,soal tadi apa kak Satria……’’Kata Adel ragu.
‘’Oh itu,iyah gue udah tahu, pak Gunawan memberitahunya pas
istirahat.’’Kata Satria.
‘’Begitu,maaf yah saya lupa memberitahu kak Satria.’’Kata
Adel menunduk.
‘’Tidak apa –apa .’’Satria menepuk kepala Adel seperti biasa
tapi tubuh Adel tersentak gemetar Satria mengangkat tangannya saat melihat
reaksi Adel.
‘Seburuk apa hal yang di alami Adel sampai bereaksi seperti
itu.’Pikir Satria ,dia melirik Kevin yang di sebelahnya yang beraut sama
dengannya.
20 menit waktu yang di butuhkan mereka untuk sampai ke
UNI,mereka segera pergi menuju lapangan basket milik UNI.
Setelah melakukan pemanasa setiap tim sudah siap dan berbaris
di lapangan,setelah sesama kapten berjabat tangan mereka bersiap di posisi
masing –masing.
‘’Davian semangat.’’Teriak Laura memberi semangat .
Saat mereka akan berangkat Laura meminta izin untuk ikut dan
pak Gunawan memperbolehkannya.
‘’Kalian semua juga semangat yah!’’Teriaknya lagi sambil
tersenyum manis membuat semua pria di sana merona kecuali Davian dan Reno.
Wasit meniup peluitnya tanda di mulainya permainan yang di
mana bola pertama di dapatkan tim basket BIMA DARMA.
SKIP
(Di skip aja soalnya saya tidak suka basket dan tak mengerti
aturan main basket).
‘’Sial,para pemain UNI benar benar gila.’’Kata Marsel yang
mengeluh.
Sekarang para pemain tim sedang istirahat di pinggir lapangan
__ADS_1
karna pertandingan sudah selesai dan di menangkan oleh UNI.
‘’E’lo bener,juara tahun lalu memang hebat.’’Kata Kevin
sedikit sinis karna jengkel telah kalah.
‘’Sudahlah jangan mengeluh ,seperti kata pak Gunawan kita
jadikan pertandingan ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan
kita.’’Kata Satria menasehati teman –temannya.
‘’Tumben ucapan lo bener.’’Kata Toni.
Bug
‘’Jadi selama ini ucapan gue itu salah.’’Satria memukul
kepala Toni karna kesal.
‘’Aww,sakit tau.’’Keluh Toni.
‘’Semuanya, ini ada sedikit makanan .’’Adel membawa tas kotak
bekalnya dan membukanya.
‘’Kalian pasti lapar ,jadi saya sudah buatkan roti isi untuk
kalian semua.’’Lanjut Adel.
‘’Wah kebetulan banget gue lapar.’’Kata Toni dan langsung
mengambilnya.
‘’Tumben e’lo kepikiran bikin makanan.’’Kata Sena sambil
mengambil rotinya.
‘’Jangan banyak omong makan saja.’’Kata Kevin saat melihat
Adel tertunduk.
‘’Sudahlah semuanya ambil dan makan.’’Kata Satria dan mereka
pun mengambil roti mereka.
‘’Asyik,makan roti
buatan Adel.’’Kata Reno senang dia mengambil dua buah.
‘’Oy e’lo serakah amat nanti yang lain tidak kebagian.’’Tegur
Rendy.
‘’Davian e’lo enggak mengambil rotinya entar e’lo enggak
‘’Enggak.’’Kata Davian mengambil tasnya lalu membukanya.
‘’Davian , ini gue juga membawakan makanan buat e’lo.’’Kata
Laura tersenyum sambil menyerahkan kotak bekal.
Adel melihat Laura memberikan makanan pada Davian lalu
memalingkan matanya kea rah lain .
‘’Terima kasih.’’Kata Davian membuat Laura senang tapi .
‘’Tapi hari ini gue bawa bekal sendiri jadi lebih baik e’lo
makan saja.’’Lanjut Davian mengeluarkan
kotak bekalnya membuat senyum Laura memudar.
‘’Oh gitu ,ya sudah.’’Kata Luara yang kecewa tapi dia tetap
tersenyum,dia pun memakannya.
‘Davian bawa bekal.’Pikir Diki heran sambil menatapnya.
‘’E’lo kenapa?’’Tanya Davian saat melihat Diki menatapnya .
‘’Sejak kapan e’lo punya kebiasaan membawa bekal.’’Tanya Diki
yang berbisik.
‘’E’lo kan paling tidak suka yang beginian.’’Tambahnya.
‘’Menurut e’lo.’’Tanya balik Davian.
‘’Emmm’’Diki berpikir.
‘’Jangan –jangan……’’Kata Diki setelah di ingat –ingat semua
tindakan yang tidak pernah di lakukan Davian selama ini itu di sebabkan oleh
Adel lalu Davian menganggukan kepalanya mengiyakan tebakan Diki.
‘’Wah e’lo curang kita
–kita cuman makan roti eh e’lo malah makannya spageti.’’Kata Diki cukup keras
hingga bisa di dengar yang lain.
Mereka pun serempak melihat ke arah Davian dan Diki.
‘’Ngapain e’lo teriak Diki kalau e’lo mau spageti kaya Davian
tinggal bawa sendiri ngapain e’lo berteriak segala,berisik tahu!.’’Kata Rendy.
__ADS_1
‘E’lo bisa bilang begitu karna tidak tahu kalau spageti yang
di bawa Davian itu buatan Adel.’Batin Diki sambil menatap sebal Rendy.
‘’Adel.’’Panggil Diki
‘’Besok bisa e’lo buatkan gue spageti kaya Davian.’’Kata Diki
yang mengejutkan semuanya termasuk Davian yang akan menyuapkan spagetinya berhenti mendengar ucapan Diki.
‘’Ehh.’’Adel binggung dengan permintaan Diki.
‘’Apa –apa e’lo Diki .’’Kata Reno kesal.
‘’Ngapain e’lo meminta Adel membuatkan bekal segala.’’Tambah
Reno.
‘’Apa masalahnya gue minta di buatkan bekal sama Adel bukan
sama e’lo, kalau e’lo mau tinggal minta .’’Kata Diki.
‘’Jangan marah –marah .’’Tambahnya.
‘’Emm…itu…’’Kata Reno gugup.
‘Bener juga yah.’Pikir Reno.
‘’Adel apa aku boleh minta juga di buatkan bekal.’’Kata Reno
yang menghampiri Adel.
‘’Boleh,tapi aku tidak terlalu bisa masak jadi maaf yah kalau
hasilnya tidak sesuai selera kalian.’’Kata Adel.
‘’Kalau boleh, gue
juga mau Adel’’Kata Rendy.
‘’Iyah.’’Kata Adel.
‘Anggap saja ini sebagai hadiah perpisah gue .’Batin Adel.
‘Apa –apa mereka seenaknya saja meminta membuatkan
bekal.’Batin Davian kesal.
‘Eh kenapa aku jadi kesal begini.’Davian heran sendiri.
Setelah mereka berpamitan dengan pelatih dan tim basket UNI
mereka semua pulang kembali ke kampus.
‘’Adel ini.’’Satria memberikan sebuah amplop.
‘’Apa ini?’’Tanya Adel dan membukannya.
‘’Itu uang untuk membeli bahan –bahan untuk membuat bekal
untuk mereka.’’Kata Satria.
‘’Tidak perlu kak .’’Adel mengembalikannya.
‘’Sudah terima saja .’’Kata Satria.
‘’Anggap saja sebagai uang makan tim,lagian roti yang e’lo
buat hari ini pasti bahan bahannya dari e’lokan.’’Lanjutnya.
‘Ya ampun ,gue hampir lupa bahan –bahannyakan punya tante
Marisa.’Pikir Adel.
‘Gue harus menggantinya.’Lanjutnya.
‘’Sekarang ayo gue anter ke supermarket untuk membeli bahan
masakkan.’’Ajak Satria.
‘’Kak Satria mau menemani saya.’’Tanya Adel.
‘’Iyah lagian ini tuh untuk anggota tim,jadi sebagai kapten gue
juga harus ikut membantu.’’Kata Satria.
‘’Baiklah!tapi jangan mengeluh yah kalau saya menyuruh
–nyuruh kak Satria nanti .’’Kata Adel sambil menyeringai.
Glek
Satria menelan ludahnya saat melihat seringai Adel.
‘Mampus gue.’Pikir Satria.
MAAF TELAT UPNYA KUOTA SAYA HABIS TERUS GANGGUAN LAGI JADI AGAK TELAT KELUARGA SAYA JUGA HABIS SYUKURAN JADI TAMBAH SIBUK.OKE TERIMA KASIH YANG SELALU MENUNGGU UPDETAN CERITA SAYA.
__ADS_1