
Davian masih menatap Diki tapi tak setajam tadi membuat Diki
tak nyaman ,dia tidak bisa menikmati
makananya semua terasa hambar di mulutnya.Sebanarnya Davian tak memperdulikan
godaan yang di kataan Diki.
Tapi dia teringat saat Diki menghabiskan makanannya dulu
padalkan dia baru memakan sesuap tapi Diki tampa bertanya langsung memakannya
sampai habis membuat dia kesal.Bayangkan saja Davian yang sudah memjadi kelinci
percobaan masakan Adel pada saat masakan itu berhasil malah di makan Diki
gimana enggak kesel.
Namun teman temannya salah paham dengan Davian mereka mengira
Davian kesal oleh candaan Diki hingga teriakan Kevin memecah kesuraman
tersebut.
‘’Wah… enggak nyangka kalau masakan e’lo seenak ini.’’Teriak
Kevin pada Adel yang dengan rakusnya
melahap makanannya.
‘’Cih!tadi aja marah marah sekarang malah muji muji.’’Cibir
Marsel
‘’Mungkin tadi dia sedang lapar jadi ngamuk ngamuk karna
sekarang sudah di kasih makanan jadi jinak lagi.’’Kata Tama ikut mengejek Kevin
yang duduk di depannya.
Tadi sore setelah latihan Kevin marah marah pada Adel dan
menyalahkannya karna tadi pas mereka datang langsung di suruh latihan tampa
istirahat terlebih dahulu dan mereka juga di hukum lari keliling lapangan terus
dapat ceramah panjang dari pak Gunawan.
‘’Apaan sih lo berdua sirik aja.’’Kata Kevin sebal.
‘’Siapa juga yang sirik.’’Kata Marsel.
‘’Enggak penting.’’Balas Tama,Satria tersenyum bersyukur
karna suasananya kembali normal.
‘’Gue enggak nyangka e’lo jago masak Adel.’’Puji Satria
sambil menepuk nepuk kepala Adel.
‘’Hehehe.’’Adel hanya cengengesan dia tak tau harus bicara
apa,dia juga sangat malu dan tak enak karna di puji mereka padahalkan yang
masak itu Davian.
Adel melirik Davian yang diam saja,Adel tidak tau saja kalau
Davian sedang perang batin saat melihat Satria menepuk kepala Adel dan Reno
walau dia kesal pada seniornya yang seenaknya menepuk kepala Adel tapi karna
dia sudah tau kalau seniornya itu suka pada Laura jadi dia menanggapinya dengan
positif.
‘’Gue tunggu di lapangan.’’Kata Davian dingin,setelah
mengatakan itu dia pergi dari ruang makan.
GLUK
Mereka serempak menelan ludah kasar saat mendengar perkataan
Davian yang dingin saking dinginnya mereka di buat merinding.
‘Mulai saat ini gue enggak akan menggoda Davian lagi.’Batin
Diki.
‘Gue enggak nyangka kalau Davian marah Nyeremin.’’Batin
Satria
‘Mulai sekarang jangan ada lagi yang menggoda Davian dan
membuatnya kesal.’Pikir mereka saling memandang lalu mengangguk .
Karna Adel sudah tau bagaimana seramnya kalau Davian sedang
kesal jadi dia biasa saja,dia berdiri dan pamit pada yang lain lalu pergi ke
lapangan denganberlari Adel tidak mau membuat Davian tambah kesal.
‘’Lama.’’Kata Davian datar.
‘’Maaf.’’Kata Adel yang masih ngos ngosan .
__ADS_1
‘’Lo lari keliling lapangan 10 kali terus push up 20
kali.’’Kata Davian.
‘’Apa’’Teriak Adel
‘’Yang benar aja gue habis lari dari ruang makan kesini dan sekarang gue harus lari lagi.’’Kata Adel
‘’Lo kan yang bilang sendiri akan melakukan apa pun yang gue
suruh.’’Kata Davian
‘’Ya enggak gini juga kali.’’Kata Adel sedikit sewot.
‘’Paling tidak biarkan gue isrirahat dulu sebentar.’’Kata
Adel membujuk Davian .
‘’Enggak.’’kata Davian.
Mau tak mau Adel menuruti keinginan Davian dia berlari
keliling lapangan sambil mengomel di dalam hati
‘Cih kenapa gue harus menyukai iblis kaya dia sih.’Pikir
Adel
‘Davian beri tau gue bagaimana caranya agar bisa melupakan
e’lo.’Pikir Adel,saat Adel menatap Davian Davian juga berbalik menatapnya Adel
langsung memalingkan wajahnya.
Melihat tingkah Adel Davian tersenyum dia juga sudah tidak
merasa kesal lagi dia memegangi dadanya sambil terus memperhatikan Adel.
‘Kenapa yah setiap melihat kelakuan Adel gue jadi enggak
kesel lagi.’Pikir Davian heran.
Setelah menyelesaikan makan malamnya Laura pergi ke lapangan
untuk melihat Davian melatih Adel sesampainya di sana dia melihat Davian
membawa tongkat kecil sambil mundar mandir dengan serius.
‘’1…2…1….2…1….2…1….2.’’Davian terus menghitung langkah Adel.
‘’Ayo lebih cepat ,posturnya yang benar.’’Kata Davian,
Adel hanya menghela
nafas lalu mengikuti instuksi Davian walau pun sebenarnya dia
‘’Sepertinya Davian sangat serius dengan pertandingan
ini.’’Kata Laura
‘’Dia terlihat sangat menikmatinya.’’Tambahnya,melihat binar
di mata Davian.
Keesokan paginya tubuh Adel pegal pagal tapi dia karna dia
harus menyiapkan sarapan jadi dia memaksakan diri pergi ke dapur .
Adel mengupas dan mengiris bawang merah,cabe,sosis dan
bawang daun setelah semua bahannya terkumpul Adel mulai memasak.
‘’Adel apa sarapanya sudah siap.’’Tanya Satria.
‘’Sudah tinggal di taruh di meja.’’Jawab Adel yang sedang
menaruh masakannya di piring terakhir.
‘’Kalau gitu biar gue bantu biar cepet.’’Satria membawa
piring piring itu ke meja makan dan
menatanya.
Adel membawa gelas dan air putih dan menaruhnya di tengah tengah
meja Reno datang menghampiri Adel .
‘’Adel ada yang bisa aku bantu.’’Kata Reno.
‘’Tidak usah ,semua
makanannya sudah di bawa semua oleh kak Satria dan ini yang terakhir,lebih baik
lo duduk aja tunggu yang lain.’’Kata Adel
‘’Baik lah tapi kalau ada yang di kerjakan beritau
aku.’’Kata Reno menarik kursi dan duduk tak lama para anggota lainnya datang.
‘’Terima kasih.’’Adel tersenyum membuat Reno berbunga bunga
dan di lihat yang lain ada juga yang bersiul salah satunya Satria dan Diki.
‘’Wih nasi goreng sosis.’’Kata Diki melihat menu sarapan.
‘’Inikan makanan faporitnya ….’’Diki tidak melanjutkan
__ADS_1
perkataannya dia takut kejadian semalam terulang lagi.
‘’Makanan faporit siapa?’’Tanya Laura pada Diki.
‘’Reno…ya ini makanan faporitnya Reno iyakan Ren.’’Jawab
Diki kaku,dia berusaha mengalihkan
pembicaran pada Reno.
‘’So tau lo.’’Kata Reno
‘’Bukannya iyah waktu itu lo marah gara gara gue makan nasi
goreng di rumah lo.’’Kata Diki
‘’Itu karna lo menghabiskan semua sarapan gue dodol.’’Kata
Reno kesal,Diki hanya menyengir tak
jelas.
Davian menyuapkan sesendok nasi goreng buatan Adel ,Adel
menatap Davian dengan was was takut dia tidak menyukai masakannya,saat Davian
mengunyahnya dia merasa ada yang berbeda.
‘Kenapa rasa ada yang beda yah!meski terasa enak tapi nasi goreng waktu itu lebih
enak.’Pikir Davian
Dia terus memakan nasi gorengnya, Adel tersenyum karna
Davian memakan masakanya di suapan terakhir Davian teringat perkataan Adel saat memberikan kotak bekal saat itu
KILAS BALIK
‘’Davian ini.’’Kata Adel menyerahkan kotak bekal.
‘’Gue kan sudah bilang enggak usah membuatkan gue bekal toh
enggak gue makan juga.’’Kata Davian berbohong sebenarnya dia memakannya walau
hanya sebagian.
‘’Gue tau tapi ini special .’’Kata Adel memaksa.
‘’Ini juga sebagai bentuk terima kasih karna lo sudah mau
mengajari gue belajar.’’Kata Adel lagi.
‘’Bukan hanya lo tapi temen temen merepotkan lo juga.’’Kata
Davian datar.
‘’Maaf,tapi kali ini gue masaknya pake bumbu special.’’Kata
Adel
‘’Bumbu special, apaan?’’Tanya Davian.
‘’Lo enggak menambahkan racunkan.’’Tanya Davian membuat Adel
gelagapan.
‘’Enggak kok, gue engggak memberikan racun cuman pake
bumbu….cinta.’’Kata Adel sambil melambai lambaikan tangannya, tapi saat dia
mengatakan cinta di memelankan suaranya agar tak di dengar Davian.
‘’Hah bumbu apa kata lo.’’Davian mendengar samar saat Adel
mengatakan bumbu cinta,Adel menyerahkan bekalnya sedikit kasar lalu berlari
meninggalkan Davian karna wajahnya sudah merah karna malu.
‘’Woi…..malah lari.’’Kata Davian dan memasukannya ke dalam
tas.
KILAS BALIK SELESAI
Davian tersenyum kecil dan memakan suapan terakhirnya,Diki
juga merasa kalau nasi gorengnya tidak seenak yang dia makan dulu.
‘Kenapa rasanya beda yah.’Pikir Diki
Saat dia sedang merasakan setiap suapan dan menyamakan
dengan nasi goreng yang dia makan dulu Diki melihat Davian tersenyum sebelum
menyuapkan nasi gorengnya terakhirnya dia pun menyadarinya.
‘Pantesan aja rasanya beda.’Pikir Diki dan memakannya lagi
tampa membandingkannya seperti tadi tiba tiba dia menyadari seeuatu.
‘Tunggu….tunggu kalau nasi goreng waktu itu yang gue
habiskan benar benar special buat Davian berarti semalam Davian marah bukan
karna godaan gue tapi karna dia inget nasi goreng yang Adel buat gue makan
habis tampa permisi.’Pikir Diki menelan ludahnya kasar dan melihat Davian.
__ADS_1
‘Tapi kenapa juga Davian menjadi sekesal itu hanya karna itu yah.’Pikir Diki heran.