Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
49


__ADS_3

Davian masih menatap Diki tapi tak setajam tadi membuat Diki


tak nyaman ,dia   tidak bisa menikmati


makananya semua terasa hambar di mulutnya.Sebanarnya Davian tak memperdulikan


godaan yang di kataan Diki.


Tapi dia teringat saat Diki menghabiskan makanannya dulu


padalkan dia baru memakan sesuap tapi Diki tampa bertanya langsung memakannya


sampai habis membuat dia kesal.Bayangkan saja Davian yang sudah memjadi kelinci


percobaan masakan Adel pada saat masakan itu berhasil malah di makan Diki


gimana enggak kesel.


Namun teman temannya  salah paham dengan Davian mereka mengira


Davian kesal oleh candaan Diki hingga teriakan Kevin memecah kesuraman


tersebut.


‘’Wah… enggak nyangka kalau masakan e’lo seenak ini.’’Teriak


Kevin pada Adel  yang dengan rakusnya


melahap makanannya.


‘’Cih!tadi aja marah marah sekarang malah muji muji.’’Cibir


Marsel


‘’Mungkin tadi dia sedang lapar jadi ngamuk ngamuk karna


sekarang sudah di kasih makanan jadi jinak lagi.’’Kata Tama ikut mengejek Kevin


yang duduk di depannya.


Tadi sore setelah latihan Kevin marah marah pada Adel dan


menyalahkannya karna tadi pas mereka datang langsung di suruh latihan tampa


istirahat terlebih dahulu dan mereka juga di hukum lari keliling lapangan terus


dapat ceramah panjang dari pak Gunawan.


‘’Apaan sih lo berdua sirik aja.’’Kata Kevin sebal.


‘’Siapa juga yang sirik.’’Kata Marsel.


‘’Enggak penting.’’Balas Tama,Satria tersenyum bersyukur


karna suasananya kembali normal.


‘’Gue enggak nyangka e’lo jago masak Adel.’’Puji Satria


sambil menepuk nepuk kepala Adel.


‘’Hehehe.’’Adel hanya cengengesan dia tak tau harus bicara


apa,dia juga sangat malu dan tak enak karna di puji mereka padahalkan yang


masak itu Davian.


Adel melirik Davian yang diam saja,Adel tidak tau saja kalau


Davian sedang perang batin saat melihat Satria menepuk kepala Adel dan Reno


walau dia kesal pada seniornya yang seenaknya menepuk kepala Adel tapi karna


dia sudah tau kalau seniornya itu suka pada Laura jadi dia menanggapinya dengan


positif.


‘’Gue tunggu di lapangan.’’Kata Davian dingin,setelah


mengatakan itu dia pergi dari ruang makan.


GLUK


Mereka serempak menelan ludah kasar saat mendengar perkataan


Davian yang dingin saking dinginnya mereka di buat merinding.


‘Mulai saat ini gue enggak akan menggoda Davian lagi.’Batin


Diki.


‘Gue enggak nyangka kalau Davian marah Nyeremin.’’Batin


Satria


‘Mulai sekarang jangan ada lagi yang menggoda Davian dan


membuatnya kesal.’Pikir mereka saling memandang lalu  mengangguk .


Karna Adel sudah tau bagaimana seramnya kalau Davian sedang


kesal jadi dia biasa saja,dia berdiri dan pamit pada yang lain lalu pergi ke


lapangan denganberlari Adel tidak mau membuat Davian tambah kesal.


‘’Lama.’’Kata Davian datar.


‘’Maaf.’’Kata Adel yang masih ngos ngosan .

__ADS_1


‘’Lo lari keliling lapangan 10 kali terus push up 20


kali.’’Kata Davian.


‘’Apa’’Teriak Adel


‘’Yang benar aja gue habis lari dari ruang makan kesini  dan sekarang gue harus lari lagi.’’Kata Adel


‘’Lo kan yang bilang sendiri akan melakukan apa pun yang gue


suruh.’’Kata Davian


‘’Ya enggak gini juga kali.’’Kata Adel sedikit sewot.


‘’Paling tidak biarkan gue isrirahat dulu sebentar.’’Kata


Adel membujuk Davian .


‘’Enggak.’’kata Davian.


Mau tak mau Adel menuruti keinginan Davian dia berlari


keliling lapangan sambil mengomel di dalam hati


‘Cih kenapa gue harus menyukai iblis kaya dia sih.’Pikir


Adel


‘Davian beri tau gue bagaimana caranya agar bisa melupakan


e’lo.’Pikir Adel,saat Adel menatap Davian Davian juga berbalik menatapnya Adel


langsung memalingkan wajahnya.


Melihat tingkah Adel Davian tersenyum dia juga sudah tidak


merasa kesal lagi dia memegangi dadanya sambil terus memperhatikan Adel.


‘Kenapa yah setiap melihat kelakuan Adel gue jadi enggak


kesel lagi.’Pikir Davian heran.


Setelah menyelesaikan makan malamnya Laura pergi ke lapangan


untuk melihat Davian melatih Adel sesampainya di sana dia melihat Davian


membawa tongkat kecil sambil mundar mandir dengan serius.


‘’1…2…1….2…1….2…1….2.’’Davian terus menghitung langkah Adel.


‘’Ayo lebih cepat ,posturnya yang benar.’’Kata Davian,


Adel  hanya menghela


nafas lalu mengikuti instuksi Davian walau pun sebenarnya   dia


‘’Sepertinya Davian sangat serius dengan pertandingan


ini.’’Kata Laura


‘’Dia terlihat sangat menikmatinya.’’Tambahnya,melihat binar


di mata Davian.


Keesokan paginya tubuh Adel pegal pagal tapi dia karna dia


harus menyiapkan sarapan jadi dia memaksakan diri pergi ke dapur .


Adel mengupas dan mengiris bawang merah,cabe,sosis dan


bawang daun setelah semua bahannya terkumpul Adel mulai memasak.


‘’Adel apa sarapanya sudah siap.’’Tanya Satria.


‘’Sudah tinggal di taruh di meja.’’Jawab Adel yang sedang


menaruh masakannya di piring terakhir.


‘’Kalau gitu biar gue bantu biar cepet.’’Satria membawa


piring  piring itu ke meja makan dan


menatanya.


Adel membawa gelas dan air putih dan menaruhnya di tengah tengah


meja Reno datang menghampiri Adel .


‘’Adel ada yang bisa aku bantu.’’Kata Reno.


‘’Tidak  usah ,semua


makanannya sudah di bawa semua oleh kak Satria dan ini yang terakhir,lebih baik


lo duduk aja tunggu yang lain.’’Kata Adel


‘’Baik lah tapi kalau ada yang di kerjakan beritau


aku.’’Kata Reno menarik kursi dan duduk tak lama para anggota lainnya datang.


‘’Terima kasih.’’Adel tersenyum membuat Reno berbunga bunga


dan di lihat yang lain ada juga yang bersiul salah satunya Satria dan Diki.


‘’Wih nasi goreng sosis.’’Kata Diki melihat menu sarapan.


‘’Inikan makanan faporitnya ….’’Diki tidak melanjutkan

__ADS_1


perkataannya dia takut kejadian semalam terulang lagi.


‘’Makanan faporit siapa?’’Tanya Laura pada Diki.


‘’Reno…ya ini makanan faporitnya Reno iyakan Ren.’’Jawab


Diki kaku,dia berusaha  mengalihkan


pembicaran pada Reno.


‘’So tau lo.’’Kata Reno


‘’Bukannya iyah waktu itu lo marah gara gara gue makan nasi


goreng di rumah lo.’’Kata Diki


‘’Itu karna lo menghabiskan semua sarapan gue dodol.’’Kata


Reno kesal,Diki hanya menyengir  tak


jelas.


Davian menyuapkan sesendok nasi goreng buatan Adel ,Adel


menatap Davian dengan was was takut dia tidak menyukai masakannya,saat Davian


mengunyahnya dia merasa ada yang berbeda.


‘Kenapa rasa ada yang beda yah!meski  terasa enak tapi nasi goreng waktu itu lebih


enak.’Pikir Davian


Dia terus memakan nasi gorengnya, Adel tersenyum karna


Davian memakan masakanya di suapan terakhir Davian teringat  perkataan Adel saat  memberikan kotak bekal  saat itu


KILAS BALIK


‘’Davian ini.’’Kata Adel menyerahkan kotak bekal.


‘’Gue kan sudah bilang enggak usah membuatkan gue bekal toh


enggak gue makan juga.’’Kata Davian berbohong sebenarnya dia memakannya walau


hanya sebagian.


‘’Gue tau tapi ini special .’’Kata Adel memaksa.


‘’Ini juga sebagai bentuk terima kasih karna lo sudah mau


mengajari gue belajar.’’Kata Adel lagi.


‘’Bukan hanya lo tapi temen temen merepotkan lo juga.’’Kata


Davian datar.


‘’Maaf,tapi kali ini gue masaknya pake bumbu special.’’Kata


Adel


‘’Bumbu special, apaan?’’Tanya Davian.


‘’Lo enggak menambahkan racunkan.’’Tanya Davian membuat Adel


gelagapan.


‘’Enggak kok, gue engggak memberikan racun cuman pake


bumbu….cinta.’’Kata Adel sambil melambai lambaikan tangannya, tapi saat dia


mengatakan cinta di memelankan suaranya agar tak di dengar Davian.


‘’Hah bumbu apa kata lo.’’Davian mendengar samar saat Adel


mengatakan bumbu cinta,Adel menyerahkan bekalnya sedikit kasar lalu berlari


meninggalkan Davian karna wajahnya sudah merah karna malu.


‘’Woi…..malah lari.’’Kata Davian dan memasukannya ke dalam


tas.


KILAS BALIK SELESAI


Davian tersenyum kecil dan memakan suapan terakhirnya,Diki


juga merasa kalau nasi gorengnya tidak seenak yang dia makan dulu.


‘Kenapa rasanya beda yah.’Pikir Diki


Saat dia sedang merasakan setiap suapan dan menyamakan


dengan nasi goreng yang dia makan dulu Diki melihat Davian tersenyum sebelum


menyuapkan nasi gorengnya terakhirnya  dia pun menyadarinya.


‘Pantesan aja rasanya beda.’Pikir Diki dan memakannya lagi


tampa membandingkannya seperti tadi tiba tiba dia menyadari seeuatu.


‘Tunggu….tunggu kalau nasi goreng waktu itu yang gue


habiskan benar benar special buat Davian berarti semalam Davian marah bukan


karna godaan gue tapi karna dia inget nasi goreng yang Adel buat gue makan


habis tampa permisi.’Pikir Diki menelan ludahnya kasar dan melihat Davian.

__ADS_1


‘Tapi kenapa juga Davian menjadi sekesal  itu hanya karna itu yah.’Pikir Diki heran.


__ADS_2