
‘’Uhg..’’Adel meregangkan badannya yang masih pegal pegal
karna kejadian kemarin.
Kemarin adalah hari terakhir ospek dan dengan itu membuat
dia resmi menjadi mahasiswi di ‘’BIMA DARMA’’sebenarnya kemarin dia di hukum
oleh senior untuk membersihkan lapangan kampus yang luasnya minta ampun di
tambah dia harus mengerjakannya sendirian.
Kalau di ingat ingat lagi perjuangan untuk sampai di sini
itu sangat berat dan butuh perjuangan.
KILAS BALIK
Pada hari saat Adel akan melakukan wawancara masuk perguruan
tinggi terjadi hujan yang sangat lebat dan angin kencang yang cukup parah.
‘’Adel,kamu yakin mau berangkat.’’Kata Marisa cemas
‘’Bagaimana kalau nanti saja,hujannya masih lebat
loh.’’Tambahnya
‘’Enggak apa apa tante,kalau nunggu reda dulu pasti
lama.’’Kata Adel yang sedang bersiap .
‘’Tapi itu bahaya Adel.’’Kata Marisa
‘’Jangan khawatir tante,Adel akan baik baik saja lebih baik
tante do’ain Adel supaya sampai dengan selamat dan bisa lulus.’’Kata Adel
menyakinkan Marisa.
‘’Kalau itu sih tante pasti mendo’akan kamu.’’Kata Marisa
yang masih agak cemas.
‘’Baiklah ,Adel berangkat dulu do’akan semoga Adel
berhasil.’’Adel menyalami Marisa dan pergi.
‘’Iyah hati hati di jalan .’’Kata Marisa
Dengan sedikit berjuang akhirnya Adel sudah menaiki bis,
untungnya sepanjang jalan tadi tidak ada petir walau hujannya sangat lebat.
Setelah turun dari bis Adel harus berjalan beberapa meter
sebelum sampai di kampus.
‘’Sial banget sih !’’Gerutu Adel yang berjuang menghadang angin
‘’Kenapa pas bagian gue harus hujan lebat gini.’’Tambah Adel
‘’Oke …..Adel lo harus semangat jangan mudah putus asa,
SEMANGAT.’’Teriak Adel di akhir kalimat.
‘’AAAKHH.’’
‘’Yah payungnya rusak lagi.’’Kata Adel melihat payungnya
rusak karna angin untungnya Adel juga memakai jas hujan jadi dia tidak basah
karna air hujan.
‘’Untungnya tinggal sedikit lagi sampai.’’Kata Adel
Adel sampai di aula tempat di laksanakannya tes diadakan
bertepan dengan namanya yang di panggil.
Adel masuk dan duduk di kursi depan para juri tes dengan
gugup tangannya sedikit bergetar entah dia kedinginan atau dia benar benar
gugup.
Para juri melihat lihat profil formulir Adel dan mereka
mengajukan beberapa pertanyaan pada Adel,hingga salah satu juri bertanya pada
Adel.
‘’Disini hanya ada satu prestasi yang cukup mengejutkan
dimana anda bisa menjadi peringkat 50 dari peringkat 95 ,tapi selanjutnya malah
menurun lagi.’’Kata juri tersebut.
‘’Jadi apa alasan, mengapa kami harus memilih mahasiswa
Adelia Putri?maka tolong katakana pada kami.’’Katanya lagi.
‘’Itu…..’’Adel tak tau harus menjawab apa.
‘’Oke jika tidak ada yang mau di kata maka silahkan
pergi,peserta selanjutnya.’’Juri itu mengusir Adel dan memanggil peserta lain
walau waktunya masih ada.
__ADS_1
Adel berdiri dari kursi dan berjalan kearah pintu keluar
lalu Adel berbalik lagi menghapap para juri dan mengatakan alasan untuk
memilihnya.
‘’Anda benar……… karna saya…..saya sesungguhnya tak punya apa
pun yang bisa saya lakukan dengan baik.’’Kata Adel yang membuat juri yang tadi
bertanya menengok ke arahnya.
‘’Untuk melakukan hal itu pertama kalinya adalah sebuah
keajaiban bagi saya,jadi saya sangat bersyukur.’’Kata Adel,dia tersenyum lalu
menarik nafas.
‘’Namun saya bisa mengatakan satu hal……jika anda tidak
memilih saya melainkan seseorang yang punya nilai bagus dan memiliki bakat dan
juga seorang mahasiswa yang mengesankan.’’Kata Adel
‘’Tapi kalau mahasiswa itu terlalu malas untuk bekerja keras
bahkan begitu mudahnya menyerah hanya ketika cuaca berubah menjadi buruk…..itu
akan menjadi kerugian bagi Universitas.’’Kata Adel
‘’Saya mungkin lebih lambat dari pada orang lain,tapi saya
bukan orang yang mudah menyerah,saya akan selalu melakukan segala hal sampai
akhir……..jadi mohon pilih saya.’’Kata Adel percaya diri
Saat Adel selesai mengucapkannya terdenar suara bip yang
menandakan wawancara terah berakhir ,Adel memberi hormat dan pergi.Para juri
tersenyum setelah Adel pergi dan saling memandang.
KILAS BALIK SELESAI
Bila Adel mengingatnya itu membuatnya sedikit prustasi di
tambah saat dia dengan cemasnya menunggu hasil wawancara dia sempat di kerjain
oleh Daniel yang mengharuskannya berkeliling rumah untuk mengejar Daniel.
Dan kalau soal wawancara yang di lakukan oleh Davian itu
berjalan dengan lancar tampa ada hambatan kaya jalan tol membuat Adel sedikit
kesal dan iri dengan keberuntungan Davian.
Adel segera bergegas turun ke bawah setelah dia bersiap siap
Di bawah atau lebih tepatnya di ruang makan semuanya sudah
berkumpul di meja makan untuk memulai sarapan,Adel pun duduk di kursinya.
‘’Selamat pagi.’’Sapanya
‘’Selamat pagi .’’Balas Marisa,Marselo dan Tomi
Sedangkan Davian dan Daniel tidak membalas sapaan Adel
mereka sibuk dengan kegiatan mereka Adel pun tak ambil pusing.
‘’Adel coba kamu lihat penampilan baru
Davian,kerenkan.’’Marisa menunjukan penampilan baru Davian yang dia paksa untuk
mengubahnya pada Adel.
‘’Iyah tante,Davian tambah keren.’’Adel baru menyadari
perubahan Davian.
Adel segera menundukkan wajahnya yang memerah saat melihat
penampilan Davian yang sangat keren dan tiba tiba dia teringat lagi dengan ciuman yang
di berikan Davian saat perayaan ke
lulusan mereka.
Mereka pun memulai sarapannya dengan hening hanya terdengar
dentingan sendok dan piring saja.
Setelahnya Adel pamit untuk berangkat ke kampus duluan .Adel
sengaja pergi lebih cepat karna dia malu dan tak mau di tanya tanya karna terpergok saat dia memerah bak kepiting
rebus oleh Marisa.
‘’Uh,kenapa Davian malah tambah keren aja sih.’’Kata Adel
,dia bersandar pada tiang sambil memainkan boneka kecil yang dulu pernah di
kasih Davian.
‘’Kalau ginikan susah untuk melupakannya.’’Keluh Adel
‘’Tapi ciuman waktu itu……apa itu Davian benar benar mencium
gue .’’Adel menyentuh bibirnya sambil tersenyum bahagiah.
__ADS_1
‘’woy!’’Sintia metepuk bahu Adel
‘’Lo masih waraskan Del.’’Kata Sintia atau Tia
‘’SINTIA LARISA.’’Teriak Adel
‘’Apaan sih?’’Kata Tia
‘’Lo tuh yang apaan dateng dating ngagetin orang.’’Kata Adel
kesal
‘’Habisnya lo kaya orang gila ,senyum senyum enggak
jelas.’’Kata Tia
‘’Lo yang gila.’’Kata Adel sebal
‘’Eh,Lili mana yah.’’Kata Tia celingukan mencari Lili
‘’Katanya tadi dia udah ada di kampus,tapi dimana
dia.’’Tambahnya
‘’Entahlah gue juga belum ketemu Lili.’’Kata Adel
‘’Gue di sini.’’Kata Lili yang berdiri di samping tiang
dekat Adel.
Adel dan Tia menoleh ke arah suara tadi betapa terkejutnya
mereka melihat perubahan Lili.
‘’Lo Lili.’’Kata Adel dan Tia serempak.
‘’Astaga lo cantik banget ,gue sampe pangling.’’Kata Tia
heboh.
‘’Yah,tadi gue sempat liat lo gue pikir itu bukan lo Li.Lo
juga pake sofelens.’’Kata Adel yang tak kalah heboh.
‘’Iyah,bagaimana.’’Lili berputar.
‘’Bagus kenapa enggak dari dulu lo kaya gini.’’Kata Adel
‘’Males.’’Kata Lili
‘’Apa kita akan di sini terus.’’Tanya Tia
‘’Enggaklah yuk pergi.’’Kata Adel dan di angguki Lili dan
Tia.
Mereka bertiga pergi ke menuju kelas Adel dan Tia sejurusan
sementara Lili berbeda jurusan.Saat di koridor yang memisahkan jurusan mereka
Tia melihat Davian sedang berbiraca dengan seseorang dengan akrab.
‘’Eh itu bukannya Davian yah!dia sedang bicara dengan siapa
.’’Kata Tia pada dua sahabatnya.
‘’Mana.’’Tanya Adel
‘’Itu di sana.’’Tunjuk Tia
‘’Benar, Davian kaya senang banget ngobrol dengan cewek
itu.Lihat mereka tertawa.’’Kata Tia
‘’Em.’’Mata Adel berkaca kaca hatinya terasa sakit,dia tidak
pernah melihat Davian tertawa dan tersenyum begitu bila padanya tapi dia bisa
bersikap begitu pada cewek itu.
‘’Del ,lo ngak apa apa.’’Kata Lili melihat Adel
Tia tersadar dari ke bodohannya dia lupa kalau selama ini
Adel tergila gila pada Davian pasti hatinya sakit melihat orang yang di
sukainya mengobrol dengan bahagia dengan cewek lain.
‘’Udah Del mending lo lupain aja Davian,masih banyak cowok
yang ganteng lebih keren dari Davian.’’Kata Tia menghibur Adel
‘’Gue yakin pasti banyak cowok di sini yang mau sama
lo.’’Katanya lagi
Adel hanya tersenyum dan mengangguki ucapan ke dua
sahabatnya.
‘Siapa yah cewek yang bersama Davian itu,sepertinya mereka
sangat dekat sampai sampai Davian tertawa bersama dengannya.Lalu arti ciuman
itu apa?apa itu emang hanya untuk mempermainkanku saja karna terah membongkar
rahasia lo pada teman teman.Lo jahat Davian saat gue mau menyerah lo memberi
lagi harapan tapi di saat perasaan itu tumbuh lagi lo menjatuhkannya
__ADS_1
lagi.’Batin Adel