Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
66


__ADS_3

Seperti bisa


Marisa  mempersiapkan sarapan untuk


keluarga tercintanya.Saat Adel masih tinggal di kediaman Pratama dia sering


ikut membantu Marisa menyiapkan sarapan atau pun makan malam.


Karna ada Adel


yang menemaninya menggobrol Jadi Marisa tidak merasa kesepian saat masak tapi


sekarang Aadel tidak tinggal di rumahnya lagi Marisa merindukan saat saat


sedang masak bersama Adel ,Marisa meletakan pisau yang di pegangnya dia


teringat percakapannya dengan Adel beberapa hari lalu.


KILAS BALIK.


‘’Tante.’’Panggil


Adel di depan gerbang kediaman Pratama.


‘’Adel.’’Kata


Marisa senang melihat kedatangan Adel,dia meletakan selang air yang dia pegang


serta mematikan krannya lalu membukakan pintu gerbang.


‘’Masuk ,ayo


masuk.’’Kata Marisa


‘’Tante kangen


banget sama Kamu.’’Tambahnya,Marisa memeluk Adel lalu membawa Adel masuk ke


dalam rumah.


‘’Mau minum


apa?nanti tante buatkan.’’Kata Marisa setelah mereka duduk.


‘’Tidak usah


repot –repot tante lagian Adel cuman sebentar kok.’’kata Adel.


‘’Tante enggak


merasa repot ,malah tante senang kamu kesini.’’Kata Marisa dia mengusap tangan


Adel.


‘’Tumben sepi


tante.’’Tanya Adel dia tidak melihat siapa pun di rumah selain Marisa.


‘’iyah,embok Inem


izin pulang anaknya masuk rumah sakit dan Daniel dia sedang les jadi tante


sendirian.’’Jawab Marisa.


‘’Coba kalau


kamu masih di sini kan tante ada temennya.’’Tambah Marisa,Adel hanya tersenyum


.


‘’Ah,bagaimana


kalau kamu ikut makan malam bersama.’’kata Marisa sedikit bersemangat.


‘’Makasih tante


tapi Adel masih harus belajar untuk ujian lain kali saja tante.’’Tolak Adel


 Sebenarnya dia tak enak menolak Marisa tapi


dia tak mau bertemu Davian ,dia sudah bertekat untuk memenui Davian saat akan


mempelihatkan hasil ujian nanti pada Davian.


‘’Begitu


yah.’’Kata Marisa kecewa.


‘’Tapi lain kali


kamu maukan makan bersama.’’Kata Marisa.


‘’Iya


tante.’’Jawab Adel


‘’Oh yah


Adel,tante mau tanya?’’Tanya Marisa.


‘’Sudah sejauh


mana hubungan mu dan Davian.’’Kata marisa penasaran.


‘’Masih sama


tidak ada perubahan,malah  sekarang


tambah runyam.’’Kata Adel sendu .


‘’Apa kalian


sedang ada masalah?’’Tanya Marisa cemas.


‘’Mungkin


sekarang Adel sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mendapatkan Davian.’’Kata


Adel sendu.


‘’Kenapa kamu


bicara begitu?’’Kata Marisa


‘’Kamu jangan


menyerah dulu ,tante yakin cepat atau lambat Davian pasti menyadari


perasaannya.’’Tambah Marisa.


Dia yakin anak


sulungnya itu tertarik pada Adel hanya saja dia gengsi untuk mengakuinya.


‘’Adel tak yakin


bisa meluluhkan Davian tapi jika Davian tetap tak menatap Adel maka Adel akan


melepaskan Davian untuk wanita yang lebih cocok dengan Davian dalam segala hal.’’Kata


Adel sambil tersenyum sendu.


KILAS BALIK


SELESAI


‘’Hah,bagaimana


yah caranya supaya Davian itu mengakui kalau dia itu tertarik dengan


Adel.’’Kata Marisa sambil melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


‘’Aku rasa satu


satunya cara adalah membuat mereka lebih sering bertemu.’’Tambahnya


‘’Yos pokoknya


aku harus membujuk Tomi lagi agar mau kembali ke rumah ini lagi dengan begitu


Davian dan Adel akan semakin dekat.’’Kata Marisa yang tersenyum memikirkan rencana


agar Adel tinggal di rumah mereka lagi.


‘’Mah apa


sarapannya suadah siap.’’Teriak Daniel di ruang makan.


‘’Iya sayang


sebentar lagi.’’Kata Marisa


Marisa  bergegas menyelesaikan masakannya menaruhnya


di piring dan menata di meja makan ,mereka langsung sarapan karna Davian dan


Marselo juga sudah ada di meja makan,mereka makan dengan hening hanya dentingan


sendok dan piring yang terdengar.


‘’Mama sama papa


akan berangkatnya kapan ke rumah nenek?’’Tanya Davian setelah selesai sarapan.


‘’Rencanya sih


nanti siang sekitar jam duaan soalnya ada yang harus papa kerjakan dulu.’’Kata


Marselo.


‘’Oh baiklah


Davian berangkat yah pah,mah.’’Davian pamitan pada Marselo dan Marisa.


‘’Dek mau


berangkat bareng kakak.’’Tanya Davian .


‘’Mau….Pah,mah


Daniel berangkat juga yah.’’setelah berpamitan Daniel pergi bersama Davian.


‘’Adel…..Adel.’’Panggil


Tia,tapi Adel tak berbalik dia terus saja jalan.


‘’Adel tunggu.’’Teriak


Tia memanggil Adel karna Adel tak menyaut nyaut.


Adel berhenti


dan berbalik saat mendengar ada yang memangilnya,Tia dan Lili berlari menghampiri


Adel.


‘’Ada


apa?ngapain kalian lari –lari.’’Tanya Adel.


‘’Gue dari tadi


panggil panggil e’lo.’’Kata Tia sebal.


‘’Sorry gue


enggak dengar soalnya.’’Adel melepaskan earphone satunya yang masih menempel di


telinganya.


sedang mendengarkan music jadi tidak mendengar panggilan Tia ,kebetulan Adel


melepas satu earphonnya saat Tia berteriak jadi dia berhenti saat mendengar


teriakan Tia.


‘’Hari ini kelas


gue kosong bagaimana dengan kelas e’lo.’’Tanya Adel pada Lili.


‘’Kelas gue juga


kosong emang kenapa?’’Kata Lili.


‘’Enggak cuman


mau ngajak nongkrong aja.’’Kata Adel


‘’Boleh


juga,tapi kemana?’’Tanya Tia.


‘’Taman aja


yuk,gue bawa senwict.’’Kata Adel.


‘’Yah udah


yuk,kebetulan gue belum sarapan.’’Kata Tia yang mengusap perutnya.


Mereka bertiga


pergi ketaman belakang kampus tempat Adel menangis dulu,mereka duduk di bawah


pohon lalu Adel mengambil senwict dan beberapa cemilan di tasnya.


‘’Tumben e’lo


bawa senwict dan cemilan segala.’’Tanya Tia heran dia mengambil satu potong dan


memakannya.


‘’Bagaimana


rasanya?’’Bukannya menjawab pertanyaan Tia Adel malah berbalik bertanya.


‘’Enak,kenapa?apa


ada racunnya.’’Kata Tia panic.


‘’Enggak hanya


saja senwict dan cemilan itu buatan gue.’’Kata Adel.


‘’Serius,wah e’lo


sekarang sudah jago bikin cemilan nih.’’Kata Lili.


‘’Oh yah


Del!e’lo belum jawab pertanyaan kita kemarin.’’Kata Tia


‘’Soal


apa?’’Tanya Adel.


‘’Jangan pura


pura lupa Del,kita beneran penasaran soal sikap e’lo kemari ke Davian.’’Kata


Lili sambil memakan keu kering.


‘’oh itu,gue

__ADS_1


cuman mau mempersiapkan hati gue  aja .’’Kata


Adel sedikit sendu.


‘’Maksud


e’lo?’’Tanya Diki yang tiba tiba sudah duduk di samping Lili sambil mengambil


cemilan.


‘’Astaga.’’Teriak


Adel,Lili dan Tia bersama yang terkejut dengan kehadiran Diki yang tiba tiba.


BRUK


‘’Awww.’’Adel


melempar buku ke wajah Diki.


‘’Apa –apa sih


e’lo.’’Kata Diki mengusap dahinya yang merah karna terkena lemparan buku super


tebal milik Adel.


‘’Maaf cuman


mengecek e’lo ituDiki beneran atau setan.’’Kata Adel dengan acuh.


‘’Gila lo Yah!


muka ganteng ke gini di samain sama setan.’’Kata Diki yang kesal di katai


setan.


‘’Salah e’lo


yang datang tiba tiba kaya jelangkung.’’Kata Tia.


‘’Gue itu lagi


tidur di belakan pohon ,terus denger kalian ngobrol .’’Jelas Diki sambil


menunjuk ke  arah belakang pohon.


‘’Berhubung gue


lapar terus ngeliat kalian punya makanan jadi gue tertarik.’’Tambah Diki.


‘’Jadi, e’lo


mau  mempersiapkan hati untuk apa?’’Tanya


Diki,dia mengambil senwict dan memakannya.


‘’Davian kan


bilang akan memberi gue kesempatan jika gue bisa dapat nilai A tapi kalau gue


tidak dapat A berarti gue harus melupakan Davian kan.’’Kata Adel sendu.


‘’Dan melihat


respon dia tentang gossip gue dengan kak Satria membuat gue berpikir kalau ini


benar benar kesempatan terakhir gue.’’Tambahnya.


‘’E’lo tau


enggak Davian itu enggak cemburu atau pun marah dengan e’lo,dia tidak


terpengaruh dengan gossip itu jadi menurut gue e’lo masih punya


kesempatanan.’’Kata Diki.


‘’Justru itu


membuktikan kalau gue udah tidak punya harapan lagi.’’Kata Adel.


‘’Kali ini e’lo


beneran serius mau melupakan Davian.’’Kata Lili


‘’E’lo enggak


akan seperti kemarin kemarin lagi kan yang bilang akan melupannya tapi besoknya


lo berubah pikiran lagi .’’Tambah Lili.


‘’Bukannya


sampai sekarang lo itu masih belajar memasak dan membuat keu serta cemilan itu


karna lo mau membuatkan Davian makanan ke sukaannya.''Kata Tia.


‘’Iyah gue akui


itu,emang bener.’’Kata Adel membenarkan ucapan Tia.


‘’Tapi itu


membuat gue sadar seberapa pun kerasnya gue untuk belajar entah dalam akademik


atau memasak gue masih saja kalah darinya.’’Tambah Adel.


‘’Sekeras apa


pun gue berusaha agar gue pantas berdiri di samping Davian,cahayanya selalu


berkilau lebih terang dari gue jadi gue enggak mau jadi penghambat Davian


nanti.’’Adel menatap langit dengan sendu.


‘’Lagian


matahari lebih membutuhkan cahaya bulan untuk bersinar lebih terang dari pada


bumi kan.’’Kata Adel menatap Diki dengan senyuman sendu.


‘’Adel.’’Lili


dan Tia memeluk Adel.


‘’E’lo benar


benar cewek yang hebat Adel.’’Guman Diki,dia tersenyum.


‘Tapi tanpa e’lo


sadari lo itu udah membawa perubahan pada dunia Davian.’batin Diki,dia melirik


hpnya.


‘Dan e’lo juga


pasti sadar akan hal itu kan.’Tambahnya.


Tanpa Adel,Lili


dan Tia ketahui Davian mendengar semua ucapan Adel,tadi Diki sengaja menelepon


Davian saat dia mendengar Adel ingin mempersiapkan diri untuk melupakan Davian.


Davian menutup


teleponnya melihat ke langit yang berwarna biru cerah tak berawan.


‘’Tapi matahari


lebih membutuhkan bumi sebagai tujuan untuknya terus bersinar terang.’’Kata

__ADS_1


Davian.


__ADS_2