
Seperti bisa
Marisa mempersiapkan sarapan untuk
keluarga tercintanya.Saat Adel masih tinggal di kediaman Pratama dia sering
ikut membantu Marisa menyiapkan sarapan atau pun makan malam.
Karna ada Adel
yang menemaninya menggobrol Jadi Marisa tidak merasa kesepian saat masak tapi
sekarang Aadel tidak tinggal di rumahnya lagi Marisa merindukan saat saat
sedang masak bersama Adel ,Marisa meletakan pisau yang di pegangnya dia
teringat percakapannya dengan Adel beberapa hari lalu.
KILAS BALIK.
‘’Tante.’’Panggil
Adel di depan gerbang kediaman Pratama.
‘’Adel.’’Kata
Marisa senang melihat kedatangan Adel,dia meletakan selang air yang dia pegang
serta mematikan krannya lalu membukakan pintu gerbang.
‘’Masuk ,ayo
masuk.’’Kata Marisa
‘’Tante kangen
banget sama Kamu.’’Tambahnya,Marisa memeluk Adel lalu membawa Adel masuk ke
dalam rumah.
‘’Mau minum
apa?nanti tante buatkan.’’Kata Marisa setelah mereka duduk.
‘’Tidak usah
repot –repot tante lagian Adel cuman sebentar kok.’’kata Adel.
‘’Tante enggak
merasa repot ,malah tante senang kamu kesini.’’Kata Marisa dia mengusap tangan
Adel.
‘’Tumben sepi
tante.’’Tanya Adel dia tidak melihat siapa pun di rumah selain Marisa.
‘’iyah,embok Inem
izin pulang anaknya masuk rumah sakit dan Daniel dia sedang les jadi tante
sendirian.’’Jawab Marisa.
‘’Coba kalau
kamu masih di sini kan tante ada temennya.’’Tambah Marisa,Adel hanya tersenyum
.
‘’Ah,bagaimana
kalau kamu ikut makan malam bersama.’’kata Marisa sedikit bersemangat.
‘’Makasih tante
tapi Adel masih harus belajar untuk ujian lain kali saja tante.’’Tolak Adel
Sebenarnya dia tak enak menolak Marisa tapi
dia tak mau bertemu Davian ,dia sudah bertekat untuk memenui Davian saat akan
mempelihatkan hasil ujian nanti pada Davian.
‘’Begitu
yah.’’Kata Marisa kecewa.
‘’Tapi lain kali
kamu maukan makan bersama.’’Kata Marisa.
‘’Iya
tante.’’Jawab Adel
‘’Oh yah
Adel,tante mau tanya?’’Tanya Marisa.
‘’Sudah sejauh
mana hubungan mu dan Davian.’’Kata marisa penasaran.
‘’Masih sama
tidak ada perubahan,malah sekarang
tambah runyam.’’Kata Adel sendu .
‘’Apa kalian
sedang ada masalah?’’Tanya Marisa cemas.
‘’Mungkin
sekarang Adel sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mendapatkan Davian.’’Kata
Adel sendu.
‘’Kenapa kamu
bicara begitu?’’Kata Marisa
‘’Kamu jangan
menyerah dulu ,tante yakin cepat atau lambat Davian pasti menyadari
perasaannya.’’Tambah Marisa.
Dia yakin anak
sulungnya itu tertarik pada Adel hanya saja dia gengsi untuk mengakuinya.
‘’Adel tak yakin
bisa meluluhkan Davian tapi jika Davian tetap tak menatap Adel maka Adel akan
melepaskan Davian untuk wanita yang lebih cocok dengan Davian dalam segala hal.’’Kata
Adel sambil tersenyum sendu.
KILAS BALIK
SELESAI
‘’Hah,bagaimana
yah caranya supaya Davian itu mengakui kalau dia itu tertarik dengan
Adel.’’Kata Marisa sambil melipat kedua tangannya di dada.
__ADS_1
‘’Aku rasa satu
satunya cara adalah membuat mereka lebih sering bertemu.’’Tambahnya
‘’Yos pokoknya
aku harus membujuk Tomi lagi agar mau kembali ke rumah ini lagi dengan begitu
Davian dan Adel akan semakin dekat.’’Kata Marisa yang tersenyum memikirkan rencana
agar Adel tinggal di rumah mereka lagi.
‘’Mah apa
sarapannya suadah siap.’’Teriak Daniel di ruang makan.
‘’Iya sayang
sebentar lagi.’’Kata Marisa
Marisa bergegas menyelesaikan masakannya menaruhnya
di piring dan menata di meja makan ,mereka langsung sarapan karna Davian dan
Marselo juga sudah ada di meja makan,mereka makan dengan hening hanya dentingan
sendok dan piring yang terdengar.
‘’Mama sama papa
akan berangkatnya kapan ke rumah nenek?’’Tanya Davian setelah selesai sarapan.
‘’Rencanya sih
nanti siang sekitar jam duaan soalnya ada yang harus papa kerjakan dulu.’’Kata
Marselo.
‘’Oh baiklah
Davian berangkat yah pah,mah.’’Davian pamitan pada Marselo dan Marisa.
‘’Dek mau
berangkat bareng kakak.’’Tanya Davian .
‘’Mau….Pah,mah
Daniel berangkat juga yah.’’setelah berpamitan Daniel pergi bersama Davian.
‘’Adel…..Adel.’’Panggil
Tia,tapi Adel tak berbalik dia terus saja jalan.
‘’Adel tunggu.’’Teriak
Tia memanggil Adel karna Adel tak menyaut nyaut.
Adel berhenti
dan berbalik saat mendengar ada yang memangilnya,Tia dan Lili berlari menghampiri
Adel.
‘’Ada
apa?ngapain kalian lari –lari.’’Tanya Adel.
‘’Gue dari tadi
panggil panggil e’lo.’’Kata Tia sebal.
‘’Sorry gue
enggak dengar soalnya.’’Adel melepaskan earphone satunya yang masih menempel di
telinganya.
sedang mendengarkan music jadi tidak mendengar panggilan Tia ,kebetulan Adel
melepas satu earphonnya saat Tia berteriak jadi dia berhenti saat mendengar
teriakan Tia.
‘’Hari ini kelas
gue kosong bagaimana dengan kelas e’lo.’’Tanya Adel pada Lili.
‘’Kelas gue juga
kosong emang kenapa?’’Kata Lili.
‘’Enggak cuman
mau ngajak nongkrong aja.’’Kata Adel
‘’Boleh
juga,tapi kemana?’’Tanya Tia.
‘’Taman aja
yuk,gue bawa senwict.’’Kata Adel.
‘’Yah udah
yuk,kebetulan gue belum sarapan.’’Kata Tia yang mengusap perutnya.
Mereka bertiga
pergi ketaman belakang kampus tempat Adel menangis dulu,mereka duduk di bawah
pohon lalu Adel mengambil senwict dan beberapa cemilan di tasnya.
‘’Tumben e’lo
bawa senwict dan cemilan segala.’’Tanya Tia heran dia mengambil satu potong dan
memakannya.
‘’Bagaimana
rasanya?’’Bukannya menjawab pertanyaan Tia Adel malah berbalik bertanya.
‘’Enak,kenapa?apa
ada racunnya.’’Kata Tia panic.
‘’Enggak hanya
saja senwict dan cemilan itu buatan gue.’’Kata Adel.
‘’Serius,wah e’lo
sekarang sudah jago bikin cemilan nih.’’Kata Lili.
‘’Oh yah
Del!e’lo belum jawab pertanyaan kita kemarin.’’Kata Tia
‘’Soal
apa?’’Tanya Adel.
‘’Jangan pura
pura lupa Del,kita beneran penasaran soal sikap e’lo kemari ke Davian.’’Kata
Lili sambil memakan keu kering.
‘’oh itu,gue
__ADS_1
cuman mau mempersiapkan hati gue aja .’’Kata
Adel sedikit sendu.
‘’Maksud
e’lo?’’Tanya Diki yang tiba tiba sudah duduk di samping Lili sambil mengambil
cemilan.
‘’Astaga.’’Teriak
Adel,Lili dan Tia bersama yang terkejut dengan kehadiran Diki yang tiba tiba.
BRUK
‘’Awww.’’Adel
melempar buku ke wajah Diki.
‘’Apa –apa sih
e’lo.’’Kata Diki mengusap dahinya yang merah karna terkena lemparan buku super
tebal milik Adel.
‘’Maaf cuman
mengecek e’lo ituDiki beneran atau setan.’’Kata Adel dengan acuh.
‘’Gila lo Yah!
muka ganteng ke gini di samain sama setan.’’Kata Diki yang kesal di katai
setan.
‘’Salah e’lo
yang datang tiba tiba kaya jelangkung.’’Kata Tia.
‘’Gue itu lagi
tidur di belakan pohon ,terus denger kalian ngobrol .’’Jelas Diki sambil
menunjuk ke arah belakang pohon.
‘’Berhubung gue
lapar terus ngeliat kalian punya makanan jadi gue tertarik.’’Tambah Diki.
‘’Jadi, e’lo
mau mempersiapkan hati untuk apa?’’Tanya
Diki,dia mengambil senwict dan memakannya.
‘’Davian kan
bilang akan memberi gue kesempatan jika gue bisa dapat nilai A tapi kalau gue
tidak dapat A berarti gue harus melupakan Davian kan.’’Kata Adel sendu.
‘’Dan melihat
respon dia tentang gossip gue dengan kak Satria membuat gue berpikir kalau ini
benar benar kesempatan terakhir gue.’’Tambahnya.
‘’E’lo tau
enggak Davian itu enggak cemburu atau pun marah dengan e’lo,dia tidak
terpengaruh dengan gossip itu jadi menurut gue e’lo masih punya
kesempatanan.’’Kata Diki.
‘’Justru itu
membuktikan kalau gue udah tidak punya harapan lagi.’’Kata Adel.
‘’Kali ini e’lo
beneran serius mau melupakan Davian.’’Kata Lili
‘’E’lo enggak
akan seperti kemarin kemarin lagi kan yang bilang akan melupannya tapi besoknya
lo berubah pikiran lagi .’’Tambah Lili.
‘’Bukannya
sampai sekarang lo itu masih belajar memasak dan membuat keu serta cemilan itu
karna lo mau membuatkan Davian makanan ke sukaannya.''Kata Tia.
‘’Iyah gue akui
itu,emang bener.’’Kata Adel membenarkan ucapan Tia.
‘’Tapi itu
membuat gue sadar seberapa pun kerasnya gue untuk belajar entah dalam akademik
atau memasak gue masih saja kalah darinya.’’Tambah Adel.
‘’Sekeras apa
pun gue berusaha agar gue pantas berdiri di samping Davian,cahayanya selalu
berkilau lebih terang dari gue jadi gue enggak mau jadi penghambat Davian
nanti.’’Adel menatap langit dengan sendu.
‘’Lagian
matahari lebih membutuhkan cahaya bulan untuk bersinar lebih terang dari pada
bumi kan.’’Kata Adel menatap Diki dengan senyuman sendu.
‘’Adel.’’Lili
dan Tia memeluk Adel.
‘’E’lo benar
benar cewek yang hebat Adel.’’Guman Diki,dia tersenyum.
‘Tapi tanpa e’lo
sadari lo itu udah membawa perubahan pada dunia Davian.’batin Diki,dia melirik
hpnya.
‘Dan e’lo juga
pasti sadar akan hal itu kan.’Tambahnya.
Tanpa Adel,Lili
dan Tia ketahui Davian mendengar semua ucapan Adel,tadi Diki sengaja menelepon
Davian saat dia mendengar Adel ingin mempersiapkan diri untuk melupakan Davian.
Davian menutup
teleponnya melihat ke langit yang berwarna biru cerah tak berawan.
‘’Tapi matahari
lebih membutuhkan bumi sebagai tujuan untuknya terus bersinar terang.’’Kata
__ADS_1
Davian.