Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
59


__ADS_3

SEMENTARA ITU


Laura sedang duduk di restoran


bersama Satria,dia tak mengerti kenapa bisa jadi begini tiba tiba Satria


seniornya menarik tangannya dan berlari dari orang orang yang tak dikenal dan


berakhir di sini.


‘’Silahkan di nikmati.’’Ucap


pelayan yang membawakan makanan  memecahkan ke heningan antara Laura dan Satria.


‘’Terima kasih.’’Kata


Satria,setelah memata makanannya pelayan itu pergi.


Mereka mulai memakan


makanannya,Satria memakan makanannya dengan perasaan antara gugup dan gelisah.


‘Ini adalah kesempatan e’lo untuk


mengungkapkan perasaan e’lo padanya.’Batin Satria,dia menarik nafas untuk


menenangkan diri,


‘Ayo Satria lo itu pria lo harus


berani bicara duluan.’Batin Satria mencoba menyemangati dirinya.


‘’Laura,maaf ada yang mau aku


bicarakan.’’Kata Satria sedikit kaku karna dia gugup.


‘’Ini benar benar sulit untuk saya


mengatakannya,jadi saya harap kamu mau mendengarkannya.’’Kata Satria dengan


sopan dan formal.


Laura hanya melirik sebentar


Satria dan kembali memakan makanannya tanpa menghentikan makannya untuk


mendengarkan perkataan Satria.


‘’Kamu tau!aku ini punya banyak


kekurangannya.’’Kata Satria,dia benar benar gugup.


‘’Kekurangan!apa?’’Tanya Laura dia


menghentikan makannya.


‘’Ini enak kok.’’Tambahnya.


‘’Itu…aku tidak sedang bicara


tentang makannya.’’Kata Satria


‘’Lalu.’’Kata Laura.


‘’Aku telah mencoba yang terbaik


untuk tidak memikirkannya.’’Kata Satria kaku.


‘’Tapi aku terus menerus  memikirkan tentang ka….’’Laura memotong


ucapan Satria karna dia tau apa yang ingin di katakan Satria.


‘’Senior saya rasa saya harus


segera pulang.’’Kata Laura.


‘’Kenapa?’’Tanya Satria


‘’Saya sedikit pusing.’’Jawab


Laura.


‘’Kamu sakit!tunggu saya akan


bayar dulu dan mengantar mu pulang.’’Kata Satria khawatir saat akan beranjak


membayar Laura menghentikannya.


‘’Saya akan pulang sendiri saja


,senior nikmati saja makanannya.’’Laura beranjak dan pergi.


‘’Saya tau bahwa saya tidak


memiliki banyak kelebihan.’’Satria melanjutkan ucapannya setelah ke pergian


Laura dengan pandangan sendu.


‘’Itu sebabnya,saya memutuskan untuk


berusaha dengan keras agar tidak terus memikirkanmu.’’Kata Satria.


‘’Tapi baru baru ini,saya terus ke


pikiran tentang kamu.’’Kata Satria tersenyum kecil.


‘’Itu lah yang ingin saya


katakan.”Kata Satria sendu,dia melanjutkan makannya melampiaskan perasaannya.


‘’Ayahhh.’’Adel berlari memeluk


Tomi yang sedang bersih bersih di dapur.


‘’Ada apa kamu bikin ayah kaget


saja.’’Kata Tomi mengelus dadanya yang terkejut dengan tindakan Adel.


‘’Hehehe.’’Adel hanya cengengesan  dan melepaskan pelukannya.


‘’Sepertinya anak ayah sedang


senang.’’Goda Tomi.


‘’Enggak kok yah,Adel cuman ke


pengen peluk ayah aja.’’Elak Adel.


‘’Begitukah.’’Kata Tomi.


‘’Oh yah,tadi pihak perumahan


menelepon ayah dan sepertinya kita akan sedikit lebih lama tinggal


disini.’’Kata Tomi


‘’Emangnya kenapa?’’Tanyan Adel


‘’Mereka hanya mengganti


setengahnya saja untuk perbaikan dan kalau mau cepat selesai kita harus membayar


setengahnya.’’Jelas Tomi,dia sedih harus membuat Adel tinggal lebih lama di


loteng yang sempit.

__ADS_1


‘’Tidak apa apa  ayah,Adel tidak masalah kok.’’Kata Adel


menenangkan ayahnya.


‘’Maaf yah,seandainya ayah masih


punya uang, perbaikan rumahnya pasti bisa lebih cepat.’’Kata Tomi.


‘’Jangan terlalu di pikirkan,


nanti ayah bisa sakit pokoknya ayah jangan khawatir Adel baik baik aja.’’Kata


Adel.


‘’Terima kasih ,ya sudah


istirahatlah kamu pasti lelah.’’Kata Tomi


‘’iyah Adel kekamar dulu.’’Pamit


Adel.


…………………


‘’Huuffff.’’Adel menghela nafas ke


sekian kalinya lalu menaruh kepalanya di atas meja.


‘’Kenapa lo Del,dari tadi menghela


nafas mulu.’’Tanya Tia heran.


‘’Apa ada masalah?’’Tanya Tia


lagi.


‘’Bukannya harusnya e’lo itu


seneng karna kemarin kan lo habis kencan dengan Davian.’’Tanya Lili.


‘’Apa kencan dengan Davian!’’Kata


Tia kaget


‘’Darimana lo bisa tau?’’Adel


bagun terkejut.


Kata Adel dan Tia serempak menatap


Lili  dengan espresi terkejut. Lili yang


di tatap memutar matanya malas.


‘’Katakan.’’Kata Adel dan Tia.


‘’Kemarin gue liat lo sama Davian


sedang berjalan di jembatan gantung di  danau.’’Jelas Lili.


‘’Kalian curang jalan jalan enggak


ngajak ngajak.’’Kata Tia sebal.


‘’Siapa yang jalan jalan.’’Kata


Adel dan Lili bersama.


‘’Li ini.’’Kata Diki yang tiba


tiba datang langsung memberikan peperbag pada Lili.


‘’Terima kasih.’’Lili menerimanya


.


membuka tasnya Lili menepis tangan Adel.


‘’Pelit amat sih.’’Kata Adel


sebal.


‘’Sejak kapan kalian jadi sedekat


ini.pake saling memberi hadiah segala.’’Tanya Tia curiga.


‘’Hadiah pala lo,ini tuh untuk


presentasi tugas kelompok.’’Kata Lili.


‘’Tugas kelompok,apa tugas


kelompok.’’Kata Adel dengan nada menggoda.


‘’Ini beneran tugas


kelompok.’’Kata Lili sebal


‘’Terus kenapa Davian dan Laura


tidak mengerjakannya juga.’’Tanya Adel.


‘’Kelompok mereka sudah


mengerjakannya  dua minggu lalu dan


sekarang bagian kelompok kami.’’Kata Diki menjawab karna kasihan pada Lili.


‘’Oh yah Del!gimana kencan lo


dengan Davian.’’Diki mendudukan pantatnya di samping Lili.


Adel yang ditanya hal itu kembali


lesu dan menaruh tangannya di meja serta kepalanya di taruh di atas tangannya.


‘’E’lo juga tau Adel sama Davian


kencan.’’Tanya Tia


‘’Lili lo tega masa lo kasih tau


Diki tapi gue enggak di kasih tau.’’Tambahnya kesal.


‘’Karna lo tidak ada di dekat Lili


pas ngeliat mereka di danau.’’Kata Diki,Tia hanya memanyunkan bibir.


‘’Kenapa kok lesu,jangan jangan lo


di tinggal Davian.’’Kata Diki lagi,Adel menggelengkan kepala.


‘’Tidak !lebih parah.’’Kata Adel


lesu.


‘’Apa Davian bicara kasar ke


e’lo.’’Tanya Tia,Adel menggeleng.


‘’Terus kenapa?’’Tanya Diki,Tia


dan Lili penasaran.


‘’Davian bilang akan

__ADS_1


mempertimbangkan pengakuan gue kalau gue dapat nilai A saat ujian


semester.’’Kata Adel.


‘’Itu baguskan kenapa lesu


.’’Tanya Diki.


‘’Bagus pala lo untuk dapat C saja


gue enggak yakin apa lagi A.’’Kata Adel sebal.


‘’Ya tinggal belajar apa


susahnya,lo kan pernah menjadi peringkat ke 50 dari 98 lakukan saja seperti


dulu.’’Kata Diki.


‘’Itu karna Davian yang mengajari


gue.’’Kata Adel.


 ‘’E’lo mau enggak ngajarin gue


belajar,Diki.’’Kata Adel yang tiba tiba terlintas di otaknya.


‘’Mm sorry,gue enggak punya bakat


untuk membuat keajaiban seperti Davian.’’Tolak Diki,Adel mendengus.


‘’Adellll.’’Teriak Reno.


‘’Kamu tidak apa apakan aku dengar


kaki kamu terkilir pas main basket.’’Kata Reno sambil memeriksa tubuh dan kaki


Adel.


‘’Telat e’lu Ren.’’Kata Lili.


‘’Adel udah sembuh kali.’’tambahnya.


‘’Gue kan baru taunya


sekarang,kalian juga enggak memberitau gue.’’Kata Reno.


‘’E’lo kan lagi sakit lagian


enggak ada yang bisa lo lakuin.’’Kata Diki.


‘’Ya seenggaknya di kasih


tau.’’Kata Reno.


‘’Ini semua pasti karna Davian


memaksa kamu terus untuk latihankan,Del.’’Kata Reno kesal.


‘’Enggak bisa di biarin gue mau


membuat pelajaran pada Davian agar enggak bertindak semena mena lagi .’’Tambahnya.


‘’Sudahlah Reno ini semua bukan


salah Davian.’’Kata Adel membela Davian.


‘’Kenapa Kamu malah belain si


Davian?’’Kata Reno sedikit tak terima.


‘’Itu memang bukan salahnya ,kaki


gue terkilir juga karna gue yang ceroboh.’’Kata Adel,lalu dia pergi


meninggalkan Reno dan Diki di ikuti Lili Tia.


‘’Kenapa sih Adel selalu membela


Davian.’’Kata Reno kesal.


‘’Ren,kalau gue boleh memberi


saran yah.’’Kata Diki.


‘’Saran apa?’’Tanya Reno.


‘’Gue rasa e’lo harus ganti


rencana untuk memdekati Adel.’’Kata Diki


‘’Emangnya cara yang gue lakukan


salah.’’Tanya Reno yang sudah duduk.


‘’Salah sih enggak cuman menurut


gue e’lo terlalu berlebihan.’’Kata Diki.


‘’Berlebihan.’’Kata Reno.


‘’Iya berlebihan,jika lo terus


terus begitu yang ada Adel semakin mnjauh dari lo.’’Kata Diki.


‘’Terus apa yang harus gue


lakuin.’’Tanya Reno.


‘’E’lo itu harus menjauh dulu dari


Adel,semacam tarik ulur gitu.’’Kata Diki.


‘’Gue enggak mau di suruh menjauh


dari Adel.’’Kata Reno.


‘’E’lo tau enggak  kenapa Davian banyak di sukai cewek.’’Tanya


Diki.


‘’Karna dia pinter,ganteng dan


kaya.’’Kata Reno tak iklas memuji Davian.


‘’Iyah tapi ada yang paling


penting dari itu.’’Kata Diki.


‘’Apa?’’Tanya Reno.


‘’Davian itu tidak mudah di dekati


jadi membuat para wanita penasaran padanya.’’Kata Diki.


‘’Apa benar begitu?’’Kata Reno.


‘’Tapi gue enggak bisa kalau di


menjauh dari Adel.’’Katanya lagi.


‘’Enggak,suatu saat Adel pasti


bisa melihat kelebihan gue dan mau mnerima perasaan gue.’’Kata Reno yakin.


‘’Serah lo deh.’’Kata Diki dan

__ADS_1


meninggalkan Reno sendirian.


__ADS_2