
SEMENTARA ITU
Laura sedang duduk di restoran
bersama Satria,dia tak mengerti kenapa bisa jadi begini tiba tiba Satria
seniornya menarik tangannya dan berlari dari orang orang yang tak dikenal dan
berakhir di sini.
‘’Silahkan di nikmati.’’Ucap
pelayan yang membawakan makanan memecahkan ke heningan antara Laura dan Satria.
‘’Terima kasih.’’Kata
Satria,setelah memata makanannya pelayan itu pergi.
Mereka mulai memakan
makanannya,Satria memakan makanannya dengan perasaan antara gugup dan gelisah.
‘Ini adalah kesempatan e’lo untuk
mengungkapkan perasaan e’lo padanya.’Batin Satria,dia menarik nafas untuk
menenangkan diri,
‘Ayo Satria lo itu pria lo harus
berani bicara duluan.’Batin Satria mencoba menyemangati dirinya.
‘’Laura,maaf ada yang mau aku
bicarakan.’’Kata Satria sedikit kaku karna dia gugup.
‘’Ini benar benar sulit untuk saya
mengatakannya,jadi saya harap kamu mau mendengarkannya.’’Kata Satria dengan
sopan dan formal.
Laura hanya melirik sebentar
Satria dan kembali memakan makanannya tanpa menghentikan makannya untuk
mendengarkan perkataan Satria.
‘’Kamu tau!aku ini punya banyak
kekurangannya.’’Kata Satria,dia benar benar gugup.
‘’Kekurangan!apa?’’Tanya Laura dia
menghentikan makannya.
‘’Ini enak kok.’’Tambahnya.
‘’Itu…aku tidak sedang bicara
tentang makannya.’’Kata Satria
‘’Lalu.’’Kata Laura.
‘’Aku telah mencoba yang terbaik
untuk tidak memikirkannya.’’Kata Satria kaku.
‘’Tapi aku terus menerus memikirkan tentang ka….’’Laura memotong
ucapan Satria karna dia tau apa yang ingin di katakan Satria.
‘’Senior saya rasa saya harus
segera pulang.’’Kata Laura.
‘’Kenapa?’’Tanya Satria
‘’Saya sedikit pusing.’’Jawab
Laura.
‘’Kamu sakit!tunggu saya akan
bayar dulu dan mengantar mu pulang.’’Kata Satria khawatir saat akan beranjak
membayar Laura menghentikannya.
‘’Saya akan pulang sendiri saja
,senior nikmati saja makanannya.’’Laura beranjak dan pergi.
‘’Saya tau bahwa saya tidak
memiliki banyak kelebihan.’’Satria melanjutkan ucapannya setelah ke pergian
Laura dengan pandangan sendu.
‘’Itu sebabnya,saya memutuskan untuk
berusaha dengan keras agar tidak terus memikirkanmu.’’Kata Satria.
‘’Tapi baru baru ini,saya terus ke
pikiran tentang kamu.’’Kata Satria tersenyum kecil.
‘’Itu lah yang ingin saya
katakan.”Kata Satria sendu,dia melanjutkan makannya melampiaskan perasaannya.
‘’Ayahhh.’’Adel berlari memeluk
Tomi yang sedang bersih bersih di dapur.
‘’Ada apa kamu bikin ayah kaget
saja.’’Kata Tomi mengelus dadanya yang terkejut dengan tindakan Adel.
‘’Hehehe.’’Adel hanya cengengesan dan melepaskan pelukannya.
‘’Sepertinya anak ayah sedang
senang.’’Goda Tomi.
‘’Enggak kok yah,Adel cuman ke
pengen peluk ayah aja.’’Elak Adel.
‘’Begitukah.’’Kata Tomi.
‘’Oh yah,tadi pihak perumahan
menelepon ayah dan sepertinya kita akan sedikit lebih lama tinggal
disini.’’Kata Tomi
‘’Emangnya kenapa?’’Tanyan Adel
‘’Mereka hanya mengganti
setengahnya saja untuk perbaikan dan kalau mau cepat selesai kita harus membayar
setengahnya.’’Jelas Tomi,dia sedih harus membuat Adel tinggal lebih lama di
loteng yang sempit.
__ADS_1
‘’Tidak apa apa ayah,Adel tidak masalah kok.’’Kata Adel
menenangkan ayahnya.
‘’Maaf yah,seandainya ayah masih
punya uang, perbaikan rumahnya pasti bisa lebih cepat.’’Kata Tomi.
‘’Jangan terlalu di pikirkan,
nanti ayah bisa sakit pokoknya ayah jangan khawatir Adel baik baik aja.’’Kata
Adel.
‘’Terima kasih ,ya sudah
istirahatlah kamu pasti lelah.’’Kata Tomi
‘’iyah Adel kekamar dulu.’’Pamit
Adel.
…………………
‘’Huuffff.’’Adel menghela nafas ke
sekian kalinya lalu menaruh kepalanya di atas meja.
‘’Kenapa lo Del,dari tadi menghela
nafas mulu.’’Tanya Tia heran.
‘’Apa ada masalah?’’Tanya Tia
lagi.
‘’Bukannya harusnya e’lo itu
seneng karna kemarin kan lo habis kencan dengan Davian.’’Tanya Lili.
‘’Apa kencan dengan Davian!’’Kata
Tia kaget
‘’Darimana lo bisa tau?’’Adel
bagun terkejut.
Kata Adel dan Tia serempak menatap
Lili dengan espresi terkejut. Lili yang
di tatap memutar matanya malas.
‘’Katakan.’’Kata Adel dan Tia.
‘’Kemarin gue liat lo sama Davian
sedang berjalan di jembatan gantung di danau.’’Jelas Lili.
‘’Kalian curang jalan jalan enggak
ngajak ngajak.’’Kata Tia sebal.
‘’Siapa yang jalan jalan.’’Kata
Adel dan Lili bersama.
‘’Li ini.’’Kata Diki yang tiba
tiba datang langsung memberikan peperbag pada Lili.
‘’Terima kasih.’’Lili menerimanya
.
membuka tasnya Lili menepis tangan Adel.
‘’Pelit amat sih.’’Kata Adel
sebal.
‘’Sejak kapan kalian jadi sedekat
ini.pake saling memberi hadiah segala.’’Tanya Tia curiga.
‘’Hadiah pala lo,ini tuh untuk
presentasi tugas kelompok.’’Kata Lili.
‘’Tugas kelompok,apa tugas
kelompok.’’Kata Adel dengan nada menggoda.
‘’Ini beneran tugas
kelompok.’’Kata Lili sebal
‘’Terus kenapa Davian dan Laura
tidak mengerjakannya juga.’’Tanya Adel.
‘’Kelompok mereka sudah
mengerjakannya dua minggu lalu dan
sekarang bagian kelompok kami.’’Kata Diki menjawab karna kasihan pada Lili.
‘’Oh yah Del!gimana kencan lo
dengan Davian.’’Diki mendudukan pantatnya di samping Lili.
Adel yang ditanya hal itu kembali
lesu dan menaruh tangannya di meja serta kepalanya di taruh di atas tangannya.
‘’E’lo juga tau Adel sama Davian
kencan.’’Tanya Tia
‘’Lili lo tega masa lo kasih tau
Diki tapi gue enggak di kasih tau.’’Tambahnya kesal.
‘’Karna lo tidak ada di dekat Lili
pas ngeliat mereka di danau.’’Kata Diki,Tia hanya memanyunkan bibir.
‘’Kenapa kok lesu,jangan jangan lo
di tinggal Davian.’’Kata Diki lagi,Adel menggelengkan kepala.
‘’Tidak !lebih parah.’’Kata Adel
lesu.
‘’Apa Davian bicara kasar ke
e’lo.’’Tanya Tia,Adel menggeleng.
‘’Terus kenapa?’’Tanya Diki,Tia
dan Lili penasaran.
‘’Davian bilang akan
__ADS_1
mempertimbangkan pengakuan gue kalau gue dapat nilai A saat ujian
semester.’’Kata Adel.
‘’Itu baguskan kenapa lesu
.’’Tanya Diki.
‘’Bagus pala lo untuk dapat C saja
gue enggak yakin apa lagi A.’’Kata Adel sebal.
‘’Ya tinggal belajar apa
susahnya,lo kan pernah menjadi peringkat ke 50 dari 98 lakukan saja seperti
dulu.’’Kata Diki.
‘’Itu karna Davian yang mengajari
gue.’’Kata Adel.
‘’E’lo mau enggak ngajarin gue
belajar,Diki.’’Kata Adel yang tiba tiba terlintas di otaknya.
‘’Mm sorry,gue enggak punya bakat
untuk membuat keajaiban seperti Davian.’’Tolak Diki,Adel mendengus.
‘’Adellll.’’Teriak Reno.
‘’Kamu tidak apa apakan aku dengar
kaki kamu terkilir pas main basket.’’Kata Reno sambil memeriksa tubuh dan kaki
Adel.
‘’Telat e’lu Ren.’’Kata Lili.
‘’Adel udah sembuh kali.’’tambahnya.
‘’Gue kan baru taunya
sekarang,kalian juga enggak memberitau gue.’’Kata Reno.
‘’E’lo kan lagi sakit lagian
enggak ada yang bisa lo lakuin.’’Kata Diki.
‘’Ya seenggaknya di kasih
tau.’’Kata Reno.
‘’Ini semua pasti karna Davian
memaksa kamu terus untuk latihankan,Del.’’Kata Reno kesal.
‘’Enggak bisa di biarin gue mau
membuat pelajaran pada Davian agar enggak bertindak semena mena lagi .’’Tambahnya.
‘’Sudahlah Reno ini semua bukan
salah Davian.’’Kata Adel membela Davian.
‘’Kenapa Kamu malah belain si
Davian?’’Kata Reno sedikit tak terima.
‘’Itu memang bukan salahnya ,kaki
gue terkilir juga karna gue yang ceroboh.’’Kata Adel,lalu dia pergi
meninggalkan Reno dan Diki di ikuti Lili Tia.
‘’Kenapa sih Adel selalu membela
Davian.’’Kata Reno kesal.
‘’Ren,kalau gue boleh memberi
saran yah.’’Kata Diki.
‘’Saran apa?’’Tanya Reno.
‘’Gue rasa e’lo harus ganti
rencana untuk memdekati Adel.’’Kata Diki
‘’Emangnya cara yang gue lakukan
salah.’’Tanya Reno yang sudah duduk.
‘’Salah sih enggak cuman menurut
gue e’lo terlalu berlebihan.’’Kata Diki.
‘’Berlebihan.’’Kata Reno.
‘’Iya berlebihan,jika lo terus
terus begitu yang ada Adel semakin mnjauh dari lo.’’Kata Diki.
‘’Terus apa yang harus gue
lakuin.’’Tanya Reno.
‘’E’lo itu harus menjauh dulu dari
Adel,semacam tarik ulur gitu.’’Kata Diki.
‘’Gue enggak mau di suruh menjauh
dari Adel.’’Kata Reno.
‘’E’lo tau enggak kenapa Davian banyak di sukai cewek.’’Tanya
Diki.
‘’Karna dia pinter,ganteng dan
kaya.’’Kata Reno tak iklas memuji Davian.
‘’Iyah tapi ada yang paling
penting dari itu.’’Kata Diki.
‘’Apa?’’Tanya Reno.
‘’Davian itu tidak mudah di dekati
jadi membuat para wanita penasaran padanya.’’Kata Diki.
‘’Apa benar begitu?’’Kata Reno.
‘’Tapi gue enggak bisa kalau di
menjauh dari Adel.’’Katanya lagi.
‘’Enggak,suatu saat Adel pasti
bisa melihat kelebihan gue dan mau mnerima perasaan gue.’’Kata Reno yakin.
‘’Serah lo deh.’’Kata Diki dan
__ADS_1
meninggalkan Reno sendirian.