
Satria yang pertama sadar,dia berjalan menghampiri Andreas
dan menepuh bahunya.
‘’Woi,e’lo gila yah.’’Kata Satria sedikit keras menyadarkan yang lainnya.
‘’Baru pertama bertemu sudah mengajak pacaran aja.’’Lanjutnya.
‘’Ah,hai Sat bagaimana kabar e’lo.’’Tanya Andreas sambil
melakukan salam gaul yang selalu mereka lakukan saat bertemu.
‘’Baik.’’Jawab Satria.
‘Jadi mereka saling kenal.’Batin Adel,Lili dan Tia.
‘’Jadi ngapain e’lo tiba tiba nembak junior gue?’’Tanya Satria.
‘’Siapa bilang tiba tiba.’’Kata Andreas.
‘’Gue itu udah tertarik padanya saat tidak sengaja berpapasan
dengannya di kampus,saat dia bertanya tentang pelatih.’’Jelas Andreas.
‘Jadi kami pernah bertemu,tapi kok gue enggak inget pernah ketemu.’Pikir Adel.
‘’Pas gue dengar kalau kampus kita akan melakukan latih tanding,gue senang banget dan tak sabar ingin bertemu lagi dengannya.’’Lanjutnya.
‘’Tapi sayangnya gue malah sakit jadi gue enggak bisa bertemu
dengannya,tadi pas kalian mein gue terus mencarinya.’’Tambahnya.
‘’Karna tidak ketemu gue menutuskan ke ruang ganti kalianuntuk bertanya, tapi di tengah jalan malah bertemu orangnya langsung jadi gue menutuskan menghampirinya.’’Kata Andreas mengakhiri penjelasannya dengan senang.
‘’Gue cuman minta e’lo jelasin bukan ceritain,panjang amat.’’Kata
Satria.
‘’Hahahaha.’’Andreas hanya tertawa.
‘’Sudahlah, Davian bawa Adel ke bis sekarang.’’Kata Satria.
Davian langsung menarik tangan Adel setelah di perintah Satria,Davian menggenggam tangan Adel cukup erat hingga membuat tangannya
lecet.
Yang lain pun ikut pergi karna itu bukan urusan mereka,hanya tinggal Satria,Kevin,Marsel,Reno,Rendy dan Toni yang kepo.
‘’Eh…. kenapa di bawa, gue kan belum denger jawabannya.’’Kata Andreas.
‘’Adel itu milik gue,jadi jangan dekat dekat dengannya.’’Ancam Reno.
‘’Jika masih mendekatinya e’lo berurusan dengan gue.’’Reno
menunjuk Andreas lalu pergi menyusul Adel yang di bawa Davian.
Berlurusan dengan Davian saja sudah bikin kesal di tambah Rendy yang selalu ikut ikutan dan sekarang muncul satu lagi pesaing.
‘Kenapa semakin banyak saja yang bermunculan.’Pikir Reno.
‘Kalau begini gue harus cepat cepat mengambil hati Adel agar tidak di rebut mereka terutama Davian.’Lanjutnya sambil mengepalkan tangannya
erat bertekad untuk mendapatkan Adel.
‘’Senior juga akan berlurusan dengan gue kalau mencoba mendekati Adel.’’Kata Rendy sebelum pergi.
Yang tersisa tinggal Satria,Kevin,Marsel,Toni yang kepo dan Andreas.
‘’Hadeh.’’Kevin memukul dahinya melihat kelakuan juniornya.
‘’Apa maksud mereka? Apa benar katanya kalau Delia sudah jadi
miliknya.’’Tanya Andreas pada Satria.
‘’Mereka itu suka dengan Adel dan untuk yang di kata Reno Adel belum jadi miliknya.’’Jelas Satria.
‘’Syukurlah kalau gitu berarti gue masih punya kesempatan.’’Kata Andreas senang.
‘’Tapi Adel sudah punya orang yang di sukainya.’’Kata Kevin.
‘’Benarkah siapa?’’Tanya Andreas penasaran dengan pria yang
di sukai perempuan yang dia sukai.
__ADS_1
‘’Laki –laki yang menariknya tadi.’’Kata Satria.
‘’Gue saranin lebih baik e’lo mundur lebih awal saingan e’lo itu berat di tambah dua orang yang mengancam e’lo tadi.’’Lanjut Satria.
‘’Sebelum jalur kuning melengkung gue enggak akan mundur
bahkan setelah jalur kuning melengkung juga masih bisa nikung.’’Kata Andreas.
‘’Jadi gue enggak akan menyerah sebelum perang di mulai.’’Tambahnya.
‘’Ah,terserah e’lo aja deh.’’kata Satria menanggapi kekeras kepalaan temannya.
Satria dan Andreas memang berteman,mereka bertemu saat
Andreas menggunjungi rumah neneknya waktu SMP dulu dan ke betulan rumah Satiraberada di belakang rumah neneknya Andreas dan Satria juga suka berkunjung ke
rumah neneknya jadi mereka di kenalkan oleh neneknya Andreas.
‘’Gue pergi dulu yang lain pasti menunggu,bay.’’Lanjut nya
sambil melakukan salam mereka.
‘’Sampai jumpa lagi.’’Kata Andreas.
Andre pun kembali ketimnya dan begitu pun Kevin,Marsel dan
Toni mereka juga menyusul yang lain.
Davian menarik tangan Adel meninggalkan teman –temannya di
belakang, dia tak menyadari cengkrannya begitu keras hingga membuat tangan Adel
merah .
‘’Davian lepaskan tangan gue.’’Kata Adel,dia hampir jatuh tersandung kakinya sendiri karna Davian berjalan sangat cepat.
‘’Davian lepas,sakit.’’Kata Adel.
Deg
Davian menatap Adel tajam lebih tajam dari biasanya membuat
Adel membeku dan lidahnya terasa kelu.
mendudukannya di kursi dekat jendela.
Adel yang masih terkejut hanya diam Davian pun duduk di samping Adel,dia menenangkan emosinya yang meredak.
‘’Davian kesurupan atau apa cepat amat jalannya.’’Kata Diki saat tak melihat Davian di depan.
‘’Au.’’Fadli mengangkat bahunya.
‘’Sebenarnya kejadiannya seperti apa?’’Tanya Diki penasaran.
‘’Kenapa kapten tim UNI bisa nembak Adel tadi?’’Lanjutnya.
‘’Entah ,dia tiba tiba menghampiri kita terus kenalan dan boom…..nembak Adel.’’Kata Tia.
‘’Tapi gue heran kenapa kak Satria meninta Davian membawa
Adel.’’Kata Herman salah satu anggota seangkatan Diki dan yang lainnya.
‘’Benar juga.’’Kata Tia,dia dan Lili saling pandang dan yang
lain pun ikut penasaran.
‘Apa ini ada hubungannya dengan dengan tempo hari.’Batin
Diki.
‘Sebenarnya ada kejadian di antara mereka.’Lanjutnya.
Laura yang berjalan di depan Diki dan lainnya memikirkan apa
yang terjadi barusan.
‘Ada hubungan apa di antara Davian dan Adel.’pikir Laura.
‘Kenapa mereka terkadang terlihat dekat.’Lanjutnya.
‘’Sudahlah,ayao cepat gue khawatir dengan Adel.’’Kata Lili
mempercepat jalannya.
__ADS_1
Dia khawatir dengan keadaan Adel saat dia tak sengaja melihat
mata Davian yang sangat tajam dan terasa menakutkan.
‘’Ngapain khawatir Adel kan bersama Davian.’’Kata Diki.
‘Itu yang gue khawatirkan bego.’Pikir Lili sambil menatap tajam Diki.
‘’Tak bisakah e’lo tidak membuat masalah terus dan membuatt
gue repot.’’Kata Davian marah dan menatap Adel.
‘Kenapa juga rasa kesal gue ngak ilang ilang.’Batin Davian kesal.
‘’Gue…..gue.’’Kata Adel gugup,dia menunduk karna takut menatap mata Davian.
‘’kalau bicara itu lihat lawan bicara mu.’’Kata Davian datar.
‘’Gue kan enggak melakukan masalah apa apa kenapa e’lo marah.’’Adel memberanikan diri menatap Davian.
‘’Tidak melakukan apa apa.’’Tekan Davian mengulang kata kata Adel.
‘’E’lo tidak sadar apa yang e’lo lakuin.’’Kata Davian.
‘memangnya salah gue apaan.’Batin Adel.
Dia menunduk lagi dia tidak tahu sebenarnya apa yang dia lakukan sehingga Davian marah padanya.
‘’Adel.’’Lili tergesa gesa masuk ke dalam bis.
‘’E’lo enggak apa apa kan.’’Tanyanya.
‘’Daviana enggak ngapain ngapain e’lo kan.’’Tanyanya lagi yang belum menyadari Davian yang duduk di samping Adel saking cemasnya.
‘’Lili….’’Adel melirik Davian takut takut.
Lili melihat mata Adel dan melirik ke arah lirikan Adel,jantungnya berdetak cepat saat melihat Davian dengan tatapan tajam sambil mengetuk ngetuk jarinya ke lengannya yang bersedekap.
‘’Maksud e’lo,gue ngapain Adel.’’Kata Davian datar.
‘’Eh,hehe Davian e’lo di sini.’’Kata Lili takut dan melangkah mundur.
‘’E’lo belum jawab,gue melakukan apa pada Adel.’’Kata Davian lagi.
‘’Enggak… enggak, gue tadi salah bicara.’’Kata Lili gugup.
‘’Yah salah bicara.’’Katanya lagi.
‘’Woi Davian ngapain e’lo
minta jawaban Lili.’’Kata Diki.
‘’E’lo nembak Lili juga.’’Lanjutnya,Davian memutar matanya malas dan memejamkan matanya.
‘’Lah malah pur pura tidur.’’Kata Diki kesal.
Yang lainnya mulai datang dan duduk di kursi menunggu pak Gunawan datang tadi dia bertemu teman lamanya jadi mereka ngombrol dulu dan meminta Satria dan yang lain ke bis duluan.
‘’Adel e’lo enggak kenapa napa.’’Tanya Reno.
‘’Enggak ,gue baik baik saja.’’Jawab Adel berusaha bicara seperti biasa.
‘’Laki –laki yang tadi itu, siapa sebenarnya dia?’’Tanya Reno
ada sedikit rasa jengkel.
‘’E’lo mengancamnya tanpa tahu siapa orangnya.’’Kata Toni
yang tak habis pikir dengan Reno.
‘’Mengancam.’’Kata Adel bingung.
‘’Jangan dengarkan dia.’’Kata Reno dan menatap tajam Toni.
‘’Gue enggak nyangka e’lo popular juga yah,Adel.’’KataMarsel.
‘’Langsung di tembak pas kenalan pertama dan di kejar kejar dua pria lagi.’’Adel tersipu malu saat mendengar perkataan Marsel.
‘’Cie cie cie.’’Mereka meledek Adel dan muka Adel sudah merah
padam.
‘’BERISIK GUE MAU TIDUR.’’Davian mengeluarkan aura yang menakutkan membuat mereka semua merinding tak berani bicara.
__ADS_1