
Adel sedang menikmati suasana pagi hari di taman belakang vila. Kemarin sore semua anggota keluarga Pratama dan tentunya dengan Adel
serta Tomi tiba di vila milik keluarga Pratama untuk liburan.Davian dan Daniel juga terpaksa ikut liburan keluarga ,mereka berdua di ancam Marisa kalau tidak mau ikut semua koleksi gundam Davian akan di buang dan Daniel tidak di izinkan
main game selama 2 bulan.
Adel terkekeh saat mengingat hal itu dia masih ingat jelas bagaimana ekspesi mereka berdua saat Marisa mengancam mereka.Dan Adel juga akhirnya tau kelemahan Davian
kalau kalau nanti dia butuh bantuannya dan sepertinya Davian tau kalau dia akan memanfaatkan itu bisa di lihat saat dia menatap tajam pada ku yang lagi tersenyum.
‘’Adel ayo cepat masuk sarapannya sudah siap.’’Marisa memanggil Adel
‘’Iya tante Adel kesana.’’Jawabnya
Adel segera masuk untuk sarapan dan di sana semua orang
sudah berkumpul tinggal dirinya sendiri yang belum duduk.
‘’Lama banget sih sudah lapar ini.’’Kata Daniel kesal karna
mamanya nyuruh tunggu Adel sebelum sarapan di mulai dia juga masih kesal karna di paksa ikut.
‘’Maaf .’’Kata tidak enak
‘’Sudah kita sekarang mulai saja sarapannya.’’Marselo
menegur mereka dia tau kalau anak bungsunya masih kesal dan melampiaskan nya pada Adel. Mereka pun memakan sarapan
mereka dengan hening.
‘’Pemandangan di sini sangat indah loh.’’Kata Marisa pada Adel dia tau kalau Adel merasa bersalah.
‘’Beneran tante.’’Kata Adel berbinar dia sangat suka melihat pemandangan.
‘’Iyah,kamu bisa ajak Davian untuk berkeliling.’’Kata Marisa
Adel menoleh ke arah Davian.
‘’Vian males mah,suruh Daniel aja.’’Kata Davian lalu
meninggalkan meja makan.
‘’Kalau gitu Adel jalan sendiri aja tante.’’Kata Adel dia tau Daniel tidak menyukainya pasti tidak mau pergi dengannya .
‘’Kamu yakin.’’Kata Marisa membujuknya.
‘’Iyah tidak apa apa kok.’’Kata Adel
‘Lagian kalau bareng Daniel bukannya seneng malah kesel’.Lanjutnya
dalam hati
__ADS_1
‘’Ya sudah kamu hati hati kalau ada apa apa telepon .’’Kata Marisa mengingatkan.
‘’Yah tante, Adel pergi dulu.’’Kata Adel berpamitan pada Marisa
dan Marselo dan mengecup pipi Tomi .
Awalnya Adel cuma berkeliling di dekat vila dan taman dekat
vila Adel terus berfoto. Merasa sudah cukup Adel pergi ke tempat lain dia
berjalan menaiki bukit kecil dan melihat kebun teh yang berjajar di sepanjang jalan dan para pekerja yang metik daun teh tersenyum menyapanya,Adel pun tersenyum ramah pada mereka.
‘’Wah disini bagus banget pemandangannya,foto ah bisa buat
pamer pada Tia dan Lili.’’Adel memfoto dirinya sendiri dan mempostingnya di intagramnya.
‘’Hahaha mereka ada ada saja,kasih tau gak yah.’’Kata Adel sibuk membalas komennan teman teman nya dan beberapa teman sekelasnya.
Saking asyiknya Adel tidak menyadari kalau langit sudah mendung sebentar lagi akan segera turun hujan.Marisa merasa cemas sebentar lagi
akan turun hujan dan Adel masih belum pulang,dia menyuruh Davian untuk menyusul Adel takut terjadi apa apa dengannya.
‘’Vian kamu cari Adel gih dia masih belum pulang juga sebentar lagi akan turun hujan.’’Kata Marisa duduk di samping Davian.
‘’Dia itu udah gede mah, nanti juga pulang sendiri .’’Kata Davian
yang sedang sibuk membaca bukunya.
‘’Tapi mama cemas Vian bagaimana kalau Adel tersesat .’’Kata Marisa dengan wajah khawatir.
Adel yang baru saja sadar kalau hujan sudah turun hanya bisa menunggu hujan berhenti karna dia tidak membawa payung dan dia sedikit takut pada petir.Sebenarnya dia ingin
menghubuhi Marisa tapi batrai hp nya sedang lobet.
‘’Cih….sebenar kemana perginya gadis bodoh itu.’’Kata Davian kesal
menurusuri jalan dan yah Davian sedang mencari Adel entah karna tidak mau melihat mama nya yang terus menghawatirkan Adel atau karna apa dia sendiri tak
mengerti saat mamanya bicara seperti itu tubuhnya bergerek secara otomatis pergi mencarinya. BLEDARRR [anggap aja
itu suara petir yah]
‘’HIYAAAAAA’’
Terdengar suara petir yang cukup besar di susul teriakan seorang
perempuan Davian hapal suara cempreng itu dan berjalan ke arah asal suara itu dia menemukan Adel yang sedang berjongkok memegang telinganya dan menutup matanya.
‘’Lo itu bener bener bisanya merepotkan orang aja.’’Kata Davian
menghampiri Adel yang sedang ketakutan
‘Itukan suaranya Davian tapi tidak mungkin Davian ada di sini ,itu pasti cuman imajinasi gue saja atau jangan jangan………..’’Adel tak sanggup meneruskan pikiran liarnya
__ADS_1
saat mendengar suara Davian barusan.
‘Bocah ini kenapa lagi dasar aneh.’Pikir Davian yang melihat Adel
geleng geleng kepala dan matanya semakin terpejam erat.
BLEDARRRRRR
Suara petir terdengar keras membuat Adel tambah takut dan respek memeluk Davian yang ada di hadapannya dengan erat.Saat Davian bermaksud untuk melepaskan pelukannya Adel dia melihat Adel sedang gemetar ketakutn
merasa kasian jadi dia membiarkannya.
Merasa hujan sudah cukup reda dan tidak ada lagi petir Davian melepaskan pelukan Adel yang sangat erat membuat Davian kesusahan bernapas. Adel mengerjap kan matanya setelah Davian melepaskan pelukannya dia
kira Davian itu cuma hayalannya saja.
‘’Kenapa lo bisa ada di sini.’’ Tanya Adel kaget melihat Davian
di sini terlebih lagi barusan dia memeluknya memikirkan hal itu membuat kedua pipi Adel memerah.
‘’Gara gara gadis bodoh yang tak pulang pulang meski akan
turun hujan .Membuat mama khawatir dan merepotkan orang saja.’’Kata Davian dan
pergi meninggalkan Adel
‘’Maaf sudah merepotkan mu dan membuat tante jadi khawatir.’’Kata
Adel saat menyusul Davian pergi turun dari bukit kecil itu.
Di sepanjang jalan hening tidak ada pembicaraan di antara ke
duanya hanya ada suara rintikan kecil hujan .Bagi Adel jalan menuju ke vila pun terasa sangat jauh dan lama.Hingga mereka sampai di depan pintu vila Davian menyuruh Adel masuk duluan.
‘’Lo masuk duluan dan jangan bicara macam macam yang membuat mama khawatir.’’Kata Davian ,Adel hanya menganguk saja atas perkataan Davian karna dia juga tak mau Marisa khawatir.
‘’Ya ampun Adel, kamu akhirnya pulang juga tante khawatir
kamu tersesat.’’Kata Marisa yang melihat Adel masuk dan menghampirinya.
‘’Adel tidak tersesat cuman karna keasyikan jadi tidak sadar
kalau akan turun hujan.’’Adel tersenyum dan tangan nya menggaruk pipinya.
‘’Yah sudah sekarang kamu mandi nanti bisa sakit.’’Kata Marisa mengusap kepala Adel dan di angguki oleh Adel .
‘’Davian kamu dari mana mama kira kamu di kamar.’’Kata Marisa yang belum pergi dari dekat pintu dan menemukan Davian ada di luar.
‘’Vian enggak habis kemana mana kok,cuman lagi bosan saja.’’Kata
Davian dan langsung menuju ke kamar dia tidak mau mamanya bertanya terus.
Melihat tingkah laku Davian yang aneh membuat Marisa curiga
__ADS_1
akan hal itu dia melihat arah Davian pergi lalu ke arah Adel yang baru
pulang,setelah mengerti dia menyeringai menggoda dan pergi menemui suaminya untuk memberitahukan kejadian ini.