
‘’Laura.’’Gumam Adel.
‘’E’lo kok bisa ada di sini.’’Tanya Laura,dia terkejut
melihat Adel yang membukakan pintu.
‘’Ayo masuk.’’Davian datang setelah memasukan motornya ke
garasi.
‘’Ayahnya Adel itu teman papa gue,rumah mereka sedang di
perbaiki jadi untuk sementara mereka menumpang di sini.’’Jelas Davian untuk
mencairkan kecangungan di antara mereka.
‘Numpang.’Batin Adel.
‘Jadi selama ini itulah anggapan e’lo sama gue dan ayah
gue.’’Batin Adel sedih.
Hatinya terasa sakit saat Davian mengatakan bahwa dia dan
ayahnya hanya menumpang,walau memang itu kenyataannya tapi itu tetep terasa
sakit saat yang mengatakannya Davian sendiri bukan orang lain.
‘’Oh,jadi seperti itu.’’Kata Laura sambil tersenyum manis.
Davian masuk di ikuti Laura ,Adel memandang punggung mereka
dengan pandangan sendu.
Daniel yang berada di atas tangga bergegas turun saat
melihat Davian yang sudah pulang.
‘’Kakak sudah pulang.’’Kata Daniel dengan senang.
‘’Iyah,kakak sudah pulang.’’Kata Davian tersenyum kecil.
‘’Hari ini kakak ada kerja kelompok bersama teman jadi tak
bisa menemani mu.’’Kata Davian mengacak ngacak rambut Daniel.
‘’Ini teman kakak namanya Laura dan Laura ini adik
gue,Daniel.’’Kata Davian mengenalkan mereka.
‘’Hai,senang bertemu dengan mu.’’Kata Laura,mengacak ngacak
rambut Daniel dan tersenyum manis.
‘’E hehe.’’Daniel cengengesan merasa malu dengan rona merah
di kedua pipi.
Davian dan Laura naik ke atas tepatnya ke kamar Davian untuk
mengerjakan tugas mereka.
‘’Kakak yang cantik.’’Kata Daniel setelah mereka naik ke
atas dan pergi ke dapur mengambil air minum.
Adel menyaksikan interaksi antara Davian,Laura dan Daniel
yang seperti seorang kakak yang memperkenalkan calon kakak ipar ke adiknya.
Dari pada makin sakit hati Adel pergi ke taman samping untuk
menenangkan hatinya dengan menyiram bunga atau menanam benih yang masih belum
sempat dia tanam dari pada melihat calon keluarga bahagia ini.
‘’Kamar e’lo bagus .’’Puji Laura melihat dekorasi kamar
Davian.
‘’Terima kasih tapi mama gue yang dekor.’’ Davian duduk dan
meletakan buku di meja
‘’Benarkah.’’Kata Laura duduk di sofa samping Davian.
‘’Oh yah geu enggak ngeliat nyokap dan bokap lo.’’Tanya
Laura.
‘’Kalau jam segini bokap masih di kantor kalau nyokap
mungkin lagi arisan atau kumpul kumpul bersama ibu ibu komplek.’’Kata Davian.
‘’Kalau seperti ini bagaimana memurut e’lo.’’Tanya Davian.
‘’Bagus,kita bisa menambahkan ini juga.’’Balas Laura.
‘’Oke .’’Kata Davian.
Laura dan Davian terus membulak balik buku mengerjakan tugas
mereka.
‘’Davian bagaimana kalau kita pindah ,agar tidak
jenuh.’’Kata Laura menyarankan untuk menganti suasana.
‘’Kalau gitu kita ke taman samping saja agar sejuk dan lebih
nyaman.’’Kata Davian.
‘’Boleh ide bagus.’’Kata Laura senang.
Mereka membereskan buku bukunya dan membawanya turun ke
bawah menuju taman samping untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
‘’Hah.’’Adel menghela nafas untuk sekian kali.
‘’Sebenarnya apa yang di pikirkan Davian sih,kalau dia suka
dengan Laura untuk apa coba tadi pagi dia ngajakin berangkat bareng pada
akhirnya mengajak Laura ke rumah juga.’’Gerutu Adel.
‘’Kalau mereka mau mengerjakan tugas kenapa tidak di tempat
lain saja kenapa harus di rumah segala apa dia enggak mikirin bagaimana
perasaan gue.’’Kata Adel sedih di akhir kalimat.
‘’Kenapa juga gue harus kesal inikan rumahnya mau membawa
siapa terserah dia gue kan cuman numpang di sini.’’Kata Adel sendu saat
teringat ucapan Davian.
‘’Gue kan enggak punya hak untuk melarang ,siapa pun yang di
bawanya itu kan bukan urusan gue dan tak perlu menanyakan juga perasaan
gue.’’Adel teus saja mengurutu sambil menyiram bunga.
‘’Apa itu tempatnya.’’Tanya Laura saat melihat taman bunga.
‘’Iyah.’’Jawab Davian
__ADS_1
‘’Itu bukan nya suara Laura dan Davian,ngapain mereka ke
sini bukannya mereka sedang di kamar mengerjakan tugas.’’Tanya Adel pada
dirinya yang heran.
Saat suara langkah semakin dekat Adel panik mencari tempat
untuk bersembunyi,karna tak ada tempat bersembunyi Adel melompat ke rerumpunan
bunga yang lumayan tinggi untuk menyembunyikan tubuhnya,Adel berjongkok
memegani lututnya.
‘’Kenapa gue harus sembunyi.’’Kata Adel yang heran sendiri.
‘’Bodoh….bodoh Adel e’lo bodoh banget sih.’’Adel merutuki
tindakannya itu.
Adel berniat untuk keluar tapi dia melihat Davian dan Laura
yang sudah sampai segera bersembunyi kembali sambil menggerutu.
‘’kenapa mereka ke sini sih!.’’Kata Adel sebal.
‘’Sial banget sih hari ini.’’Kata Adel.
‘’Wah lo bener di sini seger banget.’’Kata Laura senang.
‘’Tamannya bagus,apa nyokap lo yang menanam ini
semua.’’Tanya Laura sambil melihat lihat.
‘’Iyah sebagian nyokap yang menaman.’’Jawab Davian.
‘’Sebagian.’’Tanya Laura lagi.
‘’Hem walau nyokap suka bunga tapi dia tidak menanam terlalu
banyak.’’Davian menghampiri Laura .
‘’Lalu siapa yang menanam semua ini.’’Kata Laura lalu
memetik salah satu bunga.
‘’Adel yang menanamnya dia menanam bunga yang itu ,itu dan
juga itu.’’tujuk Davian yang membuat Adel terkejut karna Davian bisa
mengetahuinya.
‘’Hingga jadi sebanyak ini.’’Lanjutnya,bibir tertarik keatas
walau sedikit.
‘’Sudahlah kita lanjutkan tugasnya.’’Kata Davian dan kembali
ke meja begitu pun Laura mengerjakan tugas mereka kembali.
‘’Mama pulang.’’Teriak Marisa,menghampiri anak bungsunya
yang sedang asyik bermain game.
‘’Loh Daniel tumben kamu sendirian ,kakak mu belum
pulang.’’Tanya Marisa pada Daniel.
‘’Sudah kakak sedang mengerkajan tugas kampusnya bersama
temanya.’’Kata Daniel,dia meletakan stik gamenya menoleh ke arah Marisa.
‘’Mama tau gak teman kakak itu cewek cantik lagi.’’Kata
Daniel pipinya bersemu saat mengatakan itu.
cantik.
‘’Dimana mereka sekarang.’’Tanya Marisa.
‘’Mereka sedang menerjakan tugas mungkin di kamar
kakak.’’Kata Daniel.
‘’Ini tidak bisa di biarkan.’’kata Marisa yang cemas segera
pergi ke kamar Davian.
Davian melihat Marisa yang terburu buru mau naik ke atas
‘’Mama sudah pulang.’’Tanya Davian.
‘’Eh,iyah baru saja mama datang.’’Jawab Marisa.
‘Bukannya Daniel bilang mereka ada di kamar yah.’Pikir
Marisa heran.
‘’Mah Vian mau pinjam kamera.’’Kata Davian.
‘’Kamera untuk apa.’’Tanya Marisa.
‘’Untuk tugas Vian.’’Kata Davian.
‘’Oh ini.’’Kata Marisa mengeluarkan kameranya di dalam
tasnya.
‘’Pantas di cari cari enggak ketemu.’’Kata Davian,dia sudah
mencari kemana mana tapi tak ke temu
juga.
‘’Tunggu.’’Marisa menghentikan Davian yang akan kembali.
‘’Katanya kamu membawa perempuan yah ke rumah.’’Tanya
Marisa.
‘’Itu cuma patner kerja kelompok dosen yang memilihnya
sendiri.’’Kata Davian.
‘’Bener bukan kamu yang mau lalu kalian mengerjakannya di
mana.’’Tanya Marisa Lagi.
‘’Mama ini kenapa sih,sudahlah Vian mau mengejakan lagi
tugas.’’Davian langsung pergi ke taman samping untuk menyesesaikan tugasnya.
‘’Ini kameranya.’’Sesampainya disana Davian menyerahkan
kameranya pada Laura.
‘’Terima kasih.’’Laura menerimanya dan memulai merekam tugas
mereka.
‘’Vian kamu melihat Adel enggak.’’Marisa datang menanyakan
Adel dia sudah mencari Adel tapi tak ketemu.
‘’Enggak.’’Jawab Davian.
‘’Padahal mama sudah memberi kue kesukaannya ,kemana dia
__ADS_1
yah.’’Kata Marisa,lalu melihat Laura yang tersenyum manis.
Adel yang mendengar Marisa mencari menjadi bingung,jika dia
keluar sekarang nanti di katain sedang mengintip mereka tapi kalau enggak
keluar Marisa pasti khawatir dan juga dia sudah merasa pegal juga badannya
gatal gatal.
‘Berapa lama lagi mereka menyelesaikannya.’Batin Adel yang
sudah tak tahan.
‘’Ya sudah mama cari dia lagi.’’Kata Marisa dan meninggalkan
mereka.
Davian dan Laura mengerjakan tugasnya hingga menjelang malam
dan baru selesai saat akan makan malam.
‘’Davian boleh minta minum enggak.’’Kata Laura.
‘’Ah sorry gue lupa kalau gitu gue ambil dulu.’’Kata
Davian,pergi ke dapur mengambil minuman.
Laura berjalan kearah Adel sembunyi,membuat Adel was was
takut ketahuan.
TRING
Laura mengambil hp untuk membaca pesan yang masuk lalu
membalasnya,Davian datang membawa dua gelas minuman.
‘’Ini.’’Kata Davian,meletakan nampan yang di bawanya.
‘’Terima kasih.’’Laura langsung meminumnya.
‘’Gue mau langsung pulang yah Davian.’’Kata Laura setelah
meletakan gelas.
‘’Enggak makan malam dulu.’’Kata Davian dan di dengar Adel
membuatnya sendu.
‘’Enggak usah lain kali aja.’’tolak Laura
‘’Ya sudah hati hati di jalan.’’Kata Davian
‘’Dah titip salam untuk om dan tante yah.’’Kata Laura lalu
pergi.
Setalah Laura pergi Davian membereskan buku dan semuanya
lalu kembali ke kamarnya,dirasa semua sudah pergi Adel keluar dan bergegas ke
kamar untuk mandi.
Selesainya makan malam dan membereskan meja makan Adel pergi
keluar dia melihat bola basket Adel mengambilnya dan menderibel bolanya untuk
melampiaskan kekesalan dan rasa sedihnya.
Di atas balkon Davian melihat Adel yang sedang bermain
basket dia turun menghampiri Adel.
‘’Ngapain lo malam malam main basket,enggak ada kerjaan
yah.’’Tanya Davian.
‘’Kalau lo enggak ada kerjaan lebih baik lo itu belajar biar
otak lo tambah pinter jangan main basket.’’Kata Davian lagi,Adel yang kesal
dengan ucapan Davian melemparkan bolanya ke arah Davian.
BUGK
‘’Lo apa apa sih.’’Kata Davian kesal di lempar bola.
‘’Dasar penipu.’’Kata Adel.
‘’Hah.’’Davian tak mengerti apa yang Adel katakana.
‘’Lo bertindak seperti tidak menipu,sementara lo
mengaturnya….gue melihatnya.’’Kata Adel sambil menatap Davian.
‘’Mengatur.’’Davian semakin tak menerti.
‘’Ya mengatur.’’Kata Adel mengulanginya.
‘’Kapan pun gue ingin membuang perasaan gue karna gue pikir
itu tidak mungkin….lo mentertawakannya.’’Kata Adel yang kesal.
‘’Apakah itu nyata atau hanya mempermainkan……lo membuat gue
binggung dan membuat gue tampak bodoh.’’Lanjut Adel.
‘’Apa sih yang lo bicarakan?’’Davian semakin tak mengerti
kemana arah pembicaraan Adel.
‘’Lo benar,lo melakukannya dengan baik kalian namapak baik
bersama.’’Kata Adel matanya sudah berkaca kaca.
‘’Hei sekarang lo sedang membicarakan apa?’’Tanya Davian
‘’Melihat orang yang paling di sukai tidak pernah sekali pun
memandang tapi dia memandang orang lain, tersenyum bahkan tertawa
bersamanya.’’Kata Adel
‘’Bukankah itu namanya menipu dan pengatur yang
pintar.’’Kata Adel ,air matanya sudah mengalir.
‘’Apa lo sedang membicarakan Laura?’’Tanya Davian yang
sedikit mengerti.
Adel melemparkan lagi bola basket lalu berlari masuk ke
kamarnya air mata sudah mengalir dengan deras.
‘’Hei tunggu ,malah kabur .’’Teriak Davian,dia pun masuk ke
dalam rumah.
Tampa mereka sadari Tomi berdiri tidak jauh dari mereka dan
mendengar pertengkaran mereka walau dia tak mengerti apa yang terjadi tapi dia
mengerti sedikit permasalahan yang terjadi.
MAAF YAH WF NYA SEDIKIT ADA MASALAH JADI TELAT NGIRIMNYA,SEMOGA PADA SUKA JANGAN LUPA KOMEN SAMA VOTENYA YAH.TERIMA KASIH
__ADS_1