Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
42


__ADS_3

‘’Laura.’’Gumam Adel.


‘’E’lo kok bisa ada di sini.’’Tanya Laura,dia terkejut


melihat Adel yang membukakan pintu.


‘’Ayo masuk.’’Davian datang setelah memasukan motornya ke


garasi.


‘’Ayahnya Adel itu teman papa gue,rumah mereka sedang di


perbaiki jadi untuk sementara mereka menumpang di sini.’’Jelas Davian untuk


mencairkan kecangungan di antara mereka.


‘Numpang.’Batin Adel.


‘Jadi selama ini itulah anggapan e’lo sama gue dan ayah


gue.’’Batin Adel sedih.


Hatinya terasa sakit saat Davian mengatakan bahwa dia dan


ayahnya hanya menumpang,walau memang itu kenyataannya tapi itu tetep terasa


sakit saat yang mengatakannya Davian sendiri bukan orang lain.


‘’Oh,jadi seperti itu.’’Kata Laura sambil tersenyum manis.


Davian masuk di ikuti Laura ,Adel memandang punggung mereka


dengan pandangan sendu.


Daniel yang berada di atas tangga bergegas turun saat


melihat Davian yang sudah pulang.


‘’Kakak sudah pulang.’’Kata Daniel dengan senang.


‘’Iyah,kakak sudah pulang.’’Kata Davian tersenyum kecil.


‘’Hari ini kakak ada kerja kelompok bersama teman jadi tak


bisa menemani mu.’’Kata Davian mengacak ngacak rambut Daniel.


‘’Ini teman kakak namanya Laura dan Laura ini adik


gue,Daniel.’’Kata Davian mengenalkan mereka.


‘’Hai,senang bertemu dengan mu.’’Kata Laura,mengacak ngacak


rambut Daniel dan tersenyum manis.


‘’E hehe.’’Daniel cengengesan merasa malu dengan rona merah


di kedua pipi.


Davian dan Laura naik ke atas tepatnya ke kamar Davian untuk


mengerjakan tugas mereka.


‘’Kakak yang cantik.’’Kata Daniel setelah mereka naik ke


atas dan pergi ke dapur mengambil air minum.


Adel menyaksikan interaksi antara Davian,Laura dan Daniel


yang seperti seorang kakak yang memperkenalkan calon kakak ipar ke adiknya.


Dari pada makin sakit hati Adel pergi ke taman samping untuk


menenangkan hatinya dengan menyiram bunga atau menanam benih yang masih belum


sempat dia tanam dari pada melihat calon keluarga bahagia ini.


‘’Kamar e’lo bagus .’’Puji Laura melihat dekorasi kamar


Davian.


‘’Terima kasih tapi mama gue yang dekor.’’ Davian duduk dan


meletakan buku di meja


‘’Benarkah.’’Kata Laura duduk di sofa  samping Davian.


‘’Oh yah geu enggak ngeliat nyokap dan bokap lo.’’Tanya


Laura.


‘’Kalau jam segini bokap masih di kantor kalau nyokap


mungkin lagi arisan atau kumpul kumpul bersama ibu ibu komplek.’’Kata Davian.


‘’Kalau seperti ini bagaimana memurut e’lo.’’Tanya Davian.


‘’Bagus,kita bisa menambahkan ini juga.’’Balas Laura.


‘’Oke .’’Kata Davian.


Laura dan Davian terus membulak balik buku mengerjakan tugas


mereka.


‘’Davian bagaimana kalau kita pindah ,agar tidak


jenuh.’’Kata Laura menyarankan untuk menganti suasana.


‘’Kalau gitu kita ke taman samping saja agar sejuk dan lebih


nyaman.’’Kata Davian.


‘’Boleh ide bagus.’’Kata Laura senang.


Mereka membereskan buku bukunya dan membawanya turun ke


bawah menuju taman samping untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


‘’Hah.’’Adel menghela nafas untuk sekian kali.


‘’Sebenarnya apa yang di pikirkan Davian sih,kalau dia suka


dengan Laura untuk apa coba tadi pagi dia ngajakin berangkat bareng pada


akhirnya mengajak Laura ke rumah juga.’’Gerutu Adel.


‘’Kalau mereka mau mengerjakan tugas kenapa tidak di tempat


lain saja kenapa harus di rumah segala apa dia enggak mikirin bagaimana


perasaan gue.’’Kata Adel sedih di akhir kalimat.


‘’Kenapa juga gue harus kesal inikan rumahnya mau membawa


siapa terserah dia gue kan cuman numpang di sini.’’Kata Adel sendu saat


teringat ucapan Davian.


‘’Gue kan enggak punya hak untuk melarang ,siapa pun yang di


bawanya itu kan bukan urusan gue dan tak perlu menanyakan juga perasaan


gue.’’Adel teus saja mengurutu sambil menyiram bunga.


‘’Apa itu tempatnya.’’Tanya Laura saat melihat taman bunga.


‘’Iyah.’’Jawab Davian

__ADS_1


‘’Itu bukan nya suara Laura dan Davian,ngapain mereka ke


sini bukannya mereka sedang di kamar mengerjakan tugas.’’Tanya Adel pada


dirinya yang heran.


Saat suara langkah semakin dekat Adel panik mencari tempat


untuk bersembunyi,karna tak ada tempat bersembunyi Adel melompat ke rerumpunan


bunga yang lumayan tinggi untuk menyembunyikan tubuhnya,Adel berjongkok


memegani lututnya.


‘’Kenapa gue harus sembunyi.’’Kata Adel yang heran sendiri.


‘’Bodoh….bodoh Adel e’lo bodoh banget sih.’’Adel merutuki


tindakannya itu.


Adel berniat untuk keluar tapi dia melihat Davian dan Laura


yang sudah sampai segera bersembunyi kembali sambil menggerutu.


‘’kenapa mereka ke sini sih!.’’Kata Adel sebal.


‘’Sial banget sih hari ini.’’Kata Adel.


‘’Wah lo bener di sini seger banget.’’Kata Laura senang.


‘’Tamannya bagus,apa nyokap lo yang menanam ini


semua.’’Tanya Laura sambil melihat lihat.


‘’Iyah sebagian nyokap yang menaman.’’Jawab Davian.


‘’Sebagian.’’Tanya Laura lagi.


‘’Hem walau nyokap suka bunga tapi dia tidak menanam terlalu


banyak.’’Davian menghampiri Laura .


‘’Lalu siapa yang menanam semua ini.’’Kata Laura lalu


memetik salah satu bunga.


‘’Adel yang menanamnya dia menanam bunga yang itu ,itu dan


juga itu.’’tujuk Davian yang membuat Adel terkejut karna Davian bisa


mengetahuinya.


‘’Hingga jadi sebanyak ini.’’Lanjutnya,bibir tertarik keatas


walau sedikit.


‘’Sudahlah kita lanjutkan tugasnya.’’Kata Davian dan kembali


ke meja begitu pun Laura mengerjakan tugas mereka kembali.


‘’Mama pulang.’’Teriak Marisa,menghampiri anak bungsunya


yang sedang asyik bermain game.


‘’Loh Daniel tumben kamu sendirian ,kakak mu belum


pulang.’’Tanya Marisa pada Daniel.


‘’Sudah kakak sedang mengerkajan tugas kampusnya bersama


temanya.’’Kata Daniel,dia meletakan stik gamenya menoleh ke arah Marisa.


‘’Mama tau gak teman kakak itu cewek cantik lagi.’’Kata


Daniel pipinya bersemu saat mengatakan itu.


cantik.


‘’Dimana mereka  sekarang.’’Tanya Marisa.


‘’Mereka sedang menerjakan tugas mungkin di kamar


kakak.’’Kata Daniel.


‘’Ini tidak bisa di biarkan.’’kata Marisa yang cemas segera


pergi ke kamar Davian.


Davian melihat Marisa yang terburu buru mau naik ke atas


‘’Mama sudah pulang.’’Tanya Davian.


‘’Eh,iyah baru saja mama datang.’’Jawab Marisa.


‘Bukannya Daniel bilang mereka ada di kamar yah.’Pikir


Marisa heran.


‘’Mah Vian mau pinjam kamera.’’Kata Davian.


‘’Kamera untuk apa.’’Tanya Marisa.


‘’Untuk tugas Vian.’’Kata Davian.


‘’Oh ini.’’Kata Marisa mengeluarkan kameranya di dalam


tasnya.


‘’Pantas di cari cari enggak ketemu.’’Kata Davian,dia sudah


mencari  kemana mana tapi tak ke temu


juga.


‘’Tunggu.’’Marisa menghentikan Davian yang akan kembali.


‘’Katanya kamu membawa perempuan yah ke rumah.’’Tanya


Marisa.


‘’Itu cuma patner kerja kelompok dosen yang memilihnya


sendiri.’’Kata Davian.


‘’Bener bukan kamu yang mau lalu kalian mengerjakannya di


mana.’’Tanya Marisa Lagi.


‘’Mama ini kenapa sih,sudahlah Vian mau mengejakan lagi


tugas.’’Davian langsung pergi ke taman samping untuk menyesesaikan tugasnya.


‘’Ini kameranya.’’Sesampainya disana Davian menyerahkan


kameranya pada Laura.


‘’Terima kasih.’’Laura menerimanya dan memulai merekam tugas


mereka.


‘’Vian kamu melihat Adel enggak.’’Marisa datang menanyakan


Adel dia sudah mencari Adel tapi tak ketemu.


‘’Enggak.’’Jawab Davian.


‘’Padahal mama sudah memberi kue kesukaannya ,kemana dia

__ADS_1


yah.’’Kata Marisa,lalu melihat Laura yang tersenyum manis.


Adel yang mendengar Marisa mencari menjadi bingung,jika dia


keluar sekarang nanti di katain sedang mengintip mereka tapi kalau enggak


keluar Marisa pasti khawatir dan juga dia sudah merasa pegal juga badannya


gatal gatal.


‘Berapa lama lagi mereka menyelesaikannya.’Batin Adel yang


sudah tak tahan.


‘’Ya sudah mama cari dia lagi.’’Kata Marisa dan meninggalkan


mereka.


Davian dan Laura mengerjakan tugasnya hingga menjelang malam


dan baru selesai saat akan makan malam.


‘’Davian boleh minta minum enggak.’’Kata Laura.


‘’Ah sorry gue lupa kalau gitu gue ambil dulu.’’Kata


Davian,pergi ke dapur mengambil minuman.


Laura berjalan kearah Adel sembunyi,membuat Adel was was


takut ketahuan.


TRING


Laura mengambil hp untuk membaca pesan yang masuk lalu


membalasnya,Davian datang membawa dua gelas minuman.


‘’Ini.’’Kata Davian,meletakan nampan yang di bawanya.


‘’Terima kasih.’’Laura langsung meminumnya.


‘’Gue mau langsung pulang yah Davian.’’Kata Laura setelah


meletakan gelas.


‘’Enggak makan malam dulu.’’Kata Davian dan di dengar Adel


membuatnya sendu.


‘’Enggak usah lain kali aja.’’tolak Laura


‘’Ya sudah hati hati di jalan.’’Kata Davian


‘’Dah titip salam untuk om dan tante yah.’’Kata Laura lalu


pergi.


Setalah Laura pergi Davian membereskan buku dan semuanya


lalu kembali ke kamarnya,dirasa semua sudah pergi Adel keluar dan bergegas ke


kamar untuk mandi.


Selesainya makan malam dan membereskan meja makan Adel pergi


keluar dia melihat bola basket Adel mengambilnya dan menderibel bolanya untuk


melampiaskan kekesalan dan rasa sedihnya.


Di atas balkon Davian melihat Adel yang sedang bermain


basket dia turun menghampiri Adel.


‘’Ngapain lo malam malam main basket,enggak ada kerjaan


yah.’’Tanya Davian.


‘’Kalau lo enggak ada kerjaan lebih baik lo itu belajar biar


otak lo tambah pinter jangan main basket.’’Kata Davian lagi,Adel yang kesal


dengan ucapan Davian melemparkan bolanya ke arah Davian.


BUGK


‘’Lo apa apa sih.’’Kata Davian kesal di lempar bola.


‘’Dasar penipu.’’Kata Adel.


‘’Hah.’’Davian tak mengerti apa yang Adel katakana.


‘’Lo bertindak seperti tidak menipu,sementara lo


mengaturnya….gue melihatnya.’’Kata Adel sambil menatap Davian.


‘’Mengatur.’’Davian semakin tak menerti.


‘’Ya mengatur.’’Kata Adel mengulanginya.


‘’Kapan pun gue ingin membuang perasaan gue karna gue pikir


itu tidak mungkin….lo mentertawakannya.’’Kata Adel yang kesal.


‘’Apakah itu nyata atau hanya mempermainkan……lo membuat gue


binggung dan membuat gue tampak bodoh.’’Lanjut Adel.


‘’Apa sih yang lo bicarakan?’’Davian semakin tak mengerti


kemana arah pembicaraan Adel.


‘’Lo benar,lo melakukannya dengan baik kalian namapak baik


bersama.’’Kata Adel matanya sudah berkaca kaca.


‘’Hei sekarang lo sedang membicarakan apa?’’Tanya Davian


‘’Melihat orang yang paling di sukai tidak pernah sekali pun


memandang tapi dia memandang orang lain, tersenyum bahkan tertawa


bersamanya.’’Kata Adel


‘’Bukankah itu namanya menipu dan pengatur yang


pintar.’’Kata Adel ,air matanya sudah mengalir.


‘’Apa lo sedang membicarakan Laura?’’Tanya Davian yang


sedikit mengerti.


Adel melemparkan lagi bola basket lalu berlari masuk ke


kamarnya air mata sudah mengalir dengan deras.


‘’Hei tunggu ,malah kabur .’’Teriak Davian,dia pun masuk ke


dalam rumah.


Tampa mereka sadari Tomi berdiri tidak jauh dari mereka dan


mendengar pertengkaran mereka walau dia tak mengerti apa yang terjadi tapi dia


mengerti sedikit permasalahan yang terjadi.


MAAF YAH WF NYA SEDIKIT ADA MASALAH JADI TELAT NGIRIMNYA,SEMOGA PADA SUKA JANGAN LUPA KOMEN SAMA VOTENYA YAH.TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2