
‘’ADELLLLLLL.’’Teriak Davian marah
sambil mengusap mukanya karna mereka
berdua terjatuh ke danau.
‘’E’lo gila yah……..!’’Kata Davian
kesal tapi wajah langsung panik melihat Adel.
‘’Vian….Davian to…toloang aku ti….tidaak bisa ber…renang.’’Kata Adel yang hampir tenggelam.
Davian bergegas meraih Adel yang hampir tenggelam dia berenang ke tepi danau dan membawa Adel ketempat yang
aman.
‘’Sudah tau tidak bisa berenang
,kenapa mau ke tengah danau.’’Kata Davian saat mereka sudah di darat.
‘’Baru beberapa jam lalu aku
menyuruhmu untuk berpikir dulu sebelum bertindak,kenapa malah bertindak ceroboh
lagi.’’Davian mengomeli Adel wajahnya sedikit pucat dan jantungnya masih
berdebar cepat.
Adel tak mengatakan apa apa dia
menundukan kepalanya merutuki kecerobohannya.
‘Bodoh….bodoh kenapa kau selalu
bertindak ceroboh di depan Davian.’’Batin Adel
‘Davian pasti akan semakin
membenci ku….dasar Adel bodoh.’Batin Adel sendu.
Davian terus mengomeli Adel hingga
terdengar suara Adel yang bersin .
HAAATTCCHIIII
Dia pergi tanpa di sadari Adel,
membeli baju untuk mengganti baju mereka yang bash kuyup agar tidak masuk
angina.
‘’Ini ganti bajumu.’’Davian
menyerahkan kaos pada Adel dia juga sudah berganti baju.
Adel mendongkak dan menerima kaos
itu lalu pergi ke belakang pohon untuk mengganti bajunya.
‘’Terima kasih.’’Adel menghampiri
Davian dan duduk di sampingnya.
‘Aku baru sadar ternyata badannya
lebih kecil dari yang ku kira.’Pikir Davian
Yang melihat kaos yang dia
berikan pada Adel itu longgar padahal
dia memilih ukuran yang sama dengan ukuran Laura.
Davian memberi Adel sepotong roti
isi, dia menerimanya dan memakannya sambil tersenyum manis.
‘Enak….padahal hanya roti isi
biasa tapi terasa sangat enak bahkan lebih enak dari makan restoran Itali dan
Prancis.’Pikir Adel
‘Ternyata untuk merasakan makanan
yang enak tidak perlu yang mahal.’Pikir Adel lagi dengan senyum yang tak pudar
dia juga tak ingat lagi kalau dia hampir tenggelam tadi.
‘Hanya perlu duduk bersama orang
yang kita cintai semua terasa indah dan enak.’Pikir Adel dan melihat Davian
yang sedang memakan rotinya.
‘’Di makan rotinya jangan melihat
ku terus.’’Kata Davian yang merasa di perhatikan.
‘’Oh yah Davian.’’Tiba-tiba dia
teringat sesuatu.
‘’Hm.’’Balas Davian menoleh pada
Adel.
‘’Kenapa tadi pas lari kamu malah
menarik tangan ku dan berlari dengan ku ,bukan dengan Laura?’’Tanya Adel yang
penasaran.
‘’Itu karna….itu karna kamu lebih
dekat dengan ku.’’Jawab Davian.
‘’Jadi begitu.’’Kata Adel sedikit
kecewa.
Adel tak sadar kalau sebenarnya
Laura berdiri lebih dekat dengan Davian dari padanya.
__ADS_1
‘’Kau tau…,selama ini aku benar
benar belum pernah mengalami
kesulitan.’’Kata Davian melihat ke depan.
‘’Tapi setelah kau
muncul….’’Davian melirik Adel lalu melihat ke depan kembali.
‘’Semua terjadi secara tiba tiba,aku
merasa berada di kehidupan berbeda.’’Kata Davian.
‘’Bisa di katakan bahwa aku merasa
seperti sedang memecahkan soal matematika yang tak ada rumusnya.’’Kata Davian
lagi Adel hanya mendengarkan.
‘’Aku pikir itu adalah sebuah
tantangan yang harus aku pecahkan.’’Kata Davian.
‘’Sesuatu yang harus di
pecahkan.’’Kata Adel binggung.
‘’Yah,sesuatu yang saya tidak bisa
hindari,sesuatu yang harus saya pecahkan.’’Kata Davian membuat Adel tambah
binggung.
‘’Pada awalnya aku bertanya tanya
tentang bagaimana cara untuk memecahkannya dan menghidarinya.’’Kata Davian
‘’Lalu aku berpikir jika aku
membaca masalah dengan salah,maka aku tidak akan pernah mendapatkan
jawaban.’’Kata Davian.
‘’Tapi sekarang aku tidak akan
lari lagi.’’Davian menatap Adel.
‘’Aku akan mencoba mencari tau
jawabannya.’’Kata Davian sambil tersenyum.
‘’Apa tantangan yang kamu maksud
yang harus kamu pecahkan,itu aku?’’Tanya Adel yang berusaha menebak maksud Davian.
‘’Hmm.’’Balas Davian.
‘’Kamu ingin mencari jawabannya
lewat diriku.’’Tanya Adel tak yakin.
‘’Jika kamu tidak mengerti maka
lupakan.’’Kata Davian.
‘’Karna kamu tidak menyukaiku kamu
berusaha menghindari ku.’’Kata Adel mencoba menjelaskan perkataan Davian.
‘’Tapi sekarang kamu berubah
pikiran untuk menemukanya melalui aku.’’Kata Adel lalu dia menutup mulutnya
terkejut dengan kemungkinan dengan yang di pikirkannya.
‘’Apa sekarang kamu sudah
menyukaiku.’’Tanya Adel penuh harap.
‘’Yah….ada apa dengan
otakmu.’’Davian menyentil dahi Adel.
‘’Aku hanya bilang bersama mu itu
tidak mudah dan aku tak menyukainya,aku tidak membencimu.’’Kata Davian
membenarkan maksudnya.
Mendengar bahwa Davian tidak
membencinya membuat Adel senang dia langsung memeluk lengan Davian.
‘’Hey.’’Davian terkejut tiba tiba
Adel menerjangnya.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel senang.
‘’Aku benar benar berpikir kamu
membenci ku.’’Kata Adel
‘’Dari sejak SMA aku hanya
menyukaimu.’’Kata Adel lagi,Davian tersenyum mendengarnya.
‘’Aku tidak tau apa pun ,aku juga
tak terlalu pintar melakukan sesuatu dan aku juga tidak terlalu jago memasak.’’Kata
Adel.
‘’Tapi aku akan berusaha melakukan
yang terbaik.’’Kata Adel dengan senyum manisnya.
‘’Benarkah.’’Tanya Davian.
‘’Aku tidak sabar untuk
itu.’’Tambahnya
‘’Huh.’’Adel melepaskan
__ADS_1
pelukannya.
‘’Apa?’’Tanya Adel binggung.
‘’Kamu akan semakin pintar untuk
ku….jadi aku tidak sabar menantinya.’’Jelas Davian.
‘’Oke,karena ujian tengah semester
tidak lama lagi.’’Kata Davian
‘’Ujian tengah semester.’’Kata
Adel lesu
‘’Pernyataan mu itu……aku akan
membuktikannya dengan hasil tes.’’Kata Davian .
‘’Tapi aku tidak suka dengan
ujian.’’Kata Adel tambah lesu
‘’Memangnya siapa orang yang
sangat menyukai ujian.’’Kata Davian.
‘’Bagaimana kalau mendapatkan
nilai C?’’Tanya Adel.
‘’C.’’Kata Davian tak berdaya.
‘’Atau C+?’’Kata Adel
‘’Tidak A.’’Kata Davian mutlak.
Mereka berdebat hingga hari sudah sore,Davian mengajak Adel untuk
segera pulang.
Di perjalan pulang Adel memeluk
pinggang Davian erat Davian pun tidak menolaknya dan membiarkan Adel
memeluknya.
‘Aku sangat senang,di hari aku
memberanikan diri memberi Davian surat cinta perlahan tapi pasti dia semakin
mendekat pada ku,aku akan mencoba berjuang sekali lagi untuk mendapatkan pengakuan CINTANYA.’Batin Adel,dia sangat bahagia.
Mereka telah sampai di depan
restoran milik Tomi ayahnya Adel ,setelah turun Adel menyerahkan tas kertas
berisi pakainya Davian yang basah.
‘’Terima Kasih,sudah mau mengantar
ku pulang.’’Kata Adel.
‘’Apa kau merasa nyaman.’’Tiba
tiba Davian bertanya.
‘’Iya,lumayan walau lotengnya
sempit tapi cukup nyaman.’’Kata Adel sambil tersenyum.
‘’Ah..bagaimana tentang
Laura.’’Tanya Adel
‘’Apa dia akan baik baik
saja.’’Tambahnya,dia khawatir pada Laura karna kejadian tadi siang itu karna
ulahnya.
‘’Tenang saja dia ada bersama
kapten.’’Kata Davian.
‘’Hm.’’Adel menggangguk.
‘’Aku pulang dulu.’’Pamit Davian.
‘’Iyah,hati hati di jalan.’’Kata
Adel
‘’Titip salam buat tante Marisa
dan om Marselo juga Daniel.’’Tambah Adel dia melambai sambil tersenyum manis.
‘’Iyah.’’Kata Davian dan melajukan
motornya meninggalkan restoran.
‘Mama pasti kegirangan mendapat salam
dari calon menantunya.’Lanjutnya di dalam hati.
Iyah! Sejak Adel pindah mamanya
bertekad untuk membawa Adel kembali ke rumahnya,dia selalu bilang akan membawa
kembali calon menantunya itu sebabnya mamanya bisa bersemangat lagi.
Davian pun tak ambil pusing yang
penting mamanya tidak mengurung diri di kamar terus jadi dia tidak protes soal menganggap Adel sebagai menantu keluarga
Pratama.
‘Oke aku akan mencobanya dan kita
lihat akan ada kejutan seperti apa
kedepannya.’Batin Davian
Bibirnya menyungging senyuman
__ADS_1
tulus dan lebar dan dia tak menyangka dengan mengatakan hal itu pada Adel
membuat hatinya lega.