Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
kejujuran Davian


__ADS_3

‘’ADELLLLLLL.’’Teriak Davian marah


sambil mengusap mukanya  karna mereka


berdua terjatuh ke danau.


‘’E’lo gila yah……..!’’Kata Davian


kesal tapi wajah langsung panik melihat Adel.


‘’Vian….Davian to…toloang aku ti….tidaak bisa ber…renang.’’Kata Adel yang hampir tenggelam.


Davian bergegas meraih Adel yang hampir tenggelam dia berenang ke tepi danau dan membawa Adel ketempat yang


aman.


‘’Sudah tau tidak bisa berenang


,kenapa mau ke tengah danau.’’Kata Davian saat mereka sudah di darat.


‘’Baru beberapa jam lalu aku


menyuruhmu untuk berpikir dulu sebelum bertindak,kenapa malah bertindak ceroboh


lagi.’’Davian mengomeli Adel wajahnya sedikit pucat dan jantungnya masih


berdebar cepat.


Adel tak mengatakan apa apa dia


menundukan kepalanya merutuki kecerobohannya.


‘Bodoh….bodoh kenapa kau selalu


bertindak ceroboh di depan Davian.’’Batin Adel


‘Davian pasti akan semakin


membenci ku….dasar Adel bodoh.’Batin Adel sendu.


Davian terus mengomeli Adel hingga


terdengar suara Adel yang bersin .


HAAATTCCHIIII


Dia pergi tanpa di sadari Adel,


membeli baju untuk mengganti baju mereka yang bash kuyup agar tidak masuk


angina.


‘’Ini ganti bajumu.’’Davian


menyerahkan kaos pada Adel dia juga sudah berganti baju.


Adel mendongkak dan menerima kaos


itu lalu pergi ke belakang pohon untuk mengganti bajunya.


‘’Terima kasih.’’Adel menghampiri


Davian dan duduk di sampingnya.


‘Aku baru sadar ternyata badannya


lebih kecil dari yang ku kira.’Pikir Davian


Yang melihat kaos yang dia


berikan  pada Adel itu longgar padahal


dia memilih ukuran yang sama dengan ukuran Laura.


Davian memberi Adel sepotong roti


isi, dia menerimanya dan memakannya sambil tersenyum manis.


‘Enak….padahal hanya roti isi


biasa tapi terasa sangat enak bahkan lebih enak dari makan restoran Itali dan


Prancis.’Pikir Adel


‘Ternyata untuk merasakan makanan


yang enak tidak perlu yang mahal.’Pikir Adel lagi dengan senyum yang tak pudar


dia juga tak ingat lagi kalau dia hampir tenggelam tadi.


‘Hanya perlu duduk bersama orang


yang kita cintai semua terasa indah dan enak.’Pikir Adel dan melihat Davian


yang sedang memakan rotinya.


‘’Di makan rotinya jangan melihat


ku terus.’’Kata Davian yang merasa di perhatikan.


‘’Oh yah Davian.’’Tiba-tiba dia


teringat sesuatu.


‘’Hm.’’Balas Davian menoleh pada


Adel.


‘’Kenapa tadi pas lari kamu malah


menarik tangan ku dan berlari dengan ku ,bukan dengan Laura?’’Tanya Adel yang


penasaran.


‘’Itu karna….itu karna kamu lebih


dekat dengan ku.’’Jawab Davian.


‘’Jadi begitu.’’Kata Adel sedikit


kecewa.


Adel tak sadar kalau sebenarnya


Laura berdiri lebih dekat dengan Davian dari padanya.

__ADS_1


‘’Kau tau…,selama ini aku benar


benar  belum pernah mengalami


kesulitan.’’Kata Davian melihat ke depan.


‘’Tapi setelah kau


muncul….’’Davian melirik Adel lalu melihat ke depan kembali.


‘’Semua terjadi secara tiba tiba,aku


merasa berada di kehidupan berbeda.’’Kata Davian.


‘’Bisa di katakan bahwa aku merasa


seperti sedang memecahkan soal matematika yang tak ada rumusnya.’’Kata Davian


lagi Adel hanya mendengarkan.


‘’Aku pikir itu adalah sebuah


tantangan yang harus aku pecahkan.’’Kata Davian.


‘’Sesuatu yang harus di


pecahkan.’’Kata Adel binggung.


‘’Yah,sesuatu yang saya tidak bisa


hindari,sesuatu yang harus saya pecahkan.’’Kata Davian membuat Adel tambah


binggung.


‘’Pada awalnya aku bertanya tanya


tentang bagaimana cara untuk memecahkannya dan menghidarinya.’’Kata Davian


‘’Lalu aku berpikir jika aku


membaca masalah dengan salah,maka aku tidak akan pernah mendapatkan


jawaban.’’Kata Davian.


‘’Tapi sekarang aku tidak akan


lari lagi.’’Davian menatap Adel.


‘’Aku akan mencoba mencari tau


jawabannya.’’Kata Davian sambil tersenyum.


‘’Apa tantangan yang kamu maksud


yang harus kamu pecahkan,itu aku?’’Tanya Adel yang berusaha menebak  maksud Davian.


‘’Hmm.’’Balas Davian.


‘’Kamu ingin mencari jawabannya


lewat diriku.’’Tanya Adel tak yakin.


‘’Jika kamu tidak mengerti maka


lupakan.’’Kata Davian.


‘’Karna kamu tidak menyukaiku kamu


berusaha menghindari ku.’’Kata Adel mencoba menjelaskan perkataan Davian.


‘’Tapi sekarang kamu berubah


pikiran untuk menemukanya melalui aku.’’Kata Adel lalu dia menutup mulutnya


terkejut dengan kemungkinan dengan yang di pikirkannya.


‘’Apa sekarang kamu sudah


menyukaiku.’’Tanya Adel penuh harap.


‘’Yah….ada apa dengan


otakmu.’’Davian menyentil dahi Adel.


‘’Aku hanya bilang bersama mu itu


tidak mudah dan aku tak menyukainya,aku tidak membencimu.’’Kata Davian


membenarkan maksudnya.


Mendengar bahwa Davian tidak


membencinya membuat Adel senang dia langsung memeluk lengan Davian.


‘’Hey.’’Davian terkejut tiba tiba


Adel menerjangnya.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel senang.


‘’Aku benar benar berpikir kamu


membenci ku.’’Kata Adel


‘’Dari sejak SMA aku hanya


menyukaimu.’’Kata Adel lagi,Davian tersenyum mendengarnya.


‘’Aku tidak tau apa pun ,aku juga


tak terlalu pintar melakukan sesuatu dan aku juga tidak terlalu jago memasak.’’Kata


Adel.


‘’Tapi aku akan berusaha melakukan


yang terbaik.’’Kata Adel dengan senyum manisnya.


‘’Benarkah.’’Tanya Davian.


‘’Aku tidak sabar untuk


itu.’’Tambahnya


‘’Huh.’’Adel melepaskan

__ADS_1


pelukannya.


‘’Apa?’’Tanya Adel binggung.


‘’Kamu akan semakin pintar untuk


ku….jadi aku tidak sabar menantinya.’’Jelas Davian.


‘’Oke,karena ujian tengah semester


tidak lama lagi.’’Kata Davian


‘’Ujian tengah semester.’’Kata


Adel lesu


‘’Pernyataan mu itu……aku akan


membuktikannya dengan hasil tes.’’Kata Davian .


‘’Tapi aku tidak suka dengan


ujian.’’Kata Adel tambah lesu


‘’Memangnya siapa orang yang


sangat menyukai ujian.’’Kata Davian.


‘’Bagaimana kalau mendapatkan


nilai C?’’Tanya Adel.


‘’C.’’Kata Davian tak berdaya.


‘’Atau C+?’’Kata Adel


‘’Tidak A.’’Kata Davian mutlak.


Mereka berdebat hingga  hari sudah sore,Davian mengajak Adel untuk


segera pulang.


Di perjalan pulang Adel memeluk


pinggang Davian erat Davian pun tidak menolaknya dan membiarkan Adel


memeluknya.


‘Aku sangat senang,di hari aku


memberanikan diri memberi Davian surat cinta perlahan tapi pasti dia semakin


mendekat pada ku,aku akan mencoba berjuang  sekali lagi untuk mendapatkan pengakuan CINTANYA.’Batin Adel,dia sangat bahagia.


Mereka telah sampai di depan


restoran milik Tomi ayahnya Adel ,setelah turun Adel menyerahkan tas kertas


berisi pakainya Davian yang basah.


‘’Terima Kasih,sudah mau mengantar


ku pulang.’’Kata Adel.


‘’Apa kau merasa nyaman.’’Tiba


tiba Davian bertanya.


‘’Iya,lumayan walau lotengnya


sempit tapi cukup nyaman.’’Kata Adel sambil tersenyum.


‘’Ah..bagaimana tentang


Laura.’’Tanya Adel


‘’Apa dia akan baik baik


saja.’’Tambahnya,dia khawatir pada Laura karna kejadian tadi siang itu karna


ulahnya.


‘’Tenang saja dia ada bersama


kapten.’’Kata Davian.


‘’Hm.’’Adel menggangguk.


‘’Aku pulang dulu.’’Pamit Davian.


‘’Iyah,hati hati di jalan.’’Kata


Adel


‘’Titip salam buat tante Marisa


dan om Marselo juga Daniel.’’Tambah Adel dia melambai sambil tersenyum manis.


‘’Iyah.’’Kata Davian dan melajukan


motornya meninggalkan restoran.


‘Mama pasti kegirangan mendapat salam


dari calon menantunya.’Lanjutnya di dalam hati.


Iyah! Sejak Adel pindah mamanya


bertekad untuk membawa Adel kembali ke rumahnya,dia selalu bilang akan membawa


kembali calon menantunya itu sebabnya mamanya bisa bersemangat lagi.


Davian pun tak ambil pusing yang


penting mamanya tidak mengurung diri di kamar terus jadi dia tidak protes  soal menganggap Adel sebagai menantu keluarga


Pratama.


‘Oke aku akan mencobanya dan kita


lihat akan ada kejutan seperti  apa


kedepannya.’Batin Davian


Bibirnya menyungging senyuman

__ADS_1


tulus dan lebar dan dia tak menyangka dengan mengatakan hal itu pada Adel


membuat hatinya lega.


__ADS_2