Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
35


__ADS_3

‘’Adel.’’Teriak Reno memanggil Adel


‘’Adell.’’Reno memanggil lagi,dia berlari ke depan Adel dan


berdiri di depan jalan Adel


Adel yang sedari tadi memikirkan tentang kejadian semalam


tidak mendengar panggilan Reno dia terus berjalan tampa menyadari kalau Reno


berdiri di depannya.


Brrugg


‘’Aww.’’Adel yang masih linglung mengusap kelapanya yang


menabrak dada Reno.


‘’Adel apa bener kamu bergabung dengan klub basket?’’Tanya


Reno,setelah menghentikan Adel.


Denis dan Fadli telah memberitau Reno kalau Adel bergabung


dengan klub basket apa lagi Davian juga ada di sana dan mereka juga memberitau


kalau Adel juga pernah membuatkan Davian bekal saat mereka di ajari Davian


dulu.


‘’Hah.’’Kata Adel yang  tersadar.


‘’Kamu beneran bergabung dengan tim basket dan pernah membuatkan


Davian bekal .’’Tanya Reno kembali.


‘’Ah, iyah.’’Kata Adel


Saat Adel mengatakan hal itu hati Reno terasa sakit dan juga


kecewa.


‘Apa Adel masih belum menyerah pada perasaannya dan apa gue


benar benar tidak punya kesempatan.’Pikir Reno,dia menggelengkan kepalanya.


‘Tidak tidak gue enggak boleh nyerah gitu aja,gue harus


buktiin kalau gue jauh lebih baik dari Davian dan bisa membuat Adel bahagia.’Batin


Reno sambil mengepalkan tangannya.


Adel melambay lambaykan tangan pada Reno yang terlihat


melamun dengan mata yang membara.


‘’Ren…Reno lo kenapa.’’Kata Adel pada Reno yang masih


melamun.


‘’RENOOOO.’’Teriak Adel menyadarkan Reno.


‘’Eh,iya kenapa?’’Tanya Reno.


‘’Harusnya gue yang tanya, lo kenapa.’’Kata Adel.


‘’Enggak apa apa.’’Kata Reno cengengesan.


‘’Terus ,apa lo cuma mau menanyakan itu doang?’’Tanya Adel


‘’Kalau cuma itu gue mau pergi ke kelas duluan ,dah.’’Adel


melambaykan tangannya dan pergi.


‘’Tunggu.’’Reno menarik tangan Adel menghentikan langkah


Adel.


‘’Aku membuat bekal untuk mu,ini.’’Reno mengambil kotak


bekal di tasnya dan menyerahkannya pada Adel.


‘’Aku membuatnya sendiri.’’Kata Reno bangga.


‘’Benarkah.’’Kata Adel dia tak menyangka Reno bisa memasak


terlebih lagi baunya saja sudah harum apa lagi dengan rasanya.


‘’Di makan yah.’’Kata Reno penuh harap.


‘’Em terima kasih.’’Kata Adel,sebenarnya dia mau menolaknya


tapi melihat mata Reno yang penuh harap dia terpaksa menerimanya dan


memasukannya ke tasnya.


‘’Kalau gitu ,gue duluan.’’Kata Adel pergi meninggalkan


Reno.


‘’Jangan lupa bekalnya di makan yah.’’Teriak Reno.


‘’Sayang sekali kita enggak bisa satu jurusan.’’Kata Reno

__ADS_1


sendu


Sebenarnya dia mau sutu jurusan dengan Adel tapi mamanya


menyuruh nya ke jurusan lain jadi dia menuruti ucapan mama takut durhaka.


‘’Setidaknya kami satu kampus jadi masih bisa bertemu setiap


hari.’’Kata Reno bersemangat lalu melangkah pergi menuju ke kelasnya.


Adel melihat Tia dan lili di persimpangan dan berabung


dengan mereka lalu Lili berpisah pergi ke kelasnya,Adel dan Tia pun ke kelas


mereka tak beberapa lama setelah mereka berada di kelas dosen yang mengajar pun


sampai dan memulai pelajarannya.


‘’Cukup sekian pelajaran hari ini,jangan lupa kerjakan tugas


kalian minggu depan di kumpulkan.’’Kata Dosen tersebut.


‘’Selamat siang.’’Tambahnya dan pergi meninggalkan kelas.


‘’Terima kasih pak.’’Kata mereka  serempak.


‘’Del, kantin yuk gue udah laper nih.’’Kata Tia memelas.


‘’Gue harus mengisi kembali bahan bakar otak gue yang habis


di peras abis abisan tadi.’’Kata Tia mendramatisir.


‘’Lebay lo ,mikir engak mikir lo emang selalu


laparkan.’’Kata Adel


‘’Hehe.’’Tia cengengesan.


‘’Dah yuk Lili sudah menunggu kita di kantin.’’Kata Adel


menyodorkan hpnya memperlihatkan pesan dari Lili pada Tia.


‘’Yuk.’’Tia menyeret  Adel ke kantin.


‘’Lama amat kalian.’’Kata Lili saat melihat Adel dan Tia


datang.


‘’Sorry tadi pak Burhan memberi kami tugas jadi telat.’’Kata


Adel dan duduk di samping Lili.


‘’Lo udah pesen belum.’’Kata Tia ,duduk di depan Adel.


‘’Belum gue nunggu kalian.’’Kata Lili.


‘’Jijik Tia.’’Kata Lili mencibir.


‘’Udah,gih cepat pesan makanan katanya udah lapar.’’Kata


Adel pada Tia,dia tak ingin memdengar perbebatan kedua sahabatnya.


‘’Baik yang mulia ratu.’’Kata Tia bergaya seperti pelayan.


Adel melotot kearah Tia melihat Adel yang memelototinya Tia


cengenesan dan langsung pergi memesan makanan untuk mereka. Tak berapa lama Tia


membawa tiga mangkuk bakso dan es teh serta jus jeruk.


‘’Ini dia pesanan anda silahkan  menikmati.’’Kata Tia setelah meletakan


makanannya.


‘’Terima kasih.’’Kata Lili dan Adel


‘’Nampan punya siapa lo pakai.’’Kata Adel,dia tau nampan


punya pak Didi bukan seperti yang di bawa Tia dia itu pelanggan setia bakso pak


Didi jadi dia tau.


‘’Oh ini punya mbak Wiwin.’’Kata Tia saat menyantap


baksonya.


‘’Sejak kapan mbak Wiwin jualan bakso.’’Tanya Lili


‘’Gue pinjem ,oh yah gue harus mengembaliin nih nampan


dulu.’’Tia berdiri dan bergegas mengembalikan nampannya soalnya tadi mau di


pakai ngantar kopi tapi dia pinjam.


Tia kembali langsung menyantap bakso miliknya,saat bakso


Adel sudah habis dia baru ingat kalau tadi pagi Reno memberinya bekal.


‘’Astaga gue kan punya bekal .’’Kata Adel menepuk dahinya.


‘’Lo bikin bekal Del.’’Tanya Lili


‘’Enggak,tadi pagi Reno memberi gue bekal .’’Kata Adel

__ADS_1


‘’Tumben dia bikini bekal buat lo.’’Tanya Tia


‘’Entah,tadi pagi dia tanya apa gue beneran masuk tim basket


dan juga pernah membuatkan Davian bekal terus dia juga memberi gue bekal.’’Kata


Adel memjelaskan.


‘Jadi mereka beneran memberitau Reno.’Batin Lili dan Tia.


‘’Lo kan bisa memakannya pas di klub nanti.’’Kata Lili.


‘’Iyah juga sih.’’Kata Adel


Adel dan Tia pamit duluan karna sebentar lagi dosen akan


datang dan juga dosen tersebut galaknya minta ampun telat sedikit saja langsung


di suruh berdiri dengan tangan menjewer telinga kaya menghukum anak SD.


 Davian berdiri di


depan lokernya menatap pria di samping yang sedang mengganti baju dan membawa


baju yang sama dengannya.


‘’Kenapa lo bisa di sini?’’Kata Davian pada Diki.


‘’Mulai hari ini gue bergabung dengan klub basket.’’Jawab Diki


santai.


‘’Mohon bantuannya.’’Tambah Diki basa basi.


‘’Sejak kapan lo ikut bergabun.’’Tanya Davian.


‘’Tadi pagi gue menemui kak Satria untuk bergabung.’’Jelas


Diki.


‘’Jangan katakan lo bergabung  ke sini cuma  mengikuti gue karna penasaran.’’Kata Davian jengah dengan kelakuan Diki


yang mengikutinya terus.


‘’Seratus.’’Diki mengacungkan jempolnya.


‘’Terserah.’’Davian pergi menuju ke lapangan.


‘’Davian tungguin gue.’’Kata Diki menyusul Davian


Adel yang langsung pergi setelah pelajarannya  selesai sedang menyiapkan bola basket dan


beberapa botol air,tapi saat Adel mendorong  tempat bola tersebut terguling dan bolanya berserakan.


‘’Ahhk.’’Teriak Adel.


Davian melihat kecerobohan Adel saat dia sampai di lapangan


hanya menggelengkan kepalanya,Satria dan yang lainnya juga sampai ke lapanan


dan melihat kekacawan yang di lakukan Adel.


‘’Astaga Adel lo apa apa sih.’’Teriak Satria


‘’Cepat bereskan malah bengong.’’Kata Satria sedikit marah.


‘’Ah maaf kapten akan saya bereskan segera.’’Kata Adel sambil


mengumpulkan kembali bolanya.


‘’Gue bantuin biar cepet.’’Kata Rendi salah satu anggota


yang seangkatan dengan Adel.


‘’Makasih.’’Kata Adel tersenyum manis.


Mereka berdua mengumpulkan bola basket,Davian merasa kesal


tiba tiba Diki melihat raut wajah Davian berubah walau sebentar tersenyum


mistrius.


‘Menarik.’Pikirnya


‘’Lo enggak mau membantu Adel.’’Tanya Diki menggoda.


‘’Untuk apa.’’Kata Davian cuek.


‘’Ya kasihan Adel mengumpulkan bola sendirian.’’Pancing Diki


‘’Eh tidak berdua.’’Kata Diki melirik Davian.


‘’Kalau lo kasihan kenapa lo enggak membantunya saja.’’Kata


Davian kesal.


‘’Gue enggak mau merusak suasana,kayanya si Rendi suka sama


Adel.’’Kata Diki memanas manasi Davian.


Diki sebenarnya hanya mengarang cerita  dia tidak tau saja apa yang dia ucapkan memang


benar  adanya Rendi memang menyukai Adel

__ADS_1


pada saat mereka memperkenalkan diri Rendi terpesona dengan senyum manis yang


tersungging di bibir kecil Adel.


__ADS_2