
‘’Ah…Davian lepas.’’Kata Adel melepaskan ciuman mereka ketika
dia ingat kalau ini masih jam kerjanya.
‘’Kenapa?’’Tanya Davian sedikit kesal karna dia masih
merindukan Adel dan masih ingin memeluknya.
‘’Aku harus kembali ke kafe lagi, nanti bisa bisa kak Ali
memarahi ku.’’Jawab Adel.
‘’Bilang saja kalau kamu berhenti dan setelah itu kita
pulang.’’Kata Davian.
‘’Mama udah bawel nanyain kamu.’’Lanjutnya.
‘’Nggak bisa ,soalnya aku itu kerja di sana menggantikan
Ilham bukan kerja beneran di sana.’’Kata Adel.
‘’Ilham? Siapa?’’Tanya Davian datar berusaha terlihat biasa
agar Adel tidak tahu kalau dia sedang cemburu.
‘Kenapa banyak sekali laki laki di sekitar Adel, meski sikap
dan sifat seperti ini?’Pikir Davian kesal.
‘’Dia teman sekelas ku saat SMA,kebetulan kami bertemu dan
dia meminta bantuan ku utuk menggantiaknya sementara karna ibu nya sedang sakit
dan di rawat di rumah sakit.’’ Jelas Adel yang tak curiga dengan perubahan pada
nada bicara Davian.
‘’Dan karna aku juga tidak ada kerjaan jadi aku terima
saja,sekalian memikirkan ucapan mu.’’Lanjutnya.
‘’Hah…Baiklah aku akan mengantar mu dan menjelaskannya pada
menejermu supaya kamu tidak di marahi.’’Kata Davian.
‘’Ahhh makasih Vian,makin sayang deh.’’Kata Adel manja sambil
memeluk Davian.
‘’Hm.’’Balas Davian tersenyum .
Davian mengatar Adel ke kafe dan benar Ali sang menejer
memarahi Adel karna pergi begitu saja tanpa izin saat jam kerja berlangsung.
Adel hanya menunduk meminta maaf ketika mendapatkan ceramah
gratis dari menejernya.
Untungnya Davian memberi kan sebuah alasan sehingga gaji Adel
tidak di potong dan tentunya kupingnya tidak panas lagi mendengar ceramah Ali
yang panjang.
Adel kembali bekerja dan Davian menunggu Adel karna sebentar
lagi jam pulang , sembari melihat kekasihnya bekerja.
……
‘’Hah.’’Marisa mendesah dengan raut sedih.
‘’Ada apa lagi istri ku?’’Tanya Marselo yang melihat istrinya
mendesah berulang kali.
‘’Kamu menghela nafas terus.’’Lanjutnya sambil meletakan
cangkir kopinya ke meja.
Marselo,Tomi dan Marisa sedang bersantai di ruang
keluarga,kebetulan Tomi juga pulang
cepat.
‘’Adel sepertinya sedang menghindari Davian,entah apa yang
sudah Davian katakan pada Adel.’’Adu Marisa pada suaminya.
‘’Aku khawatir pada Adel,akhir akhir ini dia suka pergi pagi
pagi dan pulang tepat makan malam,entah apa yang Adel lakukan.’’Lanjutnya.
‘’Bahkan Davian seperti tidak perduli padanya dan tidak tahu
Adel kemana atau apa yang sedang di lakukan Adel.’’Kata Marisa sebal dengan
__ADS_1
sikap dingin anaknya.
‘’Suami macam apa coba yang tidak mengetahui keberadaan
istrinya sendiri.’’Lanjutnya.
‘’Sudahlah mah,biarkan saja mereka menyelesaikan masalah
mereka sendiri.’’Kata Marselo menasehati istrinya.
‘’Jangan ikut campur dengan urusan mereka,nantinya malah jadi
tambah kacau.’’Kata Marselo.
‘’Benar yang di kata Selo biarkan mereka menyelesaikan masalah
mereka sendiri.’’Kata Tomi ikut menambahkan.
‘’Apa lagi mereka’kan akan menikah,jadi biarkan mereka
belajar memahami satu sama lain sebelum melangkah lebih jauh lagi.’’Lanjutnya.
‘’Ini juga demi kebaikan Adel dengan jauh untuk semetara
dengan Davian bisa membuat Adel lebih dewasa lagi.’’Kata Tomi.
‘’Terserah kalian lah,aku mau masak untuk makan malam.’’ Kata
Marisa kesal dengan kedua pria di sampingnya yang tak tahu kalau dia takut
kalau Davian dan Adel bertengkarnya dan dia khawatir kalau mereka gagal untuk menikah.
Dia tidak mau berpisah dengan Adel, dia sudah sangat
menyayangi Adel dan hanya menginginkan Adel sebagai menantunya.
Marisa pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan malam untuk
keluarganya.
Marselo dan Tomi saling bertatapan dan menghela nafas
bersamaan setelah Marisa pergi,mereka tahu kalau Marisa sedang kesal.
….
Setelah selesai bekerja Adel dan Davian pulang ,Adel
bergelanjut manja di tangan Davian sambil menyandarkan kepalanya di bahu Davian
dan Davian membiarkan’nya saja , mereka berjalan menuju motor Davian yang tadi
Setelah memastikan Adel sudah nyaman duduk,Davian menjalankan
motornya pergi menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Adel masuk lebih dulu semetara Davian,
dia memasukan dulu motornya ke bagasi.
‘’Ah,Adel kamu sudah pulang nak.’’Kata Marisa senang.
Dia menghampiri Adel saat dia akan memanggil Daniel dan
Davian untuk makan malam.
‘’Iya tante.’’Jawab Adel.
‘’Kalau begitu,sekarang kamu ke kamar bersih bersih terus
turun untuk makan malam.’’ Pinta Marisa.
‘’Baik tante.’’Jawab Adel.
‘’Tolong sekalian beritahu Daniel juga untuk turun yah.’’Kata
Marisa.
‘’Iya tante,Adel ke atas dulu.’’Pamit Adel lalu naik ke atas.
‘’Eh, Adel tolong sekalian Davian juga yah.’’Teriak Marisa
karna Adel sudah ada di atas.
Marisa tidak tahu kalau sebenarnya Davian pergi mencari
Adel,dia kira kalau Davian masih di kamarnya.
‘’Iya tante.’’Jawab Adel di lantai atas.
Setelah Marisa kembali ke ruang makan,Davian masuk ke rumah
dan langsung naik ke kamarnya.
Daniel datang dan duduk di kursinya lalu di susul Adel dan
Davian.
Mereka makan dengan hidmat dan hening hanya benturan sedndok
__ADS_1
dan garpu yang terdengar.
Setelah selesai Marisa meminta mereka untung tetap tinggal
saat Davian, Daniel dan Adel akan kembali ke kamar.
‘’Ada yang ingin mama katakan pada kalian semua.’’ Kata
Marisa.
‘’Ada apa mah?’’Tanya Marselo pada istrinya.
‘’Mama minta tolong kalian kosongkan jadwal kalian untuk
kamis minggu depan.’’ Kata Marisa sambil tersenyum.
Melihat senyuman mamanya Davian merasa curiga begitu pun
dengan Daniel yang menyipitkan matanya menatap mama.
‘’kamis depan papa akan pergi bermain golf dengan presdir
Dirga.’’Kata Marselo.
‘’Aku akan menghadiri pernikahan karyawan.’’Kata Tomi.
‘’Aku juga mau ke acara ulang tahun teman sekelas ku,mah.’’Kata
Daniel.
‘’Mah tolong jangan aneh aneh minggu depan aku mau
mempersiapkan peluncuran game kita di Amerika.’’Kata Davian.
‘’Itu kan bisa di lakukan Seno dan karyawan lain,lagi pula
bukannya senin depan kamu akan mulai kuliah.’’Jawab Marisa.
‘’Aku jug….’’Kata Adel namun keburu terpotong oleh Marisa
hingga Adel mengurungkan niatnya.
‘’Pokoknya mama mau kalian mengosongkan nya pada hari
itu,titik! Tidak ada penolakan.’’Kata Marisa tegas.
‘’Memangnya akan ada hal besar sehingga kami di suruh
mengosongkannya.’’Kata Davian.
‘’Iya hari yang bersejarah untuk keluarga kita.’’Kata Marisa
sambil tersenyum mistrerius.
Adel meminum tehnya,karna dia tidak memiliki ruang untuk
berbicara jadi dia hanya diam mendengarkan perdebatan antara anak dan ibu itu.
‘’Memangnya ada acara apa?’’Tanya Marselo penasaran,setahunya
keluarganya tidak ada acara apa pun.
‘’Itu…….hari pernikahan Davian dan Adel.’’Kata Marisa ceria.
‘’uhuk.’’Adel tersedak mendengar ucapan Marisa.
‘’APA!’’Teriak mereka bersamaan.
Adel menatap Marisa tidak percaya ini kedua kalinya di di
kejutkan oleh keluarga Pratama. Saking terkejutnya dia bingung bagaimana harus
mengepresikan perasaannya.
‘’Kenapa mama senenaknya melakukan itu?’’Kata Davian menyadarkan
mereka dari keterkejutan.
‘’Aku kan sudah bilang akan menikahnya itu setelah lulus
kuliah.’’Lanjutnya.
‘’Apa bedanya menikah sekarang dan setelah lulus?’’ Tanya
Marisa tak perduli.
‘’Tidak ada kan,karna itu terlalu lama jadi mama berinsiatip
untuk mempersiapkan pernikahan kalian lebih cepat dan untuk kalian kosongkan
semua jadwal untuk membantu mama mempersiapkan semuanya.’’Kata Marisa lalu
beranjak pergi.
‘’Hah.’’Desah mereka mendengar perintah Marisa kecuali Adel
yang tersenyum senang.
HEHE MAKIN ENGGAK JELAS AJA NIH CERITANYA,MAAF YAH
__ADS_1