Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
138


__ADS_3

‘’Ah…Davian lepas.’’Kata Adel melepaskan ciuman mereka ketika


dia ingat kalau ini masih jam kerjanya.


‘’Kenapa?’’Tanya Davian sedikit kesal karna dia masih


merindukan Adel dan masih ingin memeluknya.


‘’Aku harus kembali ke kafe lagi, nanti bisa bisa kak Ali


memarahi ku.’’Jawab Adel.


‘’Bilang saja kalau kamu berhenti dan setelah itu kita


pulang.’’Kata Davian.


‘’Mama udah bawel nanyain kamu.’’Lanjutnya.


‘’Nggak bisa ,soalnya aku itu kerja di sana menggantikan


Ilham bukan kerja beneran di sana.’’Kata Adel.


‘’Ilham? Siapa?’’Tanya Davian datar berusaha terlihat biasa


agar Adel tidak tahu kalau dia sedang cemburu.


‘Kenapa banyak sekali laki laki di sekitar Adel, meski sikap


dan sifat seperti ini?’Pikir Davian kesal.


‘’Dia teman sekelas ku saat SMA,kebetulan kami bertemu dan


dia meminta bantuan ku utuk menggantiaknya sementara karna ibu nya sedang sakit


dan di rawat di rumah sakit.’’ Jelas Adel yang tak curiga dengan perubahan pada


nada bicara Davian.


‘’Dan karna aku juga tidak ada kerjaan jadi aku terima


saja,sekalian memikirkan ucapan mu.’’Lanjutnya.


‘’Hah…Baiklah aku akan mengantar mu dan menjelaskannya pada


menejermu supaya kamu tidak di marahi.’’Kata Davian.


‘’Ahhh makasih Vian,makin sayang deh.’’Kata Adel manja sambil


memeluk Davian.


‘’Hm.’’Balas Davian tersenyum .


Davian mengatar Adel ke kafe dan benar Ali sang menejer


memarahi Adel karna pergi begitu saja tanpa izin saat jam kerja berlangsung.


Adel hanya menunduk meminta maaf ketika mendapatkan ceramah


gratis dari menejernya.


Untungnya Davian memberi kan sebuah alasan sehingga gaji Adel


tidak di potong dan tentunya kupingnya tidak panas lagi mendengar ceramah Ali


yang panjang.


Adel kembali bekerja dan Davian menunggu Adel karna sebentar


lagi jam pulang , sembari melihat kekasihnya bekerja.


……


‘’Hah.’’Marisa mendesah dengan raut sedih.


‘’Ada apa lagi istri ku?’’Tanya Marselo yang melihat istrinya


mendesah berulang kali.


‘’Kamu menghela nafas terus.’’Lanjutnya sambil meletakan


cangkir kopinya ke meja.


Marselo,Tomi dan Marisa sedang bersantai di ruang


keluarga,kebetulan Tomi  juga pulang


cepat.


‘’Adel sepertinya sedang menghindari Davian,entah apa yang


sudah Davian katakan pada Adel.’’Adu Marisa pada suaminya.


‘’Aku khawatir pada Adel,akhir akhir ini dia suka pergi pagi


pagi dan pulang tepat makan malam,entah apa yang Adel lakukan.’’Lanjutnya.


‘’Bahkan Davian seperti tidak perduli padanya dan tidak tahu


Adel kemana atau apa yang sedang di lakukan Adel.’’Kata Marisa sebal dengan

__ADS_1


sikap dingin anaknya.


‘’Suami macam apa coba yang tidak mengetahui keberadaan


istrinya sendiri.’’Lanjutnya.


‘’Sudahlah mah,biarkan saja mereka menyelesaikan masalah


mereka sendiri.’’Kata Marselo menasehati istrinya.


‘’Jangan ikut campur dengan urusan mereka,nantinya malah jadi


tambah kacau.’’Kata Marselo.


‘’Benar yang di kata Selo biarkan mereka menyelesaikan masalah


mereka sendiri.’’Kata Tomi ikut menambahkan.


‘’Apa lagi mereka’kan akan menikah,jadi biarkan mereka


belajar memahami satu sama lain sebelum melangkah lebih jauh lagi.’’Lanjutnya.


‘’Ini juga demi kebaikan Adel dengan jauh untuk semetara


dengan Davian bisa membuat Adel lebih dewasa lagi.’’Kata Tomi.


‘’Terserah kalian lah,aku mau masak untuk makan malam.’’ Kata


Marisa kesal dengan kedua pria di sampingnya yang tak tahu kalau dia takut


kalau Davian dan Adel bertengkarnya dan dia khawatir kalau mereka  gagal untuk menikah.


Dia tidak mau berpisah dengan Adel, dia sudah sangat


menyayangi Adel dan hanya menginginkan Adel sebagai menantunya.


Marisa pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan malam untuk


keluarganya.


Marselo dan Tomi saling bertatapan dan menghela nafas


bersamaan setelah Marisa pergi,mereka tahu kalau Marisa sedang kesal.


….


Setelah selesai bekerja Adel dan Davian pulang ,Adel


bergelanjut manja di tangan Davian sambil menyandarkan kepalanya di bahu Davian


dan Davian membiarkan’nya saja , mereka berjalan menuju motor Davian yang tadi


Setelah memastikan Adel sudah nyaman duduk,Davian menjalankan


motornya pergi menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah Adel masuk lebih dulu semetara Davian,


dia memasukan dulu motornya ke bagasi.


‘’Ah,Adel kamu sudah pulang nak.’’Kata Marisa senang.


Dia menghampiri Adel saat dia akan memanggil Daniel dan


Davian untuk makan malam.


‘’Iya tante.’’Jawab Adel.


‘’Kalau begitu,sekarang kamu ke kamar bersih bersih terus


turun untuk makan malam.’’ Pinta Marisa.


‘’Baik tante.’’Jawab Adel.


‘’Tolong sekalian beritahu Daniel juga untuk turun yah.’’Kata


Marisa.


‘’Iya tante,Adel ke atas dulu.’’Pamit Adel lalu naik ke atas.


‘’Eh, Adel tolong sekalian Davian juga yah.’’Teriak Marisa


karna Adel sudah ada di atas.


Marisa tidak tahu kalau sebenarnya Davian pergi mencari


Adel,dia kira kalau Davian masih di kamarnya.


‘’Iya tante.’’Jawab Adel di lantai atas.


Setelah Marisa kembali ke ruang makan,Davian masuk ke rumah


dan langsung naik ke kamarnya.


Daniel datang dan duduk di kursinya lalu di susul Adel dan


Davian.


Mereka makan dengan hidmat dan hening hanya benturan sedndok

__ADS_1


dan garpu yang  terdengar.


Setelah selesai Marisa meminta mereka untung tetap tinggal


saat Davian, Daniel dan Adel akan kembali ke kamar.


‘’Ada yang ingin mama katakan pada kalian semua.’’ Kata


Marisa.


‘’Ada apa mah?’’Tanya Marselo pada istrinya.


‘’Mama minta tolong kalian kosongkan jadwal kalian untuk


kamis minggu depan.’’ Kata Marisa sambil tersenyum.


Melihat senyuman mamanya Davian merasa curiga begitu pun


dengan Daniel yang menyipitkan matanya menatap mama.


‘’kamis depan papa akan pergi bermain golf dengan presdir


Dirga.’’Kata Marselo.


‘’Aku akan menghadiri pernikahan karyawan.’’Kata Tomi.


‘’Aku juga mau ke acara ulang tahun teman sekelas ku,mah.’’Kata


Daniel.


‘’Mah tolong jangan aneh aneh minggu depan aku mau


mempersiapkan peluncuran game kita di Amerika.’’Kata Davian.


‘’Itu kan bisa di lakukan Seno dan karyawan lain,lagi pula


bukannya senin depan kamu akan mulai kuliah.’’Jawab Marisa.


‘’Aku jug….’’Kata Adel namun keburu terpotong oleh Marisa


hingga Adel mengurungkan niatnya.


‘’Pokoknya mama mau kalian mengosongkan nya pada hari


itu,titik! Tidak ada penolakan.’’Kata Marisa tegas.


‘’Memangnya akan ada hal besar sehingga kami di suruh


mengosongkannya.’’Kata Davian.


‘’Iya hari yang bersejarah untuk keluarga kita.’’Kata Marisa


sambil tersenyum mistrerius.


Adel meminum tehnya,karna dia tidak memiliki ruang untuk


berbicara jadi dia hanya diam mendengarkan perdebatan antara anak dan ibu itu.


‘’Memangnya ada acara apa?’’Tanya Marselo penasaran,setahunya


keluarganya tidak ada acara apa pun.


‘’Itu…….hari pernikahan Davian dan Adel.’’Kata Marisa ceria.


‘’uhuk.’’Adel tersedak mendengar ucapan Marisa.


‘’APA!’’Teriak mereka bersamaan.


Adel menatap Marisa tidak percaya ini kedua kalinya di di


kejutkan oleh keluarga Pratama. Saking terkejutnya dia bingung bagaimana harus


mengepresikan perasaannya.


‘’Kenapa mama senenaknya melakukan itu?’’Kata Davian menyadarkan


mereka dari keterkejutan.


‘’Aku kan sudah bilang akan menikahnya itu setelah lulus


kuliah.’’Lanjutnya.


‘’Apa bedanya menikah sekarang dan setelah lulus?’’ Tanya


Marisa tak perduli.


‘’Tidak ada kan,karna itu terlalu lama jadi mama berinsiatip


untuk mempersiapkan pernikahan kalian lebih cepat dan untuk kalian kosongkan


semua jadwal untuk membantu mama mempersiapkan semuanya.’’Kata Marisa lalu


beranjak pergi.


‘’Hah.’’Desah mereka mendengar perintah Marisa kecuali Adel


yang tersenyum senang.


HEHE MAKIN ENGGAK JELAS AJA NIH CERITANYA,MAAF YAH

__ADS_1


__ADS_2