
Saat akan kembali ke kamar Adel mendengar Marisa sedang
berbicara dengan Davian jadi dia turun kembali tapi dia mendengar namanya di
sebut jadi dia menunggu di tangga.
Setelah Davian pergi Marselo
menghampiri istrinya,dia juga diam diam mendengarkan perbincangan antara istri
dan anak sulungnya.
‘’Mah.’’Panggil Marselo.
‘’Bagaimana ini pah? Davian tidak mau
mendengarkan mama dan mau meneluskan perjodohan ini.’’Kata Marisa memelas.
‘’Entahlah papa juga binggung,mama
kan tahu kalau Davian sudah memutuskan sesuatu itu pasti sulit untuk
merubahnya.’’Balas Marselo.
‘’Ya meski pun begitu setidaknya
Davian bisa sedikit saja menghormati perasaan Adel, bukan malah langsung
membawanya ke rumah tanpa memberitahu.’’ Kata Marisa
‘’Kan kasihan Adel.’’ Lanjutnya dengan
nada sendu.
‘’Adel enggak apa apa
kok,tante.’’Kata Adel yang sudah naik.
‘’Adel!’’Kata Marisa dan Marselo
bersama.
Mereka terkejut dengan ke hadiran
Adel.
‘Apa Adel mendengar pembicaraan tadi
yah?’Batin mereka berdua.
‘’Tante jangan khawatir sama Adel.’’Lanjutnya
sambil tersenyum.
Marisa dan Marselo bisa melihat
kesedihan dari senyuman Adel.
‘’Adel ke kamar duluan
tante,om,selamat malam.’’Pamit Adel.
‘’Mama pikir Davian itu menyukai
Adel.’’Kata Marisa setelah Adel masuk ke kamarnya.
‘’Aku bahkan percaya kalau Davian itu
sudah menyukai Adel.’’Lanjutnya.
‘’Sudahlah mah,kita juga tidak bisa
mengontrol Davian untuk menyukai Adel.’’Kata Marselo.
‘’Tapi,bukankah mereka berdua cocok
satu sama lain?’’Tanya Marisa,Marselo menggangguki ucapan istrinya.
‘’Mereka itu saling mengisi
kekosongan dan berbagi apa yang mereka punya.’’ Lanjutnya.
‘’Itu juga yang papa lihat.’’Kata
Marselo.
‘’Tapi mau bagaimana lagi kalau
Davian tidak menyukai Adel,Apa coba yang meski kita lakukan?’’Kata Marselo,
Marisa menghela nafas sendu.
‘’Entah kenapa aku merasa kalau ini
di lanjutkan tidak akan berakhir bahagia.’’Kata Marisa sedih.
Merasa kasihan dengan kedua orang
tuanya Daniel menghampiri kedua orang tuanya, saat dia tidak sengaja keluar
kamar dan mendengar pembicaraan keduanya.
‘’Dia menyukainya!’’Kata Daniel.
‘’Apa?’’Kata Marisa bingung dan cukup
terkejut dengan kedatangan anak bungsu.
‘’Kakak menyukai kak Adel.’’Kata
Daniel
‘’Jadi mama jangan sedih
lagi.’’Lanjutnya.
‘’Eh,Daniel! Apa yang kamu
katakana?’’Kata Marisa mengompermasi takut salah dengar.
Tapi Daniel langsung pergi
menghindari Marisa dan masuk ke kamar Davian.
‘’Kakak!’’Panggil Daniel.
Davian yang sedang membaca buku meja
belajarnya menoleh kea rah Daniel.
‘’Hm.’’Balas Davian.
‘’Apa benar kakak akan menikah dengan
perempuan itu?’’Tanya Daniel.
‘’Bukankah dia cantik? Kamu kan
menyukai kakak yang cantik.’’Jawab Davian yang menurut Daniel, itu tak men
__ADS_1
jawab pertanyaanya.
‘’Apa kakak menyukainya?’’ Tanya
Daniel lagi karna tak puas dengan jawaban kakaknya.
‘’Bukankah rasa suka akan muncul
seiring waktu kalau kita terus bersama sama?’’Jawab Davian dengan nada
bertanya.
‘’Meski pun begitu,bukankah kakak
menyukai…’’Davian memotong ucapan Daniel.
‘’Kakak itu adalah wanita yang cocok
dengan kakak,dia itu pandai dan bisa berbagai hal dengan sangat baik.’’Kata
Davian.
‘’Kakak!’’Protes Daniel
‘’Jika kamu bertemu dengannya
beberapa kali lagi kamu pasti akan menyukainya.’’Kata Davian.
Meski raut wajahnya terlihat biasa
saja tapi Daniel bisa melihat tatapan mata Davian yang terlihat sendu dan menahan
sakit.
‘’Pembohong!’’Kata Daniel lalu pergi
dari kamar Davian dan kembali kekamarnya dengan kesal akan ke keras kepalaan
kakaknya yang terus membohongi dirinya sendiri.
‘’Dasar,padahal kan kakak telah
mencium kak Adel.’’Kata Daniel
‘’Tapi masih saja berkilat tidak
menyukainya.’’ Lanjutnya.
Dia tahu kalau kakaknya itu bukan
tipe orang yang mau mencium perempuan sembarangan kalau dia tidak tertarik
padanya.
‘’Aku juga tidak mungkin memberitahu
soal ini pada mama.’’Kata Daniel bimbang.
‘’Ah…tahu ah! Pusing!’’Kata Daniel.
‘’Ck,aku baru saja memasuki masa
remaja tapi sudah di pusingkan dengan masalah percintaan orang dewasa di
sekitar ku,hah.’’Keluh Daniel.
‘’Kalau bukan karna kak Davian itu
kakak ku, aku tidak mau repot repot berurusan dengan hal yang merepotkan.’’Lanjutnya.
Lalu Daniel menutup kepalanya dengan
selimut dan tertidur.
Siang ini Reina berkunjung ke kantor
papa nya. Dengan secangki latte di tangannya dia bediri di depan jendela
ruangan papa nya sambil melihat pemandangan yang ada di bawah.
‘’Apa ada masalah?’’Tanya Dirga.
Reina berbalik menghadap Reyhan terus
tersenyum.
‘’Tidak,tidak terjadi apa apa
apa,semuanya berjalan dengan baik.’’Kata Reina
‘’Papa jangan khawatir Reina masih
bisa menangani ini.’’Lanjutnya.
‘’Papa tahu kalau kamu itu
jenius,tapi kalau kamu mau kita bisa mempercepatnya.’’Kata Dirga.
Dia tahu kalau Reina suda tertarik
pada Davian dari cerita yang Reina ceritakan padanya.
‘’Mempercepatnya?’’Tanya Reina dan
duduk di sofa samping Dirga.
‘’Hm kita yang memegang pisau jadi
kita bisa kapan saja menarik pisau itu.’’Kata Dirga.
‘’Lagi pula yang seharusnya berusaha
itu mereka bukan kita.’’Lanjutnya.
‘’Jangan lakukan itu,menakut nakuti
seseorang untuk melakukan yang kita minta itu sama saja menjatuhkan harga diri
ku sendiri.’’Kata Reina.
‘’Benar juga! Baiklah papa akan diam
saja.’’Kata Dirga menyetujui ucapan anaknya.
‘’Tenang saja papa,aku akan melakukan
sesuatu.’’Kata Reina.
‘’Tapi papa kalau nanti tidak
berhasil apa aku boleh menggunakan pisaunya.’’Kata Reina sedikit bercanda.
‘’Iya lakukan saja jangan menahan
diri,keluarkan semua yang kamu punya.’’Kata Dirga.
‘’Hm aku tidak akan menahan diri.’’Balas
Reina.
__ADS_1
……
Marisa datang menghampiri Daniel yang
sedang asyk bermain game dengan membawa pudding coklat kesukaan Daniel.
‘’Daniel.’’Kata Marisa dengan nada
manis lalu duduk di samping Daniel yang mengnyerit heran.
‘’Mama buat pudding kesukaan mu…..aaaaaa.’’Marisa
menyodor sendok yang berisi pudding.
‘’Amm’’Daniel memakannya walau masih
bingung dengan niat mama.
‘’Apakah enak?’’Tanya Marisa,Daniel
mengangguk.
‘’Syukurlah! Eh Daniel….’’Kata
Marisa.
‘’Mm,apa yang kamu maksud semalam,tentang kak mu yang menyukai Adel,apa
benar?’’Lanjutnya.
‘’Akutidak mau memakannya lagi.’’Daniel
bergegas pergi meninggalkan Marisa saat tahu tujuan dari perhatian mamanya.
‘’E,kenapa?’’Marisa mengejar Daniel.
‘’Kamu menyembunyikan sesuatu dari
mama yah.’’Kata Marisa.
……
Adel yang di larang pegi ke kantor
oleh Marselo dan Marisa karna kejadian kemarin dan di minta untuk menenangkan
diri dulu.
Dan di sinilah dia di atap restoran
ayahnya sedang menjabuti rumput liar yang ada di kotak sayuran yang dia tanam
dan memanen beberapa buah tomat.
‘’Hari ini langitnya benar benar
cerah,yah.’’Kata Tomi datang menghampiri Adel,dia khawatir apa putrinya
terlebih saat Marselo memberitahunya kalau Davian membawa wanita yang akan di
jodohkan dengannya ke rumah.
‘’Ayah benar.’’Balas Adel.
‘’Hari yang pas untuk piknik.’’Lanjutnya.
‘’Piknik yah? Apa kamu mau mememani
ayah untuk piknik.’’Kata Tomi.
‘’Boleh,kapan?’’Tanya Adel.
‘’Bagaimana kalau lusa?’’Tanya Tomi.
‘’Boleh.’’Jawab Adel.
‘’Ayah.’’Kata Adel ragu.
‘’Yah.’’Balas Tomi.
‘’Menurut ayah kak Andeas itu seperti
apa?’’Tanya Adel.
‘’Andreas? Maksud mu laki laki yang
waktu itu bersama dengan mu ke restoran, kan?’’Tanya Tomi,Adel mengangguk.
‘’Dia sopan,baik dan kelihatannya bertanngung
jawab juga,memangnya kenapa kamu bertanya tentang pendapat ayah tentang dia?’’Tanya
Tomi.
‘’Kak Andeas nebak Adel,ayah.’’Jawab
Adel.
‘Lebih tepatnya dia melamar anak mu.’Kata
Adel di dalam hati.
‘’Begitu,kalau kata ayah sih terserah
kamu nya nyaman atau tidak nya dengannya.’’Jawab Tomi.
‘’Kalau kamu nyaman dan dia
memperlakukan kamu dengan baik ya beri dia kesempatan,lagian…’’Tomi menjeda
ucapannya.
‘’Davian kan akan menikah dengan
wanita lain kamu harus mulai melupakan Davin.’’Lanjut Tomi
Deg
Meski tahu itu yang memang harus Adel
lakukan tapi hatinya selalu saja sakit bila di minta melupakan Davian.
‘’Ayah juga berencana untuk pindah
dari sana,kamu setujukan?’’Tanya Tomi.
‘’Mungkin dengan beginikamu akan
sedikit demi sedikit melupakan Davian.’’Lanjutnya.
‘’Baik ayah,Adel akan ikut ayah.’’Adel
tersenyum sendu,dia tidak mungkin karas kepala dan tinggal di sana terus.
Tomi memeluk putri semata
wayangnya,memberinya semangat. Dan memberitahunya kalau dia akan selalu berada
di sisinya. Karna dia tahu betapa sedih dan hancurnya putrinya, walau dia mencoba
__ADS_1
terlihat baik baik saja.
SABAR YAH YANG NUNGGU ENDINGNYA BEBERAPA CHAPTER LAGI KOK!