Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
126


__ADS_3

Saat akan kembali ke kamar Adel mendengar Marisa sedang


berbicara dengan Davian jadi dia turun kembali tapi dia mendengar namanya di


sebut jadi dia menunggu di tangga.


Setelah Davian pergi Marselo


menghampiri istrinya,dia juga diam diam mendengarkan perbincangan antara istri


dan anak sulungnya.


‘’Mah.’’Panggil Marselo.


‘’Bagaimana ini pah? Davian tidak mau


mendengarkan mama dan mau meneluskan perjodohan ini.’’Kata Marisa memelas.


‘’Entahlah papa juga binggung,mama


kan tahu kalau Davian sudah memutuskan sesuatu itu pasti sulit untuk


merubahnya.’’Balas Marselo.


‘’Ya meski pun begitu setidaknya


Davian bisa sedikit saja menghormati perasaan Adel, bukan malah langsung


membawanya ke rumah tanpa memberitahu.’’ Kata Marisa


‘’Kan kasihan Adel.’’ Lanjutnya dengan


nada sendu.


‘’Adel enggak apa apa


kok,tante.’’Kata Adel yang sudah naik.


‘’Adel!’’Kata Marisa dan Marselo


bersama.


Mereka terkejut dengan ke hadiran


Adel.


‘Apa Adel mendengar pembicaraan tadi


yah?’Batin mereka berdua.


‘’Tante jangan khawatir sama Adel.’’Lanjutnya


sambil tersenyum.


Marisa dan Marselo bisa melihat


kesedihan dari senyuman Adel.


‘’Adel ke kamar duluan


tante,om,selamat malam.’’Pamit Adel.


‘’Mama pikir Davian itu menyukai


Adel.’’Kata Marisa setelah Adel masuk ke kamarnya.


‘’Aku bahkan percaya kalau Davian itu


sudah menyukai Adel.’’Lanjutnya.


‘’Sudahlah mah,kita juga tidak bisa


mengontrol Davian untuk menyukai Adel.’’Kata Marselo.


‘’Tapi,bukankah mereka berdua cocok


satu sama lain?’’Tanya Marisa,Marselo menggangguki ucapan istrinya.


‘’Mereka itu saling mengisi


kekosongan dan berbagi apa yang mereka punya.’’ Lanjutnya.


‘’Itu juga yang papa lihat.’’Kata


Marselo.


‘’Tapi mau bagaimana lagi kalau


Davian tidak menyukai Adel,Apa coba yang meski kita lakukan?’’Kata Marselo,


Marisa menghela nafas sendu.


‘’Entah kenapa aku merasa kalau ini


di lanjutkan tidak akan berakhir bahagia.’’Kata Marisa sedih.


Merasa kasihan dengan kedua orang


tuanya Daniel menghampiri kedua orang tuanya, saat dia tidak sengaja keluar


kamar dan mendengar pembicaraan keduanya.


‘’Dia menyukainya!’’Kata Daniel.


‘’Apa?’’Kata Marisa bingung dan cukup


terkejut dengan kedatangan anak bungsu.


‘’Kakak menyukai kak Adel.’’Kata


Daniel


‘’Jadi mama jangan sedih


lagi.’’Lanjutnya.


‘’Eh,Daniel! Apa yang kamu


katakana?’’Kata Marisa mengompermasi takut salah dengar.


Tapi Daniel langsung pergi


menghindari Marisa dan masuk ke kamar Davian.


‘’Kakak!’’Panggil Daniel.


Davian yang sedang membaca buku meja


belajarnya menoleh kea rah Daniel.


‘’Hm.’’Balas Davian.


‘’Apa benar kakak akan menikah dengan


perempuan itu?’’Tanya Daniel.


‘’Bukankah dia cantik? Kamu kan


menyukai kakak yang cantik.’’Jawab Davian yang menurut Daniel, itu tak men

__ADS_1


jawab pertanyaanya.


‘’Apa kakak menyukainya?’’ Tanya


Daniel lagi karna tak puas dengan jawaban kakaknya.


‘’Bukankah rasa suka akan muncul


seiring waktu kalau kita terus bersama sama?’’Jawab Davian dengan nada


bertanya.


‘’Meski pun begitu,bukankah kakak


menyukai…’’Davian memotong ucapan Daniel.


‘’Kakak itu adalah wanita yang cocok


dengan kakak,dia itu pandai dan bisa berbagai hal dengan sangat baik.’’Kata


Davian.


‘’Kakak!’’Protes Daniel


‘’Jika kamu bertemu dengannya


beberapa kali lagi kamu pasti akan menyukainya.’’Kata Davian.


Meski raut wajahnya terlihat biasa


saja tapi Daniel bisa melihat tatapan mata Davian yang terlihat sendu dan menahan


sakit.


‘’Pembohong!’’Kata Daniel lalu pergi


dari kamar Davian dan kembali kekamarnya dengan kesal akan ke keras kepalaan


kakaknya yang terus membohongi dirinya sendiri.


‘’Dasar,padahal kan kakak telah


mencium kak Adel.’’Kata Daniel


‘’Tapi masih saja berkilat tidak


menyukainya.’’ Lanjutnya.


Dia tahu kalau kakaknya itu bukan


tipe orang yang mau mencium perempuan sembarangan kalau dia tidak tertarik


padanya.


‘’Aku juga tidak mungkin memberitahu


soal ini pada mama.’’Kata Daniel bimbang.


‘’Ah…tahu ah! Pusing!’’Kata Daniel.


‘’Ck,aku baru saja memasuki masa


remaja tapi sudah di pusingkan dengan masalah percintaan orang dewasa di


sekitar ku,hah.’’Keluh Daniel.


‘’Kalau bukan karna kak Davian itu


kakak ku, aku tidak mau repot repot berurusan dengan hal yang merepotkan.’’Lanjutnya.


Lalu Daniel menutup kepalanya dengan


selimut dan tertidur.


Siang ini Reina berkunjung ke kantor


papa nya. Dengan secangki latte di tangannya dia bediri di depan jendela


ruangan papa nya sambil melihat pemandangan yang ada di bawah.


‘’Apa ada masalah?’’Tanya Dirga.


Reina berbalik menghadap Reyhan terus


tersenyum.


‘’Tidak,tidak terjadi apa apa


apa,semuanya berjalan dengan baik.’’Kata Reina


‘’Papa jangan khawatir Reina masih


bisa menangani ini.’’Lanjutnya.


‘’Papa tahu kalau kamu itu


jenius,tapi kalau kamu mau kita bisa mempercepatnya.’’Kata Dirga.


Dia tahu kalau Reina suda tertarik


pada Davian dari cerita yang Reina ceritakan padanya.


‘’Mempercepatnya?’’Tanya Reina dan


duduk di sofa samping Dirga.


‘’Hm kita yang memegang pisau jadi


kita bisa kapan saja menarik pisau itu.’’Kata Dirga.


‘’Lagi pula yang seharusnya berusaha


itu mereka bukan kita.’’Lanjutnya.


‘’Jangan lakukan itu,menakut nakuti


seseorang untuk melakukan yang kita minta itu sama saja menjatuhkan harga diri


ku sendiri.’’Kata Reina.


‘’Benar juga! Baiklah papa akan diam


saja.’’Kata Dirga menyetujui ucapan anaknya.


‘’Tenang saja papa,aku akan melakukan


sesuatu.’’Kata Reina.


‘’Tapi papa kalau nanti tidak


berhasil apa aku boleh menggunakan pisaunya.’’Kata Reina sedikit bercanda.


‘’Iya lakukan saja jangan menahan


diri,keluarkan semua yang kamu punya.’’Kata Dirga.


‘’Hm aku tidak akan menahan diri.’’Balas


Reina.

__ADS_1


……


Marisa datang menghampiri Daniel yang


sedang asyk bermain game dengan membawa pudding coklat kesukaan Daniel.


‘’Daniel.’’Kata Marisa dengan nada


manis lalu duduk di samping Daniel yang mengnyerit heran.


‘’Mama buat pudding kesukaan mu…..aaaaaa.’’Marisa


menyodor sendok yang berisi pudding.


‘’Amm’’Daniel memakannya walau masih


bingung dengan niat mama.


‘’Apakah enak?’’Tanya Marisa,Daniel


mengangguk.


‘’Syukurlah! Eh Daniel….’’Kata


Marisa.


‘’Mm,apa yang kamu maksud  semalam,tentang kak mu yang menyukai Adel,apa


benar?’’Lanjutnya.


‘’Akutidak mau memakannya lagi.’’Daniel


bergegas pergi meninggalkan Marisa saat tahu tujuan dari perhatian mamanya.


‘’E,kenapa?’’Marisa mengejar Daniel.


‘’Kamu menyembunyikan sesuatu dari


mama yah.’’Kata Marisa.


……


Adel yang di larang pegi ke kantor


oleh Marselo dan Marisa karna kejadian kemarin dan di minta untuk menenangkan


diri dulu.


Dan di sinilah dia di atap restoran


ayahnya sedang menjabuti rumput liar yang ada di kotak sayuran yang dia tanam


dan memanen beberapa buah tomat.


‘’Hari ini langitnya benar benar


cerah,yah.’’Kata Tomi datang menghampiri Adel,dia khawatir apa putrinya


terlebih saat Marselo memberitahunya kalau Davian membawa wanita yang akan di


jodohkan dengannya ke rumah.


‘’Ayah benar.’’Balas Adel.


‘’Hari yang pas untuk piknik.’’Lanjutnya.


‘’Piknik yah? Apa kamu mau mememani


ayah untuk piknik.’’Kata Tomi.


‘’Boleh,kapan?’’Tanya Adel.


‘’Bagaimana kalau lusa?’’Tanya Tomi.


‘’Boleh.’’Jawab Adel.


‘’Ayah.’’Kata Adel ragu.


‘’Yah.’’Balas Tomi.


‘’Menurut ayah kak Andeas itu seperti


apa?’’Tanya Adel.


‘’Andreas? Maksud mu laki laki yang


waktu itu bersama dengan mu ke restoran, kan?’’Tanya Tomi,Adel mengangguk.


‘’Dia sopan,baik dan kelihatannya bertanngung


jawab juga,memangnya kenapa kamu bertanya tentang pendapat ayah tentang dia?’’Tanya


Tomi.


‘’Kak Andeas nebak Adel,ayah.’’Jawab


Adel.


‘Lebih tepatnya dia melamar anak mu.’Kata


Adel di dalam hati.


‘’Begitu,kalau kata ayah sih terserah


kamu nya nyaman atau tidak nya dengannya.’’Jawab Tomi.


‘’Kalau kamu nyaman dan dia


memperlakukan kamu dengan baik ya beri dia kesempatan,lagian…’’Tomi menjeda


ucapannya.


‘’Davian kan akan menikah dengan


wanita lain kamu harus mulai melupakan Davin.’’Lanjut Tomi


Deg


Meski tahu itu yang memang harus Adel


lakukan tapi hatinya selalu saja sakit bila di minta melupakan Davian.


‘’Ayah juga berencana untuk pindah


dari sana,kamu setujukan?’’Tanya Tomi.


‘’Mungkin dengan beginikamu akan


sedikit demi sedikit melupakan Davian.’’Lanjutnya.


‘’Baik ayah,Adel akan ikut ayah.’’Adel


tersenyum sendu,dia tidak mungkin karas kepala dan tinggal di sana terus.


Tomi memeluk putri semata


wayangnya,memberinya semangat. Dan memberitahunya kalau dia akan selalu berada


di sisinya. Karna dia tahu betapa sedih dan hancurnya putrinya, walau dia mencoba

__ADS_1


terlihat baik baik saja.


SABAR YAH YANG NUNGGU ENDINGNYA BEBERAPA CHAPTER LAGI KOK!


__ADS_2