
Davian duduk di atas motornya sambil memainkan
handphondnya,setelah sarapan Adel pamitan pergi ke kampus dia melihat Davian
yang belum berangkat.
‘’Dia belum berangkat rupanya.’’Kata Adel,dia berjalan
begitu saja melewati Davian.
‘’Naik.’’Kata Davian yang masih menatap layar handphondnya.
‘’Lo bicara sama gue.’’Tanya Adel sambil menunjuk dirinya.
‘’Naik.’’Kata Davian lagi dan mesakukan hpnya ke dalam saku.
‘’Lo mau gue naik motor lo dan berangkat ke kampus bareng
gitu.’’Kata Adel,Davian hanya mengangguk.
‘’Enggak usah gue naik bis saja.’’Tolak Adel.
‘Kalau lo gini gue bakal makin susah melupakan e’lo.’Pikir
Adel.
‘’Ayo cepat naik ke buru masuk.’’Kata Davian.
‘’Kalau lo buru buru mending duluan aja ,gue bisa pergi
sendirian.’’Kekeh Adel.
Marisa melihat Adel dan Davian yang belum berangkat ke
kampus ,Marisa menghampiri Adel dan Davian.
‘’Adel,Vian kok kalian belum berangkat.’’Kata
Marisa,keduanya menengok ke arah Marisa.
‘’Inikan sudah hampir jam 8 nanti kalian telat lo.’’Kata
Marisa lagi.
‘’Vian,mama minta kamu ke kampusnya bareng Ade yahl.’’Perintah
Marisa.
‘’Enggak usah tante lebih baik Adel naik bis aja.’’Kata Adel
menolak permintaan/peritah Marisa.
‘’Kalau naik bis nanti bisa lama ke buru masuk,lebih baik
kamu berangkatnya bareng Davian aja.’’Kata Marisa sambil tersenyum.
‘Ini kesempatan untuk membuat mereka bersama sama,aku tidak
boleh melewatkan ini.’Pikir Marisa.
‘’Ayo.’’Kata Davian dan menyaalakan mesin motornya.
‘’Cepat naik nanti kamu bisa telat.’’Kata Marisa senang
karna Davian mau membonceng Adel.
‘’Tidak tante nanti pacar Davian marah.’’Kata Adel terpaksa
mengatakan itu supaya Marisa tidak memaksanya berangkat dengan Davian walau itu
menyakitkan untuknya.
‘’Hah, kamu sudah punya pacar Vian.’’Tanya Marisa terkejut .
‘’Belum,Vian enggak punya pacar mah.’’Jawab Davian.
‘’Kamu dengarkan Vian belum punya pacar jadi tak masalah
,naiklah.’’Kata Marisa sambil tersenyum dia merasa senang dengan Jawaban yang
di berikan Davian.
Adel terpaksa naik ke motor Davian percuma juga terus nolak dan dia tak mau membuat Marisa kecewa. Setelah
berpamitan pada Marisa Davian menjalankan motornya pergi meninggalkan halaman
rumah,hanya ke hening di sepanjang perjalanan mereka tak saling berbicara.
Adel yang biasanya senang bisa naik motor berdua dengan
Davian tapi perasaannya itu sekarang antara binggung,gelisah dan galau. Tempat
duduk yang sekarang dia tempati tak seistimewa dulu karna sudah di duduki
wanita lain selain dirinya.
‘Sebenarnya bagaimana perasaan lo ke gue Davian kanapa lo
selalu membuat gue bimbang dan binggung dengan perubahan sikap lo itu.’Batin
Adel sedih.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel sambil melepaskan helmnya
sesampainya mereka di parkiran kampus.
‘’Gue duluan, semoga hari lo menyenangkan.’’Adel memberikan
helm pada Davian,dia tersenyum dan pergi sebenarnya kata katanya tadi itu untuk
dirinya sendiri.
Davian turun dari motor dan menaruh helmnya,Diki datang
memarkirkan motornya di dekat motor Davian dan dia juga melihat Adel pergi
setelah menyerahkan helm pada Davian.
__ADS_1
‘’Lo di suruh tante Marisa mengantar Adel yah.’’Kata Diki ,melepas
helm dan menghampiri Davian.
‘’Apa gue salah.’’Tanya Diki melihat tatapan bertanya dari
Davian.
‘’Tak mungkinkan lo yang mau mengantar Adel.’’Kata Diki
lagi.
‘’Iyah begitulah.’’Kata Davian pergi meninggalkan Diki.
‘’Kenapa tuh anak ngak jelas.’’Diki pun pergi ke kelasnya.
Saat tiba di depan kelas Tia langsung menarik Adel untuk
duduk tadi dia melihat Adel berboncengan dengan Davian.
‘’Adel ,jujur sama gue.’’Kata Tia
‘’Ada apa sih lo?’’Tanya Adel yang heran dengan Tia yang
tiba tiba menariknya.
‘’Kenapa bisa lo……….’’Kata Tia yang terpotong dengan kedatangan
dosen.
‘’Selamat pagi semuanya.’’Sapa seorang dosen
‘’Pagi buk.’’Ucap mereka serempak.
‘’Kita akan mulai pelajaran hari ini.’’Katanya.
‘Nih dosen kenapa dateng di saat yang enggak tepat.’Gerutu
Tia di dalam hati.
Tia menarik Adel ke kantin saat jam istirahat berlangsung
dia masih penasaran karna tadi pagi dia gagal bertanya.
‘’Jadi Del,kenapa tadi pagi lo……..’’Tia langsung bertanya
setelah mereka duduk tapi terpotong oleh kedatangan Lili.
‘’Kalian tega banget ninggalin gue.’’Kata Lili yang kesel di
tinggal kedua sahabatnya.
‘’Sorry,gue juga di seret olehnya.’’Tunjuk Adel pada Tia
yang sedang menahan kesalnya.
‘’Lo kenapa Tia.’’Tanya Lili
‘’Enggak papa.’’Kata Tia terpaksa tersenyum.
Tia.
‘’Adel,kenapa tadi pagi lo……..’’Lagi lagi ucapanTia
terpotong.
‘’Adel lihat apa yang aku bawa.’’Reno datang membawa kotak
makanan.
‘’Aku membuatkan mu makanan ke sukaan mu loh!’’Kata Reno
sambil membuka kotak bekalnya,terlihat siku perempatan di dahi Tia saking
kesalnya.
BRAAKKK
‘’ADEL KENAPA TADI PAGI LO DI BISA DI BARENG DENGAN DAVIAN
NAIK MOTOR.’’Tia yang sudah kesal maksimal menggebrak meja dan berteriak
membuat Adel,Lili,dan semua orang yang ada di kantin terkejut .
‘’Davian mengantar Adel ke kampus,apa benar?’’Gumam
Laura,dia sedang membeli minuman dan kebetulan mendengar teriakan Tia tadi.
‘’Non ini kembaliannya.’’Kata penjual tersebut.
‘’Terima Kasih.’’Setelah menerima kembalian Laura langsung
pergi dari kantin.
‘’Astaga Tia lo bikin kaget aja.’’Kata Lili sedikit kesal.
‘’Habis gue kesel dari tadi pagi selalu di potong
mulu.’’Kata Tia.
‘’Adel apa bener Davian mengantarmu.’’Tanya Reno.
‘’Seriusan Del.’’Tanya Lili.
‘’Ah itu tante Marisa yang maksa Davian mengantar gue
.’’Kata Adel dia memakan bekal yang di bawa Reno sebagai pelampiasan
kesedihannya.
‘’Oh seperti itu.’’Kata Reno senang karna itu hanya perintah
bukan permintaan.
‘Tapi kok rasanya ada yang aneh yah,ah sudahlah.’Pikir Reno.
‘Kayanya Davian bener bener PHP in Adel.’Pikir Tia.
__ADS_1
‘Sebenarnya apa maunya Davian kemarin dia buat Adel menangis
sekarang mau mengantar Adel ke kampus.’Pikir Lili.
Bagaimana Lili bisa tau kalau Adel habis menangis
kemarin? Kita kembali ke kemarin sore.
KILAS BALIK
Saat Diki mengikuti Adel yang habis nangis dia menemukan
buku di buku tersebut terlulis nama’’ Lili Agurtin’’ jadi dia mengambilnya dan
berencana mengembalikannya besok.
Sekembalinya dari rumah Davian Diki masuk kekamar dan melempar
tasnya ke atas kasur dan langsung mandi.
‘’Gue masih tidak percaya Davian dan Adel tinggal satu
rumah.’’Kata Diki setelah keluar dari
kamar mandi dia meliahat buku Lili yang terjatuh.
‘’Apa enggak apa gue buka,gue penasaran.’’Diki mengambil
bukunya dan membukanya.
‘’Ternyata Lili pintar juga menggambarnya.’’Kata Diki.
‘’Bagus banget gambarnya.’’Puji Diki.
‘’Sebaiknya gue bilang takutnya nanti dia kelimpungan
mencarinya.’’Diki mengambil hpnya mencari nomer Lili.
‘’Buku lo ada di gue tadi sore gue nemu di tampat parkir
.’’Tulis Diki di hpnya dan di kirim ke Lili.‘’Benarkah.’’Balas Lili
‘’Iyah.’’Kata Diki.
‘’Lo bisa bawa bukunya besok.’’Kata Lili
‘’Bisa.’’Kata Diki.
’Apa gue sekalin bilang kalau Adel habis menangis dia kan
sahabatnya.’Pikir Diki
‘’Li,gue mau bilang sesuatu.’’Kata Diki
‘’Apa?’’Tanya Lili.
‘’Tadi sore gue memergogi Adel yang sedang menangis di
taman belakang.’’Kata Diki
‘’Adel menangis,kok bisa kenapa.’’Tanya Lili lagi.
‘’Mana gue tau,tapi kayanya sih itu karna melihat Davian
dan Laura di tempat latihan yang seperti sepasang kekasih.’’Kata Diki yang
jujur toh bukan dia yang akan mendapat masalah.
‘’Davian keterlaluan banget , maunya apa sih .’’Kata
Lili kesal.
‘’Lo tanya ke gue terus gue tanya siapa.’’Tanya Diki.
‘’Gue serius Diki.’’Kata Lili
‘’Gue juga serius kali tanyakan saja dengan orang yang
bersangkutan jangan ke gue.’’Kata Diki.
‘’Tau ah males ngomong sama lo.’’Lili mematikan datanya.
KILAS BALIK SELESAI
Selesai kuliah Adel langsung pulang dan tak ke klub dia izin
tak bisa masuk karna Marisa tadi menyuruh Adel pulang cepat untuk menjaga rumah
dan Daniel karna Marisa sedang arisan .
Adel yang sedang mencuci piring bekas cemilan yang tadi dia
dan Daniel makan mendengar suara bel pintu.
‘’Daniel tolong buka pintunya dong.’’Teriak Adel.
‘’Kemana sih tuh anak.’’Adel mencuci tangannya dan ke depan
.
‘’Sebentar.’’Kata Adel membuka pintu dan betapa terkejutnya
dia saat melihat siapa yang ada di depannya.
UNTUK TULISAN YANG
ADA GARISNYA ITU PERCAKAPAN LEWAT WA YAH. TADINYA SAYA MAU MEMBUAT DI CHAPTER
INI ADEL DAN DAVIAN TAMBAH GALAU TAPI
ENGGAK JADI SAYA GANTI JADI ADA KISAH DIKI DAN LILI BIAR DIKI NYA JUGA ADA
KERJAAN ENGGAK JADI KOMPOR TRUS BIKIN ORANG PANAS MULU. JANGAN LUPA PADA KOMEN
KALAU ADA YANG SALAH DAN SUKA DENGAN TULISAN SAYA DAN MOHON BERI VOTE DAN
DUKUNGANNYA YAH BIAR TAMBAH SEMANGAT NULISNYA. BAY BAYBAY TERIMA KASIH.
__ADS_1