Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
41


__ADS_3

Davian duduk di atas motornya sambil memainkan


handphondnya,setelah sarapan Adel pamitan pergi ke kampus dia melihat Davian


yang belum berangkat.


‘’Dia belum berangkat rupanya.’’Kata Adel,dia berjalan


begitu saja melewati Davian.


‘’Naik.’’Kata Davian yang masih menatap layar handphondnya.


‘’Lo bicara sama gue.’’Tanya Adel sambil menunjuk dirinya.


‘’Naik.’’Kata Davian lagi dan mesakukan hpnya ke dalam saku.


‘’Lo mau gue naik motor lo dan berangkat ke kampus bareng


gitu.’’Kata Adel,Davian hanya mengangguk.


‘’Enggak usah gue naik bis saja.’’Tolak Adel.


‘Kalau lo gini gue bakal makin susah melupakan e’lo.’Pikir


Adel.


‘’Ayo cepat naik ke buru masuk.’’Kata Davian.


‘’Kalau lo buru buru mending duluan aja ,gue bisa pergi


sendirian.’’Kekeh Adel.


Marisa melihat Adel dan Davian yang belum berangkat ke


kampus ,Marisa menghampiri Adel dan Davian.


‘’Adel,Vian kok kalian belum berangkat.’’Kata


Marisa,keduanya menengok ke   arah Marisa.


‘’Inikan sudah hampir jam 8 nanti kalian telat lo.’’Kata


Marisa lagi.


‘’Vian,mama minta kamu ke kampusnya bareng Ade yahl.’’Perintah


Marisa.


‘’Enggak usah tante lebih baik Adel naik bis aja.’’Kata Adel


menolak permintaan/peritah Marisa.


‘’Kalau naik bis nanti bisa lama ke buru masuk,lebih baik


kamu berangkatnya bareng Davian aja.’’Kata Marisa sambil tersenyum.


‘Ini kesempatan untuk membuat mereka bersama sama,aku tidak


boleh melewatkan ini.’Pikir Marisa.


‘’Ayo.’’Kata Davian dan menyaalakan mesin motornya.


‘’Cepat naik nanti kamu bisa telat.’’Kata Marisa senang


karna Davian mau membonceng  Adel.


‘’Tidak tante nanti pacar Davian marah.’’Kata Adel terpaksa


mengatakan itu supaya Marisa tidak memaksanya berangkat dengan Davian walau itu


menyakitkan untuknya.


‘’Hah, kamu sudah punya pacar Vian.’’Tanya Marisa terkejut .


‘’Belum,Vian enggak punya pacar mah.’’Jawab Davian.


‘’Kamu dengarkan Vian belum punya pacar jadi tak masalah


,naiklah.’’Kata Marisa sambil tersenyum dia merasa senang dengan Jawaban yang


di berikan Davian.


Adel terpaksa naik ke motor Davian percuma juga terus nolak  dan dia tak mau membuat Marisa kecewa. Setelah


berpamitan pada Marisa Davian menjalankan motornya pergi meninggalkan halaman


rumah,hanya ke hening di sepanjang  perjalanan mereka  tak saling berbicara.


Adel yang biasanya senang bisa naik motor berdua dengan


Davian tapi perasaannya itu sekarang antara binggung,gelisah dan galau. Tempat


duduk yang sekarang dia tempati tak seistimewa dulu karna sudah di duduki


wanita lain selain dirinya.


‘Sebenarnya bagaimana perasaan lo ke gue Davian kanapa lo


selalu membuat gue bimbang dan binggung dengan perubahan sikap lo itu.’Batin


Adel sedih.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel sambil melepaskan helmnya


sesampainya mereka di parkiran kampus.


‘’Gue duluan, semoga hari lo menyenangkan.’’Adel memberikan


helm pada Davian,dia tersenyum dan pergi sebenarnya kata katanya tadi itu untuk


dirinya sendiri.


Davian turun dari motor dan menaruh helmnya,Diki datang


memarkirkan motornya di dekat motor Davian dan dia juga melihat Adel pergi


setelah menyerahkan helm pada Davian.

__ADS_1


‘’Lo di suruh tante Marisa mengantar Adel yah.’’Kata Diki ,melepas


helm dan menghampiri Davian.


‘’Apa gue salah.’’Tanya Diki melihat tatapan bertanya dari


Davian.


‘’Tak mungkinkan lo yang mau mengantar Adel.’’Kata Diki


lagi.


‘’Iyah begitulah.’’Kata Davian pergi meninggalkan Diki.


‘’Kenapa tuh anak ngak jelas.’’Diki pun pergi ke kelasnya.


Saat tiba di depan kelas Tia langsung menarik Adel untuk


duduk tadi dia melihat Adel berboncengan dengan Davian.


‘’Adel ,jujur sama gue.’’Kata Tia


‘’Ada apa sih lo?’’Tanya Adel yang heran dengan Tia yang


tiba tiba menariknya.


‘’Kenapa bisa lo……….’’Kata Tia yang terpotong dengan kedatangan


dosen.


‘’Selamat pagi semuanya.’’Sapa seorang dosen


‘’Pagi buk.’’Ucap mereka serempak.


‘’Kita akan mulai pelajaran hari ini.’’Katanya.


‘Nih dosen kenapa dateng di saat yang enggak tepat.’Gerutu


Tia di dalam hati.


Tia menarik Adel ke kantin saat jam istirahat berlangsung


dia masih penasaran karna tadi pagi dia gagal bertanya.


‘’Jadi Del,kenapa tadi pagi lo……..’’Tia langsung bertanya


setelah mereka duduk tapi terpotong oleh kedatangan Lili.


‘’Kalian tega banget ninggalin gue.’’Kata Lili yang kesel di


tinggal kedua sahabatnya.


‘’Sorry,gue juga di seret olehnya.’’Tunjuk Adel pada Tia


yang sedang menahan kesalnya.


‘’Lo kenapa Tia.’’Tanya Lili


‘’Enggak papa.’’Kata Tia terpaksa tersenyum.


Tia.


‘’Adel,kenapa tadi pagi lo……..’’Lagi lagi ucapanTia


terpotong.


‘’Adel lihat apa yang aku bawa.’’Reno datang membawa kotak


makanan.


‘’Aku membuatkan mu makanan ke sukaan mu loh!’’Kata Reno


sambil membuka kotak bekalnya,terlihat siku perempatan di dahi Tia saking


kesalnya.


BRAAKKK


‘’ADEL KENAPA TADI PAGI LO DI BISA DI BARENG DENGAN DAVIAN


NAIK MOTOR.’’Tia yang sudah kesal maksimal menggebrak meja dan berteriak


membuat Adel,Lili,dan semua orang yang ada di kantin terkejut .


‘’Davian mengantar Adel ke kampus,apa benar?’’Gumam


Laura,dia sedang membeli minuman dan kebetulan mendengar teriakan Tia tadi.


‘’Non ini kembaliannya.’’Kata penjual tersebut.


‘’Terima Kasih.’’Setelah menerima kembalian Laura langsung


pergi dari kantin.


‘’Astaga Tia lo bikin kaget aja.’’Kata Lili sedikit kesal.


‘’Habis gue kesel dari tadi pagi selalu di potong


mulu.’’Kata Tia.


‘’Adel apa bener Davian mengantarmu.’’Tanya Reno.


‘’Seriusan Del.’’Tanya Lili.


‘’Ah itu tante Marisa yang maksa Davian mengantar gue


.’’Kata Adel dia memakan bekal yang di bawa Reno sebagai pelampiasan


kesedihannya.


‘’Oh seperti itu.’’Kata Reno senang karna itu hanya perintah


bukan permintaan.


‘Tapi kok rasanya ada yang aneh yah,ah sudahlah.’Pikir Reno.


‘Kayanya Davian bener bener PHP in Adel.’Pikir Tia.

__ADS_1


‘Sebenarnya apa maunya Davian kemarin dia buat Adel menangis


sekarang mau mengantar Adel ke kampus.’Pikir Lili.


Bagaimana Lili bisa  tau kalau Adel habis  menangis


kemarin? Kita kembali ke kemarin sore.


KILAS BALIK


Saat Diki mengikuti Adel yang habis nangis dia menemukan


buku di buku tersebut terlulis nama’’ Lili Agurtin’’ jadi dia mengambilnya dan


berencana mengembalikannya besok.


Sekembalinya dari rumah Davian Diki masuk kekamar dan melempar


tasnya ke atas kasur dan langsung mandi.


‘’Gue masih tidak percaya Davian dan Adel tinggal satu


rumah.’’Kata Diki  setelah keluar dari


kamar mandi dia meliahat buku Lili yang terjatuh.


‘’Apa enggak apa gue buka,gue penasaran.’’Diki mengambil


bukunya dan membukanya.


‘’Ternyata Lili pintar juga menggambarnya.’’Kata Diki.


‘’Bagus banget gambarnya.’’Puji Diki.


‘’Sebaiknya gue bilang  takutnya nanti dia kelimpungan


mencarinya.’’Diki mengambil hpnya mencari nomer Lili.


‘’Buku lo ada di gue tadi sore gue nemu di tampat parkir


.’’Tulis Diki di hpnya dan di kirim ke Lili.‘’Benarkah.’’Balas Lili


‘’Iyah.’’Kata Diki.


‘’Lo bisa bawa bukunya besok.’’Kata Lili


‘’Bisa.’’Kata Diki.


’Apa gue sekalin bilang kalau Adel habis menangis dia kan


sahabatnya.’Pikir Diki


‘’Li,gue mau bilang sesuatu.’’Kata Diki


‘’Apa?’’Tanya Lili.


‘’Tadi sore gue memergogi Adel yang sedang menangis di


taman belakang.’’Kata Diki


‘’Adel menangis,kok bisa kenapa.’’Tanya Lili lagi.


‘’Mana gue tau,tapi kayanya sih itu karna melihat Davian


dan Laura di tempat latihan yang seperti sepasang kekasih.’’Kata Diki yang


jujur toh bukan dia yang akan mendapat masalah.


‘’Davian  keterlaluan banget , maunya apa sih .’’Kata


Lili kesal.


‘’Lo tanya ke gue terus gue tanya siapa.’’Tanya Diki.


‘’Gue serius Diki.’’Kata Lili


‘’Gue juga serius kali tanyakan saja dengan orang yang


bersangkutan jangan ke gue.’’Kata Diki.


‘’Tau ah males ngomong sama lo.’’Lili mematikan datanya.


KILAS BALIK SELESAI


Selesai kuliah Adel langsung pulang dan tak ke klub dia izin


tak bisa masuk karna Marisa tadi menyuruh Adel pulang cepat untuk menjaga rumah


dan Daniel karna Marisa sedang arisan .


Adel yang sedang mencuci piring bekas cemilan yang tadi dia


dan Daniel makan mendengar suara bel pintu.


‘’Daniel tolong buka pintunya dong.’’Teriak Adel.


‘’Kemana sih tuh anak.’’Adel mencuci tangannya dan ke depan


.


‘’Sebentar.’’Kata Adel membuka pintu dan betapa terkejutnya


dia saat melihat siapa yang ada di depannya.


UNTUK TULISAN YANG


ADA GARISNYA ITU PERCAKAPAN LEWAT WA YAH. TADINYA SAYA MAU MEMBUAT DI CHAPTER


INI  ADEL DAN DAVIAN TAMBAH GALAU TAPI


ENGGAK JADI SAYA GANTI JADI ADA KISAH DIKI DAN LILI BIAR DIKI NYA JUGA ADA


KERJAAN ENGGAK JADI KOMPOR TRUS BIKIN ORANG PANAS MULU. JANGAN LUPA PADA KOMEN


KALAU ADA YANG SALAH DAN SUKA DENGAN TULISAN SAYA DAN MOHON BERI VOTE DAN


DUKUNGANNYA YAH BIAR TAMBAH SEMANGAT NULISNYA. BAY BAYBAY TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2