Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
109


__ADS_3

‘’Eh,tante udah mau ke rumah sakit?’’Tanya Adel saat menuruni


tangga, dia berpapasan dengan Marisa yang sepertinya habis dari dapur.


‘’Apa enggak sarapan dulu aja tante?’’Kata Adel.


‘’Iyah tante mau berangkat, nanti saja tante sarapannya di


rumah sakit saja.’’Jawab Marisa.


‘’Kasihan ayah mu,lagian tante juga udah buat kopi untuk di


jalan.’’Lanjutnya.


Karna tak tega Tomi mengajukan diri untuk menjaga Marselo


saat malam agar Marisa tidak terlalu cape harus menjaga siang dan malam.


‘’Oh yah Adel hari ini Davian akan mulai kerja di


kantor.’’Kata Marisa.


‘’Jadi Davian akan mulai hari ini.’’Kata Adel.


‘’Iyah,Tante titip rumah sama Davian dan Daniel yah.’’Kata


Marisa.


‘’Tante tenang aja,jangan terlalu banyak pikiran nanti malah


sakit lagi.’’Kata Adel.


‘’Maaf yah karna harus menyerahkannya pada mu semuanya.’’Kata


Marisa merasa bersalah.


‘’Tenang aja,tante jangan khawatir dan merasa bersalah gitu


,lagian Adel juga enggak kuliah.’’Kata Adel.


‘’Terima kasih tante berangkat  yah.’’Kata Marisa pamit.


‘’Ah Adel selamat menikmati peran pengantin baru.’’Goda


Marisa sebelum pergi,wajah Adel memerah seperti kepiting rebus saat di goda


Marisa.


‘’Ih ,enggak Lili sama Tia Tante Marisa juga malah


ikutan.’’Kata Adel sebal tapi di dalam hatinya dia senang dan menamini ucapan


mereka.


‘’Lebih baik aku  buat


saran aja.’’Adel melangkah menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk


Davian dan Daniel.


Beberapa saat kemudian Adel menyelesaikan memasaknya dan


menatanya di meja makan.


‘’Apa mama sudah berangkat.’’Tanya Davian yang datang dengan


memakai pakaian formal membaut aura Davian semakin berwibawa dan tampan.


Adel tertegun terpesona dengan penampilan Davian mulutnya


menganga.


‘Bagaimana gue enggak suka  sama dia,coba?’Batin Adel saat melihat


pemampilan Davia.


‘’Hei.’’Teriak Davian menyadarkan Adel yang terbengong


seperti orang bodoh.


‘’Ah iya, kenapa?’’Tanya Adel linggung.


‘’Sudahlah.’’Davian menarik kursinya dan duduk.


‘’Apa mau minum kopi?’’Tawar Adel.


‘’Hm.’’Jawab Davian


Adel membuatkan kopi untuk Davian,Daniel datang dan segera


duduk di kursi.


‘’Apa ini bisa di makan?’’ Tanya Daniel.


‘’Tenang saja itu bisa di makan.’’Kata Adel sambil membawa


secangir kopi dan meletakanya di depan Davian lalu dia duduk di kursinya.


‘’Siapa tahu kan,penampilan kadang menipu.’’Kata Daniel.


‘’Daniel cepat makan.’’ Peritah Davian,Daniel pun memakan


sarapannya tanpa banyak bicara lagi.


Setelah menghabiskan sarapan mereka,Davian berangkat ke


kantor tapi sebelumnya mengantar Davian ke sekolah dulu karna pak Doni sopir

__ADS_1


keluarga mereka masih di rumah sakit.


‘’Davian tunggu.’’Adel menyusul Davian.


‘’Ini bekal makan siang untuk e’lo.’’Adel menyerahkan kotal


bekalnya.


Davian menerima kotak bekalnya dan menyimpannya ke dalam


tas,Adel tersenyum senang karna Davian tidak menolaknya.


Daniel memutar matanya jengah melihat drama yang ada di


depannya.


‘’Apa selanjutnya akan bilang ‘selamat bekerja suamiku’ lalu


mencium punggung tangan.’’Kata Daneil,Adel tersipu malu atas ucapan Daniel.


‘’Ti-tidak aku tidak akan melakukan itu.’’Bantah Adel gugup


sambil menggoyang goyangkan tanganya.


‘’Sudahlah ayo berangkat, nanti kamu telat.’’Kata Davian lalu


menaiki motornya di ikuti Daneil yang duduk di belakang.


‘’Sampai jumpa.’’Adel melambaikan tangannya saat motor yang


di naiki Davian melaju meninggalkan kediaman Pratama.


Setelah mereka pergi Adel kembali masuk kedalam rumah


membereskan bekas sarapan mereka.


Davian yang sudah sampai di depan kantor papa nya menghela


nafas sebelum masuk ke dalam.


Saat Davian masuk ke kantor dia melihat berbagai aksen figure


dan poster berbagai karakter 2d game terpajang sepanjang dinding.


‘’Huh.’’Davian berjalan menghampiri beberapa karyawan yang


sedang berdiskusi.


Seno asisten Marselo melihat Davian lalu menghampirinya.


‘’Tuan muda anda sudah datang.’’Kata Seno dengan formal.


‘’Ayo akan saya perkenalkan pada karyawan lain.’’ Lanjutnya


menuntun Davian kea rah yang lain.


Seno dan Davian.


‘’Perkenalkan dia adalah anak dari pak Marselo dan mulai hari


ini dia akan menggantikan pak Marselo.’’Kata Seno.


Saat Seno memperkenalkan Davian beberapa karyawan wanita


terpesona dengan ketampanan Davian dan untuk pria mereka menatap iri.


‘’Semuanya mohon bantuannya.’’Kata Davian sopan


‘’I-yah mohon bantuannya juga.’’Jawab mereka yang tersadar


dari pesona Davian.


‘’Baiklah kembali bekerja sana.’’Perintah Seno.


‘’Mari saya antar ke ruangan pak Marselo.’’Kata Seno


mengantar Davian ke ruangan Marselo.


‘’Ini adalah dokumen –dokumen tentang gema terbaru kita.’’Seno


menaruh setumpuk dokumen di hadapan Davian yang telah duduk di kursi papanya.


‘’Sebenar pas hari kecelakaan direktur ,kita akan bertemu


dengan inspertor tapi karna terjadi hal yang tidak di ingin belum membatalkan


konterak dengan kita,menyebabkan kerugian yang besar untuk perusahaan.’’Jelas


Seno.


‘’Begitu yah.’’Kata Davian.


‘’Iyah ,ah! Silahkan melihat lihat semua dokumen ini,kalau


ada yang ingin di tanyakan beritahu saya.’’Kata Seno.


‘’Baik.’’Jawab Davian.


‘’Kalau begitu saya permisi.’’Seno pamit keluar .


‘’Hah….baiklah.’’Davian melonggarkan dasinya lalu mengabil


salah satu dokumen dan mulai membacanya.


Setelah keluar dari ruangan direktur Seno di serdu oleh


karyawan wanita.

__ADS_1


‘’Itu beneran anaknya direktur.’’Tanyanya.


‘’Apa dia sudah punya pacar atau tunangan?.’’


‘’Kata iqnya 200 yah,wah dia pasti jenius.’’


‘’Apa dia akan jadi bos kita sekarang?’’


‘’Stop.’’Seno menghentikan mereka sebelum lebih banyak lagi


pertanyaan aneh yang di tanyakan.


‘’Lebih baik kalian kembali beker jangan pada genit.’’Kata


Seno.


‘’Yahhh.’’Kata mereka kecewa dan kembali ke meja mengerjakan


pekerjaan masing masing.


Davian telah membaca semua dokumen hanya dalam waktu satu


jam,dia keluar menemui pak Seno.


‘’Menejer.’’Panggil Davian .


‘’Iyah,apa yang ingin anda tanyakan?’’Tanya pak Seno.


‘’Bukan pak,kalau soal dokumen saya sudah menyelesikannya.’’Jawab


Davian.


‘’Benarkah! Itukan banyak,anda sudah membaca semuanya.’’Tanya


pak Seno tak percaya.


‘’Iyah.’’Jawaban Davian membuat Seno terkejut.


‘Orang jenius mah beda.’Batin Seno.


‘’Jadi apa yang ingin anda tanyakan pada saya.’’Tanya Seno.


‘’Sebelumnya apa anda bisa bersikap biasa saja,saya tidak


terbiasa dengan folmalitas seperti ini.’’Kata Davian.


‘’Maaf sepertinya tidak bisa karan bagaimana pun anda


direkturnya walau hanya sementara.’’Jawab Seno.


‘’Baiklah.’’Kata Davian pasrah.


‘’Ini adalah data yang di bandingkan tahun lalu?’’ tanya


Davian.


‘’Iya, benar.’’Jawab Seno.


‘’Sepertinya keuntungan menurun dratis tahun ini.’’Kata


Davian yang menunjukan data tersebut.


‘’Saya pikir itu mungkin karna  pengaruhi oleh perusahaan internasional dalam


skala besar.’’Jawab Seno.


‘’Jadi mudahnya,saat ini kita berada dalam kondisi berbahaya.’’Kata


Davian.


‘’Di tambah lagi game yang seharusnya akan kita luncurkan


gagal juga,itu membuat kita dalam bahaya.’’Tambahnya.


‘’Benar,jika kita seperti ini terus kita akan mengalami


krisis oprasional.’’Kata Seno.


‘’Kita dalam posisi sulit bahkan jika ada inpestor juga.’’Kata


Seno


‘’Tapi jika kita bisa mendapatkan dukungan dari perusahaan


besar,kita mungkin…bisa mengatasi semuanya.’’Lanjut Seno.


‘’Tentunya untuk mendapatkan dukungan dari perusahaan besar


itu kita harus bisa membuat game yang menarik perhatian mereka dan tentunya


beebeda dari yang lain.’’Kata Davian.


‘’Anda benar.’’Kata Seno.


‘’Hu,kita akan mengadakan rapat  untuk membahas ini.’’Kata Davian.


‘’Baik.’’Jawab Seno.


Seno pergi memberitahu karyawan lain dan menyuruh mereka


berkumpul di ruang rapat segera.


‘Aku tidak tahu kalau masalahnya segawat ini.’Batin Davian.


‘Apa aku bisa melakukannya.’Davian mengusap kasar wajahnya


lalu pergi ke ruang rapat.

__ADS_1


__ADS_2