
‘’Eh,tante udah mau ke rumah sakit?’’Tanya Adel saat menuruni
tangga, dia berpapasan dengan Marisa yang sepertinya habis dari dapur.
‘’Apa enggak sarapan dulu aja tante?’’Kata Adel.
‘’Iyah tante mau berangkat, nanti saja tante sarapannya di
rumah sakit saja.’’Jawab Marisa.
‘’Kasihan ayah mu,lagian tante juga udah buat kopi untuk di
jalan.’’Lanjutnya.
Karna tak tega Tomi mengajukan diri untuk menjaga Marselo
saat malam agar Marisa tidak terlalu cape harus menjaga siang dan malam.
‘’Oh yah Adel hari ini Davian akan mulai kerja di
kantor.’’Kata Marisa.
‘’Jadi Davian akan mulai hari ini.’’Kata Adel.
‘’Iyah,Tante titip rumah sama Davian dan Daniel yah.’’Kata
Marisa.
‘’Tante tenang aja,jangan terlalu banyak pikiran nanti malah
sakit lagi.’’Kata Adel.
‘’Maaf yah karna harus menyerahkannya pada mu semuanya.’’Kata
Marisa merasa bersalah.
‘’Tenang aja,tante jangan khawatir dan merasa bersalah gitu
,lagian Adel juga enggak kuliah.’’Kata Adel.
‘’Terima kasih tante berangkat yah.’’Kata Marisa pamit.
‘’Ah Adel selamat menikmati peran pengantin baru.’’Goda
Marisa sebelum pergi,wajah Adel memerah seperti kepiting rebus saat di goda
Marisa.
‘’Ih ,enggak Lili sama Tia Tante Marisa juga malah
ikutan.’’Kata Adel sebal tapi di dalam hatinya dia senang dan menamini ucapan
mereka.
‘’Lebih baik aku buat
saran aja.’’Adel melangkah menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk
Davian dan Daniel.
Beberapa saat kemudian Adel menyelesaikan memasaknya dan
menatanya di meja makan.
‘’Apa mama sudah berangkat.’’Tanya Davian yang datang dengan
memakai pakaian formal membaut aura Davian semakin berwibawa dan tampan.
Adel tertegun terpesona dengan penampilan Davian mulutnya
menganga.
‘Bagaimana gue enggak suka sama dia,coba?’Batin Adel saat melihat
pemampilan Davia.
‘’Hei.’’Teriak Davian menyadarkan Adel yang terbengong
seperti orang bodoh.
‘’Ah iya, kenapa?’’Tanya Adel linggung.
‘’Sudahlah.’’Davian menarik kursinya dan duduk.
‘’Apa mau minum kopi?’’Tawar Adel.
‘’Hm.’’Jawab Davian
Adel membuatkan kopi untuk Davian,Daniel datang dan segera
duduk di kursi.
‘’Apa ini bisa di makan?’’ Tanya Daniel.
‘’Tenang saja itu bisa di makan.’’Kata Adel sambil membawa
secangir kopi dan meletakanya di depan Davian lalu dia duduk di kursinya.
‘’Siapa tahu kan,penampilan kadang menipu.’’Kata Daniel.
‘’Daniel cepat makan.’’ Peritah Davian,Daniel pun memakan
sarapannya tanpa banyak bicara lagi.
Setelah menghabiskan sarapan mereka,Davian berangkat ke
kantor tapi sebelumnya mengantar Davian ke sekolah dulu karna pak Doni sopir
__ADS_1
keluarga mereka masih di rumah sakit.
‘’Davian tunggu.’’Adel menyusul Davian.
‘’Ini bekal makan siang untuk e’lo.’’Adel menyerahkan kotal
bekalnya.
Davian menerima kotak bekalnya dan menyimpannya ke dalam
tas,Adel tersenyum senang karna Davian tidak menolaknya.
Daniel memutar matanya jengah melihat drama yang ada di
depannya.
‘’Apa selanjutnya akan bilang ‘selamat bekerja suamiku’ lalu
mencium punggung tangan.’’Kata Daneil,Adel tersipu malu atas ucapan Daniel.
‘’Ti-tidak aku tidak akan melakukan itu.’’Bantah Adel gugup
sambil menggoyang goyangkan tanganya.
‘’Sudahlah ayo berangkat, nanti kamu telat.’’Kata Davian lalu
menaiki motornya di ikuti Daneil yang duduk di belakang.
‘’Sampai jumpa.’’Adel melambaikan tangannya saat motor yang
di naiki Davian melaju meninggalkan kediaman Pratama.
Setelah mereka pergi Adel kembali masuk kedalam rumah
membereskan bekas sarapan mereka.
Davian yang sudah sampai di depan kantor papa nya menghela
nafas sebelum masuk ke dalam.
Saat Davian masuk ke kantor dia melihat berbagai aksen figure
dan poster berbagai karakter 2d game terpajang sepanjang dinding.
‘’Huh.’’Davian berjalan menghampiri beberapa karyawan yang
sedang berdiskusi.
Seno asisten Marselo melihat Davian lalu menghampirinya.
‘’Tuan muda anda sudah datang.’’Kata Seno dengan formal.
‘’Ayo akan saya perkenalkan pada karyawan lain.’’ Lanjutnya
menuntun Davian kea rah yang lain.
Seno dan Davian.
‘’Perkenalkan dia adalah anak dari pak Marselo dan mulai hari
ini dia akan menggantikan pak Marselo.’’Kata Seno.
Saat Seno memperkenalkan Davian beberapa karyawan wanita
terpesona dengan ketampanan Davian dan untuk pria mereka menatap iri.
‘’Semuanya mohon bantuannya.’’Kata Davian sopan
‘’I-yah mohon bantuannya juga.’’Jawab mereka yang tersadar
dari pesona Davian.
‘’Baiklah kembali bekerja sana.’’Perintah Seno.
‘’Mari saya antar ke ruangan pak Marselo.’’Kata Seno
mengantar Davian ke ruangan Marselo.
‘’Ini adalah dokumen –dokumen tentang gema terbaru kita.’’Seno
menaruh setumpuk dokumen di hadapan Davian yang telah duduk di kursi papanya.
‘’Sebenar pas hari kecelakaan direktur ,kita akan bertemu
dengan inspertor tapi karna terjadi hal yang tidak di ingin belum membatalkan
konterak dengan kita,menyebabkan kerugian yang besar untuk perusahaan.’’Jelas
Seno.
‘’Begitu yah.’’Kata Davian.
‘’Iyah ,ah! Silahkan melihat lihat semua dokumen ini,kalau
ada yang ingin di tanyakan beritahu saya.’’Kata Seno.
‘’Baik.’’Jawab Davian.
‘’Kalau begitu saya permisi.’’Seno pamit keluar .
‘’Hah….baiklah.’’Davian melonggarkan dasinya lalu mengabil
salah satu dokumen dan mulai membacanya.
Setelah keluar dari ruangan direktur Seno di serdu oleh
karyawan wanita.
__ADS_1
‘’Itu beneran anaknya direktur.’’Tanyanya.
‘’Apa dia sudah punya pacar atau tunangan?.’’
‘’Kata iqnya 200 yah,wah dia pasti jenius.’’
‘’Apa dia akan jadi bos kita sekarang?’’
‘’Stop.’’Seno menghentikan mereka sebelum lebih banyak lagi
pertanyaan aneh yang di tanyakan.
‘’Lebih baik kalian kembali beker jangan pada genit.’’Kata
Seno.
‘’Yahhh.’’Kata mereka kecewa dan kembali ke meja mengerjakan
pekerjaan masing masing.
Davian telah membaca semua dokumen hanya dalam waktu satu
jam,dia keluar menemui pak Seno.
‘’Menejer.’’Panggil Davian .
‘’Iyah,apa yang ingin anda tanyakan?’’Tanya pak Seno.
‘’Bukan pak,kalau soal dokumen saya sudah menyelesikannya.’’Jawab
Davian.
‘’Benarkah! Itukan banyak,anda sudah membaca semuanya.’’Tanya
pak Seno tak percaya.
‘’Iyah.’’Jawaban Davian membuat Seno terkejut.
‘Orang jenius mah beda.’Batin Seno.
‘’Jadi apa yang ingin anda tanyakan pada saya.’’Tanya Seno.
‘’Sebelumnya apa anda bisa bersikap biasa saja,saya tidak
terbiasa dengan folmalitas seperti ini.’’Kata Davian.
‘’Maaf sepertinya tidak bisa karan bagaimana pun anda
direkturnya walau hanya sementara.’’Jawab Seno.
‘’Baiklah.’’Kata Davian pasrah.
‘’Ini adalah data yang di bandingkan tahun lalu?’’ tanya
Davian.
‘’Iya, benar.’’Jawab Seno.
‘’Sepertinya keuntungan menurun dratis tahun ini.’’Kata
Davian yang menunjukan data tersebut.
‘’Saya pikir itu mungkin karna pengaruhi oleh perusahaan internasional dalam
skala besar.’’Jawab Seno.
‘’Jadi mudahnya,saat ini kita berada dalam kondisi berbahaya.’’Kata
Davian.
‘’Di tambah lagi game yang seharusnya akan kita luncurkan
gagal juga,itu membuat kita dalam bahaya.’’Tambahnya.
‘’Benar,jika kita seperti ini terus kita akan mengalami
krisis oprasional.’’Kata Seno.
‘’Kita dalam posisi sulit bahkan jika ada inpestor juga.’’Kata
Seno
‘’Tapi jika kita bisa mendapatkan dukungan dari perusahaan
besar,kita mungkin…bisa mengatasi semuanya.’’Lanjut Seno.
‘’Tentunya untuk mendapatkan dukungan dari perusahaan besar
itu kita harus bisa membuat game yang menarik perhatian mereka dan tentunya
beebeda dari yang lain.’’Kata Davian.
‘’Anda benar.’’Kata Seno.
‘’Hu,kita akan mengadakan rapat untuk membahas ini.’’Kata Davian.
‘’Baik.’’Jawab Seno.
Seno pergi memberitahu karyawan lain dan menyuruh mereka
berkumpul di ruang rapat segera.
‘Aku tidak tahu kalau masalahnya segawat ini.’Batin Davian.
‘Apa aku bisa melakukannya.’Davian mengusap kasar wajahnya
lalu pergi ke ruang rapat.
__ADS_1