
Sebelum nya
Adel bersandar di ranjang sambil memainkan boneka yang dulu
di dapatkan Davian,dia menatap langit langit kamarnya memikirkan perlaku Davian
sore tadi .
‘’Hah.’’
‘’Apa sebaiknya gue menyerah saja yah.’’Kata Adel
‘’Sepertinya Davian menyukai Laura.’’Kata Adel sendu.
Hatinya sakit membayangkan Davian bersama dengan Laura,dia
mengambil handphonnya untuk menghubungi ke dua temannya Lili dan Sintia.
‘’Hai Del tumben, ada apa?’’Tanya Tia di telepon.
‘’Tak biasanya malam malam gini.’’Kata Lili
‘’Cuman mau ngobrol doang sama kalian.’’Kata Adel tersenyum.
‘’Apa lo di tindas di klub basket?’’Tanya Lili
‘’Enggak mereka baik.’’Jawab Adel dia heran.
‘’Atau mungkin senior lo macem macem sama lo.’’Tanya Tia
‘’Kalian kenapa sih pertanyaannya aneh aneh.’’Kata Adel
sedikit kesal .
‘’Terus ada apa lo menghubungi kita jam segini.’’Tanya Tia
lagi.
‘’Emang enggak boleh gitu kalau gue menghubungi kalian jam
segini.’’Tanya Adel
‘’Boleh sih tapi biasanya kalau lo menghubungi kita duluan,
apa lagi jam segini tuh pasti ada masalah.’’Kata Tia
‘’Emang kalau gue duluan menghubungi kalian itu pas ada
masalah mulu gitu.’’Tanya Adel
‘’Iya biasanyakan gitu.’’Kata Lili dan Tia
‘’Kalian ini menyebalkan.’’Kata Adel sebal dia mengembungkan
pipinya.
‘’Jadi sebenarnya ada apa?’’Tanya Lili,dia senang bisa melihat
wajah sebal Adel itu keliatan lucu.
‘’Em… apa menurut kalian mending gue menyerah dengan perasaan ini.’’Kata Adel sendu.
‘’Kenapa lagi sekarang dengan Davian.’’Tanya Tia
‘’Tadi pas pulang gue lihat Davian belum pulang karna undah
sore gue mau ikut dia pulang bersama tapi dianya enggak membalas semua
perkataan gue.’’Kata Adel dia menarik nafas untuk menenangkan diri.
‘’Tapi pas Laura datang dan menyapanya dia langsung
menjawabnya bahkan mengajak nya pulang bersama karna sudah sore lalu pergi
begitu saja.’’Kata Adel yang hampir menangis.
‘’Wah keterlaluan bangat tuh Davian.’’Kata Tia kesal.
‘’Tak punya hati.’’Kata Lili yang sama kesalnya.
‘’Eh tapi tunggu siapa Laura?’’Tanya Tia,Lili pun mengangguk
ingin tau.
‘’Dia itu cewek yang waktu itu kita liat mengobrol dengan
Davian di koridor.’’Kata Adel memberi tau.
‘’Cewek yang keliatan akrab dengan Davian di kantin .’’Kata
Lili
‘’Iyah.’’Kata Adel membenarkan.
‘’Terus apa lo serius mau nyerah .’’Tanya Lili lagi.
‘’Gue binggung Li’’Kata Adel
__ADS_1
‘’Maunya sih melupakannya tapi hati gue tidak mau melepaskan
perasaan ini.’’Kata Adel sedih.
‘’Tadinya gue pikir pas Davian cium gue waktu itu dan juga
saat dia menjelaskan tentang hubungannya dengan Laura gue pikir masih punya
kesempatan untuk mendapatkan hatinya.’’Kata Adel.
‘’Hah Davian pernah mencium lo.’’Teriak Lili dan Tia kaget
mendengar Davian mencium Adel.
‘’Kapan?’’Tanya Mereka serempak.
‘’Saat Davian menarik gue pas di pesta kelulusan.’’Jawab
Adel.
‘’Lo kok enggak cerita.’’Kata Tia sebal
‘’Gue lupa ,lagian waktu itu kita fokus untuk tes wawancara
terlebih pas gue wawancara malah sial karna hujan lebat .’’Kata Adel jadi kesal
saat inget kejadian saat tes wawancara.
‘’Gue rasa si Davian cuman php in lo doang Del.’’Kata Tia
‘’Mungkin lo bener,di saat gue mau nyerah dia selalu memberi
gue harapan dan saat gue bimbang dan kecewa dia memberi gue penjelasan membuat
gue percaya lagi.’’Kata Adel sendu lagi.
‘’Apa sekarang Davian juga menemui lo.’’Tanya Lili.
Adel menggelengkan kepalanya tersenyum sendu memikirkan
sikap Davian padanya tadi.
Kelas balik
‘’Adel tolong kamu panggilkan Davian ,makan malam sudah
siap.’’Kata Marisa sambil menata makanan.
‘’Baik tante.’’Kata Ade,dia pergi menuju ke kamar Davian
TOK TOK TOK TOK
‘’Davian makan malam sudah siap tante Marisa menyuruh untuk
turun.’’Kata Adel di depan pintu kamar Davian.
Ckrek
Davian membuka pintunya dan langsung pergi menuruni tangga
tampa melihat atau pun bicara pada Adel. Adel yang melihat Davian pergi tampa
melihatnya hanya menunduk menahan air matanya yang akan jatuh.
‘Sebenarnya apa salah gue ,kenapa lo bersikap dingin pada
gue Davian.’’Batin Adel,dia turun menyusul Davian ke ruang makan.
Mereka makan dengan tenang tak ada yang berbicara mau pun
bercanda hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar.Adel melirik Davian
sesekali dan menghela nafasnya,Tomi melihat tindakan anak gadisnya heran.
‘’Aku sudah selesai.’’Kata Davian memecah keheningan dan
pergi ke kamarnya kembali.
‘’Davian kamu belum menghabiskan makanannya.’’Kata Marisa
‘’Ada apa dengan anak itu.’’Tanya Marisa
‘’Adel apa kamu tau ada apa dengan Davian.’’Tanya Marisa
pada Adel.
‘’Tidak tau tante.’’Kata Adel
‘’Oh ya sudah habiskan makanamu.’’Kata Marisa lagi
Setelah makan malam selesai Adel pamit kembali kekamarnya.
KILAS BALIK SELESAI
‘’Del…..Adel lo kenapa?’’Teriak Lili menyadarkan lamunan
Adel
__ADS_1
‘’Hah,iya ada apa?’’Tanya Adel
‘’Apa yang lo pikirkan .’’Kata Lili
‘’Lo sedang memikirkan Davian yah.’’kata Tia
‘’Del menurut gue sebaik lo move on aja lo itu kan cantik
dan manis pasti banyak yang mau dengan lo,gue enggak rela lo sakit hati terus
terusan hanya untuk mendapatkan Davian.’’Kata Tia lagi.
‘’Gue setuju sama Tia.’’Kata Lili
‘’Kalian benar, gue akan berusaha melepaskan Davian.’’Kata
Adel berusaha untuk tersenyum.
Marisa mendengar semua pembicaraan Adel dan kedua temannya
lalu pergi meninggalkan kamar Adel .
SEMENTRA ITU DAVIAN
Davian langsung ke kamarnya tampa menghabiskan makan malam
dan dia juga tak menjawab perkataan mamanya.
Di dalam kamar Davian mondar mandir tak jelas sesekali dia
menjambak rambutnya.
‘’Ahhhhh,sial.’’Kata Davian.
‘’Kenapa juga gue terpengaruh sampai segitu dengan omongan
Diki.’’Davian masih kesal dengan omongan Diki yang belum reda malah Diki
menambah kesal dia.
Davian bukan orang bodoh yang tak menyadari apa yang Diki
perbuat dia sudah paham dengan sifat Diki.
‘’Gue sampai melampiaskan kekesalan gue ke Adel.’’Kata
Davian ,dia duduk dan menatap ke atas langit langit kamarnya.
‘’Tak apalah ,lagian apa apaan ekpresi senangnya itu saat
dia memakan masakan Reno, katanya dia suka dengan gue tapi kenapa dia lebih
suka memakan makan yang di buat Reno dari pada yang di buat gue.’’Kata Davian
kesal saat melihat Adel dengan senangnya memakan bekal yang di buat Reno.
‘’Hah.’’Davian menghela nafas.
Adel bisa mempengaruhi emosi Davian lebih banyak dari
kejahilan Diki dan yang lainnya membuat dia semakin binggung.
‘’Lebih baik gue di beri soal matematika super sulit dari
pada begini.’’Keluh Davian.
‘’Tapi dada ini begitu sesak melihat ekpresi sendu di wajah
Adel.’’Davian memegangi dadanya.
‘’Apa mungkin gue sudah…..’’Kata Davian ragu ragu.
‘’Tidak tidak itu pasti tidak benar.’’Kata Davian
menyakinkan dirinya.
‘’Gue benar benar binggung, ini sulit sekali gue benar benar
enggak ngerti.’’Kata Davian ,dia beranjak ke kasurnya dan membaringkan
tubuhnya.
Davian mencoba memejamkan matanya tapi kejadian tadi masih
berputar di otak jeniusnya ,Davian menutuskan keluar kamar untuk melihat langit
malam di balkon depan.
‘’Tumben dia tidak di sini.’’Kata Davian mencari sosok Adel
yang biasanya akan ke balkon melihat bintang bila di cuekin olehnya.
Davian memandang bintang bintang yang bertebaran dengan
indah di langit malam bagai lukisan yang mewah dan indah namun tak bisa menenangkan
suasana hati Davian.
__ADS_1