
Adel pergi ke ruang guru menemui Bu Susi untuk menyerahkan
formulir pendaftaran miliknya dan teman-temannya.Dia tak sengaja melihat Davian
keluar dari ruangan kepala sekolah.
‘’Vian…’’Teriak Adel
Davian mendengar namanya ada yang memanggil,dia menengok ke
belakang dan melihat Adel yang sedikit berlari menghampiri dirinya.
‘’Lo habis di panggil kepala sekolah.’’Tanya Adel
‘’Tadi gue tak sengaja melihat e’lo keluar dari ruangan
kepala sekolah.’’Tambah Adel
‘’Iyah.’’Kata Davian
‘’Untuk apa kepala sekolah memanggil lo?’’Tanya Adel
‘’Bukan apa apa.’’Kata Davian
‘’Oh!’’Kata Adel
‘’Lo udah memutuskan mau kuliah dimana.’’Tanya Adel
‘’Belum,kalau lo.’’Kata Davian
‘’Barusan gue habis menyerahkan formulir pendaftarannya sama
Bu Susi.’’Kata Adel ceria
‘’Lo mendaftar di Universitas mana.’’Kata Davian
‘’Univesitas Bima Darma.’’Kata Adel
‘’Gue pikir, cuma gue sama Lili dan Tia aja yang ke sana .Tapi
ternyata Fadli, Denis,Candra dan Reno juga kesana loh!’’Kata Adel gembira
Davian tersenyum kecil mendengar Adel bicara dengan senang
tapi saat dia tau Reno juga kuliah di sana tiba-tiba di menjadi kesal dan tampa
sadar dia mengepalkan tangannya.
‘’Ngapain cewek bodoh itu jalan sama Davian .’’Kata
Selena,dia melihat Adel berjalan bersama dengan Davian yang terlihat akrab.
‘’Ini ngak bisa di biarin.’’Kata Selena kesal dan
menghampiri mereka berdua.
‘’Hay Dav,kalian berdua habis darimana .’’Tanya Selena,dia menggeser Adel dan berdiri di tengah
antara Davian dan Adel.
‘’Dari kantor guru.’’Kata Davian
‘’Ngapain sih ular keket ini ke sini.’’Gumam Adel
‘’Kantor guru ,apa lo habis menyerahkan formulir?’’Tanya
Selena
‘’Tidak.’’Kata Davian
‘’Oh! lalu apa lo udah memutuskan mau kuliah dimana?’’Tanya
Selena
‘’Belum.’’Kata Davian
‘’Berarti kita sama dong,gue juga belum tau mau kuliah dimana,
masih binggung.’’Kata Selena
‘’Kira-kira lo ada enggak rekomendasi atau lo mau kuliah
dimana mungkin gue bisa ikut.’’Kata Selena
‘’Gue belum menentukan mau kuliah kemana.’’Kata Davian
‘’Yah,sayang benget.’’Kata Selena sedikit kecewa
‘’Apa-apaan mereka berdua ,di pikir gue patung apa.’’Gumam
Adel kesel merasa tak dianggap ada,dia menghentakan kakinya dan pergi
meninggalkan Selena dan Davian.
Davian melihat Adel
kesal dan pergi ,ada perasaan antara senang dan kesal di hatinya dan dia
berusaha menepis semua itu.
‘Kenapa perasaan gue selalu aneh gini apa lagi kalau menyangkut Adel.’Pikir
Davian
__ADS_1
Mereka tidak memperdulikan Adel dan pergi menuju ke kelas mereka.
Dari tadi siang sepulang sekolah Adel sudah sibuk di
dapur,dia sedang berusaha membuat kue untuk membujuk Davian.
‘’Kau sedang apa?’’Tanya Daniel di samping membuat Adel
kaget.
‘’Kyaah,Daniel bisa enggak sih! kalau datang itu enggak usah
mengagetkan orang.’’Kata Adel sambil mengelus dadanya.
‘’Untungnya gue enggak punya penyakit jantung.’’Tambahnya
‘’Dasar lebay.’’Kata Daniel
‘’Apa kata mu.’’Kata Adel
‘’Ah lupakan,jika berdebat terus kapan selesai.’’Kata Adel
‘’Lagian kau sedang apa sih ,ini juga berantakan amat.’’Kata
Daniel melihat sekitar.
‘’Gue lagi buat kue untuk membujuk Davian.’’Kata Adel,dia
melanjutkan membuat adonan.
‘’Kau mau meracuni kak Vian lagi.’’Daniel ingat dengan
tiramisu aneh yang dulu di buat Adel.
‘’Lagian walau kau menyogok kak Vian dengan kue kesukaannya
sekali pun dia tidak akan menyukaimu.’’Kata Daniel lagi.
‘’Gue juga tau itu.’’Kata Adel sendu
‘’Gue cuman mau membujuk Davian untuk mau melanjutkan
sekolah.’’Kata Adel
‘’Emang kak Vian tidak mau melanjutkan sekolah.’’Tanya
Daniel
‘’Iyah,dia bilang mau langsung bekerja.’’Kata Adel
‘’Enggak mungkin ,itu tidak boleh terjadi .Kalau gitu aku
akan bantu untuk membujuk kak Vian.’’Kata Daniel
Akhirnya Daniel ikut membantu Adel membuat kue untuk Davian
.Mereka melakukan nya hingga menjelang makan malam dan berbagai kue kesukaan
Davian pun jadi meski tak seenak buatan Marisa.
Setelah makan malam Davian langsung ke kamarnya,dia berdiri di
balkon kamarnya dan memikirkan perkataan pak kepala sekolah.
KILAS BALIK
Tok Tok Tok
‘’Masuk.’’
‘’Ah Davian silahkan duduk.’’Kata pak Lukman kepala sekolah
PELITA HARAPAN
‘’Ada perlu apa Bapak memanggil saya?’’Tanya Davian setelah
duduk di sofa
‘’Begini Davian, Bapak dengar kalau hanya kamu saja yang
belum menyerahkan formulir pendaftaran dari kelas A,apa itu benar.’’Kata pak
Lukman
‘’Iyah pak itu memang benar.’’Kata Davian
‘’Kalau boleh bapak tau kenapa?’’Kata pak Lukman
‘’Saya belum menemukan kampus yang membuat saya tertarik.’’Kata
Davian
‘’Oh begitu! kalau kamu mau bapak punya saran beberapa kampus
yang bagus .’’Pak Lukman menyerahkan sebuah amplot .
Itu adalah proposal dari beberapa kampus yang menginginkan
Davian menjadi mahasiswa di sana.
‘’Bapak harap kamu akan melanjutkan kuliah,kamu itu adalah murid
ke banggaan sekolah ini.Bukannya akan aneh kalau mereka saja yang dari kelas F
__ADS_1
mau melanjutkan sekolah .’’Kata pak Lukman
‘’Bahkan murid dari kelas F yang selalu menjadi 3 terbawah
juga!siapa namanya yah, ah …Adel ,ya anak itu saja mau kuliah masa kamu kalah
sama murid yan dianggap bodoh itu.’’Tambahnya
‘’Baik pak, akan saya pikirkan.’’Kata Davian,tiba-tiba dia merasa
kesal saat pak kepala sekolah menghina Adel.
‘’Bagus,kamu pikirkan dengan baik.’’Pak Lukman tersenyum
senang
‘’Saya permisi pak.’’Kata Davian
‘’Silahkan.’’Kata pak kepala sekolah.
KILAS BALIK SELESAI
‘’Hah.’’Davian menghela nafasnya yang ke sekian kalinya
Tok Tok Tok
‘’Masuk.’’Davian malas untuk membuka pintu jadi dia
menyuruhnya masuk.
‘’Ada apa?’’Tanya Davian,dia heran melihat Adel yang sedang
membawa nampan pasalnya dia kan sudah makan malam.
‘’Ini gue buatin buat lo.’’Adel menyodorkan nampan yang di
bawanya.
‘Aduh kenapa harus
gue sendirian sih yang memberikannya,dasar Daniel menyebalkan.’Pikir Adel
Karna saat dia dan Daniel mau menyerahkan hasil karya mereka
berdua dia baru ingat kalau dia punya pr yang harus di serahkan besok jadinya
Adel sendiri yang memberikannya.
‘’Untuk apa ini.’’Kata Davian setelah membuka nampan yang
masih di tangan Adel
‘’Kami membuat ini untuk membujuk lo agar mau meneruskan
kuliah.’’Kata Adel menunduk malu.
‘’Lo pikir gue anak kacil ,bisa di bujuk dengan beginian.’’Kata
Davian
‘’Bukan…..bukan itu maksudnya!’’Kata Adel gelagapan
‘’Kami cuman mau nunjukin kalau lo itu engak perlu bersikap
seperti kakek kakek yang sudah bosen hidup karna sudah melihat segala hal.’’Kata
Adel
‘’Kakek kakek.’’Kata Davian
‘’Iyah!hanya karna lo bisa melakukan segala hal dengan baik
bukan berarti lo bersikap seperti kakek kakek .Kalau lo merasa bosan dengan
kehidupan orang dewasa, lo bisa bersikap seperti anak kecil yang polos yang
tidak tau apa pun selain bermain dan bersenang senang.’’Kata Adel
‘’Cara membujuk lo aneh.’’Kata Davian dia tersenyum sedikit
‘’Aneh……darimana anehnya.’’Kata Adel binggung
‘’Tadi lo bilang kami .’’Kata Davian
‘’Itu gue membuat kue ini semua bareng dengan Daniel
juga,kami mau membujuk lo bersama tapi karna Daniel ada pr jadi gue sendirian
deh.’’Kata Adel
‘’Dah nih makan,kali aja besok mood lo jadi baik dan berubah
pikiran.’’Adel menyerahkan nampannya.
‘’Tenang aja enggak bikin keracunan kok,jaminannya Daniel.’’Kata
Adel di ambang pintu saat dia mau keluar.
Davian memandangi nampan yang ada di tangannya,dia tertawa
kecil dan memakan kue buatan Adel dan Daniel.
‘’Lumayan juga.’’Kata Davian terus memakan kue.
__ADS_1