Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
MEMBUJUK DAVIAN


__ADS_3

Adel pergi ke ruang guru menemui Bu Susi untuk menyerahkan


formulir pendaftaran miliknya dan teman-temannya.Dia tak sengaja melihat Davian


keluar dari ruangan kepala sekolah.


‘’Vian…’’Teriak Adel


Davian mendengar namanya ada yang memanggil,dia menengok ke


belakang dan melihat Adel yang sedikit berlari menghampiri dirinya.


‘’Lo habis di panggil kepala sekolah.’’Tanya Adel


‘’Tadi gue tak sengaja melihat e’lo keluar dari ruangan


kepala sekolah.’’Tambah Adel


‘’Iyah.’’Kata Davian


‘’Untuk apa kepala sekolah memanggil lo?’’Tanya Adel


‘’Bukan apa apa.’’Kata Davian


‘’Oh!’’Kata Adel


‘’Lo udah memutuskan mau kuliah dimana.’’Tanya Adel


‘’Belum,kalau lo.’’Kata Davian


‘’Barusan gue habis menyerahkan formulir pendaftarannya sama


Bu Susi.’’Kata Adel ceria


‘’Lo mendaftar di Universitas mana.’’Kata Davian


‘’Univesitas Bima Darma.’’Kata Adel


‘’Gue pikir, cuma gue sama Lili dan Tia aja yang ke sana .Tapi


ternyata Fadli, Denis,Candra dan Reno juga kesana loh!’’Kata Adel gembira


Davian tersenyum kecil mendengar Adel bicara dengan senang


tapi saat dia tau Reno juga kuliah di sana tiba-tiba di menjadi kesal dan tampa


sadar dia mengepalkan tangannya.


‘’Ngapain cewek bodoh itu jalan sama Davian .’’Kata


Selena,dia melihat Adel berjalan bersama dengan  Davian yang terlihat akrab.


‘’Ini ngak bisa di biarin.’’Kata Selena kesal dan


menghampiri mereka berdua.


‘’Hay Dav,kalian berdua  habis darimana .’’Tanya Selena,dia menggeser Adel dan berdiri di tengah


antara Davian dan Adel.


‘’Dari kantor guru.’’Kata Davian


‘’Ngapain sih ular keket ini ke sini.’’Gumam Adel


‘’Kantor guru ,apa lo habis menyerahkan formulir?’’Tanya


Selena


‘’Tidak.’’Kata Davian


‘’Oh! lalu apa lo udah memutuskan mau kuliah dimana?’’Tanya


Selena


‘’Belum.’’Kata Davian


‘’Berarti kita sama dong,gue juga belum tau mau kuliah dimana,


masih binggung.’’Kata Selena


‘’Kira-kira lo ada enggak rekomendasi atau lo mau kuliah


dimana mungkin gue bisa ikut.’’Kata Selena


‘’Gue belum menentukan mau kuliah kemana.’’Kata Davian


‘’Yah,sayang benget.’’Kata Selena sedikit kecewa


‘’Apa-apaan mereka berdua ,di pikir gue patung apa.’’Gumam


Adel kesel merasa tak dianggap ada,dia menghentakan kakinya dan pergi


meninggalkan Selena dan Davian.


Davian  melihat Adel


kesal dan pergi ,ada perasaan antara senang dan kesal di hatinya dan dia


berusaha menepis semua itu.


‘Kenapa perasaan gue selalu  aneh gini apa lagi kalau menyangkut Adel.’Pikir


Davian

__ADS_1


Mereka tidak memperdulikan Adel dan pergi menuju  ke kelas mereka.


Dari tadi siang sepulang sekolah Adel sudah sibuk di


dapur,dia sedang berusaha membuat kue untuk  membujuk Davian.


‘’Kau sedang apa?’’Tanya Daniel di samping membuat Adel


kaget.


‘’Kyaah,Daniel bisa enggak sih! kalau datang itu enggak usah


mengagetkan orang.’’Kata Adel sambil mengelus dadanya.


‘’Untungnya gue enggak punya penyakit jantung.’’Tambahnya


‘’Dasar lebay.’’Kata Daniel


‘’Apa kata mu.’’Kata Adel


‘’Ah lupakan,jika berdebat terus kapan selesai.’’Kata Adel


‘’Lagian kau sedang apa sih ,ini juga berantakan amat.’’Kata


Daniel melihat sekitar.


‘’Gue lagi buat kue untuk membujuk Davian.’’Kata Adel,dia


melanjutkan membuat adonan.


‘’Kau mau meracuni kak Vian lagi.’’Daniel ingat dengan


tiramisu aneh yang dulu di buat Adel.


‘’Lagian walau kau menyogok kak Vian dengan kue kesukaannya


sekali pun dia tidak akan menyukaimu.’’Kata Daniel lagi.


‘’Gue juga tau itu.’’Kata Adel sendu


‘’Gue cuman mau membujuk Davian untuk mau melanjutkan


sekolah.’’Kata Adel


‘’Emang kak Vian tidak mau melanjutkan sekolah.’’Tanya


Daniel


‘’Iyah,dia bilang mau langsung bekerja.’’Kata Adel


‘’Enggak mungkin ,itu tidak boleh terjadi .Kalau gitu aku


akan bantu untuk membujuk kak Vian.’’Kata Daniel


Akhirnya Daniel ikut membantu Adel membuat kue untuk Davian


.Mereka melakukan nya hingga menjelang makan malam dan berbagai kue kesukaan


Davian pun jadi meski tak seenak buatan Marisa.


Setelah makan malam Davian langsung ke kamarnya,dia berdiri di


balkon kamarnya dan memikirkan perkataan pak kepala sekolah.


KILAS BALIK


Tok Tok Tok


‘’Masuk.’’


‘’Ah Davian silahkan duduk.’’Kata pak Lukman kepala sekolah


PELITA HARAPAN


‘’Ada perlu apa Bapak memanggil saya?’’Tanya Davian setelah


duduk di sofa


‘’Begini Davian, Bapak dengar kalau hanya kamu saja yang


belum menyerahkan formulir pendaftaran dari kelas A,apa itu benar.’’Kata pak


Lukman


‘’Iyah pak itu memang benar.’’Kata Davian


‘’Kalau boleh bapak tau kenapa?’’Kata pak Lukman


‘’Saya belum menemukan kampus yang membuat saya tertarik.’’Kata


Davian


‘’Oh begitu! kalau kamu mau bapak punya saran beberapa kampus


yang bagus .’’Pak Lukman menyerahkan sebuah amplot .


Itu adalah proposal dari beberapa kampus yang menginginkan


Davian menjadi mahasiswa di sana.


‘’Bapak harap kamu akan melanjutkan kuliah,kamu itu adalah murid


ke banggaan sekolah ini.Bukannya akan aneh kalau mereka saja yang dari kelas F

__ADS_1


mau melanjutkan sekolah .’’Kata pak Lukman


‘’Bahkan murid dari kelas F yang selalu menjadi 3 terbawah


juga!siapa namanya yah, ah …Adel ,ya anak itu saja mau kuliah masa kamu kalah


sama murid yan dianggap bodoh itu.’’Tambahnya


‘’Baik pak, akan saya pikirkan.’’Kata Davian,tiba-tiba dia merasa


kesal saat pak kepala sekolah menghina Adel.


‘’Bagus,kamu pikirkan dengan baik.’’Pak Lukman tersenyum


senang


‘’Saya permisi pak.’’Kata Davian


‘’Silahkan.’’Kata pak kepala sekolah.


KILAS BALIK SELESAI


‘’Hah.’’Davian menghela nafasnya yang ke sekian kalinya


Tok Tok Tok


‘’Masuk.’’Davian malas untuk membuka pintu jadi dia


menyuruhnya masuk.


‘’Ada apa?’’Tanya Davian,dia heran melihat Adel yang sedang


membawa nampan pasalnya dia kan sudah makan malam.


‘’Ini gue buatin buat lo.’’Adel menyodorkan nampan yang di


bawanya.


‘Aduh kenapa  harus


gue sendirian sih yang memberikannya,dasar Daniel menyebalkan.’Pikir Adel


Karna saat dia dan Daniel mau menyerahkan hasil karya mereka


berdua dia baru ingat kalau dia punya pr yang harus di serahkan besok jadinya


Adel sendiri yang memberikannya.


‘’Untuk apa ini.’’Kata Davian setelah membuka nampan yang


masih di tangan Adel


‘’Kami membuat ini untuk membujuk lo agar mau meneruskan


kuliah.’’Kata Adel menunduk malu.


‘’Lo pikir gue anak kacil ,bisa di bujuk dengan beginian.’’Kata


Davian


‘’Bukan…..bukan itu maksudnya!’’Kata Adel gelagapan


‘’Kami cuman mau nunjukin kalau lo itu engak perlu bersikap


seperti kakek kakek yang sudah bosen hidup karna sudah melihat segala hal.’’Kata


Adel


‘’Kakek kakek.’’Kata Davian


‘’Iyah!hanya karna lo bisa melakukan segala hal dengan baik


bukan berarti lo bersikap seperti kakek kakek .Kalau lo merasa bosan dengan


kehidupan orang dewasa, lo bisa bersikap seperti anak kecil yang polos yang


tidak tau apa pun selain bermain dan bersenang senang.’’Kata Adel


‘’Cara membujuk lo aneh.’’Kata Davian dia tersenyum sedikit


‘’Aneh……darimana anehnya.’’Kata Adel binggung


‘’Tadi lo bilang kami .’’Kata Davian


‘’Itu gue membuat kue ini semua bareng dengan Daniel


juga,kami mau membujuk lo bersama tapi karna Daniel ada pr jadi gue sendirian


deh.’’Kata Adel


‘’Dah nih makan,kali aja besok mood lo jadi baik dan berubah


pikiran.’’Adel menyerahkan nampannya.


‘’Tenang aja enggak  bikin keracunan kok,jaminannya Daniel.’’Kata


Adel di ambang pintu saat dia mau keluar.


Davian memandangi nampan yang ada di tangannya,dia tertawa


kecil dan memakan kue buatan Adel dan Daniel.


‘’Lumayan juga.’’Kata Davian terus memakan kue.

__ADS_1


__ADS_2