
Sepulang dari kampus Adel pergi ke
rumah sakit sambil membawa peperbag yang cukup besar berisi kue ulang tahun dan
cemilan serta kado buat Ruri.
CLEK…
‘’Selamat sore tante.’’kata Adel
,masuk menghampiri Marisa yang sedang mengupas buah.
‘’Sore…. Adel.’’Kata Marisa senang
‘’Bagaimana keadaan kalian
Daniel,Ruri.’’Tanya Adel sambil menengok ke arah Daniel dan Ruri bergantian.
‘’Baik kak.’’Jawab Ruri.
‘’Ngapain kamu kesini.’’Jawab
Daniel ketus.
‘’Kak Davian tidak ada di
sini.’’Tambahnya.
‘’Hus Daniel,kamu jangan gitu Adel
itu sudah menolongmu kita berhutang budi padanya.’’Tegur Marisa.
‘’Iyah,maaf.’’Kata Daniel acuh.
‘’Adel kamu jangan pikirin
perkataan Daniel yah.’’Kata Marisa
‘’Tidak apa apa kok Tante.’’Kata
Adel ramah.
‘’Dasar caper.’’Kata Daniel pelan
namun masih bisa di dengar Adel.
‘’Oh yah Ruri kakak punya kejutan
buat kamu.’’Adel memasang meja kecil di ranjang Ruri.
‘’Ini, bukalah.’’Lalu Adel
meletakan sebuah kotak.
‘’Apa ini kak.’’Tanya Ruri,Adel
hanya tersenyum.
Ruri membuka sedikit atas kotaknya
dia terkejut saat melihat ada lilin berbentuk angka 1 dan 2 yang di hias serta
ada tulisan ‘SELAMAT ULANG TAHUN RURI’,Daniel pindah ke ranjang Ruri saat
melihat wajah Ruri yang terkejut dia penasaran dengan isi kotak tersebut.
‘’Ini….’’Kata Daniel,lalu Ruri
membuka semuanya.
‘’Wah kue ulang tahun.’’Marisa
memepuk tangannya senang.
‘’Darimana kakak tahu kalau hari
ini ulang tahun ku.’’Tanya Ruri.
‘’Kemarin aku melihat data
indentitas yang tertempel di ranjang mu.’’Kata Adel.
‘’Terima kasih kak.’’Kata Ruri
matanya berkaca kaca.
‘’Ayo nyalakan lilin ulang
tahunnya.’’kata Daniel semangat.
‘’Tunggu…’’Adel membuka tasnya dan
mencari korek api.
‘’Eh….kok enggak ada,perasaan tadi
korek apinya di masukan ke tas deh!’’Kata Adel.
Davian menyodorkan korek api membuat
mereka berempat menoleh padanya mereka
tak menyadari kapan Davian masuk.
‘’Kakak’’Kata Daniel terkejut.
‘’Davian kapan kamu masuk?’’Tanya
Marisa.
‘’Tadi karna kalian terlalu
semangat jadi tak menyadari kedatangan ku.’’Jawab Davian.
Adel menyalakan lilinnya dan
mereka bernyanyi bersama lagu ulang tahun sambil bertepuk tangan Daniel dan
Adel yang paling bersemangat bernyanyi.
‘’Ayo,sekarang tiup lilinnya
Ruri!tapi sebelum itu buat permohonan dulu.’’Kata Marisa yang di angguki Ruri.
‘Semoga aku bisa cepat sembuh agar
bisa bermain bersama Daniel dan kak Adel serta belajar dengan kak Davian lagi.’Batin
Ruri lalu meniup lilinnya.
HUUUUU
‘PLOKK…..PLOOKK….PLOOOKKKK’
__ADS_1
‘’Selamat ulang tahun Ruri,maaf
aku tidak memberimu kado.’’Daniel memeluk Ruri.
‘’Terima kasih ,tidak apa apa
kok.’’Kata Ruri.
‘’Ruri selamat ulang
tahun.’’Marisa mencuim dahi Ruri.
‘’Selamat ulang tahun.’’Kata
Davian mengacak acak rambut Ruri.
‘’Terima kasih tante,kakak
Davian.’’Kata Ruri.
‘’Ruri selamat ulang tahun.’’Adel
memeluk Ruri.
‘’Semoga cepat sembuh agar kita
bisa bermain bersama lagi dan ini kado dari kakak semoga kamu suka.’’Adel
melepaskan pelukannya dan mengambil kado di tas.
‘’Terima kasih kak Adel,kakak
sudah mau repot –repot menyiapkan semua ini aku akan menerima kado apa pun yang
kak Adel berikan .’’Kata Ruri sambil tersenyum
‘’Sama sama,tidak merepotkan kok .’’Adel
menepuk kepala Ruri.
‘’Ruri,ayo di buka kadonya.’’Kata
Marisa.
‘’Hm.’’Ruri membuka kado yang di
berikan Adel.
‘’Buku komik.’’Kata Ruri.
‘’Untuk menemani mu supaya tidak
bosan.’’Kata Adel.
‘’Terima kasih kak,sebenarnya aku
juga penasaran dengan komik ini soalnya teman teman sekelas pada
membicarakannya tapi aku belum sempat beli,terima kasih kak.’’Kata Ruri senang.
‘’Senang kamu menyukai
komiknya.’’Kata Adel
‘’oh yah,aku juga buat kue
kering.’’Adel megeluarkan lima bingkis kue.
‘’Ini untuk Ruri,Daniel dan tante
‘’Dan ini untuk Davian.’’Adel
memberikan bingkisan kue yang berbentuk hati semua.
‘’Wah punya Davian berbentuk hati
semua.’’Goda Marisa saat melihat bingkisan kue Davian.
‘’Itu karna bentuk lainnya sudah
habis jadi bentuk hati semua,maaf.’’Kata Adel yang tertunduk malu.
Setelah menggoda Adel Marisa pamit
pergi membeli sesuatu dan meninggalkan mereka,Daniel dan Davian bercanda dengan
Ruri sambil sesekali memojokan Adel sambil memakan kue ulang tahun Ruri.
‘’Tante Adel pamit pulang yah ini
sudah malam.’’Kata Adel pada Marisa yang
baru datang.
‘’Loh kok sudah mau pulang,enggak
makan dulu ini tante sudah beli makanan ke sukaan kamu.’’Kata Marisa dan
meletakan plastic yang di bawanya.
‘’Enggak usah tante Adel langsung
pulang aja takut ayah khawatir, soalnya tadi Adel lupa mengabari Ayah.’’Kata
Adel menolak tawaran Marisa.
‘’yah sudah ,tapi kamu diantar
Davian yah pulangnya.’’Kata Marisa.
‘’Tidak usah tante Adel enggak mau
merepotkan.’’Tolak Adel.
‘’Davian kamu mau kan mengantar
Adel.’’Kata Marisa.
‘’Ayo.’’Kata Davian pada Adel dan
pergi duluan.
‘’Tuh Davian mau,sudah sana.’’Kata
Marisa.
‘’Kalau gitu Adel pamit.’’Kata
Adel dengan berat hati,setelah pamit pada Marisa Adel pergi menyusul Davian
yang sudah pergi.
‘’Kita naik mobil.’’Tanya Adel
__ADS_1
melihat Davian yang bersandar di samping mobil.
‘’Iyah,masuk.’’Kata Davian yang
sudah masuk ke dalam mobil.
‘’Memang motor e’lo kamana.’’Tanya
Adel membuka pintu mobil dan duduk di belakang.
‘’Di rumah.’’Jawab Davian.
‘’Kenapa kamu duduk di belang,kamu
pikir aku supir.’’Kata Davian menoleh ke belakang.
‘’Pindah,duduk di depan.’’Perintah
Davian.
Adel keluar dan pindah ke depan
setelah memasang sabuk pengaman Davian menjalankan mobilnya meninggalkan rumah
sakit.
‘’Davian e’lo tahu enggak Ruri itu
sakit apa?’’Tanya Adel.
‘’Aku dengar sih lupus.’’Kata
Davian.
‘’Lupus?’’Tanya Adel binggung
‘’Penyakit yang menyerang sistim
imun,membuatnya mudah lelah dia juga tidak boleh terlalu capek dan tidak boleh terkena sinar matahari
berlebih.’’Jelas Davian.
‘’Kasian sekali Ruri,apa itu
semacam penyakit serius?’’Kata Adel matanya sudah berkaca kaca.
‘’Itu salah satu penyakit
langka.’’Kata Davian.
‘’Berarti dia harus terus terusan
minum obat dan tidak boleh keluar.’’Kata Adel air matanya yang sudah mengarir.
‘’Jangan menangis,kenapa malah
kamu yang menangis?’’Kata Davian.
‘’Habisnya Ruri itu kan masih
kecil tapi harus minum obat yang pahit itu setiap hari dan tidak boleh bermain
di luar lagi.’’Kata Adel sambil menangis Davian memberikan tisu pada Adel.
‘’Aku saja yang sudah dewasa tidak
mau minum obat kalau sakit karna pahit,apa lagi Ruri yang masih kecil harus
minum obat yang segitu banyaknya.’’Tambah Adel masih segukan.
‘’Davian kalau kamu jadi dokter
apa kamu bisa mencari obat untuk penyakit Ruri.’’Tanya Adel.
‘’Aku?’’Tunjuk Davian pada
dirinya.
‘’Mm kamu kan jenius pasti bisa
menyembuhkan anak anak yang seperti Ruri.’’Kata Adel
‘’Kamu pikir hanya karna kamu bilang
aku harus jadi dokter maka aku harus jadi dokter gitu.’’Kata Davian.
‘’Iyah, pasti banyak yang akan
memuji mu dan berterima kasih.’’Kata Adel senang.
‘’Bukan cuman itu kamu juga bisa
menyelamatkan banyak nyawa.’’Tambah Adel.
‘’Kenapa kamu sebersemangat itu
menyuruh ku untuk menjadi dokter?’’Tanya Davian.
‘’Kamu mempunyai sesuatu yang
special jadi kenapa tidak di gunakan untuk menolong orang yang sedang
kesusahan.’’Kata Adel.
‘’Apa kamu akan senang kalau aku
jadi dokter?’’Tanya Davian.
‘’Iyah.’’Kata Adel semangat.
‘’Aku akan jadi orang yang paling
senang kalau kamu jadi dokter.’’Kata
Adel dengan senangnya.
‘’Dan aku bisa membayangkan betapa
kerennya kamu saat memakai jubbah putih seorang dokter.’’Lanjut Adel.
‘’Kamu juga tidak akan pernah
bosan jika jadi dokter aku jamin.’’Kata Adel sambil tersenyum lebar.
‘’Kalau begitu aku tidak punya
pilihan.’’Gumam Davian
‘’Aku tidak bisa
menolaknya.’’Lanjut Davian.
‘’Besok adalah penentuan tantangan
__ADS_1
ku.’’Kata Davian membuat Adel tersentak.
‘Besok yah!’Pikir Adel