Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
71


__ADS_3

Sepulang dari kampus Adel pergi ke


rumah sakit sambil membawa peperbag yang cukup besar berisi kue ulang tahun dan


cemilan serta kado buat Ruri.


CLEK…


‘’Selamat sore tante.’’kata Adel


,masuk menghampiri Marisa yang sedang mengupas buah.


‘’Sore…. Adel.’’Kata Marisa senang


‘’Bagaimana keadaan kalian


Daniel,Ruri.’’Tanya Adel sambil menengok ke arah Daniel dan Ruri bergantian.


‘’Baik kak.’’Jawab Ruri.


‘’Ngapain kamu kesini.’’Jawab


Daniel ketus.


‘’Kak Davian tidak ada di


sini.’’Tambahnya.


‘’Hus Daniel,kamu jangan gitu Adel


itu sudah menolongmu kita berhutang budi padanya.’’Tegur Marisa.


‘’Iyah,maaf.’’Kata Daniel acuh.


‘’Adel kamu jangan pikirin


perkataan Daniel yah.’’Kata Marisa


‘’Tidak apa apa kok Tante.’’Kata


Adel ramah.


‘’Dasar caper.’’Kata Daniel pelan


namun masih bisa di dengar Adel.


‘’Oh yah Ruri kakak punya kejutan


buat kamu.’’Adel memasang meja kecil di ranjang Ruri.


‘’Ini, bukalah.’’Lalu Adel


meletakan sebuah kotak.


‘’Apa ini kak.’’Tanya Ruri,Adel


hanya tersenyum.


Ruri membuka sedikit atas kotaknya


dia terkejut saat melihat ada lilin berbentuk angka 1 dan 2 yang di hias serta


ada tulisan ‘SELAMAT ULANG TAHUN RURI’,Daniel pindah ke ranjang Ruri saat


melihat wajah Ruri yang terkejut dia penasaran dengan isi kotak tersebut.


‘’Ini….’’Kata Daniel,lalu Ruri


membuka semuanya.


‘’Wah kue ulang tahun.’’Marisa


memepuk tangannya senang.


‘’Darimana kakak tahu kalau hari


ini ulang tahun ku.’’Tanya Ruri.


‘’Kemarin aku melihat data


indentitas yang tertempel di ranjang mu.’’Kata Adel.


‘’Terima kasih kak.’’Kata Ruri


matanya berkaca kaca.


‘’Ayo nyalakan lilin ulang


tahunnya.’’kata Daniel semangat.


‘’Tunggu…’’Adel membuka tasnya dan


mencari korek api.


‘’Eh….kok enggak ada,perasaan tadi


korek apinya di masukan ke tas deh!’’Kata Adel.


Davian menyodorkan korek api membuat


mereka berempat  menoleh padanya mereka


tak menyadari kapan Davian masuk.


‘’Kakak’’Kata Daniel terkejut.


‘’Davian kapan kamu masuk?’’Tanya


Marisa.


‘’Tadi karna kalian terlalu


semangat jadi tak menyadari kedatangan ku.’’Jawab Davian.


Adel menyalakan lilinnya dan


mereka bernyanyi bersama lagu ulang tahun sambil bertepuk tangan Daniel dan


Adel yang paling bersemangat bernyanyi.


‘’Ayo,sekarang tiup lilinnya


Ruri!tapi sebelum itu buat permohonan dulu.’’Kata Marisa yang di angguki Ruri.


‘Semoga aku bisa cepat sembuh agar


bisa bermain bersama Daniel dan kak Adel serta belajar dengan kak Davian lagi.’Batin


Ruri lalu meniup lilinnya.


HUUUUU


‘PLOKK…..PLOOKK….PLOOOKKKK’

__ADS_1


‘’Selamat ulang tahun Ruri,maaf


aku tidak memberimu kado.’’Daniel memeluk Ruri.


‘’Terima kasih ,tidak apa apa


kok.’’Kata Ruri.


‘’Ruri selamat ulang


tahun.’’Marisa mencuim dahi Ruri.


‘’Selamat ulang tahun.’’Kata


Davian mengacak acak rambut Ruri.


‘’Terima kasih tante,kakak


Davian.’’Kata Ruri.


‘’Ruri selamat ulang tahun.’’Adel


memeluk Ruri.


‘’Semoga cepat sembuh agar kita


bisa bermain bersama lagi dan ini kado dari kakak semoga kamu suka.’’Adel


melepaskan pelukannya dan mengambil kado di tas.


‘’Terima kasih kak Adel,kakak


sudah mau repot –repot menyiapkan semua ini aku akan menerima kado apa pun yang


kak Adel berikan .’’Kata Ruri sambil tersenyum


‘’Sama sama,tidak merepotkan kok .’’Adel


menepuk kepala Ruri.


‘’Ruri,ayo di buka kadonya.’’Kata


Marisa.


‘’Hm.’’Ruri membuka kado yang di


berikan Adel.


‘’Buku komik.’’Kata Ruri.


‘’Untuk menemani mu supaya tidak


bosan.’’Kata Adel.


‘’Terima kasih kak,sebenarnya aku


juga penasaran dengan komik ini soalnya teman teman sekelas pada


membicarakannya tapi aku belum sempat beli,terima kasih kak.’’Kata Ruri senang.


‘’Senang kamu menyukai


komiknya.’’Kata Adel


‘’oh yah,aku juga buat kue


kering.’’Adel megeluarkan lima bingkis kue.


‘’Ini untuk Ruri,Daniel dan tante


‘’Dan ini untuk Davian.’’Adel


memberikan bingkisan kue yang berbentuk hati semua.


‘’Wah punya Davian berbentuk hati


semua.’’Goda Marisa saat melihat bingkisan kue Davian.


‘’Itu karna bentuk lainnya sudah


habis jadi bentuk hati semua,maaf.’’Kata Adel yang tertunduk malu.


Setelah menggoda Adel Marisa pamit


pergi membeli sesuatu dan meninggalkan mereka,Daniel dan Davian bercanda dengan


Ruri sambil sesekali memojokan Adel sambil memakan kue ulang tahun Ruri.


‘’Tante Adel pamit pulang yah ini


sudah malam.’’Kata Adel  pada Marisa yang


baru datang.


‘’Loh kok sudah mau pulang,enggak


makan dulu ini tante sudah beli makanan ke sukaan kamu.’’Kata Marisa dan


meletakan plastic yang di bawanya.


‘’Enggak usah tante Adel langsung


pulang aja takut ayah khawatir, soalnya tadi Adel lupa mengabari Ayah.’’Kata


Adel menolak tawaran Marisa.


‘’yah sudah ,tapi kamu diantar


Davian yah pulangnya.’’Kata Marisa.


‘’Tidak usah tante Adel enggak mau


merepotkan.’’Tolak Adel.


‘’Davian kamu mau kan mengantar


Adel.’’Kata Marisa.


‘’Ayo.’’Kata Davian pada Adel dan


pergi duluan.


‘’Tuh Davian mau,sudah sana.’’Kata


Marisa.


‘’Kalau gitu Adel pamit.’’Kata


Adel dengan berat hati,setelah pamit pada Marisa Adel pergi menyusul Davian


yang sudah pergi.


‘’Kita naik mobil.’’Tanya Adel

__ADS_1


melihat Davian yang bersandar di samping mobil.


‘’Iyah,masuk.’’Kata Davian yang


sudah masuk ke dalam mobil.


‘’Memang motor e’lo kamana.’’Tanya


Adel membuka pintu mobil dan duduk di belakang.


‘’Di rumah.’’Jawab Davian.


‘’Kenapa kamu duduk di belang,kamu


pikir aku supir.’’Kata Davian menoleh ke belakang.


‘’Pindah,duduk di depan.’’Perintah


Davian.


Adel keluar dan pindah ke depan


setelah memasang sabuk pengaman Davian menjalankan mobilnya meninggalkan rumah


sakit.


‘’Davian e’lo tahu enggak Ruri itu


sakit apa?’’Tanya Adel.


‘’Aku dengar sih lupus.’’Kata


Davian.


‘’Lupus?’’Tanya Adel binggung


‘’Penyakit yang menyerang sistim


imun,membuatnya mudah lelah dia juga tidak boleh terlalu capek  dan tidak boleh terkena sinar matahari


berlebih.’’Jelas Davian.


‘’Kasian sekali Ruri,apa itu


semacam penyakit serius?’’Kata Adel matanya sudah berkaca kaca.


‘’Itu salah satu penyakit


langka.’’Kata Davian.


‘’Berarti dia harus terus terusan


minum obat dan tidak boleh keluar.’’Kata Adel air matanya yang sudah mengarir.


‘’Jangan menangis,kenapa malah


kamu yang menangis?’’Kata Davian.


‘’Habisnya Ruri itu kan masih


kecil tapi harus minum obat yang pahit itu setiap hari dan tidak boleh bermain


di luar lagi.’’Kata Adel sambil menangis Davian memberikan tisu pada Adel.


‘’Aku saja yang sudah dewasa tidak


mau minum obat kalau sakit karna pahit,apa lagi Ruri yang masih kecil harus


minum obat yang segitu banyaknya.’’Tambah Adel masih segukan.


‘’Davian kalau kamu jadi dokter


apa kamu bisa mencari obat untuk penyakit Ruri.’’Tanya Adel.


‘’Aku?’’Tunjuk Davian pada


dirinya.


‘’Mm kamu kan jenius pasti bisa


menyembuhkan anak anak yang seperti Ruri.’’Kata Adel


‘’Kamu pikir hanya karna kamu bilang


aku harus jadi dokter maka aku harus jadi dokter gitu.’’Kata Davian.


‘’Iyah, pasti banyak yang akan


memuji mu dan berterima kasih.’’Kata Adel senang.


‘’Bukan cuman itu kamu juga bisa


menyelamatkan banyak nyawa.’’Tambah Adel.


‘’Kenapa kamu sebersemangat itu


menyuruh ku untuk menjadi dokter?’’Tanya Davian.


‘’Kamu mempunyai sesuatu yang


special jadi kenapa tidak di gunakan untuk menolong orang yang sedang


kesusahan.’’Kata Adel.


‘’Apa kamu akan senang kalau aku


jadi dokter?’’Tanya Davian.


‘’Iyah.’’Kata Adel semangat.


‘’Aku akan jadi orang yang paling


senang  kalau kamu jadi dokter.’’Kata


Adel dengan senangnya.


‘’Dan aku bisa membayangkan betapa


kerennya kamu saat memakai jubbah putih seorang dokter.’’Lanjut Adel.


‘’Kamu juga tidak akan pernah


bosan jika jadi dokter aku jamin.’’Kata Adel sambil tersenyum lebar.


‘’Kalau begitu aku tidak punya


pilihan.’’Gumam Davian


‘’Aku tidak bisa


menolaknya.’’Lanjut Davian.


‘’Besok adalah penentuan tantangan

__ADS_1


ku.’’Kata Davian membuat Adel tersentak.


‘Besok yah!’Pikir Adel


__ADS_2