
Setelah Adel dan Rendi membereskan kekacawan yang di buat
Adel ,Satria memberi perintah pada semua anggota tim untuk pemanasan terlebih
dahulu sambil menunggu pelatih datang.
Tak berapa lama pak Herman selaku pelatih tim basket datang
dan membagi tim menjadi dua untuk melakukan latihan pertandingan.
Saat pertandingan Davian bermain lebih aktif dan agresip
dari biasanya membuat rekan dan juga lawannya kewalahan di buatnya terutama
saat berhadapan dengan Rendi bahkan sampai waktu habis pun Davian masih
mendribel bola.
‘’Sepertinya Davian hari ini bersemangat sekali.’’Kata
Marsel ngos-ngosan,dia kakak senior yang tadi berhadapan dengan Davian.
‘’Lo bener,baru kali ini gue ngerasa latihan pertandingan
kaya pertandingan resmi.’’Keluh Satria mengatur nafas.
‘’Bener, dia terlalu bersemangat.’’Kata Kevin kakak senior
yang setim dengan Davian ikut bicara.
Diki yang tidak terlalu jauh dari para senior itu
mendengarnya hanya tersenyum aneh,sebenarnya dia juga baru pertama kali melihat
permainan Davian yang seperti itu,bahkan saat pertandingan antar SMA pun Davian
tidak pernah bermain seperti ini.
‘Apa mungkin dia sedang melampiaskan kekesalannya.’Pikir
Diki,dia memperhatikan saat Davian berhadapan dengan Rendi Davian bermain lebih
agresip.
‘’Semuanya waktunya istirahat.’’Teriak Satria pada anggota
tim yang lainnya.
Adel segera membagikan minuman kepada semua anggota tim.
‘’Davian waktunya istirahat.’’Teriak Diki pada Davian.
Davian tak mengburis ucapan Diki dan terus saja mengderibel
bola.
‘’Loh Davian tak istirahat.’’Tanya Adel pada Diki.
‘’Tau tuh,malah terus bermain.’’Jawab Diki
‘’Mungkin kalau lo yang panggil dia mau berhenti.’’Goda
Diki.
Adel menghampiri Davian agak ragu di rumah saja kalau Adel
di suruh memanggil Davian untuk makan malam Davian selalu acuh tak acuh .
‘’Vian kapten menyuruh untuk istirahat.’’Kata Adel ,dia
berdiri cukup dekat dengan Davian.
‘’Yang lain sudah istirahat.’’Tambahnya.
Davian tak menggubris perkataan Adel dan terus saja
menggiring bola,
‘’Apa lo ngak capek.’’Kata Adel ,
‘’Berisik.’’Kata Davian acuh dan meningggalkan Adel ikut
bergabung dengan yang lain.
‘’Hah.’’Adel menghela nafas dia tau bakal begini.
Adel berjalan menggambil tasnya dan mengeluarkan bekal yang
di berikan Reno.
‘’Lo membawa bekal yah .’’Tanya Rendi
‘’Ini di kasih sama teman tadi pagi tapi siang gue lupa
memakannya jadi baru di makan sekarang.’’Jelas Adel ,dia membuka kotaknya dan
memakannya.
‘’Pasti itu dari Reno yah.’’Kata Diki mendekati Adel
Kemarin malam dia memberitau Reno tentang Adel dan
Davian,dia tau persis seperti apa sifat Reno biar bagaimana pun dia dan Reno
sering berdebat dari kecil jadi dia sangat hapal dengan kelakuan Reno.
‘’Darimana lo bisa tau.’’Kata Adel sedikit kaget
‘’Jangan jangan lo itu peramal atau lebih parah seorang
pengungtit .’’Tuduh Adel sambil menunjuk Diki.
‘’Sembaranga aja lo,ganteng ganteng gini di bilang
penguntit.’’Kata Diki tak terima.
Davian memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan
mereka,Diki melihat Davian yang memperhatikan mereka dia tersenyum misterius.
__ADS_1
‘Tak ada salahnyakan memanaskan api yang sedang panas.’Pikir
Diki.
‘’Apa masakannya enak.’’Kata Diki sambil melirik kearah
Davian.
‘’Enak banget.’’Kata Adel senangnya
‘’Beneran .’’Tanya Diki lagi.
‘’Lo mau coba,nih.’’Kata Adel dengan polos menyodorkan sendok berisi makanan ke arah Diki,dia
tak menyadari tindakan membuat seseorang tambah kesal.
‘’Em enak Reno pandai juga memasak gue baru tau.’’Kata Diki
setelah mengunyah makanan yang di beri Adel.
‘’Iyah kan enak.’’Kata Adel sambil tersenyum.
‘’Davian lo mau coba juga.’’Kata Adel polos tak menyadari
raut wajah Davian,dia menyodorkan sendok berisi makanan pada Davian.
Davian tak menggubris Adel dan pergi meninggalkan lapangan
basket menghiraukan teman setimnya dan tak memjawab pertanyaan dari Satria dia
berjalan keluar dan membanting pintu cukup keras.
BRAAAKK
Mereka yang ada di lapangan di buat kaget dan bingung dengan tindakan yang Davian
lakukan kecuali Diki yang sedang menahan tawa.
‘’Ada apa dengan Davian.’’Tanya Satria binggung.
‘’Entah.’’Kata Marsel dan yang lain hanya mengangkat bahu.
‘’Sepertinya Davian sedang kesal.’’Kata Adel yang masih
melihat ke arah pntu yang Davian benting,karna Adel tau kalau Davian sedang
kesal dia sering melihat dan merasakan kekesalan Davian.
‘’Tapi kenapa yah.’’Kata Adelpolos ,dia binggung kenapa
Davian kesal.
‘’Buhahahahahhah.’’Diki sudah tidak bisa menahan tawanya
betapa polosnya Adel.
Semua orang melihat ke arah Diki yang tertawa terbahak bahak
mereka heran melihat Diki yang tertawa padahal tak ada yang lucu.
‘’Lo kenapa Dik.’’Tanya Rendi.
‘’Engak panas.’’Kata Luki menenpelkan tangannya di dahi
Diki.
Diki masih tertawa mengabaikan pertanyaan senior dan teman
seangkatannya ,dia memegangi perutnya yang mulai sakit karna terlalu banyak
tertawa.
‘’woy Diki sadar sadar.’’Kata Satria sambil mengguncang
guncang tubuh Diki.
‘’Maaf haha gue hanya haha teringat hal lucu saja
hahaha.’’Kata Diki di sela sela tawanya.
‘’Oke,kita akhiri lahihan hari ini.’’Kata Satria membubarkan
mereka.
Adel melihat Davian yang belum pulang ,dia menghampiri
Davian untuk mengajaknya pulang bersama karna kedua temannya sudah pulang
duluan dan lagi ini sudah sore.
‘’Davian.’’Panggil Adel,Davian hanya menoleh saja lalu
berbalik lagi.
‘’Lo belum pulang.’’Kata Adel basa basi,tapi Davian diam
saja.
‘’Apa boleh gue ikut pulang bersama lo.’’Kata Adel tapi
Davian masih diam.
‘’Davian apa…..’’Perkataan Adel terpotong saat Laura datang.
‘’Hai Dav ,sorry nunggu lama Yah.’’Kata Laura ,berdiri di
samping Davian sambil tersenyum.
‘’Enggak kok.’’Jawab Davian.
‘Dari tadi gue ngomong enggak di balas tapi girilan dia
langsung di jawab.’Pikir Adel sendu.
‘’Yuk kita langsung pergi.’’Kata Laura.
Selesai latihan tadi Laura menghampiri Davian untuk mengajaknya
pulang bersama dan Davian menyetujuinya tapi tadi dia di panggil dosen
__ADS_1
membuatnya baru datang. Laura menyadari kalau mereka tak hanya berdua saja.
‘’Siapa dia pacar lo.’’Tanya Laura karna setaunya Davian tak
pernah dekat dengan cewek dan akan langsung pergi kalau tidak penting. Davian
menengok ke Adel.
‘’Bukan.’’Kata Davian singkat.
‘’Benarkah,eh seperti kita pernah bertemu.’’Kata Laura
mengenali Adel
‘’Yang waktu di kantinkan.’’Tambahnya setelah mengingatnya.
‘’Gue Laura salam kenal.’’Laura mengulurkan tangannya.
‘’Adelia.’’Adel menjabat tangan Laura.
‘’Ayo kita pergi ini sudah sore.’’Kata Davian melangkah meninggalkan
Adel.
‘’Sampai jumpa lagi.’’Laura melambaikan tangan dan pergi
menyusul Davian.
‘’Segitu tak suka kah lo sama gue Davian.’’Kata Adel sendu
melihat ke pergian Davian dan Laura.
‘’Kenapa juga segitu sulitnya untuk gue melepaskan perasaan
ini ke lo.’’Adel memukul mukul dadanya.
Adel buru buru menghapus air matanya yang mengaril dan
berusaha tersenyum kembali. Adel memutuskan pergi ke restoran ayahnya untuk
mengajaknya makan malam berdua sebelum pulang ke ruamah.
Marisa sedang memanggi beberapa lembar foto yang dia ambil
tadi siang di kampusnya Adel dan Davian yang dia ambil diam diam.
‘’Ada apa dengan mu mah,dari tadi papa perhatikan kamu diam
terus kaya ada yang di pikirkan.’’Tanya Marselo,dia beranjak dari meja kerjanya
menghampiri istrinya yang duduk di sofa.
‘’Foto apa ini?’’Marselo mengambil satu lembar foto yang ada
di meja.
‘’Tadi siang mama pergi ke kampusnya Davian ,mama penasaran
dengan klub yang di ikuti Adel dan Davian pas mama datang mama melihat Adel
yang mengumpulkan bola dan bantu temannya.’’Marisa menceritakan apa yang dia
lihat di kampus.
‘’Terus apa masalahnya.’’Tanya Marselo binggung.
‘’Masalahnya itu Davian tidak membantu Adel dia malah diam
saja dan membiarkan Adel di bantu teman laki laki setimnya.’’Kata Marisa
sedikit kesal
‘’Dan seperti dia itu menyukai Adel dari tatapannya mama
bisa tau kalau dia memang menyukai Adel.’’Kata Marisa.
‘’Kalau begini saingan Davian bertambah banyak belum lagi
sikap Davian ke Adel,bisa bisa Adel menyerah dan memutuskan untuk melupakan
Davian.’’Kata Marisa dengan sedih,dia sangat menyukai Adel dan berharap agar
Adel beneran bisa menjadi menantunya.
‘’Sudahlah mah,jangan sedih begitu belum tentu lelaki itu
menyukai Adel kan .’’Kata Marselo menghibur Marisa.
‘’Bagaimana kalau itu beneran?’’Tanya Marisa.
‘’Kita do’akan saja agar Davian dan Adel dapat
berjodoh.’’Kata Marselo menyakinkan istrinya.
‘’Kalau itu sih mama selalu mendo’akannya.’’Kata Marisa.
‘’Tidak bisa mama harus menanyakan ini pada Adel.’’Kata
Marisa beranjak pergi menuju ke kamar Adel .
‘’Mah tunggu.’’Kata Marselo yang berusaha menghentikan
istrinya.
‘’Hais astaga.’’Marselo mengelengkan kepala, istrinya itu
kalau sudah memutuskan sesuatu pasti tak bisa di hentikan.
‘’Davian kapan kamu menyadari perasaan kamu,kalau begini
terus kamu bakal ke hilangan orang yang berjuang mencintaimu,semoga kamu cepat
menyadarinya supaya kau tidak akan menyesal saat dia menyerah untuk mencintaimu
lagi.’’Gumam Marselo .
Marisa mendatangi kamar Adel saat dia mau mengetuk pintu
kamar Adel, Marisa mendengar pembicaraan Adel dan kedua temannya dia sangat
__ADS_1
terkejut mendengar apa yang di beritaukan Adel.