Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
36


__ADS_3

Setelah Adel dan Rendi membereskan kekacawan yang di buat


Adel ,Satria memberi perintah pada semua anggota tim untuk pemanasan terlebih


dahulu sambil menunggu pelatih datang.


Tak berapa lama pak Herman selaku pelatih tim basket datang


dan membagi tim menjadi dua untuk melakukan latihan pertandingan.


Saat pertandingan Davian bermain lebih aktif dan agresip


dari biasanya membuat rekan dan juga lawannya kewalahan di buatnya terutama


saat berhadapan dengan Rendi bahkan sampai waktu habis pun Davian masih


mendribel bola.


‘’Sepertinya Davian hari ini bersemangat sekali.’’Kata


Marsel ngos-ngosan,dia kakak senior yang tadi berhadapan dengan Davian.


‘’Lo bener,baru kali ini gue ngerasa latihan pertandingan


kaya pertandingan resmi.’’Keluh Satria mengatur nafas.


‘’Bener, dia terlalu bersemangat.’’Kata Kevin kakak senior


yang setim dengan Davian ikut bicara.


Diki yang tidak terlalu jauh dari para senior itu


mendengarnya hanya tersenyum aneh,sebenarnya dia juga baru pertama kali melihat


permainan Davian yang seperti itu,bahkan saat pertandingan antar SMA pun Davian


tidak pernah bermain seperti ini.


‘Apa mungkin dia sedang melampiaskan kekesalannya.’Pikir


Diki,dia memperhatikan saat Davian berhadapan dengan Rendi Davian bermain lebih


agresip.


‘’Semuanya waktunya istirahat.’’Teriak Satria pada anggota


tim yang lainnya.


Adel segera membagikan minuman kepada semua anggota tim.


‘’Davian waktunya istirahat.’’Teriak Diki pada Davian.


Davian tak mengburis ucapan Diki dan terus saja mengderibel


bola.


‘’Loh Davian tak istirahat.’’Tanya Adel pada Diki.


‘’Tau tuh,malah terus bermain.’’Jawab Diki


‘’Mungkin kalau lo yang panggil dia mau berhenti.’’Goda


Diki.


Adel menghampiri Davian agak ragu di rumah saja kalau Adel


di suruh memanggil Davian untuk makan malam Davian selalu acuh tak acuh .


‘’Vian kapten menyuruh untuk istirahat.’’Kata Adel ,dia


berdiri cukup dekat dengan Davian.


‘’Yang lain sudah istirahat.’’Tambahnya.


Davian tak menggubris perkataan Adel dan terus saja


menggiring bola,


‘’Apa lo ngak capek.’’Kata Adel ,


‘’Berisik.’’Kata Davian acuh dan meningggalkan Adel ikut


bergabung dengan yang lain.


‘’Hah.’’Adel menghela nafas dia tau bakal begini.


Adel berjalan menggambil tasnya dan mengeluarkan bekal yang


di berikan Reno.


‘’Lo membawa bekal yah .’’Tanya Rendi


‘’Ini di kasih sama teman tadi pagi tapi siang gue lupa


memakannya jadi baru di makan sekarang.’’Jelas Adel ,dia membuka kotaknya dan


memakannya.


‘’Pasti itu dari Reno yah.’’Kata Diki mendekati Adel


Kemarin malam dia memberitau Reno tentang Adel dan


Davian,dia tau persis seperti apa sifat Reno biar bagaimana pun dia dan Reno


sering berdebat dari kecil jadi dia sangat hapal dengan kelakuan Reno.


‘’Darimana lo bisa tau.’’Kata Adel sedikit kaget


‘’Jangan jangan lo itu peramal atau lebih parah seorang


pengungtit .’’Tuduh Adel sambil menunjuk Diki.


‘’Sembaranga aja lo,ganteng ganteng gini di bilang


penguntit.’’Kata Diki tak terima.


Davian memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan


mereka,Diki melihat Davian yang memperhatikan mereka dia tersenyum misterius.

__ADS_1


‘Tak ada salahnyakan memanaskan api yang sedang panas.’Pikir


Diki.


‘’Apa masakannya enak.’’Kata Diki sambil melirik kearah


Davian.


‘’Enak banget.’’Kata Adel senangnya


‘’Beneran .’’Tanya Diki lagi.


‘’Lo mau coba,nih.’’Kata Adel dengan polos  menyodorkan sendok berisi makanan ke arah Diki,dia


tak menyadari tindakan membuat seseorang  tambah kesal.


‘’Em enak Reno pandai juga memasak gue baru tau.’’Kata Diki


setelah mengunyah makanan yang di beri Adel.


‘’Iyah kan enak.’’Kata Adel sambil tersenyum.


‘’Davian lo mau coba juga.’’Kata Adel polos tak menyadari


raut wajah Davian,dia menyodorkan sendok berisi makanan pada Davian.


Davian tak menggubris Adel dan pergi meninggalkan lapangan


basket menghiraukan teman setimnya dan tak memjawab pertanyaan dari Satria dia


berjalan keluar dan membanting pintu cukup keras.


BRAAAKK


Mereka yang ada di lapangan di buat kaget  dan bingung dengan tindakan yang Davian


lakukan kecuali Diki yang sedang menahan tawa.


‘’Ada apa dengan Davian.’’Tanya Satria binggung.


‘’Entah.’’Kata Marsel dan yang lain hanya mengangkat bahu.


‘’Sepertinya Davian sedang kesal.’’Kata Adel yang masih


melihat ke arah pntu yang Davian benting,karna Adel tau kalau Davian sedang


kesal dia sering melihat dan merasakan kekesalan Davian.


‘’Tapi kenapa yah.’’Kata Adelpolos ,dia binggung kenapa


Davian kesal.


‘’Buhahahahahhah.’’Diki sudah tidak bisa menahan tawanya


betapa polosnya Adel.


Semua orang melihat ke arah Diki yang tertawa terbahak bahak


mereka heran melihat Diki yang tertawa padahal tak  ada yang lucu.


‘’Lo kenapa Dik.’’Tanya Rendi.


‘’Engak panas.’’Kata Luki menenpelkan tangannya di dahi


Diki.


Diki masih tertawa mengabaikan pertanyaan senior dan teman


seangkatannya ,dia memegangi perutnya yang mulai sakit karna terlalu banyak


tertawa.


‘’woy Diki sadar sadar.’’Kata Satria sambil mengguncang


guncang tubuh Diki.


‘’Maaf haha gue hanya haha teringat hal lucu saja


hahaha.’’Kata Diki di sela sela tawanya.


‘’Oke,kita akhiri lahihan hari ini.’’Kata Satria membubarkan


mereka.


Adel melihat Davian yang belum pulang ,dia menghampiri


Davian untuk mengajaknya pulang bersama karna kedua temannya sudah pulang


duluan dan lagi ini sudah sore.


‘’Davian.’’Panggil Adel,Davian hanya menoleh saja lalu


berbalik lagi.


‘’Lo belum pulang.’’Kata Adel basa basi,tapi Davian diam


saja.


‘’Apa boleh gue ikut pulang bersama lo.’’Kata Adel tapi


Davian masih diam.


‘’Davian apa…..’’Perkataan Adel terpotong saat Laura datang.


‘’Hai Dav ,sorry nunggu lama Yah.’’Kata Laura ,berdiri di


samping Davian sambil tersenyum.


‘’Enggak kok.’’Jawab Davian.


‘Dari tadi gue ngomong enggak di balas tapi girilan dia


langsung di jawab.’Pikir Adel sendu.


‘’Yuk kita langsung pergi.’’Kata Laura.


Selesai latihan tadi Laura menghampiri Davian untuk mengajaknya


pulang bersama dan Davian menyetujuinya tapi tadi dia di panggil dosen

__ADS_1


membuatnya baru datang. Laura menyadari kalau mereka tak hanya berdua saja.


‘’Siapa dia pacar lo.’’Tanya Laura karna setaunya Davian tak


pernah dekat dengan cewek dan akan langsung pergi kalau tidak penting. Davian


menengok ke Adel.


‘’Bukan.’’Kata Davian singkat.


‘’Benarkah,eh seperti kita pernah bertemu.’’Kata Laura


mengenali Adel


‘’Yang waktu di kantinkan.’’Tambahnya setelah mengingatnya.


‘’Gue Laura salam kenal.’’Laura mengulurkan tangannya.


‘’Adelia.’’Adel menjabat tangan Laura.


‘’Ayo kita pergi ini sudah sore.’’Kata Davian melangkah meninggalkan


Adel.


‘’Sampai jumpa lagi.’’Laura melambaikan tangan dan pergi


menyusul Davian.


‘’Segitu tak suka kah lo sama gue Davian.’’Kata Adel sendu


melihat ke pergian Davian dan Laura.


‘’Kenapa juga segitu sulitnya untuk gue melepaskan perasaan


ini ke lo.’’Adel memukul mukul dadanya.


Adel buru buru menghapus air matanya yang mengaril dan


berusaha tersenyum kembali. Adel memutuskan pergi ke restoran ayahnya untuk


mengajaknya makan malam berdua sebelum pulang ke ruamah.


Marisa sedang memanggi beberapa lembar foto yang dia ambil


tadi siang di kampusnya Adel dan Davian yang dia ambil diam diam.


‘’Ada apa dengan mu mah,dari tadi papa perhatikan kamu diam


terus kaya ada yang di pikirkan.’’Tanya Marselo,dia beranjak dari meja kerjanya


menghampiri istrinya yang duduk di sofa.


‘’Foto apa ini?’’Marselo mengambil satu lembar foto yang ada


di meja.


‘’Tadi siang mama pergi ke kampusnya Davian ,mama penasaran


dengan klub yang di ikuti Adel dan Davian pas mama datang mama melihat Adel


yang mengumpulkan bola dan bantu temannya.’’Marisa menceritakan apa yang dia


lihat di kampus.


‘’Terus apa masalahnya.’’Tanya Marselo binggung.


‘’Masalahnya itu Davian tidak membantu Adel dia malah diam


saja dan membiarkan Adel di bantu teman laki laki setimnya.’’Kata Marisa


sedikit kesal


‘’Dan seperti dia itu menyukai Adel dari tatapannya mama


bisa tau kalau dia memang menyukai Adel.’’Kata Marisa.


‘’Kalau begini saingan Davian bertambah banyak belum lagi


sikap Davian ke Adel,bisa bisa Adel menyerah dan memutuskan untuk melupakan


Davian.’’Kata Marisa dengan sedih,dia sangat menyukai Adel dan berharap agar


Adel beneran bisa menjadi menantunya.


‘’Sudahlah mah,jangan sedih begitu belum tentu lelaki itu


menyukai Adel kan .’’Kata Marselo menghibur Marisa.


‘’Bagaimana kalau itu beneran?’’Tanya Marisa.


‘’Kita do’akan saja agar Davian dan Adel dapat


berjodoh.’’Kata Marselo menyakinkan istrinya.


‘’Kalau itu sih mama selalu mendo’akannya.’’Kata Marisa.


‘’Tidak bisa mama harus menanyakan ini pada Adel.’’Kata


Marisa beranjak pergi menuju ke kamar Adel .


‘’Mah tunggu.’’Kata Marselo yang berusaha menghentikan


istrinya.


‘’Hais astaga.’’Marselo mengelengkan kepala, istrinya itu


kalau sudah memutuskan sesuatu pasti tak bisa di hentikan.


‘’Davian kapan kamu menyadari perasaan kamu,kalau begini


terus kamu bakal ke hilangan orang yang berjuang mencintaimu,semoga kamu cepat


menyadarinya supaya kau tidak akan menyesal saat dia menyerah untuk mencintaimu


lagi.’’Gumam Marselo .


Marisa mendatangi kamar Adel saat dia mau mengetuk pintu


kamar Adel, Marisa mendengar pembicaraan Adel dan kedua temannya dia sangat

__ADS_1


terkejut mendengar apa yang di beritaukan Adel.


__ADS_2