
‘’Apa?’’Kata Marisa.
‘’Tomi tolong kau pikirkan lagi dengan ke putusan mu itu.’’Bujuk
Marisa
‘’Benar,jangan terburu buru begitu.’’Timpal Marselo.
‘’Selo,Davian sebentar lagi akan menikah tidak baik jika
untuk Adel masih tinggal di sini.’’Kata Tomi memberi pengertian.
‘’Aku tidak mau membuatnya semakin sakit hati karna sering
melihat calon istri Davian datang ke rumah.’’Lanjutnya.
‘’Jadi lebih baik kami pindah lebih cepat,agar Adel bisa memlepaskan
perasaan .’’Kata Tomi tersenyum sendu.
‘’Hanya karna ada pembicaraan tentang perjodohan belum tentu akan
ada pernikahan juga.’’Kata Marselo.
‘’Davian itu masih anak anak jangan di ambil serius,dia masih
labil.’’Kata Marisa
‘’Tetap saja kami tidak nyaman apa lagi pada calon istri
Davian.’’Kata Tomi.
‘’Tomi.’’Pinta Marisa memelas.
‘’Aku benar benar berterima kasih pada kalian karna telah
menolong kami dua kali.’’Kata Tomi.
‘’Berkat mu rumah kami juga sudah selesai,aku tidak enak jika
terus menumpang di rumah mu.’’Lanjutnya.
‘’Tapi kan….’’Kata Marselo tapi Tomi tersenyum menyakin kan
Marselo.
Marselo tahu betul jika Tomi sudah tersenyum begitu artinya tak
ada siapa pun yang bisa membujuknya, kecuali mungkin putri kecilnya.
Daniel yang diam saja dari tadi melihat kakaknya masuk
kedalam di ikuti dengan Adel di belakang dengan basah kuyup.
‘’Kakak.’’Daniel berdiri menghampiri Davian dan Adel.
‘’Oh sayang! Apa yang terjadi pada kalian berdua?’’Tanya
Marisa yang berbalik saat melihat Daniel
menghampiri kakaknya sedikit terkejut melihat keduanya basaj kuyup.
‘’Kalian bisa kena flu,cepat naik dang anti baju kalian.’’Perintah
Marisa.
Adel mengangguk dan naik ke tangga di ikuti Davian.
‘’Kakak,Kak Adel dan om Tomi mau pindah.’’Kata Daniel membuat Davian berhenti
dan berbalik melihat kedua orang tuanya dan Tomi.
Tomi mengangguk sambil tersenyum mengiakan ucapan Daniel,begitu
pun dengan Adel yang tersenyum masam.
Davian menghela nafas lalu menggenggam tangan Adel,menautkan
jari mereka, Adel yang kebingungan dengan tidakan Davian menatap Davian lalu
menatap tangannya yang di genggam Davian.
‘’Ada yang ingin aku katakan.’’Kata Davian sambil menatap
Tomi,dia mengabaikan Adel yang sedang linglung karna tindakannya.
‘’Apa? Pada ku?’’Tanya Tomi menunjuk dirinya bingung dan di
balas anggukan oleh Davian.
‘’oke,ganti baju dulu,lalu….’’ Kata Tomi tapi di potong
Davian.
‘’Aku….ingin menikahi Adel.’’Kata Davian.
‘’Hah.’’Adel menganga tak percaya apa yang dia dengar.
‘’Apa?’’Teriak Marisa, Marselo dan Tomi bersama, mereka
terkejut dengan ucapan Davian hanya Daniel yang tak terkejut sama sekali dia
memutar matanya malas.
__ADS_1
‘Dari kemarin kemarin ke , kan enggak perlu ada drama dulu.’Batin
Daniel malas.
Karna sejak Daniel bilang kalau Davian menyukai Adel Marisa
menerornya untuk memberitahunya semua yang dia ketahui olehnya.
‘’Benarkah Davian?’’Tanya Marisa dengan berbinar senang.
‘’Iya,tapi tidak sekarang.’’Jawab Davian.
‘’Tunggu sampai lulus kuliah dulu dan perusahaan papa membaik
sepenuhnya,baru kami akan menikah.’’ Lanjutnya.
‘’Apa ayah akan menerimanya?’’Tanya Davian membuat semua tak
percaya bahkan Davian lansung menyebut Tomi ayah.
‘’A-apakah kamu serius tentang ini,Davian?’’Tanya Tomi.
‘’Ya.’’Jawab Davian yakin.
‘’Kamu pasti sudah tahu kalau Adel itu tak terlalu pintar
dalam segala hal.’’Tanya Tomi.
‘’Iya,aku tahu.’’Jawab Davian.
‘’Dia juga tidak terlalu cantik.’’Kata Tomi.
‘’Aku tahu.’’Jawab Davian.
Adel menganga kembali,cemberut saat ayahnya bilang dia tidak
cantik bahkan Davian menjawabnya dengan tegas.
‘’Dia juga ceroboh dan selalu membuat masalah serta kurang
tanggap.’’Kata Tomi lagi.
‘’itu keahliannya.’’Jawab Davian.
Marisa dan Marselo tersenyum kecil mendengar jawab Davian
sementara Adel semakin menekuk wajahnya kesal.
‘’Tapi meski begitu dia itu sangat manis dan selalu berusaha dengan
keras untuk mencapai sesuatu sampai dia bisa dan yang paling penting dia itu
pantang menyerah,dia juga punya sisi imut.’’ Tomi mengatakan hal positif
tentang Adel.
tersenyum kecil.
‘’Baiklah,karna Adel sangat mencintai mu maka aku merestui
mu.’’Jawab Tomi.
‘’Aaaahhhh.’’Marisa beretriak senang berlari menghampiri Adel
dan memeluknya.
‘’Adel.’’Marisa memeluk Adel seraya melompat lompat kecil.
‘’Oh aku sangat senang,ini hebat.’’Marisa melepaskan
pelukannya.
‘’Vian,kamu benar benar keren.’’Kata Marisa memuji Davian dan
menarik Adel.
Saking senangnya Marisa membawa Adel perputar putar lalu
memeluknya kembali. Marselo dan Tomi tertawa bersama ikut bahagian.
Davian tersenyum tulus malihat betapa bahagiannya mamanya dan
tertawa kecil melihat raut wajah Adel yang linglung.
Setelah berganti pakaian Adel berdiri di balkon sambil
tersenyum mengingat kejadian tadi.
Davian yang keluar setelah mandi menghampiri Adel saat
melihat nya berdiri di balkon.
‘’Kamu belum tidur?’’Tanya Davian dan berdiri di sisi Adel.
‘’Ah,iya.’’Jawab Adel sedikit terkejut.
‘’E’lo juga belum tidur?’’Tanya balik Adel.
‘’Aku ‘Kamu.’’Kata Davian bukan menjawab pertanyaan Adel.
‘’Hah.’’Kata Adel bingung.
‘’Jangan e’lo /gue lagi,mulai sekarang pake aku /kamu,paham.’’Kata
__ADS_1
Davian lembut.
‘’Oh.’’Adel mengangguk mengerti.
‘’Sepertinya hujannya telah berhenti.’’Kata Davian.
‘’Iya, karna hujannya telah berhenti,langitnya tampak jelas.’’Kata
Adel.
‘’Iyah,melihat bintang bintang terlihat idah setelah hujan.’’Kata
Davian dan Adel menyetujuinya.
‘’Kamu tidak kedinginan.’’Tanya Davian,Adel menggeleng.
‘’Kalau gitu aku tidur duluan.’’Davian beranjak dari
tempatnya namun Adel berbalik meraih lengan baju Davian membuat Davian berhenti
dan menatap Adel.
‘’Ada apa?’’Tanya Davian tapi Adel hanya tersenyum.
‘’Kenapa?’’Tanyanya lagi.
‘’Itu…aku pikir kalau kamu pergi tidur nanti saat pagi
tiba,kamu akan kembali menjadi Davian yang datar dan dingin lagi.’’Jawab Adel.
‘’Aku takut semua ini hanya mimpi dan paginya setelah bangun
kembali seperti dulu.’’Kata Adel menunduk .
‘’Kalau begitu kamu mau pergi tidur dengan ku malam ini.’’Kata
Davian menggoda Adel.
‘’Tidak….bukan seperti itu.’’ Tolak Adel.
‘’Baiklah,ayo kita di sini sebentar lagi.’’Davian membalik
tubuh Adel dan memeluknya dari belakang.
‘’Aku tidak menyangka kalau kamu akan menyukai ku.’’Kata Adel
sambil bersandar pada dada bidang Davian.
‘’Aku juga.’’Jawab Davian
‘’Aku menyukai mu.’’Adel berbalik memeluk Davian.
‘’Aku sangat sangat mencintai mu.’’Kata Adel lagi.
Davian mengusap lembut rambut Adel,dia tersenyum dan mencium
pucuk kepala Adel.
‘’Sepertinya,aku benar benar akan membawa mu tidur bersama
ku,malam ini.’’Kata Davian.
‘’Hah’’Kata Adel lalu mengangkat tubuh Adel.
‘’Hiaaat.’’Teriak Adel terkejut.
‘’Apa yang kamu lakukan Davian? Turunkan Aku.’’Kata Adel.
‘’Tidak akan.’’Jawab Davian lalu masuk ke dalam kamarnya.
Semetara itu di belakang sofa tanpa di ketahui oleh Davian
dan Adel,Marisa sedang merekam momen mereka dengan Daniel yang di seret Marisa
untuk ikut.
‘’mama,tolong hentikan .’’Kata Daniel yang jengah dengan
kelakuan mamanya.
‘’Sssttt,diamlah.’’Kata Marisa sambil cekikikan .
‘’Kalau kakak tahu dia akan marah.’’Kata Daniel.
‘’Mangkanya kamu harus diam.’’Jawab Marisa.
‘’Sudah ku duga bakal begini jadinya,hah.’’Gumam Daniel.
Davian menidurkan Adel di kasurnya lalu membaringkan dirinya
di samping Adel,menarik selimut menyelimuti tubuh mereka.
‘’Davian bagaimana kalau ketahuan sama om dan tante,kita kan
belum menikah.’’Kata Adel cemas.
‘’Tenang saja mereka tidak akan marah,malah mereka akan
senang.’’Jawab Davian dan memeluk Adel dari samping.
‘’Biarkan seperti ini dulu,karna besok kita membutuhkan
banyak energy untuk semua ini.’’Kata Davian yang menyamankan
__ADS_1
pelukannya.
‘’Hm.’’Balas Adel,dia mengerti maksud Davian lalu memejamkan matanya.