
Adel bangun lebih pagi untuk mempersiapkan bekal untuk
anggota tim basket dan sarapan untuknya dan Davian.
Dan juga Adel sudah kembali tinggal di rumah kediaman Pratama
lagi dari kemarin.
Atas saran Davian untuk menenangkan diri serta agar ayahnya
tidak curiga dan juga lebih dekat dengan kampus.
‘’Astaga! aku lupa membeli kotaknya.’’Adel menepuk dahinya.
‘’Terus gimana ini?.’’Tanya Adel entah pada siapa.
‘’Di lemari belakang ada beberapa toples yang di kumpulkan
mama,kamu bisa menggunakannya.’’Kata Davian yang datang untuk mengambil air.
‘’Benarkah!’’Kata Adel dengan mata bercahaya lalu dia pergi
mengambil toples di tempat yang Davian maksud.
‘’Tapi apa tidak apa –apa kalau aku memakainya.’’Kata Adel
bingung dia kan belum minta izin pada Marisa.
‘’Bukannya harusnya tadi kamu bicara seperti itu sebelum
berlari mengambilnya.’’Kata Davian yang berada di sampingnya.
‘’Hehe….maaf.’’Adel menggaruk pipinya.
‘Eh….kenapa aku minta maaf?’Pikir Adel
‘’Tenang saja mama tidak membutuhkannya.’’Davian mengeluarkan
toples.
‘’ini nantinya akan di daur ulang.’’Lanjutnya.
Adel pun mengambil toples
yang sudah di keluarkan Davian dan membawanya ke dapur dan meletakannya di
meja.
Adel melanjutkan acara memasaknya dan Davian dia duduk di pentri
memperhatikan Adel sambil menyesap kopi.
Untungnya hari ini dia masuk siang jadi dia bisa memasak
lebih ,setalah selesai masakannya Adel menaruhnya di meja dan dia segera
sarapan begitu pun Davian.
Setelah siap semua Adel dan Davian berangkat ke kampus
,mereka berangkat bersama seperti kemari membuat beberapa mahasiswa curiga
kalau mereka sudah jadian.
Adel berjalan sambil membawa sebuah dus di tangan dia
menghampiri kedua temannya yang sedang berada di taman.
Dia melihat Lili dan Tia sedang bercanda bersama dengan Diki
dan Fadli.
‘’Tumben –tumbenan kalian berempat kumpul bareng.’’Kata Adel
lalu meletakan dus yang di bawanya dan duduk di samping Fadli karna hanya di
sampingnya yang masih kosong.
‘’Kalian enggak lagi double datekan.’’Lanjutnya.
‘’Enak aja, enggak!’’Bantah Tia.
‘’Kita enggak ada hubungan kaya gitu.’’Kata Lili.
‘’Iyah juga enggak apa –apa.’’Kata Adel tersenyum menggoda.
‘’Gue malah seneng,temen –temen gue yang imut –imut ini
enggak jomblo lagi.’’Tambah Adel sambil menoel dagu Lili dan Tia.
‘’Apa –apa sih ,e’lo.’’Kata Lili ada sedikit rona merah di
pipinya.
‘’E’lo juga masih jomblo.’’Tambah Lili.
‘’Sesama jomblo enggak usah saling ledek.’’Kata Tia.
‘’Cie cie ada yang malu tuh.’’Goda Adel.
‘’Enggak jelas e’lo Del.’’Kata Lili sebal.
‘’Tau,aneh lo.’’Kata Tia.
‘’E’lo bawa apaan Del.’’Tanya Fadli sambil menatap dus yang
di dekat Adel.
‘’Oh ini,kotak bekal untuk anggota tim basket.’’Kata Adel
menatap dus di sampingnya.
‘’Jadi e’lo beneran bikini kita semua bekal.’’Tanya Diki.
‘’Iyah.’’Kata Adel.
‘’Itu yang buat e’lo semua,Del.’’Tanya Lili dan di angguki
Adel.
__ADS_1
‘’Kalau buat kita,ada enggak Del.’’Tanya Tia antusias.
‘’Sorry gue cuman buat tim basket doang.’’Kata Adel.
‘’yah.’’Desah Tia kecewa.
‘’Lagiankan kalian udah
sering gue bawain.’’Kata Adel.
‘’Kan itu beda ,Del.’’Kata Tia.
‘’Udah yuk!sebentar lagi kelas mulai.’’Kata Diki di berdiri
dan menarik tangan Lili pergi menuju kelas.
Adel,Tia dan Fadli saling menatap saat melihat Diki mengambil
tangan Lili dan menariknya pergi.
‘Katanya tidak ada hubungan,tapi malah bergandengan.’Pikir mereka bertiga
.lalu mereka juga pergi kekelas masing masing.
………
‘’Huuf.’’Adel menghembuskan nafasnya.
‘Kenapa jadi gugup gini,padahalkan gue cuman mau
memberitahukan untuk keluar klub doang.’Pikir Adel.
‘’Adel e’lo belum pergi ke klub.’’Tanya Tia yang heran karna
biasanya Adel langsung pergi setelah kelas selesai.
‘’Hehehe,kalau gitu gue pergi dulu yah.’’Adel bangkit dari
kursi lalu mengambil dusnya dan pergi menuju ruangan klub.
Saat Adel ke ruangan dia hanya melihat beberapa orang dia
menghampiri mereka dan meletakan tasnya.
‘’Yang lain belum datang.’’Tanya Adel.
‘’Mereka sudah ada di lapangan.’’Jawab Toni.
‘’Oh.’’kata Adel.
‘’Adel kamu bawa apa?’’Tanya Reno yang sudah selesai memasang
sepatunya.
‘’Ini bekal yang gue janjikan kemarin untuk kalian.’’Kata Adel.
‘’Wah asyik makan masakan Adel,aku sudah tidak sabar untuk
memakannya.’’Kata Reno semangat.
Tuk..
‘’Latihan dulu baru di kasih bekal.’’Satria memukul kepala
Reno.
seneng dikit.’’Jawab Reno yang di pelankan agar Satria tidak mendengarnya.
‘’Kalau gitu aku ke lapangan dulu yah, Adel.’’Kata Reno pada
Adel dengan senyum.
‘’iyah.’’Kata Adel
‘’Ayo kalian cepat kumpul di lapangan sebentar lagi pak
Gunawan datang.’’Kata Satria memerintah.
Mereka pun segera ke lapangan begitu pun Adel sambil
mendorong troli berisi air minum dan handuk untuk pemain.
Tak berapa lama pak Gunawan datang dan mereka mulai latihan
dan dilanjut dengan latih tanding antara senior dan junior.
Adel berdiri di samping lapangan sambil mengamati lalu dia
berjalan menghampiri Reno yang duduk di bangku cadangan sambil menyemangati
teman –temannya.
‘’Reno.’’Panggil Adel.
‘’Yah Adel ada apa?’’Reno menoleh ke samping.
‘’E’lo mau berjanji satu hal sama gue.’’Kata Adel
‘’Janji apa?’’Tanya Reno
‘’Apapun yang terjadi e’lo jangan keluar dari klub.’’Kata
Adel.
‘’Emang kenapa.’’Tanya Reno bingung.
‘’Tidak apa apa gue cuman mau e’lo berjanji.’’Kata Adel.
‘’Tapi kenapa dulu.’’Tanya Reno.
‘’Begini kalau e’lo mau berjanji.’’Jeda Adel.
‘’Nanti bakal gue buatkan bekal setiap hari sampai ternamen
selesai.’’Lanjutnya.
‘’Beneran .’’Kata Reno berbinar ,Adel mengangguk sambil
tersenyum.
__ADS_1
‘’Baiklah aku berjanji akan aku lakukan apa pun kemauan
mu.’’Kata Reno sambil menepuk dadanya.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel.
Adel sadar kalau dia keluar dari klub maka Reno juga pasti
akan keluar karna alasan Reno bergabung dengan klub adalah karna Adel.
Marsel mendengarkan obrolan Adel dan Reno dia mengerutkan
dahinya merasa ada yang aneh.
Pertantingan di menangkan oleh tim jenior lalu pak Gunawan memperintahkan
pada Satria agar mereka istirahat.
‘’Oke semuanya kita istirahat sekarang.’’Teriak Satria.
‘’Akhirnya.’’Kata Diki,dia menjatuhkan diri begitu pun yang
lainnya.
Adel membagikan air dan dia juga membagikan bekal yang di
buatnya tadi pagi.
‘’Akhirnya bisa makan bekal buatan Adel.’’Kata Reno
bersemangat.
‘’Ini bukan nasi goreng lagikan.’’Tanya Kevin.
Dan yang lain pun ikut memandangi kotak bekal mereka masing
masing.
‘’Tenang saja kak Kevin sekarang saya sudah bisa memasak
selain nasi goreng jadi jangan khawatir.’’Kata Adel.
‘’Tapi maaf kalau rasanya tidak sesuai serela
kalian.’’Tambahnya.
‘’Apa pun yang kamu masak akan aku makan sampai habis.’’Kata
Reno.
‘’Kalian kalau kalian tidak suka dengan masakan Adel berikan ke
gue biar gue habiskan.’’Tambah Reno.
‘’Adel,Davian kok tidak dapat?’’Tanya Diki saat melihat
Davian hanya mengengam botol air.
‘’Kemarin saat gue tanya Davian bilang enggak mau jadi gue
enggak membuatkannya.’’Kata Adel polos.
‘’Oh gitu yah.’’Kata Diki tersenyum aneh.
‘’E’lo kenapa?’’Davian jadi merinding melihat senyum Diki.
‘’Enggak apa apa .’’Diki membuka bekalnya.
‘’Spageti yah.’’Kata Diki lalu memakannya.
‘’Iyah bukannya kemarin e’lo bilang mau gue buatkan
spageti.’’Kata Adel.
‘’Bagaimana rasanya?’’Tanya Adel penuh harap.
‘’Enak.’’Kata Satria dan di angguki yang lain.
‘’luar bisa Adel.’’Kata Reno.
‘’Davian…’’Diki menyuapkan spageti pada Davian.
Hapmm
‘’Apa apaan sih e’lo.’’Kata Davian yang hampir tersedak.
‘’Bagaimana rasanya?’’Tanya Diki.
‘’Enak,tapi lebih enak masakan yang kemarin.’’Kata Davian
menelan spagetinya.
‘’Sudah pasti itu .’’Diki melanjutkan kembali makannya.
‘Kalau buat e’lo kan special.’Batin Diki.
Adel berdiri dia sedikit gugup, lalu menghela napas .
‘’Kapten,teman –teman.’’Kata Adel formal.
‘’Ada apa?’’Tanya Satria tidak biasanya Adel memanggilnya
kapten.
‘’Ada yang mau saya sampaikan.’’Adel menghela nafas tiba tiba
suasananya menjadi tegang.
‘’Saya mau keluar dari klub dan mengundurkan diri menjadi
menejer tim.’’Kata Adel dengan satu tarikan nafas.
‘’APAAAAA?’’Semuanya terkejut dengan perkataan Adel kecuali
Davian.
‘’MAAF YAH TERLAT UPDETNYA LEPTOP NYA ENTAH KENAPA SUSAH
NYALA.
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE SERTA KOMENNYA DAN JUGA LIKE.
SELAMAT MEMBACA !TERIMA KASIH ,BAY BAY