Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
40


__ADS_3

Reno bertanding melawan dua orang senior di klub basket


untuk bisa masuk ke klub. Reno memberi perlawan yang cukup bagus saat bermain


membuat Kevin dan Marsel ber semangat.


‘’Permain yang bagus.’’Kata Kevin yang sedang menghadang


Reno yang menggiring bola.


‘’Terima kasih untuk pujiannya.’’Balas Reno yang mencoba


memasukan bola ke dalam ring.


Reno berhasil memasukan bola membuat jarak skor di antara


Reno dan kevin serta Marsel menipis dan berhasil mengejar skor kedua seniornya


itu.


‘’Hebat juga bisa mengejar ketinggalan.’’Komentar Satria dan


di angguki senior yang lainnya.


‘’Reno itu juga anggota tim basket waktu di SMA,dia sering


mengantikan Bagas atau Sandy.’’Kata Diki


‘’Benarkah.’’Kata Ikbal


‘’Iyah,apa lagi ini menyangkut soal Adel dia pasti tidak


akan mau kalah.’’Kata Diki lagi.


‘’Memang kenapa kalau ada hubungannya dengan Adel.’’Tanya


Satria.


‘’Reno itu cinta mati dengan Adel ,dia sudah menggejar cinta


Adel dari kelas 10.’’Jelas Diki.


‘’Ah…cinta segitiga yah.’’Kata Satria,dia tau kalau Adel itu


cinta sama Davian.


‘’Empat.’’Kata Diki menunjukan jarinya dan matanya merilik


Davian dan Laura yang sedang mengobrol.


Satria tak mengerti apa yang di maksud Diki setelah melihat


matanya yang merilik Davian dan Laura dia akhirnya mengerti bahwa Laura masuk


dalam lingkar percintaan antara Reno,Adel dan Davian.


‘Kalau begini sih bakal berat untuk mendapatkannya kenapa


juga saingannya harus Davian.’Batin Satria.


‘Kurasa kita senasib Reno.’’Batin Satria sedih.


‘’Kalian sedang membicarakan apaan sih.’’Tanya Ikbal.


‘’Bukan urusan lo.’’Kata Satria kesal,karna harus bersaing


dengan Davian dan melampiaskannya pada Ikbal.


‘’Biasa aja kali enggak usah nyolot gitu.’’Kata Ikbal


‘Kenapa kak Satria kesel gitu yah apa dia suka dengan Adel


atau dengan Laura tapi ku rasa kalau dengan Adel tak mungkin deh.’Pikir Diki.


Disaat Satria dan Diki mengobrol pertandingan hampir selesai


dangan skor imbang dan sekarang Reno sedang menggiring bola dan memasukan


bolanya.


BRRAAAKKK


‘’YEEEEEEEEEE……….AKHIRRRRRNYA.’’Teriak Reno sambil


mengangkat kedua tangannya ke atas.


PLOKKKK  PLOKKK


PLOOKKK


Kevin dan Marsel bertepuh tangan dengan kemenangan Reno ya


walau skornya Cuma beda satu angka tapi itu pertandingan dua lawan satu, Satria


dan semua anggota tim basket kecuali Davian juga bertepuk tangan.


‘’Selamat mulai sekarang lo resmi jadi anggota tim


basket.’’Kata Satria mengulurkan tangan memberi selamat pada Reno.


‘’Terima kasih.’’Kata Reno yang membalas uluran tangan


Satria dengan senang.


‘’Selamat bro.’’Kata Diki sambil meninju lengan Reno pelan.


‘’Gue enggak butuh selamat dari e’lo.’’Kata Reno kesal.


‘’Kitakan jadi satu tim lagi,jangan kesel kesel gitu


napa.’’Kata Diki,Reno membalas dengan tatapan tajam.


‘’Woy woy santai,kenapa lo sewot mulu sama gue.’’Tanya Diki.


‘’Jangan pura pura lupa.’’Kata Reno.


‘’Pura pura lupa apaan sih geu enggak ngerti.’’Tanya Diki.

__ADS_1


‘’Lo itu udah nyolong mangga yang udah gue jaga baik baik


untuk Adel.’’Kata Reno sebal.


‘’Mangga yah.’’Kata Diki mengingat ngingat.


‘’Yah mangga yang gue bungkus plastic.’’Kata Reno lagi


‘’Ah…hahaha.. gue kan enggak tau kalau itu untuk Adel e’lo


sih enggak pake  tulisan’’mangga buat


Adel’’kan kalau gitu gue enggak bakal ngambil.’’Kata Diki menggangkat bahu.


‘’Serius lo enggak akan ngambil.’’Kata Reno menatap Diki.


‘’Em iyah.’’Kata Diki.


‘’seriusan.’’Kata Reno lagi.


‘’Iyah,benar.’’Kata Diki lagi.


‘’Bener bener serius.’’Kata Reno lagi.


‘’Oke…. oke  gue bakal


tetap ngambil,puas.’’Kata Diki,Reno hanya tersenyum mengejek.


‘’Kalian beramtem cuma soal mangga,sudahlah latihan


selesai.’’Kata Satria,dia pergi dari lapangan di susul yang lainnya.


Yang masih ada di lapangan cuman Diki,Davian,Laura,Reno dan


Adel yang sedang mengumpulkan bola basket,Reno menghampiri Adel dan


membantunya.


‘’Mulai sekarang aku juga anggota klub basket juga.’’Kata


Reno senang.


‘’Bagaimana.’’Tanya Reno,sambil memasukan bola ke keranjang.


‘’Apa.’’Kata Adel


‘’Maaf gue enggak denger.’’Kata Adel lagi.


‘Hah….sepertinya hari ini gue banyak melamun.’Pikir Adel.


‘’Sekarang aku juga anggota klub basket jadi aku bisa


membantu mu kalau ada masalah.’’Kata Reno.


‘’Hem.’’Adel hanya tersenyum.


Davian melirik Adel dan Reno yang sedang mengumpulkan bola


lalu berbalik  meninggalkan lapangan.


‘’Sampai jumpa lagi Diki.’’Kata Laura.


‘’Dah sampai jumpa.’’Kata Diki yang juga pergi meninggalkan


Adel dan Reno.


‘’Karna semuanya sudah beres saatnya kita pulang.’’Kata Reno


setelah menyimpan semua bola basket dan membersihkan lapangan.


‘’Del ,ayo kita pulang bersama.’’Ajak Reno.


‘’Lo pulang duluan aja masih ada hal yang harus gue


lakuin.’’Kata Adel.


‘’Apa  aku bantuin


yah.’’Kata Reno


‘’Enggak usah gue sendiri aja,makasih untuk hari ini.’’Kata


Adel,dia langsung berlari agar Reno tak mengikutinya.


‘’Adel tunggu.’’Teriak Reno sambil mengejar Adel.


Adel berlari dengan cepat  membuat Reno kehilangan jejak Adel.


‘Kemana perginya Adel yah.’Pikir Reno.


Setelah berkeliling dan tak menemukan Adel, Reno memutuskan


untuk  pulang berpikir mungkin Adel sudah


pergi dan tak  ada lagi di lingkungan


kampus.


Adel yang berlari tak sadar sudah berada di taman belakang


kampus,dia berjongkok sambil menyadarkan tubuhnya pada tembok.


‘’Hits……hits……hits….hwuuuaaaaaa.’’


Adel menangis cukup keras melampiaskan rasa sakit yang ada


di hatinya yang dari kemarin dia tahan.


Diki yang tidur di bawah pohon besar dekat Adel yang


menangis terbangun saat mendengar suara seorang wanita menangis.


‘’Kok ada suara wanita yang menangis sih.’’Kata Diki melihat


kekanan dan kirinya.


‘’Gue  jadi merinding

__ADS_1


yah!.’’Katanya lagi.


‘’Tapi….mana ada setan sore sore gini,biasanyakan mereka


keluarnya tengah malam.’’Kata Diki,dia memegangi leher belakangnya.


‘’Lebih baik gue segera pulang.’’Diki berdiri dan keluar di


balik pohon.


Dia melihat Adel yang sedang menangis sambil menyembunyikan


wajahnya di antara lututnya.


‘’Itu orang kan.’’Kata Diki bersembunyi di balik pohon .


‘’Hits…..kenapa lo mengakar hits……begitu dalam hits…..sih


Davian.’’Adel memegangi lututnya menyembunyikan wajahnya.


‘’Davian,kenapa dia menyebut nyebut nama Davian.’’Diki


berbalik memberanikan diri untuk melihatnya lagi.


‘’Kenapa….hits begitu sulit……hits untuk menghapus


e’lo….hits…hits di hati gue.’’Kata Adel membuat nya menangis lebih keras lagi.


‘’Tapi….kalau di lihat lihat gue kaya kenal deh.’’Kata Diki


yang masih berdiri di balik pohon.


‘’Gue sudah tak hits….tau lagi harus bagaimana


hits….hits.’’Adel mengangkat wajahnya.


‘’Adel.’’Kata Diki setelah melihat Adel mengangkat wajahnya.


‘’Tak adakah hits…..kesempatan untuk gue


hits…..hits….hits.’’Adel menundukan lagi wajahnya dan terus mengeluarkan air


matanya.


‘’Kenapa gue jadi selalu menyaksikan wanita yang menangis


gara gara Davian.’’Kata Diki.


‘’Gue rasa cinta itu memang aneh .’’Gumam Diki.


‘’Saat hati kita di masuki satu nama tak perduli dia baik


atau tidak pada kita dan seberapa menyakitkannya hal itu kita tak bisa


melupakan nya begitu saja.’’Kata Diki.


‘’Meski pun ada seseorang di samping kita yang memperlakukan


kita lebih baik dari dia.’’Katanya lagi.


‘’Ada yang mudah datang dan sangat sulit untuk pergi ada


juga yang sulit datang tapi mudah pergi.’’Diki duduk kembali dan menunggu Adel


pulang.


‘’Cinta itu kaya jelangkung,datang tak di undang pulang tak


antar.’’Gumam Diki memejamkan matanya.


‘’Kok serem banget perumpamaannya.’’Kata Diki yang langsung


membuka kembali matanya.


Setelah puas menangis Adel pergi dari taman belakang ,walau


dia tak mau mempelihatkan mata sembabnya dia harus segera pulang dan membuat


orang rumah khawatir.


Selepas Adel pergi Diki juga pergi dan mengikuti Adel ,dia


sedikit khawatir dengan keadaan Adel . Dan betapa terkejutnya Diki saat melihat


Adel masuk ke dalam rumah Davian.


‘’Mereka tinggal satu atap.’’Kata Diki terkejut.


‘’Sejak kapan.’’Katanya lagi.


‘’Tunggu….waktu itu Lili bicara soal Davian yang mengajar


kelas mereka dan Adel yang selalu memberi bekal saat Davian mengajari


mereka.’’Kata Diki mengingat perkataan Lili dan Tia.


‘’Jadi mereka sudah tinggal satu atap dari SMA.’’Kata Diki.


‘’Sudahlah itu urusan mereka.’’Diki melajukan motornya pergi


meninggalkan rumah Davian.


‘’Lo kenapa.’’Tanya Davian yang berpapasan dengan Adel di


tangga saat Adel mau pergi ke kamarnya.


‘’Mata lo sembab,e’lo habis nangis yah.’’Kata Davian


‘’Bilang pada tante Marisa gue enggak akan ikut makan


malam,gue udah makan di luar.’’Bukannya memjawab pertanyaan Davian,Adel malah langsung


naik ke atas tampa melihat Davian.


Davian memandang punggung Adel dengan tatapan yang sulit di


artikan dan tampa dia sadari tangannya terkepal erat saat Adel pergi menjauh.

__ADS_1


__ADS_2