Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
104


__ADS_3

Setelah mengatakan hal yang membuat teman temannya terbengong


seperti orang bodoh ,Davian pergi seolah apa yang di ucapkan bukan apa apa.


‘’Wah,Davian e’lo……..eh kemana tuh anak.’’Kata Diki yang


pertama sadar.


‘’Benar –benar Kelewatan! udah bikin syok orang, malah pergi


begitu saja.’’Tunjuk Fadli ke arah Davian yang sudah lumayan jauh.


‘’Davian!.’’Diki berlari menyusul Davian.


‘’Lebay bangat sih,gitu aja syok.’’Kata Tia mengejek Fadli.


‘’E’lo juga kaget tadi.’’Kata Fadli.


‘’Enggak tuh!siapa yang bilang.’’Bantah Tia.


‘’Dasar buntel,tidak mau ngaku lagi.’’Kata Fadli.


‘’Apa e’lo bilang?!’’Teriak Tia yang marah di sebut buntel.


‘’Ehh…..hehehe,kaburrr.’’Kata Fadli dengan jurus langkah


seribu.


‘’Awas e’lo yah!.....Kemari kau sialan!’’Tia berlari mengejar


Fadli ,jadi terjadilah kejar kejaran antara Fadli dan Tia yang terus mengatakan


‘ampun’ pada Tia.


‘’Sudahlah jangan usuri pasangan gila di sana.’’Kata Lili.


‘’Lebih baik e’lo fokus saja dengan ujian,e’lo bilang


ujiannya ada dua tahapkan.’’Lanjut Lili yang menggalihkan mata Adel dari Tia


dan Fadli.


‘’Iyah,yang pertama ujian tertulis dan kedua ujian


wawancara,kata kak Nina kita bakalan di suruh melakukan pertolongan pertama


gitu.’’Jawab Adel.


‘’Ribet juga yah?’’Kata Reno


‘’Guys,gue masuk dulu sebentar lagi mulai.’’Kata Adel melihat


jam di tangannya.


‘’Iyah,semangat mengerjakan ujiannya.’’Kata Reno memberi


semangat.


‘’Jangan terlalu gugup santai saja,gue yakin e’lo pasti


bisa.’’Kata Rendy.


‘’Baca pelan pelan dan jangan tergesa gesa,kerja keras pasti


tidak akan membohongi,jadi semangat.’’Andreas mnegacak acak rambut Adel sambil


tersenyum.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel yang tersipu dengan perlakuan


manis Andreas.


‘Beraninya dia menyentuk rambut Adel.’Batin Reno dan Rendy


menatap tajam pada Andreas.


‘’Kalian juga terima kasih.’’Adel melihat Reno dan Rendy.


Mereka tersenyum sambil menyembunyikan kekesalan karna ulah


Andreas.


Bisa mereka lihat senyum sinis yang terlihat di berikan pada


mereka.


‘’Del,e’lo jangan pikirin serius ucapan Davian tadi


yah.’’Kata Lili yang tak ingin Adel masuk lagi pada pesona Davian.


‘’Iyah,terima kasih.’’Balas Adel lalu masuk kedalam.


‘’Eh,Adel mana?’’Tanya Tia yang sedang menyered Fadli.


‘’Dah masuk.’’Jawab Lili.


‘’Yah gue kan belum memberi semangat pada Adel.’’Kata Tia


kecewa.


‘’Salah e’lo malah kejar kejaran sama Fadli,kaya film India


aja.’’Kata Lili.


‘’Itu kan salah Fadli yang mulai.’’Kata Tia menuduh Fadli.


‘’lho,kok gue yang di salahin ,kan e’lo yang ngejar gue


duluan.’’Kata Fadli tak terima di tuduh.


‘’Gue ngejar e’lo karna e’lo yang lari duluan,jadi salah


e’lo.’’Kata Tia tak mau kalah.

__ADS_1


‘’Ya..ya..ya,wanita itu emang selalu benar.’’Kata Fadli


malas.


‘’Tuh tahu.’’Balas Tia.


‘’Udahlah gue enggak mau ngurusin kalian,lebih baik gue


pergi.’’Kata Lili,dia pergi mencari Diki yang mengejar Davian.


‘’Kalian enggak akan pulang.’’Tanya Fadli pada Reno dan yang


lain.


‘’Sstt,apa kita ketinggalan sesuatu?’’Tanya Fadli pelan pada


Tia,saat melihat aura permusuhan diantara Reno dan Rendy pada Andreas.


‘’Entahlah,kayanya gitu.’’Jawab Tia,yang mengerti maksud


Fadli.


‘’Kita pergi yuk.’’Ajak Tia.


‘’Yuk,gue enggak tahan.’’Jawab Fadli lalu mengandeng tangan


Tia pergi menjauh dari mereka bertiga.


Stelah lama aksi saling tatap mereka langsung pergi begitu


saja tanpa mengatakan apa pun.


…..


‘’Woy Dav,kenapa e’lo kabur.’’Kata Diki setelah berhasil


menyusul Davian


‘’Siapa yang kabur.’’Tangan Davian terhenti saat akan membuka


pintu mobil.


‘’E’lo lah malah pergi begitu saja setelah mengatakan hal


yang menghebohkan.’’Jawab Diki.


‘’Hm,gue cuman menyampaikan fakta.’’Kata Davian sambil


menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


‘’Percaya diri banget e’lo.’’Balas Diki.


‘’Apa gue salah?’’Kata Davian datar.


‘’Rasa pengen gue tabok tuh muka datarnya.’’Kata Diki pelan.


‘’Enggak salah sih,mungkin sekarang Adel masih menyukai e’lo


‘’Hati manusia itu tidak seperti computer yang kalau sudah di


program akan seperti itu sampai rusak.’’Kata Diki.


‘’Hati manusia itu lebih rumit dari apa pun,karna kita tak


bisa melihatnya.’’Lanjutnya.


‘’Sejak kapan e’lo jadi orang bijak.’’Kata Davian.


‘’Gue bukan orang bijak atau sok bijak,tapi gue cuman


mengingatkan.’’Balas Diki.


‘’Jangan sampai e’lo menyesal hanya karna gensi atau karna


terlalu banyak pertimbangan.’’Lanjutnya.


‘’Kelihatannya kak Andreas seriusan dengan Adel dan perlakuana


yang dia berikan,gue yakin Adel perlahan pasti akan menyukainya.’’Kata Diki


memans manasi.


‘’Belum lagi Reno dan Rendy! yah walau usaha mereka tidak


seagresif kak Andreas.’’Lanjutnya.


‘’Sebenarnya apa yang mau e’lo bilang.’’Kata Davian datar.


‘’Cih jangan sok berlaga  enggak ngerti,Davian.’’Kata Diki.


‘’Lagian gue tuh bingung dengan elo kalau e’lo enggak suka


dengan Adel terus ngapai e’lo mencium Adel diam diam pas dia tertidur dan


selalu datang saat Adel ada masalah.’’Kata Diki.


‘Davian mencuim Adel diam diam.’Batin Lili terkejut yang tak


sengaja mendengar saat Akan menghampiri Diki.


Lili memutuskan bersembunyi untuk menguping pembicaraan


mereka.


‘’Bukan urusan e’lo.’’Jawab Davian.


‘’Gue enggak punya kewajiban  untuk mengatakan nya pada e’lo kan.’’Kata Davian lalu masuk ke mobil dan


menlajukannya meninggalkan Diki.


‘’Heh,dasar kepala batu! Apa e’lo bakal mengakuinya kalau


Adel mendapatkan lamaran dari laki laki lain.’’Kata Diki cukup karas.

__ADS_1


‘’Eh sayang sejak kapan kam di sini?’’Kata Diki yang


mendapati Lili saat dia berbalik.


‘’Sejak tadi.’’Jawab Lili.


‘’Apa kamu mendengar semuanya?’’Tanya Diki.


‘’Tidak ,cuman pas kamu bilang Davian mencium Adel diam diam


pas tidur.’’Kata Lili.


‘’Ah…haha’’Diki menggaruk pipinya yang tak gatal.


‘Sial!kanapa dengernya pas di bagian bilang itu sih,gue harus


bilang apa coba.’Pikir Diki.


‘’Itu….ngimana bilangnya yah!.’’Kata Diki bingung.


‘’Hah…akan aku ceritakan. ’’Kata Diki pasrah.


Diki pun menceritakan pas kejadian Davian mencium  Adel di penginapan pas mereka latihan dulu.


…….


Seorang penguji ujian menaruh  kertas ujian,Adel berdo’a dahulu sebelum


menbuka kertas soal.


‘’Ayo semangat Adel,kau pasti bisa.’’Kata Adel sepelan


mungkin.


Dia menghela nafas dan mulai mengerjakan soal soal ujian


dengan tenang dan hati hati.


Setelah menyelesaikan ujian tertulis Adel sedang menunggu


giliran untuk ujian tahap kedua,dia benar benar gelisah.


‘’Adelia Putri.’’Panggil stap pengawas.


‘’Iyah.’’Adel berdiri menghapiri.


‘’Masuk.’’Katanya.


Adel membuka pintu dan masuk kedalam,setelah menyebut namanya


dia duduk di kursi di depan pewawancara.


‘’Ah…rupanya si siput.’’Katasalah satu pewawancara.


‘’Siput.’’Adel mengdongkak melihat ke depan dan terkejut


melihat orang yang pernah ada di wawancara dia saat masuk kuliah.


‘’Seperti kau sangat suka tantangan yah.’’Katanya,Adel hanya


tersenyum menanggapinya.


‘Kenapa orang itu jadi pewawancara ku lagi.’Batin Adel tambah


gelisah.


‘’Setelah susah paya masuk perguruan tinggi sekarang kau mau


menantang ke jurusan perawatan.’’Katanya.


‘’Iyah.’’Jawab Adel.


‘’Baiklah kita lihat.’’Katanya.


‘’Tindakan cepat dan akurat untuk CPR bisa meningkatkan


kemungkinan besar hidup 3 kali lebih besar.’’Katanya.


‘’Tapi,jika di lakukan dengan salah bisa menyebabkan


meninggal.’’Lanjutnya.


‘’Di kehidupan nyata ada kasus di mana seseorang memberikan


CPR pada orang yang jantungnya sudah berhenti berdetak.’’Katanya menerangkan.


‘’Jika mereka melakukan hal yang salah mereka bisa masuk


penjara.’’Lanjutnya.


‘’Benarkah? Bukannya itu di lakukan agar seseorang bisa


hidup.’’Kata Adel terkejut mendengarnya.


‘’Banar,pembunuh tetap pembunuh.’’Jelasnya.


‘’Pembunuh.’’Kata Adel gelisah.


‘’Jadi,sekarang apa yang akan kamu lakukan jika hal itu


terjadi pada dirimu.’’Katanya.


‘’Jika seseorang bisa mati atau hidup saat di berikan CPR


yang bisa aku lakukan hanya mencobanya berharap dia hidup.’’Jawab Adel


‘’Begitu….kalau begitu silahkan coba.’’katanya.


Dengan hati yang berdeguk Adel berdiri dari kursi dan


menhampiri sebuah boneka yang ada di depannya.


‘Adel tenang kau sudah sering latihan.’Batin Adel

__ADS_1


__ADS_2