
Setelah mengatakan hal yang membuat teman temannya terbengong
seperti orang bodoh ,Davian pergi seolah apa yang di ucapkan bukan apa apa.
‘’Wah,Davian e’lo……..eh kemana tuh anak.’’Kata Diki yang
pertama sadar.
‘’Benar –benar Kelewatan! udah bikin syok orang, malah pergi
begitu saja.’’Tunjuk Fadli ke arah Davian yang sudah lumayan jauh.
‘’Davian!.’’Diki berlari menyusul Davian.
‘’Lebay bangat sih,gitu aja syok.’’Kata Tia mengejek Fadli.
‘’E’lo juga kaget tadi.’’Kata Fadli.
‘’Enggak tuh!siapa yang bilang.’’Bantah Tia.
‘’Dasar buntel,tidak mau ngaku lagi.’’Kata Fadli.
‘’Apa e’lo bilang?!’’Teriak Tia yang marah di sebut buntel.
‘’Ehh…..hehehe,kaburrr.’’Kata Fadli dengan jurus langkah
seribu.
‘’Awas e’lo yah!.....Kemari kau sialan!’’Tia berlari mengejar
Fadli ,jadi terjadilah kejar kejaran antara Fadli dan Tia yang terus mengatakan
‘ampun’ pada Tia.
‘’Sudahlah jangan usuri pasangan gila di sana.’’Kata Lili.
‘’Lebih baik e’lo fokus saja dengan ujian,e’lo bilang
ujiannya ada dua tahapkan.’’Lanjut Lili yang menggalihkan mata Adel dari Tia
dan Fadli.
‘’Iyah,yang pertama ujian tertulis dan kedua ujian
wawancara,kata kak Nina kita bakalan di suruh melakukan pertolongan pertama
gitu.’’Jawab Adel.
‘’Ribet juga yah?’’Kata Reno
‘’Guys,gue masuk dulu sebentar lagi mulai.’’Kata Adel melihat
jam di tangannya.
‘’Iyah,semangat mengerjakan ujiannya.’’Kata Reno memberi
semangat.
‘’Jangan terlalu gugup santai saja,gue yakin e’lo pasti
bisa.’’Kata Rendy.
‘’Baca pelan pelan dan jangan tergesa gesa,kerja keras pasti
tidak akan membohongi,jadi semangat.’’Andreas mnegacak acak rambut Adel sambil
tersenyum.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel yang tersipu dengan perlakuan
manis Andreas.
‘Beraninya dia menyentuk rambut Adel.’Batin Reno dan Rendy
menatap tajam pada Andreas.
‘’Kalian juga terima kasih.’’Adel melihat Reno dan Rendy.
Mereka tersenyum sambil menyembunyikan kekesalan karna ulah
Andreas.
Bisa mereka lihat senyum sinis yang terlihat di berikan pada
mereka.
‘’Del,e’lo jangan pikirin serius ucapan Davian tadi
yah.’’Kata Lili yang tak ingin Adel masuk lagi pada pesona Davian.
‘’Iyah,terima kasih.’’Balas Adel lalu masuk kedalam.
‘’Eh,Adel mana?’’Tanya Tia yang sedang menyered Fadli.
‘’Dah masuk.’’Jawab Lili.
‘’Yah gue kan belum memberi semangat pada Adel.’’Kata Tia
kecewa.
‘’Salah e’lo malah kejar kejaran sama Fadli,kaya film India
aja.’’Kata Lili.
‘’Itu kan salah Fadli yang mulai.’’Kata Tia menuduh Fadli.
‘’lho,kok gue yang di salahin ,kan e’lo yang ngejar gue
duluan.’’Kata Fadli tak terima di tuduh.
‘’Gue ngejar e’lo karna e’lo yang lari duluan,jadi salah
e’lo.’’Kata Tia tak mau kalah.
__ADS_1
‘’Ya..ya..ya,wanita itu emang selalu benar.’’Kata Fadli
malas.
‘’Tuh tahu.’’Balas Tia.
‘’Udahlah gue enggak mau ngurusin kalian,lebih baik gue
pergi.’’Kata Lili,dia pergi mencari Diki yang mengejar Davian.
‘’Kalian enggak akan pulang.’’Tanya Fadli pada Reno dan yang
lain.
‘’Sstt,apa kita ketinggalan sesuatu?’’Tanya Fadli pelan pada
Tia,saat melihat aura permusuhan diantara Reno dan Rendy pada Andreas.
‘’Entahlah,kayanya gitu.’’Jawab Tia,yang mengerti maksud
Fadli.
‘’Kita pergi yuk.’’Ajak Tia.
‘’Yuk,gue enggak tahan.’’Jawab Fadli lalu mengandeng tangan
Tia pergi menjauh dari mereka bertiga.
Stelah lama aksi saling tatap mereka langsung pergi begitu
saja tanpa mengatakan apa pun.
…..
‘’Woy Dav,kenapa e’lo kabur.’’Kata Diki setelah berhasil
menyusul Davian
‘’Siapa yang kabur.’’Tangan Davian terhenti saat akan membuka
pintu mobil.
‘’E’lo lah malah pergi begitu saja setelah mengatakan hal
yang menghebohkan.’’Jawab Diki.
‘’Hm,gue cuman menyampaikan fakta.’’Kata Davian sambil
menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
‘’Percaya diri banget e’lo.’’Balas Diki.
‘’Apa gue salah?’’Kata Davian datar.
‘’Rasa pengen gue tabok tuh muka datarnya.’’Kata Diki pelan.
‘’Enggak salah sih,mungkin sekarang Adel masih menyukai e’lo
‘’Hati manusia itu tidak seperti computer yang kalau sudah di
program akan seperti itu sampai rusak.’’Kata Diki.
‘’Hati manusia itu lebih rumit dari apa pun,karna kita tak
bisa melihatnya.’’Lanjutnya.
‘’Sejak kapan e’lo jadi orang bijak.’’Kata Davian.
‘’Gue bukan orang bijak atau sok bijak,tapi gue cuman
mengingatkan.’’Balas Diki.
‘’Jangan sampai e’lo menyesal hanya karna gensi atau karna
terlalu banyak pertimbangan.’’Lanjutnya.
‘’Kelihatannya kak Andreas seriusan dengan Adel dan perlakuana
yang dia berikan,gue yakin Adel perlahan pasti akan menyukainya.’’Kata Diki
memans manasi.
‘’Belum lagi Reno dan Rendy! yah walau usaha mereka tidak
seagresif kak Andreas.’’Lanjutnya.
‘’Sebenarnya apa yang mau e’lo bilang.’’Kata Davian datar.
‘’Cih jangan sok berlaga enggak ngerti,Davian.’’Kata Diki.
‘’Lagian gue tuh bingung dengan elo kalau e’lo enggak suka
dengan Adel terus ngapai e’lo mencium Adel diam diam pas dia tertidur dan
selalu datang saat Adel ada masalah.’’Kata Diki.
‘Davian mencuim Adel diam diam.’Batin Lili terkejut yang tak
sengaja mendengar saat Akan menghampiri Diki.
Lili memutuskan bersembunyi untuk menguping pembicaraan
mereka.
‘’Bukan urusan e’lo.’’Jawab Davian.
‘’Gue enggak punya kewajiban untuk mengatakan nya pada e’lo kan.’’Kata Davian lalu masuk ke mobil dan
menlajukannya meninggalkan Diki.
‘’Heh,dasar kepala batu! Apa e’lo bakal mengakuinya kalau
Adel mendapatkan lamaran dari laki laki lain.’’Kata Diki cukup karas.
__ADS_1
‘’Eh sayang sejak kapan kam di sini?’’Kata Diki yang
mendapati Lili saat dia berbalik.
‘’Sejak tadi.’’Jawab Lili.
‘’Apa kamu mendengar semuanya?’’Tanya Diki.
‘’Tidak ,cuman pas kamu bilang Davian mencium Adel diam diam
pas tidur.’’Kata Lili.
‘’Ah…haha’’Diki menggaruk pipinya yang tak gatal.
‘Sial!kanapa dengernya pas di bagian bilang itu sih,gue harus
bilang apa coba.’Pikir Diki.
‘’Itu….ngimana bilangnya yah!.’’Kata Diki bingung.
‘’Hah…akan aku ceritakan. ’’Kata Diki pasrah.
Diki pun menceritakan pas kejadian Davian mencium Adel di penginapan pas mereka latihan dulu.
…….
Seorang penguji ujian menaruh kertas ujian,Adel berdo’a dahulu sebelum
menbuka kertas soal.
‘’Ayo semangat Adel,kau pasti bisa.’’Kata Adel sepelan
mungkin.
Dia menghela nafas dan mulai mengerjakan soal soal ujian
dengan tenang dan hati hati.
Setelah menyelesaikan ujian tertulis Adel sedang menunggu
giliran untuk ujian tahap kedua,dia benar benar gelisah.
‘’Adelia Putri.’’Panggil stap pengawas.
‘’Iyah.’’Adel berdiri menghapiri.
‘’Masuk.’’Katanya.
Adel membuka pintu dan masuk kedalam,setelah menyebut namanya
dia duduk di kursi di depan pewawancara.
‘’Ah…rupanya si siput.’’Katasalah satu pewawancara.
‘’Siput.’’Adel mengdongkak melihat ke depan dan terkejut
melihat orang yang pernah ada di wawancara dia saat masuk kuliah.
‘’Seperti kau sangat suka tantangan yah.’’Katanya,Adel hanya
tersenyum menanggapinya.
‘Kenapa orang itu jadi pewawancara ku lagi.’Batin Adel tambah
gelisah.
‘’Setelah susah paya masuk perguruan tinggi sekarang kau mau
menantang ke jurusan perawatan.’’Katanya.
‘’Iyah.’’Jawab Adel.
‘’Baiklah kita lihat.’’Katanya.
‘’Tindakan cepat dan akurat untuk CPR bisa meningkatkan
kemungkinan besar hidup 3 kali lebih besar.’’Katanya.
‘’Tapi,jika di lakukan dengan salah bisa menyebabkan
meninggal.’’Lanjutnya.
‘’Di kehidupan nyata ada kasus di mana seseorang memberikan
CPR pada orang yang jantungnya sudah berhenti berdetak.’’Katanya menerangkan.
‘’Jika mereka melakukan hal yang salah mereka bisa masuk
penjara.’’Lanjutnya.
‘’Benarkah? Bukannya itu di lakukan agar seseorang bisa
hidup.’’Kata Adel terkejut mendengarnya.
‘’Banar,pembunuh tetap pembunuh.’’Jelasnya.
‘’Pembunuh.’’Kata Adel gelisah.
‘’Jadi,sekarang apa yang akan kamu lakukan jika hal itu
terjadi pada dirimu.’’Katanya.
‘’Jika seseorang bisa mati atau hidup saat di berikan CPR
yang bisa aku lakukan hanya mencobanya berharap dia hidup.’’Jawab Adel
‘’Begitu….kalau begitu silahkan coba.’’katanya.
Dengan hati yang berdeguk Adel berdiri dari kursi dan
menhampiri sebuah boneka yang ada di depannya.
‘Adel tenang kau sudah sering latihan.’Batin Adel
__ADS_1