Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
63


__ADS_3

‘’Jadi Davian tidak mau


mendengarkan penjelasan e’lo.’’Kata Lili


‘’Hm.dia hanya bilang ‘’semoga


beruntung’’ saja.’’Kata Adel sendu.


Setelah bel istirahat berbunyi Tia


menarik Adel dan Lili ke kantin tadi pagi dia belum sempat bertanya pada Adel


karna wajah Adel murung .


‘’Maksudnya apa?’’Kata Tia.


‘’Gue juga enggak tau.’’Kata Adel.


‘’Sudahlah Del,jangan sedih e’lo


kan bisa mencobanya lagi  nanti.’’Kata


Lili mencoba menghibur Adel.


‘’Anggap saja ini peluang lo untuk


membuktikan ke sungguhan lo pada Davian.’’Kata Diki.


‘’Bukannya Davian menantang lo


untuk mendapatkan nilai A di ujian kali ini,dari pada lo sedih terus dan


kehilangan kesempatan pengakuan Davian lebih baik lo pergunakan untuk belajar


biar dapat nilai bagus .’’Tambahnya dengan santai sambil memakan siomaynya.


Adel,Tia dan Lili menatap Diki


yang dengan santainya makan,mereka tak menyadari kapan Diki ikut bergabung di


meja mereka.


‘’Sedang apa lo di sini?’’Tanya


Adel.


‘’Makan.’’Jawab Diki.


Rasanya Adel ingin memukul Diki


mendengar jawabannya yah memang tak salah juga sih,tapi entah kenapa Adel ingin


memukulnya.


‘’Tumben,lo kan biasanya bareng


Davian.’’Kata Tia.


‘’Kenapa? e’lo di usir yah,gara


–gara jadi nyamuk.’’Tambahnya sedikit sinis.


‘’Gue itu bukan baby sisternya


Davian yang selalu mengikutinya kemana –mana,lagian Davian itu di panggil pak


Bagas ngapain juga gue ikut.’’Jawab Diki.


‘’Davian di panggil pak Bagas


kenapa?’’Tanya Adel khawatir,Diki melihat Adel yang khawatir pada Davian


menghela nafas.


‘Tadi aja melo –melo karna di


cuekin Davian sekarang malah mengkhawatirkannya,gue enggak ngerti pikiran orang


bucin.’Pikir Diki.


‘’Entahlah,e’lo enggak sedih


lagi.’’Tanya Diki mengalihkan agar tak di tanya –tanya lagi.


‘’Kalau menurut gue sih Davian itu


bukan tipe orang yang akan terpengaruh begitu saja dengan gossip atau apa


pun.’’Kata Diki.


‘’Jadi lo tenang saja anggap ini


tambahan tantangan Davian ke e’lo.’’Diki meminum jusnya.


‘’Terserah sih lo mau lanjut atau


nyerah .’’Tambahnya,Adel terdiam mendengar perkataan Diki.


‘Apa gue bisa melakukannya.’Pikir


Adel.


‘’Adelll.’’Reno berteriak


memanggil Adel menghampiri meja Adel dan yang lain.


‘’Apa bener kamu ciuman dengan


kapten?’’Tanya Reno memelas kecewa.


‘’Atau jangan -jangan kapten yang


memaksamu ciuman.’’Tanyanya lagi.


‘’Iya!Pasti kapten kan yang paksa


kamu ciuman.’’


‘’Iyakan.’’Lalu Reno mengambil


tisu basah untuk mengelap bibir Adel.


‘’Sini aku akan membersihkan bekas


ciumannya.’’Reno mengelap bibir Adel.


Saat Davian membeli minum dia


melihat dan mendengar apa yang Reno lakukan pada Adel dan saat Reno mengelap

__ADS_1


bibir Adel Davian mengepalkan tangannya sehingga botol minuman yang dia pegang


penyok.


‘Berani –beraninya dia


menyentuhnya milik gue.’Batin Davian marah dia menatap tajam Reno.


‘Apa yang barusan gue bilang


tadi,enggak gue enggak mungkin cemburu sama mereka.’Pikir Davian ,dia


menggelengkan kepala menyangkalnya lalu pergi dari kantin.


‘’Ihihh!apaan sih lo?gue sama kak


Satria itu enggak ciuman itu hanya salah paham doang.’’Sentak Adel yang kesal


dengan tindakan Reno.


‘’Seriusan itu bohong.’’Tanya Reno


memastikan.


‘’Iyah.’’Kata Adel kesal.


‘’Syukurlah,aku kira beneran


semaleman aku tidak bisa tidur saat mendengar itu.’’Kata Reno lega.


‘’Berlebihan banget sih lo,enggak


sekalian aja lo mandiin Adel pake kembang tujuh rupa.’’Kata Fadli yang jengah


dengan tindakan Reno.


‘’Kenapa lo Fad,mukanya kusut


banget.’’Tanya Tia melihat Fadli yang kusut.


‘’Noh,karna dia.’’Fadli menunjuk


Reno dengan dagunya.


‘’Dari semalam dia ganggu gue


mulu,gara – gara mendengar Adel ciuman dengan kak Satria.’’Kata Fadli.


‘’Hehehe.’’Reno hanya cengengesan


dan menggaruk pipinya yang tak gatal.


Setelah Fadli mengutarakan


kekesalannya pada Reno lalu mereka semua makan dengan tenang kecuali Diki yang


sudah pergi.


Karna sedang ujian semua kegiatan


klub di hentikan sementara supaya para murid bisa fokus belajar.


‘’Dav,lo mau pulang.’’Tanya Diki


‘’Iyah.’’Jawab Davian singkat ,dia


‘’Kenapa dengan dia?’’Tanya Diki


heran,dia menatap Laura yang belum pergi.


‘’Entah,habis di panggil pak Bagas


dia jadi gitu di ajak ngomong juga diam aja.’’Kata Laura.


‘’Oh,ya sudah gue duluan


dah.’’Kata Diki.


‘’Dah sampai jumpa.’’Sebenarnya


dia mau mengajak Davian pulang bareng tapi dari tadi Davian dingin banget tak


tersentuh jadi dia urungkan.


‘’Davian tunggu.’’Kata Diki


menghentikan Davian yang akan melajukan motornya.


‘’Ada perlu apa?’’Tanya Davian


datar.


‘’Kemarin lo pergi kemana pas Toni


bilang kapten mencium Adel?’’Tanya Diki.


‘’Bukan urusan lo.’’Kata Davian.


‘’E’lo enggak cemburukan pada


kapten karna hal itu.’’Diki menicingkan matanya pada Davian.


‘Ngapain cemburu pada senior


Satria.’Pikir Davian,dia mengingat pertemuannya dengan Satria kemarin malam.


Kilas balik.


Davian memutar –mutar gundamnya


dari tadi di tidak bisa fokus dan moodnya benar –benar buruk.  Dia pikir dengan merakit gundam kekesalannya


bisa hilang tapi nyatanya tidak berhasil.


Entah kenapa dia harus sekesal ini


saat mendengar Adel berciuman dengan kapten timnya dan dia juga melihat Adel


dan Satria berpelukan bahkan Satria terjatuh di atas tubuh Adel itu membuatnya


tambah kesal.


Drtt drrttt drttt


Davian melihat siapa yang


menghubungi terdapat nama Satria di layar teleponnya dengan enggan Davian


menangkat teleponnya.

__ADS_1


‘’Halo,ada apa senior menghubungi .’’Katanya langsung bahkan dia tidak memanggilnya


kapten tapi senior.


‘’Oh Davian bisa kita bertemu ada yang mau gue bicarakan ke e’lo.’’Kata


Satria ,dia langsung menelepon Davian setelah tau gossip Dia dan Adel dia enggak


mau terjadi kesalah pahamandi antara mereka.


‘’Tidak gue lagi sibuk.’’Kata Davian,jika dia bertemu dengan Satria


sekarang dia tidak bisa mengontol emosinya jadi dia menolaknya.


‘’Plis,ada hal penting yang mau gue bilang ke e’lo jadi bisa bertemu


sekarang juga.’’Kata Satria memaksa.


‘’Ini harus di bicarakan segera sebelum tambah runyam.’’Tambahnya.


‘’Baiklah kita bertemu di kafe.’’Kata Davian menyetujuinya,entah kenapa


perasaannya bilang kalau dia menolak dia akan menyesal,ini untuk pertama kalinya


dia mendengarkan kata hatinya.


‘’Terima kasih.’’Kata Satria senang lalu menutupnya.


Davian mengambil jaket dan kunci


motornya lalu berpamitan pada kedua orang tuanya,sekitar 10 menitan Davian


sampai ke kafe yang di maksud.


‘’Davian disini.’’Satria


menggangkat tangannya saat melihat Davian datang.


‘’Ada apa senior mengajak gue  bertemu.’’Kata Davian lalu duduk .


‘’Gue cuman mau jelasin soal gue


dengan Adel tadi sore.’’Kata Satria.


‘’Untuk apa senior menjelaskannya


sama gue.’’Kata Davian datar


‘’Gue sama Adel enggak ada


hubungan apa –apa jadi apa pun yang Adel dan senior lakukan enggak ada


hubungannya dengan gue.’’Tambahnya.


‘’Gue tau.’’Kata Satria.


‘’Tapi Adel itu cinta banget sama


lo jadi dia pasti sedih banget kalau tau lo salah paham.’’Tambahnya.


‘’Kenapa senior peduli sekali


dengan perasaannya Adel?’’Tanya Davian tangannya mengepal di bawah meja.


‘’Iyah karna Adel itu selalu bantu


gue dan kalau dia marah gue enggak bisa mengajak dia untuk menonton anime


lagi.’’Kata Satria.


‘’Anime.’’Gumam Davian.


‘’Jadi senior mau bicara


apa?’’Tanya Davian.


‘’Ah itu,gini apa yang di liat


Toni itu salah paham.’’Kata Satria.


‘’Gue itu enggak mencium


Adel,waktu itu Adel mengajari gue bagaimana caranya nembak Laura.’’Jelas


Satria.


‘’Jadi gue mempratekkannya pada


Adel tapi tidak menciumnya.’’Kata Satria lagi.


‘’Gue harap lo enggak marah sama Adel.’’Tambahnya.


‘’Begitu yah,apa masih ada yang


mau di bicarakan.’’Kata Davian tapi tak sedatar tadi.


‘’Enggak hanya itu yang mau gue


bilang ke e’lo.’’Kata Satria.


‘’Kalau gitu senior permisi gue


akan pulang.’’Davian berdiri dan pergi dia berhenti lalu dia membalikan


badannya.


‘’Terima kasih.’’Kata Davian


melanjutkan kembali jalannya.


KILAS BALIK SELESAI


‘’Enggak.’’Davian langsung


menjalankan motornya dan pergi meninggalkan Diki di parkiran.


‘’Kalau enggak cemburu terus


kenapa mukanya kesel gitu?’’Kata Diki heran.


‘’Kayanya Adel bukan hanya harus


mencairkan hati Davian tapi juga menghancurkan gengsinya juga.’’Kata Diki dia


memakai helmnya.


‘’Cinta kok gengsi.’’Tambahnya


lalu dia menghidupkan motornya dan pergi.

__ADS_1


__ADS_2