
‘’Jadi Davian tidak mau
mendengarkan penjelasan e’lo.’’Kata Lili
‘’Hm.dia hanya bilang ‘’semoga
beruntung’’ saja.’’Kata Adel sendu.
Setelah bel istirahat berbunyi Tia
menarik Adel dan Lili ke kantin tadi pagi dia belum sempat bertanya pada Adel
karna wajah Adel murung .
‘’Maksudnya apa?’’Kata Tia.
‘’Gue juga enggak tau.’’Kata Adel.
‘’Sudahlah Del,jangan sedih e’lo
kan bisa mencobanya lagi nanti.’’Kata
Lili mencoba menghibur Adel.
‘’Anggap saja ini peluang lo untuk
membuktikan ke sungguhan lo pada Davian.’’Kata Diki.
‘’Bukannya Davian menantang lo
untuk mendapatkan nilai A di ujian kali ini,dari pada lo sedih terus dan
kehilangan kesempatan pengakuan Davian lebih baik lo pergunakan untuk belajar
biar dapat nilai bagus .’’Tambahnya dengan santai sambil memakan siomaynya.
Adel,Tia dan Lili menatap Diki
yang dengan santainya makan,mereka tak menyadari kapan Diki ikut bergabung di
meja mereka.
‘’Sedang apa lo di sini?’’Tanya
Adel.
‘’Makan.’’Jawab Diki.
Rasanya Adel ingin memukul Diki
mendengar jawabannya yah memang tak salah juga sih,tapi entah kenapa Adel ingin
memukulnya.
‘’Tumben,lo kan biasanya bareng
Davian.’’Kata Tia.
‘’Kenapa? e’lo di usir yah,gara
–gara jadi nyamuk.’’Tambahnya sedikit sinis.
‘’Gue itu bukan baby sisternya
Davian yang selalu mengikutinya kemana –mana,lagian Davian itu di panggil pak
Bagas ngapain juga gue ikut.’’Jawab Diki.
‘’Davian di panggil pak Bagas
kenapa?’’Tanya Adel khawatir,Diki melihat Adel yang khawatir pada Davian
menghela nafas.
‘Tadi aja melo –melo karna di
cuekin Davian sekarang malah mengkhawatirkannya,gue enggak ngerti pikiran orang
bucin.’Pikir Diki.
‘’Entahlah,e’lo enggak sedih
lagi.’’Tanya Diki mengalihkan agar tak di tanya –tanya lagi.
‘’Kalau menurut gue sih Davian itu
bukan tipe orang yang akan terpengaruh begitu saja dengan gossip atau apa
pun.’’Kata Diki.
‘’Jadi lo tenang saja anggap ini
tambahan tantangan Davian ke e’lo.’’Diki meminum jusnya.
‘’Terserah sih lo mau lanjut atau
nyerah .’’Tambahnya,Adel terdiam mendengar perkataan Diki.
‘Apa gue bisa melakukannya.’Pikir
Adel.
‘’Adelll.’’Reno berteriak
memanggil Adel menghampiri meja Adel dan yang lain.
‘’Apa bener kamu ciuman dengan
kapten?’’Tanya Reno memelas kecewa.
‘’Atau jangan -jangan kapten yang
memaksamu ciuman.’’Tanyanya lagi.
‘’Iya!Pasti kapten kan yang paksa
kamu ciuman.’’
‘’Iyakan.’’Lalu Reno mengambil
tisu basah untuk mengelap bibir Adel.
‘’Sini aku akan membersihkan bekas
ciumannya.’’Reno mengelap bibir Adel.
Saat Davian membeli minum dia
melihat dan mendengar apa yang Reno lakukan pada Adel dan saat Reno mengelap
__ADS_1
bibir Adel Davian mengepalkan tangannya sehingga botol minuman yang dia pegang
penyok.
‘Berani –beraninya dia
menyentuhnya milik gue.’Batin Davian marah dia menatap tajam Reno.
‘Apa yang barusan gue bilang
tadi,enggak gue enggak mungkin cemburu sama mereka.’Pikir Davian ,dia
menggelengkan kepala menyangkalnya lalu pergi dari kantin.
‘’Ihihh!apaan sih lo?gue sama kak
Satria itu enggak ciuman itu hanya salah paham doang.’’Sentak Adel yang kesal
dengan tindakan Reno.
‘’Seriusan itu bohong.’’Tanya Reno
memastikan.
‘’Iyah.’’Kata Adel kesal.
‘’Syukurlah,aku kira beneran
semaleman aku tidak bisa tidur saat mendengar itu.’’Kata Reno lega.
‘’Berlebihan banget sih lo,enggak
sekalian aja lo mandiin Adel pake kembang tujuh rupa.’’Kata Fadli yang jengah
dengan tindakan Reno.
‘’Kenapa lo Fad,mukanya kusut
banget.’’Tanya Tia melihat Fadli yang kusut.
‘’Noh,karna dia.’’Fadli menunjuk
Reno dengan dagunya.
‘’Dari semalam dia ganggu gue
mulu,gara – gara mendengar Adel ciuman dengan kak Satria.’’Kata Fadli.
‘’Hehehe.’’Reno hanya cengengesan
dan menggaruk pipinya yang tak gatal.
Setelah Fadli mengutarakan
kekesalannya pada Reno lalu mereka semua makan dengan tenang kecuali Diki yang
sudah pergi.
Karna sedang ujian semua kegiatan
klub di hentikan sementara supaya para murid bisa fokus belajar.
‘’Dav,lo mau pulang.’’Tanya Diki
‘’Iyah.’’Jawab Davian singkat ,dia
‘’Kenapa dengan dia?’’Tanya Diki
heran,dia menatap Laura yang belum pergi.
‘’Entah,habis di panggil pak Bagas
dia jadi gitu di ajak ngomong juga diam aja.’’Kata Laura.
‘’Oh,ya sudah gue duluan
dah.’’Kata Diki.
‘’Dah sampai jumpa.’’Sebenarnya
dia mau mengajak Davian pulang bareng tapi dari tadi Davian dingin banget tak
tersentuh jadi dia urungkan.
‘’Davian tunggu.’’Kata Diki
menghentikan Davian yang akan melajukan motornya.
‘’Ada perlu apa?’’Tanya Davian
datar.
‘’Kemarin lo pergi kemana pas Toni
bilang kapten mencium Adel?’’Tanya Diki.
‘’Bukan urusan lo.’’Kata Davian.
‘’E’lo enggak cemburukan pada
kapten karna hal itu.’’Diki menicingkan matanya pada Davian.
‘Ngapain cemburu pada senior
Satria.’Pikir Davian,dia mengingat pertemuannya dengan Satria kemarin malam.
Kilas balik.
Davian memutar –mutar gundamnya
dari tadi di tidak bisa fokus dan moodnya benar –benar buruk. Dia pikir dengan merakit gundam kekesalannya
bisa hilang tapi nyatanya tidak berhasil.
Entah kenapa dia harus sekesal ini
saat mendengar Adel berciuman dengan kapten timnya dan dia juga melihat Adel
dan Satria berpelukan bahkan Satria terjatuh di atas tubuh Adel itu membuatnya
tambah kesal.
Drtt drrttt drttt
Davian melihat siapa yang
menghubungi terdapat nama Satria di layar teleponnya dengan enggan Davian
menangkat teleponnya.
__ADS_1
‘’Halo,ada apa senior menghubungi .’’Katanya langsung bahkan dia tidak memanggilnya
kapten tapi senior.
‘’Oh Davian bisa kita bertemu ada yang mau gue bicarakan ke e’lo.’’Kata
Satria ,dia langsung menelepon Davian setelah tau gossip Dia dan Adel dia enggak
mau terjadi kesalah pahamandi antara mereka.
‘’Tidak gue lagi sibuk.’’Kata Davian,jika dia bertemu dengan Satria
sekarang dia tidak bisa mengontol emosinya jadi dia menolaknya.
‘’Plis,ada hal penting yang mau gue bilang ke e’lo jadi bisa bertemu
sekarang juga.’’Kata Satria memaksa.
‘’Ini harus di bicarakan segera sebelum tambah runyam.’’Tambahnya.
‘’Baiklah kita bertemu di kafe.’’Kata Davian menyetujuinya,entah kenapa
perasaannya bilang kalau dia menolak dia akan menyesal,ini untuk pertama kalinya
dia mendengarkan kata hatinya.
‘’Terima kasih.’’Kata Satria senang lalu menutupnya.
Davian mengambil jaket dan kunci
motornya lalu berpamitan pada kedua orang tuanya,sekitar 10 menitan Davian
sampai ke kafe yang di maksud.
‘’Davian disini.’’Satria
menggangkat tangannya saat melihat Davian datang.
‘’Ada apa senior mengajak gue bertemu.’’Kata Davian lalu duduk .
‘’Gue cuman mau jelasin soal gue
dengan Adel tadi sore.’’Kata Satria.
‘’Untuk apa senior menjelaskannya
sama gue.’’Kata Davian datar
‘’Gue sama Adel enggak ada
hubungan apa –apa jadi apa pun yang Adel dan senior lakukan enggak ada
hubungannya dengan gue.’’Tambahnya.
‘’Gue tau.’’Kata Satria.
‘’Tapi Adel itu cinta banget sama
lo jadi dia pasti sedih banget kalau tau lo salah paham.’’Tambahnya.
‘’Kenapa senior peduli sekali
dengan perasaannya Adel?’’Tanya Davian tangannya mengepal di bawah meja.
‘’Iyah karna Adel itu selalu bantu
gue dan kalau dia marah gue enggak bisa mengajak dia untuk menonton anime
lagi.’’Kata Satria.
‘’Anime.’’Gumam Davian.
‘’Jadi senior mau bicara
apa?’’Tanya Davian.
‘’Ah itu,gini apa yang di liat
Toni itu salah paham.’’Kata Satria.
‘’Gue itu enggak mencium
Adel,waktu itu Adel mengajari gue bagaimana caranya nembak Laura.’’Jelas
Satria.
‘’Jadi gue mempratekkannya pada
Adel tapi tidak menciumnya.’’Kata Satria lagi.
‘’Gue harap lo enggak marah sama Adel.’’Tambahnya.
‘’Begitu yah,apa masih ada yang
mau di bicarakan.’’Kata Davian tapi tak sedatar tadi.
‘’Enggak hanya itu yang mau gue
bilang ke e’lo.’’Kata Satria.
‘’Kalau gitu senior permisi gue
akan pulang.’’Davian berdiri dan pergi dia berhenti lalu dia membalikan
badannya.
‘’Terima kasih.’’Kata Davian
melanjutkan kembali jalannya.
KILAS BALIK SELESAI
‘’Enggak.’’Davian langsung
menjalankan motornya dan pergi meninggalkan Diki di parkiran.
‘’Kalau enggak cemburu terus
kenapa mukanya kesel gitu?’’Kata Diki heran.
‘’Kayanya Adel bukan hanya harus
mencairkan hati Davian tapi juga menghancurkan gengsinya juga.’’Kata Diki dia
memakai helmnya.
‘’Cinta kok gengsi.’’Tambahnya
lalu dia menghidupkan motornya dan pergi.
__ADS_1