Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
93


__ADS_3

‘’Kakak sedang apa?’’Tanya Daneil saat melihat Davian ada di balkon,karna tidak biasanya Davian berada di sana.


‘’Melihat bintang .’’Jawab Davian menoleh sebentar pada Daniel.


‘’Sejak kapan kakak suka melihat bintang.’’Tanya Daniel heran


lalu menghampiri kakaknya.


‘’Entahlah.’’Jawab Davian.


‘’Terjadi begitu saja.’’Lanjutnya sambil melihat bintang lalu tersenyum.


‘’Aneh! tidak mungkin kan kakak tiba tiba suka melihat bintang begitu saja.’’Kata Davian yang tidak percaya.


Dia tahu betul bagaimana sikap kakaknya itu dia tidak akan tiba tiba melakukan hal yang tak logis dan sepele begitu saja.


Karna dari kecil dia sudah memperhatikan kakaknya jadi dia


lebih peka dan mengenal perilaku kakaknya dari pada Davian sendiri.


‘’Bagaimana dengan mu?’’Tanya Davian.


‘’Apa maksud kakak? aku tidak mengerti.’’Tanya Daniel.


‘’Sejak kapan kamu memanggil Adel dengan sebutan‘kak Adel’.’’Tanya Davian.


Daniel terkejut karna Davian menanyakan itu, dia pikir kakaknya tidak memperhatikan dan tak akan menanyakannya.


‘’Lepleks .’’Jawab Daniel singkat dan tak yakin.


‘’Benarkah.’’Kata Davian yang tak percaya.


‘’Kakak sendiri ,sejak kapan memakai ‘aku’/’kamu’ padanya.’’Daniel berbalik menanyakan hal itu karna merasa di pojokan kakaknya.


‘’Entahlah.’’Jawab Davian.


‘’Sudahlah terserah kakak.’’Kata Daniel sebal dengan jawaban


kakaknya.


‘’Aku mau tidur,selamat malam.’’Lanjutnya dan pergi ke kamar


lagi,tadinya dia mau melihat keadaan Adel tapi tak jadi.


Kemudian Davian pun masuk ke kamarnya,sejujurnya dia sangat


lelah karna kejadian tadi sore.


………..


‘’Davian,selamat pagi.’’Sapa Laura sambil tersenyum.


‘’Pagi.’’Balas Davian dengan senyum juga.


‘’Oh yah, kemarin kamu kenapa sampai terburu buru begitu.’’Tanya Laura.


Laura mengganti ‘e’lo’ dengan ‘kamu’ agar lebih dekat lagi dengan Davian dan Davian pun menyadari hal itu.


‘’Apa terjadi sesuatu pada keluarga mu.’’Kata Laura.


‘’Tidak keluarga gue baik baik saja.’’Jawab Davian.


‘’Oh syukurlah.’’Kata Laura.


‘Terus kenapa Davian terlihat cemas begitu,apa jangan jangan itu Adel.’Pikir Laura.


‘Itu tidak mungkinkan tapi kalau iyah,sudah sejauh mana hubungan mereka hingga Davian secemas itu.’Lanjutnya.


‘’Daniel kemarin di palak jadi menghubungi gue.’’Kata Davian.


‘’Terus Danielnya tidak apa –apa kan.’’Kata Laura yang lega sebab bukan Adel yang menghubungi Davian kemarin.


‘’Tidak ,dia baik baik saja.’’Kata Davian.


‘’Woy kalian jangan pacaran mulu.’’Teriak Diki.


‘’Pak Gunawan meminta kita berkumpul.’’Lanjutnya.


‘’Berisik lo.’’Kata Davian datar tapi beda dengan Laura yang


pipinya merona karna ucapan Diki.


Mereka bertiga pergi ke tempat berkumpul dan semuanya sudah


berkumpul tinggal mereka saja.


Pak Gunawan memberi beberapa nasehat dan peringatan yang di


dapatkan Laura sebelum pergi ke pertandingan karna lawan mereka kali ini adalah tim yang pernah masuk ke perempat final.

__ADS_1


Setelah selesai pak Gunawan meminta mereka untuk segera


bersiap karna sebentar lagi akan segera berangkat.


‘’Laura e’lo hebat bisa mendapatkan data tim lawan dengan detail.’’Puji Sean.


‘’Biasa aja,itu kan tugas gue sebagai menejer kalian.’’Kata Laura.


‘’Membantu kalian mempersiapkan semua sebelum bertanding agar


kita bisa menang.’’Tambahnya.


‘’Syukurlah e’lo yang jadi menejer kita.’’Kata Sean.


‘’Eh ,Ren kenapa e’lo pagi pagi udah lemes aja?’’Tanya Rendy.


‘’Belum juga bertanding udah enggak bertenaga aja lo.’’Lanjutnya.


‘’Hahh,hari ini Adel bilang tidak bisa menyiapkan bekal buat gue.’’Jawab Reno lemas.


‘’Padahal kan itu energy gue biar semangat bertanding walau


Adel tidak menonton.’’Lanjut Reno.


‘’Dia juga tidak masuk kampus.’’Kata Diki karna tadi dia menjemput Lili dan sempat mendengar pembicaraan Lili dan Adel di telepon.


‘’Adel tidak masuk!’’Tanya Reno dia sudah mencari Adel di mana mana tapi tidak ketemu dia juga tidak bisa menemukan Lili dan Tia untuk


bertanya soal Adel.


‘’Em ,tadi Adel telepon Lili kalau dia tidak akan ke kampus.’’Kata Diki,lalu Reno,Rendy menoleh ke Davian meminta jawaban.


‘’Kakinya keseloe gara gara tersandung kakinya sendiri.’’Kata


Davian.


‘’Apa Adel/Delia kakinya keseleo.’’Teriak Reno,Rendy dan


Andreas bersama.


Mendengar suara yang asing , mereka menoleh ke samping asal suara tersebut.


‘’Sedang apa e’lo di sini?’’Tanya Satria melihat Andreas berada di kampusnya.


‘’Tadinya sih mau ketemu Delia mumpung tim gue mainnya di


akhir.’’Kata Andreas.


‘’Gencar juga yah e’lo mengejarnya.’’Kata Marsel.


‘’Tentu, wanita lucu seperti Delia itu sangat jarang.’’Kata Andreas.


‘’Jadi gue tidak boleh kalah untuk


mendapatkannya.’’Tambahnya.


‘’Drama harem Adel,mulai  lagi.’’Kata Toni.


‘’Harem milik Adel,bagus juga.’’Diki mengangguk –nganggukan kepalanya.


‘’Sudah masuk 3 pria kira kira akan bertambah lagi tidak yah.’’Kata Diki dengan nada mengoda plus memanasi seseorang.


‘’E’lo tahu kenapa Adel bisa terkilir.’’Tanya Andreas pada


Davian yang akan melangkah pergi.


‘’Apa mungkin ini gara gara kemarin Adel di kejar kejar bocah


bocah berandal itu.’’Bukan Davian yang menjawab melainkan Reno.


‘’E’lo tahu darimana,Ren?’’Tanya Rendy.


‘’Kemarin Denis cerita kalau dia melihat Adel yang di tarik


sama anak laki laki terus di kejar kejar anak SMU gitu.’’Kata Reno.


‘’Ya elah tuh anak hobi bener di kejar kejar,enggak orang dewasa,anak kuliahan sekarang anak SMU.’’Kata Kevin.


‘’Gue enggak nyangka pesona yang di miliki Adel hebat bangat.’’Kata


Marsel


‘’Lebih tepatnya pesona memdatangkan masalah.’’Kata Davian kesel.


Hacim


‘’Siapa sih yang sedang membicarakan gue.’’Kata Adel


menggosok gosok hidungnya.

__ADS_1


‘’Kenapa Adel apa kamu flu.’’Marisa datang membawa cemilan untuk Adel.


‘’Tidak ada apa apa tante,Adel baik baik saja.’’Kata Adel yang duduk di ranjang,dia tidak di perbolehkan untuk bergerak dulu.


‘’Oh syukurlah.’’Kata Marisa.


‘’Ini tante bawakan cemilan agar kamu tidak bosan.’’Marisa


menaruh nampannya di nakas samping ranjang Adel.


‘’Terima kasih tante,maaf Adel merepotkan.’’Kata Adel merasa


tidak enak.


‘’Tidak apa apa tante senang kok melakukannya.’’Kata Marisa.


‘’Adel.’’Panggil Tomi di ambang pintu.


‘’Ayah.’’Kata Adel.


‘’Kamu tidak apa apa,sayang.’’Tomi menghampiri Adel.


‘’Maaf ayah baru sempet melihat mu,soalnya di restoran sedang


sibuk kemarin.’’Lanjutnya sambil mengusap rambut panjang Adel.


‘’Hm,aku baik baik saja kok ayah hanya terkilir.’’Kata Adel menenangkan ayahnya.


‘’Kamu tenang saja kata dokter Adel bisa berjalan lagi sekitar 4 hari.’’Kata Marisa.


‘’Terima kasih sudah merawat Adel selama ini.’’Kata Tomi pada Marisa.


‘’Kamu sama siapa aja pake terima kasih segala.’’Kata Marisa sambil tersenyum.


Tomi tinggal beberapa saat lalu pamit lagi kembali ke restoran karna sedang sibuk.


‘’Baiklah ayah harus kembali ke restoran.’’Tomi berdiri.


‘’Kamu secepat sembu yah.’’Lanjutnya.


‘’Iyah,ayah juga jangan cape cape.’’Kata Adel.


‘’Baik akan ayah ingat.’’Kata Tomi.


‘’Marisa saya titip Adel yah.’’Tambahnya.


‘’Tentu kamu jangan khawatir.’’Kata Marisa.


‘’Kalau gitu saya pamit ke restoran lagi.’’Kata Tomi,setelah pamit dia pergi.


Beberapa hari berlalu dan Turnamen basket sudah sampai babak final namun sayang tim BIMA DARMA hanya bisa sampai di perempat final mereka di kalahkan oleh kampus UNI.


‘’Sudahlah jangan di tekuk gitu mukanya.’’Kata Marsel menghibur juniornya yang sedih atas kekalahan mereka.


‘’Setidaknya kita sudah berjuang melakukan yang terbaik yang


bisa kita lakukan.’’Lanjutnya.


‘’Gue masih tidak terima di kalahkan olehnya.’’Kata Reno yang


kesal.


‘’Sudahlah masih ada banyak cara untuk mengalahkannya selain


basket.’’Kata Marsel memberinya semangat.


‘’Kapten.’’Reno berdiri menghampiri Satria.


‘’Mulai besok gue akan keluar dari klub.’’Kata Reno.


‘’E’lo mau keluar sekarang.’’Tanya Satria.


‘’Iyah,karna janji yang gue sepakati dengan Adel cuman sampai


tim ini kalah di ternamen.’’Kata Reno.


‘’Ya sudah gue juga enggak bisa maksa e’lo tetap di


klub.’’Kata Satria setuju.


‘’Terima kasih kapten.’’Kata Reno senang.


‘’Hah kurasa kita harus berlatih lebih keras lagi untuk menghadapi pertandingan tahun depan nanti.’’Kata Satria sambil menyandarkan


kepalanya ke loker.


‘’Emang kenapa senior?’’Tanya Toni.


‘’Karna Davian dan Reno keluar dari klub.’’Lanjut Satria

__ADS_1


membuat anggotanya terkejut.


‘’DAVIAN KELUAR DARI KLUB!’’Anggota lainnya menatap Satria minta penjelasan.


__ADS_2