Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
38


__ADS_3

Tadi pagi pas  sarapan


Adel tak melihat Davian sarapan di meja makan dia berangkat lebih pagi katanya


ada yang harus di urus sehingga dia berangkat pagi pagi.


Lili menjemput Adel  menggunakan mobilnya lalu mereka pergi ke rumah Tia,kemarin dia


mendapatkan SIM jadi hari ini dia membawa mobil ke kampus.


‘’Tumben bawa mobil.’’Kata Tia yang keluar dari pintu


gerbang.


‘’Tadaaa.’’Kata Lili memperlihatkan sebuah kartu.


‘’Wih…..yang udah dapat sim.’’Kata Tia masuk ke dalam mobil.


‘’Sering sering aja lo bawa mobil,biar gue bisa nebeng terus


kan lumayan bisa menghemat ongkos.’’Kata Tia.


‘’Maunya.’’Kata Lili.


‘’Hahahaha.’’Tia dan Adel tertawa bersama,Lili menjalankan


mobilnya ke kampus mereka.


Sesampainya di kampus Adel menanyakan tugas pada Tia yang di


berikan salah satu dosen pada kelas mereka.


‘’Oh yah,tugas yang kemarin lo udah selesai  belum ,kalau gue sih tinggal sedikit


lagi.’’Tanya Adel pada Tia yang terlihat binggung.


‘’Tugas yang mana?’’Tanya Tia


‘’Tugas yang di beri bu Rika.’’Kata Adel lagi.


‘’Bukannya itu minggu depan.’’Kata Tia.


‘’Itu sih tugasnya pak Hendra.’’Kata Adel.


‘’Serius Del yang mana ,gue lupa.’’Kata Tia,dia mulai


gelisah karna bu Rika adalah salah satu dosen terkiller di ‘’BIMA DARMA’’.


‘’Coba lo ingit ingit lagi.’’Kata Lili menenangkan Tia.


‘’Emmm.’’Tia menempelkan jarinya di keningnya dia berusaha


mengingatnya.


‘’Akhhh…….’’Teriak Tia mengagetkan Adel dan Lili yang


berjalan di sampingnya.


‘’Gue lupa,ayo bantuin gue.’’Tia menarik Adel dan Lili ke


perpustakaan.


Diki buru buru ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang


dia pinjam karna waktu yang di tentukannya akan berakhir,Diki tak sengaja


melihat Davian yang di kelilingi dengan tumpukan buku.


‘’ Orang  jenius mah


beda ,pagi pagi sarapannya buku.’’Kata Diki,dia menarik bangku dan duduk di


depan Davian.


‘’Berisik.’’Kata Davian menatap tajam Diki dengan aura yang


menakutkan.


‘’Hati hati entar mata lo copot.’’Kata Diki yang sedikit


ngeri merasakan aura Davian.


‘’Lo lagi pms yah, serem amat aura lo.’’Kata Diki lagi


Davian beranjak pergi meninggalkan Diki dan tak mau


meladeninya  dia masih kesal dengan Diki


pas akan keluar Davian melihat Adel yang di tarik Tia lalu terdengar ada yang


memanggil nama Adel yang tak lain adalah Satria kaptem timnya.


‘’Adell.’’Satria memanggil Adel.


‘’Iyah.’’Kata Adel berbalik.


‘’Gue pinjam Adel sebentar.’’Kata Satria menarik Adel pergi


dari perpustakaan.


‘Kenapa hari ini gue di tarik mulu.’Pikir Adel

__ADS_1


Tia dan Lili hanya mengangkat bahu dan masuk ke perpustakaan


,untungnya pagi ini jam kosong untuk kedua kelas mereka.


Davian yang melihat Adel yang di tarik Satria hanya memasang


wajah datar dari kemarin moodnya buruk  dan sekarang pagi pagi sudah melihat drama seorang pria yang menarik


seorang wanita.


‘Bukan urusan gue.’Pikir Davian dan pergi meninggalkan


perpustakaan.


Setelah mencari buku yang di butuhkan Tia dan Lili duduk


yang ke betulan dekat dengan tempat Diki duduk yang sedang menunggu penjaga


perpustakaan datang.


‘’Eh gue masih belum mempercayai apa yang di kata Adel


semalam.’’Kata Tia


‘’Gue juga.’’Balas Lili


‘’ Coba lo pikir seorang Davian Pratama Putra mencium Adel


dengan kesadaran sendiri, benar benar keajaiban.’’Kata Lili lagi,Tia


menggangguk.


Diki yang sedang meminum susu kotaknya tersedak mendengar


apa yang Lili katakana.


‘’uhuk.’’


‘Serius Davian melakukan hal itu.’Pikir Diki shok.


‘’Tapi kalau di pikir lagi tadi aura Davian sedikit


menakutkan,apa dia benar benar kesal dengan  kejadian kemarin.’’Kata Diki berbisik hanya


bisa di dengar olehnya saja.


‘’Hm semakin menarik saja.’’Gumam Diki  tersenyum  mistrius.


‘’Sayang banget kita tak di tempat kejadi coba waktu itu


kita ikuti ,gue bakal foto kalau perlu di rekam.’’Kata Tia bersemangat.


‘’Lalu kita sebarin di forum siswa,pasti heboh banget.’’Kata


‘’Hahahahaha.’’mereka tertawa pelan,membayangkan hal itu


termasuk Diki juga.


Satria membawa Adel ke sebuah ruangan yang asing buat Adel


karna tak pernah ke sini sebelumnya membuat Adel sedikit cemas dan takut.


‘’Maaf kak,mau apa yah kita ke sini?’’Tanya Adel yang masih


di tarik tangannya.


‘’Duduk di sini.’’Satria mendudukan Adel dan pergi mengambil


sesuatu.


‘’Ini ruangan apa?’’Tanya Adel sambil melihat sekeliling.


‘’Oh ini dulunya ruangan klub tapi klubnya sudah di bubarkan


jadi ruangan ini bebas di gunakan oleh siapa pun.’’Jawab Satria yang membawa


leptopnya.


Adel yang semakin binggung dengan kakak seniornya mengerjap


ngerjap mata melihat Satria yang membuka leptop miliknya.


‘’Sebenarnya untuk apa kak Satria menyeret ku ku ke sini.’’Kata


Adel yang tak tahan karna Satria dari tadi tak memberitaunya.


‘’Gue habis mendownlod anime,tapi kalau di tontonnya sendirian  tak seru, karna tak ada yang bisa gue


ajak nonton jadi gue mengajak e’lo.’’Kata Satri setelah membuka filmnya.


‘’Haah.’’Kata Adel menghela nafas.


‘’Kenapa enggak bilang dari tadi ,pake di tarik tarik segala


lagi.’’Gerutu Adel pelan agar tak di dengar oleh Satria.


‘’Senior.’’Panggil Adel


‘’Iyah,ada apa?’’Tanya Satria


‘’Aku akan menemani senior menonton asal dengan

__ADS_1


1syarat.’’Kata Adel dan mengangkat jari  telunjuknya.


‘’Syarat,kenapa pake syarat segala.’’Kata Satria.


‘’Mau atau tidak kalau tidak mau aku akan pergi.’’Adel


beranjak berjalan ke pintu keluar.


‘’Ehhh,tunggu apa syaratnya.’’Satria menghentikan langkah


Adel,dia tidak suka kalau menonton sendirian terlebih terdapat gendre horornya


di film yang dia download.


‘’Bantu aku menyelesaikan tugas.’’Kata Adel mengeluarkan


bukunya.


‘’Baiklah ayo.’’Kata Satria mennyetujuinya.


‘’Benarkah,asyik.’’Kata Adel senang sambil lompat lompatan.


‘’Sudah nanti jatuh,sini mana tugasnya.’’Kata Satria ,dia


geleng geleng melihat tingkah Adel yang kaya anak SD.


‘’Ini.’’Adel menyerahkan buku paketnya dan menunjukan


tugasnya.


‘’Oh ini.’’Kata Satria setelah membacanya dia tak sengaja


melihat tulisan I love you Davian,aku


sangat mencintai mu Davian,kangen Davian terdapat di bawah dan pojok buku


milik Adel.


‘’Lo menyukai Davian ya,Del.’’Tanya Satria.


‘’Hah.’’Adel kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan


Satria.


Satria menunjukan tulisan itu ,Adel membulatkan matanya lalu


merebut kembali bukunya di tangan Satria.


‘’Jadi beneran lo suka sama Davian.’’Kata Satria lagi.


‘’Iyah.’’Kata Adel pelan,dia menunduk menyembunyikan rona


merah di pipinya.


‘’Sejak kapan?’’Tanya Satria lagi dia penasaran dengan


hubungan Davian dan Adel.


‘’Sejak SMA kelas satu.’’Jawab Adel.


‘’Tapi Davian tak pernah menyukaiku …..kurasa dia sudah


menyukai wanita lain yang lebih cantik.’’Kata Adel sendu.


‘’Tunggu kenapa aku memberitau ini pada mu senior.’’Kata


Adel yang baru sadar kalau dia telah memberitaukan hal pribadi pada seniornya.


Satria menggangkat bahunya dia menyukai kepribadian Adel


yang jujur dan polos,walau baru mengenalnya  beberapa hari saja dia juga mudah berbaur


dengan yang lain tapi kecerobohan dan kebodohannya membuat orang sakit kepala.


‘’Jangan bahas lagi soal percintaan ku ,lebih baik kita


mulai mengerjakan tugas kalau mau cepet cepet nonton anime.’’Kata Adel tegas


Satria membantu Adel mengerjakan tugasnya setelah selesai


Satria dan Adel menonton anime yang tadi belum sempat di tonton hingga jam


istirahat pertama baru selesai.


‘’Senior,karna animenya udah selesai saya sudah boleh


pergikan.’’Kata Adel ,perutnya sudah berbunyi minta di isi.


‘’Ya sudah sana.’’Kata Satria mengijinkan Adel pergi.


Adel keluar dari ruangan dia berjalan ke arah kantin dan


menghubungi teman temannya. Reno yang dari tadi mencari Adel langsung menarik


tangan Adel saat dia melihatnya.


‘’Adel.’’Kata Reno meraih tangan Adel dan menarik Adel ke


kantin.


‘Ini ke tiga kalinya gue di tarik hari ini.’Pikir Adel

__ADS_1


jengah di tarik tarik mulu dari pagi tadi.


__ADS_2