
Tadi pagi pas sarapan
Adel tak melihat Davian sarapan di meja makan dia berangkat lebih pagi katanya
ada yang harus di urus sehingga dia berangkat pagi pagi.
Lili menjemput Adel menggunakan mobilnya lalu mereka pergi ke rumah Tia,kemarin dia
mendapatkan SIM jadi hari ini dia membawa mobil ke kampus.
‘’Tumben bawa mobil.’’Kata Tia yang keluar dari pintu
gerbang.
‘’Tadaaa.’’Kata Lili memperlihatkan sebuah kartu.
‘’Wih…..yang udah dapat sim.’’Kata Tia masuk ke dalam mobil.
‘’Sering sering aja lo bawa mobil,biar gue bisa nebeng terus
kan lumayan bisa menghemat ongkos.’’Kata Tia.
‘’Maunya.’’Kata Lili.
‘’Hahahaha.’’Tia dan Adel tertawa bersama,Lili menjalankan
mobilnya ke kampus mereka.
Sesampainya di kampus Adel menanyakan tugas pada Tia yang di
berikan salah satu dosen pada kelas mereka.
‘’Oh yah,tugas yang kemarin lo udah selesai belum ,kalau gue sih tinggal sedikit
lagi.’’Tanya Adel pada Tia yang terlihat binggung.
‘’Tugas yang mana?’’Tanya Tia
‘’Tugas yang di beri bu Rika.’’Kata Adel lagi.
‘’Bukannya itu minggu depan.’’Kata Tia.
‘’Itu sih tugasnya pak Hendra.’’Kata Adel.
‘’Serius Del yang mana ,gue lupa.’’Kata Tia,dia mulai
gelisah karna bu Rika adalah salah satu dosen terkiller di ‘’BIMA DARMA’’.
‘’Coba lo ingit ingit lagi.’’Kata Lili menenangkan Tia.
‘’Emmm.’’Tia menempelkan jarinya di keningnya dia berusaha
mengingatnya.
‘’Akhhh…….’’Teriak Tia mengagetkan Adel dan Lili yang
berjalan di sampingnya.
‘’Gue lupa,ayo bantuin gue.’’Tia menarik Adel dan Lili ke
perpustakaan.
Diki buru buru ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang
dia pinjam karna waktu yang di tentukannya akan berakhir,Diki tak sengaja
melihat Davian yang di kelilingi dengan tumpukan buku.
‘’ Orang jenius mah
beda ,pagi pagi sarapannya buku.’’Kata Diki,dia menarik bangku dan duduk di
depan Davian.
‘’Berisik.’’Kata Davian menatap tajam Diki dengan aura yang
menakutkan.
‘’Hati hati entar mata lo copot.’’Kata Diki yang sedikit
ngeri merasakan aura Davian.
‘’Lo lagi pms yah, serem amat aura lo.’’Kata Diki lagi
Davian beranjak pergi meninggalkan Diki dan tak mau
meladeninya dia masih kesal dengan Diki
pas akan keluar Davian melihat Adel yang di tarik Tia lalu terdengar ada yang
memanggil nama Adel yang tak lain adalah Satria kaptem timnya.
‘’Adell.’’Satria memanggil Adel.
‘’Iyah.’’Kata Adel berbalik.
‘’Gue pinjam Adel sebentar.’’Kata Satria menarik Adel pergi
dari perpustakaan.
‘Kenapa hari ini gue di tarik mulu.’Pikir Adel
__ADS_1
Tia dan Lili hanya mengangkat bahu dan masuk ke perpustakaan
,untungnya pagi ini jam kosong untuk kedua kelas mereka.
Davian yang melihat Adel yang di tarik Satria hanya memasang
wajah datar dari kemarin moodnya buruk dan sekarang pagi pagi sudah melihat drama seorang pria yang menarik
seorang wanita.
‘Bukan urusan gue.’Pikir Davian dan pergi meninggalkan
perpustakaan.
Setelah mencari buku yang di butuhkan Tia dan Lili duduk
yang ke betulan dekat dengan tempat Diki duduk yang sedang menunggu penjaga
perpustakaan datang.
‘’Eh gue masih belum mempercayai apa yang di kata Adel
semalam.’’Kata Tia
‘’Gue juga.’’Balas Lili
‘’ Coba lo pikir seorang Davian Pratama Putra mencium Adel
dengan kesadaran sendiri, benar benar keajaiban.’’Kata Lili lagi,Tia
menggangguk.
Diki yang sedang meminum susu kotaknya tersedak mendengar
apa yang Lili katakana.
‘’uhuk.’’
‘Serius Davian melakukan hal itu.’Pikir Diki shok.
‘’Tapi kalau di pikir lagi tadi aura Davian sedikit
menakutkan,apa dia benar benar kesal dengan kejadian kemarin.’’Kata Diki berbisik hanya
bisa di dengar olehnya saja.
‘’Hm semakin menarik saja.’’Gumam Diki tersenyum mistrius.
‘’Sayang banget kita tak di tempat kejadi coba waktu itu
kita ikuti ,gue bakal foto kalau perlu di rekam.’’Kata Tia bersemangat.
‘’Lalu kita sebarin di forum siswa,pasti heboh banget.’’Kata
‘’Hahahahaha.’’mereka tertawa pelan,membayangkan hal itu
termasuk Diki juga.
Satria membawa Adel ke sebuah ruangan yang asing buat Adel
karna tak pernah ke sini sebelumnya membuat Adel sedikit cemas dan takut.
‘’Maaf kak,mau apa yah kita ke sini?’’Tanya Adel yang masih
di tarik tangannya.
‘’Duduk di sini.’’Satria mendudukan Adel dan pergi mengambil
sesuatu.
‘’Ini ruangan apa?’’Tanya Adel sambil melihat sekeliling.
‘’Oh ini dulunya ruangan klub tapi klubnya sudah di bubarkan
jadi ruangan ini bebas di gunakan oleh siapa pun.’’Jawab Satria yang membawa
leptopnya.
Adel yang semakin binggung dengan kakak seniornya mengerjap
ngerjap mata melihat Satria yang membuka leptop miliknya.
‘’Sebenarnya untuk apa kak Satria menyeret ku ku ke sini.’’Kata
Adel yang tak tahan karna Satria dari tadi tak memberitaunya.
‘’Gue habis mendownlod anime,tapi kalau di tontonnya sendirian tak seru, karna tak ada yang bisa gue
ajak nonton jadi gue mengajak e’lo.’’Kata Satri setelah membuka filmnya.
‘’Haah.’’Kata Adel menghela nafas.
‘’Kenapa enggak bilang dari tadi ,pake di tarik tarik segala
lagi.’’Gerutu Adel pelan agar tak di dengar oleh Satria.
‘’Senior.’’Panggil Adel
‘’Iyah,ada apa?’’Tanya Satria
‘’Aku akan menemani senior menonton asal dengan
__ADS_1
1syarat.’’Kata Adel dan mengangkat jari telunjuknya.
‘’Syarat,kenapa pake syarat segala.’’Kata Satria.
‘’Mau atau tidak kalau tidak mau aku akan pergi.’’Adel
beranjak berjalan ke pintu keluar.
‘’Ehhh,tunggu apa syaratnya.’’Satria menghentikan langkah
Adel,dia tidak suka kalau menonton sendirian terlebih terdapat gendre horornya
di film yang dia download.
‘’Bantu aku menyelesaikan tugas.’’Kata Adel mengeluarkan
bukunya.
‘’Baiklah ayo.’’Kata Satria mennyetujuinya.
‘’Benarkah,asyik.’’Kata Adel senang sambil lompat lompatan.
‘’Sudah nanti jatuh,sini mana tugasnya.’’Kata Satria ,dia
geleng geleng melihat tingkah Adel yang kaya anak SD.
‘’Ini.’’Adel menyerahkan buku paketnya dan menunjukan
tugasnya.
‘’Oh ini.’’Kata Satria setelah membacanya dia tak sengaja
melihat tulisan I love you Davian,aku
sangat mencintai mu Davian,kangen Davian terdapat di bawah dan pojok buku
milik Adel.
‘’Lo menyukai Davian ya,Del.’’Tanya Satria.
‘’Hah.’’Adel kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan
Satria.
Satria menunjukan tulisan itu ,Adel membulatkan matanya lalu
merebut kembali bukunya di tangan Satria.
‘’Jadi beneran lo suka sama Davian.’’Kata Satria lagi.
‘’Iyah.’’Kata Adel pelan,dia menunduk menyembunyikan rona
merah di pipinya.
‘’Sejak kapan?’’Tanya Satria lagi dia penasaran dengan
hubungan Davian dan Adel.
‘’Sejak SMA kelas satu.’’Jawab Adel.
‘’Tapi Davian tak pernah menyukaiku …..kurasa dia sudah
menyukai wanita lain yang lebih cantik.’’Kata Adel sendu.
‘’Tunggu kenapa aku memberitau ini pada mu senior.’’Kata
Adel yang baru sadar kalau dia telah memberitaukan hal pribadi pada seniornya.
Satria menggangkat bahunya dia menyukai kepribadian Adel
yang jujur dan polos,walau baru mengenalnya beberapa hari saja dia juga mudah berbaur
dengan yang lain tapi kecerobohan dan kebodohannya membuat orang sakit kepala.
‘’Jangan bahas lagi soal percintaan ku ,lebih baik kita
mulai mengerjakan tugas kalau mau cepet cepet nonton anime.’’Kata Adel tegas
Satria membantu Adel mengerjakan tugasnya setelah selesai
Satria dan Adel menonton anime yang tadi belum sempat di tonton hingga jam
istirahat pertama baru selesai.
‘’Senior,karna animenya udah selesai saya sudah boleh
pergikan.’’Kata Adel ,perutnya sudah berbunyi minta di isi.
‘’Ya sudah sana.’’Kata Satria mengijinkan Adel pergi.
Adel keluar dari ruangan dia berjalan ke arah kantin dan
menghubungi teman temannya. Reno yang dari tadi mencari Adel langsung menarik
tangan Adel saat dia melihatnya.
‘’Adel.’’Kata Reno meraih tangan Adel dan menarik Adel ke
kantin.
‘Ini ke tiga kalinya gue di tarik hari ini.’Pikir Adel
__ADS_1
jengah di tarik tarik mulu dari pagi tadi.