
Seperti yang di katakan Seno semalam Davian pergi ke restoran
yang di beritahu asisten pak Dirga untuk makan siang bersama.
‘’Resevasi atas nama pak Dirga Wijaya.’’Tanya Davian pada
pelayan.
‘’Silahkan ikuti saya tuan. ’’Pelayan itu mengantar Davian ke
ruangan privasi.
Tok tok tok
‘’Silahkan.’’Katanya membukakan pintunya .
‘’Terim kasih.’’Davian masuk ke dalam .
‘’Ah ,kau sudah datang rupanya,silahkan duduk. ’’Kata Dirga
mempersilahkan Davian duduk.
‘’Terima kasih tuan.’’Jawab Davian setelah duduk di kursinya.
‘’Sebaiknya kita makan dulu,sebelum kita mulai pembicaraan
kita.’’Kata Dirga.
Mereka makan dengan hidmat dan tenang hanya terdengar
dentingan sendok dan garpuh di piring.
Dirge membersihkan mulutnya setelah menyesesaikan makannya
begitu pun Davian.
‘’Kita langsung ke saja intinya,saya akan jadi investor
untuk game ini dan untuk kontrak kerja sama akan kita
bicarakan setelah melihat game itu di laucing di pasaran.’’Kata Dirga.
‘’Bgaimana?’’Tanyanya.
‘’Saya setuju.’’Jawab Davian.
‘’Baiklah,kita telah setuju.’’Kata Dirga.
‘’Oke kita kesampingkan masalah pekerjaan.’’Kata Dirga
tersenyum.
‘’Kau seriuskan tidak punya kekasih.’’Tanya Dirga.
‘’Benar.’’Jawab Davian ,perasaannya jadi tak enak mendengar
pertanyaan Dirga.
‘’Bagaimana dengan wanita yang kau sukai.’’Tanya Dirga lagi.
‘’Tidak ada.’’Jawab Davian,hati sedikit sakit tapi dia
amaikan.
‘’Bagus lah,begini aku punya seorang putri,dia itu sangat
pintar dan pemilih,karna itu juga dia belum punya kekasih.’’Kata Dirga.
‘’Aku pun tidak mau sembarangan mengenalkannya pada laki laki
dan aku tidak mau kalau dia sembarangan
memilih pasangan.’’ Lanjutnya
Davian sudah paham kearah mana pembicaraan Dirga mengarah,dia
mengepalkan tangannya di bawah meja.
‘’Dan menurut penglihatan ku kau sangat cocok dengannya..’’
Dirga menjeda ucapannya, dia melihat kalau Davian sudah tahu maksudnya.
‘’Aku yakin kau sudah tahu,kalau kau setuju aku akan menyokong
perusahan keluarga mu itu.’’Kata Dirga.
‘’Akan saya pertimbangkan usulan anda.’’Kata Davian dengan
tersenyum formal.
‘’Aku yakin kau tidak akan menyesal saat bertemu
dengannya’’Kata Dirga dengan yakin.
Lalu Seketaris Dirga datang dan memberitahukan bahwa dia ada
rapat sebentar lagi.
‘’Baik,siapkan mobil.’’Kata Dirga,setelah mendengar jawaban
bosnya dia keluar menyiapkan mobil.
‘’Pertemuan hari ini kita akhiri , aku akan hubungi lagi
untuk pertemuan selanjutnya.’’ Kata Dirga
‘’Terima kasih atas jamuan anda.’’Davian menyalami Dirga.
‘’Semoga kita kerja sama kita berjalan lancar dan
sukses.’’Lanjutnya.
__ADS_1
‘’Tentu,itu harus karna saya tidak suka membuang buang uang
saya dengan percuma mereka harus kembali 3 kali lipat.’’Kata Dirga.
‘’Anda tenang saja saya tidak akan menyia nyiakan uang
anda.’’Kata Davian.
‘’Dan saya menantikan jawaban mu,ku harap dapat jawaban yang memuaskan dari
mu.’’Lanjutnya,lalu pergi keluar.
‘’Haaahh.’’Davian menjatuhkan diri ke kursi,menghela nafas .
‘Kenapa jadi rumit begini?’Batin Davian,dia mengacak acak
rambutnya prustasi.
…….
Cklek
Adel memdorong pintu hingga terbuka dengan bahunya karna
kedua tangannya penuh dengan belanjaan.
Dia habis pulang memberi stok makanan karna sudah habis,dia
berjalan gotay menuju dapur ,dia berhenti sebentar dan menaruh bawaannya di
lantai ,tangannya pegal.
Davian yang ada di tangga melihat Adel yang ke susahan lalu menghampirinya.
‘’Eh Davian,udah pulang?’’Tanya Adel kaget melihat Davian
berdiri di depannya.
‘’Tumben.’’Lanjutnya heran karna biasanya jam segini dia
masih di kantor.
Karna Adel tadi teringat stok makanan di rumah sudah habis ,jadi
dia ijin pulang lebih awal jadi tidak tahu kalau Davian ada janji makan siang
di luar bersama Dirga.
Davian pun langsung pulang setelah di restoran untuk
menjernihkan pikiran dan hatinya tapi,sebelumnya dia mampir ke kantor dulu
mengambil beberapa berkas.
Davian mengulurkan tangannya ke hadapan Adel membuatnya
mengerutkan dahi bingung.
‘’Apa?’’Kata Adel.
membawanya ke dapur.
Adel tersenyum ,dia senang atas ke perdulian Davian
membantunya.
‘’Manis.’’Gumam Adel lalu menyusul Davian.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel sambil tersenyum setelah Davian
menaruk belanjaannya di atas meja.
Davian tidak menggubris ucapan Adel dia langsung melangkah
pergi meninggalkan Adel.
‘’Mau gue buatkan sesuatu,sebagai ucapan terima kasih.’’Tanya
Adel.
Davian berhenti lalu berbalik sebentar dan kembali melanjutkan langkahnya.
‘’Terserah.’’Kata Davian ,meski sudah agak jauh tapi Adel masih
bisa mendengarnya walau samar.
Dengan semangat Adel membuatkan Davian kopi dan kue tapi sebelumnya
dia membereskan belanjaannya dulu.
……
‘’Apa yang harus aku lakukan sekarang.’’Davian menyandarkan
kepalanya di kursi kerjanya.
Setelah melihat Adel dia semakin bingung,apalagi Adel sudah
banyak membantu keluarganya.
‘’Kalau aku rundingkan dengan papa dan mama,mereka pasti
tidak akan setuju.’’Kata Davian.
‘’Tapi kalau aku menerimanya bukan hanya perusahaan papa bisa
selamat tapi juga pasti akan bisa jadi lebih besar lagi.’’Lanjutnya.
‘’Ayolah ,bukankah ini sangat menungtungkan semua orang ,
tapi kenapa hatiku malah menolak ,ah……bikin pusing saja!’’Davian mengacak acak
__ADS_1
rambutnya kesal dan prustari.
Tok tok tok
Mendengar ketukan pintu Davian menegakan tubuhnya dan
merapikan kembali rambutnya.
Cklek
Adel membuka pintu sambil membawa nampan berisi kopi dan lava
cake,dia berjalan menghampiri Davian dan menaruh kopinya di depannya.
‘’Davian.’’Panggil Adel,Davian menoleh kearahnya.
‘’Aku mau ke rumah sakit, tadi tante minta di bawakan baju
om.’’Kata Adel meminta izin.
‘’Terus untuk apa e’lo memberitahu gue.’’Kata Davian datar.
‘Kenapa nada bicara Davian kembali seperti dulu dan juga
tumben pake ‘E’lo/gue’ lagi.’Batin Adel heran,ada rasa takut serta sakit di
hatinya saat mendengar nada bicara Davian berubah lagi.
‘’Tidak,gue cuman takut e’lo khawatir.’’Kata Adel menunduk.
‘’Pergilah.’’Kata Davian,dia kembali memeriksa berkas berkas.
‘’Baiklah,permisi.’’Kata Adel.
Dia melangkah keluar sambil mendekap nampan ,dia
mendongkahkan kepalanya keatas supaya air matanya tidak turun.
Bohong kalau dia tidak sakit hati, dadanya terasa sakit
mendengar nada bicara Davian barusan,dia pikir Davian sudah bisa menerima
kehadirannya di dekatnya.
‘’Semangat Adel! Ini bukan kali pertama Davian bicara
begitu.’’Kata Adel menyemangati dirinya.
‘’Sebaiknya gue segera ke rumah sakit,tante Marisa pasti sudah nungguin.’’Adel pergi menuruni tangga
menyimpan nampan yang dia bawa lalu mengambil tas berisi pakaiaan yang sudah
dia siapkan serta beberapa keu dan cemilan untuk Marisa.
Karna ojek yang dia pesan sudah ada di depan rumah Adel
segera naik dan pergi ke rumah sakit.
Tadinya dia mau meminta Davian untuk mengatarnya ke rumah
sakit tapi dia urungkan saat mendengar nada datar yang dulu sering Davian
ucapkan padanya.
Seseorang menatap kepergian Adel di balkon lalu kembali
masuk,dia menatap ruangan kerja Davian dengan tatapan yang sulit di artikan.
Dia juga mendengar pembicaraan Adel dan Davian tadi bahkan
melihat saat Adel akan menangis,dia menggelengkan kepalanya.
‘’Menjadi orang dewasa sungguh merepotkan.’’Kata Daniel,
Yah !Daniel adalah orang yang menguping dan memperhatikan
Adel tadi,dia ingin bicara dengan Davian tapi ada Adel jadi dia menunggu di
luar takut mereka sedang membicarakan hal penting.
‘’Semoga kau tidak mengambil keputusan yang salah kak.’’Kata
Daniel.
Dia mungkin tidak tahu soal keadaan perusahaan keluarganya
tapi dia tahu kalau Davian sedang bimbang saat tadi dia melihat raut wajah
kakak saat pulang dari kantor dan dia merasa kalau itu ada sangkut paut dengan
Adel.
‘’Dan ku harap kakak tidak mengorbankan ke bahagian kakak
lagi.’’Katanya lagi.
Daniel berjalan ke dalam kamarnya dia tidak mau menganggu
kakaknya.
Setelah Adel pergi Davian terus menatap kopi dan lava cake
yang tadi di antar Adel.
‘’Maaf.’’Katanya lirih, mata nya berkaca kaca dia
mendongkakan kepalanya ,memejamkan matanya.
‘’Aku harus melepaskannya sekarang agar dia bisa mendapatkan
pria yang jauh lebih baik dan bisa
__ADS_1
membahagiakannya dari pada diriku.’’Lanjutnya, Davian menutup matanya dengan
tangannya saat air matanya turun.