Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
115


__ADS_3

Seperti yang di katakan Seno semalam Davian pergi ke restoran


yang di beritahu asisten pak Dirga untuk makan siang bersama.


‘’Resevasi atas nama pak Dirga Wijaya.’’Tanya Davian pada


pelayan.


‘’Silahkan ikuti saya tuan. ’’Pelayan itu mengantar Davian ke


ruangan privasi.


Tok tok tok


‘’Silahkan.’’Katanya membukakan pintunya .


‘’Terim kasih.’’Davian masuk ke dalam .


‘’Ah ,kau sudah datang rupanya,silahkan duduk. ’’Kata Dirga


mempersilahkan Davian duduk.


‘’Terima kasih tuan.’’Jawab Davian setelah duduk di kursinya.


‘’Sebaiknya kita makan dulu,sebelum kita mulai pembicaraan


kita.’’Kata Dirga.


Mereka makan dengan hidmat dan tenang hanya terdengar


dentingan sendok dan garpuh di piring.


Dirge membersihkan mulutnya setelah menyesesaikan makannya


begitu pun Davian.


‘’Kita langsung ke saja intinya,saya akan jadi investor


untuk  game ini  dan untuk kontrak kerja sama akan kita


bicarakan setelah melihat game itu di laucing di pasaran.’’Kata Dirga.


‘’Bgaimana?’’Tanyanya.


‘’Saya setuju.’’Jawab Davian.


‘’Baiklah,kita telah setuju.’’Kata Dirga.


‘’Oke kita kesampingkan masalah pekerjaan.’’Kata Dirga


tersenyum.


‘’Kau seriuskan tidak punya kekasih.’’Tanya Dirga.


‘’Benar.’’Jawab Davian ,perasaannya jadi tak enak mendengar


pertanyaan Dirga.


‘’Bagaimana dengan wanita yang kau sukai.’’Tanya Dirga lagi.


‘’Tidak ada.’’Jawab Davian,hati sedikit sakit tapi dia


amaikan.


‘’Bagus lah,begini aku punya seorang putri,dia itu sangat


pintar dan pemilih,karna itu juga dia belum punya kekasih.’’Kata Dirga.


‘’Aku pun tidak mau sembarangan mengenalkannya pada laki laki


dan aku  tidak mau kalau dia sembarangan


memilih pasangan.’’ Lanjutnya


Davian sudah paham kearah mana pembicaraan Dirga mengarah,dia


mengepalkan tangannya di bawah meja.


‘’Dan menurut penglihatan ku kau sangat cocok dengannya..’’


Dirga menjeda ucapannya, dia melihat kalau  Davian sudah tahu maksudnya.


‘’Aku yakin kau sudah tahu,kalau kau setuju aku akan menyokong


perusahan keluarga mu itu.’’Kata Dirga.


‘’Akan saya pertimbangkan usulan anda.’’Kata Davian dengan


tersenyum formal.


‘’Aku yakin kau tidak akan menyesal saat bertemu


dengannya’’Kata Dirga dengan yakin.


Lalu Seketaris Dirga datang dan memberitahukan bahwa dia ada


rapat sebentar lagi.


‘’Baik,siapkan mobil.’’Kata Dirga,setelah mendengar jawaban


bosnya dia keluar menyiapkan mobil.


‘’Pertemuan hari ini kita akhiri , aku akan hubungi lagi


untuk pertemuan selanjutnya.’’ Kata Dirga


‘’Terima kasih atas jamuan anda.’’Davian menyalami Dirga.


‘’Semoga kita kerja sama kita berjalan lancar dan


sukses.’’Lanjutnya.

__ADS_1


‘’Tentu,itu harus karna saya tidak suka membuang buang uang


saya dengan percuma mereka harus kembali 3 kali lipat.’’Kata Dirga.


‘’Anda tenang saja saya tidak akan menyia nyiakan uang


anda.’’Kata Davian.


‘’Dan saya menantikan jawaban mu,ku harap  dapat jawaban yang memuaskan dari


mu.’’Lanjutnya,lalu pergi keluar.


‘’Haaahh.’’Davian menjatuhkan diri ke kursi,menghela nafas .


‘Kenapa jadi rumit begini?’Batin Davian,dia mengacak acak


rambutnya prustasi.


…….


Cklek


Adel memdorong pintu hingga terbuka dengan bahunya karna


kedua tangannya penuh dengan belanjaan.


Dia habis pulang memberi stok makanan karna sudah habis,dia


berjalan gotay menuju dapur ,dia berhenti sebentar dan menaruh bawaannya di


lantai ,tangannya pegal.


Davian yang ada di tangga melihat Adel yang ke susahan lalu  menghampirinya.


‘’Eh Davian,udah pulang?’’Tanya Adel kaget melihat Davian


berdiri di depannya.


‘’Tumben.’’Lanjutnya heran karna biasanya jam segini dia


masih di kantor.


Karna Adel tadi teringat stok makanan di rumah sudah habis ,jadi


dia ijin pulang lebih awal jadi tidak tahu kalau Davian ada janji makan siang


di luar bersama Dirga.


Davian pun langsung pulang setelah di restoran untuk


menjernihkan pikiran dan hatinya tapi,sebelumnya dia mampir ke kantor dulu


mengambil beberapa berkas.


Davian mengulurkan tangannya ke hadapan Adel membuatnya


mengerutkan dahi bingung.


‘’Apa?’’Kata Adel.


membawanya ke dapur.


Adel tersenyum ,dia senang atas ke perdulian Davian


membantunya.


‘’Manis.’’Gumam Adel lalu menyusul Davian.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel sambil tersenyum setelah Davian


menaruk belanjaannya di atas meja.


Davian tidak menggubris ucapan Adel dia langsung melangkah


pergi meninggalkan Adel.


‘’Mau gue buatkan sesuatu,sebagai ucapan terima kasih.’’Tanya


Adel.


Davian berhenti lalu berbalik sebentar  dan kembali melanjutkan langkahnya.


‘’Terserah.’’Kata Davian ,meski sudah agak jauh tapi Adel masih


bisa mendengarnya walau samar.


Dengan semangat Adel membuatkan Davian kopi dan kue tapi sebelumnya


dia membereskan belanjaannya dulu.


……


‘’Apa yang harus aku lakukan sekarang.’’Davian menyandarkan


kepalanya di kursi kerjanya.


Setelah melihat Adel dia semakin bingung,apalagi Adel sudah


banyak membantu keluarganya.


‘’Kalau aku rundingkan dengan papa dan mama,mereka pasti


tidak akan setuju.’’Kata Davian.


‘’Tapi kalau aku menerimanya bukan hanya perusahaan papa bisa


selamat tapi juga pasti akan bisa jadi  lebih besar lagi.’’Lanjutnya.


‘’Ayolah ,bukankah ini sangat menungtungkan semua orang ,


tapi kenapa hatiku malah menolak  ,ah……bikin pusing saja!’’Davian mengacak acak

__ADS_1


rambutnya kesal dan prustari.


Tok tok tok


Mendengar ketukan pintu Davian menegakan tubuhnya dan


merapikan kembali rambutnya.


Cklek


Adel membuka pintu sambil membawa nampan berisi kopi dan lava


cake,dia berjalan menghampiri Davian dan menaruh kopinya di depannya.


‘’Davian.’’Panggil Adel,Davian menoleh kearahnya.


‘’Aku mau ke rumah sakit, tadi tante minta di bawakan baju


om.’’Kata Adel meminta izin.


‘’Terus untuk apa e’lo memberitahu gue.’’Kata Davian datar.


‘Kenapa nada bicara Davian kembali seperti dulu dan juga


tumben pake ‘E’lo/gue’ lagi.’Batin Adel heran,ada rasa takut serta sakit di


hatinya saat mendengar nada bicara Davian berubah lagi.


‘’Tidak,gue cuman takut e’lo khawatir.’’Kata Adel menunduk.


‘’Pergilah.’’Kata Davian,dia kembali memeriksa berkas berkas.


‘’Baiklah,permisi.’’Kata Adel.


Dia melangkah keluar sambil mendekap nampan ,dia


mendongkahkan kepalanya keatas supaya air matanya tidak turun.


Bohong kalau dia tidak sakit hati, dadanya terasa sakit


mendengar nada bicara Davian barusan,dia pikir Davian sudah bisa menerima


kehadirannya di dekatnya.


‘’Semangat Adel! Ini bukan kali pertama Davian bicara


begitu.’’Kata Adel menyemangati dirinya.


‘’Sebaiknya gue segera ke rumah sakit,tante Marisa pasti  sudah nungguin.’’Adel pergi menuruni tangga


menyimpan nampan yang dia bawa lalu mengambil tas berisi pakaiaan yang sudah


dia siapkan serta beberapa keu dan cemilan untuk Marisa.


Karna ojek yang dia pesan sudah ada di depan rumah Adel


segera naik dan pergi ke rumah sakit.


Tadinya dia mau meminta Davian untuk mengatarnya ke rumah


sakit tapi dia urungkan saat mendengar nada datar yang dulu sering Davian


ucapkan padanya.


Seseorang menatap kepergian Adel di balkon lalu kembali


masuk,dia menatap ruangan kerja Davian dengan tatapan yang sulit di artikan.


Dia juga mendengar pembicaraan Adel dan Davian tadi bahkan


melihat saat Adel akan menangis,dia menggelengkan kepalanya.


‘’Menjadi orang dewasa sungguh merepotkan.’’Kata Daniel,


Yah !Daniel adalah orang yang menguping dan memperhatikan


Adel tadi,dia ingin bicara dengan Davian tapi ada Adel jadi dia menunggu di


luar takut mereka sedang membicarakan hal penting.


‘’Semoga kau tidak mengambil keputusan yang salah kak.’’Kata


Daniel.


Dia mungkin tidak tahu soal keadaan perusahaan keluarganya


tapi dia tahu kalau Davian sedang bimbang saat tadi dia melihat raut wajah


kakak saat pulang dari kantor dan dia merasa kalau itu ada sangkut paut dengan


Adel.


‘’Dan ku harap kakak tidak mengorbankan ke bahagian kakak


lagi.’’Katanya lagi.


Daniel berjalan ke dalam kamarnya dia tidak mau menganggu


kakaknya.


Setelah Adel pergi Davian terus menatap kopi dan lava cake


yang tadi di antar Adel.


‘’Maaf.’’Katanya lirih, mata nya berkaca kaca dia


mendongkakan kepalanya ,memejamkan matanya.


‘’Aku harus melepaskannya sekarang agar dia bisa mendapatkan


pria yang jauh lebih  baik dan bisa

__ADS_1


membahagiakannya dari pada diriku.’’Lanjutnya, Davian menutup matanya dengan


tangannya saat air matanya turun.


__ADS_2