
’’Ahhhh.’’Adel menutup matanya
rapat –rapat karna takut.
kemana?’’Tanya Reno orang yang menepuk bahu Adel.
‘Suara ini kan?suara Reno.’’Pikir
Adel lalu perlahan -lahan membuka matanya.
‘Hah,syukurlah.’Batin Adel lega.
‘’Mau mengambil seragan baru untuk
dipakai pas turnamen nanti.’’Jawab Adel.
‘’Sendirian?’’Tanya Reno
‘’Iyah.’’Kata Adel.
‘’Baiklah aku akan membantu
mu.’’Reno tersenyum penuh semangat.
‘’Tidak usah ,gue bisa sendiri
kok.’’Tolak Adel.
‘’Lagian kalau e’lo bantuin gue lo
bisa telat latihan.’’Tambah Adel.
‘’Kamu lupa tujuan aku ikut bergabung
dengan tim basket kan memang untuk bisa membantu mu.’’Kata Reno.
‘’Jadi boleh yah.’’Lanjut Reno
menatap penuh harap.
‘’Baiklah.’’Kata Adel setuju.
Setelah menunggu bis pun datang
Adel dan Reno naik untuk pergi ke tujuan mereka.
‘Seperti memang benar Reno yang
mengikuti ku tadi.’Pikir Adel saat melihat ke sekeliling.
Dia masih kepikiran soal tadi Karna
pas keluar kampus dia merasa ada yang memperhatikannya tapi saat Reno datang
perasaan itu hilang.
‘’Adel kita sudah sampai.’’Kata
Reno menyadarkan lamunan Adel.
‘’Oh, benarkah?’’Kata Adel ,dia
melihat ke luar memang benar lalu turun
dari bis.
Setelah beberapa meter mereka
berjalan mereka tiba ke toko yang di maksud mereka masuk ke dalam.
‘’Permisi mas saya dari Bima Darma
mau mengambil seragam basket pesanan pak Gunawan.’’Kata Adel pada penjaga toko
dan menyerahkan bukti pesanan.
‘’Tunggu sebentar, saya cek
dulu.’’Kata penjaga tokonya lalu mengambilkan pesana mereka.
‘’Ini dia, pesanan atas nama pak
Gunawan.’’Penjaga toko menyerahkan dua kardus berukuran sedang pada Adel dan
Reno.
‘’Terima Kasih mas.’’Kata Adel
lalu menggangkat kardusnya satu yang satunya di bawa Reno.
‘’Adel sini biar aku saja yang
membawa nya.’’Kata Reno.
‘’Tidak perlu lagian ini itukan
tugas gue.’’kata Adel
Mereka berjalan menuju halte tiba
tiba ada seseorang yang mengendarai motornya kencang di jalan trotoar, Reno
menarik tangan Adel supaya tak tertabrak
membuat mereka berpelukan karna terkejut Adel menjatuhkan kardus yang di
bawanya.
‘’Adel kamu tidak apa-apa?’’Tanya
Reno pada Adel yang ada di pelukannya.
‘’Ah…..ti-tidak apa –apa
kok.’’Kata Adel yang shok.
‘’Tuh orang tidak waras apa?sudah
tahu trotoar itu untuk pejalan kaki masih saja!jalanannyakan masih luas ngapain
merebut hak pejalan kaki.’’Kata Reno kesal.
‘’Sudah lah Reno.’’Kata Adel yang
sudah tenang,dia melepas pelukannya dan memeriksa dus yang dia jatuhkan.
‘’Dia itu salah harus di tegur kalau
perlu di hukum biar kapok sekalian biar enggak mengulanginya lagi.’’Kata Reno.
‘’Orangnya juga sudah tidak ada
mau e’lo mengomel sampai berbusa sekali pun dia tidak akan memdengarnya.’’Kata
Adel menenangkan Reno.
‘’Terima kasih sudah menolong gue
tadi.’’Kata Adel tersenyum.
‘’Tidak usah berterima kasih itu
sudah kewajiban aku untuk melindungi dan menjaga mu.’’Kata Reno,dia mengambil
dus yang di tangan Adel dan mengangkat keduanya lalu berjalan mendahului Adel.
‘’Reno e’lo itu cowok baik tapi kenapa gue enggak bisa menyukai
lo.’’Kata Adel pelan lalu menyusul Reno.
Di lapangan basket semua anggota
basket sudah berkumpul kecuali Reno dan Adel mereka sedang melakukan pemanasan.
‘’Dav e’lo sudah tahu kalau Adel
mendapatkan nilai B di ujian kemarin.’’Kata Diki.
‘’Tidak, Adel belum memberikan
kertas nilainya.’’Kata Davian.
‘’Bukannya lo menantang Adel kalau
dia bisa dapat nilai A pada ujian e’lo bakal memberi Adel kesempatan.’’Kata
Diki,Davian berhenti melakukan pemanasan.
‘’Kalau Adel hanya dapat B ,berarti
kesempatannya hilang dong.’’Lanjut Diki.
‘’E’lo salah mengartikan tantangan
yang gue berikan pada Adel.’’Kata Davian.
‘’hah…maksud lo……’’Kata Diki
‘’Apa ada yang melihat Reno
kemana.’’Teriak Satria.
‘’Anak itu,di hari pertama latihan dia malah bolos.’’Tambahnya.
‘’Kapten Adel juga enggak
ada.’’Kata Ilman.
‘’Adel gue suruh mengambil seragan
baru kita.’’Jawab Satria.
‘’Kalau gitu sudah di pastikan kalau
Reno saat ini sedang bersama Adel.’’Kata Diki.
‘’Masuk akal bocah itukan selalu
mengikuti Adel kemana –mana seperti anak ayam.’’Kata Kevin.
‘’Anak ayam?kalau Reno anak ayam berarti
Adel induk ayam dong,pertama anak kucing sekarang induk ayam nanti apa
lagi.’’kata Diki pelan,Davian menggelengkan kepala mendengar ucapan tak jelas
Diki.
‘’Teman teman lihat apa yang gue
bawa.’’Teriak Reno yang bergema di seluluh lapangan basket.
‘’Panjang umur tuh Anak,baru saja
di bicarakan langsung nongol aja.’’Kata Diki.
‘’Berisik,lo.’’Kata Kevin jutek.
‘’Maaf kak Kevin.’’Kata Reno dan
menaruh dusnya di bawah.
‘’Loh Adelnya mana? kok e’lo malah
sendirian.’’Tanya Satria.
‘’Maaf kak saya terlambat.’’Kata
Adel yang baru datang.
‘’Tadi saya ke kantin dulu beli
minum.’’lanjut Adel yang meninum minuman yang tadi dia beli tapi belum sempat
dia minum.
Adel menaruh botol minumannya di dekat
dus dan dia mulai membuka dusnya,Reno yang kehausan mengambil botol milik Adel
dan menimumnya .
‘’E’lo…..e’lo meminum air bekas
Adel.’’Kata Rendy yang membuat mereka yang tadinya melihat seragam baru mereka
melihat kea rah Reno termasuk Adel.
‘’Ah….maaf Adel aku haus
banget.’’kata Reno mengusap leher belakangnya lalu matanya melotot baru tersadar
dengan tindakannya.
‘’Berarti ini….ini ciuman tak
__ADS_1
langgsung,yes…yes.’’Teriak Reno bersemangat.
‘’Curang e’lo Reno.’’Kata Rendy
kesal ,dia ingin merebutnya tapi di tepis Reno.
‘’Dah habis.’’Reno sengaja
menghabiskan minum yang di dalam botol dia tahu kalau Rendy itu menyukai Adel,
dan dia tidak akan di menyia-nyiakan kesepempatan ini.
‘’Renoo.’’Rendy melempar bola
basket yang di pegang pada Reno namun Reno berhasil menghindar dan terjadilah
kejar kerjaran antara Reno dan Rendy di lapangan basket.
Semua anggota tim basket
melihat kelakuan Reno dan Rendy yang
seperti anak keci yang berebut minanan hanya menghela nafas lalu mereka
serempak melihat ke arah Adel yang terkejut dengan pernyataan Reno tadi.
‘’A-apa?’’Tanya Adel gugup karna
di tatap semua orang.
‘’Saat pertandingan nanti seperti
gue harus memberi bekas minum e’lo Del agar mereka berdua tambah
semangat.’’kata Satria.
‘’Hah.’’Kata Adel
‘’Kak Satria jangan seenaknya
yah,ciuman saya itu hanya untuk satu orang saja ,dengar itu.’’kata Adel kesal.
‘’Hanya untuk Davian saja kan.’’kata
Diki.
‘’Iyah.’’Adel menggangguk.
Lalu dia menutup mulutnya saat
sadar dengan ucapannya wajahnya sudah merah semerah kepiting rebus ,karna malu Adel segera
kabur meninggalkan lapangan basket.
‘’Hahahahahahaha.’’Semua orang
tertawa melihat Adel yang kabur kecuali Davian yang hanya tersenyum.
‘’Ada apa kalian semua kok
tertawa.’’Tanya Rendy,mereka menghentikan kejar kejarannya saat mendengar teman
temannya tertawa dan menghampiri mereka.
‘’Adel pergi kemana.’’Tanya Reno
yang menyadari kalau Adel sudah tidak ada.
‘’Dia mungkin sedang mengipasi
kepala kepiting rebus.’’Kata Marsel yang sudah berhenti tertawa.
‘’Kepiting?senior masak kepiting.’’Kata
Reno polos.
‘’Hahahahaha.’’Sekali lagi tawa mereka
pecah.
‘’Kalian kenapa kesambet
yah.’’Kata Rendy yang mulai merinding.
‘’Apa salah pertanyaan gue.’’Tanya
Reno pada Rendy.
‘’Entahlah.’’Rendy mengangkat
bahu.
‘’Sudah sudah……. perut gue sakit.’’kata
Satria yang berusaha menghentikan tawanya.
Sementara Adel yang berlari dia
pergi ke toilet karna malu.
‘’Duk kanapa nih mulut.’’Adel
memukul mulutnya.
‘’Pake kelepasan
segala.’’Tambahnya.
‘’Mulai sekarang gue harus
bagaimana menghadapi Davian,duh……malunya.’’Adel mengacak acak rambutnya.
‘’Bukan hanya Davian tapi semua
anggota basket dan bagaimana kalau mereka menyebarkannya lagi bisa bisa vilar
lagi nanti.’’Kata Adel prustasi.
‘’Sebaiknya kalian jangan
menyebarkan soal ini nanti Adel bisa bisa tidak mau ke kampus karna di gosipkan
lagi.’’Satrai memperingatkan mereka ,dia tidak mau seperti kejadian kemarin
–kemarin.
‘’Baik.’’Kata mereka semua kecuali
Reno dan Rendy yang binggung apa yang tidak boleh di sebarkan oleh mereka.
’’Ahhhh.’’Adel menutup matanya
rapat –rapat karna takut.
kemana?’’Tanya Reno orang yang menepuk bahu Adel.
‘Suara ini kan?suara Reno.’’Pikir
Adel lalu perlahan -lahan membuka matanya.
‘Hah,syukurlah.’Batin Adel lega.
‘’Mau mengambil seragan baru untuk
dipakai pas turnamen nanti.’’Jawab Adel.
‘’Sendirian?’’Tanya Reno
‘’Iyah.’’Kata Adel.
‘’Baiklah aku akan membantu
mu.’’Reno tersenyum penuh semangat.
‘’Tidak usah ,gue bisa sendiri
kok.’’Tolak Adel.
‘’Lagian kalau e’lo bantuin gue lo
bisa telat latihan.’’Tambah Adel.
‘’Kamu lupa tujuan aku ikut bergabung
dengan tim basket kan memang untuk bisa membantu mu.’’Kata Reno.
‘’Jadi boleh yah.’’Lanjut Reno
menatap penuh harap.
‘’Baiklah.’’Kata Adel setuju.
Setelah menunggu bis pun datang
Adel dan Reno naik untuk pergi ke tujuan mereka.
‘Seperti memang benar Reno yang
mengikuti ku tadi.’Pikir Adel saat melihat ke sekeliling.
Dia masih kepikiran soal tadi Karna
pas keluar kampus dia merasa ada yang memperhatikannya tapi saat Reno datang
perasaan itu hilang.
‘’Adel kita sudah sampai.’’Kata
Reno menyadarkan lamunan Adel.
‘’Oh, benarkah?’’Kata Adel ,dia
melihat ke luar memang benar lalu turun
dari bis.
Setelah beberapa meter mereka
berjalan mereka tiba ke toko yang di maksud mereka masuk ke dalam.
‘’Permisi mas saya dari Bima Darma
mau mengambil seragam basket pesanan pak Gunawan.’’Kata Adel pada penjaga toko
dan menyerahkan bukti pesanan.
‘’Tunggu sebentar, saya cek
dulu.’’Kata penjaga tokonya lalu mengambilkan pesana mereka.
‘’Ini dia, pesanan atas nama pak
Gunawan.’’Penjaga toko menyerahkan dua kardus berukuran sedang pada Adel dan
Reno.
‘’Terima Kasih mas.’’Kata Adel
lalu menggangkat kardusnya satu yang satunya di bawa Reno.
‘’Adel sini biar aku saja yang
membawa nya.’’Kata Reno.
‘’Tidak perlu lagian ini itukan
tugas gue.’’kata Adel
Mereka berjalan menuju halte tiba
tiba ada seseorang yang mengendarai motornya kencang di jalan trotoar, Reno
menarik tangan Adel supaya tak tertabrak
membuat mereka berpelukan karna terkejut Adel menjatuhkan kardus yang di
bawanya.
‘’Adel kamu tidak apa-apa?’’Tanya
Reno pada Adel yang ada di pelukannya.
‘’Ah…..ti-tidak apa –apa
kok.’’Kata Adel yang shok.
‘’Tuh orang tidak waras apa?sudah
tahu trotoar itu untuk pejalan kaki masih saja!jalanannyakan masih luas ngapain
merebut hak pejalan kaki.’’Kata Reno kesal.
‘’Sudah lah Reno.’’Kata Adel yang
sudah tenang,dia melepas pelukannya dan memeriksa dus yang dia jatuhkan.
__ADS_1
‘’Dia itu salah harus di tegur kalau
perlu di hukum biar kapok sekalian biar enggak mengulanginya lagi.’’Kata Reno.
‘’Orangnya juga sudah tidak ada
mau e’lo mengomel sampai berbusa sekali pun dia tidak akan memdengarnya.’’Kata
Adel menenangkan Reno.
‘’Terima kasih sudah menolong gue
tadi.’’Kata Adel tersenyum.
‘’Tidak usah berterima kasih itu
sudah kewajiban aku untuk melindungi dan menjaga mu.’’Kata Reno,dia mengambil
dus yang di tangan Adel dan mengangkat keduanya lalu berjalan mendahului Adel.
‘’Reno e’lo itu cowok baik tapi kenapa gue enggak bisa menyukai
lo.’’Kata Adel pelan lalu menyusul Reno.
Di lapangan basket semua anggota
basket sudah berkumpul kecuali Reno dan Adel mereka sedang melakukan pemanasan.
‘’Dav e’lo sudah tahu kalau Adel
mendapatkan nilai B di ujian kemarin.’’Kata Diki.
‘’Tidak, Adel belum memberikan
kertas nilainya.’’Kata Davian.
‘’Bukannya lo menantang Adel kalau
dia bisa dapat nilai A pada ujian e’lo bakal memberi Adel kesempatan.’’Kata
Diki,Davian berhenti melakukan pemanasan.
‘’Kalau Adel hanya dapat B ,berarti
kesempatannya hilang dong.’’Lanjut Diki.
‘’E’lo salah mengartikan tantangan
yang gue berikan pada Adel.’’Kata Davian.
‘’hah…maksud lo……’’Kata Diki
‘’Apa ada yang melihat Reno
kemana.’’Teriak Satria.
‘’Anak itu,di hari pertama latihan dia malah bolos.’’Tambahnya.
‘’Kapten Adel juga enggak
ada.’’Kata Ilman.
‘’Adel gue suruh mengambil seragan
baru kita.’’Jawab Satria.
‘’Kalau gitu sudah di pastikan kalau
Reno saat ini sedang bersama Adel.’’Kata Diki.
‘’Masuk akal bocah itukan selalu
mengikuti Adel kemana –mana seperti anak ayam.’’Kata Kevin.
‘’Anak ayam?kalau Reno anak ayam berarti
Adel induk ayam dong,pertama anak kucing sekarang induk ayam nanti apa
lagi.’’kata Diki pelan,Davian menggelengkan kepala mendengar ucapan tak jelas
Diki.
‘’Teman teman lihat apa yang gue
bawa.’’Teriak Reno yang bergema di seluluh lapangan basket.
‘’Panjang umur tuh Anak,baru saja
di bicarakan langsung nongol aja.’’Kata Diki.
‘’Berisik,lo.’’Kata Kevin jutek.
‘’Maaf kak Kevin.’’Kata Reno dan
menaruh dusnya di bawah.
‘’Loh Adelnya mana? kok e’lo malah
sendirian.’’Tanya Satria.
‘’Maaf kak saya terlambat.’’Kata
Adel yang baru datang.
‘’Tadi saya ke kantin dulu beli
minum.’’lanjut Adel yang meninum minuman yang tadi dia beli tapi belum sempat
dia minum.
Adel menaruh botol minumannya di dekat
dus dan dia mulai membuka dusnya,Reno yang kehausan mengambil botol milik Adel
dan menimumnya .
‘’E’lo…..e’lo meminum air bekas
Adel.’’Kata Rendy yang membuat mereka yang tadinya melihat seragam baru mereka
melihat kea rah Reno termasuk Adel.
‘’Ah….maaf Adel aku haus
banget.’’kata Reno mengusap leher belakangnya lalu matanya melotot baru tersadar
dengan tindakannya.
‘’Berarti ini….ini ciuman tak
langgsung,yes…yes.’’Teriak Reno bersemangat.
‘’Curang e’lo Reno.’’Kata Rendy
kesal ,dia ingin merebutnya tapi di tepis Reno.
‘’Dah habis.’’Reno sengaja meledek Rendy dan
menghabiskan minum yang di dalam botol dia tahu kalau Rendy itu menyukai Adel,
dan dia tidak akan di menyia-nyiakan kesepempatan ini.
‘’Renoo.’’Rendy melempar bola
basket yang di pegang pada Reno namun Reno berhasil menghindar dan terjadilah
kejar kerjaran antara Reno dan Rendy di lapangan basket.
Semua anggota tim basket
melihat kelakuan Reno dan Rendy yang
seperti anak keci yang berebut minanan hanya menghela nafas lalu mereka
serempak melihat ke arah Adel yang terkejut dengan pernyataan Reno tadi.
‘’A-apa?’’Tanya Adel gugup karna
di tatap semua orang.
‘’Saat pertandingan nanti seperti
gue harus memberi bekas minum e’lo deh, Del! agar mereka berdua bertambah
semangat.’’kata Satria.
‘’Hah.’’Kata Adel
‘’Kak Satria jangan seenaknya
yah,ciuman saya itu hanya untuk satu orang saja ,dengar itu.’’kata Adel kesal.
‘’Hanya untuk Davian saja kan.’’kata
Diki.
‘’Iyah.’’Adel menggangguk.
Lalu dia menutup mulutnya saat
sadar dengan ucapannya wajahnya sudah merah semerah kepiting rebus ,karna malu Adel segera
kabur meninggalkan lapangan basket.
‘’Hahahahahahaha.’’Semua orang
tertawa melihat Adel yang kabur kecuali Davian yang hanya tersenyum.
‘’Ada apa kalian semua kok
tertawa.’’Tanya Rendy,mereka menghentikan kejar kejarannya saat mendengar teman
temannya tertawa dan menghampiri mereka.
‘’Adel pergi kemana.’’Tanya Reno
yang menyadari kalau Adel sudah tidak ada.
‘’Dia mungkin sedang mengipasi
kepala kepiting rebus.’’Kata Marsel yang sudah berhenti tertawa.
‘’Kepiting?senior masak kepiting.’’Kata
Reno polos.
‘’Hahahahaha.’’Sekali lagi tawa mereka
pecah.
‘’Kalian kenapa kesambet,
yah.’’Kata Rendy yang mulai merinding.
‘’Apa salah pertanyaan gue.’’Tanya
Reno pada Rendy.
‘’Entahlah.’’Rendy mengangkat
bahu.
‘’Sudah sudah……. perut gue sakit.’’kata
Satria yang berusaha menghentikan tawanya.
Sementara Adel yang berlari dia
pergi ke toilet karna malu.
‘’Duk kanapa nih mulut.’’Adel
memukul mulutnya.
‘’Pake kelepasan
segala.’’Tambahnya.
‘’Mulai sekarang gue harus
bagaimana menghadapi Davian,duh……malunya.’’Adel mengacak acak rambutnya.
‘’Bukan hanya Davian tapi semua
anggota basket dan bagaimana kalau mereka menyebarkannya lagi bisa bisa vilar
lagi nanti.’’Kata Adel prustasi.
‘’Sebaiknya kalian jangan
menyebarkan soal ini nanti Adel bisa bisa tidak mau ke kampus karna di gosipkan
lagi.’’Satrai memperingatkan mereka ,dia tidak mau seperti kejadian kemarin
–kemarin.
__ADS_1
‘’Baik.’’Kata mereka semua kecuali
Reno dan Rendy yang binggung apa yang tidak boleh di sebarkan oleh mereka.