Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
73


__ADS_3

’’Ahhhh.’’Adel menutup matanya


rapat –rapat karna takut.


kemana?’’Tanya Reno orang yang menepuk bahu Adel.


‘Suara ini kan?suara Reno.’’Pikir


Adel lalu perlahan -lahan membuka matanya.


‘Hah,syukurlah.’Batin Adel lega.


‘’Mau mengambil seragan baru untuk


dipakai pas turnamen nanti.’’Jawab Adel.


‘’Sendirian?’’Tanya Reno


‘’Iyah.’’Kata Adel.


‘’Baiklah aku akan membantu


mu.’’Reno tersenyum penuh semangat.


‘’Tidak usah ,gue bisa sendiri


kok.’’Tolak Adel.


‘’Lagian kalau e’lo bantuin gue lo


bisa telat latihan.’’Tambah Adel.


‘’Kamu lupa tujuan aku ikut bergabung


dengan tim basket kan memang untuk bisa membantu mu.’’Kata Reno.


‘’Jadi boleh yah.’’Lanjut Reno


menatap penuh harap.


‘’Baiklah.’’Kata Adel setuju.


Setelah menunggu bis pun datang


Adel dan Reno naik untuk pergi ke tujuan mereka.


‘Seperti memang benar Reno yang


mengikuti ku tadi.’Pikir Adel saat melihat ke sekeliling.


Dia masih kepikiran soal tadi Karna


pas keluar kampus dia merasa ada yang memperhatikannya tapi saat Reno datang


perasaan itu hilang.


‘’Adel kita sudah sampai.’’Kata


Reno menyadarkan lamunan Adel.


‘’Oh, benarkah?’’Kata Adel ,dia


melihat ke luar memang benar lalu  turun


dari bis.


Setelah beberapa meter mereka


berjalan mereka tiba ke toko yang di maksud mereka masuk ke dalam.


‘’Permisi mas saya dari Bima Darma


mau mengambil seragam basket pesanan pak Gunawan.’’Kata Adel pada penjaga toko


dan menyerahkan bukti pesanan.


‘’Tunggu sebentar, saya cek


dulu.’’Kata penjaga tokonya lalu mengambilkan pesana mereka.


‘’Ini dia, pesanan atas nama pak


Gunawan.’’Penjaga toko menyerahkan dua kardus berukuran sedang pada Adel dan


Reno.


‘’Terima Kasih mas.’’Kata Adel


lalu menggangkat kardusnya satu yang satunya di bawa Reno.


‘’Adel sini biar aku saja yang


membawa nya.’’Kata Reno.


‘’Tidak perlu lagian ini itukan


tugas gue.’’kata Adel


Mereka berjalan menuju halte tiba


tiba ada seseorang yang mengendarai motornya kencang di jalan trotoar, Reno


menarik tangan Adel  supaya tak tertabrak


membuat mereka berpelukan karna terkejut Adel menjatuhkan kardus yang di


bawanya.


‘’Adel kamu tidak apa-apa?’’Tanya


Reno pada Adel yang ada di pelukannya.


‘’Ah…..ti-tidak apa –apa


kok.’’Kata Adel yang shok.


‘’Tuh orang tidak waras apa?sudah


tahu trotoar itu untuk pejalan kaki masih saja!jalanannyakan masih luas ngapain


merebut hak pejalan kaki.’’Kata Reno kesal.


‘’Sudah lah Reno.’’Kata Adel yang


sudah tenang,dia melepas pelukannya dan memeriksa dus yang dia jatuhkan.


‘’Dia itu salah harus di tegur kalau


perlu di hukum biar kapok sekalian biar enggak mengulanginya lagi.’’Kata Reno.


‘’Orangnya juga sudah tidak ada


mau e’lo mengomel sampai berbusa sekali pun dia tidak akan memdengarnya.’’Kata


Adel menenangkan Reno.


‘’Terima kasih sudah menolong gue


tadi.’’Kata Adel tersenyum.


‘’Tidak usah berterima kasih itu


sudah kewajiban aku untuk melindungi dan menjaga mu.’’Kata Reno,dia mengambil


dus yang di tangan Adel dan mengangkat keduanya lalu berjalan mendahului Adel.


‘’Reno e’lo itu cowok  baik tapi kenapa gue enggak bisa menyukai


lo.’’Kata Adel pelan lalu menyusul Reno.


Di lapangan basket semua anggota


basket sudah berkumpul kecuali Reno dan Adel mereka sedang melakukan pemanasan.


‘’Dav e’lo sudah tahu kalau Adel


mendapatkan nilai B di ujian kemarin.’’Kata Diki.


‘’Tidak, Adel belum memberikan


kertas nilainya.’’Kata Davian.


‘’Bukannya lo menantang Adel kalau


dia bisa dapat nilai A pada ujian e’lo bakal memberi Adel kesempatan.’’Kata


Diki,Davian berhenti melakukan pemanasan.


‘’Kalau Adel hanya dapat B ,berarti


kesempatannya hilang dong.’’Lanjut Diki.


‘’E’lo salah mengartikan tantangan


yang gue berikan pada Adel.’’Kata Davian.


‘’hah…maksud lo……’’Kata Diki


‘’Apa ada yang melihat Reno


kemana.’’Teriak Satria.


‘’Anak itu,di hari pertama latihan  dia malah bolos.’’Tambahnya.


‘’Kapten Adel juga enggak


ada.’’Kata Ilman.


‘’Adel gue suruh mengambil seragan


baru kita.’’Jawab Satria.


‘’Kalau gitu sudah di pastikan kalau


Reno saat ini sedang bersama Adel.’’Kata Diki.


‘’Masuk akal bocah itukan selalu


mengikuti Adel kemana –mana seperti anak ayam.’’Kata Kevin.


‘’Anak ayam?kalau Reno anak ayam berarti


Adel induk ayam dong,pertama anak kucing sekarang induk ayam nanti apa


lagi.’’kata Diki pelan,Davian menggelengkan kepala mendengar ucapan tak jelas


Diki.


‘’Teman teman lihat apa yang gue


bawa.’’Teriak Reno yang bergema di seluluh lapangan basket.


‘’Panjang umur tuh Anak,baru saja


di bicarakan langsung nongol aja.’’Kata Diki.


‘’Berisik,lo.’’Kata Kevin jutek.


‘’Maaf kak Kevin.’’Kata Reno dan


menaruh dusnya di bawah.


‘’Loh Adelnya mana? kok e’lo malah


sendirian.’’Tanya Satria.


‘’Maaf kak saya terlambat.’’Kata


Adel yang baru datang.


‘’Tadi saya ke kantin dulu beli


minum.’’lanjut Adel yang meninum minuman yang tadi dia beli tapi belum sempat


dia minum.


Adel menaruh botol minumannya di dekat


dus dan dia mulai membuka dusnya,Reno yang kehausan mengambil botol milik Adel


dan menimumnya .


‘’E’lo…..e’lo meminum air bekas


Adel.’’Kata Rendy yang membuat mereka yang tadinya melihat seragam baru mereka


melihat kea rah Reno termasuk Adel.


‘’Ah….maaf Adel aku haus


banget.’’kata Reno mengusap leher belakangnya lalu matanya melotot baru tersadar


dengan tindakannya.


‘’Berarti ini….ini ciuman tak

__ADS_1


langgsung,yes…yes.’’Teriak Reno bersemangat.


‘’Curang e’lo Reno.’’Kata Rendy


kesal ,dia ingin merebutnya tapi di tepis Reno.


‘’Dah habis.’’Reno sengaja


menghabiskan minum yang di dalam botol dia tahu kalau Rendy itu menyukai Adel,


dan dia tidak akan di menyia-nyiakan kesepempatan ini.


‘’Renoo.’’Rendy melempar bola


basket yang di pegang pada Reno namun Reno berhasil menghindar dan terjadilah


kejar kerjaran antara Reno dan Rendy di lapangan basket.


Semua anggota tim basket


melihat  kelakuan Reno dan Rendy yang


seperti anak keci yang berebut minanan hanya menghela nafas lalu mereka


serempak melihat ke arah Adel yang terkejut dengan pernyataan Reno tadi.


‘’A-apa?’’Tanya Adel gugup karna


di tatap semua orang.


‘’Saat pertandingan nanti seperti


gue harus memberi bekas minum e’lo Del agar mereka berdua tambah


semangat.’’kata Satria.


‘’Hah.’’Kata Adel


‘’Kak Satria jangan seenaknya


yah,ciuman saya itu hanya untuk satu orang saja ,dengar itu.’’kata Adel kesal.


‘’Hanya untuk Davian saja kan.’’kata


Diki.


‘’Iyah.’’Adel menggangguk.


Lalu dia menutup mulutnya saat


sadar dengan ucapannya wajahnya sudah merah  semerah kepiting rebus ,karna malu Adel segera


kabur meninggalkan lapangan basket.


‘’Hahahahahahaha.’’Semua orang


tertawa melihat Adel yang kabur kecuali Davian yang hanya tersenyum.


‘’Ada apa kalian semua kok


tertawa.’’Tanya Rendy,mereka menghentikan kejar kejarannya saat mendengar teman


temannya tertawa dan menghampiri mereka.


‘’Adel pergi kemana.’’Tanya Reno


yang menyadari kalau Adel sudah tidak ada.


‘’Dia mungkin sedang mengipasi


kepala kepiting rebus.’’Kata Marsel yang sudah berhenti tertawa.


‘’Kepiting?senior masak kepiting.’’Kata


Reno polos.


‘’Hahahahaha.’’Sekali lagi tawa mereka


pecah.


‘’Kalian kenapa kesambet


yah.’’Kata Rendy yang mulai merinding.


‘’Apa salah pertanyaan gue.’’Tanya


Reno pada Rendy.


‘’Entahlah.’’Rendy mengangkat


bahu.


‘’Sudah sudah……. perut gue sakit.’’kata


Satria yang berusaha menghentikan tawanya.


Sementara Adel yang berlari dia


pergi ke toilet karna malu.


‘’Duk kanapa nih mulut.’’Adel


memukul mulutnya.


‘’Pake kelepasan


segala.’’Tambahnya.


‘’Mulai sekarang gue harus


bagaimana menghadapi Davian,duh……malunya.’’Adel mengacak acak rambutnya.


‘’Bukan hanya Davian tapi semua


anggota basket dan bagaimana kalau mereka menyebarkannya lagi bisa bisa vilar


lagi nanti.’’Kata Adel prustasi.


‘’Sebaiknya kalian jangan


menyebarkan soal ini nanti Adel bisa bisa tidak mau ke kampus karna di gosipkan


lagi.’’Satrai memperingatkan mereka ,dia tidak mau seperti kejadian kemarin


–kemarin.


‘’Baik.’’Kata mereka semua kecuali


Reno dan Rendy yang binggung apa yang tidak boleh di sebarkan oleh mereka.


’’Ahhhh.’’Adel menutup matanya


rapat –rapat karna takut.


kemana?’’Tanya Reno orang yang menepuk bahu Adel.


‘Suara ini kan?suara Reno.’’Pikir


Adel lalu perlahan -lahan membuka matanya.


‘Hah,syukurlah.’Batin Adel lega.


‘’Mau mengambil seragan baru untuk


dipakai pas turnamen nanti.’’Jawab Adel.


‘’Sendirian?’’Tanya Reno


‘’Iyah.’’Kata Adel.


‘’Baiklah aku akan membantu


mu.’’Reno tersenyum penuh semangat.


‘’Tidak usah ,gue bisa sendiri


kok.’’Tolak Adel.


‘’Lagian kalau e’lo bantuin gue lo


bisa telat latihan.’’Tambah Adel.


‘’Kamu lupa tujuan aku ikut bergabung


dengan tim basket kan memang untuk bisa membantu mu.’’Kata Reno.


‘’Jadi boleh yah.’’Lanjut Reno


menatap penuh harap.


‘’Baiklah.’’Kata Adel setuju.


Setelah menunggu bis pun datang


Adel dan Reno naik untuk pergi ke tujuan mereka.


‘Seperti memang benar Reno yang


mengikuti ku tadi.’Pikir Adel saat melihat ke sekeliling.


Dia masih kepikiran soal tadi Karna


pas keluar kampus dia merasa ada yang memperhatikannya tapi saat Reno datang


perasaan itu hilang.


‘’Adel kita sudah sampai.’’Kata


Reno menyadarkan lamunan Adel.


‘’Oh, benarkah?’’Kata Adel ,dia


melihat ke luar memang benar lalu  turun


dari bis.


Setelah beberapa meter mereka


berjalan mereka tiba ke toko yang di maksud mereka masuk ke dalam.


‘’Permisi mas saya dari Bima Darma


mau mengambil seragam basket pesanan pak Gunawan.’’Kata Adel pada penjaga toko


dan menyerahkan bukti pesanan.


‘’Tunggu sebentar, saya cek


dulu.’’Kata penjaga tokonya lalu mengambilkan pesana mereka.


‘’Ini dia, pesanan atas nama pak


Gunawan.’’Penjaga toko menyerahkan dua kardus berukuran sedang pada Adel dan


Reno.


‘’Terima Kasih mas.’’Kata Adel


lalu menggangkat kardusnya satu yang satunya di bawa Reno.


‘’Adel sini biar aku saja yang


membawa nya.’’Kata Reno.


‘’Tidak perlu lagian ini itukan


tugas gue.’’kata Adel


Mereka berjalan menuju halte tiba


tiba ada seseorang yang mengendarai motornya kencang di jalan trotoar, Reno


menarik tangan Adel  supaya tak tertabrak


membuat mereka berpelukan karna terkejut Adel menjatuhkan kardus yang di


bawanya.


‘’Adel kamu tidak apa-apa?’’Tanya


Reno pada Adel yang ada di pelukannya.


‘’Ah…..ti-tidak apa –apa


kok.’’Kata Adel yang shok.


‘’Tuh orang tidak waras apa?sudah


tahu trotoar itu untuk pejalan kaki masih saja!jalanannyakan masih luas ngapain


merebut hak pejalan kaki.’’Kata Reno kesal.


‘’Sudah lah Reno.’’Kata Adel yang


sudah tenang,dia melepas pelukannya dan memeriksa dus yang dia jatuhkan.

__ADS_1


‘’Dia itu salah harus di tegur kalau


perlu di hukum biar kapok sekalian biar enggak mengulanginya lagi.’’Kata Reno.


‘’Orangnya juga sudah tidak ada


mau e’lo mengomel sampai berbusa sekali pun dia tidak akan memdengarnya.’’Kata


Adel menenangkan Reno.


‘’Terima kasih sudah menolong gue


tadi.’’Kata Adel tersenyum.


‘’Tidak usah berterima kasih itu


sudah kewajiban aku untuk melindungi dan menjaga mu.’’Kata Reno,dia mengambil


dus yang di tangan Adel dan mengangkat keduanya lalu berjalan mendahului Adel.


‘’Reno e’lo itu cowok  baik tapi kenapa gue enggak bisa menyukai


lo.’’Kata Adel pelan lalu menyusul Reno.


Di lapangan basket semua anggota


basket sudah berkumpul kecuali Reno dan Adel mereka sedang melakukan pemanasan.


‘’Dav e’lo sudah tahu kalau Adel


mendapatkan nilai B di ujian kemarin.’’Kata Diki.


‘’Tidak, Adel belum memberikan


kertas nilainya.’’Kata Davian.


‘’Bukannya lo menantang Adel kalau


dia bisa dapat nilai A pada ujian e’lo bakal memberi Adel kesempatan.’’Kata


Diki,Davian berhenti melakukan pemanasan.


‘’Kalau Adel hanya dapat B ,berarti


kesempatannya hilang dong.’’Lanjut Diki.


‘’E’lo salah mengartikan tantangan


yang gue berikan pada Adel.’’Kata Davian.


‘’hah…maksud lo……’’Kata Diki


‘’Apa ada yang melihat Reno


kemana.’’Teriak Satria.


‘’Anak itu,di hari pertama latihan  dia malah bolos.’’Tambahnya.


‘’Kapten Adel juga enggak


ada.’’Kata Ilman.


‘’Adel gue suruh mengambil seragan


baru kita.’’Jawab Satria.


‘’Kalau gitu sudah di pastikan kalau


Reno saat ini sedang bersama Adel.’’Kata Diki.


‘’Masuk akal bocah itukan selalu


mengikuti Adel kemana –mana seperti anak ayam.’’Kata Kevin.


‘’Anak ayam?kalau Reno anak ayam berarti


Adel induk ayam dong,pertama anak kucing sekarang induk ayam nanti apa


lagi.’’kata Diki pelan,Davian menggelengkan kepala mendengar ucapan tak jelas


Diki.


‘’Teman teman lihat apa yang gue


bawa.’’Teriak Reno yang bergema di seluluh lapangan basket.


‘’Panjang umur tuh Anak,baru saja


di bicarakan langsung nongol aja.’’Kata Diki.


‘’Berisik,lo.’’Kata Kevin jutek.


‘’Maaf kak Kevin.’’Kata Reno dan


menaruh dusnya di bawah.


‘’Loh Adelnya mana? kok e’lo malah


sendirian.’’Tanya Satria.


‘’Maaf kak saya terlambat.’’Kata


Adel yang baru datang.


‘’Tadi saya ke kantin dulu beli


minum.’’lanjut Adel yang meninum minuman yang tadi dia beli tapi belum sempat


dia minum.


Adel menaruh botol minumannya di dekat


dus dan dia mulai membuka dusnya,Reno yang kehausan mengambil botol milik Adel


dan menimumnya .


‘’E’lo…..e’lo meminum air bekas


Adel.’’Kata Rendy yang membuat mereka yang tadinya melihat seragam baru mereka


melihat kea rah Reno termasuk Adel.


‘’Ah….maaf Adel aku haus


banget.’’kata Reno mengusap leher belakangnya lalu matanya melotot baru tersadar


dengan tindakannya.


‘’Berarti ini….ini ciuman tak


langgsung,yes…yes.’’Teriak Reno bersemangat.


‘’Curang e’lo Reno.’’Kata Rendy


kesal ,dia ingin merebutnya tapi di tepis Reno.


‘’Dah habis.’’Reno sengaja meledek Rendy dan


menghabiskan minum yang di dalam botol dia tahu kalau Rendy itu menyukai Adel,


dan dia tidak akan di menyia-nyiakan kesepempatan ini.


‘’Renoo.’’Rendy melempar bola


basket yang di pegang pada Reno namun Reno berhasil menghindar dan terjadilah


kejar kerjaran antara Reno dan Rendy di lapangan basket.


Semua anggota tim basket


melihat  kelakuan Reno dan Rendy yang


seperti anak keci yang berebut minanan hanya menghela nafas lalu mereka


serempak melihat ke arah Adel yang terkejut dengan pernyataan Reno tadi.


‘’A-apa?’’Tanya Adel gugup karna


di tatap semua orang.


‘’Saat pertandingan nanti seperti


gue harus memberi bekas minum e’lo deh, Del! agar mereka berdua bertambah


semangat.’’kata Satria.


‘’Hah.’’Kata Adel


‘’Kak Satria jangan seenaknya


yah,ciuman saya itu hanya untuk satu orang saja ,dengar itu.’’kata Adel kesal.


‘’Hanya untuk Davian saja kan.’’kata


Diki.


‘’Iyah.’’Adel menggangguk.


Lalu dia menutup mulutnya saat


sadar dengan ucapannya wajahnya sudah merah  semerah kepiting rebus ,karna malu Adel segera


kabur meninggalkan lapangan basket.


‘’Hahahahahahaha.’’Semua orang


tertawa melihat Adel yang kabur kecuali Davian yang hanya tersenyum.


‘’Ada apa kalian semua kok


tertawa.’’Tanya Rendy,mereka menghentikan kejar kejarannya saat mendengar teman


temannya tertawa dan menghampiri mereka.


‘’Adel pergi kemana.’’Tanya Reno


yang menyadari kalau Adel sudah tidak ada.


‘’Dia mungkin sedang mengipasi


kepala kepiting rebus.’’Kata Marsel yang sudah berhenti tertawa.


‘’Kepiting?senior masak kepiting.’’Kata


Reno polos.


‘’Hahahahaha.’’Sekali lagi tawa mereka


pecah.


‘’Kalian kenapa kesambet,


yah.’’Kata Rendy yang mulai merinding.


‘’Apa salah pertanyaan gue.’’Tanya


Reno pada Rendy.


‘’Entahlah.’’Rendy mengangkat


bahu.


‘’Sudah sudah……. perut gue sakit.’’kata


Satria yang berusaha menghentikan tawanya.


Sementara Adel yang berlari dia


pergi ke toilet karna malu.


‘’Duk kanapa nih mulut.’’Adel


memukul mulutnya.


‘’Pake kelepasan


segala.’’Tambahnya.


‘’Mulai sekarang gue harus


bagaimana menghadapi Davian,duh……malunya.’’Adel mengacak acak rambutnya.


‘’Bukan hanya Davian tapi semua


anggota basket dan bagaimana kalau mereka menyebarkannya lagi bisa bisa vilar


lagi nanti.’’Kata Adel prustasi.


‘’Sebaiknya kalian jangan


menyebarkan soal ini nanti Adel bisa bisa tidak mau ke kampus karna di gosipkan


lagi.’’Satrai memperingatkan mereka ,dia tidak mau seperti kejadian kemarin


–kemarin.

__ADS_1


‘’Baik.’’Kata mereka semua kecuali


Reno dan Rendy yang binggung apa yang tidak boleh di sebarkan oleh mereka.


__ADS_2