
Sekarang keluarga Pratama kecuali Davian dan Tomi sedang
berkumpul di ruang keluarga karna Tomi ayah Adel ingin membicarakan sesuatu
dengan Marselo dan Marisa.
‘’Jadi Tomi ada apa?’’Tanya Marselo,tadi di kantor Tomi
menghubungi dirinya untuk membicarakan
sesuatu katanya.
‘’Sebenarnya ada apa ini Pah?’’Tanya Marisa dia tidak tau
apa yang di bicarakan suaminya.
‘’Tadi siang Tomi menelepon papa,katanya ada yang mau di
bicarakan.’’Jelas Marselo pada istrinya.
‘’Begini Marselo.’’Kata Tomi menjeda.
‘’Aku sangat berterima kasih padamu dan keluargamu karna
sudah mau membantu kami dan menerima kami di rumah kalian.’’Kata Tomi sedikit
gugup.
‘’Kau ini bicara apa kita kan teman jadi wajar kalau saling
membantu lagi pula dulu kau sudah banyak membantu ku.’’Kata Marselo
‘’Kami juga senang kalian tinggal di sini,aku jadi tidak
kesepian lagi sejak Adel tinggal di sini, rumah juga semakin ramai.’’Kata
Marisa bersemangat.
‘’Aku benar benar berterima kasih.’’Tomi merasa tak enak.
Daniel duduk dengan tenang sambil memakan cemilannya,dia
hanya mendengarkan pembicaraan orang tuanya dan ayahnya Adel.
‘’Tapi ku rasa ini tidak baik apa lagi untuk Davian dan
Adel.’’Kata Tomi.
‘’Maksudmu.’’Tanya Marselo yang tak mengerti.
‘’Mereka berdua kan tidak mempunyai ikatan apa pun jadi aku
rasa tak baik untuk tinggal satu atap takut menimbulkan fitnah.’’Kata Tomi
lagi.
‘’Jadi kami memutuskan untuk pindah dari sini.’’Tambahnya.
‘’Apa!’’teriak Marselo dan Marisa bersama,Daniel pun ikut
terkejut.
Adel terduduk di belakang kursi tersedu sedu saat ayahnya
mengatakan akan pindah,dia tidak sanggup wajah mereka jadi dia memilih tak ikut berkumpul bisa saja
di goyah bila melihat Marisa yang menangis.
‘’Apa maksudmu itu Tomi kenapa bicara begitu.’’Kata Marisa sendu
dia sudah menganggap Adel seperti putrinyaa.
‘’Benar,lagian kamu jangan khawatir soal omongan orang, kami
sudah bilang pada pak rt kalau kamu itu kerabat kami.’’Kata Marselo yang sama
sedihnya.
‘’Lagi pula kalau kalian mau pergi dari rumah ini kalian mau
tinggal dimana coba.’’Kata Marselo mencoba membujuk temannya itu.
‘’Kamu tenang saja kami bisa tinggal di restoran jadi tak perlu cemas.’’Kata Tomi.
‘’Tak bisa kah kalian tetap tinggal disini saja.’’Kata
Marisa sedih.
‘’Maaf kami merasa tak enak bila tinggal lebih lama lagi
terlebih pada Davian.’’Kata Tomi
‘’Apa Davian bicara sesuatu pada kalian?’’Tanya Marselo
‘’Tidak,Davian tidak mengatakan apa apa kok.’’Kata Tomi agar
Davian tak di marahi.
‘’Ku mohon kalian jangan pindah yah.’’Kata Marisa sendu.
‘’Sebaiknya kau pikirkan lagi jangan terburu buru .’’Bujuk
Marselo.
__ADS_1
‘’Kami tak mau merepotkan kalian lagi jadi,maaf.’’Kata Tomi.
Davian baru kembali dia melihat orang tuanya dan Tomi
ayahnya Adel sepertinya sedang membicarakan hal yang serius jadi dia berjalan
pelan melewati mereka saat di akan naik tangga Daniel melihatnya.
‘’Kak Adel bakalan pindah dari rumah kita.’’Kata Daniel saat
melihat Davian dengan senang.
Davian terdiam kaku sebentar saat Daniel bilang
begitu,dadanya terasa sakit mendengarnya dia menoleh sebentar lalu naik ke
atas.
Adel gelagapan mendengar derap kaki dia juga mendengar
ucapan Daniel yang bicara dengan Davian,dia berdiri berpura pura baru ke luar
kamar saat melihat Davian sudah di lantai dua.
‘’E’lo mau pindah.’’Kata Davian datar namun mata terlihat
sendu.
‘’Iyah.’’Kata Adel dia menunduk jadi tak melihat mata sendu
Davian.
‘’Apa lo kecewa.’’Tanya Adel melihat Davian.
‘’Tidak justru itu melegakan tidak akan ada lagi yang
membuat gue merepotkan .’’Kata Davian,dia masuk ke kamarnya.
‘’Begitu yah.’’Kata Adel sendu.
‘’Terima kasih sudah mau membantu dan maaf gue selalu
merepotkan e’lo,semoga lo selalu bahagia selamat tinggal.’’Kata Adel di depan
pintu kamar Davian.
Sebenarnya dia ingin mengucapkannya di depan Davian karna
ini adalah malam terakhir dia tinggal di rumah ini,dia berharap bisa melihat
wajah Davian yang senang tapi Davian langsung masuk kekamarnya.
Walau Adel ingin labih lama lagi mengobrol dengan Davian
barang barangnya.
Davian masih berdiri di belakang pintu dan mendengar ucapan Adel dadanya terasa di tusuk saat Adel
mengatakan ‘selamat tinggal’dia memegangi dadanya erat.
Adel memasukan pakaiannya ke dalam koper dia melihat foto
nya bersama Davian saat kelulusan, air matanya mengalir saat dia mengingat
kebersamaannya dengan Davian di SMA.
Keesokan paginya pagi pagi keluarga Pratama sudah berkumpul
di teras untuk membantu mengantar kepergian Adel dan Tomi.
TOK TOK TOK
CKLEK
‘’Adel ayo turun semua telah menunggu.’’Kata Tomi mengajak
Adel.
‘’Ayah.’’Kata Adel sedih.
Adel menghapiri Tomi dia menangis sambil memeluk
ayahnya,Tomi memeluk Adel mengusap rambut Adel untuk menenangkannya.Setelah
Adel merasa lebih baik mereka turun menemui Marselo dan Marisa untuk
berpamitan.
‘’Tante.’’Adel menghampiri Marisa yang menangis
membelakanginya.
‘’Adel pergi yah!tante jaga kesehatan.’’Kata Adel yang
sendu.
‘’Adel tante mohon tetap di sini.’’Marisa berbalik dan
menggemgam tangan Adel memohon agar Adel
tak pindah.
‘’kalau kamu pindah siapa yang akan mememani tante ngobrol
__ADS_1
dan juga memasak nanti siapa yang akan membantu tante merawat taman jangan
pergi yah.’’Tambah Marisa,Adel hanya menggelengkan kepalanya.
‘’Adel akan sering menghubungi tante kalau tante kangen
tante tinggal ke restoran saja.’’Kata
Adel.
‘’Marselo aku pergi, jaga kesehatan mu.’’Kata Tomi pada
Marselo lalu memeluknya.
‘’Yah kau juga lain kali kita minum bersama.’’Kata Marselo
sendu.
‘’Datang saja akan aku temani kau.’’Balas Tomi.
‘’Om terima kasih karna sudah bersedia menampung kami selama
ini,maaf kalau selama kami menumpang di sini telah banyak merepotkan
kalian.’’Kata Adel,Marselo memeluk Adel.
‘’Bicara apa kamu ini,kalian tidak merepotkan sama
sekali.’’Kata Marselo
‘Apa dia menyindir gue.’Pikir Davian,dia tersentak saat Adel
mengatakan kalau mereka menumpang dia ingat kemarin dia mengatakan itu saat
Laura ke rumah.
Setelah memasukan semua barang milik mereka Tomi menghampiri
Adel mengajaknya berangkat.
‘’Adel ayo kita pergi semuanya telah di masukan,Kawan terima
kasih selama ini sudah membantu.’’Kata Tomi pada Adel dan menepuk bahu Marselo.
‘’Om,tante Adel pamit sampai jumpa.’’Adel menyalami Marselo
dan Marisa saat akan masuk mobil Marisa memeluk Adel .
‘’Adel jangan pergi.’’Marisa memeluk Adel lagi.
‘’Sudahlah sayang nanti kamu malah membuat Adel tambah sedih.’’Kata Marselo,dia melepaskan
pelukan istrinya.
Tomi masuk ke dalam mobil di susul Adel setelah Adel
memasang sabuk pengaman Tomi menjalankan mobilnya meninggalkan halaman kediaman
Pratama.
‘’Adel..hiks…hiks.’’Marisa menangis melihat mobil yang di
tumpangi Adel pergi,Marselo memeluk istrinya berusaha menenangkan.
‘’Ye….sekarang rumah kita jadi tenang lagi.’’Kata Daniel
dengan senangnya.
‘’Daniel.’’Kata Marselo menatap Daniel untuk
memperingatkannya.
‘’Mama..apa sekarang mama bisa masak kami sudah lapar.’’Kata
Davian,karna mengurus ke pindahan Adel mereka semua belum sarapan.
‘’Apa hanya itu yang kamu pikirkan.’’Marisa menatap Davian.
‘’Adel pergi itu semua salah mu.’’Tambah Marisa lalu masuk
ke dalam rumah.
Daniel dan Marselo pun masuk setelah semuanya masuk Davian
melihat kearah perginya mobil Adel dengan pandangan sendu.
Setelah selesai sarapan Davian langsung naik ke kamarnya dia
melihat pintu kamar Adel yang terbuka lalu dia masuk melihat ke sekeliling.
Di atas ranjang tergetetak boneka kecil Davian mengambil
boneka tersebut, itu adalah boneka yang pernah di dapatkan Davian,tampa di
sadari air mata Davian mengalir ke pipinya matanya memancarkan kesedihan tampa
dia tau.
DI CHAPTER INI SAYA MAU SEDIH SEDIHAN TAPI MAAF KALAU KURANG
SEDIH YAH SOALNYA SAYA BINGUNG MENGEPRESIKAN ORANG YANG BERSEDIH. OKE TERIMA
KASIH KARENA SUDAH MEMBACANYA JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YAH,BAY BAY.
__ADS_1