Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
PINDAH


__ADS_3

Sekarang keluarga Pratama kecuali Davian dan Tomi sedang


berkumpul di ruang keluarga karna Tomi ayah Adel ingin membicarakan sesuatu


dengan Marselo dan Marisa.


‘’Jadi Tomi ada apa?’’Tanya Marselo,tadi di kantor Tomi


menghubungi dirinya  untuk membicarakan


sesuatu katanya.


‘’Sebenarnya ada apa ini Pah?’’Tanya Marisa dia tidak tau


apa yang di bicarakan suaminya.


‘’Tadi siang Tomi menelepon papa,katanya ada yang mau di


bicarakan.’’Jelas Marselo pada istrinya.


‘’Begini Marselo.’’Kata Tomi menjeda.


‘’Aku sangat berterima kasih padamu dan keluargamu karna


sudah mau membantu kami dan menerima kami di rumah kalian.’’Kata Tomi sedikit


gugup.


‘’Kau ini bicara apa kita kan teman jadi wajar kalau saling


membantu lagi pula dulu kau sudah banyak membantu ku.’’Kata Marselo


‘’Kami juga senang kalian tinggal di sini,aku jadi tidak


kesepian lagi sejak Adel tinggal di sini, rumah juga semakin ramai.’’Kata


Marisa bersemangat.


‘’Aku benar benar berterima kasih.’’Tomi merasa tak enak.


Daniel duduk dengan tenang sambil memakan cemilannya,dia


hanya mendengarkan pembicaraan orang tuanya dan ayahnya Adel.


‘’Tapi ku rasa ini tidak baik apa lagi untuk Davian dan


Adel.’’Kata Tomi.


‘’Maksudmu.’’Tanya Marselo yang tak mengerti.


‘’Mereka berdua kan tidak mempunyai ikatan apa pun jadi aku


rasa tak baik untuk tinggal satu atap takut menimbulkan fitnah.’’Kata Tomi


lagi.


‘’Jadi kami memutuskan untuk pindah dari sini.’’Tambahnya.


‘’Apa!’’teriak Marselo dan Marisa bersama,Daniel pun ikut


terkejut.


Adel terduduk di belakang kursi tersedu sedu saat ayahnya


mengatakan akan pindah,dia tidak sanggup wajah mereka  jadi dia memilih tak ikut berkumpul bisa saja


di goyah bila melihat Marisa yang menangis.


‘’Apa maksudmu itu Tomi kenapa bicara begitu.’’Kata Marisa sendu


dia sudah menganggap Adel seperti putrinyaa.


‘’Benar,lagian kamu jangan khawatir soal omongan orang, kami


sudah bilang pada pak rt kalau kamu itu kerabat kami.’’Kata Marselo yang sama


sedihnya.


‘’Lagi pula kalau kalian mau pergi dari rumah ini kalian mau


tinggal dimana coba.’’Kata Marselo mencoba membujuk temannya itu.


‘’Kamu tenang saja kami bisa tinggal di restoran  jadi tak perlu cemas.’’Kata Tomi.


‘’Tak bisa kah kalian tetap tinggal disini saja.’’Kata


Marisa sedih.


‘’Maaf kami merasa tak enak bila tinggal lebih lama lagi


terlebih pada Davian.’’Kata Tomi


‘’Apa Davian bicara sesuatu pada kalian?’’Tanya Marselo


‘’Tidak,Davian tidak mengatakan apa apa kok.’’Kata Tomi agar


Davian tak di marahi.


‘’Ku mohon kalian jangan pindah yah.’’Kata Marisa sendu.


‘’Sebaiknya kau pikirkan lagi jangan terburu buru .’’Bujuk


Marselo.

__ADS_1


‘’Kami tak mau merepotkan kalian lagi jadi,maaf.’’Kata Tomi.


Davian baru kembali dia melihat orang tuanya dan Tomi


ayahnya Adel sepertinya sedang membicarakan hal yang serius jadi dia berjalan


pelan melewati mereka saat di akan naik tangga Daniel melihatnya.


‘’Kak Adel bakalan pindah dari rumah kita.’’Kata Daniel saat


melihat Davian dengan senang.


Davian terdiam kaku sebentar saat Daniel bilang


begitu,dadanya terasa sakit mendengarnya dia menoleh sebentar lalu naik ke


atas.


Adel gelagapan mendengar derap kaki dia juga mendengar


ucapan Daniel yang bicara dengan Davian,dia berdiri berpura pura baru ke luar


kamar saat melihat Davian sudah di lantai dua.


‘’E’lo mau pindah.’’Kata Davian datar namun mata terlihat


sendu.


‘’Iyah.’’Kata Adel dia menunduk jadi tak melihat mata sendu


Davian.


‘’Apa lo kecewa.’’Tanya Adel melihat Davian.


‘’Tidak justru itu melegakan tidak akan ada lagi yang


membuat gue merepotkan .’’Kata Davian,dia masuk ke kamarnya.


‘’Begitu yah.’’Kata Adel sendu.


‘’Terima kasih sudah mau membantu dan maaf gue selalu


merepotkan e’lo,semoga lo selalu bahagia selamat tinggal.’’Kata Adel di depan


pintu kamar Davian.


Sebenarnya dia ingin mengucapkannya di depan Davian karna


ini adalah malam terakhir dia tinggal di rumah ini,dia berharap bisa melihat


wajah Davian yang senang tapi Davian langsung masuk kekamarnya.


Walau Adel ingin labih lama lagi mengobrol dengan Davian


barang barangnya.


Davian masih berdiri di belakang pintu dan mendengar  ucapan Adel dadanya terasa di tusuk saat Adel


mengatakan ‘selamat tinggal’dia memegangi dadanya erat.


Adel memasukan pakaiannya ke dalam koper dia melihat foto


nya bersama Davian saat kelulusan, air matanya mengalir saat dia mengingat


kebersamaannya dengan Davian di SMA.


Keesokan paginya pagi pagi keluarga Pratama sudah berkumpul


di teras untuk membantu mengantar kepergian Adel dan Tomi.


TOK TOK TOK


CKLEK


‘’Adel ayo turun semua telah menunggu.’’Kata Tomi mengajak


Adel.


‘’Ayah.’’Kata Adel sedih.


Adel menghapiri Tomi dia menangis sambil memeluk


ayahnya,Tomi memeluk Adel mengusap rambut Adel untuk menenangkannya.Setelah


Adel merasa lebih baik mereka turun menemui Marselo dan Marisa untuk


berpamitan.


‘’Tante.’’Adel menghampiri Marisa yang menangis


membelakanginya.


‘’Adel pergi yah!tante jaga kesehatan.’’Kata Adel yang


sendu.


‘’Adel tante mohon tetap di sini.’’Marisa berbalik dan


menggemgam tangan Adel  memohon agar Adel


tak pindah.


‘’kalau kamu pindah siapa yang akan mememani tante ngobrol

__ADS_1


dan juga memasak nanti siapa yang akan membantu tante merawat taman jangan


pergi yah.’’Tambah Marisa,Adel hanya menggelengkan kepalanya.


‘’Adel akan sering menghubungi tante kalau tante kangen


tante tinggal  ke restoran saja.’’Kata


Adel.


‘’Marselo aku pergi, jaga kesehatan mu.’’Kata Tomi pada


Marselo lalu memeluknya.


‘’Yah kau juga lain kali kita minum bersama.’’Kata Marselo


sendu.


‘’Datang saja akan aku temani kau.’’Balas Tomi.


‘’Om terima kasih karna sudah bersedia menampung kami selama


ini,maaf kalau selama kami menumpang di sini telah banyak merepotkan


kalian.’’Kata Adel,Marselo memeluk Adel.


‘’Bicara apa kamu ini,kalian tidak merepotkan sama


sekali.’’Kata Marselo


‘Apa dia menyindir gue.’Pikir Davian,dia tersentak saat Adel


mengatakan kalau mereka menumpang dia ingat kemarin dia mengatakan itu saat


Laura ke rumah.


Setelah memasukan semua barang milik mereka Tomi menghampiri


Adel mengajaknya berangkat.


‘’Adel ayo kita pergi semuanya telah di masukan,Kawan terima


kasih selama ini sudah membantu.’’Kata Tomi pada Adel dan menepuk bahu Marselo.


‘’Om,tante Adel pamit sampai jumpa.’’Adel menyalami Marselo


dan Marisa saat akan masuk mobil Marisa memeluk Adel .


‘’Adel jangan pergi.’’Marisa memeluk Adel lagi.


‘’Sudahlah sayang nanti kamu malah membuat Adel  tambah sedih.’’Kata Marselo,dia melepaskan


pelukan istrinya.


Tomi masuk ke dalam mobil di susul Adel setelah Adel


memasang sabuk pengaman Tomi menjalankan mobilnya meninggalkan halaman kediaman


Pratama.


‘’Adel..hiks…hiks.’’Marisa menangis melihat mobil yang di


tumpangi Adel pergi,Marselo memeluk istrinya berusaha menenangkan.


‘’Ye….sekarang rumah kita jadi tenang lagi.’’Kata Daniel


dengan senangnya.


‘’Daniel.’’Kata Marselo menatap Daniel untuk


memperingatkannya.


‘’Mama..apa sekarang mama bisa masak kami sudah lapar.’’Kata


Davian,karna mengurus ke pindahan Adel mereka semua belum sarapan.


‘’Apa hanya itu yang kamu pikirkan.’’Marisa menatap Davian.


‘’Adel pergi itu semua salah mu.’’Tambah Marisa lalu masuk


ke dalam rumah.


Daniel dan Marselo pun masuk setelah semuanya masuk Davian


melihat kearah perginya mobil Adel dengan pandangan sendu.


Setelah selesai sarapan Davian langsung naik ke kamarnya dia


melihat pintu kamar Adel yang terbuka lalu dia masuk melihat ke sekeliling.


Di atas ranjang tergetetak boneka kecil Davian mengambil


boneka tersebut, itu adalah boneka yang pernah di dapatkan Davian,tampa di


sadari air mata Davian mengalir ke pipinya matanya memancarkan kesedihan tampa


dia tau.


DI CHAPTER INI SAYA MAU SEDIH SEDIHAN TAPI MAAF KALAU KURANG


SEDIH YAH SOALNYA SAYA BINGUNG MENGEPRESIKAN ORANG YANG BERSEDIH. OKE TERIMA


KASIH KARENA SUDAH MEMBACANYA JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YAH,BAY BAY.

__ADS_1


__ADS_2