Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
89


__ADS_3

‘’Eh…’’Adel terkejut karna Davian mengambil kembali kotak


bekalnya.


‘’Bukannya tidak sopan mengambil kembali barang yang sudah di


berikan.’’Kata Davian.


‘’Kembalikan,lagi pula kan e’lo tidak mungkin


memakannya.’’Kata Adel berusaha mengambilnya.


‘’Tapi masih ada yang bisa memakannya kan.’’Kata Davian,dia


mengangkat kotak ke atas hingga Adel tidak bisa menjangkaunya.


‘’Gue yang membuatnya jadi itu milik gue.’’Kata Adel.


‘’Apa kamu lupa? Kamu memberikannya pada ku jadi ini milik


ku.’’Kata Davian berbalik pergi.


‘’Jadi itu buatan e’lo Del.’’Tanya Toni.


‘’Bukannya tadi bilang itu dari nyokapnya Davian yah.’’Kata


Toni.


‘Dasar bego.’Pikir semua kecuali Davian,Laura,Adel,Reno dan


Kevin.


‘’Sepertinya bukan hanya Adel yang tidak bodoh.’’Kata Diki


pelan.


‘’Kenapa?’’Tanya Toni bingung melihat ekpresi teman temannya.


‘’Tidak ada.’’Kata Kevin mewakili yang lain.


‘’Sudahlah ayo masuk.’’Lanjutnya di angguki yang lain.


‘’Davian kembalikan dulu.’’Kata Adel.


‘’Tadi kan sudah di kasih kenapa di minta lagi.’’Balas


Davian.


 ‘’Tapi kan itu buatan


pertama dan belum di coba.’’Kata Adel khawatir.


‘’Kalau nanti pada sakit perut bagaimana.’’Lanjutnya.


‘’Maka kamu yang akan bertanggung jawab.’’Kata Davian dengan


santai melenggang pergi.


Yang lain pun ikut pergi mengikuti Davian dan Laura,Reno memandang


tajam ke punggung Davian dia menggenggam erat tangannya karna kesal.


‘’Dasar Davian menyebalkan.’’Teriak Adel.


‘’Kita jadi pergi ke kampus?’’Tanya Tia.


‘’Tidak,kita ikuti mereka jangan sampai Davian memberikan


lemon madu pada senior dan lainnya.’’Adel berjalan menyusul Davian dan


rombongannya.


Tia dan Lili mengikuti dari belakang begitu pun Fadli tidak


mungkin kan meninggalkan mereka begitu saja.


‘’Jangan berpikir yang aneh aneh ,Diki.’’Kata Davian pada


Diki saat melihat raut wajah nya.


‘’Bukannya e’lo ingin Adel menonton pertandingan.’’Lanjutnya


dan berbalik menghadap Diki.


‘’Ini akan menjadi alasan untuknya.’’Davian menyerahkan kotak


bekalnya.


‘’Kalian berencana untuk membuat Adel menonton


pertandingan.’’Tanya Satria.


‘’Lebih tepatnya Diki.’’kata Davian


‘’Untuk apa?’’Tanya Satria.


‘’Membuat dua bocah itu semakin semangat.’’Kata Diki.


‘’Tapi apa dengan begini saja Adel bakalan tetap di


sini.’’Lanjutnya.


‘’Tergantung ke beruntungan e’lo.’’Kata Davian.


‘’Dasar.’’Kata Diki kesal dengan ucapan Davian.


‘’Sebenarnya dari kemaren maren gue penasaran.’’Kata Toni.


‘’Apa?’’Tanya Marsel.


‘’Saat bicara dengan Adel Davian selalu pakai ‘aku’ ‘kamu’


tapi dengan kita pake’e’lo ‘gue.’’Kata Toni,membuat mereka semua melihat ke arah


Davian.


Sebenarnya itu adalah pertanyaan yang ingin di tanyakan oleh


mereka semuanya begitu pun Laura.


‘’Kebiasaan.’’Kata Davian datar.


‘’Maksudnya.’’Mereka saling pandang.


‘Kebiasaan,perasaan waktu SMA Davian selalu ‘e’lo gue’ deh


pada Adel’Pikir Diki.


‘Dan saat masuk kampus pun sama,kapan jadi kebiasaannya.’Lanjut


Diki bingung.


Mereka pun pergi ke ruang ganti untuk tim mereka dan melupakanjawaba


Davian yang membuat mereka semakin heran.


Akhirnya pertandingan kampus BIMA DARMA di mulai dan lawan


mereka Universitas Harapan Bangsa.


Di babak pertama mereka ketinggalan angka,dan saat babak

__ADS_1


kedua mereka berusaha mengerjar ke tinggalan mereka hingga bisa menyusul.


Adel menonton pertandingan dengan cemas Fadli,Tia dan Lili


berteriak memberi semangat begitu pun Adel memberikan semangat pada mereka.


Mendengar Adel memberi semangat membuat Reno yang sudah


menggantikan Diki terbakar semangat dia tidak mau kalau dengan Davian.


Saat Davian mencetak angka kemudian Reno juga mencetak angka


mereka bersaing untuk mencetak angka tanpa merusak kerja sama tim.


‘’Sepertinya rencana e’lo berhasil.’’Kata Laura di bangku


cadangan pada Diki yang duduk di samping Sena.


‘’Reno sepertinya tidak membiarkan Davian mencetak angka


sendirian.’’Lanjutnya.


‘’Tentu saja Reno tidak akan membiarkan Adel semakin


terpesona dengan Davian.’’Kata Diki.


‘’Dia akan menunjukan kalau dia sama hebatnya dengan Davian.’’Tambahnya.


Pertandingan akan berakhir 10 detik lagi Davian melakukan


lemparan tiga poin di menit menit akhir dan membawa mereka ke pertandingan


babak selanjutnya.


Peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi


menandakan BIMA DARMA memenangkan pertandingan .


Satria berteriak dan memeluk anggota timnya setelahnya mereka


berbaris dan saling memberi hormat.


‘’Kerja bagus.’’Pak Gunawan menetuk bahu mereka setelah


mereka berada di pinggir lapangan .


‘’Pertahankan permain kalian sampai final nanti.’’Lanjutnya.


‘’Siap pak.’’Kata mereka serempak.


‘’Bagus,sekarang ganti pakaian kalian.’’Kata pak Gunawan.


Mereka pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka.


Adel yang melihat Davian dan yang lainnya keluar lapangan segera bangun dan


pergi dari bangku penonton.


Lili,Tia dan Fadli mengikuti Adel,tapi karna orang yang tidak


termasuk anggota tim tidak di perbolehkan ke ruang ganti jadi Adel hanya


menunggu.


‘’Gue enggak nyangka mereka tangguh juga.’’Kata Kevin.


‘’Yah,baru babak pertama aja kita sudah berhadapan dengan tim


yang seperti itu.’’Kata Marsel mensetujuinya.


‘’Kurasa tahun ini banyak tim yang kuat.’’Kata Satria.


juga.’’Lanjutnya.


‘’Iyah untungnya kita sudah pernah berhadapan dengan UNI jadi


tidak terlalu kaget .’’Kata Sean ikutan dan di benarkan mereka.


Empat diantara mereka merasa bersalah karna apa yang mereka


dapatkan sekarang hampir membuat seorang gadis kehilangan kehormatannya.


‘’Ada apa dengan kalian suasananya kok jadi mendung


gitu.’’Kata Diki sambil memakan lemon madu pada senoirnya.


‘’Woi Diki, sialan lo!’’Kata Reno pada Diki kesal.


‘’Apaan sih e’lo.’’Kata Diki sinis.


‘’E’lo jangan makan sendirian aja,bagi bagi dong.’’Reno


menunjuk kotak di tangan Diki.


‘’Benar,e’lo kan cuman main sebentar.’’Rendy mengambil


kotaknya lalu mengambil selembar lemon madu.


‘’Segar juga habis olahraga makan makanan yang asam dan


manis.’’Lanjut Rendy.


Setelah mendengar perkataan Rendy mereka mulai mengambil


lemon madu bahkan yang tidak ikut main pun ikut mencicipi.


‘’Wah bener.’’Kata Toni.


‘’Besok besok menejer buatkan juga yang seperti


ini.’’Lanjutnya dan angguki mereka.


‘’Baiklah besok akan gue bawakan.’’Kata Laura sambil


tersenyum.


‘’Davian e’lo mau di buatkan apa? kan e’lo enggak suka


lemon.’’Tanya Laura penuh harap.


‘’Apa saja.’’Kata Davian.


‘’Baiklah.’’Kata Laura senang akhirnya dia dapat membautkan


sesuatu untuk Davian.


‘’Cie yang besok bisa mencicipi makanan buatan Laura.’’Kata


Marsel menggoda Satria.


‘’Diamlah.’’Bukan Satria yang jawabnya melainkan Kevin.


Satria hanya melihat kedekatan Laura dan Davian dan melihat


betapa senangnya Laura saat Davian bilang itu.


‘Apa gue benar benar tidak punya kesempatan.’Batin Satria.


‘’Apa kalian sudah berganti pakaian?’’Kata pak Gunawan masuk


ke ruang ganti.

__ADS_1


‘’Kalau sudah ayo kita pulang.’’Lanjutnya.


‘’Baik.’’Kata mereka.


Mereka membawa tas masing masing dan keluar. Adel yang sedang


menunggu mereka dia datangi oleh seorang pria.


‘’Hai.’’Sapanya.


‘’H-hai.’’Balas Adel yang binggung.


‘’E’lo bukannya menejer dari tim BIMA DARMA kan.’’Tanyanya.


‘’Kenapa tadi tidak di lapangan.’’Tambahnya.


‘’Itu… gue udah keluar dari klub.’’Kata Adel yang tambah


bingung.


‘Darimana dia tahu soal gue yang jadi menejer tim BIMA


DARMA.’Pikir Adel.


‘’Yah padahal gue berharap bisa sering bertemu.’’Katanya kecewa.


‘’Maaf e’lo siapa yah,kok bisa tahu gue menejer tim BIMA DARMA.’’Kata


Adel menanyakan.


‘’Ah maaf-maaf ,karna gue terlanjur senang melihat e’lo jadi


lupa memberi tahu nama gue.’’Katanya sambil menepuk dahinya.


‘’E’lo pasti kaget,tenang gue bukan orang jahat


kok.’’Lanjutnya lagi sambil tersenyum.


Membuat Adel,Tia dan Lili terpesona bahkan pipi mereka


merona,Fadli yang melihat mereka terpesona berdecih kesal.


‘’Cih,tebar pesona bangat nih orang.’’Guman Fadli kesal.


‘’Kenali nama gue Andreas Sanjaya.’’Katanya sambil megulurkan


tangannya.


‘’Adelia Putri.’’Adel bersalam dengannya lalu menariknya


lagi.


‘’Nama yang cantik seperti orangnya.’’ Puji Andreas.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel malu.


‘’Boleh gue panggil Delia.’’Tanya Andreas.


‘’Terserah.’’Kata Adel menggigit bibirnya malu.


‘’Dan kalian.’’Tanya Andreas pada Lili,Tia dan Fadli.


‘’Kirain kita enggak keliatan.’’Kata Tia tersenyum ceroboh.


‘’Enggaklah gue kan enggak buta.’’Balas Andreas.


‘’Buta mata sih enggak buta cinta iyah.’’Kata Fadli pelan.


‘’Kenalin gue sahabatnya Adel nama gue Sintia Larisa paggil


aja Tia.’’Kata Tia.


‘’Nama gue Lili Agustin.’’Kata Lili.


‘’Fadli Bagaskara Herdian.’’Fadli mengenalkan diri.


‘’Apa? Kenapa kalian menatap gue kaya gitu?’’Kata Fadli saat


melihat teman temannya melihatnya seperti tak percaya.


Perlu di ketahui keluarga Bagaskara adalah keluarga yang


berkecimpung di kemiliteran dan banyak dari mereka sudah jadi jendral besar dan


pemimpin,itulah kenapa Lili,Tia dan Adel tidak percaya karna tingkah Fadli jauh


dari yang namanya disiplin.


Dan saat SMA dulu Fadli tak pernah menyebutkan ‘Bagaskara’


cuman inisial ‘B’ saja.


‘’Eh lihat,siapa yang sedang bicara dengan Adel.’’Tunjuk


Rendry.


‘’Apa apaan dia itu.’’Kata Reno marah saat melihat Adel


merona saat pria itu berbicara dengannya.


‘’Siapa dia?’’Tanya Sena.


‘’Dia itu kapten tim basket UNI.’’Jelas Satria setealah


melihat orang yang di maksud.


‘’Kapten!Tapi saat kita melawan mereka saat latih tanding


kaptennya bukan dia.’’Tanya Diki.


‘’Em,gue juga heran kenapa waktu itu dia tidak ikut


main.’’Kata Satria.


‘’Apa dia meremehkan kita.’’Kata Sean.


‘’Dia bukan orang yang seperti itu.’’Kata Kevin.


‘’Gue penasaran apa yang mereka bicarakan sampai membuat Adel


merona.’’Kata Diki.


Mereka semuanya berjalan menghampiri Adel dan yang lainnya.


‘’Karna kita sudah saling kenal.’’Kata Andreas.


‘’Delia ,apa kamu mau jadi pacar ku.’’Kata Andreas serius


dengan senyum menawannya.


‘’Ehhhh.’’Adel,Lili dan Tia terkejut mendengar pernyataan


Andreas.


Fadli menganga mendengarnya,dia baru melihat ada seorang pria


yang menyatakan cintanya langsung di perkenalan pertama.


‘’APPPAAAAA.’’Teriak Satria dan anggota basket lainnya ikut


kaget mendengarnya,saat mereka sudah beberapa langkah dari Adel dan Andreas.

__ADS_1


__ADS_2