
‘’Eh…’’Adel terkejut karna Davian mengambil kembali kotak
bekalnya.
‘’Bukannya tidak sopan mengambil kembali barang yang sudah di
berikan.’’Kata Davian.
‘’Kembalikan,lagi pula kan e’lo tidak mungkin
memakannya.’’Kata Adel berusaha mengambilnya.
‘’Tapi masih ada yang bisa memakannya kan.’’Kata Davian,dia
mengangkat kotak ke atas hingga Adel tidak bisa menjangkaunya.
‘’Gue yang membuatnya jadi itu milik gue.’’Kata Adel.
‘’Apa kamu lupa? Kamu memberikannya pada ku jadi ini milik
ku.’’Kata Davian berbalik pergi.
‘’Jadi itu buatan e’lo Del.’’Tanya Toni.
‘’Bukannya tadi bilang itu dari nyokapnya Davian yah.’’Kata
Toni.
‘Dasar bego.’Pikir semua kecuali Davian,Laura,Adel,Reno dan
Kevin.
‘’Sepertinya bukan hanya Adel yang tidak bodoh.’’Kata Diki
pelan.
‘’Kenapa?’’Tanya Toni bingung melihat ekpresi teman temannya.
‘’Tidak ada.’’Kata Kevin mewakili yang lain.
‘’Sudahlah ayo masuk.’’Lanjutnya di angguki yang lain.
‘’Davian kembalikan dulu.’’Kata Adel.
‘’Tadi kan sudah di kasih kenapa di minta lagi.’’Balas
Davian.
‘’Tapi kan itu buatan
pertama dan belum di coba.’’Kata Adel khawatir.
‘’Kalau nanti pada sakit perut bagaimana.’’Lanjutnya.
‘’Maka kamu yang akan bertanggung jawab.’’Kata Davian dengan
santai melenggang pergi.
Yang lain pun ikut pergi mengikuti Davian dan Laura,Reno memandang
tajam ke punggung Davian dia menggenggam erat tangannya karna kesal.
‘’Dasar Davian menyebalkan.’’Teriak Adel.
‘’Kita jadi pergi ke kampus?’’Tanya Tia.
‘’Tidak,kita ikuti mereka jangan sampai Davian memberikan
lemon madu pada senior dan lainnya.’’Adel berjalan menyusul Davian dan
rombongannya.
Tia dan Lili mengikuti dari belakang begitu pun Fadli tidak
mungkin kan meninggalkan mereka begitu saja.
‘’Jangan berpikir yang aneh aneh ,Diki.’’Kata Davian pada
Diki saat melihat raut wajah nya.
‘’Bukannya e’lo ingin Adel menonton pertandingan.’’Lanjutnya
dan berbalik menghadap Diki.
‘’Ini akan menjadi alasan untuknya.’’Davian menyerahkan kotak
bekalnya.
‘’Kalian berencana untuk membuat Adel menonton
pertandingan.’’Tanya Satria.
‘’Lebih tepatnya Diki.’’kata Davian
‘’Untuk apa?’’Tanya Satria.
‘’Membuat dua bocah itu semakin semangat.’’Kata Diki.
‘’Tapi apa dengan begini saja Adel bakalan tetap di
sini.’’Lanjutnya.
‘’Tergantung ke beruntungan e’lo.’’Kata Davian.
‘’Dasar.’’Kata Diki kesal dengan ucapan Davian.
‘’Sebenarnya dari kemaren maren gue penasaran.’’Kata Toni.
‘’Apa?’’Tanya Marsel.
‘’Saat bicara dengan Adel Davian selalu pakai ‘aku’ ‘kamu’
tapi dengan kita pake’e’lo ‘gue.’’Kata Toni,membuat mereka semua melihat ke arah
Davian.
Sebenarnya itu adalah pertanyaan yang ingin di tanyakan oleh
mereka semuanya begitu pun Laura.
‘’Kebiasaan.’’Kata Davian datar.
‘’Maksudnya.’’Mereka saling pandang.
‘Kebiasaan,perasaan waktu SMA Davian selalu ‘e’lo gue’ deh
pada Adel’Pikir Diki.
‘Dan saat masuk kampus pun sama,kapan jadi kebiasaannya.’Lanjut
Diki bingung.
Mereka pun pergi ke ruang ganti untuk tim mereka dan melupakanjawaba
Davian yang membuat mereka semakin heran.
Akhirnya pertandingan kampus BIMA DARMA di mulai dan lawan
mereka Universitas Harapan Bangsa.
Di babak pertama mereka ketinggalan angka,dan saat babak
__ADS_1
kedua mereka berusaha mengerjar ke tinggalan mereka hingga bisa menyusul.
Adel menonton pertandingan dengan cemas Fadli,Tia dan Lili
berteriak memberi semangat begitu pun Adel memberikan semangat pada mereka.
Mendengar Adel memberi semangat membuat Reno yang sudah
menggantikan Diki terbakar semangat dia tidak mau kalau dengan Davian.
Saat Davian mencetak angka kemudian Reno juga mencetak angka
mereka bersaing untuk mencetak angka tanpa merusak kerja sama tim.
‘’Sepertinya rencana e’lo berhasil.’’Kata Laura di bangku
cadangan pada Diki yang duduk di samping Sena.
‘’Reno sepertinya tidak membiarkan Davian mencetak angka
sendirian.’’Lanjutnya.
‘’Tentu saja Reno tidak akan membiarkan Adel semakin
terpesona dengan Davian.’’Kata Diki.
‘’Dia akan menunjukan kalau dia sama hebatnya dengan Davian.’’Tambahnya.
Pertandingan akan berakhir 10 detik lagi Davian melakukan
lemparan tiga poin di menit menit akhir dan membawa mereka ke pertandingan
babak selanjutnya.
Peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi
menandakan BIMA DARMA memenangkan pertandingan .
Satria berteriak dan memeluk anggota timnya setelahnya mereka
berbaris dan saling memberi hormat.
‘’Kerja bagus.’’Pak Gunawan menetuk bahu mereka setelah
mereka berada di pinggir lapangan .
‘’Pertahankan permain kalian sampai final nanti.’’Lanjutnya.
‘’Siap pak.’’Kata mereka serempak.
‘’Bagus,sekarang ganti pakaian kalian.’’Kata pak Gunawan.
Mereka pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka.
Adel yang melihat Davian dan yang lainnya keluar lapangan segera bangun dan
pergi dari bangku penonton.
Lili,Tia dan Fadli mengikuti Adel,tapi karna orang yang tidak
termasuk anggota tim tidak di perbolehkan ke ruang ganti jadi Adel hanya
menunggu.
‘’Gue enggak nyangka mereka tangguh juga.’’Kata Kevin.
‘’Yah,baru babak pertama aja kita sudah berhadapan dengan tim
yang seperti itu.’’Kata Marsel mensetujuinya.
‘’Kurasa tahun ini banyak tim yang kuat.’’Kata Satria.
juga.’’Lanjutnya.
‘’Iyah untungnya kita sudah pernah berhadapan dengan UNI jadi
tidak terlalu kaget .’’Kata Sean ikutan dan di benarkan mereka.
Empat diantara mereka merasa bersalah karna apa yang mereka
dapatkan sekarang hampir membuat seorang gadis kehilangan kehormatannya.
‘’Ada apa dengan kalian suasananya kok jadi mendung
gitu.’’Kata Diki sambil memakan lemon madu pada senoirnya.
‘’Woi Diki, sialan lo!’’Kata Reno pada Diki kesal.
‘’Apaan sih e’lo.’’Kata Diki sinis.
‘’E’lo jangan makan sendirian aja,bagi bagi dong.’’Reno
menunjuk kotak di tangan Diki.
‘’Benar,e’lo kan cuman main sebentar.’’Rendy mengambil
kotaknya lalu mengambil selembar lemon madu.
‘’Segar juga habis olahraga makan makanan yang asam dan
manis.’’Lanjut Rendy.
Setelah mendengar perkataan Rendy mereka mulai mengambil
lemon madu bahkan yang tidak ikut main pun ikut mencicipi.
‘’Wah bener.’’Kata Toni.
‘’Besok besok menejer buatkan juga yang seperti
ini.’’Lanjutnya dan angguki mereka.
‘’Baiklah besok akan gue bawakan.’’Kata Laura sambil
tersenyum.
‘’Davian e’lo mau di buatkan apa? kan e’lo enggak suka
lemon.’’Tanya Laura penuh harap.
‘’Apa saja.’’Kata Davian.
‘’Baiklah.’’Kata Laura senang akhirnya dia dapat membautkan
sesuatu untuk Davian.
‘’Cie yang besok bisa mencicipi makanan buatan Laura.’’Kata
Marsel menggoda Satria.
‘’Diamlah.’’Bukan Satria yang jawabnya melainkan Kevin.
Satria hanya melihat kedekatan Laura dan Davian dan melihat
betapa senangnya Laura saat Davian bilang itu.
‘Apa gue benar benar tidak punya kesempatan.’Batin Satria.
‘’Apa kalian sudah berganti pakaian?’’Kata pak Gunawan masuk
ke ruang ganti.
__ADS_1
‘’Kalau sudah ayo kita pulang.’’Lanjutnya.
‘’Baik.’’Kata mereka.
Mereka membawa tas masing masing dan keluar. Adel yang sedang
menunggu mereka dia datangi oleh seorang pria.
‘’Hai.’’Sapanya.
‘’H-hai.’’Balas Adel yang binggung.
‘’E’lo bukannya menejer dari tim BIMA DARMA kan.’’Tanyanya.
‘’Kenapa tadi tidak di lapangan.’’Tambahnya.
‘’Itu… gue udah keluar dari klub.’’Kata Adel yang tambah
bingung.
‘Darimana dia tahu soal gue yang jadi menejer tim BIMA
DARMA.’Pikir Adel.
‘’Yah padahal gue berharap bisa sering bertemu.’’Katanya kecewa.
‘’Maaf e’lo siapa yah,kok bisa tahu gue menejer tim BIMA DARMA.’’Kata
Adel menanyakan.
‘’Ah maaf-maaf ,karna gue terlanjur senang melihat e’lo jadi
lupa memberi tahu nama gue.’’Katanya sambil menepuk dahinya.
‘’E’lo pasti kaget,tenang gue bukan orang jahat
kok.’’Lanjutnya lagi sambil tersenyum.
Membuat Adel,Tia dan Lili terpesona bahkan pipi mereka
merona,Fadli yang melihat mereka terpesona berdecih kesal.
‘’Cih,tebar pesona bangat nih orang.’’Guman Fadli kesal.
‘’Kenali nama gue Andreas Sanjaya.’’Katanya sambil megulurkan
tangannya.
‘’Adelia Putri.’’Adel bersalam dengannya lalu menariknya
lagi.
‘’Nama yang cantik seperti orangnya.’’ Puji Andreas.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel malu.
‘’Boleh gue panggil Delia.’’Tanya Andreas.
‘’Terserah.’’Kata Adel menggigit bibirnya malu.
‘’Dan kalian.’’Tanya Andreas pada Lili,Tia dan Fadli.
‘’Kirain kita enggak keliatan.’’Kata Tia tersenyum ceroboh.
‘’Enggaklah gue kan enggak buta.’’Balas Andreas.
‘’Buta mata sih enggak buta cinta iyah.’’Kata Fadli pelan.
‘’Kenalin gue sahabatnya Adel nama gue Sintia Larisa paggil
aja Tia.’’Kata Tia.
‘’Nama gue Lili Agustin.’’Kata Lili.
‘’Fadli Bagaskara Herdian.’’Fadli mengenalkan diri.
‘’Apa? Kenapa kalian menatap gue kaya gitu?’’Kata Fadli saat
melihat teman temannya melihatnya seperti tak percaya.
Perlu di ketahui keluarga Bagaskara adalah keluarga yang
berkecimpung di kemiliteran dan banyak dari mereka sudah jadi jendral besar dan
pemimpin,itulah kenapa Lili,Tia dan Adel tidak percaya karna tingkah Fadli jauh
dari yang namanya disiplin.
Dan saat SMA dulu Fadli tak pernah menyebutkan ‘Bagaskara’
cuman inisial ‘B’ saja.
‘’Eh lihat,siapa yang sedang bicara dengan Adel.’’Tunjuk
Rendry.
‘’Apa apaan dia itu.’’Kata Reno marah saat melihat Adel
merona saat pria itu berbicara dengannya.
‘’Siapa dia?’’Tanya Sena.
‘’Dia itu kapten tim basket UNI.’’Jelas Satria setealah
melihat orang yang di maksud.
‘’Kapten!Tapi saat kita melawan mereka saat latih tanding
kaptennya bukan dia.’’Tanya Diki.
‘’Em,gue juga heran kenapa waktu itu dia tidak ikut
main.’’Kata Satria.
‘’Apa dia meremehkan kita.’’Kata Sean.
‘’Dia bukan orang yang seperti itu.’’Kata Kevin.
‘’Gue penasaran apa yang mereka bicarakan sampai membuat Adel
merona.’’Kata Diki.
Mereka semuanya berjalan menghampiri Adel dan yang lainnya.
‘’Karna kita sudah saling kenal.’’Kata Andreas.
‘’Delia ,apa kamu mau jadi pacar ku.’’Kata Andreas serius
dengan senyum menawannya.
‘’Ehhhh.’’Adel,Lili dan Tia terkejut mendengar pernyataan
Andreas.
Fadli menganga mendengarnya,dia baru melihat ada seorang pria
yang menyatakan cintanya langsung di perkenalan pertama.
‘’APPPAAAAA.’’Teriak Satria dan anggota basket lainnya ikut
kaget mendengarnya,saat mereka sudah beberapa langkah dari Adel dan Andreas.
__ADS_1