Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
136


__ADS_3

‘’Huff.’’Adel menghela nafas untuk kesekian kalinya,raut


wajah terlihat muram.


‘’Kenapa sih lo Del? Dari tadi menghela nafas mulu.’’Tanya


Lili, mengangkat kepala dari note booknya.


‘’E’lo bertengkar dengan Davian.’’Tanya Lili.


‘’Ya elah baru aja e’lo senang kemaren,udah berantem


aja.’’Kata Tia sambil memasang plester.


‘’Tangan mu kenapa Tia?’’Tanya Adel melihat jari jari tangan


Tia.


‘’Oh ini,beberapa hari ini gue di suruh mengeramasi


pelanggan,jadinya kaya gini deh.’’Kata Tia cemberut.


‘’Benar benar menyebalkan.’’ Lanjutnya.


‘’Jangan mengeluh itu kan kemau e’lo sendiri.’’Kata Lili.


‘’Iyah sih! Ah gue iri sama kalian berdua,Lili udah jadi


komikus dan Adel sebenatar lagi jadi nyonya muda Pratama ,setiap bulan uang


mengarir tanpa perlu  bekerja keras.’’Keluh


Tia.


‘’Pala e’lo tanpa berkerja keras!lalu setiap hari apa yang


gue lakuin sampai tangan gue kram.’’Bantah Lili menatap tajam Tia.


‘’Hehehe,peach! sorry.’’Tia mengacungkan jari tengah dan


telunjuknya membentuk huruf V.


‘’Jadi e’lo benaran berantem sama Davian yah?Kalau ada


masalah cerita ke kita kita siapa tahu bisa bantu e’lo ?’’Tanya Tia menoleh ke


Adel mengalihkan pembicaraan karna Lili masih menatapnya.


‘’Hah….sebenarnya aku lagi bingung.’’JAwab Adel


‘’Davian menanyakan kelanjutan kuliah ku ,aku jadi bingung


dan seperti Davian marah deh.’’Kata Adel lesu.


‘’Bukannya,e’lo tahun depan  mau ikut lagi ujian keperawatan,kok malah


bingung!.’’Tanya Lili.


‘’Setelah apa yang di beritahukan propesor  yang mewawancara waktu itu aku jadi sensi dan


agak takut.’’Jawab Adel.


‘’Ya udah balik aja lagi ke menejemen,ngapin repot.’’Kata


Tia.


‘’Masalahnya ,jadi perawat itu keingin ku sejak kecil walau


semakin kesini sini agak ragu dan memilih menyerah gara gara pas jadi PMR waktu


SMP di marahi terus sama guru pembimbing.’’Jelas Adel sendu.


‘’Lah terus ngapain masih mau jadi perawat kalau gitu.’’Tanya


Tia heran.


‘’Setelah kejadian yang menimpa Daniel waktu itu,mengingatkan


ku lagi dengan ke inginan ku,aku hanya ingin bisa membantu orang lain yang


membutuhkan pertolongan seperti yang selalu di lakukan oleh ibu ku dan itu juga  alasan ku ingin jadi perawat.’’Jawab Adel.


‘’Tapi sekarang e’lo jadi takut.’’Tanya Lili,Adel mengangguk.


‘’Astaga Adel,kenapa sih e’lo itu suka sekali melakukan hal


hal yang sulit di lakukan oleh kapasitas diri e’lo sendiri? Cari aja yang


gampang, jangan ngambil yang susah ,jadi  pusing sendiri kan?suka amat sih e’lo menyiksa diri.’’Kata Tia kesal


dengan kelakuan Adel yang tak pernah berubah dari dulu.


‘’Ah sudahlah, aku mau pulang. malah tambah pusing aku


bersama kalian.’’Kata Adel pamit pulang.


‘’Kebiasaan.’’Kata Tia dan Lili bersamaan.


…….


Reina melihat tayangan dimana Davian di wawancara perihal


game buatannya yang menjadi trending topic dan lansung populer setelah louncing

__ADS_1


perdananya dengan senyum manisnya.


‘’Hm,dia melakukannya dengan baik.’’Komentar Dirga .


Dirga dan Reina sedang bersantai di ruangan kerja Dirga sambil


menonton berita di televisi.


‘’Tentu saja!aku tidak akan menyukai pria sembarangan.’’Kata


Reina bangga seraya tersenyum manis.


‘’Ya,benar dan akan sangat baik jika dia menikah dengan


mu.’’Kata Dirga.


‘’Ayolah papa,jangan katakan itu lagi.’’Kata Reina.


‘’Nantinya aku malah jadi serakah dan menginginkan nya.


’’Lanjutnya cemberut.


‘’Apa sekarang kamu menyesal melepaskan nya?’’Tanya Dirga.


‘’Mungkin.’’Reina tersenyum.


‘’ini sangat melelahkan. ’’menyandarkan kepalanya di kepala


kursi.


‘’Kamu belum bisa menghapus perasaan mu padanya? Mau ayah


kenalkan pada anaknya rekan bisnis papa?’’Tanya Dirga.


‘’Biar kamu cepat melupakan si brengsek itu.’’Kata Dirga.


‘’Hm,boleh! Itu ide bagus,cara tercepat melupakan seeseorang


adalah dengan orang lain.’’Kata Reina setuju.


……


Brug


‘’Aduh.’’Adel meringis saat bokongnya mendarat ke trotoar


karna menabrak.


‘’Maaf…maaf gue enggak sengaja.’’Kata pria yang tadi


menabraknya lalu membantunya berdiri.


‘’Eh Adel!’’Katanya saat tahu siapa yang dia tabrak.


soalnya.’’Katanya menyesal.


‘’Enggak apa kok, Ham.’’Kata Adel.


Ilham nama pria yang menabraknya,dia adalah teman sekelas


Adel waktu di SMA.


‘’Bukannya e’lo kuliah yah,ngapain e’lo di jalan emangnya


enggak kuliah.’’Tanya Ilham heran melihat Adel di luar pada jam segini.


‘’Aku lagi cuti jadi tidak kuliah.’’Jawab Adel.


‘’Oh…eh tunggu,sejak kapan e’lo bicara pake aku/kamu.’’Kata


Ilham heran dan terkejut.


‘’Belum lama,bukannya kau tadi bilang sedang buru buru,yah.’’Kata


Adel mengalihkan pembicaraan.


‘’Ah benar,bagaiman bisa gue lupa.’’Ilham menepuk dahinya.


‘’Sebentar,tadi e’lo bilang sedang cutikan.’’Tanya Ilham


memastikan.


‘’Hm.’’Adel mengangguk.


‘’Bisa gantiin gue kerja dulu enggak,ibu gue masuk rumah


sakit dan enggak ada yang menjaganya.’’Pinta Ilham.


‘’Emang ayah mu kemana?’’Tanya Adel.


‘’Bokap gue meninggal 10 bulan lalu,pas pabrik milik keluarga


gue ludes terbakar,dia terkena serangan jantung.’’Kata Ilham sendu.


‘’Eh…Maaf,aku enggak tahu.’’Kata Adel merasa tak enak..


‘’Udah lah itu juga udah berlalu,jadi e’lo mau bantuin gue


enggak cuman beberapa hari doang kok.’’Kata Ilham bersikap seperti biasa ketika


melihat raut wajah Adel yang terlihat tidak enak padanya.


‘’Baiklah.’’Jawab Adel.

__ADS_1


‘Itung itung buat permintaan maaf dan mungkin dengan kerja


aku bisa sekalian memikirkan kembali apa yang ingin ku lakukan ke


depannya.’Pikir Adel.


‘’Terus kau kerja dimana?’’Tanya Adel.


‘’ini alamat tempat gue bekerja.’’Ilham menulis alamat di


secari kertas lalu memberikannya pada Adel.


‘’e’lo tinggal bilang sama menejernya namanya kak Ali.’’Kata


Ilham.


‘’Kalau gitu gue pergi,makasih yah udah mau membantu


gue.’’Kata Ilham pamit lalu pergi meninggalkan Adel.


‘’Baiklah,semangat Adel.’’Kata Adel menyemangati dirinya


sendiri.


……


Sudah seminggu sejak Adel bekerja menggantikan Ilham ,Adel


selalu berangkat pagi setelah ayahnya berangkat dan pulang agak larut karna


Ilham di percaya untuk mengunci dan membuka kafe,karna dia pengganti Ilham jadi


dia terpaksa berangkat lebih awal dan pulang paling akhir.


Marisa yang melihat merasa heran dan bingung pasalnya anak


dan menantunya seperti sedang bertengkar tidak terlihat bertegur sapa jadi dia


memutuskan untuk bertanya pada Davian.


‘’Vian.’’Panggil Marisa masuk ke dalam kamar Davian.


‘’Ada apa mah?’’Tanya Davian.


‘’Mama boleh tanya enggak?’’Tanya Marisa.


‘’Boleh.’’Jawab Davian.


‘’Apa kamu sama Adel ada sedang bertengkar?’’Tanya Marisa.


‘’Tidak .’’Jawab Davian.


‘’Kenapa mama menanyakan itu?’’Lanjutnya bingung.


‘’Tidak mungkin, kamu pasti memarahi Adel kan.’’Tuduh Marisa.


‘’Mengapa mama menuduh Vian.’’Kata Davian.


‘’Buktinya Adel selalu pergi pagi pagi dan pulang agak lalut


dan mama liat juga kalian sepertinya tidak pernah bertegur sapa.’’Kata Marisa.


Memang selama seminggu ini Davian sangat sibuk dengan


penjualan game dan pengembangan perusahaan, membuatnya tak sempat mengobrol


dengan Adel karna biasanya Adel yang selalu mengajaknya bicara lebih dulu.


‘’Itu bagus dong mah.’’Jawab Davian.


‘’Dengan berpisah dengan ku sementara waktu, dia bisa


memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk dirinya sendiri.’’Lanjut Davian.


‘’Biarkan dia mandiri dan mengambil keputusannya sendiri agar


tidak selalu tergantung pada ku dan orang lain terus.’’Kata Davian


‘’Hah,mama mengerti dengan apa yang kamu inginkan itu, tapi


bukannya ini terlalu keras.’’Kata Marisa agak tenang.


‘’Kamu harus tahu kalau perasaan dan hati manusia itu tidak


sama dengan soal soal matematika atau pun fisika.’’Kata Marisa.


‘’yang dimana  selalu


memiliki jawaban yang benar….berbeda dengan perasaan, kita tidak pernah tahu


yang mana jawaban yang benar.’’Lanjutnya.


‘’Mungkin menurut mu itu adalah jawaban yang benar tapi belum


tentu benar dan tepat untuk orang lain. ’’Marisa menepuk bahu Davian sebelum


keluar dari kamarnya.


Davian yang tertegun mendengar ucapan mama lalu mengambil


ponselnya dan mencari nomor nya dan menghubunginya namun tak kunjung di jawab


oleh Adel.

__ADS_1


‘’Ck,kenapa di angkat sih.’’Kata Davian kesal.


__ADS_2