
Marisa mengemas pakaian yang akan
dia dan suaminya bawa saat menginap di rumah ibunya. Marisa menghampiri
suaminya di ruang kerjanya yang berada di samping kamar mereka yang terhubung.
‘’Pah.’’Panggil Marisa.
‘’Iyah,ada apa mah?’’Tanya Marselo
melihat istrinya.
‘’Mama sedikit khawatir
meninggalkan mereka berdua saja.apa sebaiknya mama minta bantuan Adel juga yah
pah!’’Kata Marisa.
‘’Mama enggak usah khawatir inikan
bukan pertama kalinya kita meninggalkan mereka berdua.’’Kata Marselo.
‘’Iyah sih tapi entah kenapa mama
agak cemas.’’Kata Marisa dengan raut cemas.
‘’Kalau itu bisa membuat mama
tenang lakukan saja.’’Kata Marselo.
‘’Makasih yah pah!mama hubungi
Adel dulu.’’Marisa kembali ke kamar menggambil hpnya.
Kudarizaka fumikiri made atashi wa muchuu de hashitta.
Dering telepon milik Adel
menyudahi pelukan ke tiga sahabat itu,Adel mengambil hpnya dan melihat siapa
yang meneleponnya.
‘’Siapa Del.’’Tanya Lili.
‘’Tante Marisa yang
telepon.’’Jawab Adel.
‘’Sebentar yah ,gue mau
mengangkatnya.’’Tambahnya.
‘’Halo tante, ada apa tante menghubungi Adel.’’Tanya Adel pada Marisa di
sebrang telepon.
‘’Tante cuman mau minta tolong,apa bisa?’’Tanya Marisa.
‘’Itu pun kalau kamu tidak sedang sibuk.’’Lanjut Marisa.
‘’Kalau boleh tahu tante mau minta tolong apa?’’Tanya Adel.
‘’Begini tante sama om mau ke rumahnya neneknya Davian untuk beberapa
hari kamu tau sendirikan di rumah itu tidak ada siapa –siapa jadi tante mau
minta tolong untuk jagain Daniel.’’Kata Marisa.
‘’Boleh tante.’’Jawab Adel.
‘’Beneran kamu mau.’’Kata Marisa senang
‘’Iyah,tapi tante bukannya masih ada Davian yah di rumah.’’Tanya Adel
‘’Apa Davian juga pergi?’’Tambah Adel
‘’Enggak ,Davian memang di rumah hanya saja tante cemas kalau nanti
Davian ada kegiatan terus tidak akan ada yang mengawasi Daniel kan.’’Kata
Marisa.
‘’Kamu sendiri taukan Daniel itu kalau tidak di awasi dia itu bakal
main game terus terusan.’’Tambah Marisa sedikit sebal pada anak bungsunya.
‘’Benar juga,kalau gitu nanti sepulang kuliah Adel akan mampir tapi
Adel enggak akan menginap di sana, bolehkan tante.’’Kata Adel
‘’Eh kenapa?’’Tanya Marisa
‘Padahalkan aku mau menjadikan ini kesempatan untuk mereka lebih
dekat lagi.’Pikir Marisa.
‘’Enggak apa-apa Tante hanya saja tidak pantas kalau dua orang pria dan
wanita yang belum muhrin tinggal satu rumah
terlebih tidak ada orang tua.’’Kata Adel
‘’Benar juga apa yang kamu bilang.’’Kata Marisa.
‘’Tapi tante enggak merepotkan kamu kan.’’Tambahnya
‘’enggak sama sekali lagian Adel juga lagi bebas.’’Kata Adel.
‘’Terima kasih yah Adel.’’Kata Marisa.
‘’Sama sama tante.’’Setelahnya Marisa mengakhiri panggilan teleponnya.
Adel mengerutkan dahinya melihat
__ADS_1
semua makanan yang dia bawa telah habis tak tersisa.
‘Apa mereka menghabiskan semua
makanannya saat gue bicara dengan tante Marisa tadi.’’Pikir Adel.
‘Bahkan mereka tak menyisakan satu
senwict pun untuk gue’Tambahnya.
‘’Kalian itu doyan apa kelaparan ?’’Tanya
Adel kesal.
‘’Hehehehe.’’Mereka bertiga hanya
cengenesan.
‘’Maaf.’’Tia mengaruk pipinya.
‘’Harusnya lo itu bersyukur
makanan yang e’lo buat itu habis di makan.’’Kata Diki.
‘’Itu tandanya makanan yang e’lo
buat itu enak.’’Lili mengangguki ucapan yang Diki bilang.
‘’Terserah kalian lah.’’Kata Adel
pasrah toh makanannya sudah habis semua.
……………….
‘’Davian mau kemana e’ lo.’’Tanya
Kevin saat melihat Davian.
‘’Perpustakaan kak.’’Balas Davian.
‘’Orang pinter mah beda yah
perginya ke perpustakaan.’’Kata Marsel yang berdiri di samping Kevin.
‘’Dustru orang bego kaya e’lo yang
hasurnya sering ke perpustakaan.’’Kata Satria yang berjalan menghampiri mereka.
‘’Iyah –iyah mentang mentang pada pintar.’’Kata
Marsel kesal, memang diantara mereka bertiga nilai akademik Marsel lebih rendah
dari Kevin dan Satria.
‘’Bukannya ujiannya udah lewat yah!
ngapain e’lo ke perpus.’’Tanya Satria.
‘’Cuman mau mengembalikan buku
‘’Hm.’’Kata Satria.
‘’Kalau gitu senior gue
permisi.’’Kata Davian lalu pergi .
‘’Oh yah Sat,e’lo udah bilangkan
ke Davian soal e’lo sama Adel.’’Tanya Kevin.
‘’Gue sudah menjelaskan semuanya
sama Davian,emang kenapa?’’Kata Satria.
‘’Enggak cuman gue perhatiin
beberapa hari ini Davian dengan Adel itu
kaya orang yang lagi bertengkar.’’Kata Kevin.
‘’Ngapain e’lo memperhatikan
mereka ,Kurang kerjaan amat sih lo.’’Kata Marsel yang tidak habir pikir.
‘’Sudahlah itu kan urusan mereka
berdua,’’Kata Satria.
‘’Kita enggak usah ikut
campur.’’tambahnya dan pergi di ikuti Kevin dan Marsel.
Marselo memasukan tas berisi pakaian
mereka ke dalam mobil. Marisa bersama Daniel dan mengingatkannya sebelum mereka
berangkat.
‘’Ingat yah kamu jangan kemana mana
sebelum kakak mu pulang.’’Kata Marisa.
‘’Iyah mah aku tau.’’Kata Daniel.
‘’Jangan main game terus.’’Kata
Marisa lagi.
‘’Aku tahu ,udah mama sama papa
cepetan berangkat nanti keburu malam.’’Kata Daniel meminta kedua orang tuanya
segera pergi.
__ADS_1
‘’Iyah,tapi ingat yah kata mama
tadi.’’Kata Marisa untuk terakhir lalu Daniel salim pada Marisa dan Marselo
yang sudah selesai menaruh tas mereka.
‘’Dah mah ,pah selamat jalan!hati
–hati.’’Daniel melambaikan tangannya.
‘’Kamu juga hati-hati di rumah
jangan nakal.’’Kata Marselo.
Marselo dan Marisa masuk ke dalam
mobil lalu menjalankan mobilnya meninggalkan halaman rumah.
Setelah kedua orang tuanya pergi
Daniel masuk ke dalam rumah dengan gembira karna dia bisa main game sepuasnya dan
makan cemilan sebanyak banyaknya tidak akan ada lagi yang melalangnya.
‘’Asyik sekarang aku
bebas.’’Daniel melompat lompat senang.
Daniel pergi ke dapur mengambil minuman
dan cemilan lalu naik ke kamarnya dia
meletakan cemilan dan minuman yang dia bawa di lantai dan mengambil kotak pizza
yang dia beli tadi saat pulang sekolah.
‘’Waktunya main game
sepuasnya.’’Kata Daniel menyiapkan
perlalatan gamenya setelahnya dia mulai memainkan gamenya.
‘’E’lo mau pulang sekarang,Del.’’Tanya
Lili melihat Adel membereskan barang barangnya.
‘’Iyah,tadi tante Marisa mengechat
gue kalau mereka sudah berangkat.’’Kata Adel.
‘’ Daniel sendirian di rumah,dan sepertinya
Davian juga belum pulang.’’Tambahnya.
‘’Mau gue antar ,kebetulan hari
ini gue bawa mobil.’’Lili menawari tumpangan.
‘’Emang e’lo enggak ada rencana
mau kemana gitu.’’Tanya Adel.
‘’Enggak.’’Kata Lili.
‘’Baiklah ayo.’’Kata Adel setuju.
Mereka berdua berjalan ke parkiran , Tia sudah pergi lebih dulu karna
tidak ada pelajaran dia merasa bosan jadi dia pergi ke tempat kerjanya.
Lili mengendarai mobilnya menuju
ke rumah Davian mengantar Adel, sesampai Adel keluar dari mobil Lili setelah
Adel berterima kasih Lili langsung pergi.
‘’Kira kira Davian sudah pulang
enggk yah,gue masih belum siap.’’Kata Adel gugup.
Adel menguatkan hatinya lalu masuk
ke dalam rumah dia berkeliling mencari Daniel karna di bawah Adel tidak
menemukannya dia naik ke atas saat mendekati kamar Daniel Adel mendengar benda
jatuh.
BRUUG….PRANGG
‘’Suara apa itu.’’Kata Adel dia
mengetuk pintu kamar Daniel.
‘’Daniel kamu ada di dalam? kamu
baik baik saja kan.’’Tanya Ade cemas karna Daniel tidak menjawabnya.
‘’Daniel tolong buka
pintunya.’’Adel semakin cemas karna Daniel tak kunjung menjawab.
‘’Masuk aja deh bodo amat nanti
dia marah juga.’’Kata Adel,dia membuka pintu kamar Daniel.
Dia sudah khawatir dengan keadaan Daniel di
dalam dan betapa terkejutnya dia saat melihat Daniel tergeletak di lantai
dengan kepala yang berlumuran darah.
‘’Daniel.’’Teriak Adel dengan air
__ADS_1
mata yang sudah mengalir di kedua pipinya.