Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
67


__ADS_3

Marisa mengemas pakaian yang akan


dia dan suaminya bawa saat menginap di rumah ibunya. Marisa menghampiri


suaminya di ruang kerjanya yang berada di samping kamar mereka yang terhubung.


‘’Pah.’’Panggil Marisa.


‘’Iyah,ada apa mah?’’Tanya Marselo


melihat istrinya.


‘’Mama sedikit khawatir


meninggalkan mereka berdua saja.apa sebaiknya mama minta bantuan Adel juga yah


pah!’’Kata Marisa.


‘’Mama enggak usah khawatir inikan


bukan pertama kalinya kita meninggalkan mereka berdua.’’Kata Marselo.


‘’Iyah sih tapi entah kenapa mama


agak cemas.’’Kata Marisa dengan raut cemas.


‘’Kalau itu bisa membuat mama


tenang lakukan saja.’’Kata Marselo.


‘’Makasih yah pah!mama hubungi


Adel dulu.’’Marisa kembali ke kamar menggambil hpnya.


Kudarizaka fumikiri made atashi wa muchuu de hashitta.


Dering telepon milik Adel


menyudahi pelukan ke tiga sahabat itu,Adel mengambil hpnya dan melihat siapa


yang meneleponnya.


‘’Siapa Del.’’Tanya Lili.


‘’Tante Marisa yang


telepon.’’Jawab Adel.


‘’Sebentar yah ,gue mau


mengangkatnya.’’Tambahnya.


‘’Halo tante, ada apa tante menghubungi Adel.’’Tanya Adel pada Marisa di


sebrang telepon.


‘’Tante cuman mau minta tolong,apa bisa?’’Tanya Marisa.


‘’Itu pun kalau kamu tidak sedang sibuk.’’Lanjut Marisa.


‘’Kalau boleh tahu tante mau minta tolong apa?’’Tanya Adel.


‘’Begini tante sama om mau ke rumahnya neneknya Davian untuk beberapa


hari kamu tau sendirikan di rumah itu tidak ada siapa –siapa jadi tante mau


minta tolong untuk jagain Daniel.’’Kata Marisa.


‘’Boleh tante.’’Jawab Adel.


‘’Beneran kamu mau.’’Kata Marisa senang


‘’Iyah,tapi tante bukannya masih ada Davian yah di rumah.’’Tanya Adel


‘’Apa Davian juga pergi?’’Tambah Adel


‘’Enggak ,Davian memang di rumah hanya saja tante cemas kalau nanti


Davian ada kegiatan terus tidak akan ada yang mengawasi Daniel kan.’’Kata


Marisa.


‘’Kamu sendiri taukan Daniel itu kalau tidak di awasi dia itu bakal


main game terus terusan.’’Tambah Marisa sedikit sebal pada anak bungsunya.


‘’Benar juga,kalau gitu nanti sepulang kuliah Adel akan mampir tapi


Adel enggak akan menginap di sana, bolehkan tante.’’Kata Adel


‘’Eh kenapa?’’Tanya Marisa


‘Padahalkan aku mau menjadikan ini kesempatan untuk mereka lebih


dekat lagi.’Pikir Marisa.


‘’Enggak apa-apa Tante hanya saja tidak pantas kalau dua orang pria dan


wanita yang belum muhrin tinggal  satu rumah


terlebih tidak ada orang tua.’’Kata Adel


‘’Benar juga apa yang kamu bilang.’’Kata Marisa.


‘’Tapi tante enggak merepotkan kamu kan.’’Tambahnya


‘’enggak sama sekali lagian Adel juga lagi bebas.’’Kata Adel.


‘’Terima kasih yah Adel.’’Kata Marisa.


‘’Sama sama tante.’’Setelahnya Marisa mengakhiri panggilan teleponnya.


Adel mengerutkan dahinya melihat

__ADS_1


semua makanan yang dia bawa telah habis tak tersisa.


‘Apa mereka menghabiskan semua


makanannya saat gue bicara dengan tante Marisa tadi.’’Pikir Adel.


‘Bahkan mereka tak menyisakan satu


senwict pun untuk gue’Tambahnya.


‘’Kalian itu doyan apa kelaparan ?’’Tanya


Adel kesal.


‘’Hehehehe.’’Mereka bertiga hanya


cengenesan.


‘’Maaf.’’Tia mengaruk pipinya.


‘’Harusnya lo itu bersyukur


makanan yang e’lo buat itu habis di makan.’’Kata Diki.


‘’Itu tandanya makanan yang e’lo


buat itu enak.’’Lili mengangguki ucapan yang Diki bilang.


‘’Terserah kalian lah.’’Kata Adel


pasrah toh makanannya sudah habis semua.


……………….


‘’Davian mau kemana e’ lo.’’Tanya


Kevin saat melihat Davian.


‘’Perpustakaan kak.’’Balas Davian.


‘’Orang pinter mah beda yah


perginya ke perpustakaan.’’Kata Marsel yang berdiri di samping Kevin.


‘’Dustru orang bego kaya e’lo yang


hasurnya sering ke perpustakaan.’’Kata Satria yang berjalan menghampiri mereka.


‘’Iyah –iyah mentang mentang pada pintar.’’Kata


Marsel kesal, memang diantara mereka bertiga nilai akademik Marsel lebih rendah


dari Kevin dan Satria.


‘’Bukannya ujiannya udah lewat yah!


ngapain e’lo ke perpus.’’Tanya Satria.


‘’Cuman mau mengembalikan buku


‘’Hm.’’Kata Satria.


‘’Kalau gitu senior gue


permisi.’’Kata Davian lalu pergi .


‘’Oh yah Sat,e’lo udah bilangkan


ke Davian soal e’lo sama Adel.’’Tanya Kevin.


‘’Gue sudah menjelaskan semuanya


sama Davian,emang kenapa?’’Kata Satria.


‘’Enggak cuman gue perhatiin


beberapa hari ini  Davian dengan Adel itu


kaya orang yang lagi bertengkar.’’Kata Kevin.


‘’Ngapain e’lo memperhatikan


mereka ,Kurang kerjaan amat sih lo.’’Kata Marsel yang tidak habir pikir.


‘’Sudahlah itu kan urusan mereka


berdua,’’Kata Satria.


‘’Kita enggak usah ikut


campur.’’tambahnya dan pergi di ikuti Kevin dan Marsel.


Marselo memasukan tas berisi pakaian


mereka ke dalam mobil. Marisa bersama Daniel dan mengingatkannya sebelum mereka


berangkat.


‘’Ingat yah kamu jangan kemana mana


sebelum kakak mu pulang.’’Kata Marisa.


‘’Iyah mah aku tau.’’Kata Daniel.


‘’Jangan main game terus.’’Kata


Marisa lagi.


‘’Aku tahu ,udah mama sama papa


cepetan berangkat nanti keburu malam.’’Kata Daniel meminta kedua orang tuanya


segera pergi.

__ADS_1


‘’Iyah,tapi ingat yah kata mama


tadi.’’Kata Marisa untuk terakhir lalu Daniel salim pada Marisa dan Marselo


yang sudah  selesai menaruh tas mereka.


‘’Dah mah ,pah selamat jalan!hati


–hati.’’Daniel melambaikan tangannya.


‘’Kamu juga hati-hati di rumah


jangan nakal.’’Kata Marselo.


Marselo dan Marisa masuk ke dalam


mobil lalu menjalankan mobilnya meninggalkan halaman rumah.


Setelah kedua orang tuanya pergi


Daniel masuk ke dalam rumah dengan gembira karna dia bisa main game sepuasnya dan


makan cemilan sebanyak banyaknya tidak akan ada lagi yang melalangnya.


‘’Asyik sekarang aku


bebas.’’Daniel melompat lompat senang.


Daniel pergi ke dapur mengambil minuman


dan cemilan  lalu naik ke kamarnya dia


meletakan cemilan dan minuman yang dia bawa di lantai dan mengambil kotak pizza


yang dia beli tadi saat pulang sekolah.


‘’Waktunya main game


sepuasnya.’’Kata Daniel  menyiapkan


perlalatan gamenya setelahnya dia mulai memainkan gamenya.


‘’E’lo mau pulang sekarang,Del.’’Tanya


Lili melihat Adel membereskan barang barangnya.


‘’Iyah,tadi tante Marisa mengechat


gue kalau mereka sudah berangkat.’’Kata Adel.


‘’ Daniel sendirian di rumah,dan sepertinya


Davian juga belum pulang.’’Tambahnya.


‘’Mau gue antar ,kebetulan hari


ini gue bawa mobil.’’Lili menawari tumpangan.


‘’Emang e’lo enggak ada rencana


mau kemana gitu.’’Tanya Adel.


‘’Enggak.’’Kata Lili.


‘’Baiklah ayo.’’Kata Adel setuju.


Mereka berdua berjalan  ke parkiran , Tia sudah pergi lebih dulu karna


tidak ada pelajaran dia merasa bosan jadi dia pergi ke tempat kerjanya.


Lili mengendarai mobilnya menuju


ke rumah Davian mengantar Adel, sesampai Adel keluar dari mobil Lili setelah


Adel berterima kasih Lili langsung pergi.


‘’Kira kira Davian sudah pulang


enggk yah,gue masih belum siap.’’Kata Adel gugup.


Adel menguatkan hatinya lalu masuk


ke dalam rumah dia berkeliling mencari Daniel karna di bawah Adel tidak


menemukannya dia naik ke atas saat mendekati kamar Daniel Adel mendengar benda


jatuh.


BRUUG….PRANGG


‘’Suara apa itu.’’Kata Adel dia


mengetuk pintu kamar Daniel.


‘’Daniel kamu ada di dalam? kamu


baik baik saja kan.’’Tanya Ade cemas karna Daniel tidak menjawabnya.


‘’Daniel tolong buka


pintunya.’’Adel semakin cemas karna Daniel tak kunjung menjawab.


‘’Masuk aja deh bodo amat nanti


dia marah juga.’’Kata Adel,dia membuka pintu kamar Daniel.


 Dia sudah khawatir dengan keadaan Daniel di


dalam dan betapa terkejutnya dia saat melihat Daniel tergeletak di lantai


dengan kepala yang berlumuran darah.


‘’Daniel.’’Teriak Adel dengan air

__ADS_1


mata yang sudah mengalir di kedua pipinya.


__ADS_2