Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
127


__ADS_3

Drrttt…drrttt…drrrtttt


‘’Hallo,ada apa yah kak?’’Tanya Adel pada orang di sebrang


telepon.


‘’Mm,sore nanti kamu ada acara enggak.’’Tanya Andreas.


‘’Sepertinya enggak,kak. ‘’Jawab Adel.


‘’Aku ingin mengundang mu ke apartemen ku lagi untuk


mencicipi masakan yang baru aku pelajari.’’Kata Andreas.


‘’Kamu kan anak pemilik restoran pasti lidah sudah terlatih


dengan berbagai masakan yang di buat ayah mu,jadi aku ingin meminta pendapat


mu.’’Lanjutnya dengan nada bercanda.


‘’Kak Andreas bercandanya enggak lucu.’’Balas Adel.


‘’Ih kok bercanda,serius kali.’’Balas Andreas.


‘’Ya terserah kak Andreas deh.’’Kata Adel mengalah.


‘’Eh,kak udah dulu yah,soalnya di sini sedang sibuk.’’Kata


Adel.


‘’Maaf,aku ganggu kamu kerja yah ku pikir kamu sedang


istirahat karna setahu ku jam segini kantor biasanya udah jam istirahat makan


siang.’’Kata Andreas


‘’Sekarang ini aku lagi bantuin ayah di restoran jadi


kesibukannya kebalikan dari kantor.’’Jawab Adel


Mulai sekarang Adel memutuskan untuk lebih akrab dengan


Andreas jadi dia mengubah gaya bicaranya.


Andreas tertegun kaget mendengar Adel yang merubah gaya


bicaranya namun tak ayal dia juga senang dengan begini dia dan Adel akan


semakin dekat.


‘’Kamu sudah berhenti kerja di kantor Davian?’’Tanya Andreas.


‘’Iya,lagian aku cuman bantu bantu aja di sana,om Marselo


juga sudah sembuh jadi tidak terlalu sibuk.’’Jawab Adel.


‘’Ya udah yah,kak! Sampai nanti.’’Lanjutnya.


‘’Iya ,sampai nanti.’’Balas Andreas lalu mereka mematikan


ponsel mereka.


‘’Hah.’’Adel menghela nafas sambil menatap ponselnya.


‘’Ayo Adel kamu bisa.’’Bisik Adel.


‘’Adel.’’Panggil Reno saat masuk ke dalam restoran.


‘’Reno.’’Adel berbalik.


‘’E’lo sendirian,Denis,Candra sama Fadli mana? Tumben mereka


enggak ikut!’’Tanya Adel,karna biasanya mereka suka bareng bareng.


‘’Mereka sibuk pdkt sama sibuk pacaran.’’Jawab Reno.


‘’Oh,ya udah duduk sana,nanti gue bawa pesenan e’lo.’’Kata


Adel.


‘’Eh enggak usah,aku mau bantuin kamu.’’Tolak Reno.


‘’Enggak usak e’lo duduk aja.’’Tolak Adel.


‘’Sini,lebih baik kamu di kasir aja di sini biar aku


aja.’’Reno mengambil nampan yang di pegang Adel dan mendorongnya ke karis.


‘’Eh,eh Reno apa –apaan sih.’’Protes Adel.


‘’Udah sini aja.’’Kata Reno lalu pergi melayani pelanggan


yang baru masuk.


‘’Mau pesan apa?’’Tanya Reno ramah.


‘’Mau kamu jadi pacar aku bisa.’’Katanya linglung terpesona


dengan ketampanan Reno.


‘’Hah.’’Kata Reno bingung.


‘’Pffftt.’’Adel menutup mulutnya menahan tawa ,melihat raut kebingungan


Reno.


Karna kebetulan meja mereka tak jauh dari kasih jadi Adel

__ADS_1


bisa mendengarnya.


Plak


‘’Aduh,apan sih kau ini.’’Keluhnya saat temannya memukul


tangannya.


‘’Malu maluin aja sih.’’Katanya sambil melototinya.


‘’Jangan didengerin mas,di amah gila.’’Katanya.


‘’Enak aja e’lo.’’Kata tak terima.


‘’Baiklah ,jadi kalian mau pesan apa?’’Tanya Reno lagi.


‘’Nasi goreng seafood sama nasi goreng special, minumnya jus


jeruk 2.’’Katanya.


‘’Baik ,tolong tunggu sebentar.’’Kata Reno lalu pergi.


‘’Eh mas ganteng tunggu dulu.’’Kata Cika.


‘’Ih malah pergi.’’Lanjutnya kecewa.


Beberapa menit kemudian makanan datang tapi bukan Reno yang


megantarnya melainkan karyawan lain karna Reno tidak mau bertemu Cika lagi.


‘’Ih kok mas ganteng enggak ada sih.’’Gerutu Cika sambil


celingukan mencari Reno.


‘’Sawan kali dia sama e’lo.’’Kata Febi teman Cika.


‘’Hai.’’Adel menghampiri mereka.


‘’Apa kau menyukai Reno?’’Tanya Adel.


‘’Reno?’’Kata Cika.


‘’pria yang tadi itu namanya Reno.’’Kata Adel.


‘’oh,jadi namanya itu Reno.’’Kata Cika.


‘’Jadi,apa kau suka dengan reno?’’Tanya Adel lagi.


‘’Iya.’’Cika menganggukan kepalanya.


‘’Ini nomer telepon Reno dan Reno itu kuliah di kampus BIMA


DARMA.’’Kata Adel memberitahu Cika.


‘’Kenapa kau memberi  nomornya


ke Cika.’’Kata Febi curiga.


yang paham maksud Febi.


‘’Gue cuman mau membuat Reno membuka hatinya untuk wanita


lain dari pada terus berharap dengan wanita yang  yang tidak akan bisa membalas perasaannya.


‘’Jelas Adel.


‘’Memangnya kau siapanya Reno.’’Tanya Cika penasaran karna


Adel begitu peduli pada Reno.


‘’Kami sudah berteman sejak SMA .’’Jawab Adel.


‘’Jadi kalau kau bernar benar menyukai Reno maka berjuanglah


dengan keras untuk meruntuhkan tahta di hati Reno untuk wanita yang sudah


selama 4 tahun ada di hatinya.’’Kata Adel lalu kembali ke tempat kasir.


‘’E’lo sanggup Cik,itu berat lo!’’Kata Febi.


‘’Sanggup,gue bakal buat Reno melupakan wanita itu.’’ Kata


Cika yakin.


‘’Karna gue akan mengejar apa yang gue sukai sampai


dapat.’’Lanjutnya.


Adel yang mendengarnya tersenyum.


‘Semoga dia benar benar  bisa meluluhkan hati Reno.’ Batin Adel.


……..


‘’Sedang apa kalian?’’Tegur Satria pada anggota basket yang


sedang duduk di lapangan.


‘’Cepat bangun,dan ulangi lagi.’’Lanjutnya.


‘’Senior bisakah kita istirahat sebentar.’’Kata salah satu


jenior yang baru masuk.


‘’Kalian ini baru sebentar medribel bola sudah minta istirahat.’’Kata


Satria.

__ADS_1


‘’Bisakah besok saja kita lanjutkan latihannya, sepertinya


sebentar lagi akan hujan.’’Alasannya.


‘’Apa hungungannya dengan akan hujan,lagian kita ini di dalam


ruangan kalau pun hujan ya biarkan saja.’’Kata Satria,beberapa senior tertawa


mendengar alasan tak masul akan juniornya.


‘’Sudah cepat berdiri.’’Kata Satria ,mereka pun kembali


berdiri.


‘’Kalau mau cari alasan yang masuk akal.’’Kata temannya.


Davian memperhatikan mantan kapten timnya dulu, lalu berjalan


menghampirinya.


‘’Ku kira kau sudah lepas jabatan tapi masih sama yah.’’Kata


Davian.


‘’Oh astaga,suatu kehormatan seorang CEO datang kemari.’’Kata


Satria bercanda.


‘’Cuman sementara doang.’’Kata Davian tak marah dengan ucapan


Satria.


‘’Hahaha iyah iyah sementara.’’Kata Satria.


‘’Hah.’’Satria menghela nafas lelah.


‘’ayo duduk,gak pegel berdiri mulu.’’Kata Satria lalu duduk


segitu pun Davian.


‘’Sebenarnya,gue udah bukan kapten tim lagi tapi karna pak


Gunawan itu kecelakaan jadi dia mint ague gantiin di jadi pelatih sementara


sampai dia sembuh.’’Jelas Satria.


‘’Terus bagaimana dengan e’lo,bokap e’lo udah sembuh.’’Tanya


Satria.


‘’Baik dan bokap juga udah sembuh total dan udah bisa ke


kantor lagi.’’Jawab Davian.


‘’Syukur lah,Oh yah Dav….’’Jeda Satria.


‘’Ah… tidak jadi.’’Lanjutnya.


Sebenarnya dia mau menanyakan soal perjodohannya dengan


sepupu Laura tapi dia tak enak nanti dikira kepo dengan urusan pribadi orang


lain.


Davian tidak menghiaraukan pertanyaan Satria yang tak


jadi,dia memandang lapangan dengan sendu saat teringat kembali kenangan kenangan


tentang Adel yang berusaha keras menjadi menejer agar bisa bersama dengannya


dan bagaimana saat dia melatih Adel dan melihat senyumnya saat Adel bisa


memasukan bola ke ring lalu menggendongnya karna kecerobhannya.


Davian memejamkan matanya,hatinya menjadi tak karuan bila


mengingat  kenangan tentang Adel. Hatinya


semakin gundah setiap hari sejak pertemuannya dengan Adel yang sedang berkencan


dengan Andreas.


Dia merasa gelisah dan takut ‘dia’ akan pergi bersama dengan


laki laki lain selamanya dari dirinya. Pertama kalinya dalam hidupnya dia ragu


akan keputusan yang di buatnya sendiri hanya karna seorang Adelia Putri yang


jelas jelas orang yang menganggu ketentraman hidupnya.


Davian berdiri dan berbalik pergi,dia tidak mau semakin lama


berada di sini,hatinya jadi semakin tak karuan.


‘’Eh,e’lo udah mau pergi.’’Kata Satria melihat Davian pergi.


‘’Jangan pergi dulu,kita bermain basket dulu.’’Lanjtnya.


‘’Maaf senior,gue lagi enggak mood main basket,permisi. ’’Kata


Davian dengan aura suram dan mencekam.


‘’Dia kenapa? Perasaan tadi baik baik aja,tapi kenapa tiba


tiba mengeluarkan aura tak mengenakan begitu.’’Kata Satria heran plus


merinding.

__ADS_1


MAAF TELAT UP SOALNYA DI DAERAH SAYA MASIH SERING HUJAN MANA


GELUDUKNYA BEGE BEGE LAGI.


__ADS_2