
Davian berbaring di atas kasur
kepalanya dia sandarkan di ranjang sambil memainkan permainan kesukaanya namun
dari tadi dia tidak bisa fokus .
Ada sesuatu yang mengganjal di
hatinya dan dia merasa tidak tenang, entah karna apa dari tadi siang dia merasa
gelisah. Seberapa pun Davian memikirkanya dia tidak mememukan alasan ke
gelisahannya itu.
‘’Hah.’’Davian menghentikan
permainan dan meletakan handphon miliknya.
Davian turun dari ranjang dia akan
ke dapur untuk membuat minuman, susu atau apa pun yang bisa membuatnya merasa
tenang. Saat dia melangkah menuju tangga dia melihat pintu balkon terbuka
Davian yang tadinya mau turun berbalik ke arah balkon.
‘’Apa mama lupa menutup
pintunya.’’Pikir Davian
Setelah semakin dekat Davian
melihat sesosok perempuan yang di kenalnya sedang menatap indahnya langit
malam.Davian pun melangkah lebih dekat dia berpikir mungkin jika dia melihat
pemandangan langit malam dia akan merasa tenang juga.
‘’Hah.’’
Davian mendengar dia menghela
nafas yang agak berat lalu dia mengangkat kepalanya untuk melihat bintang lebih
jelas.
‘Apa dia sedang ada masalah.’Batin
Davian
‘’Sedang apa malam malam berdiri di balkon luar.’’Kata Davian
Davian melihat respon tubuhnya
yang terhenyak karna kaget seolah olah dia mendengar suara hantu saja. Dia perlahan
berbalik ke belakang dan betapa dia terkejutnya melihat Davian sedang berdiri
di belakangnya bahkan cuma berjarak beberapa centi darinya.
‘’DEG.’’
‘’Davian lo sedang apa, kenapa
belum tidur.’’Kata Adel yang gugup,dia merasa seperti terpergok sedang melakukan
perselingkuhan.
‘’Bukannya gue yang harusnya
bilang begitu.’’Kata Davian sambil melanjutkan langkahnya dan berdiri di
samping Adel.
Rasanya jantung Adel dag dig dug
tak karuan rasanya dia mau lari saja menuju ke dalam kamarnya,dia benar benar
belum mau melihat Davian tapi sekarang dia malah berdiri di sebelahnya.
‘Dari tadi gue sudah berusaha
untuk tidak bertemu dengannya sampai sampai membohongi tante Marisa tapi kenapa
malah sekarang dia berdiri tepat di samping gue,udah gitu berduaan lagi.’’Batin
Adel
Dia tidak menyangka bakalan begini
jadinya,kalau tau gini untuk apa dia menghindar dan pura pura tidur segala.
‘’Jadi sedang apa lo malam malam
gini di luar.’’Tanya Davian
‘’Hah.’’Adel tersentak dari
lamunannya.
‘’Hanya ingin melihat bintang
saja.’’Jawab Adel dengan nada yang dia buat biasa.
‘’Oh.’’Davian memandangi langit
berbintang.
‘’Sepertinya lo sudah mulai akrab
dengan mahasiswi yang lainnya.’’Kata Adel yang merasa suasananya mulai canggung
Davian menoleh ke arah Adel
menggerutkan alisnya,sejak kapan dia akrab dengan mahasiswa yang lain.
__ADS_1
‘’Wanita yang duduk di samping lo
di kantin tadi siang ,dia sangat cantik dan sepertinya dia juga pintar .’’Saat
Adel mengatakan itu dia menggigit bibir
untuk menyembunyikan perasaanya.
‘’Kenapa!lo cemburu.’’ Davian
menoleh dan memiringkan kepalanya,sekarang dia tau siapa yang Adel maksud.
‘’Tidak,bukan seperti itu
mak…….’’Ucapannya di potong Davian.
‘’Dia Laura ,waktu gue,Selena dan
Sandy ikut olimpiade kami bertemu Laura dan dia juga mewakili sekolahannya. Kebetulan
kemarin pas ospek kami satu kelompok jadi bisa di bilang teman lama.’’Kata
Davian yang melihat ke langit berbintang.
Merasa taka da respon dari Adel
Davian menoleh dan melihat wajah Adel ada semburat merah tipis di kedua
pipinya.
‘Apa dia malu.’Pikir Davian
Adel tak tau harus berkata apa dia
merasa bodoh dan malu telah berpikiran yang aneh aneh yang membuat dia galau
tak jelas. Tapi mendengar ucapan Davian dia merasa hati lega seperti beban yang
menimpanya telah terangkat.
‘’Kalian sepertinya semakin dekat dan lengket saja.’’Kata Davian
tampa sadar dia telah menanyakan hubungan antara Adel dan Reno.
‘’Siapa?’’Kata Adel yang binggung
siapa yang di maksud.
‘’Lo sama Reno.’’Jawab
Davian,walau nadanya terdengar biasa tapi ada sedikit rasa kesal di hatinya.
‘’Benarkah,dari SMA Reno memang
seperti itu kelakuannya ,yah walau sudah gue suruh berhenti tapi tak dia gubris
malah bertambah perhatian.’’Kata Adel
‘Yang membuat gue malu
sendiri.’Tambah Adel di dalam hati
dengannya.Bukannya lo bilang kalau sudah kuliah bakal mencari gebetan
baru.’’Kata Davian yang sedikit ketus tapi Adel tak menyadari nada bicara
Davian yang berbeda.
‘’Siapa bilang kalau gue mau
mencari gebetan baru lagian gue enggak menyukai Reno sedikit pun.’’Kata Adel
lantang.
Adel tersadar dengan ucapannya dan
menutup mulutnya segera lalu lari menuju ke kamarnya, dia baru sadar dengan apa
yang di ucapkannya.
‘’Duh kenapa lemes bener mulut
gue.’’Adel berjongkok di belakang pintu kamarnya.
‘’Kenapa hati gue terkesan
gampangan yah.’’Adel memegang dadanya.
‘’Mudah banget di bujuknya.’’Kata
Adel cemberut
Rasa sakit dan kecewa yang di tadi
siang langsung hilang hanya dengan beberapa kata yang di ucapkan
Davian,terdengar sederhana namun itu obat terampuh.
Davian yang melihat Adel melarikan
diri hanya tersenyum dia memegang dadanya yang sudah kembali tenang tak gelisah
lagi seperti tadi,dia membatalkan niatnya untuk pergi ke dapur.
‘’Sebaiknya gue tidur juga.’’Kata
Davian berjalan ke dalam kamarnya.
Davian pun langsung tertidur
dengan pulas ,seolah olah dia telah meminum obat tidur saja.
Esok paginya Adel berangkat dengan
ceria dan bersemangat,sikapnya berbanting terbalik dengan kemarin sore yang
__ADS_1
penuh awan hujan. Bahkan di kampus dia terus tersenyum.
Adel menabar senyum manisnya di
sepanjang jalan dan dia juga menyapa mahasiswa lain yang di balas ramah juga.
Adel duduk di bangku taman menunggu teman temannya yang belum kelihatan.
Lili dan Tia yang memperhatikan
tingkah Adel yang beda dari kemari bergegas menghampiri nya mereka sangat
penasaran walau itu bukan pertama kalinya mereka lihat.
‘’Del, lo engak beneran jadi
streskan gara gara enggak bisa menerima kejadian kemari kan.’’Kata Tia ,dia
memegang dahi Adel
‘’Gimana panas engak .’’Tanya Lili
‘’Enggak panas,normal kok.’’Kata
Tia dengan nada di buat serius.
‘’Ada yang rusak dengan otaknya
kali.’’Kata Lili yang berbicara dengan nada yang di buat serius juga.
‘’Bisa jadi.’’Kata Tia
‘’Kalian ini apa apaan sih
,merusak mood aja.’’Kata Adel kesal dengan tingkah teman temannya.
‘’Habisnya lo terus senyum senyum
kan kita jadi kepikiran.’’Kata Tia yang senang mengerjai Adel
‘’Kemarinkan lo sedang galau siapa
tau kan.’’Tambahnya
‘’Kita cuman khawatir doang
,Adel.’’Lili tertawa kecil melihat wajah cemberutnya Adel menurut mereka itu
lucu.
‘’Khawatir sih khawatir tapi
enggak gini juga caranya.’’Kata Adel yang masih kesal
‘’Ini sih namanya merusak
suasana.’’Kata Adel lagi.
‘’Maaf maaf.’’Kata Tia dan Lili
‘’Jadi apa masalahnya sudah
selesai.’’Kata Lili
‘’Ehm sudah.’’Kata Adel dengan
ceria dia bersemangat lagi
Adel melihat Davian senyum di
bibirnya semakin merekah,dia berdiri dan pergi meninggalkan teman temannya
mengikuti kemana perginya Davian.Tia dan Lili di buat binggung oleh tingkah
Adel.
‘’Kaya tuh anak kesambet deh.’’Kata
Tia melihat Adel yang tiba tiba pergi sambil tersenyum lebar.
‘’Bisa jadi.’’Kata Lili
menyetujui.
Adel terus mengikuti Davian dengan
mengendap endap.Davian masuk ke sebuah ruanga Adel melihat Davian sedang
berbicara dengan seseorang mungkin dia seorang senior.
‘’kenapa Davian pergi
kesini.’’Kata Adel
‘’Dan sepertinya dia akrab dengan
senior itu.’’Tambahnya
Mata Adel menatap tajam saat dia
melihat Laura yang berjalan menghampiri Davian dan dia juga ikut mengobrol
dengan senior itu.
‘’Mau apa dia di sini juga.’’kata
Adel kaget
Adel semakin penasara dengan apa
yang di lakukan Davian dan kenapa Laura juga bisa ada di tempat itu juga ada
hubungan apa sebenarnya di antara mereka.
MAAF SAYA LAGI PUSING JADI TIDAK BISA NULIS BAWAANNYA NGANTUK MULU DAN
__ADS_1
BARU BISA NULIS SEKARANG ,MAAF YAH.SEMOGA SUKA DENGAN TULISANNYA MAAF KALAU
MEMBOSANKAN CERITANYA SOALNYA SAYA MASIH PEMULA.