Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
32


__ADS_3

Davian berbaring di atas kasur


kepalanya dia sandarkan di ranjang sambil memainkan permainan kesukaanya namun


dari tadi dia tidak bisa fokus .


Ada sesuatu yang mengganjal di


hatinya dan dia merasa tidak tenang, entah karna apa dari tadi siang dia merasa


gelisah. Seberapa pun Davian memikirkanya dia tidak mememukan alasan ke


gelisahannya itu.


‘’Hah.’’Davian menghentikan


permainan dan meletakan handphon miliknya.


Davian turun dari ranjang dia akan


ke dapur untuk membuat minuman, susu atau apa pun yang bisa membuatnya merasa


tenang. Saat dia melangkah menuju tangga dia melihat pintu balkon terbuka


Davian yang tadinya mau turun berbalik ke arah balkon.


‘’Apa mama lupa menutup


pintunya.’’Pikir Davian


Setelah semakin dekat Davian


melihat sesosok perempuan yang di kenalnya sedang menatap indahnya langit


malam.Davian pun melangkah lebih dekat dia berpikir mungkin jika dia melihat


pemandangan langit malam dia akan merasa tenang juga.


‘’Hah.’’


Davian mendengar dia menghela


nafas yang agak berat lalu dia mengangkat kepalanya untuk melihat bintang lebih


jelas.


‘Apa dia sedang ada masalah.’Batin


Davian


‘’Sedang apa malam malam  berdiri di balkon luar.’’Kata Davian


Davian melihat respon tubuhnya


yang terhenyak karna kaget seolah olah dia mendengar suara hantu saja. Dia perlahan


berbalik ke belakang dan betapa dia terkejutnya melihat Davian sedang berdiri


di belakangnya bahkan cuma berjarak beberapa centi darinya.


‘’DEG.’’


‘’Davian lo sedang apa, kenapa


belum tidur.’’Kata Adel yang gugup,dia merasa seperti terpergok sedang melakukan


perselingkuhan.


‘’Bukannya gue yang harusnya


bilang begitu.’’Kata Davian sambil melanjutkan langkahnya dan berdiri di


samping Adel.


Rasanya jantung Adel dag dig dug


tak karuan rasanya dia mau lari saja menuju ke dalam kamarnya,dia benar benar


belum mau melihat Davian tapi sekarang dia malah berdiri di sebelahnya.


‘Dari tadi gue sudah berusaha


untuk tidak bertemu dengannya sampai sampai membohongi tante Marisa tapi kenapa


malah sekarang dia berdiri tepat di samping gue,udah gitu berduaan lagi.’’Batin


Adel


Dia tidak menyangka bakalan begini


jadinya,kalau tau gini untuk apa dia menghindar dan pura pura tidur segala.


‘’Jadi sedang apa lo malam malam


gini di luar.’’Tanya Davian


‘’Hah.’’Adel tersentak dari


lamunannya.


‘’Hanya ingin melihat bintang


saja.’’Jawab Adel dengan nada yang dia buat  biasa.


‘’Oh.’’Davian memandangi langit


berbintang.


‘’Sepertinya lo sudah mulai akrab


dengan mahasiswi yang lainnya.’’Kata Adel yang merasa suasananya mulai canggung


Davian menoleh ke arah Adel


menggerutkan alisnya,sejak kapan dia akrab dengan mahasiswa yang lain.

__ADS_1


‘’Wanita yang duduk di samping lo


di kantin tadi siang ,dia sangat cantik dan sepertinya dia juga pintar .’’Saat


Adel mengatakan itu dia  menggigit bibir


untuk menyembunyikan perasaanya.


‘’Kenapa!lo cemburu.’’ Davian


menoleh dan memiringkan kepalanya,sekarang dia tau siapa yang Adel maksud.


‘’Tidak,bukan seperti itu


mak…….’’Ucapannya di potong Davian.


‘’Dia Laura ,waktu gue,Selena dan


Sandy ikut olimpiade kami bertemu Laura dan dia juga mewakili sekolahannya. Kebetulan


kemarin pas ospek kami satu kelompok jadi bisa di bilang teman lama.’’Kata


Davian yang melihat ke langit berbintang.


Merasa taka da respon dari Adel


Davian menoleh dan melihat wajah Adel ada semburat merah tipis di kedua


pipinya.


‘Apa dia malu.’Pikir Davian


Adel tak tau harus berkata apa dia


merasa bodoh dan malu telah berpikiran yang aneh aneh yang membuat dia galau


tak jelas. Tapi mendengar ucapan Davian dia merasa hati lega seperti beban yang


menimpanya telah terangkat.


‘’Kalian sepertinya  semakin dekat dan lengket saja.’’Kata Davian


tampa sadar dia telah menanyakan hubungan antara Adel dan Reno.


‘’Siapa?’’Kata Adel yang binggung


siapa yang di maksud.


‘’Lo sama Reno.’’Jawab


Davian,walau nadanya terdengar biasa tapi ada sedikit rasa kesal di hatinya.


‘’Benarkah,dari SMA Reno memang


seperti itu kelakuannya ,yah walau sudah gue suruh berhenti tapi tak dia gubris


malah bertambah perhatian.’’Kata Adel


‘Yang membuat gue malu


sendiri.’Tambah Adel di dalam hati


dengannya.Bukannya lo bilang kalau sudah kuliah bakal mencari gebetan


baru.’’Kata Davian yang sedikit ketus tapi Adel tak menyadari nada bicara


Davian yang berbeda.


‘’Siapa bilang kalau gue mau


mencari gebetan baru lagian gue enggak menyukai Reno sedikit pun.’’Kata Adel


lantang.


Adel tersadar dengan ucapannya dan


menutup mulutnya segera lalu lari menuju ke kamarnya, dia baru sadar dengan apa


yang di ucapkannya.


‘’Duh kenapa lemes bener mulut


gue.’’Adel berjongkok di belakang pintu kamarnya.


‘’Kenapa hati gue terkesan


gampangan yah.’’Adel memegang dadanya.


‘’Mudah banget di bujuknya.’’Kata


Adel cemberut


Rasa sakit dan kecewa yang di tadi


siang langsung hilang hanya dengan beberapa kata yang di ucapkan


Davian,terdengar sederhana namun itu obat terampuh.


Davian yang melihat Adel melarikan


diri hanya tersenyum dia memegang dadanya yang sudah kembali tenang tak gelisah


lagi seperti tadi,dia membatalkan niatnya untuk pergi ke dapur.


‘’Sebaiknya gue tidur juga.’’Kata


Davian berjalan ke dalam kamarnya.


Davian pun langsung tertidur


dengan pulas ,seolah olah dia telah meminum obat tidur saja.


Esok paginya Adel berangkat dengan


ceria dan bersemangat,sikapnya berbanting terbalik dengan kemarin sore yang

__ADS_1


penuh awan hujan. Bahkan di kampus dia terus tersenyum.


Adel menabar senyum manisnya di


sepanjang jalan dan dia juga menyapa mahasiswa lain yang di balas ramah juga.


Adel duduk di bangku taman menunggu teman temannya yang belum kelihatan.


Lili dan Tia yang memperhatikan


tingkah Adel yang beda dari kemari bergegas menghampiri nya mereka sangat


penasaran walau itu bukan pertama kalinya mereka lihat.


‘’Del, lo engak beneran jadi


streskan gara gara enggak bisa menerima kejadian kemari kan.’’Kata Tia ,dia


memegang dahi Adel


‘’Gimana panas engak .’’Tanya Lili


‘’Enggak panas,normal kok.’’Kata


Tia dengan nada di buat serius.


‘’Ada yang rusak dengan otaknya


kali.’’Kata Lili yang berbicara dengan nada yang di buat serius juga.


‘’Bisa jadi.’’Kata Tia


‘’Kalian ini apa apaan sih


,merusak mood aja.’’Kata Adel kesal dengan tingkah teman temannya.


‘’Habisnya lo terus senyum senyum


kan kita jadi kepikiran.’’Kata Tia yang senang mengerjai Adel


‘’Kemarinkan lo sedang galau siapa


tau kan.’’Tambahnya


‘’Kita cuman khawatir doang


,Adel.’’Lili tertawa kecil melihat wajah cemberutnya Adel menurut mereka itu


lucu.


‘’Khawatir sih khawatir tapi


enggak gini juga caranya.’’Kata Adel yang masih kesal


‘’Ini sih namanya merusak


suasana.’’Kata Adel lagi.


‘’Maaf maaf.’’Kata Tia dan Lili


‘’Jadi apa masalahnya sudah


selesai.’’Kata Lili


‘’Ehm sudah.’’Kata Adel dengan


ceria dia bersemangat lagi


Adel melihat Davian senyum di


bibirnya semakin merekah,dia berdiri dan pergi meninggalkan teman temannya


mengikuti kemana perginya Davian.Tia dan Lili di buat binggung oleh tingkah


Adel.


‘’Kaya tuh anak kesambet deh.’’Kata


Tia melihat Adel yang tiba tiba pergi sambil tersenyum lebar.


‘’Bisa jadi.’’Kata Lili


menyetujui.


Adel terus mengikuti Davian dengan


mengendap endap.Davian masuk ke sebuah ruanga Adel melihat Davian sedang


berbicara dengan seseorang mungkin dia seorang senior.


‘’kenapa Davian pergi


kesini.’’Kata Adel


‘’Dan sepertinya dia akrab dengan


senior itu.’’Tambahnya


Mata Adel menatap tajam saat dia


melihat Laura yang berjalan menghampiri Davian dan dia juga ikut mengobrol


dengan senior itu.


‘’Mau apa dia di sini juga.’’kata


Adel kaget


Adel semakin penasara dengan apa


yang di lakukan Davian dan kenapa Laura juga bisa ada di tempat itu juga ada


hubungan apa sebenarnya di antara mereka.


MAAF SAYA LAGI PUSING JADI TIDAK BISA NULIS BAWAANNYA NGANTUK MULU DAN

__ADS_1


BARU BISA NULIS SEKARANG ,MAAF YAH.SEMOGA SUKA DENGAN TULISANNYA MAAF KALAU


MEMBOSANKAN CERITANYA SOALNYA SAYA MASIH PEMULA.


__ADS_2