
TOK TOK TOK
Davian menyeritkan dahinya saat dia mendengar suara ketukan
pintu.
‘’Davian, ayo kita makan malam.’’Kata Marisa.
‘’Mama!’’Gumamnya lalu berjalan membukakan pintu.
Ckrek
‘’Makannya sudah siap ayo turun kita segera makan
malam.’’Kata Marisa lagi.
‘’Mama kapan pulang?Kok Vian enggak tahu.’’Tanya Davian.
‘’Tadi sore,saat pulang kamu langsung naik ke kamar dan mama
bertanya kamu diam saja.’’Kata Marisa,dia kesel karna di cuekin anak sulungnya
meski sudah biasa.
‘’Oh.’’Setelahnya Davian menutup pintu dan berjalan menuruni
tangga.
Marisa yang mendengar jawaban singkat anaknya menjadi
dongkol.
‘’Sabar Marisa, dia anak mu.’’Masira mengusap usap dadanya.
Tadi sore di cuekin dan sekarang,Hah! Marisa hanya bisa
menghela nafas dengan sikap Davian yang acuh dan datar.
‘’Kenapa semua anak ku tidak punya sifat ceria seperti Adel
yah.’’Kata Marisa sambil berjalan menyusul Davian.
‘’Eh ,ngomong –ngomong bukannya Adel sudah tinggal di sini
lagi, tapi aku kok belum melihatnya dari tadi sore.’’Kata Marisa baru teringat
dengan Adel.
‘’Sudahlah nanti tanya saja pada Davian.’’Katanya lagi.
Setelah Marisa sampai mereka makan dengan hidmat,hingga
Marisa menanyakan soal keberadaan Adel.
‘’Davian bukannya Adel sudah kembali tinggal di rumah
kita,tapi dari tadi mama tidak melihat Adel.’’Tanya Marisa,Davian menghentikan
makannya saat mamanya bertanya soal Adel.
‘Sial.’Batin Davian lupa kalau Adel tidak ada di rumahnya.
‘’Apa?gadis bodoh itu tinggal lagi bersama kita.’’Kata
Daniel.
‘’Daniel enggak boleh bicara begitu tentang Adel.’’Tegur
Marisa.
‘’Hm.’’Daniel melanjutkan makannya.
Davian beranjak dari kursinya lalu pergi tergesa gesa membuat
orang tuanya heran.
‘’Kenapa Davian pergi tergesa gesa begitu?’’Tanya Marisa
binggung.
‘’Mungkin dia baru ingat kalau dia ada janji dan harus
pergi,sudahlah makan saja lagi.’’Kata Marselo dan di angguki Marisa.
Daniel menatap curiga dengan kepergian Davian,dia merasa aneh
dengan kepergian kakaknya itu. Karna pergi tergesa –gesa setelah mamanya
bertanya tentang Adel, kakaknya terlihat terkejut dan langsung pergi tanpa
pamitan.
Davian mengambil jaket dan kunci motornya lalu pergi
meninggalkan rumahnya.
‘’Semoga kejadian waktu itu tidak terlulang lagi.’’Kata
Davian khawatir Adel akan mengalami kejadian buruk seperti sebelumnya.
Entah mengapa sejak kejadian itu Davian sedikit paranoid
terhadap Adel dia takut Adel mengalami hal itu lagi atau lebih buruk.
Dia tidak mau melihat Adel seperti itu lagi dia masih ingat
jelas tubuh bergetar Adel yang ke takutan dan itu pertama kalinya dia melihat
Adel serapuh itu.
Davian berjanji itu pertama dan terakhir kali dia melihat
tubuh Adel yang rapuh.
__ADS_1
Saat pikiran Davian berkecamuk tentang Adel ponselnya tiba
tiba bergetar dia menepikan motornya dan mengambil ponselnya.
Davian bernafas lega saat melihat Adel mengirim pesan
padanya.
[Davian malam ini gue
akan tidur di restoran,maaf baru mengabari e’lo sekarang. Selamat malam dan
jangan lupa makan malam]
Hatinya terasa lega dia tersenyum penuh syukur karna apa yang
dia pikirkan tidak terjadi.
Dia pun bisa menebaknya kenapa Adel tidak pulang ke rumahnya
ini ada kaitannya dengan ulah Diki.
Davian memutar kembali motornya kembali ke rumah tapi sebelum
itu dia pergi ke supermarket dulu.
……..
‘’Dikiii.’’Teriak Adel dengan berlari menghampiri Diki,dia
mengengam erat buku di tangannya.
Brug
Adel memukulkan buku yang ada di tangannya pada Diki.
‘’Aduh…sakit Del.’’Kata Diki.
‘’Kenapa tiba –tiba mukul gue sih,salah gue apa?’’Tanya Diki
yang tidak bermutu,dia lupa apa yang sudah dia ucapkan kemarin.
‘’Diki sialan.’’Adel tambah kesal saat Diki lupa apa yang dia
perbuat dia memukulnya lagi.
‘’E’lo lupa dengan apa yang e’lo perbuat.’’Lanjutnya.
‘’Aduh…duh.’’Keluh Diki.
‘Sial tebel banget tuh buku sakit banget kepala gue kalau
gini bisa bisa kepala gue geger otak kalau di pukul terus.’Batin Diki,dia
berlari kabur dari amukan Adel.
‘’Tunggu e’lo, jangan kabur.’’Teriak Adel saat melihat Diki
lari dia pun mengejarnya.
Del.’’Teriak Diki.
‘’Jangan pura pura lupa,gara gara e’lo kemarin gue di
introgasi sama Reno dan Rendy.’’Kata Adel.
‘Introgasi sama Reno dan Rendy,untuk apa mereka mengintrogasi
Adel.’Pikir Diki.
Lalu dia ingat tentang kejadian kemarin saat dia membongkar rahasia Adel dan Davian.
‘’Sial.’’Kata Diki saat sudah mengingatnya.
‘’Sorry, Adel gue enggak sengaja.’’Kata Diki.
‘’Tidak ada kata maaf untuk e’lo,ke sini lo gue masih pengen
memukul e’lo.’’Kata Adel.
‘’Ingetin gue lain kali jangan sampai membocorkan lagi
rahasia milik Adel.’’Kata Diki pada dirinya sendiri.
‘Kalau tahu bakal gini jadinya gue enggak akan
melakukannya.’Batin Diki menyesal.
‘Siapa pun plise tolongin gue dari macan betina ini.’Batin
Diki memohon.
‘’Eh itu kenapa Diki lari larian dan juga kenapa Adel
mengejarnya.’’Tanya Tia bingung,dia belum tahu tentang rahasia Adel yang di bocorkan
Diki.
‘Sepertinya Adel marah karna Diki membongkar rahasianya
kemarin.’Batin Lili.
‘Biarkan sajalah toh itu salahnya sendiri.’Lanjut.
‘’E’lo belum tahu yah .’’Kata Fadli.
‘’Katanya Adel itu tinggal satu rumah dengan Davian dan Diki
yang mengatakannya.’’Lanjutnya.
‘’Hah.’’Tia melirik ke Lili memastikannya kebenarannya dan
Lili mengangukkan kepalanya.
__ADS_1
‘’Kalau sampai Adel mengejar Diki seperti itu berarti itu
memang benar dong.’’Kata Denis.
‘’Gue masih belum percaya kalau Adel dan Davian tinggal
bersama selama ini.’’Kata Candra.
‘’Gue penasaran reaksi Reno kalau tahu tentang ini.’’Kata
Denis menyeringai.
‘’Bukannya kalian satu SMA yah.’’Tanya Lidya kekasih Candra.
‘’Kenapa kalian bisa enggak tahu atau pun curiga gitu.’’Tambahnya.
Semua kecuali Candra menatap Lidya dengan tatapan seolah
bertanya’siapa dia’,karna selama ini mereka belum pernah bertemu dengan pacar
Candra.
‘’Eh.’’Lidya bingung kenapa mereka menatapnya begitu.
‘’Ehem.’’Candra berdehem untuk mencairkan keadaan.
‘’Kenalin dia pacar gue,namanya Lidya.’’Kata Candra.
‘’Hah.’’Teriak Denis terkejut.
‘’Lebay e’lo Denis.’’Kata Fadli kesel karna reaksi Denis yang
berlebihan.
‘’Ini benar benar tidak bisa di percaya.’’Denis menggelengkan
geleng kepala.
‘’BAGAIMANA BISA CANDRA MENDAPATKAN PACAR YANG BEGITU CANTIK,
INI SUNGGUH TIDAK BISA DI TERIMA.’’Teriak Denis lebay.
Mereka menatap Denis dengan tatapan aneh.
‘Bukan temen gue.’Pikir Fadli dan Candra.
‘Gue enggak kenal orang ini.’Pikir Lili dan Tia.
Lalu mereka pergi meninggalkan Denis yang masih teriak teriak
enggak jelas karna tidak terima Candra mendapatkan pacar yang cantik.
‘’Eh itu bukannya Adel.’’
‘’Iyah.’’
‘’Katanya dia dan Davian tinggal satu rumah lho.’’
‘’Seriusan.’’
‘’Bener.’’
Sepanjang Adel mengejar Diki, dia mendengar para mahasiswa
dan siswi membicarakan dirinya. Tiba tiba ada seorang mahasiswi menghentikan
Adel.
‘’Adel yah.’’Katanya,membuat Adel terpaksa berhenti.
‘’Iyah ada apa?’’Tanya Adel bingung.
‘’Maaf bisa minggil, gue mau mengejar Diki.’’Kata Adel melihat
Diki yang semakin menjauh.
‘’Apa benar kamu tinggal bersama Davian.’’Tanyanya.
‘’Sudah berapa lama.’’siswi yang lain ikut bertanya.
‘’Apa kamu bisa memberi tahu apa makanan ke sukaan Davian
atau hobinya.’’Tanya salah satu siswi.
‘’Apa sebenarnya itu kalian sudah pacaran.’’Tanya siswi yang
lain dan membuat yang lain melihatnya lalu ke mbali menatap Adel.
Adel merasa canggung harus ngapain dan pertanyaan mereka
semakin aneh.
‘Diki, sialan lo!.’Teriak Adel di dalam hati.
‘’Huh.’’Diki berhenti setelah tidak melihat Adel mengejarnya
lagi.
‘’Selamat ‘’Kata Diki mengusap dadanya tapi tiba tiba ada
yang mengait lehernya dari belakang.
Diki merasa merinding dengan aura yang menyeramkan yang
keluar dari belakangnya.
Grek
Diki menelan ludahnya saat tahu siapa yang orang yang berada
di belakangnya.
‘Baru saja selamat dari macan betina sekarang malah di terkam
__ADS_1
oleh singa.’Batin Diki nanar ,menangis Bombay.